KONSTRUKSI MEDIA TENTANG PEMBERITAAN MUKTAMARNAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH
(Analisis Framing Pendekatan Pan dan Kosicki)
Skripsi
Diajukan KepadaUniversitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I Kom)
Oleh :
Aprillya Lody Pratiwi NIM. B06212043
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI JURUSAN KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
ABSTRAK
Aprillya Lody Pratiwi, B06212043, 2016, Konstruksi Media Tentang Pemberitaan Muktamar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah (Analisis Framing Pendekatan Pan dan Kosicki).
Skripsi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Kata kunci : Konstruksi, Media, Berita dan Muktamar
Muktamar NU dan Muhammadiyah diadakan lima tahun sekali untuk memilih kembali pengurus untuk periode selanjutnya, selain itu Muktamar juga merupakan forum pembahasan masalah-masalah yang ada di masyarakat dan menimbulkan konflik. Seperti yang diketahui bawasannya NU dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi Islam besar di Indonesia otomatis pengikut atau anggota dari dua organisasi ini banyak di Indonesia, dari sinilah kemudian peneliti ingin mengetahui bagaimana media mengkonstruksi pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana media mengkonstruksi pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah.Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekhnik dokumentasi dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah dengan menggunakan teori Ekonomi Politik Media
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …..……… i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ………... ii
PENGESAHAN TIM PENGUJI ………. iii
MOTTODAN PERSEMBAHAN……… iv
PERNYATAAN PERTANGGUNG JAWABAN SKRIPSI ………... vi
ABSTRAKSI………. vii
KATA PENGANTAR ……….. viii
DAFTAR ISI ……… x
BAB I PENDAHULUAN ………. 1
A. Konteks Penelitian ………...1
B. Fokus Penelitian ………. 4
C. Tujuan Penelitian ……… 4
D. Manfaat Penelitian ………. 4
E. Hasil Penelitian Terdahulu ……….…. 5
F. Definisi Konseptual………. .6
G. Metodologi Penelitian ……….12
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian ………. 12
2. Unit Analisis……….... 15
3. Jenis dan Sumber Data ……… 15
4. Tahapan Penelitian ……….. 17
5. Tekhnik Pengumpulan Data ……… 18
6. Tekhnik Analisis Data ……….20
H. Sistematika Pembahasan ……….22
BAB II KAJIAN TEORI ………24
A. Kajian Pustaka………..24
1. Pengertian Konstruksi Media ………...24
2. Tujuan Konstruksi Media ……….26
3. Jenis-Jenis Konstruksi Media ………27
4. Efek Konstruksi Media ………..29
5. Muktamar Nahdlatul Ulama ………..31
6. Muktamar Muhammadiyah ………...34
B. Kajian Teori Ekonomi Politik Media ………37
BAB III PENYAJIAN DATA ……….40
A. Deskripsi Data Penelitian ………..40
1. Deskripsi Subyek dan Lokasi Penelitian ………..40
2. Deskripsi Data Penelitian ……….48
BAB IV ANALISIS DATA ………504
A. Temuan Penelitian ………504
B. Konfirmasi Temuan Penelitian Dengan Teori ………..522
BAB V PENUTUP……….526
A. Kesimpulan ……….526
B. Rekomendasi ………...529
BAB I PENDAHULUAN
A. Konteks Penelitian
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain, dalam kehidupan sosial yang sangat dibutuhkan adalah komunikasi sesama manusia, komunikasilah yang sangat dibutuhkan dalam berinteraksi karena komunikasi merupakan segenap unsur yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan dalam upaya membuat, menerima dan memberikan sesuatu pada orang lain dengan maksud tertentu.1 Di era modern, komunikasi sesama manusia tidak hanya lewat mulut ke mulut dan harus bertatap muka langsung.
Dengan berkembangnya zaman berkembang pula teknologi yang ada dimasyarakat. Teknologi komunikasi ini merupakan media yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi dengan sesama manusia dan memperoleh informasi dengan mudah. Manusia dapat berinteraksi walaupun tidak bertatap muka langsung, selain itu manusia akan lebih mudah memperoleh informasi karena media komunikasi massa mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan banyaknya industri media cetak maupun elektronik, manusia dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah. Perkembangan media massa yang sangat pesat secara tidak langsung akan mempengaruhi kehidupan manusia yang ada. Pengaruh media massa ini sudah terlihat dari perilaku-perilaku manusia yang mulai terkonstruksi dari media, salah satu contohnya adalah tren akik (batu mulia), tren akik (batu mulia) yang muncul dimasyarakat saat ini dipengaruhi oleh
1
2
media massa, dengan banyak bermuculannya akik (batu mulia) dengan berbagai macam motif yang menarik disiarkan di media, mengkonstruksi masyarakat untuk mempunyai akik dan berlomba-lomba membeli akik, bahkan banyak dari masyarakat yang kini berpindah profesi menjadi penjual akik, ini terlihat dari banyaknya pasar akik yang bermunculan diberbagai daerah.
Media massa tidak hanya sebagai alat untuk menyebarkan informasi diseluruh bagian bumi, tetapi juga alat untuk menyusun agenda, serta memberitahu kita apa yang penting untuk dihadiri. George Gerbner
menyimpulkan pentingnya media massa sebagai berikut : “kemampuan untuk
menciptakan masyarakat, menjelaskan masalah, memberikan refrensi umum, dan
memindahkan perhatian dari kekuasaan.”2 Media massa memiliki peran startegis,
sebagai saluran yang menyampaikan informasi kepada publik secara serempak diantara khalayak yang sedang menggunakan media tersebut. Pada dasarnya, media massa memiliki fungsi penghantar dalam menyebar berbagai macam pengetahuan, menyelenggarakan kegiatan dalam lingkungan publik yang dapat dijangkau segenap anggota masyarakat secara bebas, sukarela, umum dan murah, hubungan antara penerima dan pengirim seimbang dan sama, serta mampu menjangkau lebih banyak orang dari pada institusi lainnya. Mengingat media massa mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi khalayak seharusnya pesan yang disampaikan kepada khalayak melalui media massa seperti koran, tabloid, televisi, film dan internet sesuai dengan fungsi media yang baik seperti To inform
(untuk menginformasikan), To educate (untuk mendidik) dan To entertaint (untuk menghibur).
2
3
Peberitaan-pemberitaan yang ada di media massa biasanya sesuai dengan kebutuhan khalayak. Seperti yang kita ketahui pada saat dilaksanaakannya Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah pada tanggal 1-7 Agustus 2015, banyak media yang memberitakan soal Muktamar tersebut, hal ini disebabkan karena, 51 juta dari Muslim Indonesia merupakan pendukung atau pengikut paham keagamaan NU.3 Dan 50 juta muslim Indonesia merupakan pendukung paham keagaamaan Muhammadiyah.”4 Dengan diadakannya Muktamar NU dan Muhammadiyah yang hanya dilaksanakan lima tahun sekali membuat banyak media mempublikasikan berita ini, dengan mempublikasikan berita ini media massa dapat memperoleh keuntungan dari berita yang telah dipublikasikannya seperti meningkatnya oplah pada media harian dan banyaknya pencarian berita Muktamar NU dan Muhammadiyah di media online.
Muktamar merupakan forum musyawarah tertinggi dari dua organisai masyarakat yang berbasis islam ini, muktamar NU dan Muhammadiyah dilaksanakan lima tahun sekali guna membahas garis besar kerja NU dan Muhammadiyah selama lima tahun terakhir, mencari solusi mengenai masalah-masalah yang ada di masyarakat dan pemilihan ketua dan pengurus untuk periode lima tahun selanjutnya. Dari sinilah kemudian masyarakat muslim Indonesia, yang sebagian besar adalah anggota dari organisasi masyarakat NU dan Muhammadiyah banyak yang mencari pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah karena menganggap berita ini wajib untuk diketahui. Hal ini disebabkan karena adanya ikatan emosional yang cukup dekat antara masyarakat muslim yang merupakan anggota dari NU dan Muhammadiyah dengan dua organisasi tersebut. Apalagi Muktamar NU dan Muhammadiyah hanya dilakukan
3 Diambil dari tentang NU di http://www.nu.or.id.
4
4
lima tahun sekali tentunya akan ditunggu-tunggu bagi anggota dua organisasi masyarakat ini. berangkat dari sini kemudian peneliti ingin mengetahui bagaimana konstruksi media tentang pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah ini. subyek yang akan diteliti adalah Media Harian Kompas, Jawa Pos, Republika dan Media Online Detik.com serta Tribunnews.com.
B. Fokus Penelitian
Fokus dari penelitian ini adalah : Bagaimana media mengkonstruksi pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana media mengkonstruksi pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah.
D. Manfaat Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti berharap hasil penelitian ini nantinya dapat bermanfaat untuk dua faktor, yaitu :
1. Manfaat Teoritis
5
2. Manfaat praktis
Secara praktis penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam rangka pengembangan ilmu komunikasi.
E. Kajian Hasil Penelitian Terdahulu
No Nama peneliti Judul penelitian Tahun penelitian Metode penelitian Hasil penelitian 1. Rizska Hamalis Analisis
framing berita tentang kasus hambalang
“anas
urbaningrum”
2013 Kualitatif Mengetahui bagaimana framing berita kasus hambalang “anas urbaningrum
” di media
online tintamerahne ws.com 2. Cahaya Putra
Nugraha Analisi framing pemberitaan partai golkar pada surat kabar harian media periode maret 2009
2012 Kualitatif Mengetahui cara harian media Indonesia membingkai suatu peristiwa yang terjadi pada partai golkar. 3. Gema Mawardi Pembingkaian
Berita Media Online (Analisis Framing Berita Mundurnya Surya Paloh dari Partai Golkar di Mediaindonesi a.com dan vivanews.com tanggal 7 september 2011)
6
pemilik media, sementara framing yang dilakukan vivanews.co m masih menunjukkan usaha media untuk melakukan pendekatan pada
objektivitas pemberitaan.
F. Definisi Konsep
Definisi konseptual merupakan penjelasan dari setiap kata dalam judul penelitian yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Definisi konsep berguna untuk menjelaskan judul kepada setiap pembaca. Karena hal tersebut berguna untuk menghindari kesalahpahaman dan kekeliruan dalam mengartikan maksut dari judul penelitian. Dari judul yang peneliti angkat disini yaitu Kontruksi
Media tentang Pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah (Analisis
Framing Pendekatan Pan dan Kosicki). untuk memperjelas dari judul ini maka
definisi konseptual dari judul ini adalah sebagai berikut:
1. Konstruksi Media
7
pengetahuan itu, sedangangkan lingkungan adalah sarana terjadinya konstruksi itu.5
Media berasal dari bahasa latin, yaitu medium bentuk jamak yang berarti : saluran dan media merupakan bentuk pengertian tunggal yang berarti : alat penyaluran sarana.6 Menurut Mc. Luhan media atau saluran komunikasi memiliki kekuatan atau memberikan pengaruh kepada masyarakat. Menurutnya media membentuk dan mempengaruhi pesan atau informasi yang disampaikan. Suatu pesan yang disampaikan melalui radio memberikan pengaruh yang berbeda jika pesan tersebut disampaikan melalui televisi.7
Mc.Luhan membagi media menjadi dua yaitu hot media dan cool
media. Hot Media adalah media yang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap manusia melalui persepsi sensorisnya, bahkan hanya menggunakan satu sensoris atau sensoris tunggal saja seperti melalui cahaya atau mata dan suara atau telinga. Intinya pada hot media selalu melibatkan sensoris tunggal tanpa memperimbangkan stimulus. Menurut Mc. Luhan, jenis media seperti ini sering mempunyai kekuatan perusak
(destructive strength), misalnya kapak batu (catatan: hasil riset Mc. Luhan
terhadap sejarah media), yang mengawali media lainnya seperti penulisan, alfabert fonetik, buku, fotografi, radio, dan film (movie) yang digolongkan kedalam jenis hot media ini. jenis media ini selalu berisi sejumlah
informasi yang sangat perinci sehingga audiens harus meningkatkan konsetrasinya untuk mengakses pesan bagi keperluan mereka.
5 M.Burhan Bungin, Konstruksi Sosial Media Massa ( Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2008), hlm. 14.
6
Yoyon Mudjiono, Ilmu Komunikasi, ………., hlm.35.
7
8
Cool media adalah jenis media yang selalu melibatkan lebih sedikit
stimulus. Ketika audiens mengakses media ini, maka mereka harus berusaha lebih aktif untuk berpartisipasi misalnya dengan memanfaatkan semua sensoris secara serentak agar dapat memahami semua informasi yang mereka terima. Jenis cool media ini antara lain televisi, forum seminar, film kartun, telepon, karikatur.8 Istilah komunikasi publik dan komunikasi massa dapat dikontraskan dengan komunikasi interpersonal. Berbeda dari bentuk-bentuk komunikasi yang lebih pribadi dan perseorangan, komunikasi publik dan komunikasi massa merujuk kepada situasi dimana pesan yang dibuat, disebarkan ke sejumlah penerima yang relatif besar dalam keadaan yang relatif impersonal. Berbicara didepan umum, konser, teater dan debat publik adalah contoh komunikasi publik. Sedangkan komunikasi yang melibatkan media komunikasi massa seperti artikel, koran dan majalah, program televisi dan radio, serta film dan iklan adalah contoh komunikasi massa. 9
Surat kabar harian nasional, kita biasanya menganggap surat kabar sebagai medium lokal, surat kabar kota kita. Namun, tiga surat kabar harian nasional menikmati sirkulasi yang cukup luas, serta dampak sosial dan politik yang signifikan. Harian kota besarmetropolitan,untuk menjadi surat kabar harian, surat kabar harus diterbitkan setidaknya lima kali dalam seminggu.10
8 Alo Liliweri, KomunikasiSerba Ada Serba Makna ( Jakarta : Kencana Perdana Media Group, 2011), hlm. 874-875.
9
Brent D. Ruben dan Lea P. Stewart,Komunikasi dan Perilaku Manusia Edisi Ke Lima ( Depok : PT. Raja Grafindo Persada,2013), hlm. 389.
10
9
Konstruksi media dalam penelitian ini adalah bagaimanana seorang wartawan mengkonstruksi atau membangun sebuah berita yang akan ditampilkan oleh khalayak luas, konstruksi berita dari wartawan satu dengan yang lainnya biasanya memiliki perbedaan. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan lingkungan dari masing-masing wartawan, karena adanya perbedaan lingkungan berbeda pula cara pandang dalam menyikapi realitas sosial dari masing-masing wartawan tersebut. Perbedaan cara pandang ini bisa diteliti dari bagaimana wartawan itu mengkonstruksi berita di media, baik itu media online maupun media cetak. Dalam penelitian ini konstruksi media yang akan diteliti dengan menggunakan media massa yaitu media harian Kompas, Jawa Posdan Republika, dan Media Online Detik.com serta Tribunnews.com.
2. Pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah
Menurut Kamus Bahasa Indonesia W.J.S Poerwadarminta, berita berarti kabar atau warta. Kamus Besar Bahasa Indonesia rumusan departemen pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, memperjelas arti berita, yakni laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang terjadi. Misalnya berita acara, yaitu catatan laporan yang dibuat oleh polisi mengenaiterjadinya peristiwa seperti waktu, tempat, keterangan dan petunjuk lain sebagai sesuatu perkara atau peristiwa.
Pemberitaan (news getting) berasal dari kata berita. Berita berasal dari bahasa sangsekerta yaitu Vrit yang dalam bahasa inggris disebut Write
10
pakar komunikasi banyak memberikan definisi berita. Menurut Dean M. Lyle Spencer berita adalah suatu kenyataan atau ide yang benar dan dapat menarik perhatian sebagian besar pembaca. Sedangkan menurut Dr. Willard C. Bleyer berita (baru) yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar.11
Muktamar NU dan Muhammadiyah merupakan sebuah peristiwa yang menarik perhatian sebagian Masyarakat, karena laporan tentang Muktamar NU dan Muhammadiyah yang ditulis oleh wartawan di media harian maupun online sangat ditunggu bagi masyarakat anggota dua organisasi ini khususnya tentang laporan hasil Muktamar NU dan Muhammadiyah apalagi Muktamar NU dan Muhammadiyah hanya dilakukan lima tahun sekali dan membawa dampak bagi sebagian masyarakat.
3. Analisis Framing
Analisis framing adalah salah satu metode analisis media, seperti halnya analisis isi dan analisis semiotik. Framing secara sederhana adalah membingkai sebuah peristiwa. Sobur (2001:162) mengatakan bahwa analisis framing digunakan untuk mengetahui bagaimana prespektif atau cara pandang yang digunakan wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita. Cara pandang atau pespektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagaimana yang ditonjolkan dan dihilangkan serta hendak dibawa kemana berita tersebut.12
11
Totok Djuroto, Managemen Penerbitan Pers (Bandung :Remaja Rosdakarya, 2004), hlm.46-47. 12
11
Analisis framing ini digunakan peneliti untuk meneliti bagaimana wartawan media harian Kompas, Jawa Pos, Republika dan media online Detik.com serta Tribunnews.com menyeleksi isu dan menulis berita tentang Muktamar NU dan Muhammadiyah dengan model analisis framing Pan dan Kosicki, dimana pemberitaan ini dibedah menjadi empat struktur besar. Pertama, struktur sintaksis. Kedua, struktur skrip. Ketiga, struktur tematik. Keempat, struktur retoris.
Struktur sintaksis bisa diamati dari bagian berita. Sintaksis berhubungan dengan bagaimana wartawan menyusun peristiwa, pernyataan, opini, kutipan, pengamatan atau peristiwa kedalam bentuk susunan kisah berita. Dengan demikian, struktur sintaksis ini bisa diamati dari bagian berita (headline yang dipilih, lead yang dipakai, latar informasi yang dijadikan sandaran, sumber yang dikutip, dan sebagainya). Struktur skrip melihat bagaimana strategi bercerita atau bertutur yang dipakai wartawan dalam mengemas peristiwa. Kemudian struktur tematik berhubungan dengan cara wartawan mengungkapkan pandangan atas peristiwa kedalam proposisi, kalimat atau hubungan antar kalimat yang membentuk teks secara keseluruhan. Struktur ini akan melihat bagaimana pemahaman itu diwujudkan kedalam bentuk yag lebih kecil. Sedangkan struktur retoris berhubungan dengan cara wartawan menekankan arti tertentu. Dengan kata lain, struktur retoris melihat pemakaian pilihan kata, idiom, grafik, gambar, yang juga dipakai guna memberi penekanan pada arti tertentu.13
13
12
G. Metode penelitian
Tujuan dari metode penelitian ini adalah untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, dan setiap langkah yang dilaksanakan peneliti untuk mengurangi kesalahan melibatkan semacam keputusan yang dilandaskan pada nilai. Secara esensial, pilihan subyektif tidak hanya perlu bagi penerapan metode ilmiah, tetapi merekapun sangat menentukan keberhasilan mengurangi kesalahan secara singkat, objektivitas metode itu sendiri. 14
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Becker (Mulyana,2001:5) mendefinisikan prespektif sebagai seperangkat gagasan yang melukiskan karakter situasi yang memungkinkan pengambilan tindakan, suatu spesifikasi jenis-jenis tindakan yang secara layak dan masuk akal dilakukan orang, standar nilai yang memungkinkan orang dapat dinilai. Istilah lain dari prespektif adalah pendekatan. Ada dua sifat prespektif atau pendekatan yaitu bersifat membatasi pandangan kita dan selektif. Artinya, perilaku orang ditentukan oleh prespektifnya tentang realitas. Berdasarkan prespektif itu, dia memperhatikan, menginterprestasi dan memahami stimuli dari realitas yang ditemui serta mengabaikan stimuli lainnya, lalu berprilaku berdasarkan pemahamannya lewat prespektif itu.15
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivis, konstruktivis merupakan sebuah teori yang dikembangkan oleh Jesse Delia. Teori ini memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu komunikasi. teori konstruktivis menyatakan bahwa individu melakukan interpretasi dan bertindak menurut berbagai kategori konseptual yang ada dipikirannya. Menurut teori ini, realitas tidak menunjukkan dirinya dalam
14 H.Ardial, Paradiga dan Model Penelitian Komunikasi (Jakarta : Bumi Aksara,2014), hlm. 81.
15
13
bentuknya yang kasar tetapi harus disaring terlebih dahulu melalui bagaimana cara seseorang melihat sesuatu. Konstruktivisme dibangun berdasarkan teori yang ada sebelumnya yaitu “konstruksi Pribadi” dan “Konstruksi Personal”.16 konstruktivis adalah realitas itu dibentuk secara ilmiah, namun tidak juga, turun dari campur tangan tuhan. Tapi sebaliknya, ia dibentuk dan dikontruksi secara berbeda-beda oleh semua orang. Karena semua orang memiliki pengalaman, prefrensi, pendidikan tertentu dan lingkungan pergaulan atau sosial tertentu, dimana semua itu suatu saat akan digunakan untuk menafsirkan realitas sosial yang ada disekelilingnya dengan kontruksinya masing-masing.
Pendekatan konstruktivis ini merupakan pendekatan yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis isi pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah. Dalam penulisan berita yang dilakukan wartawan dalam pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah tentunya memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut disebabkan karena pandangan realitas sosial yang berbeda dari masing-masing wartawan. Mereka tentunya mengkonstruksi berita sesuai dengan pengalaman, prefrensi, pendidikan tertentu dan lingkungan pergaulan atau sosialnya masing-masing.
Jenis penelitian pada penelitian ini adalah analisis framing dengan pendekatan Pan dan Kosicki. Analisis framing merupakan versi terbaru dari pendekatan analisis wancana, khususnya untuk menganalisis teks media. Gagasan mengenai framing, pertama kali dilontarkan oleh Beterson tahun 1955 (Sudibyo, 1999a : 23). Mulanya frame dimaknai sebagai struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan, dan wancana, serta yang menyediakan kategori-kategori standar
16
14
untuk mengapresiasi realitas. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Goffman pada 1974, yang mengandaikan frame sebagai kepingan-kepingan prilaku (strips of behavior) yang membimbing individu dalam
membaca realitas.17
Analisis framing adalah salah satu metode analisis media, seperti halnya analisis isi dan analisis semiotik. Framing secara sederhana adalah membingkai sebuah peristiwa. Sobur (2001:162) mengatakan bahwa analisis framing digunakan untuk mengetahui bagaimana prespektif atau cara pandang yang digunakan wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita. Cara pandang atau pespektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagaimana yang ditonjolkan dan dihilangkan serta hendak dibawa kemana berita tersebut.18
Analisis framing ini digunakan peneliti untuk meneliti bagaimana media harian Kompas, Jawa Pos, Republika dan media online Detik.com serta Tribunnews.com mengkontruksi atau membangun berita tentang Muktamar NU dan Muhammadiyah dengan model analisis framing Pan dan Kosicki, dimana pemberitaan ini dibedah menjadi empat struktur besar. Pertama, struktur sintaksis. Kedua, struktur skrip. Ketiga, struktur tematik. Keempat, struktur retoris. Struktur sintaksis bisa diamati dari bagian berita. Sintaksis berhubungan dengan bagaimana wartawan menyusun peristiwa, pernyataan, opini, kutipan, pengamatan atau peristiwa kedalam bentuk susunan kisah berita. Dengan demikian , struktur sintaksis ini bisa diamati dari bagian berita (headline yang dipilih, lead yang dipakai, latar informasi yang dijadikan
sandaran, sumber yang dikutip, dan sebagainya). Struktur skrip melihat
17
Alex Sobur, Analisis Teks Media,……….., hlm. 161-162.
15
bagaimana strategi bercerita atau bertutur yang dipakai wartawan dalam mengemas peristiwa. Kemudian struktur tematik berhubungan dengan cara wartawan mengungkapkan pandangan atas peristiwa kedalam proposisi, kalimat atau hubungan antar kalimat yang membentuk teks secara keseluruhan. Struktur ini akan melihat bagaimana pemahaman itu diwujudkan kedalam bentuk yag lebih kecil. Sedangkan struktur retoris berhubungan dengan cara wartawan menekankan arti tertentu. Dengan kata lain, struktur retoris melihat pemakaian pilihan kata, idiom, grafik, gambar, yang juga dipakai guna memberi penekanan pada arti tertentu.19
2. Unit Analisis
Yang di maksud dengan Unit analisis dalam penelitian adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian.20 Dalam penelitian ini unit analisis yang menjadi bahan untuk mengetahui kontruksi Media tentang Pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah adalah dengan menjabarkan berita muktamar NU dan Muhammadiyah dengan Pendekatan Pan dan Kosicki dalam harian Kompas, Jawa Pos, Republika dan media online Detik.com serta Tribunnews.com tanggal 1-7 Agustus 2015.
3. Jenis dan sumber data
1. Jenis data
Data adalah satu koleksi fakta-fakta atau sekumpulan nilai numerik. Data (kata tunggal datum) merupakan bahan keterangan tentang sesuatu objek penelitian yang diperoleh dari lokasi penelitian. Data yang diperlukan dalam penelitian merupakan indikator dari dimensi variabel. Selanjutnya dibuat operasionalisasi variabel yang digolongkan menurut
19
Alex Sobur, Analisis Teks Media,………….., hlm. 175-176.
20
16
jenis dan sifat data. Jenis data dapat digolongkan kepada data primer dan sekunder.21
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data pertama di lokasi penelitian. Sedangkan data Sekunder berasal dari data primer yang telah diolah lebih lanjut menjadi bentuk-bentuk seperti tabel, grafik, diagram, gambar, dan sebagainya sehingga menjadi lebih informatif bagi pihak lain. Dengan demikian data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber data yang kedua dari data yang kita butuhkan.22
Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari media Kompas, Jawa Pos, Republika dan media online Detik.com serta Tribunnews.com tentang pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah tanggal 1-7 Agustus 2015. Dalam penelitian analisis framing data primer tidak diperoleh dari lapangan karena dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana prespektif atau cara pandang yang digunakan wartawan dalam menyeleksi isu dan menulis berita.
Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari refrensi buku, jurnal, data-data kepustakaan, situs internet, dan sumber data lain yang berkaitan dengan fokus penelitian.
2. Sumber Data
Sumber data adalah sumber-sumber yang dimungkinkan seorang peneliti mendapatkan sejumlah informasi atau data-data yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian. Baik dari data primer maupun data sekunder.
21 H.Ardial, Paradiga dan Model Penelitian Komunikasi (Jakarta : Bumi Aksara,2014), hlm. 356-359.
22
17
Sumber data dapat diperoleh dari lembaga atau situasi sosial, subyek atau informan, dokumentasi lembaga, badan atau historis.
Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan sumber data, baik data primer maupun data sekunder. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari media harian Kompas, Jawa Pos, Republika dan media online Detik.com serta Tribunnews.com tentang pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah tanggal 1-7 Agustus 2015, sedangkan data sekunder diperoleh dari refrensi buku, jurnal, data-data kepustakaan, situs internet, dan sumber data lain yang berkaitan dengan fokus penelitian.
4. Tahap-Tahap Penelitian
Tahap-tahap penelitian atau langkah-langkah penelitian yaitu serangkaian proses penelitian dimana peneliti dari awal yaitu merasa menghadapi masalah, berupaya memecahkan masalah sampai akhirnya mengambil keputusan yang berupa kesimpulan bagaimana hasil penelitiannya, dapat memecahkan masalah atau tidak. Langkah-langkah penelitian memang harus serasi saling terikat dan saling mendukung satu sama lain sehingga merupakan jalinan urutan langkah yang sistematis, sehingga demikian diperoleh bobot hasil penelitian yang kwalifail.
Dalam penelitian analisis teks media ini memiliki beberapa tahap penelitian yaitu sebagai berikut:
18
2. Merumuskan masalah, masalah dirumuskan berdasarkan sisi menarik topik yang akan dikaji oleh peneliti beserta dengan tujuan yang hendak dicapai. 3. Merumuskan manfaat penelitian, manfaat dirumuskan berdasarkan dua
pandangan teoritis dan praktis.
4. Menentukan metode penelitian, dengan menentukan metode penelitian yang akan dipakai untuk mempermudah peneliti untuk mengarahkan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian analisis framing, analisis framing dengan pendekaatan model Pan dan Kosicki digunakan untuk menganalisis bagaimana harian Kompas, Jawa Pos, Republika dan media online Detik.com serta Tribunnews.com mengkontruksi berita tentang Muktamar NU dan Muhammadiyah.
5. Melakukan analisis data, analisis data didasarkan pada aspek ideologi, budaya masyarakat Indonesia dan aspek socialmasyarakat Indonesia.
6. Menarik kesimpulan, kesimpulan digunakan untuk memperjelas dan mentransparansikan penelitian. Biasanya kesimpulan ini dengan membuat laporan penelitian yang sudah di analisa dan tersusun secara sistematis.
5. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam melakukan penelitian. Tanpa upaya pengumpulan data berarti penelitian tidak dapat dilakukan.23
Pengumpulan data pada dasarnya merupkan suatu kegiatan operasional agar tindakannya masuk pada pengertian penelitian yang sebenarnya. Pencarian data dilapangan dengan mempergunakan alat pengumpulan data yang sudah disediakan secara tertulis ataupun tanpa alat yang hanya
23
19
merupakan angan-angan tentang suatu hal yang akan dicari dilapangan, sudah merupakan proses pengadaan data primer. Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematik dengan memperhatikan penggarisan yang telah ditentukan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari data yang tidak terpakai karena jauhnya informasi yang diperoleh dengan keperluannya. Dan selalu ada hubungannya antar metode pengumpulan data dengan masalah penelitian yang hendak dicapai.
a. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu catatan yang dijadikan sumber data dan di manfaatkan untuk menguji serta untuk menyimpan informasi yang dihasilkan. Dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data-data tertulis mengenai penelitian yang berupa catatan, buku, agenda, dan lain-lain.
Dokumentasi ini diambil dari foto ataupun data-data yang mendukung peneliti dalam penelitian ini. Dalam pengambilan dokumentasi peneliti ambil dari media harian Kompas, Jawa Pos, Republika tanggal 1-7 Agustus 2015 dan dari internet untuk mendapatkan berita tentang Muktamar NU dan Muhammadiyah dalam media Online Detik.com dan Tribunnews.com tanggal 1-7 Agustus 2015.
b. Studi Kepustakaan
20
digunakan untuk menganalisis konstruksi media tentang Muktamar NU dan Muhammadiyah.
6. Teknik Analisa Data
Pada tahap analisis data peneliti “membaca” data melalui proses
pengkodingan data sehingga mempunyai makna. Proses pengkondingan ini mencakup proses mengatur data, mengorganisasikan data kedalam suatu pola ketegori.24
Tekhnik analisa data yaitu menganalisa data yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti melalui perangkat dan metodologi tertentu. Dalam penelitian ini objek yang diteliti adalah framing pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah diharian Kompas, Jawa Pos, Republika dan Media Online Detik.com dan Tribunnews.com tanggal 1-7 Agustus 2015.
Analisis framing ini digunakan peneliti untuk meneliti bagaimana media harian Kompas, Jawa Pos, Republika dan media online Detik.com serta serta serta Tribunnews.com mengkontruksi atau membangun berita tentang Muktamar NU dan Muhammadiyah dengan model analisis framing Pan dan Kosicki, dimana pemberitaan ini dibedah menjadi empat struktur besar. Pertama, struktur sintaksis. Kedua, struktur skrip. Ketiga, struktur tematik. Keempat, struktur retoris. Struktur sintaksis bisa diamati dari bagian berita. Sintaksis berhubungan dengan bagaimana wartawan menyusun peristiwa, pernyataan, opini, kutipan, pengamatan atau peristiwa kedalam bentuk susunan kisah berita. Dengan demikian , struktur sintaksis ini bisa diamati dari bagian berita (headline yang dipilih, lead yang dipakai, latar informasi yang
dijadikan sandaran, sumber yang dikutip, dan sebagainya). Struktur skrip
24
21
melihat bagaimana strategi bercerita atau bertutur yang dipakai wartawan dalam mengemas peristiwa. Kemudian struktur tematik berhubungan dengan cara wartawan mengungkapkan pandangan atas peristiwa kedalam proposisi, kalimat atau hubungan antar kalimat yang membentuk teks secara keseluruhan. Struktur ini akan melihat bagaimana pemahaman itu diwujudkan kedalam bentuk yag lebih kecil.Sedangkan struktur retoris berhubungan dengan cara wartawan menekankan arti tertentu. Dengan kata lain, struktur retoris melihat pemakaian pilihan kata, idiom, grafik, gambar, yang juga dipakai guna memberi penekanan pada arti tertentu.25 Setelah analisis pemberitaan dilakukan dengan mengunakan model framing milik Pan dan Kosicki kemudian dikorelasikan dengan teori yang sesuai. Disini peneliti menggunakan teori Ekonomi politik media dimana teori ini merupakan teori yang menyangkut tentang media massa. Dalam teori ini isi media merupakan komoditas untuk di jual dipasaran, dan informasi yang disebarkan diatur oleh apa yang akan diambil oleh pasar. Sistem ini merujuk pada operasi yang konservatif dan tidak berbahaya, menjadikan jenis program tertentu dan saluran media tertentu dominan dan yang lain terpinggirkan.26
Teori Ekonomi Politik Media merupakan sebuah pendekatan yang memusatkan perhatian lebih banyak pada struktur ekonomi dari pada ideologi Media. Teori ini fokus atau ketergantungan ideologi media pada kekuatan ekonomi dan mengarahkan perhatian penelitian pada analisis empiris terhadap struktur pemilikan dan mekanisme kerja kekuatan pasar media.
25
Alex Sobur, Analisis Teks Media (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya,2009), hlm. 175-176.
26
22
H. Sistematika Pembahasan
BAB 1 PENDAHULUAN
Dalam bab ini peneliti memberikan gambaran tentang latar belakang masalah yang akan diteliti, setelah itu menentukan rumusan masalah, dalam penelitian dengan menyertakan tujuan dan manfaat penelitian, definisi konsep, dan sistematika pembahasan.
BAB II KONTEKS ISI
Dalam bab ini peneliti memberikan gambaran serta penjelasan tentang definisi konsep yang berkaitan dengan judul penelitian. Peneliti juga akan memberikan penjelasan teori yang berkaitan dengan tema penelitian.
BAB III PENYAJIAN DATA
Pembahasan yang ditulis oleh penulis dalam bab tiga yaitu mengenai deskripsi data penelitian yang didalamnya terdapat definisi subyek dan lokasi penelitian dan deskripsi data penelitian, deskripsi data penelitian ini mengenai paparan data yang telah ditemukan oleh peneliti.
BAB IV ANALISIS DATA
23
BAB V KESIMPULAN
BAB II
KAJIAN TEORITIS
A. Kajian Pustaka
1. Pengertian Konstruksi Media
Menurut kamus besar bahasa Indonesia Konsruksi merupakan suatu kegiatan membangun, selain itu bisa diarikan sebagai susunan atau bangunan.25Media berasal dari bahasa latin yaitu medium bentuk jamak yang berarti saluran dan media merupakan bentuk tunggal yang berarti alat penyaluran sarana.26
Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa konstruksi media dapat diartikan dengan bagaimana media (penyaluran sarana) membangun opini publik mengenai pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah.
Media atau penyaluran sarana ini memiliki dua klafikasi yaitu sebagai berikut : a. Media massa
Media massa atau yang sering disebut massa media adalah sarana untuk menyalurkan pesan oleh seseorang ataupun sekelompok orang kepada sejumlah banyak orang banyak yang terpencar-pencar dan bersifat massa. Media ini sering diidentikkan dengan media modern atau media hasil dari perkembangan lain, selain pengertian tersebut, seperti Everett M.Rogers (ia
setuju dengan pandangan itu), tapi juga menyangkut media tradisional, seperti teater rakyat, juru dongeng keliling dan juru pantun yang banyak diminati, oleh massa. Komunikasi lewat media massa disebut dengan mass media communication atau sering juga disebut komunikasi massa (mass
communication).
25
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), hlm.804. 26
25
b. Media Nirmassa
Yaitu sarana komunikasi yang dipergunakan oleh seseorang atau lebih tapi tidak bersifat massa. Media ini dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut : a. Media individual
Yaitu media yang dipergunakan untuk point to point Communication
atau atau komunikasi dua titik ke titik, maksutnya komunikasi dari seseorang ke seseorang yang lainnya. Seperti surat, telepon, telegram dan media lainnya yang hanya menyalurkan pesan kepada seorang saja. b. Media umum
Yaitu sarana komunikasi yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik, baik interen public maupun ekstern public dalam
jumlah yang relatif banyak, seperti papan pengumuman, poster leaflet, pameran, spanduk, pamplet, dan sebagainya.
Dari klasifikasi diatas media yang digunakan untuk membangun opini publik mengenai pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah yaitu dengan menggunakan media massa, dimana seorang wartawan ingin menyampaikan pesan berupa berita kepada masyarakat yang membaca berita tersebut. media massa secara tidak langsung akan membentuk komunikasi massa dimana komunikasi massa merupakan proses organisasi media menciptakan dan menyebarkan pesan-pesan pada masyarakat luas dan proses pesan tersebut dicari digunakan, dipahami, dan dipengaruhi oleh audiens.27
27
26
2. Tujuan Konstruksi Media
Komunikasi massa merupakan komunikasi melalui media massa yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang besar, media massa disini bisa berupa media cetak maupun media elektronik. Media cetak maupun elektronik merupakan media massa yang memiliki pengaruh yang cukup besar bagi khalayak luas, karena selain membawa pesan persuasi, media massa sudah melekat dalam kehidupan masyarakat modern dan dianggap sebagai sumber berita maupun hiburan yang dibutuhkan. Dengan seringnya masyarakat modern mengakses berita melalui media massa, maka secara tidak langsung media telah mendapatkan kepercayaan dari khalayak luas, karena kepercayaan inilah tentunya media massa lebih leluasa mengkonstruksi opini publik dengan berita-berita yang telah disajikan.
Konstruksi media atas berita yang disampaikan kepada khalayak tidak semata-mata bertujuan hanya memberikan informasi terkini kepada khalayak saja, seperti yang telah disampaikan oleh John Vivian terkait eksistensi media massa yaitu negara-negara kuat menggunakan media massa untuk menyebarkan ideologinya dan untuk tujuan komersial. Media massa adalah alatutama propagandis, pengiklan dan orang-orang yang berusaha mempengaruhi orang lain.28 Seperti yang kita ketahui bawasannya sekarang ini tidak hanya di Negara-negara maju saja yang menggunakan media massa sebagai alat bisnis yang digunakan untuk meraup keuntungan, di Indonesia media massa banyak yang tidak memikirkan dampak atas berita yang telah disampaikan kepada kalayak, para pemilik media hanya memikiran bagaimana menggait pengiklan untuk meraup kuntungan atas berita yang telah disampaikan kepada khalayak, selain itu
28
27
para pemilik media terkadang menggunakan media massa yang dimilikinya untuk kepentingannya sendiri, seperti beriklan mengenai partai politik yang di naunginya di media yang ia miliki dan menyajikan berita yang berpihak pada hal-hal yang berkaitan atas ideologi media tersebut.
3. Jenis-jenis Konstruksi Media
Kehidupan kita sebagai masyarakat yang berada dalam perkembangan tekhnologi komunikasi yang sangat pesat, membuat kita tidak sadar akan dampak yang besar untuk kehidupan kita, semakin sering kita mengakses teknologi semakin besar pula perubahan sosial dalam kehidupan keseharian kita, contohnya: masyarakat lebih individualis karena informasi yang kita butuhkan semuanya telah ada di telephon genggam yang kita miliki. Telephon genggam sekarang ini tidak hanya memiliki fungsi mengirim surat pendek (SMS) atau telepon saja, perusahaan-perusahaan telephon genggam telah menyulap telphon genggam sebagai alat canggih yang dapat kita bawa kemana-mana, bagaimana tidak dengan telephon genggam yang kita miliki, kita dapat mengakses informasi-informasi yang kita butuhkan, karena telah dilengkapi dengan aplikasi internet yang menunjang, dengan mudah kita memperoleh informasi tersebut tanpa bersusah payah bertanya kepada orang lain.
28
Konstruksi media dapat dilakukan dengan menggunakan media cetak maupun media elektronik, akan tetapi konstruksi media biasanya menggunakan media cetak berupa koran, sedangkan media elektronik yang biasa digunakan adalah televisi, dan yang terakhir biasanya menggunakan internet yang berupa berita online. di Indonesia koran atau surat kabar masih memiliki eksistensinya, dimana masih banyak khalayak yang membacanya walaupun telah banyak bermunculan media online yang mempublikasikan berita.
Koran atau surat kabar merupakan alat komunikasi massa sebagai saluran dari pernyataan manusia yang bersifat terbuka dan teratur, serta dalam bentuk tercetak yang isinya aktual meliputi segala perwujudan manusia. Ciri-ciri koran atau surat kabar yang pertama aktualita, yaitu pers yang dalam pemberitaannya selalu menampilkan hal-hal yang hangat, beritanya baru terjadi dengan tulisan yang cukup menarik. Kedua yaitu periodesita, yaitu terbitan suatu pers yang diproduksi secara tetap, seperti harian, mingguan, berkala, bulanan dan sebagainya. Ketiga universalitas, yaitu isi dari pers itu bermacam ragam tanpa mengurangi kebijaksanaan redaksional. Keempat publisita, yaitu harus disebarkan dengan luas kepada semua lapisan masyarakat.29
Jenis media kedua yang banyak diakses masyarakat dan digunakan untuk mengkonstruksi masyarakat dengan pesan-pesan yang disampaikan yaitu televisi, televisi merupakan media massa yang sekarang ini banyak diminati oleh masayarakat, karena dengan adanya televisi masyarakat dapat memperoleh informasi dengan melihat kejadian tersebut dengan gambar dan suara. Dengan konsep audio visual yang dimiliki oleh televisi secara tidak langsung televisi memiliki aktualitas yang melebihi surat kabar, sebab dengan televisi orang sering
29
29
memperoleh pandangan yang lebih luas daripada orang-orang yang hadir ditempat peristiwa sendiri sebagai alat komunikasi massa. Media ini dapat mengurangi kekurangan-kekurangan dari media lainnya akan tetapi juga memiliki pengaruh yang cukup besar bagi masyarakat.30
Internet merupakan jaringan antar komputer yang saling berkaitan, jaringan ini tersedia secara terus-menerus sebagai pesan-pesan elektronik, termasuk email, transmisi file, dan komunikasi dua arah antar individu atau komputer.31 Di era globalisasi seperti saat ini internet merajai kehidupan manusia, manusia tidak dapat terlepas dari internet, dengan berkembang pesatnya tekhnologi komunikasi bertambah pulalah pengguna internet. Dengan pengguna internet yang cukup besar dan intens, membuat para kapitalis media memanfaatkan hal ini, banyak sekali surat kabar online yang bermunculan, seperti Tribunnews.com, Detik.com, Kompas.com, dan lain sebagainya. Dengan bermunculannya media online secara tidak langsung mempermudah masyarakat untuk mengakses berita yang sedang hangat dan menarik perhatian, selain itu pula berita online merupakan salah satu strategi pemilik media untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan mengkonstruksi masyarakat dengan berita-berita yang sesuai dengan ideologi media tersebut.
4. Efek Konstruksi Media
Konstruksi media mengenai pesan yang disampaikan kepada masyarakat secara tidak langsung akan menimbulkan efek kepada masyarakat itu sendiri. Efek tersebut bisa berupa perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat, perubahan sosial bisa berupa gaya hidup, hubungan antara masyarakat satu dengan
30 Idid,hlm.51.
31
30
masyarakat lainnya dan kreadibilitas yang tinggi atas media yang ia anggap satu ideologi.
Industri budaya adalah salah satu istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Theodor W. Adorno dan Max Hokheimer dalam buku mereka : Dialectic Of
Englinghtement. Dalam buku kumpulan esai tentang budaya massa The Culture Industry. Secara sederhana industri budaya dapat diartikan sebagai budaya yang
telah mengalami komodifikasi dan industrialisasi. Apa yang disajikan kepada khalayak telah diatur oleh agen yang berperan dalam produksi dilakukan hanya untuk mencari profit.32
Konstruksi media pada dasarnya ada, dikarenakan adanya industri budaya tersebut, dimana media memperoduksi sebuah pesan disesuaikan dengan keuntungan apa yang akan diperoleh, tanpa melihat efek yang terjadi dalam masyarakat. Keseluruhan praktik dari industri budaya menunjukkan hasrat untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk-bentuk budaya. Jadi, nilai kualitas, kebenaran dan estetika bukanlah hal utama, namun seberapa nilainya sebagai komoditas. Budaya mengalami komodifikasi dan industrialisasi, semuanya demi meraup keuntungan.
Media massa sebagai produk industri budaya tampak jelas pada bentuk-bentuk simbolik yang dapat diproduksi secara massal, disebarluaskan, kemudian menjadi komoditas, termasuk berita. Berita bukan lagi sebagai informasi yang akurat, berita bisa menjadi profit yang menguntungkan meskipun isi pesan yang disampaikan terkadang memihak sesuai ideologi media tersebut.
32
31
5. Muktamar Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama didirakan oleh KH.Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 31 januari 1926. Kelahiran NU pada dasarnya merupakan muara perjalanan panjang sejumlah ulama pesantren diawal abad - 20 yang berusaha mengorganisir diri dan berjuang demi melestarikan budaya keagamaan kaum muslim tradisional, disamping untuk mengobarkan semangat nasionalisme. NU menganut Ahlusunnah
waljamaah, yang berarti menganut tradisi (kebiasaan) Nabi Muhammad sebagaimana yang dilakukan oleh mayoritas umat Islam. Ingin ditegaskan bahwa NU lebih mengutamakan tradisi dari pada pertimbangan rasional dalam memberlakukan Islam diseluruh lapangan kehidupan.33
Dalam bentuknya semula, NU atau Kebangkitan Ulama tidak dapat disamakan dengan NU yang lahir ditahun 1926. Kebangkitan ulama pada masa dahulu masih bersifat pribadi atau perorangan dan belum ada ikatan organisatoris antara satu dengan yang lainnya. Pada umumnya, mereka bangkit karena rasa tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu yang telah mereka peroleh melalui proses yang amat panjang.34Pembentukkan Jami‟iyyah NU tidak lain merupakan upaya
pengorganisasian potensi dan peran ulama pesantren yang sudah ada, untuk ditingkatkan dan dikembangkan lebih luas lagi. Dengan kata lain didirikannya NU adalah menjadi wadah bagi usaha mempersatukan dan menyatukan langkah ulama pesantren didalam rangka tugas pengabdian yang tidak lagi terbatas pada soal kepesantrenan dan kegiatan ritual keagamaan semata, tetapi lebih ditingkatkan lagi kepekaan terhadap masalah-masalah sosial, ekonomi maupun persoalan
33
Einar Martahan Sitompul, NU dan Pancasila (Jakarta: CV.Muliasari, 1996), hlm. 68.
34
32
kemasyarakatan pada umumnya.35 Berdirinya NU disebabkan oleh beberapa faktor, faktor tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Motif Agama
Salah satu motif atau pendorong berdirinya NU adalah untuk menegakkan agama Islam. Para ulama dan pemuka Islam (agaknya) sadar betul bahwa ajaran Islam yang telah tertanam kelubuk hati bangsa Indonesia
oleh para Muballigh (khususunya) “Wali Sanga” ketika itu sedang terancam
oleh bahaya politik kristenisasi pemerintah Kolonial. Sehingga, mereka merasa perlu untuk bangkit mengadakan perlawanan sekalipun bukan dalam bentuk kekerasan. Tidak terkecuali NU, karena organisasi para ulama ini lahir, salah satu tujuan utamanya, adalah untuk menegakkan keluhuran agama.36
b. Mambangun Nasionalisme
Salain motif Agama, NU lahir karena dorongan untuk merdeka. Ia berusaha membangunkan semangat Nasionalisme melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan. Membangun nasionalisme pada masa itu, sama artinya dengan membela tanah air. Dan, membela tanah air sama juga membela tuntutan rakyat untuk merdeka sekalipun harus melawan penjajah.37
c. Mempertahankan Paham Ahlussunah Wal Jama‟ah.
Selain motif Agama dan Nasionalisme, lahirnya NU juga didorong oleh semangat mempertahankan paham Ahlussunah Wal Jama‟ah.
PenegasanAhlussunah Wal Jama‟ah oleh Kyai Wahab itu menunjukkan
35
Ibid, hlm.18.
36
Ibid, hlm.19 dan 27.
37
33
rencana untuk mendirikan organisasi pembela mazhab Ahlussunah Wal
Jama‟ah, sudah lama dicetuskan. Setidaknya sejak pengaruh pembaruan
Muhammad bin Abdullah Wahab mulai masuk ke Indonesia sekitar abad XX. Tetapi karena rencana ini belum mendapatkan persetujuan dari KH.
Hasyim Asy’ari, selama itu pula belum bisa diwujudkan. Dan begitu
mendapatkan ijin, Kyai Wahab langsung membentuk komite hijaz, dan
selanjutnya mengumpulkan para ulama untuk melahirkan NU. Ini berarti
kemenanganIbnu Sa’ud atas tanah Hijaz, juga merupakan faktor
pemercepatlahirnya NU, yang sejak semula bermaksud mempertahankan paham Ahlussunah Wal Jama‟ah dari serangan Wahabi.38
Pola atau bentuk Organisasi (Jami‟iyyah) semenjak lahir hingga saat ini, belum pernah mengalami perubahan. Tetapi penambahan dan penyempurnaan telah banyak dilakukan sesuai dengan tuntutan kemajuan. Misalnya penambahan beberapa badan otonom, yang secara fungsional berhak mengatur rumah tangga sendiri. Seperrti halnya pola organisasi pemerintah, model organisasi NU juga membedakan antara kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Hanya saja, istilah yang dipergunakan adalah membedakan antara kekuasaan Syuriyyah (yang menentukan tujuan) dan kekuasaan Tanfidziyah (yang melaksanakan tercapainya
tujuan). Tetapi fungsi Syuriyyah di NU, menerangkan pula sebagai pengabdian
banding atau Yudikatif. Oleh sebab itu di dalam NU struktur Syuriyyah
merupakan pimpinan tertinggi NU yang petunjuknya mengikat sampai kebawah menurut suatu garis vertical karena itu pula, NU patut disebut sebagai Organisasi
“lini”. Meski organisasi ulama ini menempatkan Syurriah pada tingkat paling atas,
38
34
diatas lembaga itu masih ada lembaga tertingginya yakni Konperensi Besar dan Muktamar.
Konperensi Besar adalah lembaga permusyawaratan tertinggi dibawah Muktamar yang para anggotanya terdiri dari pengurus besar dan pengurus wilayah. Konperensi besar diadakan sepuluh tahun sekali guna membicarakan berbagai persoalan, khususnya yang menyangkut perjalanan sejarah NU selama kurun waktu tertentu. Sedangkan Muktamar merupakan lembaga tertinggi yang anggotanya terdiri dari pengurus besar, pengurus wilayah dan cabang.
Muktamar diadakan lima tahun sekali guna membahas garis-garis besar kerja NU, perubahan AD-ART dan pemilihan pengurus baru serta berbagai masalah keagamaan yang aktual. Keuangan organisasi diusahakan melalui uang pangkal (bagi anggota yang baru masuk), uang iuran bulanan, uang I‟anah Sanawiyah (iuran tahunan), donatur, sumbangan yang tidak mengikat dan usaha lain yang halal.39
6. Muktamar Muhammadiyah
Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah yang bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 hijriyah di Yogyakarta. Muhammadiyah memiliki identitas
gerakan islam, da’wah amar ma‟ruf nahi munkar dan tajdid, bersumber pada
Al-Qur’an dan As-sunnah. Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat yang
berasaskan Islam.
39
35
Tujuan didirikannya Muhammadiyah untuk menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Untuk mewujudkan tujuan dari organisasi ini usaha yang dilakukan yaitu sebagai berikut :
1. Muhammdiyah melaksanakan da’wah amar ma‟ruf nahi munkar dan
tajdid yang diwujudkan dalam usaha disegala bidang kehidupan.
2. Muhammadiyah diwujudkan dalam bentuk amal usaha, program, dan kegiatan, yang macam dan penyelenggaraanya diatur dalam anggaran rumah tangga.
3. Penentu kebijakan dan penanggung jawab amal usaha, program, dan kegiatan adalah pimpinan Muhammdiyah.
Anggota dari Muhammadiyah terdiri atas, anggota biasa, anggota luar biasa dan anggota kehormatan. Anggota biasa ialah warga negara Indonesia beragama Islam, anggota luar biasa ialah orang Islam bukan warga negara Indonesia dan anggota kehormatan adalah anggota perorangan beragama Islam yang berjasa terhadap Muhammadiyah dan atau karena kewibawaan dan keahliannya bersedia membantu Muhammadiyah.
36
Pimpinan pusat dapat menambah anggota apabila dipandang perlu dengan mengusulkannya kepada tanwir. Pimpinan pusat diwakili oleh ketua umum atau salah seorang ketua bersama-sama sekretaris umum atau salah seorang sekretaris, mewakili Muhammadiyah untuk tindakan didalam dan diluar pengadilan. Selain ada pimpinan pusat Muhammadiyah juga memiliki pimpinan wilayah, pimpinan wilayah memimpin Muhammadiyah dalam wilayahnya serta melaksanakan kebijakan pimpinan pusat. Pimpinan daerah, yaitu memimpin Muhammadiyah dalam daerahnya serta melaksanakan kebijakan pimpinan diatasnya. Pimpinan cabang, memimpin Muhammadiyah dalam cabangnya serta melaksanakan kebijakan pimpinan diatasnya dan yang terakhir adalah pimpinan ranting, pimpinan ranting memimpin dalam rantingnya dan melaksanakan kebijakan pimpinan diatasnya.
37
disebabkan oleh keadaan yang membahayakan Muhammadiyah dan atau kekosongan kepemimpinan, sedang tanwir tidak berwenang untuk memutuskannya. Ketiga tanwir, tanwir ialah permusyawaratan dalam Muhammadiyah dibawah muktamar, diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab pimpinan pusat. Keempat musyawarah wilayah, musyawarah wilayah ialah permusyawaratan Muhammadiyah dalam wilayah, diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab pimpinan wilayah. Kelima musyawarah cabang, musyawarah cabang ialah permusyawaratan Muhammadiyah dalam cabang dselenggarakan dan atas tanggung jawab pimpinan cabang. Permusyawaratan terakhir adalah musyawarah ranting, permusyawaratan ini merupakan permusyawaratan Muhammadiyah dalam ranting dan atas tangging jawab pimpinan ranting.
Enam permusyawaratan diatas merupakan permusyawaratan rutinitas lima tahun sekali dalam Muhammadiyah, akan tetapi permusyawaratan tertinggi jatuh pada muktamar yang nantinya akan menjadi penentu terbentuknya struktur baru pimpinan tertinggi dalam struktur organisasi Muhammadiyah yaitu pimpinan pusat untuk masa jabatan lima tahun.
B. Kajian Teori Ekonomi Politik Media
Teori ekonomi politik media merupakan teori yang menekankan pada isi media tersebut, dimana isi media merupakan komoditas yang di jual dipasaran, dan informasi yang disebarkan diatur oleh apa yang akan diambil pasar.40 Media massa memiliki pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat, karena masyarakat banyak mengkonsumsi media massa dalam kesehariannya, adanya intensitas penggunaan media massa disini membuka peluang bagi kapitalis media untuk mengembangkan
40
38
bisnis medianya, mereka lebih mementingkan keuntungan dibandingkan dengan apa yang dibutuhkan khalayak. Isi pesan yang disampaikan oleh media lebih kepada apa yang sedang hangat dipasar, para pemilik media berlomba-lomba menyampaikan pesan yang sama, akan tetapi pesan-pesan yang disampaikan dari satu media dengan media yang lainnya cenderung pada keterpihakkan yang mana keterpihakkan tersebut mengarah pada ideologi apa yang dianut oleh media tersebut.
Keegoisan media atas pesan yang disampaikan kepada khalayak luas dan cenderung memihak kepada sesuatu yang sesuai ideologinya, secara tidak langsung akan mengkonstruksi masyarakat mengenai opini atas pesan yang disampaikan oleh media tersebut, jika masyarakat yang membaca atau melihat adalah masyarakat yang mengetahui kondisi media massa saat ini mungkin tidak akan mempengaruhi kehidupan sosial mereka, namun jika yang mempersepsikan adalah masyarakat awam yang tidak tahu menahu atas kondisi media, maka akan menimbulkan perubahan sosial atau bahkan konflik antara masyarakat satu dengan yang lainnya.
Seperti yang disampaikan oleh Shramm bahwa, media massa khususnya radio, televisi dan surat kabar berperan dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Tetapi kenyataannya di negara dunia ketiga menghadapi berbagai hambatan untuk menjelaskan fungsinya, sebab dalam prespektif kekuasaan Negara berdasarkan pendapat McQuail, penyebaran informasi melalui media massa, adalah dominasi kekuasaan politik sehingga jauh dari hak atau kebebasan masyarakat untuk memperoleh informasi yang realistis, akurat dari sumber kreadibilitasnya diakui.
39
pendapat Denis Mc Quail pada dasarnya sistem pers adalah sub sistem dari sistem politik yang ada. Namun satu hal yang tidak bisa dibantah, sebagaimana pendapat Wilbur Schramm, media massa memegang peranan penting didalam kehidupan politik. Tanpa dukungan atau penggunaan media, maka pesan-pesan politik dan pembangunan sulit untuk menjangkau masyarakat luas yang sangat heterogen.
Dreier menegaskan media massa memainkan dua peran dalam masyarakat, pertama orientasi keuntungan yang dikehendaki oleh perusahaan pemilik media, direktur, supplier dan pengelola iklan demi perkembangan perusahaan, yang kedua adalah ideologi institusi seperti yang tampak dalam agenda pemberitaan politik, ekonomi dan sosial.41
Pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah yang diselenggarakan pada tanggal 1-7 Agustus 2015 lalu, banyak menghiasi media cetak maupun elektronik. Berita-berita yang disampaikan sangat beragam ada media yang telah memberitakan Muktamar mulai dari proses persiapan hingga terpilihnya masing-masing pimpinan pusat dari dua organisasi ini. Pemberitaan-pemberitaan ini sengaja ditampilkan di
headline media cetak maupun elektronik guna memperoleh keuntungan yang besar,
karena Muktamar NU maupun Muhammadiyah sedang hangat dibicarakan dan ditunggu masyarakat, mengingat mayoritas penduduk Indonesia memiliki fanatisme yang luar biasa khususnya anggota dari dua Organisani Masyarakat ini.
41
BAB III PENYAJIAN DATA
A. Deskripsi Subyek dan Lokasi Penelitian
1. Profil Harian Kompas42
Harian kompas merupakan surat kabar Indonesia yang diterbitkan oleh PT. Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari kelompok usaha Kompas Gramedia (KG) yang didirikan oleh Almarhum bapak Ojong dan Jakob Oetama sejak 28 Juni 1965. Mengusung semboyan ―Amanat Hati Nurani Rakyat”, Kompas dikenal sebagai sumber informasi terpercaya, akurat dan mendalam. Alamat kantor kompas berada di gedung Kompas Gramedia unit II lantai 3 jalan palmerah selatan 26-28 Jakarta.
Tanggal 28 Juni 1965 Kompas resmi terbituntuk pertama kali dengan tiras sebanyak 4.828 eksemplar, edisi pertama kompas ini berisi empat halaman. Pada tanggal 29 Agustus 1966 sehubungan dengan krisis kertas yang melanda Indonesia, ukuran kompas menyusut dari 9 kolom menjadi 6 kolom dengan halaman yang masih sama yaitu 4 halaman, kondisi ini tetap berlangsung hingga 9 September 1966.
Tanggal 25 November 1971, untuk pertamakalinya harian Kompas mengalami perubahan desain, desain yang dirubah adalah menghilangkan garis batas kolom dalam satu berita, selain itu sehubung dengan peresmian percetakan Gramedia, harian Kompas menerbitkan sekitar 96.000 eksemplar dengan tebal 12 halaman. 21 januari 1978 harian Kompas dilarang terbit untuk keduakalinya dimana sebelumnya Kompas pernah dilarang terbit pada bulan September 1966 bertepatan
42
41
dengan peristiwa besar yang dihadapi Indonesia yaitu peristiwa 30 S PKI, Kompas diijinkan terbit kembali pada tanggal 4 Februari 1978, dengan diijinkannya Kompas untuk terbit kembali, kompas juga memperbarui penampilannya, kompas menampilkan iklan dua warna (hitam dan merah) untuk pertamakalinya.
Kompas tidak hanya menerbitkan surat kabar harian saja, pada tanggal 2 November 1986 kompas minggu terbit perdana, pada hari yang sama pula jumlah halaman harian Kompas terus bertambah yaitu menjadi 16 halaman. 1 September 1997, Harian Kompas mulai diterapkan cetak jarak jauh melalui percetakan Bawen yang melayani pengiriman surat kabar untuk pelanggan Jawa Tengah dan DI Yokyakarta. 1 Juli 2009 hingga sekarang desain harian Kompas yaitu dari 9 kolom menjadi 7 kolom dan lembar klasifikasi iklan (klasika) dimuat dan diterbitkan pada harian kompas.
2. Profil Harian Jawa Pos43
Jawa pos didirikan oleh The Chung Shen pada tanggal 1 Juli 1949 dengan nama Djava-Post, saat itu The Chung Sheng hanyalah seorang pegawai bagian iklan sebuah bioskop di Surabaya, setiap hari The Chung Sheng ditugaskan untuk memasang iklan bioskop disurat kabar, lama-lama ia tertarik untuk mendirikan surat kabar sendiri. Setelah sukses dengan Jawa Posnya, The Chung Shen mendirikan pula koran dengan bahasa mandarin yaitu Hwa Chiao Sien Wen dan
bahasa belanda yang diberi nama De Vrije Pers.
Bisnis media yang dijalankan The Chung Shen tak selamanya mulus, pada akhir tahun 1970-an, omset Jawa Pos mengalami kemrosotan yang cukup tajam. Tahun 1982 oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja dan dua koran dengan bahasa asing yang didirikannya sudah lama berhenti diterbitkan. Ketika usia The
43
42
Chung Shen menginjak 80 tahun, ia akhirnya memutuskan untuk menjual Jawa Pos, kondisi ini disebabkan karena ketidakmampuannya untuk mengurus Jawa Pos dan kedua orang putranya memilih untuk tinggal di London dan Paris.
Tahun 1982 Jawa Pos diambil alih oleh Eric F.H Samola, pada waktu itu Eric merupakan direktur utama PT. Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo). Dengan managemen baru Eric mengangkat Dahlan Iskan sebagai pemimpin Jawa Pos dimanasebelumnya Dahlan Iskan adalah kepala biro harian Tempo di Surabaya. Dalam waktu 5 tahun Dahlan Iskan berhasil menghidupkan kembali Jawa Pos dengan hasil yang cukup siknifikan yang mulanya Jawa Pos hampir bangkrut denga oplah 6.000eksemplar menjadi oplah 300.000 eksemplar.
Jawa Pos terbit dengan beberapa edisi, Jawa Pos edisi Surabaya beredar di kota Surabaya dan sekitarnya (kabupaten sidoarjo dan gresik) terbit dengan tiga seksi utama, 3 seksi tersebut meliputi Jawa Pos (utama) berisi berita-berita utama, politik, ekonomi atau bisnis, Jawa Timur, nasional, internasional dan rubik-rubik tematik lainnya. Metropolis, berisi berita kota Surabaya dan sekitarnya (Sidoarjo dan Gresik), deteksi (halaman untuk remaja, salah satunya berisi polling harian), hiburan, kesehatan, tekhnologi, dan rubik-rubik ringan lainnya serta rubik mingguan, disini juga terdapat iklan baris yang disebut iklan jitu. Sportainment, berisi berita-berita olahraga, terutama ulasan mengenai sepak bola dan balap (Formula 1 dan Moto GP). Deteksi, berita-berita tentang kehidupan remaja, mulai dari otomotif, style, tekno hingga anime, terdiri dari tiga halaman yang disisipkan pada bagian metropolis. Hingga kini deteksi Jawa Pos aktif mengadakan event seperti deteksi basketball league dan madding championship, halaman ini kini
43
Edisi kedua adalah Jawa Pos luar Surabaya, Jawa Pos edisi ini beredar di luar Surabaya yaitu kawasan Jawa Timur dan Bali. Yang membedakan Jawa Pos edisi Surabaya dan luar Surabaya adalah seksi metropolis diganti dengan seksi yang lebih regional, dengan sebutan ―radar”, rubik-rubik metropolis (seperti jawa pos
edisi Surabaya) sebagian masih dipertahankan seksi Jawa Pos dan seksi utama dan seksi olahraga sama persis dengan edisi Surabaya. Saat ini Jawa Pos memiliki 12 radar yang masing-masing memiliki redaksi sendiri dikotanya yakni sebagai berikut :
1. Radar Banyuwangi beredar di Banyuwangi dan situbondo 2. Radar Jember beredar di Jember, Lumajang dan Probolinggo 3. Radar Bromo beredar di Pasuruan dan Probolinggo
4. Radar Malang beredar di Malang dan Batu
5. Radar Mojokerto beredar di Mojokerto dan Jombang 6. Radar Gresik berderar di Gresik, Surabaya dan Lamongan 7. Radar Kediri beredar di Kediri dan Nganjuk
8. Radar Tulungagung beredar Tulungangung, Trenggalek dan Blitar 9. Radar Bojonegoro beredar di Bojonegoro, Lamongan dan Blora
10.Radar Madiun beredar di Madiun,Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan 11.Radar Madura beredar dipulau Madura
12.Radar bali beredar di Denpasar Bali.
44
terdapat iklan baris seperti edisi Jawa Timur. Jawa pos jawa tengah dan DIY juga terdiri atas beberapa radar yakni sebagai berikut :
1. Radar Semarang beredar di Semarang, Salatiga, Demak, Kendal, Batang dan Pekalongan
2. Radar Solo beredar di Surakarta, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan Wonogiri
3. Radar Kudus beredar di Kudus, Pati, Jepara, Grobogan, Rembang dan Blora
4. Radar Jogja beredar di Provinsi DIY, Magelang, Purwokerto, Kebumen, Temanngung dan Wonosobo
5. Radar banyumas beredar di Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara.
Dari sisi managemen, radar-radar yang ada dikelola secara otonom. Rekrutmen karyawan dan wartawan dilakukan sendiri oleh masing-masing managemen radar.
3. Profil Harian Republika44
Republika merupakan sebuah koran nasional yang didirikan oleh ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), ICMI yang diketuai oleh BJ Habibie pada waktu itu berhasil menembus pembatasan ketat pemerintah untuk ijin penerbitan, dengan upaya-upaya yang dilakukan tersebut akhirnya harian Republika terbit perdana pada 4 Januari 1993. Harian Republika terbit dibawah naungan perusahaan PT. Abdi Bangsa, setelah BJ Habibie tak lagi menjabat sebagai presiden dan seiring dengan surutnya kiprah politik ICMI, selaku pemegang saham mayoritas PT. Abdi Bangsa, Mahaka Medika mengambil alih Republika
44
45
pada tahun 2000. Pada saat itu walaupun PT.Abdi Bangsa selaku perusahaan induk, Republika tetap berada pada naungan PT. Republika Media Mandiri yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Abdi Bangsa dibawah kepemilikan Mahaka Medika.
Walaupun telah berganti kepemilikan Repu