Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
Nomor : 104 / Pid.B / 2014 / PN. Gsk.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Gresik yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada pemeriksaan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai beriklut dalam perkara terdakwa; ---
Nama Lengkap : PURWANTO Alias BOIRENG; --- Tempat Lahir : Blitar;--- Umur/Tanggal Lahir : 38 Tahun / 23 September 1973; --- Jenis Kelamin : Laki-Laki; --- Kebangsaan : Indonesia; --- Tempat Tinggal : Dukuh Sidodadi Bendo Rejo Desa Tulung Rejo
Kecamatan Wates Kabupaten Blitar atau Bambe Rt. 015 Rw. 005 Desa Bambe Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik; --- A g a m a : Islam; --- Pekerjaan : Swasta; --- Terdakwa ditahan berdasarkan Surat Perintah / Penetapan : ---
1. Penyidik, sejak tanggal 07 Maret 2014 sampai dengan tanggal 26 Maret 2014;--- 2. Perpanjangan Penuntut, sejak tanggal 27 Maret 2014 sampai dengan
tanggal 05 Mei 2014; --- 3. Penuntut Umum, sejak sejak tanggal 08 April 2014 sampai dengan
tanggal 27 April 2014; --- 4. Hakim Pengadilan Neger Gresik, sejak tanggal 11 April 2014 sampai
dengan tanggal 10 Mei 2014;---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
5. Perpanjngan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Gresik, sejaktanggal 11 Mei 2014 sampai dengan tanggal 9 Juli 2014; --- 6. Perpanjngan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, sejak
tanggal 10 Juli 2014 sampai dengan tanggal 08 Agustus 2014; --- 7. Perpanjangan Penahan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya ke dua,
sejak tanggal 09 Agustus 2014 sampai dengan tanggal 7 September 2014 Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum bernama WIWIT HARTI UTAMI,
S.H. Advokat dan Konsultan Hukum ” Wiwit Harti & Rekan ” beralamat di
Perum Sentra Alam K- 10 Candi Sidoarjo, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 20 Maret 2014; ---
Pengadilan Negeri tersebut ; ---
Setelah membaca: --- - Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Gresik Nomor 104 / Pen. Pid / 2014 /
PN. Gs tanggal 11 April 2014 tentang penunjukan Majelis Hakim;--- - Penetapan Majelis Hakim Nomor 104 / Pen. Pid / 2014 / PN. Gsk. tanggal 14
April 2014 tentang penetapan hari sidang;--- - Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;---
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Keterangan Ahli dan Keterangan Terdakwa serta memperhatikan bukti Surat dan Barang bukti yang diajukan di persidangan;---
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:--- 1. Menyatakan terdakwa PURWANTO Alias BOIRENG bersalah melakukan
tindak pidana “Pembunuhan Berencana” sebagaimana dakwaan Primair Penuntut Umum melanggar pasal 340 KUHP ; --- 2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa PURWANTO Alias BOIRENG
dengan pidana penjara selama 17 (tujuh belas) tahun ;---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
3. Menetapkan masa selama terdakwa berada dalam tahanan agardikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;--- 4. Memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ; --- 5. Menyatakan barang bukti berupa : --- - 1 (satu) buah sarung warna coklat motif kotak-kotak dikembalikan kepada
keluarga korban Mbah Djaid ;--- - 1 (satu) buah batu batu kali seberat 5 kg dirampas untuk dimusnahkan;-- 6. Memerintahkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.
5.000,- (lima ribu rupiah).--- Setelah mendengar pembelaan dari terdakwa dan Penasihat Hukumnya yang pada pokoknya berpendapat bahwa terdapat banyak kejanggalan-kejanggalan dalam berkas sebagai bukti bahwa fakta keadaan terdakwa melakukan perbuatan menghilangkan nyawa alm. M. ZAID tidak mendukung dan malah sangan jelas unsur rekayasanya makin nampak jelas dimana didukung oleh komentar dan kebringasan massa dari keluarga korban yang kami yakin ada yang kebakaran jenggor karena takut peristiwa yang sebenarnya terungkap dan tidak sepatutnya terdakwa yang harus menanggung perbuatan yang tidak dilakukannya, dengan demikian oleh karena seluruh dakwaan tidak terbukti, maka mohon kepada majelis hakim agar terdakwa dibebaskan;---
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Penasihat Hukum Terdakwa yang dinyataka secara lisan yang pada pokoknya Penuntut Umum tetap pada tuntutan pidananya semula dan selanjutnya Penasehat Hukum terdakwa menanggapinya secara lisan dengan menyatakan tetap pada pembelaannya; ---
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut: ---
Primair :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa terdakwa PURWANTO Alias BOIRENG pada hari Jum’at tanggal18 Mei 2012 sekitar pukul 20.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Mei tahun 2012, bertempat di belakang gubuk Dusun Ngambar Desa Bambe Kec. Driyorejo Kab. Gresik atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Gresik, dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain yang dilakukan terdakwa terhadap korban MBAH DJAID dengan cara antara lain sebagai berikut :---
Bahwa pada waktu dan tempat tersebut di atas pada awalnya MBAH DJAID (korban) datang ke warung istri terdakwa bernama KAIPAH yang tidak lain adalah anak kandung MBAH DJAID dan minta dibuatkan kopi, namun karena sedang banyak pelanggan saksi KAIPAH tidak langsung membuatkan hingga MBAH DJAID (korban) mengomel atau menggerutu dengan mengatakan “Pesen kopi mulai pagi gak digawek-gawekno” (pesan kopi mulai pagi tidak dibuat-buatkan) yang terus diulang kurang lebih 3 kali di depan banyak orang di warung dan hal tersebut membuat terdakwa sakit hati karena MBAH DJAID (korban) tidak mau mengerti kalau istrinya sedang repot banyak pelanggan, setelah itu terdakwa menaikkan sak di depan warung lalu pulang mandi, kemudian kembali ke warung dan bertanya kepada saksi KAIPAH (istri terdakwa) masak apa dijawab oseng-oseng kangkung, karena tidak selera terdakwa pergi ke warung JOKO untuk bermain catur, namun di warung JOKO sudah ada RESMANDI dan ADIM yang terlebih dahulu bermain catur sehingga terdakwa tidak jadi bermain catur lalu pergi cangkrukan atau duduk-duduk di gladakan atau pos di sebelah musholla, tidak lama kemudian datang teman terdakwa bernama ROPIK dan mengajak bermain catur, namun terdakwa menolak karena capek, selanjutnya terdakwa pulang dan sesampainya di rumah terdakwa melihat saksi KAIPAH (istri terdakwa) sudah tidur di ruang tamu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
bersama dengan kedua anak perempuan terdakwa, selanjutnya terdakwamengambil kunci pintu warung dan pergi ke warung untuk membuat mie godok atau mie kuah, tidak lama kemudian datang anak kandung terdakwa bernama WAHYU yang bertanya es batu masih ada atau tidak, dijawab terdakwa masih, setelah makan mie terdakwa berpesan kepada saksi WAHYU untuk mengunci pintu warung sambil terdakwa mencentelkan atau menggantungkan kunci pintu warung tersebut, setelah itu terdakwa pulang, namun tidak bisa tidur dan keluar lagi menuju sungai hendak buang air besar dan pada saat di jalan terdakwa melihat MBAH DJAID (korban) berjalan ke arah selatan masuk ke dalam gubuk yang terletak kurang lebih 10 meter di depan rumah MBAH DJAID, kemudian terdakwa mengikuti dari belakang ikut masuk ke dalam gubuk dan pada saat MBAH DJAID (korban) menuju ke belakang gubuk melalui pintu belakang dan berdiri di belakang gubuk melihat ke arah sungai, kemudian terdakwa mendekati MBAH DJAID (korban) dan mengatakan ”SEPURANE PAK” (“maaf pak”) dijawab oleh MBAH DJAID ”LAPO YUH” (“kenapa yuh”) dan langsung terdakwa memiting dengan cara meletakkan lengan terdakwa di leher MBAH DJAID (korban) sekuat tenaga hingga menimbulkan suara “Kek....Kek....Kek....” yang didengar oleh saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara (anak terdakwa) yang sedang duduk-duduk bermain gitar di depan teras tempat kos saksi Purwanto alias Bayan yang terletak di sebelah gubuk MBAH DJAID, setelah mendengar suara tersebut saksi Wahyu Sandi Anggara mengatakan “Sek sek sek rungokno sik abane ono wong ditekek” (”sebentar sebentar dengarkan suaranya seperti ada orang dicekik”), akhirnya saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara berempat masuk ke dalam gubuk MBAH DJAID menghampiri arah suara tersebut dan dari jarak 5 meter saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara melihatterdakwa dalam posisi membungkuk memegangi kaki korban MBAH DJAID dan menyeretnya menuju ke arah babakan atau tempat buang air besar di sungai , selanjutnya karena takut saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara keluar meninggalkan gubuk tersebut.---
Bahwa kemudian terdakwa melihat muka korban MBAH DJAID sudah tidak bernafas dan meninggal dunia, selanjutnya terdakwa menjatuhkan mayat korban MBAH DJAID ke bawah mendekati pinggiran sungai dan pada saat kejadian letak gubuk korban berada di dataran atas sedangkan di bawah ada dataran pinggiran sungai, setelah mayat korban MBAH DJAID terjatuh ke bawah terdakwa masuk ke dalam gubuk melihat sekeliling, kemudian terdakwa melihat sebuah sarung warna coklat motif kotak-kotak di samping bayang atau tempat tidur yang biasa digunakan sebagai alas kaki atau keset, lalu terdakwa mengambil sarung tersebut dan kembali mendekati mayat korban MBAH DJAID dan di sebelah utara mayat korban MBAH DJAID terdakwa melihat ada sebuah batu kali besar seberat kurang lebih 5 (lima) kilogram yang kemudian diambil oleh terdakwa dan dibungkus dengan 1 (satu) buah sarung warna coklat motif kotak-kotak tersebut, selanjutnya ditalikan atau diikatkan di bagian perut korban MBAH DJAID lalu ditengkurapkan, setelah itu terdakwa menyeret tubuh korban MBAH DJAID dengan cara terdakwa menarik kedua tangan korban sejauh kurang lebih 2 (dua) meter, kemudian terdakwa mengangkat tubuh korban MBAH DJAID dengan cara tangan kanan terdakwa memegang bagian dada korban MBAH DJAID dan tangan kiri terdakwa memegang bagian perut korban MBAH DJAID, lalu tubuh korban diturunkan secara perlahan ke sungai dengan posisi kepala yang dijeburkan terlebih dahulu sampai akhirnya benar-benar tenggelam, setelah itu terdakwa pulang melewati jalan celah TPQ dan lewat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
samping kanan warung milik terdakwa kemudian masuk ke dalam rumah dantidur di dekat istri terdakwa dan tidak lama kemudian sekitar pukul 22.00 WIB terdakwa dibangunkan oleh saksi WAHYU (anak terdakwa) yang mengatakan kalau korban MBAH DJAID hilang, hingga akhirnya terdakwa berpura-pura mencari bersama-sama dengan warga.--- Bahwa kemudian pada hari Minggu tanggal 20 Mei 2012 pukul 05.30 WIB mayat korban MBAH DJAID ditemukan mengapung oleh saksi SUPARLAN di sungai Karang Pilang Surabaya dalam keadaan mayat membusuk dengan posisi tengkurap serta lidah menjulur sesuai dengan Visum et Repertum (Jenazah) No. KF : 12.0356 tanggal 20 Mei 2012 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. ANWAR DJUNAIDI, dokter pemerintah pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. SOETOMO Surabaya, dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut:---
Pemeriksaan luar ---
1. Jenazah datang dalam keadaan terbungkus kantong jenazah berwarna hitam dengan tulisan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, saat kantong dibuka, jenazah tertutup anyaman bambu berwarna coklat muda, kain berwarna merah, dipinggang jenazah terlilit sarung bermotif kotak-kotak dengan warna hijau putih, sarung bermotif kotak-kotak dengan warna hijau dan merah yang berisi batu seberat 5 Kg, pada tubuh jenazah ditemukan pakaian berupa kaos dengan warna biru tua yang basah, terdapat noda berwarna kehitaman berbentuk pulau di beberapa tempat yang hampir merata, ditemukan kerusakan kaos berbentuk garis vertikal yang sejajar berjumlah sepuluh sampai lima belas dibagian depan, dengan gambar burung disebelah kanan atas dan tulisan XL diamond dikerah kaos bagian dalam. Celana kolor pendek berwarna biru tua dengan tulisan reebok dibagian kiri bawah depan dengan dua garis putih vertikal yang sejajar disamping kanan dan kiri.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2. Jenazah laki-laki umur diatas enam puluh tahun, panjang badan seratusenam puluh sentimeter, berat badan lima puluh tiga kilogram, warna kulit sawo matang.--- 3. Pada tubuh jenazah ditemukan label warna merah.--- 4. Pada tubuh jenazah ditemukan kaku mayat lengkap, dan ditemukan lebam
mayat menetap pada dada dan punggung, pada seluruh tubuh jenazah ditemukan pembusukan lanjut dengan tanda gelembung udara pada kulit dengan ukuran yangh bervariasi antara nol koma lima sentimeter sampai enam belas sentimeter, pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit berwarna putih sampai kemerahan, pembengkakan seluruh tubuh, warna kehijauan dan pelebaran pembuluh darah bilik berwarna hijau kehitaman.--- 5. Kepala :--- a. Bentuk Kepala : Bulat simetris.--- b. Dahi : Tidak diketemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- c. Rambut : bentuk lurus, pendek, berwarna hitam beruban, dengan
panjang rata-rata nol koma lima sentimeter.--- d. Pelipis : ditemukan luka memar pada bagian kiri atas diameter satu
sentimeter.--- e. Mata :---
Kanan : biji mata menonjol, selaput lender kelopak mata pucat. Selaput lender biji mata berwarna putih. Selaput bening biji mata keruh, Manik mata dan selaput pelangi sulit dievaluasi.--- Kiri : Biji mata menonjol. Selaput lendir kelopak mata pucat. Selaput lender biji mata berwarna kuning kemerahan. Selaput bening biji mata keruh. Manik mata dan selaput pelangi sulit dievaluasi.--- f. Hidung : Bentuk hidung simetris dan tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
g. Telinga : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.----h. Pipi : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- i. Dagu Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- j. Mulut : Bibir berwarna merah coklat kehitaman. Mulut terbuka
dengan lidah terjulur keluar. Tidak ditemukan gigi (ompong).--- 6. Leher : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 7. Dada : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 8. Perut : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 9. Punggung : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 10. Pantat : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 11. Anggota gerak atas : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan. 12. Anggota gerak bawah : Ditemukan luka lecet berbentuk bulat dengan diameter lima sentimeter pada lutut kanan dan kiri. Ditemukan luka lecet berbentuk bulat dengan diameter dua sentimeter pada ruas pertama punggung ibu jari kanan dan kiri.--- 13. Alat kelamin luar : Ditemukan alat kelamin laki-laki telah dikhitan.--- 14. Dubur : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.---
Pemeriksaan Dalam. ---
1. Rongga dada :---
a. Bentuk simetris. Tebal kulit dada nol koma dua sentimeter. Jaringan lemak bawah kulit berwarna kuning tebal nol koma enam sentimeter, ditemukan otot dada berwarna merah kehijauan tebal nol koma tujuh sentimeter.--- b. Pada tulang data Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan. c. Di dalam rongga dada sebelah kiri ditemukan paru sebelah kiri, jantung,
dan sekat rongga badan sebelah kiri. Ditemukan cairan berwarna merah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tua yang memenuhi rongga dada sebanyak kurang lebih empat luluhmililiter.--- d. Di dalam rongga dada sebelah kanan ditemukan paru sebelah kanan
dan sekat rongga badan sebelah kanan. Ditemukan cairan berwarna merah tua yang memenuhi rongga dada sebanyak kurang lebih seratus milliliter.--- e. Sekat rongga badan sebelah kanan dan kiri ditemukan utuh. Sekat
rongga badan sebelah kanan terletak setinggi sela tulang iga ketujuh. Sekat rongga badan sebelah kiri terletak setinggi sela tulang iga ketujuh. f. Jantung pada perabaan kenyal dengan berat dua ratus tiga puluh lima
gram, berwarna merah kehitaman, diliputi oleh jaringan lemak setebal nol koma lima sentimeter berwarna kekuningan. Kantung jantung ditemukan sedikit (kurang dari lima miliiter) cairan. Pada irisan bilik jantung kanan ditemukan otot jantung setebal nol koma tiga sentimeter. Ditemukan lingkaran katub antara serambi dan bilik jantung kanan sepanjang dua belas sentimeter. Ditemukan lingkaran katub pembuluh nadi paru sebesar tiga belas sentimeter.--- Pada irisan bilik jantung kiri ditemukan tebal otot setebal satu koma tujuh sentimeter. Ditemukan lingkaran katub antara serambi dan bilik jantung kiri sepanjang empat belas koma lima sentimeter.--- Ditemukan benjolan pada dinding dalam batang nadi ukuran satu koma lima sentimeter kali satu koma lima sentimeter. Setelah benjolah dibelah, ditemukan jaringan warna kekuningan pada perabaan rapuh.--- Ditemukan penyempitan lubang pembuluh nadi tajuk jantung pada satu sentimeter dari pangkal pembuluh darah, dengan pembukaan lubang tujuh puluh persen dari asalnya.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
g. Paru kanan : Perabaan seperti spons, warna merah kehitaman. Tidakdiketemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening. Permukaan saluran nafas bagian dalam licin, tidak ditemukan cairan, tidak ditemukan benda asing, dan tidak ditemukan memar. Tidak ditemukan sumbatan pada pembuluh darah paru. Irisan dibagian atas, tengah, dan bawah paru ditemukan paru berwarna merah kehitaman. Pada pemeriksaan getah paru kanan negatif (tidak ditemukan benda asing).--- h. Paru kiri : perabaan seperti spons, warna merah kehitaman. Tidak
ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening. Permukaan saluran nafas bagian dalam licin, tidak ditemukan cairan, tidak ditemukan benda asing, dan tidak ditemukan memar. Tidak ditemukan sumbatan pada pembuluh darah paru. Irisan dibagian atas, tengah, dan bawah paru ditemukan paru berwarna merah kehitaman. Pada pemeriksaan getah paru kiri hasil negatife (tidak ditemukan benda asing).---
2. Rongga perut :---
a. Jaringan bawah kulit perut : ditemukan lemak tipis berwarna kuning setebal nol koma enam sentimeter, selaput dinding perut licin mengkilap transparan, tidak ditemukan perlekatan pada dinding perut bagian bawah, warna usus bagian atas hijau.--- b. Isi rongga perut :---
1) Hati : berwarna merak kecoklatan, permukaan rata, licin mengkilap, perabaan padat kenyal, berat enam ratus lima puluh gram, ukuran panjang delapan belas sentimeter, lebar dua puluh enam sentimeter. Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan. 2) Limpa : Ditemukan membubur, berwarna merak kecoklatan.--- 3) Lambung : permukaan dalam lambung berwarna merah kecoklatan,
berisi cairan seperti bubur, tidak berbau, selaput lendir licin.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4) Usus halus : berwana hijau kecoklatan, ditemukan sisa makananberupa biji cabai dan kacang pada lubang usus, selaput lendir licin, tidak terdapat perlekatan dengan selaput jala usus, panjang empat ratus dua puluh sentimeter, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 5) Usus besar : berwarna hijau kecoklatan, selaput lendir licin, tidak
terdapat perlekatan dengan selaput jala usus, panjang seratus tiga puluh delapan sentimeter, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 6) Umbai cacing : tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda
kekerasan.--- 7) Ginjal :--- Kanan : tampak warna coklat kemerahan, permukaan tidak rata, licin, pada perabaan terasa lunak, ukuran tiga belas sentimeter kali enam sentimeter kali satu sentimeter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.--- Kiri : tampak warna coklat kemerahan, permukaan tidak rata, licin pada perabaan terasa lunak, ukuran tiga belas sentimeter kali enam sentimeter kali satu sentimeter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.--- 8) Kandung kencing : tidak berisi cairan, selaput lendir licin mengkilap
berwarna merah kekuningan, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 9) Anak ginjal : Tidak ditemukan.--- 10) Buah pelir : berwarna putih keabuan, tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.---
3. Kepala :---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
a. Rongga kepala :---Ditemukan resapan darah berwarna merah tua berukuran dua belas sentimeter kali delapan sentimeter di bawah kulit kepala sebelah kiri atas depan.--- b. Tengkorak : tidak ditemukan kelainan dan tanda kekerasan.--- c. Otak : Kondisi otak telah menjadi bubur berwarna putih keabuan,
berat satu kilogram.---
4. Leher :---
a. Jaringan bawah kulit leher, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- b. Otot-otot : tidak diketemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- c. Kelenjar gondok : berat dua puluh gram, tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.--- d. Kelenjar anak gondok : berwarna merah kecoklatan tidak ditemukan
kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- e. Pembuluh darah besar daerah leher : tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.--- f. Lidah : bengkak berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik kehitaman,
dengan ukuran enam sentimeter kali empat sentimeter dengan tebal dua sentimeter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.--- g. Tenggorok :---
1) Cincin tulang rawan : tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 2) Selaput lendir : licin tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda
kekerasan.--- Pemeriksaan tambahan : pemeriksaan destruksi asam hasil negatif.---
Kesimpulan .---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1. Jenazah laki-laki, umur antara tujuh puluh tahun sampai delapan puluhtahun tahun, panjang badan seratus enam puluh sentimeter, berat badan lima puluh tiga kilogram, warna kulit sawo matang. --- 2. Pada pemeriksaan luar ditemukan :--- a. Batu seberat lima kilogram terbungkus dalam sarung yang terikat pada
tubuh jenazah.--- b. Tanda-tanda pembusukan pada hampir seluruh bagian tubuh. --- c. Luka memar di pelipis kiri.--- d. Luka lecet pada lutut kanan dan kiri, punggung ibu jari kanan dan kiri. 3. Pemeriksaan dalam ditemukan :---
a. Rongga kepala : Resapan darah dibawah kulit pelipis kiri.--- b. Otak, limpa, ginjal, membusuk.--- c. Rongga dada : ditemukan cairan berwarna merah.--- d. Benjolan pengkejuan pada batang nadi utama jantung (aorta) yang
lazim ditemukan karena proses penyakit.--- 4. Kelainan yang terdapat pada poin 2c, 2d dan 3a akibat persentuhan
dengan benda tumpul.--- 5. Hasil pemeriksaan getah paru dan destruksi asam negatif.--- 6. Sebab pasti kematian tidak dapat ditentukan karena jenazah dalam
keadaan membusuk namun tidak ada hal lain yang menyangkal bahwa korban meninggal karena tenggelam.--- ---Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 340 KUHPidana.---
SUBSIDAIR . ---
Bahwa terdakwa PURWANTO Alias BOIRENG pada hari Jum’at tanggal 18 Mei 2012 sekitar pukul 20.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Mei tahun 2012, bertempat di belakang gubuk Dusun Ngambar
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Desa Bambe Kec. Driyorejo Kab. Gresik atau setidak-tidaknya pada suatutempat yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Gresik, dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain yang dilakukan terdakwa terhadap korban MBAH DJAID dengan cara antara lain sebagai berikut : ---
Bahwa pada waktu dan tempat tersebut di atas pada awalnya MBAH DJAID (korban) datang ke warung istri terdakwa bernama KAIPAH yang tidak lain adalah anak kandung MBAH DJAID dan minta dibuatkan kopi, namun karena sedang banyak pelanggan saksi KAIPAH tidak langsung membuatkan hingga MBAH DJAID (korban) mengomel atau menggerutu dengan mengatakan “Pesen kopi mulai pagi gak digawek-gawekno” (pesan kopi mulai pagi tidak dibuat-buatkan) yang terus diulang-ulang kurang lebih 3 kali di depan banyak orang di warung dan hal tersebut membuat terdakwa sakit hati karena MBAH DJAID (korban) tidak mau mengerti kalau istrinya sedang repot karena banyak pelanggan.---
Bahwa pada hari Jum’at tanggal 18 Mei 2012 sekitar pukul 20.00 WIB terdakwa tidak bisa tidur dan keluar menuju sungai hendak buang air besar dan pada saat di jalan terdakwa melihat MBAH DJAID (korban) berjalan ke arah selatan masuk ke dalam gubuk yang terletak kurang lebih 10 meter di depan rumah MBAH DJAID, kemudian terdakwa mengikuti dari belakang ikut masuk ke dalam gubuk dan pada saat MBAH DJAID (korban) menuju ke belakang gubuk melalui pintu belakang dan berdiri di belakang gubuk melihat ke arah sungai, kemudian terdakwa mendekati MBAH DJAID dan mengatakan ”SEPURANE PAK” (“Maaf Pak”) dijawab oleh MBAH DJAID ”LAPO YUH” (“Kenapa Yuh”) dan langsung terdakwa memiting MBAH DJAID dengan cara meletakkan lengan terdakwa di leher MBAH DJAID sekuat tenaga hingga menimbulkan suara “Kek....Kek....Kek....” yang didengar oleh saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
(anak terdakwa) yang sedang duduk-duduk bermain gitar di depan teras tempatkos saksi Purwanto alias Bayan yang terletak di sebelah gubuk MBAH DJAID, setelah mendengar suara tersebut saksi Wahyu Sandi Anggara mengatakan “Sek sek sek rungokno sik abane ono wong ditekek” (”sebentar sebentar dengarkan suaranya seperti ada orang dicekik”), akhirnya saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara berempat masuk ke dalam gubuk MBAH DJAID menghampiri arah suara tersebut dan dari jarak 5 meter saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara melihat terdakwa dalam posisi membungkuk memegangi kaki korban MBAH DJAID dan menyeretnya menuju ke arah babakan atau tempat buang air besar di sungai, selanjutnya karena takut saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara keluar meninggalkan gubuk tersebut.---
Bahwa kemudian terdakwa melihat muka korban MBAH DJAID sudah tidak bernafas dan meninggal dunia, selanjutnya terdakwa menjatuhkan mayat korban MBAH DJAID ke bawah mendekati pinggiran sungai dan pada saat kejadian letak gubuk korban berada di dataran atas sedangkan di bawah ada dataran pinggiran sungai, setelah mayat korban MBAH DJAID terjatuh ke bawah terdakwa masuk ke dalam gubuk melihat sekeliling, kemudian melihat sebuah sarung warna coklat motif kotak-kotak di samping bayang atau tempat tidur yang biasa digunakan sebagai alas kaki atau keset, lalu terdakwa mengambil sarung tersebut dan kembali mendekati mayat korban MBAH DJAID dan di sebelah utara mayat korban terdakwa melihat ada sebuah batu kali besar seberat kurang lebih 5 (lima) kilogram yang kemudian diambil oleh terdakwa dan dibungkus dengan 1 (satu) buah sarung warna coklat motif kotak-kotak tersebut, selanjutnya ditalikan atau diikatkan di bagian perut korban MBAH DJAID lalu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
ditengkurapkan, setelah itu terdakwa menyeret tubuh korban MBAH DJAIDdengan cara terdakwa menarik kedua tangan korban sejauh kurang lebih 2 (dua) meter, kemudian terdakwa mengangkat tubuh korban MBAH DJAID dengan cara tangan kanan terdakwa memegang bagian dada korban MBAH DJAID dan tangan kiri terdakwa memegang bagian perut korban MBAH DJAID, lalu tubuh korban diturunkan secara perlahan ke sungai dengan posisi kepala yang dijeburkan terlebih dahulu sampai akhirnya benar-benar tenggelam, setelah itu terdakwa pulang melewati jalan celah TPQ dan lewat samping kanan warung milik terdakwa kemudian masuk ke dalam rumah dan tidur di dekat istri terdakwa dan tidak lama kemudian sekitar pukul 22.00 WIB terdakwa dibangunkan oleh saksi WAHYU (anak terdakwa) yang mengatakan kalau korban MBAH DJAID hilang, hingga akhirnya terdakwa berpura-pura mencari bersama-sama dengan warga.---
Bahwa kemudian pada hari Minggu tanggal 20 Mei 2012 pukul 05.30 WIB mayat korban MBAH DJAID ditemukan mengapung oleh saksi SUPARLAN di sungai Karang Pilang Surabaya dalam keadaan mayat membusuk dengan posisi tengkurap serta lidah menjulur sesuai dengan Visum et Repertum (Jenazah) No. KF : 12.0356 tanggal 20 Mei 2012 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. ANWAR DJUNAIDI, dokter pemerintah pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. SOETOMO Surabaya, dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut :-- Pemeriksaan luar --- 1. Jenazah datang dalam keadaan terbungkus kantong jenazah berwarna
hitam dengan tulisan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, saat kantong dibuka, jenazah tertutup anyaman bambu berwarna coklat muda, kain berwarna merah, dipinggang jenazah terlilit sarung bermotif kotak-kotak dengan warna hijau putih, sarung bermotif kotak-kotak dengan warna hijau dan merah yang berisi batu seberat 5 Kg, pada tubuh jenazah ditemukan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
pakaian berupa kaos dengan warna biru tua yang basah, terdapat nodaberwarna kehitaman berbentuk pulau di beberapa tempat yang hampir merata, ditemukan kerusakan kaos berbentuk garis vertikal yang sejajar berjumlah sepuluh sampai lima belas dibagian depan, dengan gambar burung disebelah kanan atas dan tulisan XL diamond dikerah kaos bagian dalam. Celana kolor pendek berwarna biru tua dengan tulisan reebok dibagian kiri bawah depan dengan dua garis putih vertikal yang sejajar disamping kanan dan kiri.--- 2. Jenazah laki-laki umur diatas enam puluh tahun, panjang badan seratus
enam puluh sentimeter, berat badan lima puluh tiga kilogram, warna kulit sawo matang.--- 3. Pada tubuh jenazah ditemukan label warna merah.--- 4. Pada tubuh jenazah ditemukan kaku mayat lengkap, dan ditemukan lebam
mayat menetap pada dada dan punggung, pada seluruh tubuh jenazah ditemukan pembusukan lanjut dengan tanda gelembung udara pada kulit dengan ukuran yangh bervariasi antara nol koma lima sentimeter sampai enam belas sentimeter, pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit berwarna putih sampai kemerahan, pembengkakan seluruh tubuh, warna kehijauan dan pelebaran pembuluh darah bilik berwarna hijau kehitaman.--- 5. Kepala :---
a. Bentuk Kepala : Bulat simetris.--- b. Dahi : Tidak diketemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- c. Rambut : bentuk lurus, pendek, berwarna hitam beruban, dengan
panjang rata-rata nol koma lima sentimeter.--- d. Pelipis : ditemukan luka memar pada bagian kiri atas diameter satu
sentimeter.--- e. Mata :---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Kanan : biji mata menonjol, selaput lender kelopak mata pucat. Selaputlender biji mata berwarna putih. Selaput bening biji mata keruh, Manik mata dan selaput pelangi sulit dievaluasi.--- Kiri : Biji mata menonjol. Selaput lendir kelopak mata pucat. Selaput lender biji mata berwarna kuning kemerahan. Selaput bening biji mata keruh. Manik mata dan selaput pelangi sulit dievaluasi.--- f. Hidung : Bentuk hidung simetris dan tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.--- g. Telinga : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- h. Pipi : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- i. Dagu Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- j. Mulut : Bibir berwarna merah coklat kehitaman. Mulut terbuka dengan
lidah terjulur keluar. Tidak ditemukan gigi (ompong).--- 6. Leher : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 7. Dada : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 8. Perut : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 9. Punggung : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 10. Pantat : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 11. Anggota gerak atas : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan. 12. Anggota gerak bawah : Ditemukan luka lecet berbentuk bulat dengan diameter lima sentimeter pada lutut kanan dan kiri. Ditemukan luka lecet berbentuk bulat dengan diameter dua sentimeter pada ruas pertama punggung ibu jari kanan dan kiri.--- 13. Alat kelamin luar : Ditemukan alat kelamin laki-laki telah dikhitan.--- 14. Dubur : Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.---
Pemeriksaan Dalam ---
1. Rongga dada :---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
a. Bentuk simetris. Tebal kulit dada nol koma dua sentimeter. Jaringan lemakbawah kulit berwarna kuning tebal nol koma enam sentimeter, ditemukan otot dada berwarna merah kehijauan tebal nol koma tujuh sentimeter.--- b. Pada tulang data Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan. c. Di dalam rongga dada sebelah kiri ditemukan paru sebelah kiri, jantung,
dan sekat rongga badan sebelah kiri. Ditemukan cairan berwarna merah tua yang memenuhi rongga dada sebanyak kurang lebih empat luluh mililiter.--- d. Di dalam rongga dada sebelah kanan ditemukan paru sebelah kanan dan
sekat rongga badan sebelah kanan. Ditemukan cairan berwarna merah tua yang memenuhi rongga dada sebanyak kurang lebih seratus milliliter. e. Sekat rongga badan sebelah kanan dan kiri ditemukan utuh. Sekat rongga
badan sebelah kanan terletak setinggi sela tulang iga ketujuh. Sekat rongga badan sebelah kiri terletak setinggi sela tulang iga ketujuh.--- f. Jantung pada perabaan kenyal dengan berat dua ratus tiga puluh lima
gram, berwarna merah kehitaman, diliputi oleh jaringan lemak setebal nol koma lima sentimeter berwarna kekuningan. Kantung jantung ditemukan sedikit (kurang dari lima miliiter) cairan. Pada irisan bilik jantung kanan ditemukan otot jantung setebal nol koma tiga sentimeter. Ditemukan lingkaran katub antara serambi dan bilik jantung kanan sepanjang dua belas sentimeter. Ditemukan lingkaran katub pembuluh nadi paru sebesar tiga belas sentimeter.--- Pada irisan bilik jantung kiri ditemukan tebal otot setebal satu koma tujuh
sentimeter. Ditemukan lingkaran katub antara serambi dan bilik jantung kiri sepanjang empat belas koma lima sentimeter.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Ditemukan benjolan pada dinding dalam batang nadi ukuran satu komalima sentimeter kali satu koma lima sentimeter. Setelah benjolah dibelah, ditemukan jaringan warna kekuningan pada perabaan rapuh.--- Ditemukan penyempitan lubang pembuluh nadi tajuk jantung pada satu
sentimeter dari pangkal pembuluh darah, dengan pembukaan lubang tujuh puluh persen dari asalnya.--- g. Paru kanan : Perabaan seperti spons, warna merah kehitaman. Tidak
diketemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening. Permukaan saluran nafas bagian dalam licin, tidak ditemukan cairan, tidak ditemukan benda asing, dan tidak ditemukan memar. Tidak ditemukan sumbatan pada pembuluh darah paru. Irisan dibagian atas, tengah, dan bawah paru ditemukan paru berwarna merah kehitaman. Pada pemeriksaan getah paru kanan negatif (tidak ditemukan benda asing).--- h. Paru kiri : perabaan seperti spons, warna merah kehitaman. Tidak
ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening. Permukaan saluran nafas bagian dalam licin, tidak ditemukan cairan, tidak ditemukan benda asing, dan tidak ditemukan memar. Tidak ditemukan sumbatan pada pembuluh darah paru. Irisan dibagian atas, tengah, dan bawah paru ditemukan paru berwarna merah kehitaman. Pada pemeriksaan getah paru kiri hasil negatife (tidak ditemukan benda asing).--- 2. Rongga perut :---
a. Jaringan bawah kulit perut : ditemukan lemak tipis berwarna kuning setebal nol koma enam sentimeter, selaput dinding perut licin mengkilap transparan, tidak ditemukan perlekatan pada dinding perut bagian bawah, warna usus bagian atas hijau.--- b. Isi rongga perut :---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1) Hati : berwarna merak kecoklatan, permukaan rata, licinmengkilap, perabaan padat kenyal, berat enam ratus lima puluh gram, ukuran panjang delapan belas sentimeter, lebar dua puluh enam sentimeter. Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 2) Limpa : Ditemukan membubur, berwarna merak kecoklatan.---- 3) Lambung : permukaan dalam lambung berwarna merah
kecoklatan, berisi cairan seperti bubur, tidak berbau, selaput lendir licin.--- 4) Usus halus : berwana hijau kecoklatan, ditemukan sisa
makanan berupa biji cabai dan kacang pada lubang usus, selaput lendir licin, tidak terdapat perlekatan dengan selaput jala usus, panjang empat ratus dua puluh sentimeter, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 5) Usus besar : berwarna hijau kecoklatan, selaput lendir licin,
tidak terdapat perlekatan dengan selaput jala usus, panjang seratus tiga puluh delapan sentimeter, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 6) Umbai cacing : tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda
kekerasan.--- 7) Ginjal :--- Kanan : tampak warna coklat kemerahan, permukaan tidak rata, licin, pada perabaan terasa lunak, ukuran tiga belas sentimeter kali enam sentimeter kali satu sentimeter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.--- Kiri : tampak warna coklat kemerahan, permukaan tidak rata, licin pada perabaan terasa lunak, ukuran tiga belas sentimeter
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
kali enam sentimeter kali satu sentimeter, tidak ditemukantanda-tanda kekerasan.--- 8) Kandung kencing : tidak berisi cairan, selaput lendir licin
mengkilap berwarna merah kekuningan, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 9) Anak ginjal : Tidak ditemukan.--- 10) Buah pelir : berwarna putih keabuan, tidak ditemukan kelainan
dan tanda-tanda kekerasan.--- 3. Kepala :---
a. Rongga kepala : --- Ditemukan resapan darah berwarna merah tua berukuran dua belas
sentimeter kali delapan sentimeter di bawah kulit kepala sebelah kiri atas depan.--- b. Tengkorak : tidak ditemukan kelainan dan tanda kekerasan.--- c. Otak : Kondisi otak telah menjadi bubur berwarna putih keabuan, berat
satu kilogram.---
4. Leher :---
a. Jaringan bawah kulit leher, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- b. Otot-otot : tidak diketemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- c. Kelenjar gondok : berat dua puluh gram, tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.--- d. Kelenjar anak gondok : berwarna merah kecoklatan tidak ditemukan
kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- e. Pembuluh darah besar daerah leher : tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
f. Lidah : bengkak berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik kehitaman,dengan ukuran enam sentimeter kali empat sentimeter dengan tebal dua sentimeter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.--- g. Tenggorok :--- 1) Cincin tulang rawan : tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda
kekerasan.--- 2) Selaput lendir : licin tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda
kekerasan.--- Pemeriksaan tambahan : pemeriksaan destruksi asam hasil negatif.---
Kesimpulan
---Jenazah laki-laki, umur antara tujuh puluh tahun sampai delapan puluh tahun tahun, panjang badan seratus enam puluh sentimeter, berat badan lima puluh tiga kilogram, warna kulit sawo matang. ---
1. Pada pemeriksaan luar ditemukan :--- a. Batu seberat lima kilogram terbungkus dalam sarung yang terikat pada
tubuh jenazah.--- b. Tanda-tanda pembusukan pada hampir seluruh bagian tubuh. --- c. Luka memar di pelipis kiri.--- d. Luka lecet pada lutut kanan dan kiri, punggung ibu jari kanan dan kiri. 2. Pemeriksaan dalam ditemukan :---
a. Rongga kepala : Resapan darah dibawah kulit pelipis kiri.--- b. Otak, limpa, ginjal, membusuk.--- c. Rongga dada : ditemukan cairan berwarna merah.--- d. Benjolan pengkejuan pada batang nadi utama jantung (aorta) yang lazim
ditemukan karena proses penyakit.--- 3. Kelainan yang terdapat pada poin 2c, 2d dan 3a akibat persentuhan dengan
benda tumpul.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4. Hasil pemeriksaan getah paru dan destruksi asam negatif.---5. Sebab pasti kematian tidak dapat ditentukan karena jenazah dalam keadaan membusuk namun tidak ada hal lain yang menyangkal bahwa korban meninggal karena tenggelam.--- ---Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 338 KUH Pidana.---
LEBIH SUBSIDAIR
Bahwa terdakwa PURWANTO Alias BOIRENG pada hari Jum’at tanggal 18 Mei 2012 sekitar pukul 20.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Mei tahun 2012, bertempat di belakang gubuk Dusun Ngambar Desa Bambe Kec. Menganti Kab. Gresik atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Gresik, telah melakukan penganiayaan dengan menyebabkan meninggalnya seseorang yang dilakukan terdakwa terhadap korban MBAH DJAID dengan cara sebagai berikut :--- Bahwa pada waktu dan tempat tersebut di atas pada awalnya MBAH DJAID (korban) datang ke warung istri terdakwa bernama KAIPAH yang tidak lain adalah anak kandung MBAH DJAID dan minta dibuatkan kopi, namun karena sedang banyak pelanggan saksi KAIPAH tidak langsung membuatkan hingga MBAH DJAID (korban) mengomel atau menggerutu dengan mengatakan “Pesen kopi mulai pagi gak digawek-gawekno” (pesan kopi mulai pagi tidak dibuat-buatkan) yang terus diulang-ulang kurang lebih 3 kali di depan banyak orang di warung dan hal tersebut membuat terdakwa sakit hati karena MBAH DJAID tidak mau mengerti kalau istrinya sedang repot karena banyak pelanggan.---
Bahwa pada hari Jum’at tanggal 18 Mei 2012 sekitar pukul 20.00 WIB terdakwa tidak bisa tidur dan keluar menuju sungai hendak buang air besar dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
pada saat di jalan terdakwa melihat MBAH DJAID (korban) berjalan ke arahselatan masuk ke dalam gubuk yang terletak kurang lebih 10 meter di depan rumah MBAH DJAID, kemudian terdakwa mengikuti dari belakang ikut masuk ke dalam gubuk dan pada saat MBAH DJAID (korban) menuju ke belakang gubuk melalui pintu belakang dan berdiri di belakang gubuk melihat ke arah sungai, kemudian terdakwa mendekati MBAH DJAID (korban) dan mengatakan ”SEPURANE PAK” (“Maaf Pak”) dijawab oleh MBAH DJAID ”LAPO YUH” (“Kenapa Yuh”) dan langsung terdakwa memiting dengan cara meletakkan lengan terdakwa di leher MBAH DJAID (korban) sekuat tenaga hingga menimbulkan suara “Kek....Kek....Kek....” yang didengar oleh saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara (anak terdakwa) yang sedang duduk-duduk bermain gitar di depan teras tempat kos saksi Purwanto alias Bayan yang terletak di sebelah gubuk MBAH DJAID, setelah mendengar suara tersebut saksi Wahyu Sandi Anggara mengatakan “Sek sek sek rungokno sik abane ono wong ditekek” (”sebentar sebentar dengarkan suaranya seperti ada orang dicekik”) , akhirnya saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara berempat masuk ke dalam gubuk MBAH DJAID menghampiri arah suara tersebut dan dari jarak 5 meter saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara melihat terdakwa dalam posisi membungkuk memegangi kaki korban MBAH DJAID dan menyeretnya menuju ke arah babakan atau tempat buang air besar di sungai, selanjutnya karena takut saksi Purwanto alias Bayan, saksi Moh. Anggre Widodo, saksi Imam Suhadak dan saksi Wahyu Sandi Anggara keluar meninggalkan gubuk tersebut.---
Bahwa kemudian terdakwa melihat muka korban MBAH DJAID sudah tidak bernafas dan meninggal dunia, selanjutnya terdakwa menjatuhkan mayat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :