Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1 P E N E T A P A N
Nomor : 33/G/2021/PTUN.BNA
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh ;
Telah membaca surat gugatan Penggugat tertanggal 6 September 2021, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh, tanggal 9 September 2021, dengan Register Nomor : 33/G/2021/PTUN.BNA, dalam perkara antara :
1. H. TEUKU BUSTAMI PUTEH, kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Wiraswasta, bertempat tinggal di Jalan T. Nyak Arief, Gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh,
Disebut sebagai …..……….……..….……… PENGGUGAT I;
2. TJUT SUWARNI, kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Pensiunan Pegawai Negeri Sipil, bertempat tinggal di Jalan Iskandar Muda No.
71, Lingkungan IV, Gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Disebut sebagai …….……….…… PENGGUGAT II;
Berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 3 Agustus 2021, memberi kuasa kepada :
1. RASMINTA SEMBIRING, S.H. ; 2. HENDRAWAN SOFYAN, S.H., M.H. ; 3. WAHYUNA, S.H. ;
Kesemuanya berkewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat pada Kantor Hukum “RASMINTA SEMBIRING &
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2 REKAN”, beralamat di Jalan Tgk. Syech Mudawali Nomor 23-D, Banda Aceh;
Selanjutnya disebut sebagai ………… PARA PENGGUGAT;
M E L A W A N :
KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN ACEH BARAT, berkedudukan di Jalan Swadaya, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh,
Selanjutnya disebut sebagai ….…….……..… TERGUGAT;
Menimbang, bahwa obyek sengketa dalam perkara ini adalah :
1. Peralihan Hak Terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 52, tanggal 18 April 1989 dengan luas 1.059 M2 (seribu lima puluh sembilan meter persegi) terletak di Desa/Kelurahan Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Surat Ukur Nomor 141/1988, tanggal 10 Oktober 1988 kepada Doktorandus H. M. Syaref Harun dari semula hak milik Tjoet Keumala Yusnany;
2. Peralihan Hak Terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 451, tanggal 17 Nopember 2003 dengan luas 1.150 M2 (seribu seratus lima puluh meter persegi) terletak di Desa/Kelurahan Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Surat Ukur Nomor 029/Ujong Kalak/2003, tanggal 17 Nopember 2003 kepada Doktorandus H.
M. Syaref Harun dari semula hak milik Hajjah Cut Keumala Yusnani;
Menimbang, bahwa didalam posita gugatannya Penggugat mendalilkan bahwa kepentingannya dirugikan atas Keputusan yang dikeluarkan Tergugat (obyek sengketa in casu);
Menimbang, bahwa secara paralel dengan posita tersebut selanjutnya didalam petitum gugatannya, Penggugat mengajukan tuntutan agar Keputusan Tergugat dinyatakan batal atau tidak sah, sehingga atas dasar fakta ini
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
3 Pengadilan berpendapat bahwa yang menjadi obyek sengketa sebagaimana tersebut diatas;
Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Ketua Pengadilan dalam Rapat Permusyawaratan (Dismissal Proses) berwenang menetapkan bahwa gugatan tidak dapat diterima atau tidak berdasar dalam hal dipenuhi ketentuan- ketentuan yang diatur dalam Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dalam hal :
a. Pokok gugatan tersebut nyata-nyata tidak termasuk dalam wewenang Pengadilan;
b. Syarat-syarat gugatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 tidak dipenuhi oleh Penggugat sekalipun ia telah diberitahu dan diperingatkan;
c. Gugatan tersebut tidak didasarkan pada alasan-alasan yang layak;
d. Apa yang dituntut dalam gugatan sebenarnya sudah terpenuhi oleh Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat;
e. Gugatan diajukan sebelum waktunya atau telah lewat waktunya;
Menimbang, bahwa setelah membaca dan mencermati Surat Gugatan dan Obyek Sengketa beserta surat-surat yang berkaitan dalam perkara ini, diperoleh beberapa fakta hukum, yaitu :
- Bahwa obyek sengketa diketahui oleh Penggugat pada bulan Juli tahun 2019 yaitu pada saat objek sengketa diperlihatkan dan dijadikan surat bukti di persidangan perkara perdata Register Nomor 3/Pdt.G/2019/PN Mbo pada Pengadilan Negeri Meulaboh oleh Rosfinar Binti Alm. Cut Ubit, dan kawan- kawan selaku Penggugat melawan Hj. Sakyan Binti Alm. Harun, dan kawan- kawan selaku Tergugat, termasuk Penggugat in casu selaku Tergugat III dan Tergugat IV saat itu. Sehingga sejak itulah Penggugat mengetahui bila Tergugat telah melakukan peralihan hak terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 52, tanggal 18 April 1989 kepada Doktorandus H. M. Syaref Harun dari
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4 semula hak milik kakak Penggugat, almarhumah Tjoet Keumala Yusnany dan peralihan hak terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 451, tanggal 17 Nopember 2003 kepada Doktorandus H. M. Syaref Harun dari semula hak milik kakak Penggugat, almarhumah Hajjah Cut Keumala Yusnani;
- Bahwa Penggugat selaku ahli waris dari almarhumah Tjoet Keumala Yusnany atau Hajjah Cut Keumala Yusnani mengajukan keberatan secara tertulis atas obyek sengketa tersebut kepada Tergugat tertanggal 7 Juni 2021 yang diterima oleh Kasubbag Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Barat pada tanggal 17 Juni 2021 (vide tanda terima surat/dokumen tertanggal 17 Juni 2021).
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut, dihubungkan dengan ketentuan Pasal 77 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang pada pokoknya menentukan : Keputusan dapat diajukan keberatan dalam waktu paling lama 21 hari kerja sejak diumumkannya keputusan tersebut, atau menurut Pengadilan
setidaknya sejak diketahui oleh Penggugat, maka gugatan yang diajukan dengan obyek sengketa a quo oleh Penggugat telah terbukti melebihi tenggang waktu untuk mengajukan gugatan atau memenuhi ketentuan pasal 62 ayat 1 huruf e Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sehingga gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak diterima atau tidak berdasar;
Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dinyatakan tidak diterima atau tidak berdasar, maka biaya yang timbul dalam perkara ini dibebankan kepada Penggugat;
Mengingat, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
5 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peraturan Perundang- undangan lainnya yang berkaitan;
M E N E T A P K A N : - Menyatakan gugatan Penggugat tidak diterima;
- Membebankan biaya perkara kepada Penggugat sebesar Rp170.000,00 (seratus tujuh puluh ribu rupiah);
Demikian ditetapkan dalam Rapat Permusyawaratan pada hari Senin, tanggal 13 September 2021, oleh H. HUSBAN, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh, penetapan tersebut diucapkan dalam Rapat Permusyawaratan pada hari dan tanggal itu juga, dengan dibantu oleh MUHIBUDDIN, S.H., M.H., selaku Panitera Sidang Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh, dihadiri oleh Kuasa Hukum Penggugat tanpa dihadiri oleh Tergugat atau Kuasanya;
KETUA, meterai/d.t.o.
H. HUSBAN, S.H., M.H.
PANITERA SIDANG,
d.t.o.
MUHIBUDDIN, S.H., M.H.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5