Kanan : tampak warna coklat kemerahan, permukaan tidak rata, licin, pada perabaan terasa lunak, ukuran tiga belas sentimeter kali enam sentimeter kali satu sentimeter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.--- Kiri : tampak warna coklat kemerahan, permukaan tidak rata, licin
pada perabaan terasa lunak, ukuran tiga belas sentimeter kali enam sentimeter kali satu sentimeter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.--- 8) Kandung kencing : tidak berisi cairan, selaput lendir licin mengkilap
berwarna merah kekuningan, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- 9) Anak ginjal : Tidak ditemukan.--- 10) Buah pelir : berwarna putih keabuan, tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.---
3. Kepala :---
a. Rongga kepala : --- Ditemukan resapan darah berwarna merah tua berukuran dua belas
sentimeter kali delapan sentimeter di bawah kulit kepala sebelah kiri atas depan.--- b. Tengkorak : tidak ditemukan kelainan dan tanda kekerasan.--- c. Otak : Kondisi otak telah menjadi bubur berwarna putih keabuan, berat
satu kilogram.---
4. Leher :---
a. Jaringan bawah kulit leher, tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- b. Otot-otot : tidak diketemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
c. Kelenjar gondok : berat dua puluh gram, tidak ditemukan kelainan dantanda-tanda kekerasan.--- d. Kelenjar anak gondok : berwarna merah kecoklatan tidak ditemukan
kelainan dan tanda-tanda kekerasan.--- e. Pembuluh darah besar daerah leher : tidak ditemukan kelainan dan
tanda-tanda kekerasan.--- f. Lidah : bengkak berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik kehitaman,
dengan ukuran enam sentimeter kali empat sentimeter dengan tebal dua sentimeter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.--- g. Tenggorok :--- 1) Cincin tulang rawan : tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda
kekerasan.--- 2) Selaput lendir : licin tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda
kekerasan.--- Pemeriksaan tambahan : pemeriksaan destruksi asam hasil negatif.---
Kesimpulan
---Jenazah laki-laki, umur antara tujuh puluh tahun sampai delapan puluh tahun tahun, panjang badan seratus enam puluh sentimeter, berat badan lima puluh tiga kilogram, warna kulit sawo matang.--- 1. Pada pemeriksaan luar ditemukan :---
a. Batu seberat lima kilogram terbungkus dalam sarung yang terikat pada tubuh jenazah.--- b. Tanda-tanda pembusukan pada hampir seluruh bagian tubuh.--- c. Luka memar di pelipis kiri.--- d. Luka lecet pada lutut kanan dan kiri, punggung ibu jari kanan dan kiri. 2. Pemeriksaan dalam ditemukan :---
a. Rongga kepala : Resapan darah dibawah kulit pelipis kiri.---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
b. Otak, limpa, ginjal, membusuk.---c. Rongga dada : ditemukan cairan berwarna merah.--- d. Benjolan pengkejuan pada batang nadi utama jantung (aorta) yang
lazim ditemukan karena proses penyakit.--- 3. Kelainan yang terdapat pada poin 2c, 2d dan 3a akibat persentuhan dengan
benda tumpul.--- 4. Hasil pemeriksaan getah paru dan destruksi asam negatif.--- 5. Sebab pasti kematian tidak dapat ditentukan karena jenazah dalam keadaan
membusuk namun tidak ada hal lain yang menyangkal bahwa korban meninggal karena tenggelam.--- ---Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat (3) KUH Pidana.--- Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Penasihat Hukum Terdakwa telah mengajukan keberatan dan telah diputus dengan Putusan Sela Nomor 104 / Pid.B / 2014 / PN. Gsk. tanggal 12 Mei 2014 yang amarnya sebagai berikut:---
1. Menyatakan menolak Eksepsi Penasihat Hukum Terdakwa PURWANTO
ALIAS BOIRENG tersebut ;---
2. Menyatakan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum adalah sah menurut hukum untuk dijadikan dasar memeriksa dan mengadili Terdakwa
PURWANTO ALIAS BOIRENG;---
3. Menyatakan pemeriksaan persidangan perkara Terdakwa PURWANTO
ALIAS BOIRENG tetap dilanjutkan;---
4. Memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk memanggil dan menghadirkan saksi-saksi pada pemeriksaan perkara ini;---
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1. Saksi SOEDJONO, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan
dipersidangan sebagai berikut : --- - Bahwa pada tanggal 20 Mei 2012, Saya pernah memberikan keterangan
di Kepolisian sebagai saksi dalam perkara ini ; --- - Terdakwa adalah adik ipar saya, karena adik kandung perempuan saya
adalah istri Terdakwa, sedangkan korban adalah bapak kandung saya;--- - Bahwa awal mulanya pada tanggal 18 Mei 2012, saksi diberitahu oleh istri
saksi, bahwa bapak saksi yang bernama pak JAID telah hilang, Kemudian saksi mendatangi rumah bapak saksi / korban lalu menanyakan kemana bapak saksi, lalu dijawab oleh PAIDI saya tidak tahu ; --- - Bahwa PAIDI adalah adik ipar saya ; --- - Korban selama ini tinggal bersama ibu saya, adik perempuan saya dan
suaminya yang bernama PAIDI ;--- - Kami beserta keluarga dan dibantu oleh warga, sudah mencari kesana
kemari tapi hasilnya tidak ada ;--- - Saya tidak tahu, pada saat itu kondisi bapak saya/korban dalam keadaan
sehat-sehat dan waktu itu bapak saya/korban masih sempat sholat Azhar dan Magrib di Mushollah ; --- - Saya diberitahu kurang lebih pukul : 22.00 WIB ;--- - Saya melapor ke Polisi pada tanggal 19 Mei 2012; --- - Laporan saya, bahwa bapak saya / korban hilang ; --- - Bapak saya/korban sudah diketemukan pada hari Minggu, tanggal 20 Mei
2012 ; --- - Bapak saya/korban diktemukan di Kali Brantas, Karang pilang ; --- - Saya juga datang ketempat tersebut ; --- - Ada mayat timbul diatas air sungai tubuhnya tertelungkup, kepalanya
pelontos, seperti bapak saya ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :