• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 20 TAHUN 1956

TENTANG

PENGUBAHAN ATURAN BEA METERAI 1921

("ZEGELVERORDENING 1921")

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa sangat perlu untuk mengubah beberapa ketentuan dalam Aturan

Bea Meterai 1921.

Memperhatikan : pasal-pasal 89 dan 117 Undang-undang Dasar Sementara Republik

Indonesia.

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;

Memutuskan:

Menetapkan : Undang-undang tentang perubahan Aturan Bea Meterai 1921

("Zegelverordening ,1921").

PasaI 1.

Aturan Bea Meterai 1921 (Staatsblad 1921 No. 498) sebagai diubah dan

ditambah, terakhir dengan Lembaran-Negara 1950 No. 85, diubah lagi

sebagai berikut:

I. pada pasal 38 huruf g dihapuskan kata-kata "de diploma's van

lidmaatschap van societeiten en vereenigingen alsmede";

II. pasal 38 huruf h diubah menjadi "tanda-tanda keanggotaan dari

sositet dan perkumpulan, yang semuanya memberi hak termaksud

didalamnya dan diberikan untuk memenuhi atau keharusan untuk

memenuhi suatu jumlah yang terhutang";

III. dalam anak kalimat pertama pasal 38 dan dalam ayat ketiga pasal 39

kata "dertig cent" diganti dengan kata "lima puluh sen".

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 2 -

Pasal 2.

Selanjutnya Aturan Bea Meterai 1921 mengalami perubahan-perubahan

berikut:

I. dalam pasal 22 dihapuskan ayat 3;

II. dalam pasal 31, II dihapuskan nomor 23 dan 40;

III. dalam pasal 41 ke-15 dan pasal 71 anak-bagian b perkataan-

perkataan "de Javasche Bank" diganti dengan perkataan-perkataan

"Bank Indonesia";

IV. dalam pasal 46 ayat I dihapuskan ketentuan pada ke-2;

V. dalam pasal 71 dihapuskan ketentuan pada anak-bagian a;

VI. dalam pasal 86 pada anak-bagian a dihapuskan perkataan- perkataan

"van Nederland of" dan pada anak-bagian b perkataan-perkataan "of

in Nederland met evenredig registratierecht";

VII. dalam pasal 114 ayat 1 ke-1 dihapuskan perkataan-perkataan "dan

wel aan cen in Nederland zijn bedrijf of beroep uitoefenende

effectenhandelaar ".

Pasal 3.

(1) Ketentuan dalam pasal I sub I dan II undang-undang ini dianggap

mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1945.

(2) Ketentuan dalam pasal I sub III mulai berlaku pada hari yang akan

ditetapkan kemudian oleh Menteri Keuangan.

(3) Ketentuan dalam pasal 2 undang-undang ini mulai berlaku pada hari

diundangkan undang-undang ini, dengan pengertian bahwa

perubahan-perubahan yang disebutkan pada bagian I

anak-bagian VI hanya akan berlaku untuk tanda-tanda yang diperbuat

sesudah tanggal ini

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 3 -

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan undang-undang ini dengan penempatan dalam

Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 8 September 1956.

Wakil Presiden Republik Indonesia.

ttd

MOHAMMAD HATTA.

Menteri Keuangan.

ttd

JUSUF WIBISONO

Diundangkan

pada tanggal 9 Oktober 1956

Menteri Kehakiman

ttd

MOELJATNO.

Referensi

Dokumen terkait

yang tersebut dalam Pasal 2 ayat 1, menurut suatu ikatan dinas khusus. yang akan ditetapkan oleh

perkebunan yang haknya dibatalkan menurut ketentuan dalam pasal. 4 ayat 4 di atas, diatur oleh

pasal 2 dari Undang-undang Darurat No. 8), dan Keputusan Penyesuaian Pajak Perseroan 1953 yang bersandarkan itu. (Keputusan Menteri Keuangan tertanggal 16 Juni

dalam wilayah Daerah Tingkat I Maluku menurut ketentuan dalam pasal 3 Undang-. undang

Selatan dan Kalimantan Timur, berlaku pula bagi Daerah Swatantra tingkat. I Kalimantan Tengah dengan pengertian bahwa pasal 77 ayat 3

Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana ditetapkan dalam pasal 16, Badan Pemeriksa Keuangan setiap waktu dapat memberi pertimbangan kepada Presiden

Tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Notaris terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf i, Pasal 16 ayat (1) huruf k, Pasal 41, Pasal 44, Pasal

bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 30 ayat (1) Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang