• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (AUDITAN) DAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (AUDITAN) DAN"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM

UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2015 DAN 2014 (TIDAK DIAUDIT)

30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (AUDITAN) DAN

(2)
(3)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim yang merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan

1 ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2e,f,g,4 35.162.885.806 150.815.449.838

Deposito berjangka yang dibatasi 2g,5 45.000.000.000 45.000.000.000

penggunaannya

Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 82.717.010.293

(2014: Rp 83.417.153.367) 2g,6 284.806.731.144 432.110.287.781

Persediaan - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 3.433.556.656

(2014: Rp 3.388.464.550) 2i,7 454.032.659.251 557.327.627.156

Hewan ternak produksi - berumur pendek 2j,8 74.231.176.611 99.608.585.713

Beban dibayar di muka 2h 26.834.833.365 27.543.381.807

Pajak dibayar di muka 2s,9 1.734.453.356 159.281.251

Aset lancar lain-lain 2e,10 331.809.568.095 408.014.456.900

Jumlah Aset Lancar 1.253.612.307.628 1.720.579.070.446

ASET TIDAK LANCAR

Investasi jangka panjang lainnya - setelah dikurangi penyisihan

penurunan nilai sebesar Rp 49.155.940.000 2g,11 -- --

Piutang pihak berelasi non usaha 2g,33 55.636.525 55.636.525

Aset pajak tangguhan 2s,12b 70.331.395.468 28.839.753.124

Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 855.181.383.580

(2014: Rp 809.152.202.806) 2k,13 894.246.258.442 913.875.523.360

Taksiran tagihan restitusi pajak 2s,14 58.248.993.651 63.408.619.034

Goodwill 2d,15 10.890.455.260 10.890.455.260

Aset tidak berwujud lainnya - setelah dikurangi akumulasi

amortisasi sebesar Rp 16.218.313.708

(2014 : Rp 12.355.287.421) 2l,16 38.236.648.163 42.099.674.450

Aset tidak lancar lain-lain 2e,17 221.246.404.439 21.165.821.679

Jumlah Aset Tidak Lancar 1.293.255.791.948 1.080.335.483.432

JUMLAH ASET 2.546.868.099.576 2.800.914.553.878

(4)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim yang merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan

2 LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang bank jangka pendek 2n,20 583.997.599.536 600.048.661.063

Utang murabahah jangka pendek 2p,22 159.970.000.000 160.000.000.000

Utang usaha - pihak ketiga 2n,18 170.580.025.077 154.762.177.316

Beban akrual 2n,19 51.757.092.225 30.199.693.110

Utang pajak 2s,12c 8.758.618.813 9.509.996.365

Utang dividen 290.928.610 290.928.610

Liabilitas lancar lainnya 23.399.212.734 21.158.269.555

Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun :

Utang bank 2n,21 17.625.484.621 169.041.785.907

Utang murabahah 2p,22 14.221.622.721 58.065.467.203

Utang sewa pembiayaan 2o,23 106.265.427 212.530.855

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.030.706.849.764 1.203.289.509.984

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Liabilitas pajak tangguhan 2s,12b 99.169.759 100.116.505

Liabilitas imbalan kerja 2q 97.423.387.519 92.499.660.792

Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:

Utang bank 2n,21 241.936.182.574 173.066.203.229

Utang murabahah 2p,22 69.057.520.803 44.919.132.772

Utang sewa pembiayaan 2o,23 33.715.202 33.715.202

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 408.549.975.857 310.618.828.500

JUMLAH LIABILITAS 1.439.256.825.621 1.513.908.338.484

(5)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim yang merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan

3 Ekuitas yang diatribusikan kepada

pemilik entitas induk Modal saham

Modal dasar: 73.099.900 saham seri A nominal Rp 395 per saham;

650.686.609 saham seri B nominal Rp 395 per saham dan 35.561.973.000 saham seri C nominal Rp 100 per saham

Ditempatkan dan disetor penuh 73.099.900 saham seri A; 650.686.609 saham

seri B dan 8.667.321.984 saham seri C 1d,24 -- 1.152.627.869.455

Modal dasar: 7.310.000 saham seri A nominal Rp 3.950 per saham;

65.068.700 saham seri B nominal Rp 3.950 per saham dan 3.556.197.300 saham seri C nominal Rp 1.000 per saham Ditempatkan dan disetor penuh 7.310.000

saham seri A; 65.068.700 saham

seri B dan 866.732.200 saham seri C 1d,24 1.152.628.065.000 --

Tambahan modal disetor - bersih 25 756.839 756.839

Saldo laba

Telah ditentukan penggunaannya 26 5.332.755.373 5.332.755.373

Belum ditentukan penggunaannya (63.810.851.794) 111.889.364.671

Ekuitas yang diatribusikan kepada

pemilik entitas induk 1.094.150.725.418 1.269.850.746.338

Kepentingan non-pengendali 13.460.548.537 17.155.469.056

Jumlah Ekuitas 1.107.611.273.955 1.287.006.215.394

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.546.868.099.576 2.800.914.553.878

(6)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim yang merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan

4

PENJUALAN BERSIH 2r,27 1.041.453.258.314 1.277.959.332.352

BEBAN POKOK PENJUALAN 2r,28 959.965.752.717 1.023.736.353.027

LABA KOTOR 81.487.505.597 254.222.979.325

BEBAN USAHA

Beban penjualan 2r,29 92.868.121.251 73.353.323.120

Beban umum dan administrasi 2r,30 141.070.487.190 97.829.348.168

Jumlah Beban Usaha 233.938.608.441 171.182.671.288

(RUGI) LABA USAHA (152.451.102.844) 83.040.308.037

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Pendapatan keuangan 1.440.940.631 1.603.448.645

Penjualan barang bekas 31 1.313.503.646 1.514.712.416

Beban penghapusan langsung dan penyisihan

kerugian penurunan nilai piutang 2m,6 224.872.912 286.084.163

Laba penjualan aset tetap 36.499.526 13.861.631.216

Kerugian selisih perhitungan

dan perolehan persediaan 2i -- (163.184.532)

Penggantian klaim dan asuransi (21.449.420) 71.696.912

Rugi selisih kurs - bersih (10.428.981.346) (1.886.490.993)

Beban keuangan (64.097.394.088) (85.905.061.041)

Lain-lain - bersih 3.095.384.909 4.233.266.227

Beban lain-lain bersih (68.436.623.230) (66.383.896.987)

(RUGI) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (220.887.726.074) 16.656.411.050

BEBAN PAJAK PENGHASILAN

Kini 2s,12a -- (13.622.959.600)

Tangguhan 2s,12b 41.492.589.090 (139.830.462)

Jumlah Beban Pajak Penghasilan 41.492.589.090 (13.762.790.062)

(RUGI) LABA USAHA TAHUN BERJALAN (179.395.136.984) 2.893.620.988

JUMLAH (RUGI) LABA KOMPREHENSIF

TAHUN BERJALAN (179.395.136.984) 2.893.620.988

Jumlah (rugi) laba komprehensif yang diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk (175.700.216.465) 1.748.812.014

Kepentingan non-pengendali (3.694.920.519) 1.144.808.974

Jumlah (179.395.136.984) 2.893.620.988

(RUGI) LABA PER SAHAM DASAR 32 (120,94) 0,19

(7)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim yang merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

5

ditempatkan modal disetor - Telah Ditentukan Belum Ditentukan kepada pemilik Nonpengendali bersih dan disetor penuh bersih Penggunaannya Penggunaannya entitas induk

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Saldo per 1 Januari 2014 1.152.627.869.455 756.839 4.913.879.940 110.527.551.752 1.268.070.057.986 17.050.217.820 1.285.120.275.806

Pembentukan cadangan umum 26 -- -- 418.875.433 (418.875.433) -- -- --

Divestasi entitas anak -- -- -- -- -- (178.115.866) (178.115.866)

Laba komprehensif tahun berjalan -- -- -- 1.780.688.352 1.780.688.352 283.367.102 2.064.055.454

Saldo per 31 Desember 2014 1.152.627.869.455 756.839 5.332.755.373 111.889.364.671 1.269.850.746.338 17.155.469.056 1.287.006.215.394

Penambahan Modal Tanpa Hak

Memesan Efek Terlebih Dahulu 195.545 -- -- -- 195.545 -- 195.545

(Rugi) komprehensif tahun berjalan -- -- -- (175.700.216.465) (175.700.216.465) (3.694.920.519) (179.395.136.984)

Saldo per 30 Juni 2015 1.152.628.065.000 756.839 5.332.755.373 (63.810.851.794) 1.094.150.725.418 13.460.548.537 1.107.611.273.955

(8)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 1.189.456.958.025 1.239.996.227.436

Pembayaran kas kepada pemasok (487.505.014.814) (643.817.576.790)

Pembayaran kas kepada pihak ketiga lainnya (276.861.807.706) (383.077.380.082)

Pembayaran kepada karyawan (106.773.745.975) (97.025.567.715)

Pembayaran pajak - bersih (32.687.611.805) (32.640.765.944)

Penerimaan hasil restitusi 769.712.264 --

Penerimaan bunga 1.440.940.631 1.603.448.645

Pembayaran bunga (59.691.388.300) (80.896.131.629)

Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 228.148.042.320 4.142.253.921

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penjualan aset tetap 75.909.105 344.320.134.988

Perolehan aset tetap (24.653.380.404) (48.224.810.260)

Uang muka investasi pada entitas anak (200.000.000.000) --

Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (224.577.471.299) 296.095.324.728

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan pinjaman bank 5.923.453.261.491 4.349.493.848.421

Pembayaran utang bank dan utang sewa pembiayaan (6.042.676.396.544) (4.622.343.988.793)

Penerimaan dari pihak-pihak berelasi -- 200.000.000

Kas bersih (digunakan) diperoleh dari aktivitas pendanaan (119.223.135.053) (272.650.140.372)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (115.652.564.032) 27.587.438.277

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 150.815.449.838 31.232.669.920

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 35.162.885.806 58.820.108.197

Jumlah Kas dan Setara Kas terdiri dari:

Kas 766.266.502 581.162.608

Bank 30.896.619.304 58.238.945.589

Deposito 3.500.000.000 --

Jumlah 35.162.885.806 58.820.108.197

(9)

a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum

PT Sierad Produce Tbk (selanjutnya disebut “Perusahaan”) didirikan dengan akta Notaris No. 17 tanggal 6 September 1985 dari Raden Santoso, Notaris di Jakarta dan diubah dengan akta Notaris No. 27 tanggal 16 April 1986 dari Notaris yang sama. Anggaran dasar ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4506.HT.01.01.TH.86 tanggal 26 Juni 1986 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 20 tanggal 10 Maret 1989, Tambahan No. 389.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir melalui akta Notaris No.

9 tanggal 9 Januari 2015 yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, tentang persetujuan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, melakukan perubahan nilai nominal saham-saham, meningkatkan modal dasar dan perubahan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.J.1 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang melakukan Penawaran Umum Efek bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Akta Notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat No.

AHU-0000426.AH.01.02. Tahun 2015 pada tanggal 12 Januari 2015.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak di bidang peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, industri pemotongan dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage, industri pakan ternak dan industri pengeringan jagung.

Kantor pusat Perusahaan terletak di TCC Batavia Tower One, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat dengan tempat usaha terletak di Bogor, Sukabumi, Tangerang, Sidoarjo, Magelang, Banjarmasin, dan Makasar. Hasil produksi dipasarkan di dalam negeri. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial sejak tahun 1985.

Entitas induk terakhir perusahaan adalah PT Sierad Produce Tbk.

b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan

Susunan anggota Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014, adalah sebagai berikut:

30 Juni 2015 31 Desember 2014

Dewan Komisaris

Komisaris Utama (Komisaris Independen) : Antonius Joenoes Supit Antonius Joenoes Supit

Komisaris Independen : Djohan Effendi

Effendi

Djohan Effendi Effendi

Komisaris : Sri Lestari Anwar Sri Lestari Anwar

Dewan Direksi

Direktur Utama : Budiardjo Tek

Tek

Budiardjo Tek Wakil Direktur Utama

(Direktur tidak terafiliasi) : Eko Putro Sandjojo Eko Putro Sandjojo

Direktur : Fransiscus Xaverius Awi Tantra Fransiscus Xaverius Awi Tantra

Direktur : Sik Wei Tjien Sik Wei Tjien

Direktur : Sri Sumiyarsi

Sumiyarsi

Sri Sumiyarsi Sumiyarsi

Direktur Independen : Aryanus Syahrudin Aryanus Syahrudin

(10)

b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan (Lanjutan)

Manajemen kunci adalah direktur dan komisaris Perusahaan. Ruang lingkup Direktur Utama mencakup bidang pembelian komoditas & logistk, pengawasan internal dan president office, ruang lingkup Wakil Direktur Utama mencakup bidang sumber daya manusia, pembelian sentral, poultry, keuangan perusahaan dan sekretaris perusahaan. Ruang lingkup Direktur Poultry mencakup bidang sub divisi pakan ternak dan sub divisi peternakan ayam; ruang lingkup Direktur Keuangan Perusahaan & Sekretari Perusahaan mencakup bidang sub divisi food; Direktur Keuangan mencakup bidang Keuangan &

Akunting, sub divisi tresuri, sub divisi teknologi informasi.

Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan mengalami perubahan sesuai hasil keputusan pemegang saham berdasarkan akta Notaris No. 42 tanggal 4 Juni 2014 yang dibuat oleh Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat No. AHU-16079.40.22.2014 tanggal 26 Juni 2014.

Susunan anggota Komite Audit pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014, adalah sebagai berikut:

Internal Audit

Berdasarkan peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal, Perusahaan telah menyusun Piagam Internal Audit sejak tanggal 5 Desember 2009.

Kepala Unit Internal Audit Perusahaan masing-masing pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 adalah Mangaranap M. Sinaga.

Sekretaris Perusahaan

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan No. Kep-SK/Dir/053/HR/COP/X-12 tanggal 1 Oktober 2012, Perusahaan menunjuk FX. Awi Tantra sebagai Sekretaris Perusahaan.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten Atau Perusahaan Publik, Perusahaan diwajibkan untuk membentuk fungsi Sekretaris Perusahaan yang antara lain melaksanakan tugas paling kurang:

1) Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;

2) Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal;

3) Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi:

a) Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada situs Web Emiten atau Perusahaan Publik;

b) Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;

c) Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;

d) Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan

e) Pelaksanaan program orientasi terhadap Perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris.

Komite Audit

Ketua : Antonius Joenoes Supit

Anggota : Rodion Wikanto Njotowidjojo

Anggota : Rustanto

(11)

b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan (Lanjutan)

Sekretaris Perusahaan (Lanjutan)

4) Sebagai penghubung antara Emiten atau Perusahaan Publik dengan pemegang saham Emiten atau Perusahaan Publik, Otoritas Jasa Keuangan dan pemangku kepentingan lainnya.

Sekretaris Perusahaan dapat dirangkap oleh seorang anggota Direksi dan dilarang merangkap jabatan apapun di Emiten atau Perusahaan Publik lain.

c. Struktur Entitas Anak

Perusahaan memiliki baik secara langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% saham entitas anak dan atau mempunyai kendali atas manajemen entitas anak sebagai berikut:

Pada tahun 2003, sesuai dengan pernyataan keputusan rapat pemegang saham PT Sierad Corpora (SC) dengan akta Notaris No. 25 tanggal 21 Oktober 2003 dari Notaris Diah Guntari Listianingsih Soemarwoto, SH, Notaris di Jakarta telah disetujui usulan direksi SC untuk melakukan penghentian kegiatan (operasional) SC dan melakukan tindakan hukum yang dianggap perlu dan penting untuk penghentian kegiatan (operasional) SC sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham sebagai pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RPUSLB) tanggal 1 November 2012 yang dinyatakan dalam akta notaris Agung Sri Wijayanti No.14 tanggal 20 November 2012, Pemegang Saham menyetujui pembubaran dan likuidasi PT Sierad Corpora serta penunjukan tim likuidator.

Menimbang bahwa aset, liabilitas, pendapatan serta beban SC pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 tidak material, tidak dilakukan pengungkapan terpisah dalam "Operasi dalam Penghentian" pada laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan PSAK No. 58, mengenai "Operasi dalam Penghentian", juga pengungkapan terpisah tidak dilakukan oleh Perusahaan secara rinci dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Tahun

Domisili Bidang usaha operasi

30 Juni 2015 31 Desember 2014 komersial 30 Juni 2015 31 Desember 2014

PT Dwipa Mina Bali Industri tepung ikan 100% 100% 1996 1.074.399.742

1.305.656.742

Nusantara

PT Sierad Corpora Jakarta Distribusi dan 100% 100% Operasi dalam 10.806.908.972

10.806.908.972

Perdagangan penghentian

peralatan peternakan ayam,

bahan baku, pakan ternak dan

produk lainnya

PT Transpasifik Jakarta Perdagangan 100% 100% 1995 6.216.625.095

6.216.625.095

Niagareksa

PT Belfoods Bogor Industri pengolahan 66,99% 66,99% 1993 226.372.439.872 217.819.947.295

Indonesia makanan beku

Anak Perusahaan

Persentase Pemilikan (langsung dan tidak langsung)

Jumlah aset sebelum eliminasi

(12)

c. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009, yang telah dituangkan dalam akta berita acara nomor 188, telah disetujui pengambilalihan (akuisisi) saham dalam PT Belfoods Indonesia (BI) sebanyak 596.806 saham dengan harga saham Rp 100.000 per saham dengan cara konversi utang menjadi kepemilikan saham (debt to equity swap).

Pengambil-alihan saham BI ini berlaku efektif pada bulan Oktober 2011.

Perusahaan bersama-sama entitas anak untuk selanjutnya disebut sebagai “Grup”.

d. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 29 November 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1946/PM/1996 untuk melakukan penawaran umum atas 250.000.000 saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Sejak saat itu, Perusahaan telah melakukan hal-hal sebagai berikut:

Jumlah saham beredar setelah

transaksi

Tahun Keterangan (lembar)

1997 Penerbitan 76.436.000 lembar saham seri A dengan nilai 726.436.000 nominal Rp 500 dari konversi obligasi

1998 Konversi obligasi 730.999.000

2001 Penerbitan saham seri B sejumlah 6.506.866.083 saham dengan nilai nominal Rp 300, sehingga saham beredar menjadi:

seri A 730.999.000

seri B 6.506.866.083

2004 Penggabungan saham (reversed stock) sebesar 10 kali, sehingga saham yang beredar menjadi:

seri A 73.099.900

seri B 650.686.609

2005 Konversi Utang Obligasi Konversi dan Utang Jangka Panjang, sehingga saham yang beredar menjadi:

seri A 73.099.900

seri B 650.686.609

seri C 8.667.321.984

2015 Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan penggabungan saham (reverse stock) sebesar 10 kali, sehingga saham yang beredar menjadi:

seri A 7.310.000

seri B 65.068.700

seri C 866.732.200

(13)

d. Penawaran Umum Efek Perusahaan (Lanjutan)

Pada tahun 2009, Perusahaan melaksanakan kuasi-reorganisasi yang diikuti dengan reorganisasi secara hukum dengan mengurangi nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham beredar (penurunan modal saham). Kuasi-reorganisasi Perusahaan telah disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 22 Desember 2009 yang didokumentasikan dalam akta Notaris No. 223 yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta (lihat Catatan 24).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“PSAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan -Ikatan Akuntan Indonesia dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Indonesia (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” yang terdapat dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. KEP-347/BL/2012 pada tanggal 25 Juni 2012 yang menggantikan Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-554/ BL/2010 pada tanggal 30 Desember 2010 tentang Perubahan Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-06/ PM/2000 pada tanggal 13 Maret 2000 tentang Perubahan Peraturan No. VII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan metode langsung (direct method) dan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah (Rp) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

Kebijakan akuntansi telah ditetapkan secara konsisten dengan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun lalu yang telah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia, kecuali dinyatakan lain.

Perubahan Kebijakan Akuntansi

(1) Standar baru, interpretasi dan perubahan yang berlaku efektif 1 Januari 2014

Penerapan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 27 ‘Transfer Aset dari Pelanggan’, ISAK 28 ‘Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas’, dan ISAK 29 ‘Biaya Pengupasan Lapisan Tanah dalam Tahap Produksi pada Tambang Terbuka’ dengan tanggal efektif 1 Januari 2014, tidak menimbulkan perubahan pada kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak pada jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan maupun periode-periode keuangan sebelumnya.

(14)

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)

(2) Standar baru, interpretasi dan perubahan yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif bagi tahun keuangan yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2014, adalah sebagai berikut:

 PSAK 1 (Revisi 2013) ‘Penyajian Laporan Keuangan’;

 PSAK 4 (Revisi 2013) ‘Laporan Keuangan Tersendiri’;

 PSAK 15 (Revisi 2013) ‘Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama’;

 PSAK 24 (Revisi 2013) ‘Imbalan Kerja’;

 SAK 46 (Revisi 2014) ‘Pajak Penghasilan’;

 PSAK 48 (Revisi 2014) ‘Penurunan Nilai Aset’;

 PSAK 50 (Revisi 2014) ‘Instrumen Keuangan: Penyajian’;

 PSAK 55 (Revisi 2014) ‘Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran’;

 PSAK 60 (Revisi 2014) ‘Instrumen Keuangan: Pengungkapan’;

 PSAK 65 (Revisi 2014) ‘Laporan Keuangan Konsolidasian’;

 PSAK 66 (Revisi 2014) ‘Pengaturan Bersama’;

 PSAK 67 (Revisi 2014) ‘Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain’;

 PSAK 68 ‘Pengukuran Nilai Wajar’; dan

 ISAK 26 (Revisi 2014) ‘Penilaian Ulang Derivatif Melekat’

Penerapan dini standar-standar baru dan revisian ini sebelum tanggal 1 Januari 2015 tidak diperkenankan.

Pada tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mengevaluasi dampak potensial PSAK baru dan revisian.

b. Dasar Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak.

Kerugian yang terjadi pada kepentingan non-pengendali pada entitas anak dialokasikan kepada kepentingan non-pengendali bahkan apabila dialokasikan kepada kepentingan non-pengendali tersebut dapat menimbulkan saldo defisit. Kepentingan non-pengendali disajikan di dalam laporan keuangan konsolidasian pada bagian ekuitas, yang terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.

Setelah terjadi hilangnya pengendalian, Grup menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak, semua kepentingan non-pengendali dan komponen ekuitas lainnya terkait dengan entitas anak. Segala surplus atau defisit yang timbul dari hilangnya pengendalian, diakui di dalam laporan laba rugi. Apabila Grup menahan semua bagian di dalam entitas anak sebelumnya, maka bagian tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal saat pengendalian dihentikan. Selanjutnya, bagian tersebut dicatat sebagai investee dengan ekuitas yang dihitung atau sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual bergantung pada besarnya pengaruh.

(15)

b. Dasar Konsolidasi (Lanjutan)

Investasi pada Entitas Asosiasi

Apabila Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi (namun bukan untuk mengendalikan) segala keputusan terhadap kebijakan keuangan dan operasional terhadap entitas lain, entitas tersebut diklasifikasikan sebagai entitas asosiasi. Entitas asosiasi pada awalnya diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar nilai perolehan. Bagian laba atau rugi Grup setelah akuisisi, diakui di dalam laba atau rugi, jika bagian Grup atas entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari transaksi diantara Grup, diakui hanya sepanjang kepentingan investor yang tidak berelasi di dalam entitas asosiasi. Bagian investor di dalam keuntungan dan kerugian entitas asosiasi yang berasal dari transaksi ini, dieliminasi terhadap nilai tercatat entitas asosiasi.

Semua agio yang dibayarkan kepada entitas asosiasi di atas nilai wajar bagian kepemilikan Grup terhadap aset, liabilitas yang dapat diidentifikasi dan liabilitas kontinjensi yang diperoleh, dikapitalisasi dan disertakan di dalam nilai tercatat entitas asosiasi. Apabila terdapat bukti objektif di mana investasi di dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai, maka nilai tercatat investasi tersebut harus diuji penurunan nilai sebagaimana yang dilakukan terhadap asset non-finansial lainnya.

Laporan keuangan konsolidasian mencakup bagian laba rugi Grup dan pendapatan komprehensif lain dari investee yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, setelah dilakukan penyesuaian untuk menyelaraskan kebijakan akuntansi investee yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dengan kebijakan Grup, sejak tanggal dimulainya pengaruh signifikan sampai dengan pengaruh signifikan berakhir.

Transaksi dengan kepentingan non-pengendali

Transaksi dengan kepentingan non-pengendali dihitung sebagai transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan oleh karena itu tidak terdapat goodwill yang diakui sebagai hasil transaksi tersebut. Penyesuaian kepentingan non-pengendali berdasarkan jumlah proporsional aset bersih entitas anak.

Transaksi yang dieliminasi pada konsolidasi

Saldo dan transaksi antar Grup dan semua pendapatan dan beban yang belum terealisasi yang timbul dari transaksi antar Grup, dieliminasi di dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Laba yang belum terealisasi yang timbul dari transaksi dengan entitas asosiasi dieliminasi terhadap investasi dari bagian Grup di dalam investee. Kerugian yang belum terealisasi dieliminasi dengan cara yang sama dengan keuntungan yang belum terealisasi, hanya apabila tidak terdapat bukti penurunan nilai.

(16)

b. Dasar Konsolidasi (Lanjutan)

Akuntansi bagi entitas anak dan entitas asosiasi di dalam laporan keuangan tersendiri

Apabila Entitas menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan yang dikonsolidasikan kepada laporan keuangan konsolidasian, investasi pada entitas anak, entitas asosiasi dan ventura bersama, disajikan di dalam laporan posisi keuangan tersendiri Perusahaan senilai nilai tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.

Terhadap pelepasan investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi, perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari investasi diakui di dalam laporan laba rugi.

c. Kombinasi Bisnis

Kombinasi bisnis dihitung dengan menggunakan metode akuisisi pada tanggal akuisisi, yaitu tanggal pengendalian beralih kepada Grup. Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan kebijakan operasi entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Di dalam menilai pengendalian, Grup mempertimbangkan hak suara potensial yang saat ini dilaksanakan.

Imbalan yang dialihkan tidak termasuk jumlah yang terkait dengan penyelesaian pada hubungan yang sebelumnya ada. Jumlah tersebut, umumnya diakui di dalam laporan laba rugi.

Biaya-biaya terkait dengan akuisisi, selain yang terkait dengan penerbitan surat utang maupun kepemilikan, yang terjadi dalam kaitan kombinasi bisnis Grup, dibebankan pada saat terjadinya.

Semua imbalan kontinjensi diakui pada nilai wajar pada saat tanggal akuisisi. Apabila imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas, maka hal tersebut tidak diukur kembali dan penyelesaiannya dicatat di dalam ekuitas. Selain itu, perubahan berikutnya terhadap nilai wajar imbalan kontinjensi diakui di dalam laporan laba rugi.

d. Goodwill

Merupakan selisih biaya akuisisi entitas anak atau entitas asosiasi terhadap nilai wajar pada tanggal akuisisi bagian Grup terhadap aset bersih yang teridentifikasi, termasuk liabilitas kontinjensi, pada saat akuisisi. Biaya akuisisi diukur pada saat nilai wajar aset diperoleh, instrument ekuitas diterbitkan, atau liabilitas terjadi atau diasumsikan pada tanggal akuisisi, ditambah biaya-biaya yang dapat diatribusikan kepada akuisisi.

Goodwill negatif merupakan selisih nilai wajar pada tanggal akuisisi bagian Grup terhadap aset bersih yang teridentifikasi dengan biaya akuisisi. Goodwill negatif pada tanggal transaksi disesuaikan langsung pada laporan laba rugi.

Goodwill akuisisi entitas anak disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian di mana goodwill akuisisi entitas asosiasi dicatat sebagai bagian nilai tercatat investasi terkait.

(17)

d. Goodwill (Lanjutan)

Keuntungan atau kerugian pelepasan entitas anak dan entitas asosiasi meliputi nilai tercatat goodwill yang dikapitalisasi terkait dengan entitas yang dijual.

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.

Goodwill diuji penurunan nilainya secara tahunan atau secara berkala apabila terdapat indikasi goodwill mengalami penurunan.

Untuk tujuan pengujian penurunan nilai Goodwill, Goodwill dialokasikan kepada tiap Unit Penghasil Kas (‘UPK’) Grup yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis.

Suatu kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba rugi ketika nilai tercatat UPK, termasuk goodwill, melebihi jumlah terpulihkan UPK. Jumlah terpulihkan UPK lebih tinggi dari nilai wajar UPK dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Di dalam menilai nilai pakai, arus kas masa depan yang diestimasi didiskontokan dengan nilai kininya dengan menggunakan tingkat suku bunga diskon sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini terhadap nilai waktu uang dan risiko spesifik aset.

Total kerugian penurunan nilai dialokasikan, pertama untuk mengurangi nilai tercatat goodwill yang dialokasikan kepada UPK dan kemudian kepada aset UPK lainnya secara pro rata berdasarkan nilai tercatat tiap aset di dalam UPK.

Penurunan kerugian goodwill tidak dapat dibaIikkan pada periode berikutnya.

e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Aset dan liabilitas moneter dinyatakan dalam mata uang asing yang dijabarkan pada kurs nilai tukar pada akhir periode pelaporan.

Kurs utama yang digunakan untuk penjabaran mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014, berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia, yaitu sebagai berikut:

Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 kurs yang digunakan adalah:

Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi tahun yang bersangkutan.

f. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas meliputi uang kas, uang yang ada di bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman serta tidak dibatasi penggunaannya.

30 Juni 2015 31 Desember 2014

1 USD 13.332,00 12.440,00 1 SGD 9.894,62 9.422,11

(18)

g. Aset Keuangan

Aset keuangan diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi pihak yang terikat secara kontraktual terhadap persyaratan-persyaratan instrumen keuangan tersebut.

Pengakuan dan pengukuran awal

Ketika aset keuangan diakui pertama kali, aset keuangan tersebut diukur pada nilai wajar, ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, biaya-biaya transaksi langsung yang dapat diatribusikan. Grup menentukan klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal dan, apabila diizinkan dan jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir periode pelaporan keuangan.

Grup mengklasifikasikan aset keuangannya ke dalam salah satu kategori yang dibahas di bawah ini, tergantung pada tujuan penggunaan aset tersebut saat diperoleh.

Pengukuran setelah pengakuan awal

Pengukuran setelah pengakuan awal aset keuangan bergantung pada klasifikasi sebagai berikut:

(i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Kategori ini meliputi aset keuangan “yang dimiliki untuk diperdagangkan” dan aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada awal penentuan. Suatu aset keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual apabila secara prinsip diperoleh untuk tujuan dijual dalam jangka pendek. Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat penetapan awal adalah aset keuangan yang dikelola, dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan suatu strategi investasi yang terdokumentasi. Aset yang termasuk dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai aset lancar apabila aset tersebut baik dimiliki untuk diperdagangkan atau diharapkan untuk direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diukur pada nilai wajar, dan segala perubahan nilai wajar diakui pada laporan laba rugi.

Grup tidak memiliki asset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

(ii) Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang merupakan aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau yang telah ditentukan yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Pinjaman yang diberikan dan piutang tersebut timbul terutama berasal dari penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan (misalnya piutang usaha), tetapi juga menggabungkan jenis lain dari kontrak aset moneter.

Aset tersebut dinilai pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai. Keuntungan dan kerugiannya diakui di dalam laporan laba rugi ketika pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, sebagaimana halnya melalui proses amortisasi.

Pinjaman yang diberikan dan piutang Grup meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain yang disajikan sebagai bagian dari “aset lancar lain-lain” dan piutang pihak berelasi.

(19)

g. Aset Keuangan (Lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal (Lanjutan)

(iii) Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo

Aset keuangan "dimiliki hingga jatuh tempo" merupakan aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan di mana manajemen Perusahaan memiliki tujuan dan kemampuan positif untuk memiliki investasi tersebut hingga jatuh tempo.

Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi segala kerugian penurunan nilai. Keuntungan dan kerugiannya diakui di dalam laporan laba rugi pada saat investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, sebagaimana halnya melalui proses amortisasi.

Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo.

(iv) Aset keuangan tersedia untuk dijual

Aset keuangan non-derivatif yang tidak termasuk dalam kategori di atas diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan terutama terdiri atas investasi strategis Perusahaan dalam entitas yang tidak memenuhi syarat sebagai entitas anak, entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas.

Aset tersebut dicatat sebesar nilai wajar dengan perubahan nilai wajar, selain yang timbul akibat fluktuasi nilai tukar dan bunga dihitung dengan menggunakan tingkat bunga efektif, diakui sebagai pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam cadangan tersedia untuk dijual. Selisih kurs atas investasi dalam valuta asing dan bunga dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif diakui dalam laporan laba rugi.

Investasi dalam instrumen ekuitas yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal diukur sebesar biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.

Pada saat dijual, keuntungan atau kerugian kumulatif diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi dari cadangan tersedia untuk dijual ke laporan laba rugi.

Grup tidak memiliki aset keuangan tersedia untuk dijual.

Penghentian pengakuan

Suatu aset keuangan dihentikan pengakuannya apabila hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir. Pada penghentian aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara nilai tercatat dengan jumlah yang akan diterima dan semua keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui di dalam pendapatan komprehensif lainnya diakui di dalam laporan laba rugi.

Semua penjualan dan pembelian yang lazim atas aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada saat tanggal perdagangan, yaitu tanggal di mana Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. Pembelian atau penjualan yang lazim (reguler) adalah pembelian atau penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu yang ditetapkan dengan peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar.

(20)

g. Aset Keuangan (Lanjutan)

Saling Hapus

Aset keuangan dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Grup memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan liabilitas secara simultan.

Penurunan nilai aset keuangan

Grup menilai pada tiap akhir periode pelaporan apakah terdapat bukti objektif suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.

(i) Aset yang dinilai pada biaya perolehan diamortisasi

Untuk aset keuangan yang dinilai pada biaya perolehan diamortisasi, Pertama, Grup menilai aset keuangan tersebut secara individual untuk menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Apabila Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, apakah signifikan atau tidak, maka aset tersebut dikategorikan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai aset keuangan tersebut secara kolektif. Aset yang dinilai secara individual untuk penurunan nilai dan dimana kerugian penurunan nilai itu terjadi, atau melanjutkan untuk diakui, tidak dikategorikan ke dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai aset keuangan yang dinilai pada biaya perolehan diamortisasi, telah terjadi, jumlah kerugiannya diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini diskonto arus kas di masa depan pada suku bunga efektif awal aset keuangan. Apabila suatu pinjaman memiliki suku bunga variabel, maka suku bunga diskonto untuk mengukur semua kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif. Jumlah tercatat aset dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan. Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba rugi.

Ketika aset menjadi tidak tertagih, nilai tercatat aset keuangan yang mengalami penurunan nilai langsung dikurangi atau apabila suatu jumlah dibebankan kepada akun penyisihan, jumlah yang dibebankan kepada akun penyisihan dihapuskan terhadap nilai tercatat aset keuangan.

Untuk menentukan apakah terdapat bukti objektif suatu kerugian penurunan nilai aset keuangan yang telah terjadi, Grup mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemungkinan ketidakmampuan untuk membayar atau kesulitan keuangan signifikan debitur dan wanprestasi atau penundaan signifikan di dalam pembayaran.

Apabila di dalam periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai menurun dan penurunan tersebut dapat dikaitkan secara objektif kepada peristiwa yang terjadi setelah kerugian penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya dipulihkan nilainya kepada nilai tercatat aset selama tidak melebihi biaya diamortisasinya pada saat tanggal pemulihan.

Jumlah yang dipulihkan nilainya diakui di dalam laporan laba rugi.

(21)

g. Aset Keuangan (Lanjutan)

Penurunan nilai aset keuangan (Lanjutan)

(ii) Aset yang dinilai pada biaya perolehan

Apabila terdapat bukti objektif (seperti memburuknya lingkungan bisnis di mana entitas penerbit menjalankan bisnisnya, kemungkinan ketidakmampuan di dalam membayar atau kesulitan keuangan signifikan entitas penerbit) di mana kerugian penurunan nilai aset keuangan dinilai berdasarkan biaya yang terjadi, jumlah kerugian dihitung sebagai selisih nilai tercatat dan nilai kini arus kas yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan yang serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dipulihkan nilainya pada periode berikutnya.

(iii) Aset keuangan tersedia untuk dijual

Penurunan yang signifikan atau penurunan jangka panjang di dalam nilai wajar lebih rendah dari biaya perolehan, kesulitan keuangan signifikan entitas penerbit atau entitas peminjam, dan hilangnya pasar aktif perdagangan merupakan bukti objektif bahwa investasi ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual mungkin mengalami penurunan nilai.

‘Signifikan’ akan dievaluasi terhadap biaya awal investasi dan ‘jangka panjang’ terhadap periode di mana nilai wajar telah lebih rendah dari biaya awalnya.

Di mana terdapat bukti penurunan nilai, kerugian kumulatif, yang diukur sebagai selisih antara biaya perolehan dan nilai wajar kini, dikurangi semua kerugian penurunan nilai pada investasi tersebut yang sebelumnya diakui pada laporan laba rugi, dikeluarkan dari pendapatan komprehensif lain dan diakui di dalam laporan laba rugi. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas tidak dibalikkan nilainya melalui laporan laba rugi; kenaikan di dalam nilai wajar setelah penurunan nilai diakui langsung di dalam pendapatan komprehensif lainnya.

Dalam hal instrumen utang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, penurunan nilai diuji berdasarkan kriteria yang sama dengan aset keuangan yang dinilai berdasarkan biaya perolehan diamortisasi. Namun demikian, jumlah tercatat bagi penurunan nilai adalah kerugian kumulatif yang diukur sebagai selisih antara biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar kini, dikurangi segala kerugian penurunan nilai pada investasi yang sebelumnya diakui di dalam laporan laba rugi.

Apabila di dalam tahun berikutnya, nilai wajar instrumen utang meningkat dan peningkatan tersebut dapat secara objektif dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi setelah kerugian penurunan nilai yang diakui di dalam laporan laba rugi, maka kerugian penurunan nilai tersebut dipulihkan nilainya di dalam laporan laba rugi.

h. Beban Dibayar di Muka

Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus.

(22)

i. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata.

Kerusakan atau kehilangan yang ditemukan berdasarkan observasi fisik persediaan berkaitan dengan aktivitas produksi dibebankan pada beban pokok produksi, sedangkan yang tidak berkaitan dengan aktivitas produksi Grup, diakui sebagai keuntungan (kerugian) atas selisih perhitungan persediaan tahun/periode berjalan pada penghasilan (beban) lain-lain.

j. Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek

Ayam bibit induk terdiri dari ayam bibit induk belum menghasilkan dan ayam bibit induk menghasilkan.

Ayam bibit induk belum menghasilkan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan ditambah biaya-biaya yang terjadi pada masa pertumbuhan dan ayam bibit induk menghasilkan dinyatakan pada biaya perolehan pada saat direklasifikasi dari ayam bibit induk belum menghasilkan dikurangi deplesi yang dihitung dengan menggunakan metode satuan unit produksi (production output). Ayam bibit induk- Broiler mulai berproduksi dari umur 24 minggu s/d 67 minggu dan ayam bibit induk-Layer mulai berproduksi pada umur 24 minggu s/d 70 minggu.

k. Aset Tetap

Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang terdiri atas harga perolehan dan biaya- biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan dan siap digunakan.

Setelah pengakuan awal tetap diakui sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai.

Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.

Bangunan dan Prasarana : 10 – 28 tahun Mesin dan Peralatan : 10 tahun Peralatan dan Perabot Kantor : 3 – 10 tahun Kendaraan Bermotor : 5 tahun

Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak.

Beban penyusutan diperhitungkan di dalam laporan laba rugi selama tahun buku di mana beban tersebut terjadi.

(23)

k. Aset Tetap (Lanjutan)

Perbaikan dan perawatan diperhitungkan ke dalam laporan laba rugi selama tahun di mana perbaikan dan perawatan terjadi. Biaya renovasi dan restorasi utama digabungkan ke dalam nilai tercatat aset jika biaya tersebut memiliki kemungkinan untuk memberikan manfaat di masa depan yang jumlahnya melebihi standar kinerja pada penilaian awal aset yang ada yang akan mengalir ke dalam Grup dan disusutkan sebesar sisa umur manfaat aset tersebut.

Nilai sisa, masa manfaat, dan metode depresiasi, di-review pada tiap akhir periode pelaporan, dan disesuaikan secara prosepektif, sesuai dengan keadaan.

Ketika terdapat indikasi penurunan nilai, nilai tercatat aset dinilai dan segera dicatat berdasarkan jumlah terpulihkan.

Keuntungan atau kerugian pelepasan aset tetap ditentukan dengan membandingkan penerimaan dengan nilai tercatat dan dicatat ke dalam laba rugi dari operasi.

Ketika penggunaan properti berubah dari tujuan untuk dimiliki sendiri ke properti investasi, properti diukur pada nilai wajar dan direklasifikasi sebagai properti investasi. Segala keuntungan yang timbul dari pengukuran kembali diakui di dalam laporan laba rugi yang dapat membalikkan kerugian penurunan nilai properti spesifik, dengan sisa keuntungan yang diakui di dalam pendapatan komprehensif lain pada cadangan revaluasi dalam ekuitas. Segala kerugian segera diakui langsung di dalam laporan laba rugi.

Aset dalam penyelesaian merupakan biaya-biaya yang berhubungan secara langsung dengan pembangunan fasilitas dan persiapan aset tetap. Biaya-biaya tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Aset dalam penyelesaian dipindahkan ke aset tetap pada saat selesai dan siap digunakan.

l. Aset Tidak Berwujud

Nilai perolehan aset tidak berwujud yang diperoleh sebagai bagian kombinasi bisnis pada awalnya diakui sesuai nilai wajar pada tanggal akuisisi. Umur manfaat aset tidak berwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas. Aset tidak berwujud dengan umur terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi dan dievaluasi apabila terdapat indikasi adanya penurunan nilai untuk aset tidak berwujud. Periode dan metode amortisasi untuk aset tidak berwujud dengan umur terbatas ditelaah setidaknya setiap akhir periode pelaporan.

Merek : 15 tahun

Hubungan dengan Konsumen : 5 tahun

Hak Paten : 15 tahun

Aset tidak berwujud yang dikembangkan secara internal:

Proyek Inovasi Kandang Broiler : 5 tahun

(24)

l. Aset Tidak Berwujud (Lanjutan)

Biaya perolehan aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal terdiri atas seluruh biaya yang dibutuhkan yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membuat, menghasilkan dan mempersiapkan aset tersebut sehingga siap untuk digunakan sesuai dengan maksud manajemen.

Aset tidak berwujud dengan umur terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi dan dievaluasi apabila terdapat indikasi adanya penurunan nilai untuk aset tidak berwujud. Periode dan metode amortisasi untuk aset tidak berwujud dengan umur terbatas ditelaah setidaknya setiap akhir periode pelaporan

m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Grup menilai pada tiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada aset.

Apabila terdapat indikasi penurunan nilai, atau ketika penilaian penurunan nilai bagi aset secara tahunan disyaratkan, Grup membuat estimasi nilai terpulihkan aset.

Suatu nilai terpulihkan aset lebih tinggi dibandingkan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset atau unit penghasil kas dan nilai pakainya dan ditentukan sebagai suatu aset individual, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset lain.

Di dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas yang diharapkan diperoleh dari aset didiskontokan terhadap nilai kininya dengan menggunakan suku bunga diskon sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini terhadap nilai waktu uang dan risiko spesifik aset. Di dalam menilai nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, dibutuhkan model penilaian yang tepat.

Ketika nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dicatat sebesar nilai terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba rugi kecuali aset yang relevan dinilai pada jumlah yang direvaluasi, yang dalam hal ini kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.

Suatu penilaian dilakukan pada setiap tanggal pelaporan untuk mengetahui apakah terdapat suatu indikasi bahwa kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya sudah tidak ada lagi atau mengalami penurunan. Suatu kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya, dibalikkan nilainya hanya jika terdapat perubahan atas estimasi yang telah digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan aset sejak pengakuan terakhir kerugian penurunan nilai. Apabila demikian kondisinya, nilai tercatat aset dinaikkan kejumlah terpulihkannya. Kenaikan tersebut tidak dapat melebihi nilai tercatat setelah dikurangi penyusutan seandainya tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya. Pembalikkan nilai tersebut diakui di dalam laba rugi kecuali aset tersebut diukur pada jumlah revaluasian, yang dalam hal ini diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi.

n. Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi bagian ketentuan kontraktual instrumen keuangan. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan ke dalam salah satu dari dua kategori, tergantung pada tujuan liabilitas tersebut diperoleh.

(25)

n. Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

Selain liabilitas keuangan yang memenuhi syarat di dalam hubungan lindung nilai, kebijakan akuntansi Perusahaan untuk masing-masing kategori adalah sebagai berikut:

- Nilai wajar melalui laporan laba rugi

Kategori ini hanya terdiri dari derivatif out-of-the-money. Liabilitas dicatat di laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

Perusahaan tidak memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif untuk tujuan spekulasi maupun untuk tujuan lindung nilai. Perusahaan juga tidak memiliki liabilitas untuk diperdagangkan atau liabilitas keuangan yang ditujukan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

- Liabilitas keuangan lainnya

Liabilitas keuangan lainnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya, dan melalui proses amortisasi.

Yang termasuk liabilitas keuangan lainnya adalah sebagai berikut:

(i) Utang bank pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang secara langsung terkait dengan penerbitan instrumen. Liabilitas tersebut selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, yang memastikan bahwa setiap beban bunga sampai dengan pembayaran adalah pada tingkat yang konstan atas saldo dari liabilitas yang disajikan dalam laporan posisi keuangan. Beban bunga dalam konteks ini meliputi biaya transaksi awal dan premi yang dibayarkan pada jatuh tempo, serta utang bunga atau kupon dibayar ketika liabilitas tersebut belum dilunasi.

(ii) Utang usaha dan liabilitas lancar lainnya, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.

Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban atas liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau berakhir. Ketika sebuah liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau ketentuan liabilitas keuangan yang ada secara substansial dimodifikasi, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat yang terkait diakui dalam laporan laba rugi.

o. S e w a

Grup adalah sebagai lessee.

i. Sewa pembiayaan

Grup menyewa aset tetap tertentu, sewa aset tetap dimana Group memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan.

(26)

o. S e w a (Lanjutan)

i. Sewa pembiayaan (Lanjutan)

Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Penilaian ditentukan pada awal kontrak.

Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran sewa minimum adalah tingkat suku bunga implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan dengan praktis, jika tidak, digunakan tingkat suku bunga pinjaman inkremental lessee. Biaya langsung awal yang dikeluarkan lessee ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. Kebijakan penyusutan aset sewaan adalah konsisten dengan aset tetap yang dimiliki sendiri.

ii. Sewa operasi

Suatu sewa dikelompokkan sebagai sewa operasi jika sewa tersebut tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

Pembayaran yang dilakukan untuk sewa operasi dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

p. Utang Murabahah

Utang murabahah merupakan utang yang timbul dari transaksi jual beli yang dilakukan atas dasar Akad Murabahah.

Murabahah adalah Akad penjualan untuk barang yang harga beli dan margin-nya telah disepakati oleh pembeli dan penjual dan dibuat eksplisit. Setelah Akad Murabahah, Utang Murabahah diakui sebesar biaya perolehan aktiva Murabahah ditambah margin. Beban Murabahah Ditangguhkan disajikan sebagai pengurang (contra account) Utang Murabahah.

q. Imbalan Kerja

Imbalan Pasca Kerja - Program imbalan pasti

Sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja yang berlaku di Indonesia, Grup menyelenggarakan program imbalan pasti manfaat pasca kerja kepada para karyawannya.

Provisi atas manfaat pasca kerja ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit.

Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum terealisasi yang melebihi 10% nilai kini kewajiban manfaat pasti Grup, diakui berdasarkan metode garis lurus terhadap rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari karyawan peserta program. Biaya jasa lalu diakui segera pada saat manfaat menjadi vested, dan sebaliknya diamortisasi berdasarkan metode garis lurus terhadap periode rata-rata sampai manfaat menjadi vested.

(27)

q. Imbalan Kerja (Lanjutan)

Imbalan Pasca Kerja - Program imbalan pasti (Lanjutan)

Kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sehubungan dengan program pensiun imbalan pasti adalah nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi dengan nilai wajar aset program, serta disesuaikan dengan biaya jasa lalu yang belum diakui.

Imbalan kerja jangka pendek

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual.

r. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan dan hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun/periode yang bersangkutan (accrual basis).

s. Perpajakan

Pajak kini

Aset dan/atau liabilitas pajak kini terdiri dari liabilitas kepada, atau klaim dari kantor pelayanan pajak terkait dengan periode kini dan periode sebelum periode pelaporan, yang belum dibayar pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.

Pajak kini dihitung sesuai dengan tarif pajak dan ketentuan perpajakan yang berlaku pada periode fiskal yang terkait, berdasarkan laba kena pajak periode berjalan. Semua perubahan aset atau liabilitas pajak kini diakui sebagai komponen beban pajak penghasilan di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Pajak Tangguhan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer antara basis komersial dan basis fiskal aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan yang memiliki kemungkinan tersedianya laba kena pajak di masa depan terhadap perbedaan temporer yang dapat dikurangkan yang dapat diutilisasi. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan kena pajak temporer. Manfaat pajak di masa depan, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan juga diakui apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada tahun ketika aset direalisasi atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.

Penyesuaian atas liabilitas pajak dicatat pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau jika mengajukan keberatan dan banding, pada saat keputusan atas keberatan dan banding tersebut diterima.

(28)

s. Perpajakan (Lanjutan)

Pajak Tangguhan (Lanjutan)

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal laporan posisi keuangan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua aset pajak tangguhan.

Aset pajak tangguhan yang belum diakui, diukur kembali pada tiap tanggal laporan posisi keuangan dan diakui apabila terdapat kemungkinan pendapatan kena pajak di masa depan memulihkan aset pajak tangguhan.

t. Dividen

Dividen diakui pada saat dividen secara legal menjadi terutang. Dalam dividen final, dividen menjadi terutang pada saat dividen diumumkan oleh para pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang saham.

u. Laba per Saham Dasar

Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih konsolidasian tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

v. Informasi Segmen

Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:

a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);

b) hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan

c) tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

Untuk tujuan manajemen segmen operasi dibagi berdasarkan produk dan jasa sebagai berikut:

a. Pakan ternak b. Ayam umur sehari c. Ayam potong d. Kemitraan

e. Lain-lain (obat-obatan dan peternakan lainnya)

w. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Grup menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi, dan saldo pihak-pihak berelasi dalam laporan keuangan konsolidasian.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan angket penelusuran kinerja alumni, semua pihak pengguna menyatakan bahwa alumni prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Semarang mempunyai

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh motivasi orang tua terhadap minat anak dalam menghafal al- Qur’an di Rumah Tahfizh Nurul Qur’an At -Taqwa Kota Tangerang

Perbelanjaan Perbekalan ialah peruntukan tahunan yang dikeluarkan bagi setiap Kementerian dan Jabatan untuk membiayai perbelanjaan Gaji Kakitangan, Lain-lain Belanja

Untuk tiap komponen, flow time adalah rentang waktu antara kedatangan sampai selesai diproses sehingga sama dengan jumlah antara waktu tunggu dalam antrian dan waktu proses.

Pada hari ini Jum’at Tanggal Dua Puluh Sembilan Juli Tahun 2016 (29/07/2016) Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang/ Jasa Konstruksi Bidang Cipta Karya dan

Dengan memperhatikan latar belakang masalah diatas maka permasalahan penelitian akan dirumuskan sebagai berikut; ”Apakah model Pembelajaran Kooperatif Tipe

The double-action hand pump, shown in Figure 1-4, consists of a cylinder piston with built-in check valve, piston rod, operating handle, and a check valve built into the inlet

Produk-produk elektronik rumah tangga (small Appliances) yang beredar dipasaran baik yang buatan indonesia maupun buatan luar negeri terutama yang membanjiri