11
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan Koordinasi
Selama penulis menjalani kerja magang pada CV. Just Design Indonesia, penulis ditempatkan sebagai internship graphic designer.
3.1.1 Kedudukan
Selama magang di Just Design Indonesia, penulis ditempatkan sebagai karyawan magang sebagai graphic designer di bagian desain grafis. Pada proses kerja magang penulis mendapatkan bimbingan dari Raesa Anindia selaku Account Executive. Selain itu penulis juga mendapatkan bantuan dari Fransisco Juliano serta Lisa Hasianna selaku senior Graphic Designer.
3.1.2 Koordinasi
Penulis sebagai internship graphic designer ditugaskan untuk membantu mendesain segala keperluan desain yang dibutuhkan. Saat pengerjaan desain, penulis mendapatkan brief melalui email dari Raesa Anindia dan Isabella Anjani selaku Account executive dan Fendy Wijaya selaku Chief Executive Officer (CEO). Setelah penulis mendapatkan brief, penulis akan mulai melakukan research referensi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahapan mendesain. Setelah penulis sudah menyelesaikan design yang ada, penulis akan memberikan preview terlebih dahulu kepada Raesa baik melalui email maupun via whatsapp, untuk mendapatkan masukan mengenai desain yang telah dibuat. Bila desain yang sudah ada dirasa kurang cocok, penulis akan melakukan revisi hingga desain disetujui. Ketika desain sudah di setujui, selanjutnya penulis akan mengirimkan hasil design melalui we transfer kepada pihak yang memberikan brief.
12 Gambar 3.1 Bagan Alur Koordinasi
3.2. Tugas yang Dilakukan
Selama berlangsungnya kerja magang, penulis telah mengerjakan banyak proyek desain khususnya dalam hal sosial media konten dari klien pada beberapa brand-brand berbeda, namun penulis akan berfokuskan pada brand-brand permen Fox’s, karena memiliki proyek yang paling banyak.
Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
No. Minggu Proyek Keterangan
1. 2 Februari 2021
OMG POSM Mengerjakan sticker
2. 8 Februari 2021
OMG POSM Mengerjakan design JFlag banner dan woobler
3. 10 Februari 2021
OMG POSM Membuat design door stand dan sampling counter
13 4. 15 Februari
2021
OMG POSM Membuat design sampling counter, block display, dan
display stand 5. 16 Februari
2021
OMG POSM Membuat design tent
6. 22 Maret 2021
One Two Cookies Membuat sticker one two cookies
7. 23 Maret 2021
One Two Cookies Membuat sticker one two cookies
8. 25 Maret 2021
One Two Cookies Membuat design sleeves dan sticker one two cookie 9. 15 April
2021
Kartu takjil Suntory Garuda
Membuat design kartu ucapan takjil
10. 19 April 2021
Kartu takjil Suntory Garuda
Membuat design kartu ucapan takjil
11. 20 April 2021
Kartu takjil Suntory Garuda
Membuat design kartu ucapan takjil
12. 21 April 2021
Kartu takjil Suntory Garuda
Membuat design kartu ucapan takjil
14 13. 23 April
2021
Kartu takjil Suntory Garuda
Membuat design kartu ucapan takjil
3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Selama penulis melaksanakan program kerja magang di Just Design Indonesia, penulis mengikuti alur kerja dan beradaptasi dengan sistem kerja yang ada. Sebagai seorang desainer, penulis memiliki andil untuk bertanggung jawab dalam keperluan design yang dibutuhkan oleh mitra yang bekerja sama dengan Just Design. Penulis banyak mengerjakan desain yang memiliki kaitan dengan media promosi.
3.3.1. Perancangan Desain
Selama melaksanan kerja magang penulis mendapatkan beberapa tugas, yaitu: 3.3.1.1 OMG POSM
1. Brief
Pada tugas kali ini, penulis diminta untuk membuat desain packaging dari produk OMG dari Mame. Dimana OMG merupakan salah satu mie yang memiliki rasa yang pedas. Tidak hanya membuat packaging, penulis juga membuat beberapa media pendukung yang dibutuhkan pada produk Mame tersebut, baik dari sticker, wobbler, block display, display stand, sampling counter, JFlag, door stand, hingga brand tent. Karena ingin menunjukkan kepedasan dari produk tersebut, penulis diminta untuk membuat desain yang sesuai untuk kalangan anak muda dengan style yang tidak kaku namun tetap dapat menunjukkan rasa dari produk tersebut.
15 Proyek pertama ini penulis diminta untuk membuat design packaging produk sebuah mie pedas yang hanya dengan melihatnya saja kita dapat merasakan rasa pedasnya namun tidak terlihat kaku. Maka dari itu pada saat brainstroming, penulis mencari ide dan menemukan tema desain yang menggunakan illustrasi vector.
Namun meskipun begitu, penulis juga mendapatkan beberapa referensi desain untuk mendesain OMG POSM. Berikut adalah beberapa referensi desain yang diberikan.
Gambar 3.2 Reference Design 3. Konsep
Setelah penulis melakukan brainstorming, penulis lanjut pada tahap konsep. Dimana pada tahapan ini, penulis memutuskan untuk membuat desain dengan illustrasi yang sesuai dengan brief awal yaitu menginginkan desain yang menunjukkan rasa pedas dari produk tersebut namun juga tidak terlihat kaku dan ditujukan untuk kalangan anak muda. Penulis juga menentukan color pallete yang akan digunakan untuk mendesain. Dalam menentukkan color pallete penulis mengambil warna yang menunjukkan pedas yaitu merah, hitam, oranye. Selain itu, beberpaa aset foto yang digunakan yang digunakan didapat dari aset foto yang dimiliki Just Design Indonesia.
16 Gambar 3.3 Color palette
Pemilihan warna oranye dipilih berdasarkan turunan warna dari merah, selain agar warna terlihat tidak terlalu monoton merah dan hitam. Warna oranye juga membuat warna terlihat lebih cerah dan meenarik, namun masih mendapatkan kesan yang pedas.
4. Perancangan
Setelah itu, penulis lanjut pada tahap perancangan desain. Dimana dalam membuat desain ilustrasi yang ada, penulis sedikit memiliki kendala dalam menggambarkan sebuah vector yang berkesan sangat pedas. Penulis terlebih dahulu mendesain media utama dari produk OMG yaitu packaging terlebih dahulu, lalu baru setelah itu penulis masuk ke media tambahan lainnya.
Pada desain ini, penulis telah diberikan typeface khusus yang dapat digunakan dalam mendesain. Berikut adalah typeface yang digunakan untuk mendesain konten OMG.
17 Pemilihan font ini disesuaikan dengan brief yang menginginkan desain yang tidak kaku dan dikhususkan untuk anak muda. Selain itu, detail dari dari font yang dipilih memiliki aksen seperti highlight yang merepresantasikan dari api yang berkobar-kobar.
Sebelum membuat desain, penulis terlebih dahulu membuat sketsa desain baru masuk ke tahapan digitalisasi. Berikut adalah sketsa desainnya.
Gambar 3.5 Sketsa desain OMG
Penggambaran desain ilustrasi kartun orang yang dibuat dengan penggambaran mata yang berapi-api, serta telinga yang mengeluarkan asap. Hal ini dikarenakan penulis ingin menggambarkan ilustrasi orang yang sangat kepedasan saat memakan produk dari mie OMG. Penggunaan warna kartun ilustrasi akan menggunakan warna gradasi merah, untuk menunjukkan ekspresi yang kepedasan.
18 Gambar 3.6 Desain Packaging OMG
Dalam membuat desain packaging, penulis memberikan ilustrasi kartun yang kepedasan namun nikmat. Hal tersebut penulis gambarkan dengan matanya yang membara, telinganya yang mengeluarkan asap, serta kulitnya yang merah. Tidak hanya itu, untuk mengurangi adanya white space penulis membuat background dengan ilustrasi api yang berkibar.
Pada copywriting penulis tambahkan block background agar tetap terbaca serta dapat terlihat cukup standout secara keseluruhan desain. Selain itu agar desain terlihat balance, penulis memberikan ilustrasi mie yang menggambarkan produk OMG.
5. Revisi
Setelah membuat design media utama yaitu packaging, penulis mendapat masukan bahwa ilustrasi orang yang terdapat didalam kemasan kurang terlihat pedas. Selain itu asset ilustrasi mie yang ada diganti dengan asset yang diberikan. Hal ini dikarenakan, agar produk yang ditampilkan lebih terlihat realistis dan terlihat lebih menarik.
19 Gambar 3.7 Design Packaging OMG Setelah Revisi
Setelah penulis mendapatkan beberapa aset yang ada. Penulis mengatur kembali layout desain agar terlihat lebih balance antara satu dengan yang lainnya. Untuk copy writing, penulis menggantinya dengan varian rasa yang ada pada produk mie OMG. Selain itu penulis juga menambahkan beberapa aset ilustrasi komponen makanan yang dapat digunakan dalam mie, agar terlihat lebih menggiurkan serta mengurangi white space. Pemilihan super graphic juga selain agar terlihat menggiurkan, super graphic tersebut juga digunakan untuk mengisi space kosong dikarenakan desain yang diinginkan adalah desain yang ramai dan tidak terlihat kosong/sepi.
Setelah penulis selesai dengan desain packaging utama, barulah penulis masuk ke media pendukung lainnya. Seperti JFlag, woobler,door stand, dll.
20 Gambar 3.8 JFlag OMG
Dalam penerapan desain untuk JFlag, penulis mengikuti aset-aset yang sudah ada pada desain utama. Hanya saja penulis mengubah layout design, serta menambahkan beberapa ilustrasi yang ada agar terlihat tidak monoton.
21 Gambar 3.9 Woobler OMG
Pada desain woobler, penulis membuat masing-masing desain untuk setiap rasa. Agar tampilan desain dapat terlihat menarik dan menonjol, penulis memfokuskan pada ilustrasi mie yang ada.
22 Gambar 3.10 Design Door Stand OMG
Pada desain door stand, penulis tetap menerapkan aset yang sudah ada sebelumnya. Namun, agar terlihat tidak monoton penulis mengganti ilustrasi orang yang ada dengan sebuah cabai. Dimana cabai tersebut menunjukkan beberapa varian rasa dari produk OMG.
23 Gambar 3.11 Sampling Counter OMG
Gambar diatas adalah penerapan visual desain yang sudah ada pada visual desain sampling counter.
Gambar 3.12 Block Display OMG
Gambar diatas adalah penerapan visual desain yang sudah ada pada visual desain block display. Dimana pada desain ini, penulis juga memasukkan vector ilustrasi mie agar desain terlihat tidak monoton namun tetap memiliki satu kesatuan dengan desain lainnya.
24 Gambar 3.13 Display Stand OMG
Gambar diatas adalah penerapan visual desain yang sudah ada pada visual desain display stand OMG.
25 Gambar diatas adalah penerapan visual desain yang sudah ada pada visual desain brand tent OMG.
6. Finalisasi
Setelah penulis melakukan revisi, finalisasi desain yang ada, penulis simpan dalam format jpg. Setalah itu penulis kirimkan melalui we transfer kepada pihak yang memberikan brief.
3.3.1.2 One Two Cookies Hampers 1. Brief
Pada tugas ini, penulis diminta untuk membuat design sticker box, sticker toples, sleeves, serta kartu ucapan yang akan diberikan sebagai hampers design baby born. Client meminta agar design yang ada dominan biru, serta memiliki design baby born theme.
2. Brainstroming
Sebelum masuk pada tahapan selanjutnya, penulis melakukan brainstorming terlebih dahulu. Dimana pada tahap ini, pernulis menentukan design serta mencari berbagai referensi design seperti apa yang cocok untuk menggambarkan baby born theme.
Gambar 3.15 Color Palette One Two Cookies
Untuk pemilihan warna, klien menginginkan desain dengan warna biru. Hal ini dikarenakan warna tersebut merepresentasikan jenis kelamin laki-laki. Maka dari itu, berikut adalah color palette yang digunakan. Namun meskipun begitu, penulis juga tetap menggunakan warna lain
26 agar design tetap terlihat menarik, menyenangkan, ceria, tidak monoton serta melambangkan kesan anak-anak.
Gambar 3.16 Reference Design One Two Cookies
Berikut adalah beberapa referensi desain yang penulis gunakan, namun dari referensi tersebut. Penulis menggunakan ilustrasi serta aset desain yang didapatkan dari freepik untuk menambahkan kesan anak-anak yang menyenangkan.
Gambar 3.17 Typeface One Two Cookies
Untuk pemilihan typeface, penulis menggunakan font “podvoka” dan “back to school”. Typeface sendiri sudah diberikan asetnya oleh Just Design Indonesia sendiri. Sehingga penulis tidak perlu mencari dan memilih typeface untuk desain One Two Cookies.
3. Perancangan
Pada tahapan perancangan, dikarenakan waktu yang memang cukup terbatas. Untuk beberapa aset, penulis dapatkan dari sumber freepik.
27 Namun tidak serta merta penulis dapatkan design dari freepik dan hanya mengganti warna saja. Penulis menggabungkan design serta me-relayout design sehingga design yang sudah ada menjadi terlihat berbeda.
Gambar 3.18 Desain Sticker Toples
Sesuai dengan brief yang ada, dimana desain ini akan digunakan sebagai hampers dengan tema baby born. Maka dari itu, penulis menggambarkannya dengan botol susu anak dan menyusunnya secara repetisi. Hal tersebut dikarenakan, desain yang dibuat pada bagian lainnya dibuat simple dan 1 warna. Shingga dengan begitu, dapat memberikan keseimbangan pada desainnya dan dapat terlihat tidak membosankan. Karena memiliki beberapa varian rasa, penulis hanya membedakan pada bagian warna. Dimana pada warna tersebut penulis pilih berdasarkan tema yang digunakan serta representasi dari varian rasa.
Dalam pembuatan kartu ucapan, penulis menggunakan aset-aset yang menggambarkan anak bayi. Dimana terdapat mainan anak kecil, botol susu, serta keperluannya. Agar desain yang ada terlihat tidak membosankan, penulis menambahkan background dengan motif bintang.
28 Gambar 3.19 Desain Kartu Ucapan
Dalam pembuatan kartu ucapan, penulis menggunakan aset-aset yang menggambarkan anak bayi. Dimana terdapat mainan anak kecil, botol susu, serta keperluannya. Agar desain yang ada terlihat tidak membosankan, penulis menambahkan background dengan motif bintang.
29 Sama halnya seperti desain sticker toples, penulis juga membuat menggunakan desain botol susu secara repetisi. Namun meskipun begitu, penulis menambahkan ilustrasi lain seperti bebek mainan agar desain terlihat tidak monoton.
Desain sticker toples yang ada, penulis buat dengan menggunakan aset-aset yang didapatkan dari freepik. Maka dari itu, penulis langsung masuk pada tahapan digitalisasi. Penulis hanya melakukan relayout aset yang didapat serta menambahkan informasi yang memang harus terdapat pada desain.
Gambar 3.21 Desain Sleeves
Pada desain sleeves, penulis juga menerapkan repetisi bentuk desain seperti desain lainnya. Namun penulis membuat block background untuk meleteakkan tulisan dan keterangan, hal ini
30 bertujuan agar bisa terbaca dan membuat keterangan lebih stand out dari keseluruhan desain.
4. Revisi
Tahap revisi tidak terlalu banyak perubahan. Setelah penulis memberikan preview kepada pihak yang memberikan brief, penulis hanya diminta untuk melakukan revisi pada bagian design sleeves serta pada bagian kartu ucapan. Dimana pada bagian kartu ucapan, client meminta agar ilustrasi bayi diganti menjadi ilustrasi lainnya.
Gambar 3.22 Desain Kartu Ucapan yang telah di Revisi
Setelah mendapatkan preview serta masukan. Penulis mengubah desain ilustrasi bayi yang ada dengan bebek.
31 Gambar 3.23 Design Sleeeves yang telah di Revisi
Setelah mendapatkan preview serta masukan. Penulis mengubah desain pada bagian keterangan dan tulisan agar terlihat lebih menarik dan stand out.
32 5. Final
Setelah revisi penulis melakuakn preview design hasil revisi yang telah dikerjakan, penulis menyimpan hasil design dengan format jpg. Lalu seperti biasa, penulis mengirimkannya melalui we transfer beserta working file yang penulis kerjakan.
3.3.1.3 Kartu Takjil Suntory Garuda 1. Brief
Untuk tugas design kali ini, penulis ditugaskan untuk membuat design kartu ucapan takjil yang akan di tempelkan/disematkan pada paket yang akan dibagikan kepada seluruh karyawan Suntory Garuda. Dimana design tersebut terbagi menjadi 13 seri design. Design yang diinginkan menggunakan nuansa Ramadhan serta menggunakan color palette yang sesuai dengan poster sebelumnya.
2. Digitalisasi
Dalam proses pembuatan kartu takjil ini, penulis dibantu dengan menggunakan beberapa aset freepik yang memang dapat digunakan. Hal ini dilakukan agar menghemat waktu pengerjaan, karena design yang dibutuhkan cukup cepat. Berikut adalah beberapa design yang telah dibuat.
33 Gambar 3.24 Kartu Takjil Seri 1
Pada design kartu ucapan ini, penulis menggunakan tema warna biru sesuai dengan brief dan warna dari logo Suntory tersebut. Aset yang digunakan adalah berupa bentuk-bentuk yang melambangkan bulan ramadhan. Selain itu, agar design yang ada tidak terlalu banyak white space penulis menambahkan background pattern.
34 Desain selanjutnya, penulis tetap menggunakan aset visual yang ada sebelumnya, hanya saja penulis membedakan layout. Agar desain terlihat tidak monoton.
Gambar 3.26 Kartu Takjil Seri 3
Selain melakukan relayout, penulis juga menambahkan aset ilustrasi yang berbeda dari sebelumnya. Namun, aset yang ada tetap menggambarkan bulan ramadhan dan memiliki satu kesatuan dari desain sebelumnya.
35 Selain melakukan relayout, penulis mengubah beberapa bentuk elemen desain agar terlihat tidak monoton namun tetap serasi dengan desain lainnya.
Gambar 3.28 Kartu Takjil Seri 5
Penulis melakukan relayout dan tetap menggunakan aset-aset yang digunakan sebelumnya.
36 Gambar 3.29 Kartu Takjil Seri 6
Berbeda dengan desain sebelumnya yang selalu menampilkan body copy di area center. Kali ini, penulis meletakkan body copy di area samping. Hal ini dikarenakan, agar menampilkan keseimbangan pada desain.
37 Pada desain kartu ucapan seri ini, penulis tidak menggunakan banyak aset desain. Karena penulis merasa, dengan menggunakan background berwarna, desain yang ada sudah terlihat penuh.
Gambar 3.31 Kartu Takjil Seri 8
Pada desain seri ini, penulis tidak menggunakan block background, namun penulis menggunakan pattern background agar tidak terlalu banyak white space dan tidak membosankan.
38 Pada desain seri ini, penulis juga sama seperti seri sebelumnya. Dimana penulis menggunakan pattern background dan menggunakan aset desain yang sudah ada.
Gambar 3.33 Kartu Takjil Seri 10
Desain ini penulis terinspirasi dari bentuk masjid. Dimana jika pada desain sebelumnya bentuk masjid dijadikan sebagai aset ilustrasi, namun disini bentuk masjid dijadikan sebagai block background.
39 Pada desain ini, penulis tetap menggunakan aset yang telah ada sebelumnya. Namun penulis melakukan relayout agar desain yang ada menjadi tidak monoton dan tetap menarik.
Gambar 3.35 Kartu Takjil Seri 12
Agar membedakan dengan desain sebelumnya, penulis tidak menggunakan block background dengan bentuk masjid. Namun meskipun begitu, desain ini tetap memiliki satu kesatuan dengan desain sebelumnya.
40 Pada seri terakhir ini, penulis menggunakan aset yang sudah ada. Selain itu juga terinspirasi dari desain sebelumnya, namun penulis recreate sehingga menjadi sesuatu yang baru.
3.4 Kendala yang Ditemukan
Penulis memiliki beberapa kendala selama melaksanakan kerja magang. Terutama di minggu awal kerja magang, meskipun magang dilakukan dengan system WFH. Namun penulis tetap harus beradaptasi, dimana penulis harus memahami brief yang diberikan dengan baik karena penulis belum pernah bekerja sebelumnya. Selain itu, penulis juga terkadang memiliki kendala dengan tersendatnya ide yang ada. Sehingga mengakibatkan waktu yang kurang efektif dalam hal pengerjaan.
3.5 Solusi Atas Kendala yang Ditemukan
Pada awal kerja magang penulis mulai beradaptasi dan memahami system kerja yang dilakukan selama WFH. Penulis mengatasi masalah tersendatnya ide dengan melakukan beberapa kegiatan menyenangkan yang sedikit meringankan sehingga tidak terlalu stress, seperti mendengarkan musik, makan.