• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Negeri sebagaimana dimaksudkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1974, perlu diatur tatacara penjualan Rumah Negeri serta hal-hal lain yang bersangkutan dengannya.

Mengingat

1. Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945.

2. Undang-undang Nomor 72 Tahun 1957 tentang Penetapan Undang-undang

Darurat Nomor 19 Tahun 1955 tentang PejuaIan Rumah-rumah Negeri kepada Pegawai Negeri sebagai Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 158) jo. Burgelijke Woningregeling Staatsblad 1934 Nomor 147 dengan perubahan dan tambahannya, terakhir dengan Staatsblad 1949 Nomor 388).

3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1974 tentang Pelaksanaan

Penjualan Rumah Negeri (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3030).

4. Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 1974 tentang Perubahan/Penetapan

Status Rumah Negeri.

Rumah negeri yang telah termasuk Golongan III (Tiga), pengelolaannya diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik.

Rumah milik Negara yang sebelum dialihkan menjadi Rumah Negeri Golongan III (Tiga) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 1974 atau lainnya, penghuniannya ditetapkan oleh Departemen/Lembaga diluar departe-men Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik maka penetapan penghuniannya setelah dialihkan menjadi Rumah Negeri Golongan III (Tiga) diatur oleh Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik setelah berkonsultasi dengan Departemen/Lembaga/Instansi yang bersangkutan.

(2)

Pasal 2

(1) Permohonan untuk membeli Rumah Negeri yang telah termaksud golongan III (Tiga) diajukan oleh penghuninya kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, dengan tembusan diajukan kepada Menteri Keuangan dan Menteri/Pimpinan lembaga tempat/bekas tempat bekerjanya.

(2) Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik atau Pejabat yang

ditunjuknya, memutuskan dan memberitahukan tentang keputusan mengenai permohonan pembelian Rumah Negeri Golongan III (Tiga) dimaksud kepada penghuni yang bersangkutan juga dengan tembusan kepada Menteri Keuangan dan Menteri/Pimpinan Lembaga tersebut pada ayat (1) pasal ini.

Pasal 3

Tatacara dan pelaksanaan penjualan Rumah Negeri diatur lebih lanjut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik bersama Menteri Keuangan.

Pasal 4

Menteri Dalam Negeri mengatur lebih lanjut hal-hal yang khusus berhubungan dengan penyelesaian hak atas tanah dari Rumah Negeri Golongan III (Tiga) yang dijual termasuk penyelesaian pungutan ganti-rugi atau uang pemasukannya, segala sesuatunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 5

(1) Pejabat Negara bukan Pegawai Negeri/bukan Pegawai Daerah,

sebagairnana tersebut dalam Pasal 1 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1974 tentang Pelaksanaan Penjualan Rumah Negeri adalah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Termasuk yang digolongkan dalam pengertian sebagai mana tersebut

dalam Pasal 1 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1974 ialah Perintis Kemerdekaan dan veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pasal 6

Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam Keputusan Presiden ini diatur lebih lanjut dalam Keputusan tersendiri.

(3)

Pasal 7

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Juli 1974 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SOEHARTO

JENDERAL TNI

Referensi

Dokumen terkait

Mengubah tunjangan Tenaga Kependidikan bagi Guru dan Pamong Belajar sebagaimana tersebut pada Lampiran III Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 1995 sehingga menjadi sebagaimana

a. Pembacaan Keputusan Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden bagi anggota DPRD Provinsi oleh Sekretaris DPRD Provinsi dan Keputusan Gubernur atas nama Presiden bagi

(2) Menteri menyampaikan tembusan Keputusan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) kepada Presiden dan Menteri yang bertanggung jawab di

Mengukuhkan penetapan keanggotaan Indonesia pada Organisasi Internasional sebelum ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 64 Tahun 1999 tentang Keanggotaan Indonesia dan

bahwa Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam yang dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2000 dipandang sudah

(1) Sebagai tindak lanjut dicabutnya Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1976 tentang Pembangunan Pusat Penelitian, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi di

Kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (1) Peraturan Pemerintah jo Keputusan Menteri Dalam Negeri/Ketua

Pada saat Keputusan Presiden ini mulai berlaku, Keputusan Presiden Nomor 89 Tahun 2002 tentang Harga Jual Tenaga Listrik Tahun 2003 Yang Disediakan oleh Perusahaan Perseroan