PENGARUH LAMA PERIODE STARTER TERHADAP KONSUMSI PAKAN,
BERAT HIDUP AYAM BROILER
Erpan Ramon dan Jhon Firison
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu Jl.Irian KM.6.5 Bengkulu Telp.(0736) 23030
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Periode starter adalah fase awal mulai dari ayam keluar dari cangkang telur sampai bulu tubuhnya sudah tumbuh sempurna, zat nutrisi periode starter harus dapat di lengkapi. Selain itu pemeliharaan pada priode starter harus lebih intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendetermasi lama periode strarter terhadap berat hidup ayam broiler. Materi dalam penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam broiler yang disusun dalam rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 4 perlakuan, masing-masing dengan 5 kali ulangan. Perlakuan 1 periode starter diakhiri pada umur 15 hari, Perlakuan 2 periode starter diakhiri pada umur 17 hari, Perlakuan 3 periode starter diakhiri pada umur 19 hari, Perlakuan 4 periode starter diakhiri pada umur 21 hari (control). Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa konsumsi pakan pada periode starter mengalami peningkatan disetiap perlakuan P2, P3 dan P4 sebesar 9,3 kg, 20,3 kg, 32,9 kg dibanding dengan P1 dan pada Periode finisher mengalami peningkatan konsumsi pakan disetiap perlakuan dibandingkan dengan P4 sebesar P1=26,2 kg, P2=17,6 kg, P3=11,2 kg., dengan pertambahan bobot badan akhir pada perlakuan yang diuji secara statistik tidak berbeda nyata terhadap kontrol. Analisis finansial P1 memberikan nilai efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Kata kunci:periode starter, bobot badan, konsumsi pakan ayam broiler
PENDAHULUAN
Usaha perternakan ayam broiler mempunyai prospek yang baik dari sisi pemasaran dalam negeriRasyaf (2004).Diprovinsi Bengkulu, permintaan pasar akan daging relatif tinggi dan cendrung meningkat,hal ini di sebabkan oleh daging ayam broiler relatif berharga murah dibandingkan dengan daging sapi/kerbau,disamping itu lamanya waktu pemeliharaan dari periode starter sampai dengan finisher hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari dua bulan (35 – 40 hari). Petani pada umumnya melakukan perlakuan starter terhadap ternak ayam broiler membutuhkan waktu minimal 21 hari. Mempercepat waktu pemeliharaan periode starter cukup membantu petani perternak.
Ayam broiler adalah strain hasil teknologi memiliki karak teristik ekonomi dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, konversi ransum rendah siap potong pada usia yang relatif muda dan menghasilkan daging berserat lunak.Menurut Anggorodi (1994)ayam broiler adalah ayam jantan/betina yang memiliki sifat pertumbuhan/pertambahan berat badan cepat (umur 8 minggu mencapai berat 2,1 kg).
Fase starter adalah fase awal, yang dimulai dari ayam ke luar dari cangkang telur sampai bulu tubuh sempurna,sehingga pada saat periode starterpemeliharaan harus lebih intensif dibandingkan pada periode finisher agar dapat tumbuh secara optimal, Murtidjo (1992)selainpakan, populasi dan peningkatan bobot badan, lamanya waktu pemeliharaan pada priode starter juga ikut berperan dalam penentuan keberhasilan.Hal ini dikarenakanpada periode starter ternak membutuhkan perhatian khusus untuk memproduksi daging.
Iskandar,etal(1999) menerangkan bahwa berat badan ternak secara keseluruhan baik karkas, kaki, bulu, organ dalam, alat-alat pencernaan, kepala, leher dan lain-lain pada saat ternak masih dalam keadaan hidup dari umur 0 hari sampai dengan panen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode starter terhadap konsumsi pakan, berat hidup dan analisis finansial ayam brioler.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan dikandang ayam komplek BPTP Bengkulu selama satu bulan (Februari- Maret 2012) dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), materi penelitian menggunakan 100 ekorayam broiler strain
Hubbard
tanpa dipisahkan jenis kelamin,ternak dibagi kedalam 4 perlakuan umur periode starter yaitu periode starter 15 hari, periode starter 17 hari, periode starter 19 hari dan periode starter 21 hari (kebiasaan peternak), setiap perlakuan diulangsebanyak 5 ulangan,Pakan konsentrat komersil periode starterdiberikan pada masing-masing perlakuan,sedangkan periode finisher diberikan pakan basal yaitu konsentrat komersil 40 % +jagung39,7 % + dedak 20%, +mineral 0,3 %. sebagai suplemen penguat tubuh diberikan Vitachik untuk priode starter dan Neobro pada periode finisher melalui air minum. Pencegahan penyakit
Newcasttle Disease (ND), dilakukan dengan vaksinasi, yang diberikan 2 kali yaitu pada umur 4
hari dan 21 hari dengan menggunakan v a k s i n N D s t r a i n tchner B1 melalui tetes mata.Kandang perlakuan berukuran 1,25meter x 3,1meter berjumlah 4 unit masing-masing diisi 25 ekor DOC dengan berat 0,04 kg/ekor. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari, air minum diberikan secara
adlibitum. Data awal Periode finisher diambil pada
masing-masing perlakuan yaitu dengan melakukan penimbangan hari terakhir priode starter, kemudian data diambilpada harike 21, 28 dan hari ke 30 (panen).Untuk mengetahui konsumsi pakan,dilakukan penimbangan pakan terlebih dahulu sebelum pemberian, demikian juga dengan sisa pakan yang masih ada setiap harinya. Selisih dari pakan yang diberikan dengan sisayang masih ada diperoleh nilai konsumsi.
Pertambahan Bobot Badan Hidup (PBBH) setiap periode diperoleh darihasil penimbangan masing-masing perlakuan yang di mulai dari DOC kemudian penimbangan dilanjutkan pada P1 hari ke 15, P2 hari ke 17, P3 hari ke 19 dan P4 hari ke 21 kemudian di ditimbang kembali pada hari ke 28 dan hari ke 30. Masing-masing data yang diperoleh dianalisis secara statistik, apabila hasil analisis berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan DMRT pada taraf kepercayaan 95%.Gomes dan Gomes, (1995)
Nilai ekonomis penggunaan pakan dari masing-masing perlakuan, dihitung dari hasil pengurangan antara total penerimaan dan total pengeluaran usaha secara
cash out flows.
Analisis finansial di hitung dengan return cost ratio (R/C), yaitu rasio antara total penerimaan dan biaya.HASIL DAN PEMBAHASAN
Konsumsi Pakan
Konsumsi pakan pada periode starter hari ke 15, hari ke 17, hari ke 19 dan hari ke 21 (kontrol) dan periode finisherterlihat pada (Tabel 1).
Tabel 1. Konsumsi Pakan Masing-Masing Periode Perlakuan Pemeliharaan.
Perlakuan
Periode Pemeliharaan Per 25 ekor
Starter (kg) Finisher (kg)
Starter hari ke 15 (P1) 20,7 a 80,2 c
Starter hari ke 17 (P2) 30,0 b 76,0 c
Starter hari ke 19 (P3) 41,0 c 69,6 b
Starter hari ke 21 (P4 kontrol) 53,6 d 58,4 a
Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada uji DMRT pada tarap 5 %.
ke 15, starter hari ke 17 dan starter harike 19dibandingkan denganstarter hari ke 21adalah sebesar 32,9 kg, 23.6 kg, 12,6 kg,konsumsi pakanperekor masing-masing perlakuan hari ke 15 = 0,83kg/ekor, hari ke 17= 1,20 kg/ekor, hari ke 19 = 1,64 kg/ekor, dan hari ke 21 (control) = 2,14 kg/ekor.
Zulfanita,et al (2011).menjelaskan bahwa hasil penelitiannya bahwa Lamanya waktu selama periode refeeding (pemberian pakan bebas setelah pembatasan) program pembatasan pakan mempunyai pengaruh terhadap penundaan umur fisiologis ternak.dimana ayam broiler akan mempertahankan semaksimal mungkin pertumbuhannya pada umur yang sesuai, ketika broiler diberi pakan bebas setelah periode pembatasan, akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dari normal untuk mengejar ketinggalannya selama pembatasan pakan. oleh sebab itu, untuk mencapai berat badan yang normal serta efisiensi pakan yang tinggi maka waktu refeeding harus mencukupi. Konsumsi pakan untuk mendapatkan hasil yang baik, maka pada saat periode refeeding, ayam broiler harus mendapat kesempatan makan yang lebih banyak untuk mengejar ketinggalan pertumbuhan.Selama periode ini penggunaan pakan oleh broiler lebih efisien, sehingga efisiensi pakan kumulatif menjadi lebih baik.Haryati dan Supriyati, (2010) melaporkan hasil penelitiannya bahwa konsumsi pakan terbanyak adalah pada minggu terakhir (periode finisher) pemeliharaan ternak ayam potong dengan penambahan bungkil kedelai 0,2 % terhadap pakan dan memberikan pertambahan bobot badan yang sama.
Berdasarkan analisis statistik konsumsi pakan pada periode finisher,perlakuan periode starter 15 hari dan starter 17harimenunjukan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05), sedangkan konsumsi pakan pada perlakuan starter 19 hari dan starter 21 hari menunjukan perbedaan nyata ( P<0.05 ), konsumsi pakan pada priode finisher(Tabel 1), peningkatan konsumsi pakan disetiap perlakuan dibandingkan dengan periode starter 21 hari sebesar starter 15 hari =26,2 kg, starter 17 hari =17,6 kg, starter 19 hari =11,2 kg. hal ini disebabkan oleh waktu pemeliharaan periode finisher lebih lama6 hari pada starter 15 hr, 4 hari pada starter 17 hr, dan2 haripada starter 19 hr dibanding starter 21 hari.konsumsi pakanpada periode finiserperekor masing-masing perlakuan adalah 3,21 kg/ekor :3,04 kg/ekor, :2,78 kg/ekor, dan 2,34 kg/ekor. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh Wina,et al (2010) yang memulai memberikan pakan perlakuan bungkil biji jarak yang di detoksifikasi dengan perlakuan fermentasi mulai dari umur 21 hari dan pakan perlakuan di berikan selama 14 hari. Sesui juga dengan penelitian yang di lakukan oleh Haryati,et al (2006) melaporkan bahwa daya konsumsi ransum pada ternak ayam potong yang mendapat pakan komersil ditambah bungkil kelapa fermentasi dengan
A. niger10 % pada umur finisher (4 minggu), memberikan pengaruh nyata
dibandingkan dengan tanpa pemberian bungkil kelapa fermentasi.Bobot Badan
Hasil penimbangan Pertambahan Bobot Badan (PBB)pada saat periode starter di hentikan (Ws) dianalisis secara statistik ternyata periode starter 15 hari berbeda nyata dengan Periode starter 17 hari dan 21 hari ( P<0,05), sedangkan periode starter 19 hari tidak berbeda nyata dengan perlakuan manapun (P>0,05). Berdasarkan hasilpenimbangan berat hidupmasing-masing perlakuandapat dilihat padaTabel 2, dari bobot awal/DOC (W0) sampai dengan hari pertama finisher(Ws)masing-masing mengalami peningkatan sebesar 0,654 kg : 0,916 kg : 0,814 kg : 0,955 kg, peningkatan bobot badan tertinggi yaitu pada kontrol yaitu 0,955 hal ini disebabkan oleh lebih lamanya pemeliharaan periode starter yaitu selama 21 hari.
Tabel 2. Bobot BadanHasil Penimbangan PadaMasing-MasingPerlakuan.
W0=Bobot awal/DOC Ws =Penimbangan saat sterter dihentikan W21=Penimbangan hari 21 W28 = Penimbangan hari 28 W30= Penimbangan hari 30
Penimbangan pada hari ke 21 (W21)masing-masing perlakuanmengalami peningkatan bobot badan sebesar P1 = 0,194 kg menjadi 0,888 kg, P2 =0.008 kg menjadi 0,964 kg, P3= 0,07 kg menjadi 0,924 kg sedangkanbobot badan pada P4= 0,992 kg. fluktuasi peningkatan bobot badan ini terjadi kemungkinan di sebabkan oleh perbedaan waktu periode starter pada masing-masing perlakuan berbeda, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata(P>0,05).
Hardini (2004) melaporkan hasil penelitiannya bahwa Broiler pada periode starter minggu pertama yang tumbuh bersama ayam Merawang, diperoleh rataan BB yaitu 44.83 gram,sedangkan ayam Merawang 32 gram,bila dilihat perilakunya maka ayam Broiler dengan BB yang lebih besar terlihatlebih tenang, tetapi bobot badan kedua jenis ternak berfluktuasi sampai dengan umur 6 minggu yang disebabkan oleh sifat dan prilaku masing-masing ternak.
Hasil penimbangan harike 28(W28)masing-masing perlakuan adalah 1.172kg : 1.326 kg : 1.335 kg dan 1.454 kg, yang dianilisis secara statistik tidak berbeda nyata(P>0,05), pertambahan tertinggi dari hari ke 21 hingga hari ke 28 adalah P4yaitu 0.462 kgdisebabkan oleh konsumsi pakan konsentrat komersil dengan nilai nutrisinya lebih baik diberikan lebih lama dan lebih banyak, sehingga zat nutrisi yang di konsumsi lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan lain.
Penimbanganhari ke 30 (W30), rata-rata bobotbadanhampir seragammasing-masingadalah 1.370, 1.378, 1.438 dan 1.508 kg,dari hari ke 28 sampai ke30, pertambahan bobot badan tertinggi adalah periode starter 15 hariyaitu sebesar 0.198 kg,dibandingkan dengan starter 17 hari = 0,052 atau starter 19 hari = 0,107 starter 21 hari = 0,054.Pertambahan bobot badan tertinggi dari terakhir periode starter hinggaterakhir finisherjuga terjadi padaperiode starter 15 hariyaitu 0.676 kg.Zulfanita,atal(2011) menjelaskan bahwa periode pertumbuhan ternak ayam broiler berpengaruh terhadap pertumbuhan ternak. Berdasarkanhasil analisis statistik masing-masing perlakuan pada w30menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata(P>0.05), dari masing-masing perlakuan Tabel 2,setiap perlakuan menunjukkan tingkat kenaikan bobot badan hidup yang sama,oleh karena itu waktu pemeliharaanperiode starter ini dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan produktivitas ayam broiler dengan cara menekan pemberian pakan starter.Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wulandari, (2007) menjelaskan bahwa keseragam bobot awal ayam potong strain
Aviandengan menggunakan alas lantai kawat dan letter diperlukan perhatian agarnantinya
padasaat dewasa kelamin bobot badan akan seragam.Analisis Finansial
Tabel 3.Analisis Finansial Masing-Masing Perlakuan.
Uraian Perlakuan 1 Perlakuan 2 Perlakuan 3 Perlak 4 (CTRL)
kg Rp kg Rp Kg Uraian Kg Rp
Input
DOC @ Rp 3.200/ekor 25 80,000 25 80,000 25 80,000 25 80,000
Pakan
Starter konsentrat @ Rp3.000/kg 20.7 62.100 30 90,000 41 123,000 53.6 160,800 Finisher konsentrat @ Rp
2.700/kg 32.08 86.616 30.4 82.080 27.6 74,520 23.2 62.640
Jagung halus@ Rp
1.800/kg 31.84 57,312 30.17 54,306 27.39 49,302 23.03 41,454
Dedak Padi @ 1.200/kg 16.04 19,248 15.2 18,240 13.8 16,560 11.6 13,920 Mineral @ Rp 32.000/kg 0.24 7,680 0.23 7,360 0.21 6,720 0.17 5,440 Suplemen Penguat
Vitachik @ 40.000/kg 0.15 6,000 0.15 6,000 0.15 6,000 0.15 6,000
Neobro @ 35.000/kg 0.25 8,750 0.25 8,750 0.25 8,750 0.25 8,750
Obat Vaksin ND 100 Rp 20.000 5.000 5,000 5,000 5,000
Total pengeluaran 332.706 351.763 369.852 384.004
Pendapatan BB Akhir x 25 x @ Rp
12.000 1.370 411.000 1.378 413.400 1,438 431,400 1,508 452,400
Keuntungan Pendapatan - Biaya operasional
78.294 61.664 61.664 68.396
R/C 1,24 1,18 1,17 1,18
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia. Jakarta.
Anggorodi,R.1997. Ilmu Makanan Ternak Unggas Kemajuan Muktahir. Fakultas pertanian, IPB. Bogor.
Anonim (2013). Budidaya Tepat Guna, Budidaya Ayam Ras Pedaging.
http://www.iptek.net.id/ind/warintek/%3Fmnu%3D6%26ttg%3D4%26doc%3D4a1. (Di akses pada
tanggal 3 Desember 2013 pukul 19.00 wib).
Arbi, Syamsudin, Harahap.D., Abbas.m dan Tami,D. 1980. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang
Astuti, H.B., Sugandi,D dan Ramon,E. 2013.Analisa Ekonomi Penggunaan Berbagai Komposisi Pakan Pada Ternak
Ayam Ras Pedaging. Prosiding Buku 2 Seminar Nasional Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi “Percepatan Dan
Perluasan Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi Mendukung Empat sukses Pembangunan Pertanian. BBP2TP. Badan Litbang Pertanian. Halaman 489 – 492.
Gomes.K and A. Gomes.1995. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian edisi kedua, Universitas Indonesia. Jakarta.
Hardini, S.Y.P.K. 2004.Pertumbuhan Awal Ayam Merawang yang Dipelihara Bersama Ayam Broiler. Jurnal Matematika, Sains dan Teknologi, Volume 5 No.1 Halaman 39 – 52.
Haryati. T., Togatorop.M.H., Sinurat,A.P., Purwadaria.T dan Murtiyen. 2006. Pemanfaatan Bungkil Kelapa Fermentasi dengan Aspergillus Nigerdalam Ransum Ayam Pedaging.JITVVolume 11 No. 3 Halaman 182 – 190.
Haryati,T. dan Supriyati 2010. Pemanfaatan Senyawa Oligosakarida dari Bungkil Kedelai dan Ubi Jalar Pada Ransum Ayam Pedaging.JITVVolume 15 No. 4 tahun 2010 Halaman 253 – 260.
Iskandar S, Resnawati H, Zainudin D dan Gunawan B. 1999 Pengaruh dua periode Starter dan Protein Ransum yang berbeda pada pertumbuhan ayam silangan (Plung X Kampung). Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Murtidjo,B.A. 1992. Pedoman Beternak Ayam Broiler .Kanisius Yogyakarta.
Rasyaf, 2004, Beternak Ayam Pedaging Penerbit P.T Swadaya Jakarta.
Wahyuni, AW. 2007. Pengaruh Pembatasan Pakan Ayam Bibit Pedaging Umur, 3 - 6 Minggu Pada Alas Kandang Kawat Dan Letter Terhadap Bobot DOC, Persentase Karkas dan Mortalitas. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu 120 – 123. Wina, E., Tangendjaja.B. dan Purwadaria,T. 2010. Ferformans Ayam Pedaging Yang di Beri Bungkil Jarak
(Jatropha curcas) Didetiksifikasi dengan Perlakuan Fermentasi, Fisik dan Kimia.JITV.Volume 15 Nomor 3 Halaman 174 -181.