• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN PADA SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN PADA SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN PADA SISWA KELAS X

KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM TAHUN

PEMBELAJARAN 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan

OLEH :

Boy Hot Jeges Sirait

NIM. 508311010

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

FAKULTAS TEKNIK

(2)
(3)
(4)
(5)

iii

ABSTRAK

Boy Hot Jeges Sirait. NIM : 508311010. Pengaruh Strategi Pembelajaran Ekspositori Terhadap Hasil Belajar Ilmu Statika dan Tegangan Pada Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 2013/2014.

Permasalahn dalam penelitian ini adalah rendahnya nilai hasil belajar, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar pada mata pelajaran statika dan tegangan pada siswa kelas X keahlian teknik gambar bangunan SMK Negeri 1 Lubuk Pakam tahun ajaran 2013/2014.

Penelitian ini dilaksanakn di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam yang berlokasi di Jalan Galang Lubuk Pakam. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X TGB SMK negeri 1 lubuk Pakam yang berjumlah 3 ( tiga ) kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Random Sampling. Dengan teknik tersebut maka diambil 2 kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas kelas TGB1

dengan jumlah 36 orang dan kelas sebagai kelas TGB3 dengan jumlah 36 orang.

Dalam penentuan kelas penelitian dilakukan dengan cara undian. Setelah mengundi maka diperoleh kelas TGB3 sebagai kelas eksperimen dan kelas TGB1

sebagai kelas control. Setelah melakukan uji coba instrument dari 30 butir soal didapat perhitungan soal yang tidak valid 3 butir soal,daya beda 3 butir soal yang jelek, dan indeks kesukaran 1 butir soal yang sukar maka Instrument penelitian yang digunakan adalah tes pelajaran Statika dan Tegangan dalam bentuk objektif tes sebanyak 26 butir soal,

Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensioanal. Hasil uji statistic menunjukan hasil belajar siswa dengan strategi pembelajaran ekspositori diperoleh rata-rata 21,50. Sedangkan hasil delajar siswa dengan strategi pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata 19,14. Hasil pengajian hipotesis yang diperoleh dengan nilai t Hitung 3,80 > tTabel 1,69 . dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori lebih tinggi dari hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar dengan Strategi Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas X TGB SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 2013/2014

(6)

iii

ABSTRACT

Boy Hot Jeges Sirait. NIM: 508311010. Effects of Learning Strategies Against Expository Science Learning Outcomes At the statics and Voltage Class X Students Competency Architecture Engineering Expertise SMK Negeri 1 Lubukpakam School Year 2013/2014

The problem in this study is the low value of learning outcomes, the purpose of this study was to determine the effect of expository learning strategies on learning outcomes in subjects statics and stress on class X engineering drawings Lubukpakam SMK Negeri 1 academic year 2013/2014.

This study was conducted at SMK Negeri 1 Lubukpakam located at Jalan Galang Lubukpakam. Subjects in this study were grade 1 X TGB SMK bottom Pakam totaling three (3) classes. The samples in this study was done by using random sampling. With this technique, the sample is taken as a class 2 class class of research that TGB ^ 1 with the number 36 and the class as a class TGB ^ 3 with the number 36. In grading the research done by lottery. After the raffle, the grade obtained TGB ^ 3 as the experimental class and the class TGB ^ 1 as the control class. After testing instrument of 30 items was obtained about the calculation invalid 3 items, 3 different power items are ugly, and the index of difficulty 1 item difficult then the research instrument used was a test subject in the form of voltage Statics and objective test as many as 26 items.

The results showed that the learning outcomes are taught by expository strategy is higher than the results of student learning that are taught by konvensioanal learning model. The test results showed statistical learning outcomes of students with expository teaching strategy gained an average of 21.50. While the results delajar students with conventional learning strategies gained an average of 19.14. The results obtained with the recitation hypothesis Calculate the value of 3.80 t> t table ¬ 1.69. thus it can be concluded that the study results Statics Science and Voltage group of students who are taught by Learning Strategy Expository higher learning outcomes Statics Science and Voltage group of students who are taught by Learning Strategy Conventional in class X TGB SMK Negeri 1 Lubukpakam School Year 2013/2014.

(7)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

karena atas berkat dan kasih karunia-Nya yang diberikan kepada penulis, sehingga

penulis dapat menyusun Proposal Skripsi Penelitian ini.

Penyusunan Proposal Skripsi Penelitian ini merupakan satu diantara

beberapa syarat akademi untuk memenuhi kredit semester di Fakultas Teknik

Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan. Skripsi

Penelitian ini disusun berdasarkan observasi lapangan serta peninjauan langsung

terhadap objek penelitian. Selama penyusunan Proposal Skripsi Penelitian ini,

penulis banyak mendapat bimbingan, arahan, kritik, saran, serta bantuan baik

dalam bentuk moril maupun materil dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini

penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada :

1. Bapak Drs. Juanda Sianipar, M.Pd sebagai Dosen Pembimbing yang telah

banyak memberikan saran dan kritik dalam penyempurnaan Skripsi

Penelitian ini.

2. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, M.Pd sabagai Dekan Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan

3. Bapak Prof. Dr. Sumarno, M.Pd, selaku Pembantu Dekan I Fakultas

Teknik Universitas Negeri Medan.

4. Bapak Drs. Asri Lubis, ST, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan

Teknik Bangunan UNIMED.

5. Bapak Drs. Nono Sebayang, ST, M.Pd, selaku Ka. Program Studi Jurusan

(8)

iv

6. Bapak Prof. Dr. Zainuddin,ST, M.Pd. selaku dosen pembimbing akademik

7. Bapak dosen penguji Drs. Sempurna Peranginangin, Drs. Sorgang Siagian,

8. Teristimewa kepada kedua Orangtua ku, Pdt. B. Sirait (Ayah) dan E. Br.

Ginting Jawak (Ibu), Borys Sirait, S.Pd (Abang), Chairani Sirait, S.H

(Kakak) dan Adik-adik ku Cabosan lukas Sirait (bersama Bapa di Surga),

Jona Christoporus Sirait yang kusayangi yang menjadi sumber inspirasi

dan motivasi dalam penyelesaian Skripsi Penelitian ini.

9. Terimakasih juga buat teman-teman Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan

angkatan 2008 yang telah banyak memberikan masukan, motivasi dan

inspirasi buat penulis sehingga dapat menyelesaikan Poposal Penelitian ini

dengan baik.

Penulis menyadari bahwa Proposal Skripsi Penelitian ini masih jauh dari

kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang

membangun demi kesempurnaan Proposal Skripsi Penelitian ini di masa yang

akan datang.

Akhir kata penulis mengucapkan semoga Proposal Skripsi Penelitian ini

bermafaat, khususnya bagi penulis dan pembaca Proposal Skripsi Penelitian ini

pada umumnya.

Medan, Agustus 2014 Penulis,

(9)

iv

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS ... 9

A. Kajian Teoritis ... 9

1. Hakikat Hasil Belajar Ilmu Statika dan Tegangan ... 9

2. Hakikat Strategi Pembelajaran Ekspositori ... 14

3. Hakikat Strategi Pembelajaran Konvensional ... 21

B. Kerangka Berpikir ... 26

C. Pengajuan Hipotesis ... 30

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 31

A. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 31

A. Deskripsi Data Penelitian ... 48

B. Uji Persyaratan analisis ... 52

C. Pengujian Hipotesis Penelitian ... 53

(10)

v

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 59

A. Kesimpulan ... 59

B. Implikasi ... 59

C. Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 62 DAFTAR LAMPIRAN

(11)

vi

DAFTAR LAMPIRAN

LAMP KETERANGAN HALAMAN

1. Perhitungan Validitas Uji coba Instrumen 63

2. Instrument Post tes hasil belajar ilmu statika dan tegangan 68

3. Kunci jawaban Post tes hasil belajar ilmu statika dan tegangan 73

4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Strategi Pembelajaran Ekspositori 74

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,

pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak hal yang

sudah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan

diantaranya dengan memperbaiki kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan

kurikulum (KTSP).

Sejalan dengan uraian di atas, pendidikan yang mengutamakan kualitas

dilakukan dengan membekali peserta didik dalam berbagai kemampuan dan

melatih mereka untuk menguasai kompetensi yang dipersyaratkan untuk dapat

bekerja dalam masyarakat. Salah satu lembaga pendidikan formal yang mendidik

siswa agar mampu memasuki pasar dunia kerja adalah Sekolah Menengah

Kejuruan (SMK), yang menghasilkan lulusan terampil, cakap, serta siap bekerja

dalam dunia usaha dan industri.

SMK Negeri 1 Lubuk Pakam merupakan salah satu SMK yang

mempunyai tujuan menghasilkan siswa-siswa yang terampil, tangguh dan mampu

bersaing dalam bidang yang digelutinya. Salah satu kompetensi keahlian yang ada

di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam adalah kompetensi keahlian Teknik Gambar

Bangunan yang mempersiapkan lulusan yang berkompetensi dalam

(13)

2

Dari hasil wawancara yang telah dilakukan di SMK Negeri 1 Lubuk

Pakam, didapatkan bahwa nilai kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan belum

sesuai dengan kriteria nilai ideal ketuntasan belajar rata-rata yang ditetapkan oleh

DEPDIKNAS yaitu dengan nilai  Kriteria Ketuntasan Mengajar (KKM) dengan

skala kriteria 0-100 dan kriteria ideal ketuntasan belajar adalah 70 (Depdiknas,

2006:15). Berikut disajikan tabel daftar nilai kompetensi Ilmu Statika dan

Tegangan siswa kelas X berdasarkan hasil wawancara dengan guru kompetensi

Ilmu Statika dan Tegangan:

Tabel 1.1. Daftar Nilai Kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan Siswa Kelas X

No Interval Nilai Jumlah Siswa Persentase

1 70 - 100 7 19,45%

2 0 - 69 29 80,55%

Total Jumlah 36 100%

Sumber: DKN Kelas X TGB1 Kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan

Berdasarkan tabel di atas diperoleh data nilai siswa kelas X adalah

sebanyak 80,55% siswa memiliki nilai di bawah 70 dan 19,45% siswa memiliki

nilai di atas 70. Untuk meningkatkan nilai siswa tersebut telah diadakan ujian

perbaikan (remedial) kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan yang merupakan

mata diklat kompetensi dasar yang tentunya harus dikuasai oleh siswa untuk

mendukung pembelajaran berikutnya. Kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan

merupakan salah satu kompetensi yang diajarkan pada jenjang pendidikan

menengah kejuruan khususnya pada kompetensi keahlian Teknik Gambar

Bangunan, termasuk di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Dari hasil pengamatan

(14)

3

di sekolah ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan selama

ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan kurikulum dan penyampaian

tekstual semata dari pada pengembangan kemampuan belajar siswa.

Rendahnya hasil belajar yang dialami oleh siswa dapat disebabkan oleh

banyak faktor. Menurut Muhibbin Syah (2003:132) faktor-faktor yang dapat

mempengaruhi hasil belajar siswa dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yaitu:

(1) Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani

dan rohani siswa, (2) Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa), yakni kondisi

lngkungan di sekitar diri siswa dan pendekatan belajar (approach to learning),

yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan model yang digunakan

siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Sehingga

sebagian besar hasil belajar siswa tidak mencapai nilai batas ketuntasan belajar

yang ditetapkan.

Keterlibatan siswa dalam pembelajaran kurang dilibatkan sehingga

perolehan hasil belajar belum optimal. Disini peran siswa tidak lagi sebagai

subyek belajar melainkan sebagai obyek pembelajaran. Tanggung jawab siswa

terhadap tugas belajarnya seperti dalam hal kemampuan mengembangkan,

menemukan, menyelidiki, dan mengungkap pengetahuan yang dimiliki masih

sangat kurang. Dalam pembelajaran kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan,

hendaknya fakta konsep dan prinsip-prinsip fakta tidak diterima secara prosedural

tanpa pemahaman dan penalaran. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu

(15)

4

harus mengartikan apa yang telah diajarkan dengan menyesuaikan terhadap

pengalaman-pengalaman mereka.

Guru sebagai salah satu pemeran utama dalam pembelajaran haruslah

profesional dalam bidangnya agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai

pendidik sekaligus pengajar yang berkompeten. Untuk itu, guru harus menguasai

bahan yang diajarkan, terampil mengajarkannya, dan mampu mengatasi berbagai

kendala yang ditemui dalam pembelajaran. Salah satu hal yang dapat dilakukan

guru adalah mampu memilih dan menggunakan dengan tepat strategi

pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi yang diajarkan, dan

karakteristik bidang studi dan siswa agar tujuan yang telah ditetapkan dapat

tercapai dengan optimal.

Salah satu strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa memecahkan

masalah-masalah dalam pembelajaran adalah strategi pembelajaran Ekspositori.

Strategi ini merupakan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik

(nyata) sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri,

menumbuhkembangkan keterampilan yang tinggi dan inkuiri, memandirikan

siswa, dan meningkatkan kepercayaan dirinya (Abbas, 2008: 5). Ekspositori yang

berhasil adalah manakala melalui proses penyampaian dapat membawa siswa

pada situasi ketidakseimbangan, sehingga mendorong mereka untuk mencari dan

menemukan atau menambah wawasan melalui proses belajar mandiri. Lebih

lanjut dinyatakan bahwa dalam strategi ini peran guru adalah mengajukan

masalah, mengajukan pertanyaan, memberikan kemudahan suasana berdialog, dan

(16)

5

dilakukan guru saat pembelajaran di kelas melalui latihan yang cukup.

Selanjutnya Bruner dalam Trianto (2007:67) menjelaskan bahwa berusaha sendiri

untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya

menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna. Berdasarkan uraian

tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hasil belajar

siswa dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori.

B. Identifikasi Masalah

Berdaasarkan latar belakang masalah yang diuraikan sebelumnya maka

dapat diidentifikasi masalah-masalah penelitian sebagai berikut: (1) Faktor-faktor

yang mempengaruhi hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan; (2) strategi belajar

yang selama ini digunakan apakah sudah efektif; (3) Usaha-usaha apa saja yang

dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa; (4) Bagaimana

strategi pembelajaran yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam; (5)

Apakah ketersediaan fasilitas belajar dapat mempengaruhi hasil belajar Ilmu

Statika dan Tegangan; (6) Bagaimanakah tingkat kecenderungan hasil belajar

Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar dengan strategi

pembelajaran Konvensional siswa SMK Negeri 1 Lubuk Pakam; (7) Bagaimana

tingkat kecenderungan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa

yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori siswa SMK Negeri 1 Lubuk

Pakam; (8) Apakah strategi pembelajaran Ekspositori dapat meningkatkan hasil

(17)

6

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya masalah yang terkait dalam penelitian ini yang tidak

mungkin diteliti sekaligus dan agar penelitian ini lebih terarah dan terfokus,

masalah yang diteliti dibatasi hanya pada;

1. Strategi pembelajaran dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran

Ekspositori.

2. Strategi pembelajaran Konvensional merupakan strategi pembelajaran dengan

metode sebagaimana guru mengajar biasanya

3. Ilmu Statika dan Tegangan dibatasi pada materi besaran vektor, sistem satuan,

gaya, momen dan kopel, teori kesetimbangan dan teori tegangan.

4. Siswa yang menjadi sasaran penelitian adalah siswa kelas X kompetensi

keahlian Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 1 Lubuk Pakam

Tahun Ajaran 2013/2014.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan pada uraian dalam identifikasi dan pembatasan masalah di atas,

maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut, yaitu:

1. Bagaimanakah kecenderungan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan

kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Konvensional?

2. Bagaimanakah kecenderungan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan

kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori?

3. Apakah hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang diajar dengan

(18)

7

dengan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran

Konvensional?

E. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar dengan

strategi pembelajaran Konvensional.

2. Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar dengan

strategi pembelajaran Ekspositori.

3. Apakah hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang diajar dengan

menggunakan strategi pembelajaran Ekspositori lebih baik dibandingkan

dengan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran

Konvensional.

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar

bagi dunia pendidikan, antara lain:

1. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan

siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Bagi Guru adalah membantu para Guru khususnya Guru SMK Negeri 1 Lubuk

Pakam dalam memilih strategi pembelajaran yang efektif dan efisien.

3. Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dalam

(19)

8

belajar mengajar dan pertimbangan bagi kepala sekolah dalam pembinaan dan

peningkatan hasil belajar dan mutu pendidikan kejuruan.

(20)

59

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada hasil penelitian ditarik beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil Belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang diajar dengan

menggunakan strategi pembelajaran Konvensional memiliki tingkat

kecenderungan tinggi sebesar 44,44 %, dan cukup sebesar 55,56 %

2. Hasil Belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang diajar dengan

menggunakan strategi pembelajaran Ekspositori memiliki tingkat

kecenderungan tinggi sebesar 77,78 %, dan cukup sebesar 22,22 %

3. Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar

dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori lebih tinggi dari hasil belajar

Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar dengan Strategi

Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas X TGB SMK Negeri 1

Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 2013/2014( Yang teruji secara

statistik dengan nilai t Hitung 3,80 > tTabel 1,69).

B. Implikasi

Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat akan menciptakan suasana

belajar yang lebih baik demi tercapainya hasil belajar yang baik pula. Oleh karena

itu, pemilihan strategi pembelajaran menjadi faktor yang sangat penting dalam

(21)

60

ini diterapkan guru di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam tidak harus sepenuhnya

dilakukan karena hanya akan berdampak terhadap suasana belajar yang

membentuk siswa menjadi pasif. Ada baiknya jika penggunaan strategi

pembelajaran yang melibatkan siswa aktif dengan mengembangkan pola pikir dan

penalaran berdasarkan pengalaman individu lebih dioptimalkan walaupun tidak

sepenuhnya harus meninggalkan strategi pembelajaran Konvensional yang sudah

diterapkan selama ini. Penerapan strategi pembelajaran Ekspositori menjadi salah

satu bukti bahwa pembelajaran juga menuntut keaktifan siswa untuk

mengembangkan potensi dirinya sendiri sehingga hasil belajar yang didapat akan

lebih optimal dan siswa lebih bersemangat dalam belajar.

C. Saran

Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh, ada beberapa saran yang

dapat diajukan yaitu:

1. Dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, strategi

pembelajaran Ekspositori terbukti sangat efektif, sehingga peneliti

menyarankan agar penerapannya dapat diaplikasikan dalam pembelajaran

yang efektif di sekolah.

2. Strategi pembelajaran Ekspositori sebaiknya digunakan untuk menyelesaikan

bahan-bahan pelajaran yang memiliki penjabaran yang banyak, sehingga

target-target pembelajaran lebih cepat tercapai dengan tidak mengurangi

(22)

61

3. Sebelum menerapkan strategi pembelajaran Ekspositori disarankan agar

memiliki persiapan yang baik dalam mengembangkan potensi siswa dan

terlebih dahulu memperkenalkan strategi pembelajaran ini kepada siswa,

sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan waktu yang lebih efektif.

(23)

62

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2003). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

. (2003). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Bina Aksara

Donald, (2002:368). Rancangan Penelitian. Jakarta: PT. Bina Aksara

Makmun, A.S.(2003). Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosida Karya Remaja

Mulyono. Abdurrahman. (1999). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta. Rineka Cipta.

Sabri, (2007:52). Strategi Pembelajaran.

Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.kam

Setyawan, Choiri. (2008). Hakekat Belajar.

(http://choirisetyawan.rakasmuda.com/xmlrpc.php, Feb. 20, 2010, pukul 13:11 am.)

Sudjana,Nana (1989:5). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito

Sudrajat, Akhmad. (2008). Hakikat Belajar.

(http://akhmadsudrajat.wordpress.com/xmlrpc.php, Feb. 20, 2010, pukul 13:11 am.)

Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Surya, Moh.(2008). Hakikat Belajar.

Suryosubroto.(1997:35). Evaluasi Belajar.

(http://mohsurya.wordpress.com/xmlrpc.php, Feb. 20, 2010, pukul 13:10 am.)

Syah, M.(2005). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Team Learning In Medical Education Baylor College of Medicine (2002). A Comparison Between Three Modes of Instruction. http://www.udel.edu/pbl/cte/jan95-what.html, Last updated Feb. 20, 2010,Copyright Center for Teaching Effectiveness, Univ. of Delaware, 1995.

Usman. 2005. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Winataputra (2008). Strategi Belajar Mengajar.

Gambar

Tabel 1.1. Daftar Nilai Kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan Siswa                    Kelas X

Referensi

Dokumen terkait

Dilihat dari daya baterai yang kurang memadai sehingga terjadi error pada saat sistem kontrol berjalan seperti saat alat mati atau saat daya melemah sehingga sensor tidak

G., 1989, Farmakologi Dasar dan Klinik, diterjemahkan oleh Staf Pengajar, Laboratorium Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Edisi III, 489-490, Penerbit

SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH DALAM PERKARA JUAL BELI TANAH (Studi di Pengadilan Negeri Surakarta dan Kantor Pertanahan Surakarta).. Skripsi ini disusun guna memenuhi dan melengkapi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan nyata pada pertambahan berat, panjang dan laju pertumbuhan harian ikan nila setelah pemberian pakan

[r]

kategori dari unsur-unsur yang terdapat pada pengertian, teknik penyelesaian persamaan dan identitas trigonometri, dan penerapannya pada masalah nyata.. persamaan dan identitas

Subyek gadai terdiri atas dua pihak, yaitu pemberi gadai ( pandgever ) dan penerima gadai ( pandnemer ) yaitu orang atau badan hukum yang memberikan jaminan

îò Ø¿-·´ ˶· ß-«³-· Õ´¿-·µ òòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòò ëî. ¿ò ˶· Ò±®³¿´·¬¿-