PENGENDALIAN HAYATI PENYAKIT LAYU FUSARIUM PISANG (Fusarium oxysporum f.sp. cubense) DENGAN Trichoderma sp.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Pengamatan dilakukan terhadap intensitas penyakit (keterjadian dan keparahan penyakit) layu fusarium, pertumbuhan bibit pisang (tinggi tanaman, jumlah daun, lingkar batang),
Evaluasi Resistensi Lima Kultivar Pisang (Musa spp_) T erhadap Tiga Macam Isolat dan Diferensiasi Isolat Fusarium oxysporum f.. cubense Sebagai Penyebab
Hasil analisis keragaman genetik dari 15 isolat Trichoderma spp berdasarkan Amplifi- kasi PCR menggunakan primer OPA-02 dapat dilihat pada dendogram (Gambar 2),
Walaupun mampu menurunkan populasi propagul/inokulum Foc dalam tanah dan memperpanjang masa inkubasi penyakit, pemberian potongan bahan tanaman penghasil minyak atsiri setelah
Walaupun mampu menurunkan populasi propagul/inokulum Foc dalam tanah dan memperpanjang masa inkubasi penyakit, pemberian potongan bahan tanaman penghasil minyak atsiri
cubense (Foc) isolat A13. Bibit pisang kultivar Cavendish hasil kultur jaringan umur 4 bulan pasca aklimatisasi. Medium PDA sebanyak 9 ml dalam tabung reaksi dicairkan dengan
Filtrat toksin dari kultur Foc pada konsentrasi 40 dan 60%, dapat digunakan sebagai media pengujian dini ketahanan pisang cavendish terhadap penyakit layu fusarium pada tingkat
HASIL Varietas Pisang Lokal Pandeglang Rentan Layu Fusarium Penyakit layu fusarium pada pisang dapat diidentifikasi di semua lokasi eksplorasi.. Penyakit ini tersebar di sembilan