Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Peran BPDPKS untuk
Keberlanjutan Program Mandatori Biodiesel
30 November 2021
1 Disampaikan Oleh :
Edi Wibowo
Direktur Penyaluran Dana
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.idBadan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id 2
Outline :
1. Update Program Mandatori Biodiesel dengan Pendanaan BPDPKS 2. Rencana Program B30 pada Tahun 2022
3. Tantangan BPDPKS dalam Implementasi B30
4. Peran BPDPKS dalam Implementasi Mandatori Biodiesel Menjadi B40
Pasal 18 Pasal 19 - Dana digunakan untuk menutup selisih kurang antara HIP Solar dengan
HIP Biodiesel dan berlaku untuk semua jenis BBM jenis minyak solar (JBT dan JBU)
- Dana diberikan kepada BU BBN
- Dasar pembayaran adalah hasil verifikasi KESDM yang dapat dibantu surveyor yang ditunjuk BPDPKS
- Persyaratan BU BBN à Diatur lebih lanjut pada Permen ESDM
- BU BBN menyalurkan Biodiesel ke BU BBM - Pengadaan BBN à Penunjukkan langsung - BU BBM membeli dengan HIP Solar
- BU BBM wajib melakukan pencampuran Biodiesel sesuai Mandatori BBN yang ditetapkan oleh MESDM
- MESDM menetapkan HIP Biodiesel dan HIP Solar
Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015
Tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit
Peraturan Menteri ESDM Nomor 24 Tahun 2021
Tentang Penyediaan dan Pemanfaatan BBN Jenis Biodiesel dalam Kerangka Pembiayaan Oleh BPDPKS
Peraturan Direktur Utama BPDPK Nomor 8 Tahun 2019
tentang Perubahan atas peraturan Direktur Utama Nomor 03/DPKS/2019 tentang Tata Cara Pembayaran Dana Pembiayaan Biodiesel oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan
Kelapa Sawit.
Peraturan Dirjen Pajak Nomor Per-22/PJ/2018
Tentang Perubahan Peraturan Dirjen Pajak Nomor Per-25/PJ/2015 tentang Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran PPN atas Selisih Kurang Harga Bahan Bakar Nabati Jenis
Biodiesel oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kepmen ESDM Nomor 146.K/HK.02/DJE/2021 Tentang HIP BBN Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke dalam BBM
Kepmen ESDM Nomor 149K/10/MEM/2020 Tentang HIP Bahan Bakar Minyak
Surat MESDM terkait dengan penetapan HIP Biodiesel
SK Dirjen Migas a.n. Menteri ESDM terkait dengan penetapan HIP BBM
jenis Minyak Solar
Dasar Hukum Program Pembiayaan Biodiesel
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id 3
1
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Dana Pembiayaan Biodiesel =
selisih kurang HIP BBM Solar (Ditetapkan DJ Migas) dengan HIP Biodiesel (Ditetapkan DJ EBTKE)
Skema Pembayaran
4
Berdasarkan PerMen ESDM Nomor 24 Tahun 2021 Tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dalam Kerangkan Pembiayaan Oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
BU BBN Biodiesel
Penyampaian Permohonan Dana Pembiayaan Biodiesel
(tertulis fisik + Aplikasi)
Pembayaran Dana Pembiayaan Biodiesel (maks 28 Hari Kerja)
FIFO
Pemeriksaan dokumen dan Penyampaian permintaan verifikasii
Verifikasi volume penyaluran Biodiesel, bulan transaksi, besaran
ongkos angkut, nama BU BBN dan nama BU BBM, Sektor penyaluran
Penyampaian penetapan hasil verifikasi sebagai dasar pembayaran Dana pembiayaan
biodiesel Penyaluran
Biodiesel
Surveyor
(PT Surveyor Indonesia) Pengecekan data
BU BBM Penunjukan dan Pendanaan Surveyor Hasil Perhitungan Dana
Kelengkapan persyaratan
Kelengkapan permohonan Dana pembiayaan Biodiesel :
1.berita acara serah terima bermeterai cukup yang ditandatangani oleh Badan Usaha BBM dan Badan Usaha BBN yang berisi keterangan mengenai titik suplai, titik serah, dan volume BBN Jenis Biodiesel yang disediakan atau disalurkan;
2.bukti transaksi penjualan;
3.faktur pajak; dan
4.bukti pembayaran ongkos angkut.
1
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Perkembangan HIP Biodiesel, Harga CPO (KPB), HIP Minyak Solar dan Besaran Insentif Biodiesel
Catatan:
Proyeksi rerata ongkos angkut sebesar Rp 400/liter
Insentif Biodiesel PenyaluranNovember 2021:
= (HIP Solar – HIP Biodiesel) + PPN 10%
= (8.107,17 – (12.854+400)) + PPN 10%
= 5.146,83 + 514,68
= 5.661,51 (Rp/Liter)
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id 5
- 2.000,00 4.000,00 6.000,00 8.000,00 10.000,00 12.000,00 14.000,00
January 2013 April 2013
July 2013 October 2013
January 2014 April 2014
July 2014 October 2014
January 2015 April 2015
July 2015 October 2015
January 2016 April 2016
July 2016 October 2016
January 2017 April 2017
July 2017 October 2017
January 2018 April 2018
July 2018 October 2018
January 2019 April 2019
July 2019 October 2019
Januari 2020 April 2020
Juli 2020 Oktober 2020
Januari 2021 April 2021
Juli 2021 October 2021 KPB CPO (Rp/liter)
HIP Biodiesel (Rp/Liter) HIP Solar (Rp/Liter)
CPO KPB + 125
USD/MT CPO KPB + 100 USD/MT
MOPS x 103,48 HPE Biodiesel %
Sawit
HPE CPO + 188 USD/MT
17 Agustus 2015 awal penyaluran Biodiesel dengan skema insentif
KPB + CPO USD/M80
T
CPO KPB USD/+ 85 MT
1
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Realisasi Pendanaan Penyaluran Biodiesel 2015-2021
(berdasarkan Status: 23 November 2021)
Catatan : Realisasi 2019 termasuk tambahan volume biodiesel untuk kebutuhan Trial B-30 di akhir 2019
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id 6 6
7,93
69%
109%
94%
110% 103%
88% 86%
0%
20%
40%
60%
80%
100%
120%
- 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta kL
Target Realisasi Capaian
- 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00 45,00
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
0,43 2,77 2,37 3,55 6,37 8,40 7,93
0,21 2,43 2,29 2,34 4,22
7,91 8,46
0,47
10,68 10,31
5,66
3,07
28,01
44,23
Triliun Rupiah Volume Penyaluran (Juta KL) Volume Yang Dibayar (juta KL) Dana Yang Dibayar (Rp triliun)
- 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00 4,50
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
PPn (Rp triliun) 0,04 0,97 0,94 0,51 0,28 2,55 4,02
Triliun Rupiah
Kontribusi PPn dari Pembayaran Dana Biodiesel
<158% dibanding 2020
1
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Tujuan: Meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan Dampak : Mengurangi CO2, menciptakan lapangan kerja,
meningkatkan pendapatan petani sawit
No OUTCOME/MANFAAT
1
BBNyang digunakan bertujuan untuk melakukan Penghematan devisa & pengurangan
ketergantungan terhadap BBM (fosil)
2 Peningkatan nilai tambah industri hilir kelapa sawit (CPO menjadi biodiesel)
3 Stabilisasi harga CPO
4 Penyerapantenaga kerja dalam negeri
5 Penguranganemisi gas rumah kaca (GRK) &
peningkatan kualitas lingkungan 6 Peningkatan pendapatan petani
Dampak Positif Implementasi Pemanfaatan Biodiesel Melalui Insentif Pendanaan BPDPKS
Dampak Kebijakan Mandatori Biodiesel Sejak Agustus 2015 s.d. Oktober 2021
BIODIESEL
46,95
Juta Ton CO2e
31,40
Juta KL
Rp8,99
TriliunPajak yang Dibayarkan Kepada Negara Penggunaan
Biodiesel dari Sawit
Mengurangi Greenhouse Gas Emissions (GHG)
Penghematan Devisa Akibat tidak Perlu Impor Solar
Rp 176 Triliun
Peningkatan nilai tambah industri
hilir sawit
Penyerapan Tenaga Kerja
Rp 45,53
Triliun
On farm : 3.925.016 Off farm : 29.617
Orang Stabilisasi harga
CPO, membaiknya standar deviasi harga CPO dari USD138,11/MT
menjadi USD94,3/MT
1
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id 7
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Proyeksi HIP Biodiesel dan Solar Tahun 2022
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Rencana Alokasi Biodiesl Tahun 2022 : 10,15 juta KL
Proyeksi Pendanaan Penyaluran Biodiesel (B30) - 2022
2
8
Perhitungan Kebutuhan Dana untuk Penyaluran Biodiesel Tahun 2022
9 4.463 4.412 4.553 4.217
3.690
3.386 3.237 3.204 2.935 2.646 2.628 2.746 12.391
11.637
11.127 10.86810.71010.691
10.145 9.938 10.02110.12110.36510.559 7.806 7.769 7.730 7.705 7.658 7.624 7.573 7.556 7.545 7.496 7.455 7.425
0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000
1.000 3.000 5.000 7.000 9.000 11.000 13.000
Jan-22
Feb-22
Mar-22
Apr-22
May-22
Jun-22
Jul-22
Aug-22
Sep-22
Oct-22
Nov-22
Dec-22
DalamRp Milliar
DalamRp/Liter
Pembayaran Biodiesel (Rp Milliar) HIP Biodiesel (Rp/L) HIP Solar (Rp/L)
• Target volume penyaluran FAME di tahun 2022 sebesar 10,15 juta KL.
• Rata-rata selisih HIP Solar dan HIP Biodiesel sebesar Rp3.853/Lt dengan rentang Rp3.060-5.483/liter (termasuk OA dan PPN).
• Perkiraan Kebutuhan Dana untuk Penyaluran FAME tahun 2022 sebesar Rp39,11 Triliun.
Jan-22 Feb-22 Mar-22 Apr-22 May-22 Jun-22 Jul-22 Aug-22 Sep-22 Oct-22 Nov-22 Dec-22 Total Volume Penylauran Biodiesel 846 846 846 846 846 846 846 846 846 846 846 846 10.150 HIP Solar (Rp/Liter) 7.806 7.769 7.730 7.705 7.658 7.624 7.573 7.556 7.545 7.496 7.455 7.425
HIP Biodiesel (Rp/Liter) 12.391 11.637 11.127 10.868 10.710 10.691 10.145 9.938 10.021 10.121 10.365 10.559 Selisih HIP (tanpa OA dan PPN) 4.585 3.868 3.397 3.163 3.052 3.067 2.572 2.382 2.476 2.625 2.910 3.134 Selisih HIP dg OA (asumsi Rp400,-/liter) dan PPn 5.484 4.695 4.177 3.919 3.797 3.814 3.269 3.060 3.164 3.328 3.641 3.887
Kebutuhan dana Selisih HIP Solar dg Biodiesel 4,64 3,97 3,53 3,32 3,21 3,23 2,77 2,59 2,68 2,81 3,08 3,29 39,11 Sumber : Diolah dari berbagai sumber data
2
9
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Ketersediaan dana vs fluktuasi HIP Biodiesel dan HIP Solar
Penyelesaian temuan Auditor (BPK dan BPKP)
Pembatasan kegiatan pada masa pandemi dan Pemerataan
Program Penyaluran Dana
(Litbang, SDM, Sarpras, PSR dan Promosi)
Dinamika Konsumen B30 terkait penetapan alokasi volume
biodiesel
Kesiapan Sarana dan
Prasarana à Biaya tambahan Penyesuaian terhadap
peraturan baru, Permen KESDM No 24/2021 dan
Kebijakan Mandatori Biodiesel
Tantangan BPDPKS dalam Implementasi Program Mandatori B30
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
3
Black Campaign terkait Biodiesel berbasis sawit (isu deforestation, Sustainability, environment, dll)
10
11 Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Peran BPDPKS dalam Implemetasi Mandatori Biodiesel Menjadi B40
Atas inisiatif Balitbang ESDM, BPDPKS dan PT. Pertamina melakukan Pendanaan Kajian Penerapan B-40 Melalui Uji Karakteristik Penyimpanan Unjukt kerja dan ketahanan mesin Diesel pada Engine
Test bench Serta Aspek tekno Ekonomi yang dilakukan oleh LEMIGAS
HASIL KAJIAN :
1.Komposisi B40 dengan Kompoisi B30+HVO10, menunjukkan perbaikan kualitas pada beberapa parameter Standar Mutu dibandingkan B30.
2.Perlu penetapan standar Mutu B-40,
3.Perlu uji jalan B40 yang lebih komprehensif dengan melibatkan para pemangku kepentingan agar implementasi B40 dapat diterima sesuai rekomendasi teknis yang lebih komprehensif dari pada Pihak.
4.Kecukupan dana perlu menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan program, disamping revisi regulasi yang ada (terkait HIP HVO/DPME) dan bisnis prosesnya.
5.Dengan memperhatikan Harga CPO dan minyak Solar, dimana selisih HIP Solar dan Biodiesel yang tinggi, maka penerpaan B30 masih perlu dipertahankan dan dicari alternatif bahan bakar berbasis sawit untuk menggantikan bahan bakar minyak berbasis fosil, guna mengurangi ekspor BBM, seperti Bensa.
4
11
12 Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
Peran BPDPKS dalam Implenetasi Mandatori Biodiesel Menjadi B40
Hasil Kajian Kerja sama BPDPKS - Balitbang ESDM dan PT. Pertamina terkait kajian Kajian Penerapan B-40 Melalui Uji Karakteristik Penyimpanan Unjuk Kerja dan Ketahanan Mesin Diesel
pada Engine Test bench yang dilakukan oleh LEMIGAS adalah:
4
12
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit I www.bpdp.or.id
1. Kapasitas produksi HVO maupun DPME, belum mencukupi untuk penerapan B40 secara nasional, dan perlu dikaji keekonomiannya secara lebih komprehensif, khususnya analisis yang mendalam terkait kebutuhan tambahan investasi industri HVO, khususnya DPME, yang merupakan advance processing dari FAME.
2. Keekonomian B40 dan kecukupan Dana untuk menutup selisih kurang HIP perlu dipertimbangkan secara matang untuk mengantisipasi perubahan harga CPO yang dinamis dan keberlanjutan program.
3. Persyaratan kandungan air maksimum dalam B40 sebesar 220 ppm tidak hanya dibebankan pada B100 atau DPME tetapi juga dibebankan kepada persyaratan minyak dieselnya (solar) karena kelarutan air dalam biodiesel jauh lebih tinggi dibandingkan minyak solar.
4. Keberlanjutan industri sawit juga sangat tergantung di sektor hulu, maka penggunaan dana BPDPKS yang proposional sesuai alokasi kebutuhan program yang sudah ditetapkan (baik untuk insentif BXX, dan untuk PSR, SDM, Litbang, sarpras serta Promosi) menjadi suatu keniscayaan untuk menstabilkan harga CPO dan mensejahterakan pekebun.
Penutup - Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengimplementasikan Program Mandatori B40
13
11/30/21 14
Terima Kasih
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit
(BPDPKS)
Gedung Graha Mandiri Lt. 5
Jl Imam Bonjol 61,Jakarta Pusat 10310
021-39832091/
08128103871
[email protected] www.bpdp.or.id