• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KINERJA VIRAL MARKETING TERHADAP BRAND EQUITY SMARTPHONE NOKIA SURVEI PADA KOMUNITAS SMARTPHONE NOKIA DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS KINERJA VIRAL MARKETING TERHADAP BRAND EQUITY SMARTPHONE NOKIA SURVEI PADA KOMUNITAS SMARTPHONE NOKIA DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK."

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

No.385/UN.40.7.DI/LT/2013

ANALISIS KINERJA VIRAL MARKETING TERHADAP BRAND EQUITY SMARTPHONE NOKIA

(Survei pada Komunitas Smartphone Nokia Indonesia di Jejaring Sosial

Facebook)

SKRIPSI

DiajukanUntukMemenuhi Salah Satu Syarat MenempuhUjianSidangSarjanaPendidikan Program StudiPendidikanManajemen Bisnis

Oleh:

DIAN HERDIANA 0907456

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS

FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

(2)

ANALISIS KINERJA VIRAL MARKETING TERHADAP BRAND EQUITY SMARTPHONE NOKIA

(Survei Pada Komunitas Smartphone Nokia di Jejaring Sosial Facebook)

Oleh Dian Herdiana

0907456

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

©Dian Herdiana 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

September 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

ANALISIS KINERJA VIRAL MARKETING TERHADAP BRAND EQUITY SMARTPHONE NOKIA

(Survei pada Komunitas Smartphone Nokia Indonesia di Jejaring Sosial Facebook)

Skripsi ini disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I

Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P. NIP. 196802251993012001

Mengetahui, Dekan Fakultas

Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia

Dr. H. Edi Suryadi, M.S. NIP. 19600412 198603 1 002

Ketua ProgramStudi Pendidikan Manajemen Bisnis

Dr. Lili Adi Wibowo,S.Sos.,S.Pd.,M.M. NIP. 196904041999031001

Tanggung Jawab Yuridis Ada Pada Penulis

(4)

Dian Herdiana (0907456), “Analisis Kinerja Viral Marketing Terhadap Brand Equity Smartphone Nokia (Survei Pada Komunitas Smartphone Nokia di Jejaring Sosial Facebook)”. Di bawah bimbingan Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P. Perkembangan teknologi dan informasi menciptkan suatu perubahan cara berkomunikasi antar individu yang mulai beralih kepada era digital. Tingginya penggunaan jejaring sosial di kalangan masyarakat mendorong pelaku pasar mengubah cara mengkomunikasikan produknya dengan menggunakan strategi yang mampu menciptakan brand equity sehingga dapat menempatkan mereknya di posisi utama.

Nokia merupakan salah satu vendor yang mengalami penurunan brand equity dalam pasar smartphone. Untuk dapat bertahan dalam persaingan, perusahaan dituntut untuk menciptakan suatu startegi yang mampu menaikan brand equity, hal ini dikarenakan dengan tingginya brand equity maka semakin kuat pula merek tersebut untuk menguasai pasar.

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Memperoleh temuan mengenai kinerja viral marketing pada smartphone Nokia, 2) Memperoleh temuan mengenai brand equity smartphone Nokia, 3) Memperoleh temuan seberapa besar pengaruh kinerja viral marketing terhadap brand equity smartphone Nokia. Objek penelitian ini adalah komunitas smartphone Nokia di jejeraing sosial Facebook. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kinerja viral marketing terhadap brand equity sebagai variabel terikat. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif, verifikatif dan menggunakan metode expalantory survey dengan menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana dibantu dengan software SPSS 2.1. Hasil yang diperoleh dari penelitian menyatakan bahwa kinerja viral marketing berpengaruh yang positif terhadap brand equity sebesar 64,8%.

Berdasarkan hasil penelitian melalui regresi liner sederhana terdapat pengaruh yang signifikan dari kinerja viral marketing terhadap brand equity smartphone Nokia. Temuan dalam penelitian ini bahwa, pembentukan kinerja viral marketing pada smartphone Nokia antara lain information spreading, increase competitiveness, credibility of information dan decision-making. Sedangkan pembentuk brand equity yaitu brand loyalty, brand awarness, precieved quality, brand associations dan other proprietary brand asset. Pengaruh kedua variabel ini memiliki pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun parsial. Penulis merekomendasikan agar perusahaan lebih mengemas informasi yang disebar melalui viral marketing secara lebih menarik, mendidik dan informatif supaya pesan yang disebar akan menarik minat konsumen dan menjadikan brand equity meningkat.

(5)

Dian Herdiana (0907456),PerformanceAnalysisOfViralMarketing Through The

Nokia’sSmartphoneBrand Equity (SurveyOnNokiaSmartphoneCommunity on Social Networking of Facebook) Under the guidance of Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P.

Development oftechnologyandinformation was creatinga change of way tocommunicate between individuals are beginning to switch into the digital age. The high use of social networking in the society encourages thecompanies tochange theway ofcommunicatingthe product by using astrategythat can able create to placingthe brandinkey positions.

Nokiais one of thevendor who declining ofbrand equity in thesmartphonemarket. To be survive in the competition company is requiredtocreateastrategy that can increase of brand equity, caused the high ofbrand equity can make the brand stronger todominate the market.

This research has several purposes 1) obtain to findings of regardingthe performance ofviral marketingonNokia’ssmartphone, 2) obtain tofindings theNokia’ssmartphonebrand equity, 3) obtainfindings how much the influencethe performance ofviral marketingon Nokia’ssmartphone brandequity. The object of this researchis Nokia’ssmartphonecommunityonsocial networking of Facebook. The independent variable in this research is performance ofviral marketingthrough brandequityas the dependent variable. Type ofresearch is adescriptiveanalysis, verification analysis andexpalantorysurveymethod by usingsimple random sampling technique, with100respondents of total sample. Data analysis technique by usingsimple linear regression assisted bySPSS2.1software. The resultsofthe research stated that theperformance ofviral marketing has a positive influence as much as64.8% on brand equity.

Based onthe results of research by using simplelinear regression have a significant influenceon theviral marketing performance on Nokia’ssmartphonesbrandequity. The findings in this research that, formation ofviral marketingperformance onNokia’ssmartphones are information spreading, increase competitiveness, credibility of information and decision-making. While the forming of brand equityare brand loyalty, brand awarness, precieved quality, brand associations and other proprietary brand asset. The influence ofthese two variableshave a significant effecteither simultaneously orpartially.

The author recommends oder the companies to package theinformation disseminatedthroughviral marketingismoreinteresting,educatin andinformative in oder thatthe spreaded messages will attracts theconsumersandincreases brand equity

(6)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iv

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 17

1.3 Rumusan Masalah ... 19

1.4 Tujuan Penelitian ... 19

1.5 Kegunaan Penelitian ... 19

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka ... 21

2.1.1 Konsep Viral Marketing ... 21

2.1.1.1Viral Marketing Salah Satu Bagian dari Marketing Communication ... 21

2.1.1.2Dimensi Viral Marketing ... 34

2.1.1.3Media Aplikasi Viral Marketing ... 37

2.1.1.4Dimensi Viral Marketing ... 41

2.1.1.5Keuntungan dan Kekurangn dari Viral marketing ... 45

2.1.2 Konsep Brand Equity ... 46

2.1.2.1Definisi Brand Equity ... 46

2.1.2.2Dimensi Brand Equity ... 50

2.1.2.3Keuntungan Brand Equity ... 54

2.1.3 Pengaruh Viral Marketing terhadap Brand Equity ... 54

2.1.4 Orisinalitas Penelitian ... 56

2.2 Kerangka Pemikiran ... 67

(7)

BAB IIIOBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian ... 74

3.2 Metode Penelitian ... 75

3.2.1 Jenis dan Metode yang Digunakan ... 75

3.2.2 Operasional Variabel ... 76

3.2.3 Jenis dan Sumber Data ... 81

3.2.4 Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel ... 83

3.2.4.1Populasi ... 83

3.2.4.2Sampel ... 84

3.2.4.3Teknik Penarikan Sampel ... 86

3.2.5 Teknik Pengumpulan Data ... 87

3.2.6 Pengujian Validitas dan Reliabilitas ... 88

3.2.6.1Hasil Pengujian Validitas ... 89

3.2.6.2Hasil Pengujian Reliabilitas ... 94

3.2.7 Teknik Analisis Data ... 96

3.2.7.1Analisis DeskriptifMenggunakan DistribusiFrekuensi ... 98

3.2.7.2Analisis VerifikatifMenggunakan Regresi Linier Sederhana ... 99

3.2.8 Pengujian Hipotesis ... 106

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan dan Pengguna ... 108

4.1.1 Profil Perusahaan ... 108

4.1.1.1Indentitas Perusahaan ... 109

4.1.1.2Visi dan Misi Perusahaan ... 109

4.1.1.3Produk yang Ditawarkan Nokia ... 110

4.1.1.4Produk Smartphone Nokia ... 111

4.1.2 Karakteristik dan Pengalaman responden ... 113

4.1.2.1Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 113

4.1.2.2Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 114

4.1.2.3Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan ... 115

4.1.2.4Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir yang Ditempuh Dikaitkan dengan Pekerjaan ... 116

4.1.2.5Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Dikaitkan dengan Penghasilan ... 117

4.1.2.6Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran untuk Akses Internet ... 120

(8)

4.1.2.8Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Waktu yang

Dihabiskan untuk Akses Internet Per Hari ... 122

4.2 Tanggapan Responden Terhadap Kinerja Viral Marketing di Jejaring Sosial Facebook ... 123

4.2.1 Tanggapan Responden Terhadap Information Spreading ... 125

4.2.2 Tanggapan Responden Terhadap Increase Competitiveness ... 127

4.2.3 Tanggapan Responden Terhadap Credibility of Information ... 129

4.2.4 Tanggapan Responden Terhadap Decision-Making ... 131

4.2.5 Rekapitulasi Dimensi Viral Marketing ... 133

4.3 Tanggapan Responden Terhadap Brand Equity Smartphone Nokia .... 138

4.3.1 Dimensi Brand Loyalty ... 138

4.3.2 Dimensi Brand Awarness ... 140

4.3.3 Dimensi Precieved Quality ... 142

4.3.4 Dimensi Brand Associations ... 144

4.3.5 Dimensi Other Proprietary Brand Assets ... 146

4.3.6 Rekapitulasi Dimensi Brand Equity ... 148

4.4 Model Analsis Kinerja Viral Marketing terhadap Brand Equity Smartphone Nokia ... 153

4.5 Implikasi Hasil Penelitian ... 166

4.5.1 Temuan Penelitian Bersifat Teoritis ... 166

4.5.2 Temuan Penelitian Bersifat Empiris ... 168

4.6 Implikasi Hasil Penelitian Kinerja Viral Marketing Terhadap Pendidikan Manajemen Bisnis ... 171

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan ... 175

5.2 Rekomendasi ... 176

DAFTAR PUSTAKA ... 179

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian

Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi mengalami kemajuan yang signifikan sesuai dengan tuntutan era globalisasi. Pada dasarnya teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam meningkatkan kualitas dan taraf kehidupan.Salah satunya adalah telepon seluler (ponsel) yang mempermudah manusia untuk berkomunikasi jarak jauh sehingga dapat mengefisiensikan biaya dan waktu.Ketergantungan manusia yang tinggi terhadap ponsel menjadikan ponsel tidak lepas peranannya dalam aktivitas kehidupan manusia.

Letak Geografis Indonesia yang berupa kepulauan menjadi dukungan utama atas besarnya potensi usaha dibidang telekomunikasi khususnya dalam pemasaran ponsel.Kondisi tersebut merupakan pasar yang potensial bagi vendor-vendor ponsel untuk memasarkan ponsel produksinya. Selain itu, Jumlah

penduduk yang besar turut membantu tumbuhnya industri telekomunikasi di Indonesia.

Perkembangan teknologi turut mendorong vendor-vendor ponsel untuk menciptakan smartphone yang lebih multifungsi dibandingkan dengan feature phone yang hanya memiliki fitur dasar sebuah ponsel. Perkembanagn tersebut

(10)

pengalaman(experience) yang menarik dan memberikan kemudahan dalam menggunakan ponsel.

Hasil penelitian yang terdapat dalam Asia Media Journal, mendapatkan temuan dari beberapa negara Asia dimana penggunaansmartphone telah berhasil melampaui penggunaanfeature phone. Studi tersebut mencatat Singapura, Korea, Hong Kong, dan Taiwan memiliki persentase pengguna smartphonemelebihi 50%. Cina sebagai pangsa pasar terbesar meiliki persentase pengguna smartphone sebesar 42%. Indonesia sendiri hanya memiliki persentase19% pengguna smartphone, dibandingkan pengguna feature phone sebesar 81% sebagaimana

dipaparkan dalam Gambar 1.1.

Sumber: Modifikasi www.asiamediajournal.com (akses pada 9 Januari 2013, 13:34)

72 67

58 51 52

30 28 27 26 25 19

10

28 33

42 49 48

70 72 73 74 75 81

(11)

GAMBAR 1.1

PERSENTASE KEPEMILIKAN PONSEL BERDASARKAN TIPE PADA RENTANG USIA 16-64 TAHUN PADA TAHUN 2012

Berdasarkan Gambar 1.1 jumlah penggunaan smartphone di Indonesia masih sedikit apabila dibandingkan dengan negara Asia lainnya.Indonesia hanya memiliki satu per lima dari total pengguna ponsel secara keseluruhan. Hal tersebut menunjukan bahwa adaptasi akan pertumbuhan smartphone di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan negara lainnya yang berada di kawasan Asia.Namun pada tahun 2012 pertumbuhan pengguna smartphone mengalami kenaikan yang signifikan apabila dibandingan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dikutip dari InMobi.com sebagai perusahaan periklanan mobile,pada Mei 2012 di Indonesia tercatat pasar smartphone mengalami kenaikan sebesar 123% dibandingkan dengan pertumbuhan feature phone yang hanya mengalami kenaikan sebesar 93%. Sedangkan badan riset GfK melaporkan sekitar 7,7 juta unit smartphone yang bernilai USD 2,4 milyar, terjual pada kuartal pertama 2012. Indonesia merupakan pasar terbesarnya dengan menyumbangkan sekitar USD 1,4 milyar di kuartal pertama 2012.Kenaikan tersebut dikarenakan banyaknya penetrasi pasar yang dilakukan oleh beberapa vendor ponsel yang bersaing seperti Nokia, Blackberry, Samsung, Apple, Sony, LG dan vendor-vendor lainnya.

(12)

Galaxy Series. Tahun 2012 merupkan pertama kalinya bagi Nokia tidak berada dalam posisi pertama untuk pengiriman ponsel selama setahunsejak tahun 1998.

Laporan International Data Corporation (IDC) pada kuartal empat tahun 2012, market shareSamsung dan Apple masing-masing memiliki market share sebesar 29% dan 21,8%. Posisi ketiga, Huawei memiliki persentase sebesar 4,9%. Posisi keempat dan kelima ditempati oleh Sony dan ZTE dengan masing-masing 4,5% dan 4,3%. Sedangkan Nokia dan RIM tidak mampu menempati lima besar daftar penjualan smartphone. Rincian lengkap tersaji dalam Tabel 1.1 berikut:

TABEL 1.1

MARKET SHARE PENJUALAN SMARTPHONE GLOBAL PADA KUARTAL 4 TAHUN 2011 DAN 2012

VENDOR

MRKET SHARE SHIPMENT (IN MILLIONS)

YEAR- OVER-YEAR CHANGE

Q4 2011 Q4 2012 Q4 2011 Q4 2012

Samsung 22,5% 29,0% 36,2 63,7 76,0%

Apple 23,0% 21,8% 37,0 47,8 29,2%

Huawei 3,5% 4,9% 5,7 10,8 89,5%

Sony 3,9% 4,5% 6,3 9,8 55,6%

ZTE 4,0% 4,3% 6,4 9,5 48,4%

Other 43,1% 35,5% 69,2 77,8 12,4%

TOTAL 100,0% 100,0% 160,8 219,4 36,4%

Sumber: Modifikasi www.idc.com (akses pada 3 Februari 2013, 01:17)

Berdasarkan Tabel 1.1 Nokia tidak tercantum ke dalam lima besar market share sebagai vendor terbesar di dunia. Penurunan posisi Nokia dalam market

share smartphone dunia tidak lain karena tingginya persaingan antar vendor

dalam inovasi produk. Salah satu penyebabnya adalah mulai beralihnya dukungan developer penyedia aplikasi terhadap sistem operasi Symbian yang diusung

(13)

mampu memikat perhatian para konsumen sekaligus menempatkan posisinya hanya di kategori others.

Tren peralihan sistem operasi smartphone juga terjadi di pasar Indonesia, sistem operasi Symbian mulai ditinggalkan oleh penggunannya. Perpindahan pengguna Symbian OS berkaitan dengan konsumen yang mulai mengadopsi sistem operasi lain yang dirasa lebih memenuhi kebutuhan, gaya hidup dan tren yang sedang terjadi di kalangan masyarakat. Market share terhadap sistem operasi oleh pengguna di Indonesia dapat dilihat pada Gambar 1.2.

Sumber: Modifikasi www.businessweek.com (akses pada 6 Januari 2013, 23:02)

GAMBAR 1.2

MARKET SHARE SMARTPHONE BERDASARKAN SISTEM OPERASI DI INDONESIAPADA TAHUN 2012

(14)

media. Sedangkan Andorid OS memiliki kelebihan open source dan iOS yang unggul di sektor entertainment dan eksklusifitas.

Penurunan yang dialami Nokia tdak hanya berdampak pada penjualan saja tapi penurunan lainnya dapat dilihat dari berkurangnya pengguna yang mengakses internet melalui Symbian OS. Tahun 2009 merupakan puncak kesuksesan Nokia di ranah smartphone, dimana platform Nokia memiliki jumlah pengguna aktif yang dominan dibandingkan sistem operasi lainnya. Ada pun data penurunan penggunaan akses internet tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.3 yang didapatakan melalui survei yang dilakukan oleh gs.statcounter.

(15)

GAMBAR 1.3

TOP SISTEM OPERASI DI INDONESIA PADA AGUSTUS 2009-JANUARI 2013

Berdasarkan Gambar 1.3 pengguna smartphone Nokia berangsur turun dari tahun ke tahun. Survei yang dilakukan oleh gs.statcounter tersebut merupakan survei dari pengakses internet yang didasarkan penggunaan mobile browser di masing-masing smartphone. Data tersebut memperlihatkan bahwa

aktifitas pengguna Nokia terus mengalami penurunan sedangkan pesaingnya naik secara signifikan. Dapat disimpulkan penurunan aktifitas akses internet yang terjadi pada Nokia ditimbulkan dari kebiasaaan pengguna yang mulai mengikuti tren sistem operasi global. Masalah tersebut dapat terjadi karena besarnya penetrasi perangkat sistem operasi lain yang lebih murah dan yang memiliki kemampuan yang sesuai kebutuhan konsumen.

Persaingan yang terjadi diantara para vendor ponsel tersebut tidak hanya membuat Nokia mengalami penurunan pangsa pasar saja tetapi membuat brand index smartphone Nokia turun.Pada Tabel 1.2 dapat diketahui bahwa Nokia baik

brand maupun peringkatnya terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

(16)

TABEL 1.2

TOP BRAND INDEX(TBI) KATEGORI SMARTPHONE PADA TAHUN 2010-2012

MEREK TAHUN PERINGKAT

2010 2011 2012 2013 2010 2011 2012 2013

Nokia 72,0% 39,7% 37,9% 37,0% 1 2 2 2

Blackberry 4,3% 41,5% 40,7% 39,0% 2 1 1 1

Samsung 3,3% 5,3% 6,6% 11,1 4 3 3 3

Sony 4,3% 3,3% 3,6% - 3 4 4 -

Merek Lain 16,1% 10,2% 11,2% - - - - -

Sumber: Modifikasi dari www.topbrand-award.com(akses pada; 6 Februari 2012, 23:10)

Pada Tabel 1.2 memperlihatkan merek-merek smartphone terbaik menurut perhitungan TBI.Perhitungan yang dilakukan oleh TBItersebut mengacu pada tiga variabel yang terdiri darimind share yang menunjukkan kekuatan merek di dalam benak konsumen dari kategori produk masing-masing. Variabel kedua market share menunjukkan kekuatan merek di pasar tertentu dalam hal perilaku

pembelian aktual konsumen. Variabel ketiga, commitmen share menunjukkan kekuatan merek dalam mendorong konsumen untuk membeli merek yang di masa depan. Dengan kata lain peran brand pada smartphone Nokia sudah tidak lagi mampu mempengaruhi kosumen untuk menggunakan produk Nokia.

Penurunan lain yang dialami Nokia yakni brand share sebagai perusahaan smartphone. Penurunan tersebut mengingat Nokia memproduksi ponselnya secara

multi brand, dimana tidak hanya smartphone saja yang dibuat, tetapi fature

phoneseperti seri Asha dan Xpressmusic dipasarkansecara bersamaan. Dengan

(17)

Balckberry dan Apple. Ada pun daftar brand share smartphonemenurut Indonesian Customer Satisfaction Award (ISCA) tertampil pada Tabel 1.3.

TABEL 1.3

BRAND SHARE SMARTPHONE MENURUT ICSAINDEX PADA TAHUN 2010-2012

MEREK BRAND SHARE PERINGKAT

2010 2011 2012 2010 2011 2012

Blackberry 24,1% 22,% 39,3% 1 1 1

Nokia 49,1% 49,4% 35,0% 3 2 2

Samsung 5,7% 7,5% 11,2% 5 3 3

Iphone 3,6% 1,9% 2,4% 2 6 4

Sony 8,0% 6,0% 2,1% 4 - 5

Nexian 4,7% 6,8% 3,9% 6 5 6

Cross x 2,1% x 4 7

Sumber: Modifikasi Majalah SWA XXVI 4-13 Oktober 2010, SWA XXVIII 8-21 November 2012

Tabel 1.3 memperlihatkan pada periode 2010 dan 2011 merek Nokia memiliki popularitas hampir setengah dari brand sharesmartphone yang dipasarkan di Inonesia. Pada tahun 2012brand share Nokia terus mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini disebabkan oleh perubahan kebijakan Nokia untuk beralih ke Windows Phone dan berhenti menggunakan Symbian OS untuk jajaran smartphone. Penyebab lainnya adalah menguatnya smartphonemerek Balckberryyang menjadi tren bersosial di Indonesia. Dimana fitur-fitur Balckberry tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang sering berinteraksi di media sosial.

(18)

diantaranya memiliki ponsel yang mampu digunakan untuk berinternet. Ketersediaan perangkat internet yang lebih baik mendorong penggunaan media digital di Indonesia dan membawa perubahan yang signifikan terhadap cara konsumen menggunakan media, terutama untuk menambah multitasking terhadap konsumsi media. Sebesar 55% orang di Indonesia menggunakan dua atau lebih media dalam waktu yang bersamaan. Selain itu,Sebesar 45% mengakses internet dan menonton televisi secara serentak.Hasilnya, 38% responden mengaku memakai smartphone.Dari jumlah tersebut, 41% responden masih menggunakan merek Nokia.Sementara itu.BlackBerry memiliki presentase sebanyak 21% dan Samsung sebesar 9%.

(19)

internet berusia di atas 15 tahun. (sumber: http://bisnis-pulsa.net diakses 8 Januari 2012, 14:49).

Adaptasi media sosial di Indonesia yang sedang mengalami peningkatan signifikan ini, hendaknya dimanfaatkan oleh pelaku industri untuk menguatkan mereknya dipasaran. Seperti yang dijelaskan oleh Evelyne seorang marketing dari Toyota mengatakan WOM mempengaruhi keputusan konsumen, dimana WOM makin subur karena didukukng oleh teknologi sehingga munculah media sosial, setiap orang bisan mencari info, berkomentar baik atau buruk dan bahkan merekomendasikan ke orang lain. Dimana media sosial sangat membantu sebagai agen WOM dalam menyebarkan awarness terhadap sautu program. (sumber: SWA XXVI 20 Desember-5 Januari 2011)

(20)

Sumber: Modifikasi Majalah SWA XXVIII 24 Mei - 6 Juni 2012

GAMBAR 1.4

WORD OF MOUTH INDEX (WOMI) KATEGORI PALING BANYAK DIBICARAKAN PADA TAHUN 2012

Gambar 1.4 memperlihatkan bahwa sebanyak 52% WOM yang terjadi antar masyarakat memperbincangkan seputar gadget sebagai topik pembicaraan. Hal tersebut berkaitan dengan pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi di tengah masyarakat. Nokia sebagai salah satu vendor smartphone yang sedang mengalami kemunduran sebaiknya memanfaatkan situasi tersebut dengan mengarahkan suatu buzz untuk menciptakan awarnessbagi produknya.

Dalam Swanepoel et.al (2009:3), Thomas (2004) dalam mendefinisikan buzz marketing sebagai penguatan usaha-usaha pemasaran oleh pihak ketiga

melalui pengaruh mereka yang dapat bersifat pasif ataupun aktif. Sedangkan istilah word of mouse karena kekuatan dibalik konsep viral marketing terletak pada pengaruh kekuatan komunikasi dari mulut ke mulut diantara individu-individu yang menggunakan media elektronik.

(21)

Melihat kebiasaan konsumen Indonesia yang banyak menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi, akses internet menjadi cara yang paling murah untuk digunakan untuk kegiatan tersebut. Selain itu penyampaian informasi seputar produk yang ditawarkan dapat dilakukan semenarik mungkin.Dampaknya tren penggunaan smartphone sebagai alternatif media komunikasi tersebut juga ikut meningkat.Hal tersebut tentu saja dilakukan mengingat smartphone memiliki fitur yang unggul dalam akses internet.Pola komunikasi masyarakat ikut berubah seiring dengan perkembangan teknologi yang yang dapat dinikmati dimana saja (mobile).

Salah satu kesuksesan produk di pasaran adalah karena ekuitas merek yang melekat kuat pada benak masyarakat.Salah satu penyebab turunya ekuitas merek adalah inovasi yang terkesan lambat dan kurang efektifnya komunikasi pemasaran yang dilakukan kepada konsumen.Komunikasi yang dilakukan sebaiknya tidak hanya sekedar promosi di media cetak dan elektornik saja tetapi harus mencakup media-media yang menjadi tren masyarakat, salah satunya adalah media sosial.Nokia dirasa kurang gencar dalam melakukan mediasi pada media ini, hal ini dapat ditunjukan pada Tabel 1.4.

TABEL 1.4

INDONESIAN MOST FAVORABLE BRANDS IN SOCIAL MEDIA PADA TAHUN 2012

Merek Volume Page Rank Socia Media Brand Score

Kategori Atribut 2010 2011 2012 2010 2011 2012 2010 2011 2012

Samsung X 17.930 X 2.932 x 8 Canggih, lifestyle, lengkap, elegan, favorit Blackberry 30314 8.996 2508 3.055 26 8

(22)

Sumber: Majalah SWA XXVI 9-19 Desember 2010, SWA XXVII/15-28 Maret 2012

Tabel 1.4 memperlihatkan bahwa pada tahun 2012 Samsung terpilih menjadi most favorable brands in Indonesisa, sedangkan Nokia hanya mampu menempatkan di posisi ke empat. Kurangnya buzz yang diciptakan Nokia menjadikan hegemoni akan produk yang dikeluarkannya kurang menarikbagi konsumen. Hal tersebut membuktikan bahwa Nokia kurang mampu bersaing untuk menjadi brand terfavorit di media sosisal.Padahal sosial media merupakan bagian dari marketing tool dan touch point yang dapat memudahkan produsen untuk berkomunikasi dengan konsumennya.Selain dari itu media sosial sarana komunikasi interaktif serta dapat memberikan informasi seputar produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Pada Indonesian net promoter and emotional value pada Tabel 1.5 kategori smartphone, Nokia hanya menempati peringkat ke lima. Dengan kata lain pengalaman konsumen akan customer experinece Nokia masih kurang mampu memberikan kepuasan bagi konsumennya.

TABEL 1.5

INDONESIAN NET PROMOTER AND EMOTIONAL VALUE KATEGORI SMARTPHONEPADA TAHUN 2012

Merek Peringkat Detactor Passsive Promoter NPS

Net Eotional

Value

Iphone 1 20,20% 49,54% 30,26% 10,06% 1,775%

Samsung 2 16,00% 59,43% 24,57% 8,57% 1,034%

Blackberry 3 23,26% 47,09% 29,65% 6,40% -0,301%

Sony 4 30,00% 37,50% 32,50% 2,50% -0,329%

Nokia 5 36,36% 25,00% 38,64% 2,27% -0,168%

(23)

Atas dasar penurunan ekuitas merek tersebut Nokia berusaha untuk menjaga mereknya untuk tetap dipercaya masyarakat sebagai vendor yang bagus dalam memproduksi smartphone.Salah satu upaya yang ditempuh yakni melalui viral marketing. Dengan cara tersebut digunakan meningkatkan kesadaran merek

Nokia sebagai produsen smartphone yang terpercaya yang pada akhirnya ekuitas mereknya dapat meningkat kembali.

Datta (2005:72) mengemukakan:

Viral marketing refers to marketing techniques that seek to exploit pre-exciting social networks to produce exponensial increase in brand-awarness, through processes similar to the spread of an epidemic. An epidemic is a widespread disease that affects many individuals in a population. An epidemic may be local and be global. On the internet viral marketing message to other sites or user, creating a potentially

exponential growth (like virus) in the message’s visibility and effect. Berdasarkan pernyataan Datta, dapat diartikan bahwa viral marketing mengacu pada teknik pemasaran yang berusaha untukmengeksploitasi jaringan sosial yang menarik untuk menghasilkan peningkatan exponensial dalam kesadaran merek, melalui proses yang mirip dengan penyebaran epidemi. Epidemi adalah penyakit yang meluas yang mempengaruhi banyak individu dalam suatu populasi.Epidemi mungkin bersifat lokal dan bersifat global. Pada pesan internet marketing virus ke situs lain atau pengguna, membuat pertumbuhan eksponensial

berpotensi (seperti virus) di visibilitas pesan dan efek.

(24)

merek. Sementara media tradisional memiliki dampak yang kuat pada kesadaran merek, komunikasi media sosial sangat mempengaruhi citra merek.

Menurut Saristava & Shocker (1991) dalam Fandy Tjiptono (2008:259) menyebutkan dimana Brand Value, tof of mind brand dan advertising awarness sangat berkaitan dengan dengan ekuitas merek. Dari ketiga faktor tersebut, Nokia mengalami penurunan yang dapat berdampak terhadap menurunkan ekuitas mereknya. Melihat fenomena yang terjadi pada konsumen Indonesia, Nokia mulai mengatur strategi supaya konsumen tetap loyal.Adapun kegiatan komunikasi yang digunakan Nokia untuk memikat konsumennya adalah melalui viral marketing. Hal tersebut dilakukan mengingat cara seperti itu penyebaran berita dapat lebih cepat diterima oleh masyarakat serta meciptakan awarness yang kuat. Ada pun media yang dipilih Nokia dalam melakukan viral marketing yakni dapat dilihat pada Tabel 1.6

TABEL 1.6

KEGIATAN VIRAL MARKETING PADANOKIA

Media Viral Marketing Nokia

YouTube

1. Memberikan informasi seputar produk dan acara yang digelar oleh Nokia.

2. Mengiklankan produk terbaru Nokia

Twitter: @nokianesia @NokiaIndo nesia @nokiatips

1. Memberikan informasi mengenai update software, compare dengan produk lain dan aplikasi baru.

2. Memberikan informasi seputar harga, spesifikasi, teknisi dan informasi yang berkaitan dengan Nokia.

3. Memberikan tips harian mengenai cara menggunakan smartphone Nokia baik untuk Symbian maupun Windows Phone

facebook.co m/NokiaIndo nesia

1. Memberikan informasi terkini seputa produk, update software, spesifikasi produk, kerjasama, kuis, dan aplikasi yang menarik .

Blog

1. Nokia.co.id, blog.nokia.com memberika informasi seputar Nokia, update dan tips aplikasi menarik.

2. Indonesiabermain.com berisikan tentang event yang dilakukan di Indonesia khususnya di Bandung.

(25)

bekerjasama dalam pengembangan software Nokia.

4. Nokiafanboy.com, Teknokiablog.com, Nokianesia.blogspot.com mengadakan lomba, memberikan tips aplikasi, update aplikasi dan berita seputar Nokia.

Sumber: Diadaptasi oleh peneliti dari berbagai sumber

Berdasarkan Tabel 1.6, Nokia terus berupaya untuk mengkomunikasikan segala bentuk inovasi yang bertujuan untuk menarik hati para konsumen. Media-media sosial tersebut merupakan salah satu dari beberapa Media-media yang sedang digemari oleh masyarakat luas.Masing-masing media memiliki daya tarik tersendiri semisal Youtube yang menampilkan cuplikan video dengan kemasan yang menarik. Twitter memiliki akses yang cepat untuk disampaikan kepada masyarakat sedangkan Facebook dan Blog memiliki fitur yang lengkap dengan dukungan video, gambar, teks dan juga link website.

Penelitian ini dilakukan kepada anggota dari FanPage Facebook Nokia Indonesia. Alasan utamnya karena Facebook merupakan salah satu media viral marketing yang memiliki banyak fitur seperti berbagai link video, teks, blog, chat

maupun gambar sharing. Dengan kata lain Facebook merupakan salah satu media sosial lengkap dalam untuk melakukan strategi viral marketing.

Berdasarkan uraian fenomena tersebut, penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian mengenai permasalahan yang dihadapi oleh vendor ponsel khususnya smartphone pada produk Nokia. Adapun judul penelitian yang diambil oleh penulis tentang: Analisis Kinerja Viral Marketing Terhadap Brand Equity(Survei pada Komunitas Smartphone Nokia Indonesia di Jejaring

Sosial Facebook).”

(26)

Tingginya tingkat persaingan dalam industri smartphone pada saat ini, telah mendorong para vendor untuk membuat produk yang mengusung teknologi paling mutakhir. Pengadopsian teknologi yang dinikmati oleh masyarakan tidak terlepas dari penyebaran informasi yang capat dan mudah diakses. Perubahan cara berkomunikasi masyarakat yang mulai merambah ke dunia digital, turut dimanfaatkan vendor ponsel sebagai sarana komunikasi antara perusahaan dengan calon konsumen untuk memberikan informasi terkait produk yang akan pasarkan. Untuk itu vendor ponsel harus mengefektifkan komunikasi agar pesan yang disampaikan sesuai dengan tujuan perusahaan. Kejelasan informasi yang didapatkan konsumen dapat menciptakan suatu viral marketing yang secara aktif dapat mempengaruhi konsumen lain tertarik untuk menggunakan suatu produk. Kepuasan tersebut berdampak positif teharadap ekuitas suatu merek dan menjadikan merek tersebut kuat di benak masyarakat.

Nokia sebagai vendor smartphone terbesar terus mengalami penuruan market share secara signifikan.Persaingan yang kompetitif diantara vendor

smartphone terus mendorng Nokia untuk terus berinovasi dengan memperlihatkan

keunggulan yang lebih dibandingkan dengan para kompetitornya.Namun tidaklah mudah menyusun strategi untuk menciptakan suatu tren yang dapat diterima oleh masyarakat.Nokia harus mengatur strategi yang tepat untuk meminimalisir penurunan market share yang berdampak pada menurunnya brand equity smartphone Nokia sekaligus menciptakan tren baru di masyarakat. Berdasarkan

(27)

Meningkatnya persaingan antar vendor smartphone di Indonesia dikarenakan inovasi yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.Brand quity Nokia pada saat ini sedang mengalami penurunan dari tahun ke tahun sebagai akibat dari mulai beralihnya konsumen pada sistem operasi lain . Untuk itu perlu adanya viral marketing yang secara intens dan menarik yang diikuti dengan sejumlah inovasi yang diaplikasikan pada setiap produk. Dampaknya konsumen akan lebih memilih produk sesuai dengan informasi terpercaya yang mereka terima, sehingga ekuitas merek Nokia dapat kembali kuat.

1.3Rumusan Masalah

Berdasarakan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini anatara lain:

1. Bagaimana tanggapan responden mengenaikinerja viral marketing pada smartphone Nokia

2. Bagaimana tanggapan responden mengenai brand equity smartphone Nokia 3. Seberapa besar pengaruh kinerja viral marketing terhadap brand equity

smartphone Nokia

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini mengacu kepada rumusan masalah, yakni: 1. Memperoleh temuan mengenai kinerja viral marketingpada smartphone Nokia 2. Memperoleh temuan mengenai brand equitysmartphone Nokia.

3. Memperoleh temuan seberapa besar pengaruh kinerja viral marketing terhadap brand equitysmartphone Nokia.

1.5 Kegunaan Penelitian

(28)

1. Bagi penulis, penelitian ini berguna bagi penulis agar dapat memahami secara akademis bagaimana pengaruh kinerja viral marketing terhadap brand equity smartphone Nokia

2. Hasil dari penelitian ini diharapakan dapat menambah wawasan dan menjadi sebuah sumbangan pemikiran dalam pengembangan ilmu ekonomi khususnya manajemen pemasaran dalam bidang kinerja viral marketing yang berpengaruh terhadapbrand equity smartphonemereksmartphone Nokia. Dengan demikian penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi para akademisi dalam pengembangan teori pemasaran.

(29)

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan menggunakan pendekatan manajemen pemasaran khususnya mengenai viral marketing terhadap brand equity smartphone Nokia. Objek penelitian menurut Sugiyono (2013:38)yaitu suatu

atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Adapun yang menjadi objek penelitian sebagai variabel bebas (X) adalah kinerja viral marketing yang terdiri dariinformation spreading, increase competitiveness, credibility of information dan decision-making.

Sedangkan yang menjadi variabel terikat (Y) adalah brand equity yang terdiri daribrand loyalty, brand awarness, precieved quality, brand associations dan other proprietary brand asset. Adapun subjek yang akan dijadikan sebagai

responden dalam penelitian ini yaitu komunitas pengguna smartphone pada FanPage Nokia di jejaring sosial Facebook, maka hal-hal yang dianalisis adalah

yang berhubungan dengan pengaruh kinerja viral marketing terhadap brand equity.

(30)

panjang. Seperti yang dikemukakan oleh Asep Hermawan (2009:89) suatu penelitian yang datanya dikumpulkan sekaligus, merupakan hasil sekali bidik (one snapshot) pada satu saat tertentu disebut dengan penelitian cross sectional.

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Jenis dan Metode Yang Digunakan

Jenis penelitian yang dilakukan berdasarkan tujuan penelitian yakni dengan menggunakan penelitian deskriptif dan verifikatif. Menurut Suharsimi Arikunto (2010:8) mengungkapkan:

penelitian deskriptif ialah penelitian yang bertujuan untuk memperoleh deskriptif tentang ciri-ciri variabel. Sedangkan sifat penelitian verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran suatu hipotesis yang dilakukan melalui pengumpulan data dilapangan.

Penelitian deskriptif bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh kinerjaviral marketing terhadap brand equitysmartphone Nokia. Sedangkan penelitian verfikatif ditujukan untuk menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang dibuktikan melalui pengumpulan data-data yang ada di lapangan. Dengan demikian penelitian verifikatif tersebut ditujukan untuk menguji pengaruh kinerja viral marketing terhadap brand equity smartphone Nokia.

(31)

lisan maupun secara tertulis.

Adapun survei yang dilakukan untuk memperoleh informasi dari sebagian populasi (responden) dikumpulkan secara langsung ditempat kejadian dimaksudkan untuk mengetahui pendapat dari responden mengenai objek yang sedang diteliti.

3.2.2 Operasionalisasi Variabel

Pengertian variabel menurut Sugiyono (2013: 38) adalahsesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan.Sesuai dengan judul skripsi yaitu : “Analisis Kinerja Viral Marketing Terhadap Brand EquitySmartphone Nokia “, maka terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu

:

1. Variabel Independent adalah suatu variabel tidak terikat atau bebas dimana keberadaannya tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, bahkan variabel ini merupakan faktor penyebab yang akan mempengaruhi variabel lainnya. Viral marketing diindentifikasi sebagai variabelindependent (X) yang terdiri dari information spreading, increase competitiveness, credibility of information dan decision-making.

(32)

brand associations dan other proprietary brand asset.

Untuk lebih jelasnya, operasionalisasi variabel dijabarkan sebagai berikut :

TABEL 3.1

(33)
(34)
(35)
(36)

Variabel

Sumber: Berdasarkan hasil pengolahan data 2013

3.2.3 Jenis dan Sumber Data

(37)

untuk menjawab masalah atau tujuan penelitian yang dilakukan dalam penelitian eksploratif, deskriptif maupun kausal dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa survei ataupun observasi. Sumber data primer yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang disebarkan kepada responden yang dapat mewakili keseluruhan populasi dari data penelitian melalui survei pada komunitas smartphone Nokia Indonesia di jejaring sosial Facebook.

b. Data sekunder merupakan struktur data historis mengenai variabel-variabel yang telah dikumpulkan dan dihimpun sebelumnya oleh pihak lain. Sumber data sekunder dalam penelitian ini didapatkan dari sejumlah data-data yang sudah ada melalui akses internet dengan mengunjungi sejumlah situs maupun dokumen perusahaan, aritkel, literatur dan situs-situs yang berhubungan dengan penelitian.

Secara lebih jelasnya mengenai data yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti mengumpulkan dan menyajikan dalam Tabel 3.2 berikut ini :

TABEL 3.2

JENIS DAN SUMBER DATA

Data Penelitian Sumber Data Jenis Data

Persentase Kepemilikan Ponsel Berdasarkan Tipe Pada Rentang Usia 16-64 Tahun pada Tahun 2012

www.asiamediajournal.com (akses pada 9 Januari 2013,

13:34) Sekunder

Market Share Penjualan Smartphone Global pada Kuartal 4 Tahun 2011 Dan 2012

www.idc.com (akses pada 3

Februari 2013, 01:17) Sekunder Market Share

SmartphoneBerdasarkan Sistem Operasi Di

www.businessweek.com (akses pada 6 Januari 2013, 23:02)

(38)

Indonesia Tahun 2012 Top Sistem Operasi Di Indonesia Pada Agustus 2009-Januari 2013

Majalah SWA XXVIII 8-21 November 2012

(Womi) Kategori Paling Banyak Dibicarakan pada Tahun 2012

Modifikasi Majalah SWA XXVIII 24 Mei - 6 Juni

Majalah SWA XXVII/15-28 Maret 2012

Sekunder

Indonesian Net Promoter And Emotional Value Kategori Smartphone pada Tahun 2012

Majalah SWA XXVIII 6-19

Desember 2012 Sekunder

Kegiatan Viral Marketing padaNokia

Diadaptasi oleh peneliti

dari berbagai sumber Sekunder Jumlah Populasi pada

Fan Page Facebook Komunitas Smartphone Nokia

Sekunder Sumber: Hasil pengolahan data 2010, 2012 dan 2013

3.2.4Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel

3.2.4.1 Populasi

(39)

kesimpulannya.Sedangkan menurut Asep Hermawan (2009:145) Populasi berkaitan dengan seluruh kelompok orang, peristiwa, atau benda yang menjadi pusat perhatian peneliti untuk diteliti.

Berdasarkan definisi populasi di atas maka populasi dalam penelitian ini adalah komunitas smartphone Nokia Indonesia di fanpage facebook yang berjumlah 534.395 orang subscribers (per 7 Maret 2013).

3.2.4.2 Sampel

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:131), Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sedangkan menurut Asep Hermawan (2009:147) samapel merupakan suatu bagaian (subset) dari populasi. Penertian lainnya dijelaskan oleh Sugiyono (2013:81) yang menyatakan bahwa: Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Hal ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Dalam penelitian ini agar memperoleh sampel yang representatif, maka setiap subjek populasi diharapkan untuk memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Dalam penelitian ini tidak keseluruhan dari total populasi akan penulis teliti karena memiliki karakterisitik yang cenderung sama dan bersifat homogen. selain itu ada beberapa faktor yang dapat dijadikan alasan, diantaranya:

1. Keterbatasan biaya 2. Keterbatasan tenaga

3. Keterbatasan waktu yang tersedia

(40)

maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi, untuk itu sampel dari populasi harus benar-benar reprsentif (mewakili).

Adapun rumus yang digunakan untuk mengambil suatu sampel dari sebuah populasi ialah dengan menggunakan rumus Slovin dalam Husein Umar (2008:141), yakni ukuran sampel yang merupakan perbandingan dari ukuran populasi dengan presentasi kelongaran ketidaktelitian, karena dalam pengambilan sampel dapat ditolerir atau diinginkan. Dalam pengambilan sampel ini digunakan taraf kesalahan sebesar 10%. Adapun rumus yang digunakan yaitu sebagai berikut:

2

1 Ne N n

 

Dimana :

n = Ukuran Sampel N = Ukuran populasi

e = Kelonggaran ketidaktelitian karen kesalahan sampel yang dapat ditolerir

Perhitungan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: N =534.395 α= 0,1

Maka diperoleh:

= 534.395

1 + 534.395 (0,1)2 =

534.395

(41)

ukuran sampel ( ) sebanyak 100.

3.2.4.3 Tekhnik Penarikan Sampel

Tekhnik sampling merupakan suatu cara yang digunakan dalam pengambilan sampel yang ditujukan untuk memperoleh nilai karakterisitik perkiraan dari sampel yang digunakan dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2013:81) “teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel”.Suharsimi Arikunto (2010:111) “teknik penarikan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi sebagai contoh atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya”.Dapat disimpulkan bahwa teknik sampling merupakan teknik penarikan sampel yang dapat mewakili secara secara keseluruhan dari populasi yang akan diteliti.

Menurut Asep Hermawan (2009:150) penarikan sampel probabilitas merupakan suatu prosedur obyektif yang dalam hal ini probabilitas pemilihan diketahui terlebih dahulu untuk setiap unit atau elemen populasi. Setiap elemen memiliki peluang atau probabilitas yang sama untuk dipilih sebagai sampel, sedangkan penarikan sampel non-probabilitas merupakan suatu prosedur subjektif yang dalam hal ini kerangka sampelnya tidak tersedia. Setiap elemen populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.

Beberapa metode sampling probabilitas menurut Asep Hermawan (2009:150) yaitu simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, dan systematic sampling.Sedangkan metode sampling non probabilitas

(42)

simplerandom sampling atau pengambilan sampel secara acak. Metode penarikan

acak sederhana merupakan suatu prosedur yang memungkinkan setiap elemen dalam populasi akan memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel (Asep Hermawan, 2009:150). Sedangkan menurut Sugiyono (2013:82) dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Penggunaan teknik simple random sampling ini dikarenakan subjek yang menjadi subjek penelitian

dianggap homogen dan memiliki hak yang sama.

3.2.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik Untuk memperoleh data mengenai objek penelitian, peneliti menggunakan metode sebagai berikut :

1. Studi Kepustakaan

Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder yang akan digunakan menjadi landasan teori masalah yang diteliti. Dalam kepustakaan ini penulis membaca dan mempelajari buku-buku, literatur,webiste, dan materi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Hal tersebut ditujukan untuk memperoleh informasi serta gambaran yang jelas mengenai masalah yang diteliti.

2. Kuesioner

(43)

laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Kuesioner yang penulis sebarkan berisi pertanyaan yang dapat dijadikan sebagai pengukuran dari indikator-indikator baik variabel X (kinerja viral marketing) maupun varibel Y (brand equity) yang ditujukan untuk komunitas pengguna smartphone Nokia Indonesia di Jejaring Sosial Facebook. Langkah-langkah

yang ditempuh dalam penyususnan angket antara lain:

a. Menyusun daftar pertanyaan.

b. Merumuskan item-item pertanyaan serta alternatif jawabannya. Jenis instrumen yang digunakan dalam angket merupakan instrumen yang bersifat tertutup, dimana setiap pertanyaan yang tertulis disertakan alternatif jawaban, sehingga responden hanya memilih alternatif dari jawaban yang telah disediakan.

c. Menetapkan pembeian skor untuk setiap item pertanyaan. 3. Studi literatur

Studi literatur adalah kegiatan pengumpulan informasi terkait teori maupun uraian yang berhubungan dengan masalah serta variabel yang diteliti. Adapun dalam pelaksanaannya studi literatur ini didapatkan dari berbagai sumber seperti perpustakaan di beberapa univesitas (UPI, Widyatama, Unpad, IM Telkom, Unpar), Skripsi, Jurnal, majalah serta website.

3.2.6 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas

(44)

pengujian dilakukan menggunakan program Statistical Product for Service Solutions (SPSS) 21.0for Windows.

3.2.6.1 Hasil Pengujian Pengujian Validitas

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:168) mengemukakan bahwa definisi validitas ialah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instumen. Suatu instrument yang valid atau sahih berarti memiliki validitas yang tinggi. Sebaliknya jika instrument yang kurang valid maka validitas tersebut rendah. Selain itu menurut Sugiyono (2013:267) validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada data penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian validitas merupakan kesahihan data yang didapatkan dalam penelitian.

Uji validitas dilakukan untuk menguji sejauh mana butir soal yang diajukan dalam kuesioner valid. Adapun cara ntuk menghitung nilai validitas dalam peneltian ini, peneliti menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment dengan rumus sebagai berikut :

(Sugiyono, 2010:248)

Keterangan:

(45)

= Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y n = Banyaknya responden

Perhitungan validitas item instrumen dilakukan dengan bantuan program Statistical Package For Social Sciences (SPSS) 21 for Windows. Besarnya

koefesien korelasi diinterprestasikan dengan mengunkaan Tabel 3.3 berikut:

TABEL 3.3

INTERPRESTASI BESARNYA KOEFESIEN KORELASI

Interval Koefesien Tingkat Hubungan

Antara 0,700 sampai dengan 1,000 Sangat Tinggi Antara 0,600 sampai dengan 0,500 Tinggi Antara 0,500 sampai dengan 0,400 Agak Tinggi Antara 0,400 sampai dengan 0,300 Sedang Antara 0,300 sampai dengan 0,200 Agak Tidak Tinggi Antara 0,200 sampai dengan 0,100 Tidak Tinggi Antara 0,100 sampai dengan 0,000 Sangat Tidak Tinggi

Sumber : Suharsimi Arikunto (2010:245)

Teknik perhitungan yang digunakan untuk menganalisis tes ini adalah teknik korelasi biasa, yakni korelasi antara skor-skor tes yang divalidasikan dengan skor-skor tes tolak ukurnya dari peserta yang sama. Selanjutnya perlu dijuji apakah koefesien validitas tersebut signifikan terhadap taraf signifikan tertentu, artinya adanya koefesien validitas tersebut bukan karena faktor kebetulan, diuji dengan rumus statistik sebagai berikut:

�= � n−2

1− �2

2 X

2

(46)

Keputusan pengujian validitas menggunakan tarafsignifikasni dengan kriteria sebagai berikut:

1. Nilai t dibandingakan dengan ttabel dengan dk = n-2 dan taraf signifikasni

α=0,05.

2. Jika thitung≥ttabel maka soal tersebut valid.

3. Jika thitung<ttabel maka soal tersebut tidak valid.

Pengujian validitas diperlukan untuk mengetahui apakah instrumen yang

digunakan untuk mencari data primer dalam sebuah penelitian dapat digunakan untuk

mengukur apa yang seharusnya terukur. Dari penelitian ini yang akan diuji adalah

validitas dari kinerja viral marketing sebagai variabel X dan brand equity sebagai

variabel Y. Jumlah pertanyaan untuk Variabel X adalah 10, sedangkan untuk item

pertanyaan Variabel Y berjumlah 14.Adapun untuk jumlah angket yang diuji sebanyak 30

responden dengan tingkat signifikansi sebesar 5% dan derajat kebebasan (df) n-2

(30-2=28) maka didapat nilai rtabel sebesar 0,374. Hasil pengujian validitas dengan

menggunakan program SPSS 21 for Windows disajikan dalam Tabel 3.4.

TABEL 3.4

HASIL PENGUJIAN VALIDITAS KINERJA VIRAL MARKETING

No. Pernyataan thitung ttabel Ket.

KINERJA VIRAL MARKETING

Information Spreading

1 Penyebaran informasi melalui Facebook tepat waktu 0,590 0,374 Valid 2 Penyebaran informasi melalui facebook lebih mudah

diakses dibanding melalui media lainnya

0,410 0,374 Valid

3 Penyebaran informasi melalui facebook lebih fleksibel dibandingkan media cetak

0,412 0,374 Valid

Increase Competitiveness

4 Informasi yang disebar menjadikan smartphone Nokia memiliki daya saing dibanding vendor lain

0,667 0,374

Valid

(47)

Credibility of Information

6 Informasi yang disebarkan dapat dipercaya 0,674 0,374 Valid 7 Informasi yang disebar tersaji sesuai spesifikasi asli

smartphone Nokia

0,643 0,374

Valid

8 Informasi yang disebar disajikan secara lengkap dan jelas

0,820 0,374

Valid

9 Informasi dipercaya dan menjadi acuan dalam

pembuatan keputusan menggunkan smartphone Nokia 0,748 0,374 Valid

10 Informasi yang disebar menarik anda untuk

menggunakan smartphone Nokia 0,731 0,374 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data 2013 (Menggunakan SPSS 21 for Windows)

Tabel 3.4 menunjukan bahwa skor tertinggi yang dijukian pada variabel viral

marketing diperoleh dimensi credibility of information tentang informasi yang disebar

disajikan secara lengkap dan jelas dengan skor sebesar 0,820. Perolehan skor tersebut

menunjukan bahwa hubungan korelasi pada instrumen peranyaan tersebut sangat tinggi.

Sedangkan untuk skor paling rendah diperoleh dimensi information spreading mengenai

penyebaran informasi melalui facebook lebih mudah diakses dibanding melalui media

lainnya dengan skor sebesar 0,410. Dengan demikian hubungan korelasi pada instrumen

tersebut masuk pada kategori agak tinggi atau sedang.

Hasil pengujian instrumen untuk variabel viral marketing dengan menggunkan

program SPSS 21 for Windows menunjukan bahwa saetiap item pertanyaan yang diuji

valid, dikarenakan skor rhitung lebih besar apabila dibandingkan dengan rtabel yang bernilai

0,374.

Pengujian pada variabel viral marketing (X) menunjukan item pertanyaan adalah

valid. Selanjutnya untuk mengetahui validitas dari setiap item pernyataan dalam

(48)

3.5.

TABEL 3.5

HASIL PENGUJIAN VALIDITAS BRAND EQUITY

No. Pernyataan thitung ttabel Ket.

BRAND EQUITY

Brand Loyalty

1 Setia terhadap smartphone merek Nokia 0,649 0,374 Valid 2 Puas menggunakan smartphone merek Nokia 0,652 0,374 Valid 3 Percaya terhadap kualitas dari smartphone merek Nokia 0,777 0,374 Valid 4 Nyaman menggunakan smartphone merek nokia 0,788 0,374 Valid

Brand Awarness

5 Smartphone merek Nokia mudah untuk dikenali 0,725 0,374 Valid 6 Smartphone merek Nokia mudah untuk diingat 0,712 0,374 Valid

Precieved Quality

7 Percaya terhadap kualitas smartphone merek Nokia 0,698 0,374 Valid 8 Harga yang harus dikeluarkan sesuai dengan kualitas

yang didapatkan

0,575 0,374

Valid

9 Desain smartphone merek Nokia menarik 0,739 0,374 Valid

Brand associations

10 Smartphone merek Nokia memiliki penilian yang baik 0,832 0,374 Valid 11 Percaya terhadap setiap jajaran smartphone merek Nokia 0,774 0,374 Valid

Other propreitary brand assets

12 Smartphone merek Nokia Memiliki keunikan tersendiri 0,605 0,374 Valid 13 Smartphone merek Nokia memiliki daya saing 0,719 0,374 Valid 14 Percaya terhadap layanan purna jual 0,539 0,374 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data 2013 (Menggunakan SPSS 21 for Windows)

(49)

hubungan korelasi yang sangat tinggi. Sedangkan untuk nilai terendah terdapat pada

dimensi other propreitary assets mengenai percaya terhadap layanan purna jual kakni

sebesar 0,539 sehingga dapat ditafsirkan bahwa tingkat hubungak korelasinya tinggi.

Hasil uji coba instrumen penelitian dengan mengunakan angket kepada 30

responden untuk baik pada variabel X dan Y yang dibantu dengan menggunkan program

SPSS 21 for Windows menunjukan bahwa item-item dari setiap dimensi yang

diimplementasikan melalui pertanyaan dalam kuesioner adalah valid, dikarenakan skor

dari rhitung lebih besar ( ≥) apabila dibandingkan rtabel.

3.2.6.2 Hasil Pengujian Reliabilitas

Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya. Reliabilitas merupakan salah satu ciri instrumen pengukuran yang baik. Menurut Asep Hermawan (2010:128) menyatakan bahwa reliabilitas berkaitan dengan konsistensi, akurasi, dan prediktibilasi suatu alat ukur. Sedangkan menurut Sugiyono (2011:268) realiabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan.

Pengujian reliablitas dilakukan untuk mendapatkan tingkat ketepatan alat pengumpulan data yang digunakan. Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data, karena intrumen tersebut sudah baik.

(50)

pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjukan pada tingkat keterandalan sesuatu.

Pengujian reliablitias kuesioner penelitian dilakukan dengan menggunakan cronbach alpha. Rumus cronbach alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau soalbentuk uraian.

�11 = �

(� −1) 1−

��2

�2�

(Suharsimi Arikunto, 2010:196)

Keterangan :

r11 :Reliabilitas instrumen

k : Banyaknya butir pertanyaan

�2 : Varians total ��2 : Jumlah varian butir

Jumlah varians butir dapat dicari dengan cara mencari nilai varian t butir,kemudian jumlahkan, seperti berikut ini:

�2 =

2[ �]2

(Suharsimi Arikunto, 2010:184)

Keterangan:

N : Jumlah sampel

�2 : Nilai varians

(51)

1. Jika koefesien internal seluruh item (r11) ≥ rtabel dengan α =5% dan derajat

kebebasan (dk=n-2) maka item pertanyaan dikatakan reliabel.

2. Jika koefesien internal seluruh item (r11) <rtabel dengan α =5% dan derajat

kebebasan (dk=n-2) maka item pertanyaan dikatakan tidak relibel.

Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas instrumen yang diuji kepada 30 responden

dengan bantuan program SPSS 21for windows diketahui bahwa semua variabel reliabel,

hal ini disebabkan nilai rhitung lebih besar dibandingkan dengan nilai r tabel yang bernilai

0,374dari perhitungan (df) n – 2 (30 – 2 = 28) dengan tingkat signifikansi 5% atau 0,374.

Penjelasan secara lebih jelas tersaji dalam Tabel 3.6.

TABEL 3.6

HASIL PENGUJIAN RELIABILITAS

No. Variabel rhitung rtabel Ket.

1 Kinerja Viral Marketing 0,893 0,374 Reliabel

2 Brand Equity 0, 936 0,374 Reliabel

Hasil Pengolahan Data 2013 (Menggunakan SPSS 21 for Windows)

3.2.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan seperangkat cara untuk mengolah kebenaran sauatu data yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam penelitian. Teknik analisis data dirancang dan diarahkan untuk menjawab masalah yang telah diajukan. Alat penelitian yang digunakan dalam membantu penelitian ini adalah melalui angket. Angket tersusun dari beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kedua varibale yang diteliti dan disebarkan kepada responden dengan maksud untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Adapun tahapan yang dilakukan penulis dalam kegiatan penelitian ini antara lain:

(52)

identitas responden, kelengkapan data yan diisi responden, serta kelengkapan data lainnya yang disesuaikan dengan tujuan penelitian.

2. Tabulasi data

Sejumlah kegiatan yang dilakukan dalam tabulasi data adalah: a. Membeikan skor pada setiap item

b. Menjumlahkan skor pada setiap item

c. Menyusun rangking skor pada setiap variabel penelitian

Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan skala semantic differensial atau skala perbedaan semantik. Menurut Asep

Hermawan (2009:134) “skala perbedaan semantik merupakan skala bipolar yang

mengukur sikap atau perasaan seseorang mengenai objek tertentu.”

Dalam penelitian ini, pertanyaan yang diajukan dalam angket terdiri dari 7 alternatif dari jawaban yang harus dipilih oleh reponden, sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 3.7.

TABEL 3.7

SKOR ALTERNATIF JAWABAN PERTANYAAN QUESIONER BERNILAI POSITIF DAN NEGATIF

Alternatif jawaban

Sangat Setuju

Rentang Jawaban Sangat Tidak

Setuju 7 6 5 4 3 2 1

Positif 7 6 5 4 3 2 1

Negatif 1 2 3 4 5 6 7

Sumber: Modifikasi dari Asep Hermawan (2009:135)

3. Pengujian

(53)

Analisis deskriptif digunakan untuk melihat faktor penyebab sedangkan analisis kuantitatif menitikberatkan dalam pengungkapan perilaku variabel penelitian.

3.2.7.1Analisis DeskriptifMenggunakan Distribusi Frekuensi

Analisis data deskriftif digunakan untuk mencari seberapa kuat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen melelui serangkaian analisis korelasi serta membandingkan rata-rata sample tanpa perlu diuji signifikansinya.Data mentah yang telah terkumpul dari hasil angket atau survei lapangan harus diolah agar memperoleh makna yang berguna bagi pemecahan masalah. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi (Uma Sekaran, 2009:158). Dalam penelitian ini analisis deskriftif digunakan untuk mendeskripsikan variabel-variabel berikut:

1. Analisis deskriptif kinerja viral marketing

Variabel X terfokus kepada penelitian kinerja viral marketing yang meliputi: information spreading, increase competitiveness, credibility of information,

dan deecision-making

2. Analisis deskriptif brand equity

Variabel Y terfokus kepada penelitian terhadap brand equity meliputi: brand loyalty, brand awareness, perceived quality, brand associations dan other

(54)

angket yang disusun berdasakan variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian ini dan dibantu dengan program SPSS melalui distribusi frekuensi. Analisis deskriptif dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi, yaitu menyajikan data dalam bentuk daftar baris dan kolom atau presentasi grafis. Adapun tahapan-tahapan dalam membuat distribusi frekuensi menurut Sudjana (2000:78), diantaranya:

1. Setelah data sebuah sampel terkumpul, susunlah data tersebut menurut urutannya (misalnya mulai dari data terkecil sampai pada data terbesar)

2. Tentukan banyaknya kelas interval yang dikehendaki dalam pembuatan daftar distribusi frekuensi

3. Kemudian cari besar rentangnya

4. Tentukan panjang kelas interval, melalui hasil bagi dari rentang dengan banyak kelas interval

5. Tentukan ujung bawah kelas interval pertama (dapat diambil sama dengan data terkecil)

6. Setelah ujung-ujung kelas interval pertama ditentukan, maka ujung bawah kelas-kelas interval berikutnya akan mudah diperoleh yaitu dengan cara menambahkan panjang kelas interval pada ujung bawah kelas interval sebelumnya.

3.2.7.2Analisis Verifikatif Menggunakan Regresi Linier Sederhana

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana dan analisis korelasi, karena dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang dianalisis yaitu viral marketing (X) yang meliputi: information spreading, increase competitiveness, credibility of information, dan

deecision-making. Variabel (Y) brand equity meliputi: brand loyalty, brand awareness,

perceived quality, brand associations dan other proprietary brand. Sebelum

(55)

1.UjiNormalitas

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah populasi memiliki distribusi normal atau tidak. Seperti menurut Sugiyono (2010:172) sebelum pengujian hipotesis dilakukan, maka terlebih dulu akan dilakukan pengujian normalitas data. Pada prakteknya uji normalitas dibantu dengan menggunkan program SPSS 21 for Windows. Asumsi normalitas merupakan persyaratan yang sangat penting pada pengujian signifikansi koefisien regresi.Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik.Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain uji chi-kuadrat, uji lilliefors, dan uji kolmogorov-smirnov.Uji yang digunakan untuk menguji kenormalan adalah uji Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan sampel ini akan diuji hipotesis nol bahwa sampel tersebut berasal dari populasi berdistribusi normal melawan hipotesis tandingan bahwa populasi berdistribusi tidak normal.

Dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu:

a) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal. b) Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal Pengujian secara visual dapat juga dilakukan dengan metode gambar normal Probability Plots dalam program SPSS. Untuk melihat populasi tersebut memiliki

Gambar

GAMBAR 1.1 PERSENTASE KEPEMILIKAN PONSEL BERDASARKAN TIPE PADA
GAMBAR 1.3 TOP SISTEM OPERASI DI INDONESIA PADA AGUSTUS 2009-
Tabel 1.3 memperlihatkan pada periode 2010 dan 2011 merek Nokia
GAMBAR 1.4   (WOMI) KATEGORI PALING BANYAK
+7

Referensi

Dokumen terkait

“Pengendalian Diri Akuntan Dan Pengaruhnya Kepada Kekhawatiran Persepsian Melalui Resiko Persepsian Aakuntan Dalam Situs Jejaring Sosial Facebook” (Survei pada Akuntan di

ANALISIS KINERJA STORYTELLING TERHADAP BRAND EQUITY PADA PRODUK MINUMAN BERKARBONASI MEREK COCA COLA (Survey Pada Komunitas Fan Page Facebook dan Twitter Coca Cola..