• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberian ASI Di Fasilitas Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pemberian ASI Di Fasilitas Kesehatan"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)

Pemberian ASI Di Fasilitas Kesehatan

Dr. Eriyati Indrasanto Dr. Nani Dharmasetiawani

Dr. Rinawati (Rina) Rohsiswatmo Dr. Risma Kerina Kaban

NTSG (NEONATAL TECHNICAL SUPERVISORY GROUP)

(2)

Gambaran Umum Modul : Tujuan

Tujuan modul ini adalah untuk

menginformasikan metodologi pelatihan

berbasis kompetensi bagi fasilitator yang, jika diimplementasikan sesuai rancangannya, akan mendorong dokter menguasai pengetahuan, kompetensi dan keterampilan yang diperlukan untuk mempromosikan, menerapkan dan

mempertahankan pemberian ASI di fasilitas

(3)

Gambaran Umum Modul:

Latar Belakang

Kebijakan nasional Indonesia melindungi,

mempromosikan dan mendukung pemberian ASI.

Inisiatif nasional untuk menambah jumlah rumah sakit yang berkomitmen terhadap “Sepuluh

Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui” seperti yang dinyatakan oleh WHO/UNICEF pada tahun 1989 akan memberikan dampak terhadap praktek tenaga kesehatan. Dokter bertanggung jawab

untuk melaksanakan dan mengupayakan

pendidikan pemberian ASI di tempat kerjanya

(4)

Analisis Tugas : Tugas

Melengkapi Penilaian Neonatus dan

Mengimplementasikan Kebijakan dan Prosedur Neonatus Masuk Untuk Dirawat/Keluar Menurut Standar Pelayanan dan Protokol Untuk

Mempromosikan dan Melaksanakan Pemberian ASI di Fasilitas Kesehatan Bagi Neonatus.

(5)

1. Kompetensi: Mempromosikan Pemberian ASI di Fasilitas Kesehatan pada Neonatus

Keterampilan

1.1 Mendorong semua ibu dengan neonatus cukup bulan yang sehat serta bayi prematur berisiko rendah yang lahir

setelah kehamilan 32 minggu tanpa masalah pernapasan atau syaraf untuk mempraktekkan rawat gabung dan

menyusui secara eksklusif hingga akhir bulan keenam.

1.2 Menginformasikan keuntungan ASI pada ibu. Mengajarkan pada mereka untuk tidak memberikan dot atau alat

menyusui buatan pada neonatus mereka dan tidak memberikan makanan tambahan selama enam bulan

Analisis Tugas: Kompetensi 1

(6)

2. Kompetensi: Menerapkan Pemberian ASI yang Berhasil Untuk Neonatus

Keterampilan

2.1 Mengikuti “Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui “.

2.2 Melatih semua staf pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan untuk menerapkan

pemberian ASI yang berhasil.

2.3 Membantu ibu untuk mengawali dan

Analisis Tugas: Kompetensi 2

(7)

3. Kompetensi: Menilai Keberhasilan Menyusui Neonatus

Keterampilan

3.1 Menilai keberhasilan pemberian ASI dengan mengevaluasi:

• Posisi yang benar.

• Kelekatan yang baik.

• Pengisapan efektif.

• Kesulitan yang ditemui selama meneteki.

3.2 Mengevaluasi neonatus yang memiliki

Analisis Tugas: Kompetensi 3

(8)

4. Kompetensi: Menerapkan Pemberian ASI yang Berhasil Untuk Neonatus

Keterampilan

4.1 Memantau neonatus yang mempunyai masalah menetek.

4.2 Merawat dan menatalaksana neonatus yang mempunyai masalah menetek.

Analisis Tugas: Kompetensi 4

(9)

5. Kompetensi: Mengimplementasikan Pemberian ASI yang Berhasil Untuk Neonatus

Keterampilan

5.1 Mengajarkan pada ibu indikasi dan

prosedur memeras ASI dengan tangan.

5.2 Mengajarkan pada ibu indikasi dan panduan untuk memeras ASI secara mekanik.

5.3 Mengajarkan pada ibu indikasi dan

Analisis Tugas: Kompetensi 5

(10)

Tujuan

Tujuan dari sesi ini adalah memperkenalkan kepada peserta pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk

mempromosikan praktek pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pada bayi cukup bulan yang sehat dan bayi prematur berisiko rendah yang lahir setelah kehamilan 32 minggu tanpa masalah pernapasan. Teknik untuk

mengawali pemberian ASI secara dini, pengidentifikasian masalah dan tatalaksana berbagai masalah tersebut juga

dibahas. Metode untuk memeras dan menyimpan ASI diulas sehingga dokter dapat mengajarkan bagaimana menyusui neonatus yang belum bisa menetek.

(11)

Latar Belakang

ASI merupakan makanan paling sesuai untuk semua neonatus, termasuk bayi prematur. ASI memiliki keuntungan-keuntungan gizi, imunologi dan fisiologi dibandingkan susu formula komersial atau jenis susu lainnya. ASI terutama sangat

penting bagi berbagai negara berkembang dimana biaya dan metode persiapan susu formula bisa

mengarah kepada asupan gizi yang tidak memadai

(12)

Peluang

Urban n=2690

Rural n=4447

Kontak Asuhan Neonatus 79% 61%

Kontak Pada Minggu Pertama Neonatus

65,5% 50%

Oleh SpOG 13% 5%

Oleh Bidan 80% 90%

Dukungan Pemberian ASI 90% 83%

(13)

Studi HSP: Tantangan

Urban Rural

Pernah menyusui 97% 97%

Pemberian ASI pertama 17 jam 20 jam

Makanan Pre-lakteal 59% 59%

Susu formula 86% 57%

Air 8,7% 23,6%

Madu 8,1% 18,4%

(14)

1. Mendefinisikan keuntungan menyusui.

2. Mendorong semua ibu dengan neonatus

cukup bulan yang sehat serta bayi prematur berisiko rendah yang lahir setelah usia

kehamilan 32 minggu tanpa kesulitan

pernapasan untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya sampai akhir bulan keenam.

Tujuan Pembelajaran

(15)

Tujuan Pembelajaran

(lanjutan ...)

3. Mengikuti “Sepuluh Langkah Menuju

Keberhasilan Menyusui ”.

4. Mengawali dan mempertahankan pemberian ASI.

5. Mengevaluasi pemberian ASI pada neonatus

untuk memastikan posisi yang benar, kelekatan yang baik dan pengisapan yang efektif.

6. Mengidentifikasi berbagai masalah dalam

menyusui, pencegahan serta penanganannya.

(16)

7. Menatalaksana neonatus dengan kesulitan dalam menetek.

8. Mendefinisikan metode dan teknik memeras serta menyimpan ASI.

Tujuan Pembelajaran

(lanjutan ... )

(17)

AIR SUSU IBU

• ASI merupakan minuman yang dipilih untuk semua neonatus, termasuk bayi prematur.

ASI memliiki keuntungan nutrisi, imunologis

dan psikologis dibandingkan dengan susu

bayi komersial dan jenis susu lainnya.

(18)

AIR SUSU IBU

• ASI dari ibu dengan bayi prematur telah dibuktikan memiliki jumlah protein,

antibodi IgA, kolesterol dan asam lemak

yang lebih tinggi dibandingkan ASI dari ibu yang bayinya cukup bulan meskipun

kadang memerlukan fortifikasi

(19)

AIR SUSU IBU

• Semua neonatus sehat dan cukup bulan

serta bayi prematur risiko rendah (lahir

setelah usia kehamilan 32 minggu tanpa

masalah pernapasan) harus diberi ASI

eksklusif selama 6 bulan.

(20)

AIR SUSU IBU

• ASI mulai diberikan dalam waktu satu jam setelah lahir dan jangan diberikan cairan

atau makanan lain selama 6 bulan pertama

• Bayi harus diberi ASI sesuai

permintaannya baik siang maupun malam

tanpa dibatasi frekuensi atau waktunya

(21)

AIR SUSU IBU

• Ibu dan bayi dirawat gabung kecuali pada situasi tertentu yang memerlukan

perawatan NICU. Apabila bayi dirawat di NICU, sebaiknya disediakan kursi yang nyaman di tempat yang tenang agar ibu dapat tetap memberikan ASI.

(22)

• Pengisapan bayi pada payudara

merangsang pelepasan oksitosin sehingga membantu involusi uterus dan membantu mengendalikan perdarahan.

• Memfasilitasi kedekatan hubungan ibu dan neonatus.

• Mengoptimalkan produksi ASI.

• Mudah dan ekonomis bagi ibu.

Keuntungan Menyusui Dengan Segera

(23)

Penting Pemberian ASI Eksklusif

• Kebijakan nasional Indonesia melindungi, mempromosikan dan mendukung

pemberian ASI. Semua RS Sayang bayi harus mengikuti Sepuluh Langkah

Menuju Keberhasilan Menyusui seperti yang tertera pada pernyataan

WHO/UNICEF tahun 1989.

(24)

Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

1. Memiliki kebijakan tertulis mengenai

pemberian ASI dikomunikasikan secara rutin dengan staf pelayanan kesehatan.

2. Melatih semua staf pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk menerapkan

kebijakan tersebut.

(25)

Sepuluh Langkah Menuju

Keberhasilan Menyusui (lanjt)

3. Memberitahukan keuntungan dan

tatalaksana pemberian ASI pada semua ibu hamil.

4. Membantu ibu memulai pemberian ASI dalam waktu setengah jam setelah

kelahiran.

(26)

Sepuluh Langkah Menuju

Keberhasilan Menyusui

(lanjutan ...)

5.

Memperlihatkan kepada ibu yang belum

berpengalaman bagaimana cara meneteki dan tetap memberikan ASI meskipun ibu terpisah dari neonatus.

6. Tidak memberikan makanan atau

minuman lain selain ASI kepada neonatus

kecuali diindikasikan secara medis.

(27)

Sepuluh Langkah Menuju

Keberhasilan Menyusui

(lanjutan ...)

7. Mempraktekkan rawat gabung:

Mengijinkan ibu dan neonatus untuk terus bersama-sama 24 jam sehari.

8. Mendorong pemberian ASI setiap saat

neonatus memintanya

(28)

9. Tidak memberikan dot atau empeng pada neonatus yang diberi ASI.

10. Mendorong dibentuknya kelompok

pendukung ASI dan merujuk para ibu ke kelompok tersebut ketika mereka sudah keluar dari RS atau klinik.

Sepuluh Langkah Menuju

Keberhasilan Menyusui

(lanjutan ...)

(29)

• Karena sebagian besar persalinan di Indonesia (60%) terjadi di luar fasilitas

kesehatan, inisiatif untuk mendukung dan mempertahankan pemberian ASI di tingkat masyarakat merupakan hal yang esensial.

• Dukungan ayah dalam pemberian ASI juga merupakan kunci keberhasilan rencana

pemberian ASI.

• Dukungan pemberian ASI di tempat kerja

(30)

Mengawali dan Mempertahankan Pemberian ASI

• Produksi ASI yang cukup dapat diawali dan dipertahankan dengan cara :

- bila memungkinkan lakukan asuhan metode kanguru segera setelah lahir.

pengeringan, pemotongan tali pusat

dapat dilakukan dengan bayi diletakkan

(31)

Mengawali dan Mempertahankan Pemberian ASI (lanjt)

- sediakan waktu yang cukup dan tenang untuk bayi dapat memulai instink

rooting dan memastikan kelekatan yang benar (dapat berlangsung selama satu

sampai dua jam setelah lahir)

- bila bayi sudah dapat menemukan

puting, bantu untuk mendapatkan posisi

(32)

- berikan ASI sesering mungkin - memberi dorongan kepada ibu untuk menyusui bayinya

Mengawali dan Mempertahankan

Pemberian ASI (lanjt)

(33)

Posisi Menyusui yang Benar

• Pastikan posisi yang benar dengan melihat berbagai hal berikut ini:

– Kepala dan tubuh neonatus dalam posisi lurus.

– Neonatus menghadap ke payudara dengan hidung menempel di puting ibu.

– Tubuh neonatus menempel pada tubuh ibu.

– Seluruh tubuh neonatus ditahan, tidak hanya

(34)

Kelekatan Menyusui yang Baik

• Kelekatan yang baik saat menyusui dapat

dipastikan dengan melihat semua hal di bawah ini:

– Dagu menyentuh payudara – Mulut terbuka lebar

– Bibir bawah ke arah luar

– Lebih banyak daerah areola yang terlihat di atas mulut daripada di bawah mulut neonatus

(35)

Pengisapan efektif terlihat dari :

• Isapan lambat dan dalam

• Kadang ada jeda

• Neonatus terlihat menelan

• Payudara terasa lebih kosong

Tanda-Tanda Pengisapan Efektif

(36)

Metode Pemberian Minuman Alternatif Untuk Neonatus

• Jika neonatus tidak dapat menetek, tidak mau disuapi dengan tangan atau botol,

pertimbangkan untuk menggunakan sendok atau selang makanan.

• Ketika ibu dan neonatus terpisah atau neonatus tidak dapat menetek, ibu harus didorong untuk memompa dan menyimpan ASI-nya untuk

mempertahankan produksi ASI dalam jumlah

(37)

Pembengkakan Payudara

• Pencegahan:

– Memberikan dukungan menyusui bagi ibu yang belum berpengalaman

– Menganjurkan pemberian ASI yang sering dan berdasarkan keinginan neonatus.

– Pemakaian kompres hangat, pijatan ringan pada

payudara dan memeras ASI dengan tangan mungkin membantu aliran ASI

– Menganjurkan agar sering dipompa jika ibu dan bayi

(38)

Masalah dalam Menyusui:

Pembengkakan Payudara (lanjutan ...)

• tatalaksana

- Mengevaluasi berbagai tanda mastitis atau infeksi payudara yang mungkin perlu diobati dengan antibiotik sistemik sebelum

komplikasi lebih jauh (abses payudara)

- Pemberian ASI harus terus dilakukan selama

(39)

Kesulitan dalam Menyusui:

Masalah Pada Puting/Ekskoriasi

• Pencegahan:

– memeras ASI dengan tangan agar ASI mulai mengalir – Memijat payudara untuk mempertahankan patensi

saluran ASI

– Memulai pemberian ASI dengan payudara yang tidak terlalu sakit atau yang sehat.

– Penempatan posisi neonatus yang seksama dekat

dengan ibu untuk memastikan kelekatan yang baik dan perubahan posisi yang sering akan membantu

(40)

Kesulitan dalam Menyusui:

Masalah pada Puting

(lanjutan ...)

• tatalaksana:

– Puting harus dijaga tetap bersih dan kering

untuk mendukung penyembuhan. Puting harus dioles dengan ASI yang keluar (tidak dengan sabun atau alkohol) dan kering oleh udara.

– Puting yang retak atau lecet dapat disebabkan oleh jamur. Ibu dan neonatus harus diperiksa oleh dokter jika kondisi ini terus berlanjut.

(41)

Asuhan Neonatus dengan Kesulitan Menyusu

• Jika isapan bayi lemah atau tidak efektif, memeras susu dengan tangan dapat membantu mengawali refleks let down dan merangsang neonatus untuk menyusu.

• Neonatus yang mengisap dan menelan tanpa koordinasi atau kelainan mengisap harus

dievaluasi selama menetek untuk mencari posisi lain atau metode alternatif pemberian asupan

seperti dengan menggunakan sendok, cangkir atau

(42)

Asuhan Neonatus dengan Kesulitan Menyusu (lanjt)

• Semua neonatus terlihat kesulitan menyusu harus dievaluasi melalui:

– Kaji riwayat perinatal.

– Penilaian fisis secara menyeluruh termasuk tanda vital dan status kardiorespirasi sebelum dan

selama menyusui dan pemeriksaan sistem syaraf.

– Pengamatan koordinasi refleks mengisap-

(43)

Asuhan Neonatus dengan Kesulitan Menyusu (lanjt)

• Pada bayi dengan riwayat gawat napas atau anemia, terutama prematur, pertimbangkan pemberian oksigen tambahan melalui kanula nasal atau oksigen yang ditiupkan untuk

memastikan oksigenasi yang memadai.

• Selama meneteki Bayi Berat Lahir Rendah atau prematur, dukungan suhu mungkin diperlukan dan neonatus harus dipantau dengan seksama.

Kontak kulit ibu-bayi bisa membantu masalah ini.

(44)

Menyusu (lanjt)

• Penambahan berat badan dan asupan nutrisi juga harus dipantau. Ini dapat

dilakukan dengan mengevaluasi kepuasan

neonatus setelah menetek dan mencatat

frekuensi dan panjang waktu menetek,

produksi urin, dan kenaikan berat badan

harian.

(45)

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Alasan

– Pembengkakan payudara

– Neonatus sakit dan berisiko yang memerlukan asupan alternatif

– Ibu tidak hadir untuk menyusui dan ASI harus disimpan

– Sebagai persediaan saat bayi dan ibu terpisah – Meningkatkan produksi ASI

(46)

46

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Alasan ( lanjt )

-

Memberi minum bayi sambil bayi belajar mengisap dari puting yang terbenam.

- Memberi minum bayi yang mengalami kesulitan mengisap.

- Memberi minum bayi yang „menolak‟ sambil bayi belajar minum.

- Memberi minum BBLR yang tidak dapat menetek

(47)

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Alasan ( lanj )

- Memberi minum bayi sakit yang tidak dapat mengisap dengan kuat.

- Menjaga keberadaan ASI apabila ibu atau bayi sakit.

- Menyediakan ASI, bila ibu pergi atau bekerja - Mengeluarkan ASI langsung ke mulut bayi - Mencegah puting dan areola menjadi kering

(48)

• Produksi ASI merupakan akibat langsung dari rangsangan terhadap payudara (demand).

Produksi ASI akan sesuai dengan pemberian ASI teratur dan eksklusif. Ibu memeras ASI-nya

dengan pola yang mirip setiap 2 jam

• Beberapa ibu merasa sulit untuk memeras ASI dibanding dengan menyusui sebenarnya. Ibu harus dianjurkan untuk memeras ASI di

lingkungan yang nyaman dan tenang serta meletakkan foto bayinya atau benda

Memeras Dan Menyimpan ASI

(49)

49

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Prosedur memeras ASI dengan tangan

– Cuci tangan sampai bersih dengan sabun

– Jika mungkin peras ASI di tempat yang tenang dan santai. Perasaan santai akan membantu refleks pengeluaran ASI yang lebih baik

– Berikan rasa hangat dan lembab pada payudara selama 3 – 5 menit sebelum mengeluarkan ASI – Pijat payudara dengan gerakan melingkar, ikuti

dengan pijatan lembut pada payudara dari sisi luar kearah puting

(50)

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Prosedur memeras ASI dengan tangan (lanjt)

- Stimulasi puting dengan lembut dan tarik

sedikit kearah luar atau memutarnya dengan jari - Duduk dengan nyaman dan pegang wadah di

dekat payudara

- Tempatkan ibu jari di bagian atas payudara dan jari telunjuk dibawah payudara pada tepi areola. Jari yang lain menyangga payudara

(51)

51

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Prosedur memeras ASI dengan tangan (lanjt)

- Tekan kearah belakang puting dan areola di

antara ibu jari dan telunjuk, ibu harus menekan sinus laktoferus yang ada di belakang areola.

Kadang sinus dapat teraba seperti biji kacang.

Bila ibu dapat meraba sinus ini, ibu dapat menekan diatasnya

(52)

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Prosedur memeras ASI dengan tangan (lanjt)

- Keluarkan dan buang 2 – 3 kali ASI yang keluar dari setiap payudara

- Tidak boleh ada rasa sakit, bila ada rasa sakit berarti tehniknya salah. Mungkin awalnya tidak ada ASI yang keluar, dengan menekan

beberapa kali ASI akan mulai menetes

ASI mulai mengalir lebih lancar bila refleks oksitosin menjadi aktif

(53)

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Prosedur memeras ASI dengan tangan (lanjt)

- Ulangi dengan pola yang teratur, tekan bagian payudara yang berbeda untuk mengosongkan semua sinus.

- Hindari menggosok dengan jari di atas kulit payudara. Gerakan jari harus memutar

- Hindari memeras puting, menekan / menarik puting tidak akan membuat ASI keluar. Hal ini juga terjadi bila bayi hanya mengisap puting.

(54)

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Prosedur memeras ASI dengan tangan (lanjt)

- Peras setiap payudara selama 3 – 5 menit sampai aliran makin sedikit, kemudian peras payudara yang satu lagi, kemudian ulangi pada kedua

payudara.

- Masukkan ASI yang sudah diperas langsung ke dalam wadah yang bersih ( gunakan mangkuk

(55)

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Prosedur memeras ASI dengan tangan (lanjt)

- Setiap kali memeras ASI, mungkin jumlah ASI yang keluar akan berbeda, dan ini merupakan hal yang normal

- Tampilan ASI berubah selama pemerasan. Pada beberapa sendok pertama akan terlihat bening dan kemudian menjadi putih susu. Beberapa makanan, obat, vitamin, mungkin akan sedikit merubah

warna ASI. Lemak ASI akan naik ke atas apabila disimpan

(56)

56

Memeras Dan Menyimpan ASI

• Prosedur memeras ASI dengan tangan (lanjt)

- Setelah selesai oleskan beberapa tetes ASI pada setiap puting dan biarkan mengering sendiri

- Jelaskan bahwa memeras ASI perlu waktu 20 – 30 menit terutama pada beberapa hari pertama, apabila hanya sedikit ASI yang diproduksi. Penting diketahui untuk tidak memeras untuk waktu yang lebih pendek - ASI yang disimpan harus ditutup rapat dan diberi

label waktu dan jumlah. Segera dinginkan / bekukan

(57)

Prosedur: memeras ASI secara Mekanis

– Dilakukan dengan pompa payudara

– Terdapat beberapa jenis pompa payudara:

• Manual

• Dioperasikan dengan baterai

• Dioperasikan dengan listrik

– Pemilihan pompa yang sesuai untuk setiap situasi individu bergantung pada seberapa efektif pompa tersebut mengosongkan payudara dan

Memeras Dan Menyimpan ASI

(58)

Prosedur: memeras ASI secara mekanis (lanjt)

– Cuci tangan sampai bersih.

– Jika memungkinkan, peras ASI di tempat yang tenang dan santai. Bayangkan sedang berada di tempat yang menyenangkan. Pikirkan hal

menyenangkan tentang bayi anda. Kemampuan anda untuk merasa santai akan membantu refleks

Memeras Dan Menyimpan ASI

(59)

• Prosedur: memeras ASI secara mekanis (lanj.)

– Berikan rasa hangat yang lembab pada payudara selama 3-5 menit sebelum mengeluarkan ASI.

– Pijat payudara dengan gerakan melingkar, ikuti dengan usapan lembut pada payudara dari sisi luar payudara menuju puting.

– Stimulasi puting dengan lembur dan tarik sedikit ke arah luar atau memutarnya dengan jari.

– Ikuti instruksi umum yang tercantum pada pompa

Memeras Dan Menyimpan ASI

(lanj)

(60)

• Prosedur: memeras ASI secara mekanis (lanjt)

– Aliran ASI akan bervariasi. Selama beberapa

menit pertama ASI mungkin menetes lambat dan kemudian memancar kuat setelah ASI keluar.

Pola ini akan berulang beberapa kali selama pengeluaran ASI dari kedua payudara.

– Jumlah ASI yang diperoleh pada setiap

pengeluaran mungkin bervariasi dan ini bukan hal yang aneh.

– Ketika sudah selesai, oleskan beberapa tetes ASI

Memeras Dan Menyimpan ASI (lanjt)

(61)

• Prosedur: memeras ASI secara mekanis (lant)

– Penampilan ASI akan berubah selama

pengeluaran. Beberapa sendok pertama akan

terlihat bening dan setelahnya ASI akan berwarna putih susu. Sejumlah obat, makanan dan vitamin juga dapat sedikit mengubah warna ASI . Lemak susu akan berada di bagian atas ASI ketika ASI disimpan

– Jika berencana menyimpan ASI: Segera setelah dikeluarkan, tutup dan beri label pada wadah

Memeras Dan Menyimpan ASI

(lanjut)

(62)

• Saat metode pengumpulan ASI dipilih, panduan untuk menyimpan, membekukan dan mencairkan ASI harus diikuti dengan seksama.

• Penyimpanan ASI yang terlalu lama (beku) akan mengubah rasa dan komposisinya. Membekukan dan mencairkan ASI akan mempengaruhi

komposisi imunologinya.

Panduan Penyimpanan ASI

(63)

• Penampilan ASI dapat berubah setelah disimpan karena komponen lemaknya terpisah.

• Pengumpulan dan penyimpanan ASI yang baik memaksimalkan keuntungan yang akan diterima bayi dan meminimalkan risikonya.

Panduan Penyimpanan ASI

(64)

Panduan Penyimpanan ASI

(lanjutan ...)

Pilihan Wadah

: Keluarkan langsung ke dalam gelas atau wadah plastik yang steril dan bersih. Pemakaian kantung

plastik lunak tidak disarankan.

– Untuk neonatus cukup bulan:

• Harus digunakan botol plastik keras atau kaca yang

bersih. Wadah harus dicuci dengan baik menggunakan air sabun yang panas serta dibilas dengan air panas.

– Untuk bayi prematur atau sakit

• Harus digunakan botol plastik keras atau kaca steril.

(65)

• Panduan Umum

– Cuci tangan Anda dengan seksama menggunakan air dan sabun sebelum menangani ASI

– Segera setelah dikeluarkan, tutup wadah.

Wadah kemudian siap disimpan di bagian terdingin dari lemari es. Jangan

menyimpannya di area pintu lemari es.

– Selalu gunakan ASI yang dikeluarkan lebih

Panduan Penyimpanan ASI

(lanjutan ...)

(66)

• Panduan Umum (Lanj.)

– Simpan dalam jumlah yang sama dengan yang bisa dihabiskan neonatus dalam satu kali menyusu

– Beri label setiap wadah dengan nama, tanggal dan waktu serta jumlah.

– Jika ASI dibekukan, tinggalkan sedikit ruang dalam wadah untuk pemuaian ASI.

– Bayi prematur atau sakit

• Dianjurkan untuk lebih hati-hati dalam pengumpulan dan penyimpanan. Yang paling aman adalah

mendinginkan ASI segera dan tidak membiarkannya

Panduan Penyimpanan ASI

(lanjutan ...)

(67)

Milk Storage Methods and Their Maximum Storage Times

Metode Penyimpanan Waktu Penyimpanan Maksimal

180 C – 200 C

24 jam ditempat yang tidak kena sinar

matahari Lemari pendingin ( 40 C – 50 C ) 72 jam

Lemari es satu pintu dengan freezer Tidak dianjurkan Lemari pembeku (Lemari es 2 pintu)

4 bulan

Panduan Penyimpanan ASI

(lanjutan ...)

(68)

• Cairkan ASI beku dengan “slow defrost” selama satu malam dalam lemari pendingin.

• Rendam susu dalam mangkuk berisi air suam kuku hingga hangat. Panas berlebihan akan memodifikasi atau menghancurkan enzim dan protein.

• Cairkan keseluruhan ASI dalam wadah karena lemaknya terpisah selama proses pembekuan.

• Jangan pernah menggunakan microwave untuk mencairkan atau menghangatkan ASI.

• Setelah dicairkan, ASI harus digunakan dalam

Mencairkan ASI

(69)

Membekukan Kembali ASI

• Membekukan kembali ASI yang telah dicairkan

atau dicairkan setengah tidak dianjurkan. Ingatlah hal ini ketika anda membawa ASI ke rumah sakit atau pulang ke rumah.

• Disarankan untuk menjaga ASI sedingin mungkin tanpa membekukannya dan hanya

membekukannya ketika ASI sudah sampai di tujuan akhir.

(70)

Menggunakan Sisa ASI yang Tidak Habis

• Jangan gunakan kembali bagian ASI yang tidak habis untuk dipanaskan dan diberikan pada

neonatus

• Jangan gunakan kembali ASI yang tersisa dalam botol karena mungkin telah terkontaminasi oleh air liur neonatus.

(71)

Ringkasan: Tujuan Pembelajaran

1. Mendefinisikan keuntungan menyusui.

2. Mendorong semua ibu dengan neonatus cukup bulan yang sehat serta bayi prematur berisiko rendah yang lahir setelah usia kehamilan 32 minggu tanpa kesulitan pernapasan untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya sampai akhir bulan keenam.

3. Mengikuti “Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui”.

4. Mengawali dan mempertahankan pemberian ASI.

(72)

5. Mengevaluasi pemberian ASI pada neonatus untuk

memastikan posisi yang benar, kelekatan yang baik dan pengisapan yang efektif.

6. Mengidentifikasi berbagai masalah dalam menyusui, pencegahan serta penanganannya.

7. Menatalaksana neonatus dengan kesulitan dalam menyusu.

8. Mendefinisikan metode dan teknik memeras serta menyimpan ASI.

Ringkasan: Tujuan Pembelajaran

(lanjutan ...)

Referensi

Dokumen terkait

Raya Kelet-Keling, Keling 23 SMA Negeri 1 Donorojo Jl. Benteng Portugis, Donorojo 24 SMK Datuk Singaraja Kedung

bahasa Inggris, agar dapat mendapat gambaran bagaimana mengontraskan dua bahasa yang berbeda dari ucapan langsung dan tidak langsung atau yang kita lebih kenal

E. Penelitian yang sama dilakukan oleh R.I mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun 2017 dengan judul” Asuhan kebidanan berkelanjutan Pada Ny. H.TG1P0A0AH0 Usia

Pada hari ini Senin tanggal Empat bulan September tahun Dua Ribu Tujuh Belas, yang bertanda tangan dibawah ini Kelompok Kerja Empat Lingkungan Peradilan Propinsi Aceh Unit

Studi penelitian ini diberi judul “ Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank ter- hadap Pertumbuhan Laba pada Peru- sahaan Sektor Perbankan,” Penelitian ini merupakan replikasi dari

Dari Pasal 28 (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tersebut dapat ditafsirkan bahwa terhadap suami istri yang bertindak dengan niat baik dalam arti

He removed his family to Hannibal, and in this Mississippi River town the little lad whom the world was to know as Mark Twain spent his early life.. In Tom Sawyer we have a picture