• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum ESDM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum ESDM"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

471

Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000

T A N G G A L : 3 November 2000

PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK

KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN

BATUBARA (PKP2B)

I

. PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA

II. PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR

Keterangan :

1. Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota 2. Bupati/Walikota memproses permohonan,

setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon

2a. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke M S D M

2b. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke Gubernur

Keterangan :

1. Permohonan diajukan Gubernur

2. Gubernur memproses permohonan, setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2a. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan

ke MESDM

2b. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan ke Bupati/Walikota

III. PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA

3.b

DINAS PENANAMAN MODAL

BUPATI/WALIKOTA DPRD KABUPATEN/KOTA

Keterangan :

1. Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota 2. Bupati/Walikota memberikan Persetujuan

Prinsip

3.a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah)

3.b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman Modal

4.a DPRD Kabupaten /Kota memberikan Rekomendasi

4.b. Dinas Penanaman Modal memberikan Rekomendasi

5. Bupati/Walikota bersama pemohon menanda-tangani Kontrak

(2)

472

Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

IV. P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN G U B E R N U R

Keterangan :

1. Permohonan diajukan ke Gubernur 2. Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip 3.a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD

Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah)

3.b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD 4.a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi 4.b. BKPMD memberikan Rekomendasi

5. Gubernur bersama pemohon menandatangani Kontrak

6. Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota dan DESDM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,

ttd.

Purnomo Yusgiantoro

3.b B K M D

GUBERNUR DPRD PROPINSI

PEMOHON

DESDM

KABUPATEN/KOTA 4.b

2 5

6 3.a

Referensi

Dokumen terkait

(3) Gubernur, Bupati dan Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Gubernur, calon Wakil Bupati dan calon Wakil Walikota kepada

Permohonan perubahan status kawasan hutan yang dapat dikonversi diajukan kepada Menteri dengan dilampiri rekomendasi Gubernur atau Bupati/Walikota dan peta dengan skala minimal 1

Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2016 tentang Standar Operasional Perizinan pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanman Terpadu Satu Pintu

Untuk dapat memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal, pemohon harus terlebih dahulu mengajukan permohonan secara tertulis kepada Walikota melalui Kepala Dinas,

(1) Gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dapat mengajukan permohonan usulan penetapan WUP mineral logam atau WUP batubara yang tumpang tindih

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL (BP2TPM)KOTA

Mineral Nomor 1614 Tahun 2004 tentang Pedoman Permohonan Kontrak Karya dan Perjanjian karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam Rangka Penanaman Modal asing, kontrak karya

Berdasarkan pengalaman tersebut, ada beberapa rekomendasi lain untuk Pemerintah Daerah, yakni (a) diperlukan komitmen yang tinggi dari Bupati/Walikota, DPRD dan Dinas Pendidikan