• Tidak ada hasil yang ditemukan

Presentasi Penjaminan Mutu di Kopertis 3 5 Agustus 2015 OK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Presentasi Penjaminan Mutu di Kopertis 3 5 Agustus 2015 OK"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENJAMINAN MUTU

PERGURUAN TINGGI

Oleh: Alsuhendra

(2)

DASAR PENTINGNYA SISTEM

PENJAMINAN MUTU DI

(3)

UU-RI No 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

Pasal 51

(1)Pendidikan tinggi yang bermutu merupakan pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan yang mampu secara aktif mengembangkan potensinya dan menghasilkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

(2)Pemerintah menyelenggarakan sistem Penjaminan mutu pendidikan tinggi untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

(4)

UU-RI No 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

(5)

Pasal 53

Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 51 ayat (2) terdiri atas:

a. sistem penjaminan mutu internal yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi; dan b. sistem penjaminan mutu eksternal yang

dilakukan melalui akreditasi.

UU-RI No 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

(6)

Pasal 54

(1) Standar pendidikan tinggi terdiri atas:

a. Standar Nasional Pendidikan Tinggi ditetapkan oleh Menteri atas usul suatu badan yang bertugas menyusun dan mengembangkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi; dan

b. Standar Pendidikan Tinggi ditetapkan oleh setiap Perguruan Tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

UU-RI No 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

(7)

Pasal 54

(2) Standar Nasional Pendidikan Tinggi

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan satuan standar yang meliputi standar nasional pendidikan, ditambah dengan standar penelitian dan standar pengabdian kepada masyarakat. (3) Standar Nasional Pendidikan Tinggi

dikembangkan dengan memperhatikan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi.

UU-RI No 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

(8)

Pasal 54

(4) Standar Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas sejumlah standar dalam bidang akademik dan nonakademik yang melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

(5) Dalam mengembangkan Standar Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, Perguruan Tinggi memiliki keleluasaan mengatur pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

UU-RI No 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

(9)
(10)

Permendikbud 050 tahun 2014

(11)

Permendikbud 050 tahun 2014

(12)

Permendikbud 050 tahun 2014

(13)

Permendikbud 050 tahun 2014

(14)

Permendikbud 050 tahun 2014

(15)

Permendikbud 050 tahun 2014

(16)

Permendikbud 050 tahun 2014

(17)

KESIMPULAN SPM-PT

Sistem Penjaminan Mutu Internal merupakan

kegiatan sistemik yang dilakukan oleh perguruan tinggi untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan oleh perguruan tinggi sendiri dan dilakukan secara

berkelanjutan.

Sistem Penjaminan mutu Eksternal merupakan

kegiatan sistemik yang dilakukan oleh BAN-PT atau lembaga mandiri lain yang diakui oelh Pemeintah guna mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi

untuk dan atas nama masyarakat, sebagai bentuk

(18)
(19)

”Proses perencanaan, pemenuhan, pengendalian, dan pengembangan standar pendidikan tinggi secara konsisten dan

berkelanjutan, sehingga pemangku

kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal perguruan tinggi, yaitu mahasiswa, dosen, karyawan, masyarakat, dunia usaha, asosiasi profesi, pemerintah

memperoleh kepuasan atas kinerja dan keluaran perguruan tinggi”

(20)

Terjaminnya mutu penyelenggaraan

pendidikan

tinggi

baik

pada

masukan, proses, maupun keluaran

berdasarkan peraturan

perundang-undangan, nilai dasar, visi, dan misi

perguruan

tinggi.

Kegiatan

penjaminan mutu ini merupakan

perwujudan

akuntabilitas

dan

transparansi perguruan tinggi.

(21)

TUJUAN SPMI

• SPMI bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan tinggi

yang diselenggarakan oleh setiap perguruan tinggi, melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, dalam rangka mewujudkan visi serta memenuhi

kebutuhan pemangku kepentingan internal dan eksternal perguruan tinggi.

• Mutu perguruan tinggi adalah kesesuaian antara

penyelenggaraan perguruan tinggi dengan Standar

Nasional Pendidikan, maupun standar yang ditetapkan oleh perguruan tinggi sendiri berdasarkan visi dan

kebutuhan dari stakeholders. Dengan demikian,

perguruan tinggi dinyatakan bermutu apabila perguruan tinggi tersebut mampu:

a. menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya;

b. menjabarkan visinya ke dalam sejumlah standar; c. memenuhi, mengendalikan, dan mengembangkan

sejumlah standar yang disebut [ada huruf b untuk

(22)

• Sistem Penjaminan Mutu

tumbuh budaya mutu :

menetapkan

dan

memiliki

standar, melaksanakan

standar,

mengevaluasi

(23)

• Penjaminan Mutu

dibutuhkan oleh

perguruan tinggi untuk :

memeriksa dan mengendalikan

mutu,

meningkatkan mutu,

memberikan jaminan pada

stakeholders,

standardisasi,

persaingan nasional dan

internasional,

perpindahan mahasiswa,

(24)

pengakuan lulusan

Memastikan seluruh kegiatan

institusi berjalan dengan baik dan

terus meningkat secara

berkesinambungan

Membuktikan kepada seluruh

stakeholders

bahwa institusi

(25)

DEFINISI DAN PEMAHAMAN SPM-PT

◊ Definisi Mutu

Mutu

adalah memenuhi atau melebihi

keinginan pelanggan dan

stakeholders

secara konsisten.

Mutu

adalah kesesuaian dengan

kegunaan dan tujuan

Mutu

adalah kesesuaian dengan

spesifikasi dan standar yang

ditentukan/berlaku

Mutu

adalah sifat dan karakteristik

(26)

Proses

-Silabus/GBPP/SAP - Mahasiswa

- Pengajar - Piranti dan Peralatan - Lingkungan - Anggaran - Dokumen - Peraturan - dll. Masukan Keluara n Pihak-Pihak

Terkait / Pelanggan (Stakeholders)

Unsur Mutu

SPMPT

- Proses instruksi - Kegiatan pendukung: riset, administrasi akademik, - Layanan akademik, - dll. - Institusi Pendidikan Tinggi

- Pasar Tenaga Kerja - Orang Tua

Mahasiswa - Pemerintah - Mahasiswa, - dll.

- Lulusan

(27)

Desired End Point

Position

Current Position PATHS WHICH REPRESENT THE STRATEGIC

PLAN OPTIONS

TIME

GAP

STRATEGIC

PLAN(S) QUALITY ASSURANCE

1 2

(28)

SINERGISME TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI

PUBLIKASI PATENT PENGUASAAN IPTEK DAN SENI

JASA NILAI-NILAI BARU PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENINGKATAN PENGETAHUAN DIKTAT, BUKU MODUL PENDIDIKAN KARIR DAN KESEJAHTERAAN DOSEN PENELITIAN

PENGETAHUAN PRAKTEK DIKMAS YANMAS PER MAS ALA HAN TER APAN cara problem solving BAHA

N AJAR

BARU

latar be

lakang penget ahuan & metod ologi -angka kredit -gaji -penghargaan -angka kredit

-dana jasa kerjasama -penghargaan

-angka kredit -dana penelitian -penghargaan

(29)
(30)

Dorongan Eksternal

Motivasi Internal Internally Driven

Ing Ngarso Sung Tulodho

Ing Madya

Mangun Karso Tut Wuri Handayani

TAHAPAN PEMBENTUKAN BUDAYA MUTU DI UNIVERSITS NEGERI JAKARTA

2006-2010 2010-2014 2014-2017

Dorongan Eksternal

Dorongan Eksternal

Motivasi Internal Internally Driven

(31)

DEFINISI MUTU PENDIDIKAN

PENDIDIKAN BERMUTU ADALAH PENDIDIKAN YANG MAMPU

MELAMPAUI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN MEMENUHI KEPUASAN PELANGGAN

BELUM MENCAPAI SNP/ PRA STANDAR

MEMENUHI SNP/ MANDIRI

MELAMPAUI SNP/

SP-BI

SP-BERKEUNGGULAN

(32)

8 Standar Minimal (SNP) Standar Lain (Melampaui SNP) Wajib Internally driven

1. Standar Isi 2. Sandar Proses

3. Standar Kompetensi Lulusan

4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5. Standar Sarana dan Prasarana

6. Standar Pengelolaan 7. Standar Pembiayaan 8. Standar Penilaian Pendidikan

a. Penelitian dan publikasi b. Pengabdian kepada masyarakat;

c. Sistem informasi;

d. Kerjasama institusional dalam dan luar negeri; e. Kemahasiswaan;

f. Suasana akademik; g. Sumber pendanaan (revenue generating); h. Bidang lain sesuai ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Standar Mutu Berdasarkan PP.No.19

(33)

SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI (SPM-PT)

Kegiatan penjaminan mutu perguruan tinggi dilaksanakan dalam sebuah sistem yang disebut Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT), yang terdiri atas:

a. Penjaminan mutu yang dilaksanakan secara sistemik oleh perguruan tinggi sendiri (internally driven) yang disebut sebagai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI);

(34)

Kegiatan penjaminan mutu perguruan tinggi harus didukung oleh ketersediaan data dan informasi tentang perguruan tinggi secara akurat, lengkap, dan mutakhir.

Data dan informasi tersebut dikelola oleh suatu pangkalan data pada masing-masing perguruan tinggi.

Data dan informasi yang berasal dari pangkalan data pada masing-masing perguruan tinggi dihimpun, dikelola, dan dikendalikan oleh suatu Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) pada aras Nasional yang dikelola oleh Ditjen Dikti.

(35)

M

Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT)

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)

Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

Sistem Penjaminan Mutu Internal

(SPMI)

SNP

SNP SNP

SNP Secara skematik SPM-PT dapat digambarkan sebagai

(36)

STRATEGI PELAKSANAAN SPM-PT

Menurut Pasal 50 ayat (2) Undang-Undang

(37)

Kebijakan nasional untuk menjamin mutu

pendidikan tinggi, khususnya melalui SPMI, yang ditetapkan Pemerintah bersifat sebagai pedoman yang dapat diikuti oleh perguruan tinggi untuk dikembangkan sendiri oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai dengan nilai dasar, visi, dan misi perguruan tinggi tersebut. Dengan demikian, peran

Ditjen Dikti adalah membantu,

menginspirasi, mendorong, atau

(38)

Ditjen Dikti telah:

a. menerbitkan Buku SPM-PT yang berisi

penjelasan tentang SPMI, SPME, dan

PDPT, yang dilengkapi dengan praktik

baik SPMI di beberapa perguruan

tinggi di Indonesia;

b. melakukan diseminasi atau sosialisasi

SPM-PT sejak tahun 2008, dan

pelatihan SPMI;

(39)

Oleh karena pelaksanaan SPMI bersifat

internally driven sesuai dengan kebutuhan, kesadaran, dan kesiapan setiap perguruan tinggi, maka perguruan tinggi di Indonesia diharapkan mampu untuk:

a. menggalang komitmen untuk

menjalankan SPMI;

b. menetapkan, memenuhi,

mengendalikan, dan mengembangkan SPMI;

(40)

TAHAP

PELAKSANAAN/IMPLEMENTASI SPMI

a. Pembuatan dokumen atau buku SPMI yang berisi:

• Kebijakan SPMI, yang antara lain berisi definisi,

konsep, tujuan, strategi, berbagai standar dan/atau standar turunan, prioritas;

• Manual SPMI, yang antara lain berisi panduan untuk menetapkan, memenuhi, mengendalikan, dan

mengembangkan/meningkatkan standar; pedoman

atau petunjuk/instruksi kerja bagi stakeholders

internal yang harus menjalankan mekanisme tersebut;

• Standar SPMI, yang berisi antara lain minimum 8

(delapan) standar bagi pendidikan tinggi sebagaimana diatur dalam PP. No.19 tahun 2005 tentang SNP

dan/atau standar turunan dari kedelapan standar tsb. Penambahan jumlah standar selain kedelapan SNP sangat dianjurkan sesuai dengan visi, misi, dan

(41)

• Formulir SPMI, yang antara lain berisi

berbagai formulir yang berfungsi sebagai instrumen untuk merencanakan,

menerapkan, mengendalikan, dan

mengembangkan standar. Formulir yang telah diisi disebut sebagai rekaman

mutu, dan berfungsi sebagai bukti pelaksanaan kegiatan.

b. Pelaksanaan dan Pengendalian, antara lain melalui proses monitoring, auditing, dan evaluating;

(42)

MODEL PENGORGANISASIAN SPMI

Sesuai dengan karakteristik, ketersediaan dan

kemampuan sumber daya pada masing-masing

perguruan tinggi, pengorganisasian SPMI pada

prinsipnya dapat dilakukan melalui salah satu dari 3 (tiga) model yang lazim berikut ini:

a. Pengorganisasian SPMI melalui unit khusus SPMI, yaitu perguruan tinggi membentuk badan/kantor/tim yang bertugas melaksanakan SPMI di lingkungan perguruan tinggi;

b. Pengorganisasian SPMI secara terintegrasi pada manajemen perguruan tinggi, yaitu perguruan tinggi tidak membentuk badan/kantor/tim, melainkan menugaskan pelaksanaan SPMI kepada pejabat struktural pada setiap aras manajemen;

c. Pengorganisasian SPMI melalui pembentukan badan/ kantor/tim yang bertugas melaksanakan SPMI,

(43)

MODEL MANAJEMEN KENDALI MUTU DALAM SPMI

Apapun model pengorganisasian SPMI, perguruan

tinggi perlu memilih model manajemen kendali dalam SPMI. Terdapat beberapa model manajemen yang dapat dipilih, misalnya Model PDCA (Plan, Do, Check, Action).

Dalam memilih model manajemen kendali mutu

SPMI, perguruan tinggi wajib memilih model manajemen yang memungkinkan terjadinya

(44)

Manajemen Kendali Mutu SPMI

PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang akan menghasilkan

kaizen atau peningkatan mutu berkelanjutan (continuous improvement) di perguruan tinggi

SDCA SDCA SDCA SDCA P D C A P D C A P D C A P D C A SDCA

S : Standard

Quality first

Stakeholder - in

The next process is our stakeholder

Speak with data

Upstream management

Kaize n / c

ontin uous

impr

(45)
(46)
(47)

MODEL–MODEL SPM- PT

(48)

STANDAR MUTU

MODEL DASAR PENJAMINAN MUTU DIKTI

EVALUASI DIRI BENCHMARKING

pelaksanaan

(49)

MONITORING

ASESMEN, EVALUASI

PERANGKAT DOKUMEN SPMPT

Pelaksanaan Monitoring

Evaluasi Diri PDPT+ Standar Peningkatan Mutu Rumusan Koreksi Audit Internal Standar Baru

SPMPT

DIKTI BENCHMARKING

Buku Panduan Sistem SPMPT

Buku Panduan a. Pelaksanaan

dan Monitoring b. Audit Internal c. Peningkatan

(50)
(51)

Prinsip Dasarnya :

1. Fokus Pada Pelanggan (Customer Focus) 2. Kepemimpinan (Leadership)

3. Melibatkan Semua Orang (Involment of People) 4. Pendekatan Proses (Process Approach)

5. Pengelolaan Organisasi Menggunakan

Pendekatan Sistem (Systems Approach to Management)

6. Peningkatan Perbaikan Berkelanjutan (Continual Improvement)

7. Pendekatan Fakta Dalam Pengambilan Keputusan (Factual Approach to Decision Making)

8. Hubungan Kemitraan Yang saling Menguntungkan (Mutually Beneficial Supplier Relationship)

(52)

produk

Continual Improvement of the Quality Management System

Management responsibility Resource manageme nt Measuremen t, analysis, improvement Product realization S T A K E H O L D E R R e q u I r e m e n t s S T A K E H O L D E R S a t I s f a c t I o n Input Output S T A K E H O L D E R R e q u I r e m e n t s S T A K E H O L D E R S a t I s f a c t I o n

(53)

 Substansi utama SMM adalah penerapan

PDCA, yaitu:

a. Plan, adanya perencanaan

b. Do, adanya pelaksanan dari apa yang sudah direncanakan

c. Check, adanya monitoring,

pemeriksaan, pengukuran dan

evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil pelaksanaan termasuk Audit Mutu Internal

(54)

.

Check

Action

Plan

Do

(55)

PRASYARAT UNTUK MEMBANGUN DAN MELAKSANAKAN SPMI PT

Agar perguruan tinggi dapat membangun dan melaksanakan SPMI, dibutuhkan 4 (empat) hal utama berikut ini:

a. Komitmen dari semua unsur dalam perguruan tinggi

b. Perubahan paradigma dari paradigma ketergantungan pada pengawasan dan pengendalian vertikal oleh Pemerintah, ke paradigma otonomi dalam pengawasan/ pengendalian melalui SPMI oleh

perguruan tinggi itu sendiri.

c. Perubahan sikap para pengelola perguruan tinggi yang semula bekerja tanpa standar dan tanpa memerhatikan visi perguruan tinggi, menjadi sikap

patuh (comply) pada standar yang merupakan

penjabaran visi perguruan tinggi.

d. Pengorganisasian SPMI melalui pembentukan badan/

kantor/tim, atau dengan cara menugaskan

pelaksanaan SPMI kepada pejabat struktural pada

setiap aras manajemen, atau altenatif

(56)

SEBAGAI SISTEM MANAJEMEN ISO

DAPAT MEMBANTU PERGURUAN

TINGGI DALAM MENCAPAI BUDAYA

MUTU

(

Bukan satu satunya

)

ROH PENJAMINAN MUTU

adalah

(57)

PENGUATAN

1. PENERAPAN ISO FOKUS PADA PROSES

2. PENGENDALIAN DOKUMEN

3. PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN

(58)

PENGEMBANGAN PADA

PENDIDIKAN

1. LINGKUP ATAU CAKUPAN ISO / APA YANG

DI ISOKAN ?

2. PERLUASAN LINGKUP

3. INSPIRASI SISTEM PADA UNIT LAIN

(59)

DOKUMEN YANG

DIBUTUHKAN

MANUAL MUTU

KEBIJAKAN MUTU

SASARAN MUTU

SOP

WEWENANG DAN TUGAS

INSTRUKSI KERJA

(60)

Dokumen dalam Sistem Mutu SPMI-PT berdasarkan ISO

Catatan: Aras Dokumen dapat dikelompokkan dalam SATU manual teknis bila diperlukan

APA?

(Sesuai standar Mutu)

BAGAIMANA?

(Langkah kerja apa, bagaimana, mengapa, kapan, di mana?)

RINCI

(Langkah kerja rinci, deskripsi tugas

setiap individu/kelompok) MM (Manual Mutu) MP (Manual Prosedur)

IK (Instruksi Kerja)/

DP (Dokumen Pendukung)/

BO (Borang)/Rekaman

Aras 3 Aras 1

(61)

QUALITY DOCUMENTS (Formulir,

Borang, dll)

Dokumen tertulis yang berfungsi untuk mencatat/ merekam hal atau informasi atau kegiatan tertentu

sebagai bagian tak terpisahkan dari Standar Mutu dan Manual Mutu atau Prosedur Mutu,

Fungsinya

 alat untuk mencapai/memenuhi/mewujudkan isi

standar mutu;

 alat untuk memantau, mengontrol, mengendalikan,

mengkoreksi, mengevaluasi pelaksanaan SPMI-PT;

 bukti otentik untuk mencatat/merekam pelaksanaan

(62)

Istilah Kebijakan di Perguruan

Tinggi

Kebijakan Perguruan Tinggi,

Kebijakan Akademik

Kebijakan SPMI-PT (Kebijakan

Mutu),

Tiga istilah yang berbeda walaupun

dalam beberapa hal akan saling

(63)

Kebijakan Perguruan

Tinggi

pernyataan tentang arah, dasar,

nilai-nilai, tujuan, strategi, prinsip, dan

sistem manajemen penyelenggaraan

jasa pelayanan pendidikan tinggi

secara menyeluruh yang dibuat dan

dilaksanakan oleh sebuah PT dalam

rangka mewujudkan visi, misi, dan

tujuan institusi

(64)

Kebijakan Akademik

pernyataan tertulis yang diturunkan

dari Kebijakan PT namun khusus

hanya menyangkut bidang akademik,

yaitu kurikulum, proses pembelajaran,

penilaian hasil pembelajaran, dan

(65)

Kebijakan Mutu (SPMI) (1)

dokumentasi tertulis berisi garis

besar penjelasan tentang

bagaimana suatu PT memahami,

merancang, dan melaksanakan

SPMI dalam penyeleng-garaan

pelayanan pendidikan tinggi kepada

masyarakat sehingga terwujud

(66)

Kebijakan Mutu (SPMI) (2)

Kebijakan Mutu (Quality Policy)

harus memuat kata "komitmen

untuk memenuhi persyaratan

dan terus-menerus

(67)

Kebijakan Mutu (SPMI) (3)

dalam dokumen ini ada penjelasan

mengenai latar belakang atau

alasan, tujuan, strategi, prinsip, dan

arah PT untuk menjamin dan

meningkatkan mutu dalam setiap

kegiatannya.

Kebijakan Mutu (SPMI-PT) dibuat dan

(68)

2. Kebijakan Mutu

Kebijakan

Mutu

adalah

suatu

kebijakan dasar dalam pengelolaan

pendidikan tinggi, sistem dan proses

pembelajaran, lulusan yang ingin

dihasilkan/ dicapai, implementasi

dan

pengembangan

sistem

manajemen mutu, yang diturunkan

dari Misi dan Visi serta kebutuhan

dan persyaratan pelanggan dan

stakeholders.

(69)

Manfaat Kebijakan Mutu

menjelaskan kepada para

pemangku kepentingan PT tentang

SPMI-PT yang bersangkutan secara

ringkas padat namun utuh dan

menyeluruh;

menjadi dasar atau „payung‟ bagi

seluruh standar, manual, dan

formulir SPMI-PT;

membuktikan bahwa SPMI-PT yang

(70)

MANUAL MUTU/

QUALITY

MANUAL

Manual SPMI-PT adalah dokumen tertulis

berisi petunjuk praktis mengenai cara,

langkah, atau prosedur tentang

bagaimana SPMI-PT dilaksanakan,

dievaluasi, dan ditingkatkan mutunya

secara berkelanjutan, oleh pihak-pihak

yang bertanggung-jawab untuk

(71)

MANUAL MUTU

Prinsip dasar sistem

manajemen mutu

Tujuan

Perangkat dan dokumen

sistem

Proses aktifitas mutu yang

ada dan interaksinya

(72)

STANDAR MUTU (

QUALITY STANDARD)

Dokumen tertulis berisi berbagai

kriteria, ukuran, patokan atau

spesifikasi dari seluruh kegiatan

penyelenggaraan pendidikan tinggi

dalam mewujudkan visi dan misinya,

agar dapat dinilai bermutu sesuai

dengan ketentuan

(73)

FUNGSI STANDAR MUTU

 alat untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan PT;

 indikator untuk menunjukkan level mutu PT;

 tolok ukur yang harus dicapai oleh semua pihak di

dalam PT sehingga menjadi faktor pendorong untuk bekerja dengan, atau bahkan melebihi, standar;

 bukti otentik kepatuhan PT terhadap peraturan

perundang-undangan dan bukti kepada publik

bahwa PT yang bersangkutan benar memiliki dan memberikan layanan pendidikan dengan

(74)

RUJUKAN SPMI-PT

1. UU-RI (khususnya No 20

tahun 2003 tentang

Sisdiknas dan No 12

tahun 2012 tentang

Pendidikan Tinggi

2. Peraturan Pemerintah

3. Permendiknas

4. Kepdirdikti

(75)

 SASARAN MUTU DAN RENCANA MUTU  STANDAR MUTU

ORGANISASI MUTU DAN HUBUNGANNYA

DENGAN UNIT LAIN

WAKIL MANAJEMEN

GARIS BESAR SISTEM MANAJEMEN MUTU

(76)

Sasaran Mutu

Merupakan Standar Mutu yang

diturunkan dari Kebijakan Mutu

bersifat strategis, spesifik, dapat

diukur, realistik, dan dapat dicapai

dalam kurun waktu tertentu.

(77)

WEWENANG DAN TUGAS

Merupakan dokumen yang

menjelaskan tentang

wewenang dan tugas setiap

jabatan yang tercakup dalam

(78)

DAFTAR CATATAN MUTU

Merupakan catatan hasil pelaksanaan

Sistem Penjaminan Mutu yang harus

(79)

SOP

Prosedur Kerja :

adalah pedoman kerja berisi

mekanisme dan urutan/proses kerja

dari suatu kegiatan/aktifitas pada satu unit

dalam rangka menunjang penerapan sistem manjemen mutu

- urutan kerja

- yang mengerjakan/penanggung jawab

(80)

INSTRUKSI KERJA

(81)

PEMBANGUNAN, IMPLEMENTASI DAN

PENGEMBANGAN SPM- PT

◊ Tahapan dan Persyaratan didalam

Pembangunan , implementasi dan

pengembangan SPM- PT, dalam hal

ini didasarkan pada pengalaman

(82)

1. Tahap Persiapan

 Komitmen sivitas akademika  Tim Sistem Penjaminan Mutu

 GPjM  TPjM

 Lingkup SMM : akademik, administrasi, keuangan, dan kemahasiswaan

 Seleksi mitra  Pelatihan

(83)

2. Tahap Pembangunan dan

Pendokumentasian Perangkat Sistem

Pelatihan Penyusunan Dokumen

Penyusunan dokumen

Kebijakan mutu

Manual Mutu

Sasaran mutu

SOP

Instruksi Kerja

(84)

Metode penyusunan

~ dari bawah  pelatihan, diskusi

(85)

3. Tahap Implementasi dan Evaluasi

 Sosialisasi

 Penerapan Sistem Mutu oleh

seluruh unit

 Monitoring dan Evaluasi  Audit Internal

 Evaluasi melalui RTM (Rapat

Tinjauan Manajemen.

(86)

SIKLUS IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU

Tindakan Perbaikan

SPM

Manual, Standar, Peraturan,

Pedoman,

Audit

Eksternal RTM Audit Internal

Kebijakan Mutu Sasaran Mutu, Prosedur Mutu

Pelaksanaan Monitoring dan

(87)

4. Tahap Perbaikan dan

Penyempurnaan

Hasil implementasi dan evaluasi merupakan masukan untuk langkah perbaikan dan

penyempurnaan Sistem Penjaminan Mutu

Prosedur Mutu

 Sasaran & Rencana Mutu

Wewenang & Tanggungjawab

Catatan Mutu

Sistem Mutu

Dilakukan terus menerus (Continual Improvement)

(88)

KENDALA-KENDALA SPM-PT

1. Komitmen Pimpinan

2. Sumber Daya Manusia

(SDM)

- kemauan

- kemampuan

(89)

Orientasi dan Sasaran Implementasi

SPM

 Perbaikan Sistem Dokumentasi  Perbaikan Sistem Kerja

 Perbaikan Sistem Organisasi

 Perbaikan Sistem Tenaga Kerja (SDM)  Perbaikan Sistem Evaluasi

 Perbaikan Sistem Akademik

(90)

Manual Prosedur (Prosedur

Operasional Standar, SOP)

 dokumen tertulis yang dapat dirancang

untuk menampung bagan alir (flow chart) atau mekanisme yang menggambarkan

bagaimana proses /tahapan suatu kegiatan.

 Pada prosedur mutu ini juga dapat

dicantumkan durasi waktu maksimum untuk setiap tahap, siapa yang bertanggungjawab untuk melakukan sesuatu pada setiap

(91)

Daftar SOP Bidang Standar Isi

1. SOP Penyusunan Kurikulum

2. SOP Peninjauan dan Penyempurnaan Kurikulum 3. SOP Penyusunan Silabus

4. SOP Peninjauan dan Penyempurnaan Silabus 5. SOP Monitoring dan Evaluasi Peninjauan dan

Penyempurnaan Kurikulum

6. SOP Monitoring dan Evaluasi Peninjauan dan

(92)

Daftar SOP Bidang Standar

Proses

1. SOP Penyusunan Jadwal Kuliah dan Penunjukkan

Dosen Pengampu

2. SOP Penetapan Jadwal Kuliah Semester

3. SOP Pelaksanaan Perkuliahan Sesuai Jadwal dan

Perkuliahan Pengganti

4. SOP Bimbingan Skripsi

5. SOP Pelaksanaan Ujian Skripsi

(93)

Daftar SOP Bidang Standar

Dosen

1. SOP Perekrutan Dosen

2. SOP Peningkatan Kualitas Dosen (Studi Lanjut

dan Pelatihan Singkat)

3. SOP Pengurusan Kenaikan Pangkat Dosen 4. SOP Pembinaan Dosen Muda

5. SOP Pembinaan Calon Professeor

6. SOP Penetapan Beban Kinerja Dosen tiap

Semester

(94)

Daftar SOP Standar Penilaian

1. SOP Penyusunan Soal Ujian (UTS, UAS) 2. SOP Pelaksanaan UTS

3. SOP Pelaksanaan UAS

4. SOP Penetapan nilai akhir mahasiswa

5. SOP Penetapan tim Penilai Tugas Akhir (Skripsi) 6. SOP Penetapan Nilai Tugas Akhir (Skripsi)

7. SOP Penetapan Yudisium Lulusan

8. SOP Monev Pelaksanaan UTS dan UAS

(95)

Daftar SOP Bidang Standar

SarPras

1. SOP Pengadaan Bahan Praktikum

2. SOP Pengadaan Alat dan Perkakas Kerja

3. SOP Perawatan Ruang Kelas

4. SOP Perawatan Sarana Ruang Kelas

5. SOP Perawatan Ruang Laboratorium

6. SOP Perawatan Sarana Ruang Laboratorium

7. SOP Perawatan Sarana RuangAdministrasi

8. SOP Penetapan Ruang Kelas Sesuai jadwal Prodi

9. SOP Penetapan Ruang Kelas kuliah Pengganti

(96)

Daftar SOP Standar Pengelolaan

1. SOP Pemilihan Dekan

2. SOP Pemilihan Ketua Jurusan/Program Studi 3. SOP Pemilihan Senat

(97)

Daftar SOP Standar Keuangan

1. SOP Penyusunan Rencana Kerja

2. SOP Penetapan Keuangan Fakultas, Jurusan,

Prodi

3. SOP Pengajuan dan Pertanggungjawaban UP dan

TUP

4. SOP Pencairan Keuangan Jurusan/Prodi 5. SOP Laporan dan Pertanggungjawaban

(98)

Referensi

Dokumen terkait

Fokus penelitian pada Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di Pendidikan Teknologi Kimia Industri Medan (PTKI-Medan) yang dilaksanakan secara sistemik oleh perguruan tinggi sendiri

Sistem Penjaminan Mutu Internal yang selanjutnya disingkat dengan SPMI adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang adalah kegiatan sistemik dan sistematis di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang yang

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 6 dan rekomendasi yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan SPMI yang dilakukan oleh Auditor Internal PTM STKIP Muhammadiyah

Maksud dan tujuan kegiatan survei pemetaan dan evaluasi implementasi SPMI adalah pertama, melakukan kegiatan pemetaan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan

Kegiatan evaluasi diri perguruan tinggi oleh perguruan tinggi sendiri (internally driven), untuk memenuhi atau melampaui SNP secara berkelanjutan/continuous improvement (dahulu

Sesuai dengan otonomi perguruan tinggi sebagaimana diuraikan tersebut, maka kebijakan dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang merupakan suatu

Dokumen Manual Mutu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bertujuan untuk mengkomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan tentang SPMI dan dijadikan