• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PERANCANGAN VLAN LOAD BALANCING MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN SUB- INTERFACE PADA PT HEALTHVERVE INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS DAN PERANCANGAN VLAN LOAD BALANCING MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN SUB- INTERFACE PADA PT HEALTHVERVE INDONESIA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAN PERANCANGAN VLAN LOAD BALANCING MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN SUB-

INTERFACE PADA PT HEALTHVERVE INDONESIA

Agradipta M. Bintang

Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia, [email protected]

Adhitya Norman

Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia, [email protected]

Ega Nanda Mandira

Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia, [email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian adalah melakukan perancangan jaringan VLAN di PT Health Verve Indonesia dengan maksud memberikan laju lalu lintas jaringan yang efektif dan efisien.

Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan wawancara terhadap koresponden yang dipilih dan mencari data kepustakaan dari buku-buku referensi atau internet.

Hasil yang dicapai adalah adanya sebuah jaringan VLAN menggunakan metode load balancing dan sub-interface yang bisa terus berjalan walaupun salah satu perangkat ada yang tidak aktif.

Kesimpulannya, rancangan VLAN menggunakan metode load balancing memberikan tingkat efisiensi jaringan yang mumpuni. Selain itu, beban yang ada pada jaringan berkurang dengan memberikan tingkat priority pada Switch.

Kata Kunci: vlan, load balancing, health verve, spanning tree, sub interface, analisis, perancangan ABSTRACT

The goal of this research is to run a design of VLAN network in PT Health Verve Indonesia in order to give an efficient and effective network traffic flow.

Methods used are performing an interview with a certain correspondent and searching literal data gathered from reference books or internet surfing.

The achieved result is the existence of a VLAN network using load balancing and sub-interface methods which still be able to run although one of the devices involved is not active.

In conclusion to that, the VLAN design using load balancing method gives a good network efficiency level. On the other hand, the heavy load which existed inside the network is decreased due to the settings of priority level arrangement on the Switch.

Keywords: vlan, load balancing, health verve, spanning tree, sub interface, analisis, perancangan

1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Kehidupan manusia selalu bergantung pada makanan. Semua makhluk hidup memerlukan makanan. Manusia butuh makan dan minum untuk beraktivitas.Tidak hanya sembarang makanan. Tentunya manusia butuh makanan yang sehat dan baik untuk tubuh agar bisa menjaga kecukupan gizi dan menjaga daya tahan tubuh. Karena, kehidupan sehat adalah sesuatu yang cukup sulit untuk dipenuhi oleh beberapa orang.

(2)

Manusia berlomba-lomba untuk mendapatkan konsumsi makan dan minum yang baik untuk menjaga vitalitas tubuh. Bekerja keras, mencari nafkah untuk memenuhi salah satu kebutuhan wajib manusia, yaitu kebutuhan pangan.

Adanya permintaan manusia yang seperti itu membuat sejumlah perusahaan

‘berkompetisi’ untuk memberi produk makanan dan minuman yang baik untuk bisa dijual kepada pelanggan. Perusahaan-perusahaan ini menggunakan segala ilmu bisnis, manajemen, dan ilmu promosi yang dimiliki untuk memastikan agar pelanggan bisa mengenal produk tersebut dan, jika sempat, membeli produk tersebut.

Sikap dan komitmen yang diberikan oleh perusahaan juga berperan besar dalam kesuksesan penjualan produk. Metode kerja dan efektivitas kerja juga mendukung adanya hasil positif dari penjualan dan promosi. Tiap orang memiliki peran sendiri-sendiri dalam perusahaan.

Komunikasi antar rekan kerja yang baik juga berperan dalam kelangsungan lingkungan kerja yang baik dan mencegah adanya kesalahan dalam penerimaan data perusahaan.

Perusahaan-perusahaan masa kini sudah wajib menggunakan layanan teknologi informasi dalam aktivitasnya. Entah itu dalam segi promosi, penjualan, pertukaran data, interaksi terhadap pelanggan, atau pengambilan survei. Segala transaksi data di dalam perusahaan memerlukan jaringan LAN untuk mempermudah dan mempercepat efisiensi kerja. Namun seiring perkembangan zaman, jaringan LAN saja rupanya tidak bisa dibilang memadai untuk bisa menopang lalu lintas data perusahaan yang bisa dibilang membludak.

PT Healthverve sebagai salah satu perusahaan bahan makanan yang berpusat di Amerika, berusaha untuk mengembangkan sayapnya hingga Indonesia. PT Healthverve memiliki visi untuk membuat resep makanan dan minuman yang sehat, bernutrisi, dan bisa dikonsumsi oleh siapa saja. Karena itu demi menjaga loyalitas kepada pelanggan, pihak Healthverve harus bisa juga menjaga komitmen dalam memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Komitmen itu dimulai dengan mengatur lalu lintas kerja yang baik di dalam perusahaan.

Peran Healthverve yang sangat vital tentunya harus disertai dengan sumber daya yang mumpuni untuk menjaga kepercayaan pelanggannya. Sebagai salah satu pengguna teknologi yang mumpuni dan merupakan perusahaan baru di Indonesia, Healthverve memerlukan jaringan komunikasi antar-divisi yang mumpuni, efektif, dan dapat diandalkan. Karena itulah diperlukan jaringan VLAN untuk memberikan kemudahan tiap divisi dalam bertukar data.

1.2 Ruang Lingkup Masalah

Jaringan yang hendak diteliti, disimulasikan dengan VLAN dan Load balancing adalah jaringan pada PT Healthverve.

1.3 Tujuan dan Manfaat Tujuan penelitian:

Menganalisa jaringan LAN dan menambahkan fitur VLAN dan Load balancing pada PT Healthverve

Mengoptimalisasi laju persebaran data tiap divisi Manfaat penelitian:

Memberikan persebaran data yang optimal

Memberikan keamanan jaringan pada tiap divisi di PT. HealthVerve

2. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam pengambilan data:

1. Studi pustaka

Mencari referensi dari buku-buku, atau cetakan kepustakaan untuk memperoleh teori-teori yang bisa mendukung penelitian dan penulisan.

2. Wawancara

Melakukan sesi tanya jawab dengan narasumber tertentu yang dipilih, dengan tujuan memperoleh gambaran aktivitas perusahaan, visi, misi, serta sejarah perusahaan.

3. Hasil dan Bahasan

3.1 Permasalahan

(3)

Dilihat dari topologi PT Healthverve saat ini, permasalahan utama yang dihadapi adalah LAN yang ada saat ini belum menerapkan teknologi VLAN sehingga hanya terdirid arisatu broadcast domain. Jaringan yang hanya terdiri dari satu broadcast domain ini menyebabkan paket-paket broadcast dikirim ke semua perangkat dalam jaringan sehingga mengakibatkan pemborosan band width yang sia-sia. Contoh paket broadcast dalam jaringan misalnya ARP update.

Masalah lainnya yang dihadapi adalah keamanan jaringan yang belum maksimal, dikarenakan antar divisi dapat mengakses satu sama lain dan dapat berpengaruh pada kinerja kerja karyawan.

Masalah lain yang dihadapi adalah ketika ada satu perangkat rusak,otomatis seluruh karyawan tidak dapat bekerja, ini terjadi karena jaringan yang dimiliki perusahaan berpusat pada satu switch, dan tak ada pembagian dalam persebaran data dalam jaringan perusahaan yang sekarang.

3.2 Usulan Pemecahan Masalah

Seperti yang dapat dilihat pada topologi sistem yang sedang berjalan pada perusahaan PT.

HEALTH VERVE, masih belum memiliki pengelompokan Vlan dan pengaturan jalur pengiriman paket data,sehingga dalam hal ini jaringan pada perusahaan masih rawan dalam keamanan karena tiap komputer divisi dapat mengakses komputer divisi lain yang bukan tugasnya. Dan juga pada saat satu switch rusak atau berhenti bekerja seluruh karyawan tidak dapet mengakses jaringan,ini terjadi karena tidak ada pembagian jalur pada jaringan.

Agar jaringan pada perusahaan dapat ditingkatkan keamanannya dan pengiriman paket data dapat teratur sesuai tujuannya, maka VLAN dan pengaturan Load Balancing adalah solusi yang penulis usulkan pada perusahaan.Dengan adanya VLAN broadcast storm pada jaringan dapat dihindari sehinngga tidak membebani jaringan dan tidak mengurangi kinerja dari jaringan tersebut. Load Balancing juga dapat sangat membantu, dengan metode STP (Spanning Tree Protocol) jaringan dapat mengatur pengiriman paket dengan pengaturan jalur primary priority dan secondary priority. Dua jalur tersebutlah yang turut membantu pengurangan beban jaringan pada jalur tertentu.

3.2.1 Spanning Tree Protocol

Spanning Tree Protocol disingkat menjadi STP. Merupakan bagian dari standar IEEE 802.1 untuk kontrol media akses. Berfungsi sebagai protokol pengaturan koneksi dengan menggunakan kelebihan STP menyediakan sistem jalur backup dan juga mencegah terjadinya Loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke suatu tujuan dari Host.

Jaringan komputer adalah komponen penting dari usaha kecil dan menegah akibatnya Adminstrator IT harus melaksanakan redudansi dalam jaringan hirarkis.

Namun menambahkan Link ekstra untuk Switch dan Router pada jaringan, Loop memperkenalkan yang perlu dikelola dengan cara yang dinamis ketika sambungan Link terganggu maka Link lain harus cepat mengambil tempatnya tanpa memperkenalkan Loop lalu lintas yang baru. STP dapat mencegah masalah Loop di jaringan dan STP telah berkembang menjadi sebuah Protocol yang cepat menghitung Port yang harus diblokir sehingga jaringan VLAN bebas dari Loop.

A. Redundancy

Redundancy digunakan untuk meningkatkan ketersediaan Jaringan dengan menerapkan jalur jaringan alternatif dengan menambahkan peralatan dan kabel.

memiliki beberapa jalur untuk data melintasi jaringan memungkinkan untuk suatu alur menjadi terganggu tanpa mempengaruhi konektivitas perangkat pada Jaringan.

Frame Broadcast bukan satu-satunya jenis Frame yang dipengaruhi oleh Loop. Frame Unicast dikirim ke jaringan dapat mengakibatkan Duplicate Frame sampai di perangkat tujuan.

Kebanyakan Protocol lapisan atas tidak dirancang untuk mengenali atau mengatasi duplicate transmisi. Secara umum, Protocol yang menggunakan mekanisme urutan penomoran berasumsi bahwa transmisi telah gagal dan nomor urut telah didaur ulang untuk sesi komunikasi lain. Protocol lain berusaha untuk

(4)

Duplicate transmisi ke Protocol lapisan atas yang tepat untuk diproses dan mungkin dibuang.

B. Spanning Tree Protocol Algoritma

STP menggunakan Spanning Tree Algorithm (STA) untuk menentukan Port Switch pada Jaringan harus dikonfigurasi untuk memblokir dan mencegah Loop terjadi. STA menunjuk sebuah Switch tunggal untuk sebagai Root Bridge dan menggunakannya sebagi titik acuan bagi semua perhitungan jalan. Semua Switch berpartisipasi dalam Frame BPDU pertukaran STP untuk menentukan Switch ID terendah (BID) pada Jaringan yang akan ditunjuk menjadi Root Bridge. STA menghitung jalur terpendek ke Switch. STA dibuat untuk menentukan Port yang mana untuk diblokir dan STA juga menentukan jalur terbaik untuk Root Bridge untuk semua tujuan dalam Broadcast Domain, semua lalu lintas dicegah dari penerusan melalui jaringan.

C. Root Bridge

Setiap yang mencakup STP memiliki switch yang ditunjuk sebagai Root Bridge. Root Bridge berfungsi sebagi titik acuan bagi semua perhitungan dalam Spanning Tree untuk menentukan jalur berlebihan yang akan diblokir.

Awalnya setiap Switch mengklaim dirinya sendiri sebagi Root Bridge.

Setiap Switch dalam Broadcast Domain berpartisipasi dalam proses pemilihan Root Bridge dengan cara bertukaran Frame BPDU yang berisi BID dan Switch yang memiliki BID terkecil ditunjuk menjadi Root Bridge.

D. Spanning Tree Protocol Bride Protocol Data Units

Bride Protocol Data Units (BPDU) digunakan Switch untuk saling bertukar informasi satu sama lain. Frame BPDU berisi 12 Field yang berbeda yang digunakan untuk menyampaikan informasi Patch dan Priority yang menggunakan STP untuk menentukan Root Bridge dan Jalan menuju Root Bridge.

E. Bridge ID

Bridge ID (BID) digunakan untuk menentukan Root Bridge pada Jaringan.

Bridge Priority

Bridge Priority adalah nilai yang dijumlahkan dan untuk menjadi Root Bridge. Switch dengan Prioritas terendah ,yang berarti BID terendah menjadi Root Bridge (semakin nilai rendah Prioritas, semakin tinggi prioritas). Nilai default untuk prioritas dari semua Switch Cisco adalah 32768. Rentang Prioritas antara 1 dan 65336. Sehingga 1 merupakan Prioritas tertinggi.

Extended System ID

Ketika VLAN menjadi umum untuk segmentasi jaringan infrastruktur, STP telah ditingkatkan untuk menyertakan dukungan untuk VLAN. Akibatnya Extended System ID diperpanjang berisi ID dari VLAN dengan BPDU yang terkait. Ketika Extended System ID yang digunakan diperluas, maka perubahan jumlah bit yang tersedia untuk nilai Bridge Priority, sehingga kenaikan untuk perubahan nilai Bridge Priority 1-4096. Oleh karena itu, nilai Bridge Priority hanya dapat kelipan dari 4096.

Mac Address

Switch dengan alamat MAC dengan nilai hexadesimal terendah memiliki BID terendah. Disarankan untuk mengkonfigurasi Switch Root Bridge yang diinginkan dengan prioritas yang lebih rendah.Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penambahan Switch baru di Jaringan tidak memicu pemilihan Root Bridge baru, yang dapat menggangu komunikasi jaringan, karena sebuah Root Bridge baru sedang dipilih.

(5)

Port Roles

Port Roles atau biasa kita sebut Peran Port Switch pada Jaringan STP.

1. Root Port - Root Port berada di non-Root Bridge yang merupakan Port Switch dengan patch terbaik pada Root Bridge.

2. Designated Port - Port yang berada di Root Bridge dan non-Root. Untuk Root Bridge, semua Port Switch ditunjuk sebagai Designated Port yang berfungsi untuk meneruskan traffic pada Jaringan.

3. Non-Designated Port - Port Switch yang diblokir,sehingga tidak ada Frame yang di-forward dan tidak mengisi tabel Mac Address dengan alamat sumber.

4. Disable Port - Port yang secara adminisratif ditutup (diblok).

Berikut ini beberapa informasi tambahan tentang cara memastikan Port bahwa tidak ada Loop yang diciptakan selama penciptaan Spanning Tree logis.

1. Blocking - Port-port non-designated dan tidak berpartisipasi dalam penyampaian Frame.

2. Listening - STP telah menetapkan bahwa port forwarding dapat berpartisipasi dalam frame sesuai dengan frame BPDU bahwa Switch telah menerima Frame.

3. Learning - Port mempersiapkan untuk berpartisipasi dalam penyampaian Frame dan mulai mengisi tabel alamat MAC.

4. Forwarding - Port ini dianggap sebagai bagian dari topologi aktif dan meneruskan Frame dan juga mengirim dan menerima Frame BPDU.

5. Disable - Port tidak berpartisipasi dalam Spanning Tree dan tidak meneruskan Frame.

F. Spanning Tree Protocol Varian

Menurut penelitian Iwan Sofana (2012, h397-399) ada beberapa varian STP, dan dijabarkan sebagai berikut :

1. Per-Vlan Spanning Tree (PVST) - Digunakan untuk Maintainance Spanning Tree untuk setiap VLAN yang dikonfigurasi dalam setiap Jaringan.ini menggunakan ISL Trunking Protocol milik Cisco yang memungkinkan Trunk Vlan untuk mem-forward beberapa VLAN sambil memblokir Vlan lainnya.

2. Rapid Spanning Tree Protocol (RSTP) - Digunakan untuk perhitungan kembali Spanning Tree ketika ada perubahan topologi jaringan. RSTP dapat mencapai konvergensi lebih cepat dalam jaringan, dikonfigurasi dengan benar,kadang- kadang hanya dalam beberapa ratus milidetik. RSTP mengubah jenis Port dan Status mereka.

3. Multiple STP (MSTP) - Memungkinkan beberapa VLAN untuk dipetakan ke Spanning Tree yang sama, sehingga mengurangi jumlah instansi yang diperlukan untuk mendukung VLAN dalam jumlah besar.

3.2.2 Sub-Interface

Berdasarkan penelitian Robert N. Myhre (199, h300), sub-interface adalah satu atau sejumlah koneksi pada satu interface. Menggunakan metode sub-interface, proses routing dapat menggunakan lebih dari satu tipe enkapsulasi, dengan syarat memiliki network address yang unik.

3.2.3 Load Balancing

Load balancing adalah pembagian beban secara merata pada dua jalur interface atau lebih. Fungsinya adalah mengurangi beban transfer data sehingga mencapai persebaran data yang optimal. Penggunaan sejumlah komponen atau perangkat (device) dapat menambah tingkat reliabilitas melewati proses redundansi.

4. Simpulan dan Saran

4.1 Simpulan

(6)

Sesuai dengan analisa dan simulasi yang kami lakukan pada PT Healthverve, dengan membandingkan topologi jaringan yang lama berbasis LAN dengan topologi jaringan yang baru berbasis VLAN dan penambahan Load balancing pada sistem jaringan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pada topologi baru yang kami rancang menggunakan VLAN dan metode Load balancing, kini jaringan pada PT Healthverve terbagi dalam beberapa VLAN. Setiap VLAN mewakili beberapa divisi yang berkesinambungan dan relevan dalam tugas kerjanya.

2. Topologi jaringan yang baru akan meminimalisir traffic pada jaringan, dikarenakan Load balancing yang mengatur arah pengiriman data ke divisi atau destination yang seharusnya sehingga tidak membebani satu jalur saja.

4.2 Saran

Tidak adanya pengelompokkan VLAN dan Load Balancing pada jaringan lama memungkinkan jaringan tidak bekerja dengan optimal, oleh karena itu penulis menyarankan PT.HEALTHVERVE untuk menambahkan VLAN dan Load Balancing dengan metode spanning tree protocol agar menaikan performa dan kinerja jaringan.

5. Referensi

Hammle T.,& Hales K. (2006). CCNP Support Study Guide.River Street, Hoboken, NJ. SYBEX, Inc.

Robert, G. A. (2000).CCNA Certification. NewJersey. Prentice Hall, UpperSaddle Saddle River.

Sofana, Iwan.(2012). CISCO CCNA & Jaringan Komputer. Bandung. Informatika.

Sofana, Iwan.(2012). CISCO CCNP & Jaringan Komputer. Bandung. Informatika.

Tanenbaum, A.S. (2003). Computer Networks, Fourth Edition. Prentice Hall, Upper Saddle Saddle River, NJ.

6. Riwayat Penulis

Agradipta M. Bintang lahir di kota Bandung, 26 April 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Informatika pada tahun 2013.

Adhitya Norman lahir di kota Bogor pada 05 Agustus 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Informatika pada tahun 2013.

Ega Nanda Mandira lahir di kota Tangerang pada 19 Oktober 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Informatika pada tahun 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh dalam jangka pendek baik untuk jalur konvensional dan syariah tidak signifikan yang membuktikan bahwa mekanisme transmisi kebijakan moneter membutuhkan

Kota Saumlaki merupakan satu pusat pertumbuhan Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan memiliki aktivitas perekonomian yang intensif di sekitar wilayah pesisir, namun

2. Membuat sebuah boot event kampanye sosial bertema “Save trees, save our life” yang akan didirikan di 5 kantor partai besar yan memenangkan polling terbanyak

Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an);

Fase terakhir, yaitu architecture change management merupakan tahapan monitoring untuk memastikan arsitektur yang dibangun mencapai target bisnisnya termasuk mengelola

Jumlah biji per petak tidak berbeda di antara ketiga kultivar lokal kacang tanah asal Petir, asal Malingping, dan asal Cikeusal tanpa diberi dan diinokulasi FMA

Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis vegetasi untuk membandingkan kualitas diversitas dan struktur vegetasi antara dua agroforestri tersebut dengan hutan sekunder

Kegiatan dan kinerja usaha sapi perah melalui peningkatan produksi susu perlu terus ditingkatkan agar usaha lebih menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan