NASKAH PUBLIKASI
THE DATA PROCESSING IN DI DINAS TANAMAN PANGAN
PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KOTA LUBUKLINGGAU
NETWORK BASED SEED
Disusun Oleh:
SUPONO
2012.02.0006
PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA NUSANTARA JAYA LUBUKLINGGAU
THE DATA PROCESSING IN DI DINAS TANAMAN PANGAN
PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KOTA LUBUKLINGGAU
NETWORK BASED SEED
Supono1, Rakhmad Kuswandhie, S.Kom 2
E-mail: [email protected]
1
Mahasiswa STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau
2
Dosen STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau
Abstract
Activities such as data processing seeds in the field by rpc (agri cultural extension sield) in Dinas Tanaman Pangan Perkebunan Dan Kehutanan, seed still manually processing in terms of recording and processing is still using the general ledger organized and not valid data then it would be better if you use a computerized system that it will be much easier for officers to search the data aunt is in Dinas Tanaman Pangan Perkebunan Dan Kehutanan Kota Lubuklinggau. The form of inventory card the result processing can be grouped based on the lips, lip sign out, the number of seeds that enter and exit. The programing laguage PHP, MYSQL, DREAWEAVER, result can be displayed in the form tables. As with any network based data needed is already stored on the server, so that the data reguired by each part is already available on the server and can be accessed from each computer parts are conneted and have the right to access such data.
1
THE DATA PROCESSING IN DI DINAS TANAMAN PANGAN PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KOTA LUBUKLINGGAU
NETWORK BASED SEED
Supono1, Rakhmad Kuswandhie, S.Kom 2
E-mail: [email protected]
1
Mahasiswa STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau
2
Dosen STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau
INTISARI
Kegiatan seperti pengolahan data bibit dilapangan oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), Di Dinas Tanaman Pangan Perkebunan Dan Kehutanan pengolahan bibit masih manual artinya dari segi pencacatan dan pengolahannya masih menggunakan buku besar pendataannya masih tidak teratur yaitu belum terorganisir dan belum valid datanya. Maka akan lebih baik jika menggunakan sistem yang terkomputerisasi, maka akan lebih mempermudah petugas untuk mencari data bibit yang ada di Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kota Lubuklinggau berupa kartu persediaan hasil pengolahan data dapat dikelompokkan berdasarkan bibit masuk, bibi keluar, jumlah bibit yang masuk dan keluar, bahasa pemrogramman PHP, Mysql dan Dreamweaver hasil dapat ditampilkan dalam bentuk tabel, karena dengan berbasis jaringan setiap data yang dibutuhkan sudah tersimpan pada satu server, sehingga data yang dibutuhkan oleh masingmasing bagian sudah tersedia pada serverdan dapat diakses dari komputer masingmasing
bagian yang terhubung dan memiliki hak untuk mengakses data tersebut
.
Kata Kunci: Berbasis Jaringan, PHP, Bibit, Pengolahan Data
PENDAHULUAN Latar Belakang
Pertanian dan perkebunan di zaman sekarang sangat penting bagi kehidupan masyarakat unuk mencapai kehidupan yang sejatera. Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan berupaya untuk meningkatkan mutu tanaman dengan meningkatkan kualitas bibit dan memberi bantuan fasilitas lainnya.
Seiring kemajuan pertanian dan perkebunan sekarang, Dinas tanaman Pangan Perkebunan dan kehutanan Kota Lubuklinggau terus berbenah diri dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian dan perkebunan. Penulis mencoba melakukan penelitian di Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan. Hasil dari pengamatan, Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan masih mendata bibit dengan cara mencatat kedalam buku agenda setelah itu laporannya diketik di komputer. Adapun kesulitan yang didapat oleh Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan, yaitu pendataannya masih tidak teratur yaitu belum terorganisir dan belum valid datanya. Karena denga membanggun sistem berbasis web maka mampu menyajikan suatu informasi yang cepat, tepat, dan teliti sesuai dengan yang diharapkan kebutuhan yang mendesak dan semakin berharganya waktu penyimpanan data bibit di Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kota Lubuklinggau.
Dengan permaslahan yang ada maka akan lebih baik jika menggunakan sistem yang
terkomputerisasi, maka akan lebih mempermudah petugas untuk mencari data bibit – bibit yang ada di Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kota Lubuklinggau. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis mengangkat judul PENGOLAHAN DATA BIBIT DI DINAS TANAMAN PANGAN
PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KOTA LUBUKLINGGAU BERBASIS JARINGAN.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari pembuatan penelitian ini adalah membuat sebuah sistem yang dapat digunakan untuk membantu proses pengolahan bibit secara online di Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kota Lubuklinggau.
LANDASAN TEORI Jaringan Komputer
Menurut Moch. Linto Herlambang dan Azis
Catur L (2008) Jaringan Komputer adalah
sekelompok komputer otonom yang saling
menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat berbagi data, informasi,
2
program aplikasi, dan perangkat keras seperti
perinter, CD-Driver ataupun harddisk, serta
memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik.
Jenis Jaringan Komputer
Jaringan komputer dapat dikelompokkan
berdasarkan luas area yang dapat dijangkau atau dilayani. Secara umum jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), Wide Area Network (WAN).
Pengolahan Data
Menurut Jogiyanto (1999) Pengolahan data adalah suatu cara di dalam pemprosesn data
sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu
informasi yang berguna. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, Data adalah keterangan yang benar dan nyata. Menurut Edhy Sutanta (2003:23), Pengolahan data adalah serangkaian operasi atas informasi yang direncanakan guna mencapai tujuan. Menurut Raymond McLeod, Jr (1995:4), Pengolahan data adalah manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya. Jadi dapat
disimpulkan bahwa pengolahan data adalah
serangkaian operasi untuk memanipulasi informasi untuk meningkatkan kegunaannya guna mencapai suatu tujuan.
Jaringan
Menurut Ahmad Yani (2007 : 2) Jaringan yaitu Sebuah sistem yang menggunakan tenik komunikasi data, tetapi lebih memungkinkan arti dari tiap bit saat proses pengiriman data sampai di terimanya data secara sempurna di komputer yang menjadi tujuan utamanya.
Basis Data
Menurut Rosa A.S. dan M. Salahudin (2011) Basis Data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan. Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepa. Perancangan basis data merupakan salah satu bagian dalam rekayasa perangkat luank. Pada modul ini hanya dijelaskan secara umum dan tidak terlalu detail tentang perancangan basis data. Perancangan basis data secara detail dipelajari dalam mata kuliah atau buku yang lain yang lebih fokus pada basis data. Menurut George Tsu-der Chou basis data merupakan
kumpulan informasi bermanfaat yang
diorganisasikan ke dalam aturan yang khusus. Informasi ini adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang Abdul1999. Menurut Encyclopedia of Computer Science and Engineer, para ilmuwan di bidang informasi menerima definisi standar informasi yaitu data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Definisi lain dari basis data menurut Fabbri dan Schwab adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan duplikasi data.
Unifield Modeling Language (UML)
Unifield Modeling Language atau yang lebih dikenal dengan UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem
dengan menggunakan diagram dan teks-teks
pendukung menurut Rosa A.S dan M.Shalahudin (2011: 118).
MYSQL
MySQL (baca: mai-se-kyu-el)
merupakan software yang tergolong sebagai DBMS (Database Management Sistem) yang bersifat open source. Open source menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan source code (kode yang dipakai untuk membuat
MySQL), selain itu tentu saja bentuk
executable-nya atau kode yang dapat dijalankan secara langsung dalam sistem operasi, dan bisa
diperoleh dengan cara men-download
(mengunduh) di Internet secara gratis ( Abdul Kadir, 2008).
PHP
Menurut Madcoms (2012:206) Php (Hypertext Preprocessor) adalah salah satu bahasa pemrograman yang berjalan dalam sebuah webserver dan berfungsi sebagai pengolah data pada sebuah server. Sejarah PHP dibuat oleh Rasmus Lerdrof pada tahun 1994, pada awalnya tidak untuk di distribusikan dan hanya digunakan pada homepage pribadinya. Pada tahun 1995 dikeluarkan versi pertama yang digunakan oleh umum dengan nama Personal Home Page Tools. Ditulis kembali pada pertengahan 1995 dan diberi nama sebagai PHP/FI Version 2.0. FIberasal dari paket
Rasmus yang mana merupakan HTML
interpreter untuk data form. Pada hasil kombinasi tersebut juga ditambah dukungan terhadap SQL. PHP/FI terus berkembang dan banyak orang mulai memberikan kontribusi dalam pengembangannya.
3
Wamp Server 2.0
Wamp Server atau wamp adalah sebuah aplikasi yang dapat menjadikan komputer pemakai menjadi sebuah server. Kegunaan wamp ini untuk membuat jaringan lokal sendiri dalam artian pemakai dapat membuat website secara offline untuk masa coba-coba di komputer sendiri. Kelebihan wamp, yaitu praktis dan tidak perlu banyak melakukan setting. saat ini wamp server hanya berjalan pada sistem operasi windows.
Dreamweaver 8
Dreamweaver merupakan salah satu software dari kolompok Macromedia yang banyak digunakan untuk mendesain situs web. Macromedia Dreamweaver dapat dikatakan sebuah HTML editor profesional yang berfungsi untuk mendesain secara visual baik situs web
maupun halaman web. Madcom (2007:5).
Dreamweaver 8 didukung dengan cara pemakaian yang praktis dan standar, dan juga didukung untuk pengembangan penggunaan CSS, XML, dan RSS dan kemudahan-kemudahan lain yang diperlukan.
Photoshop
Photoshop adalah software yang digunakan
untuk memodifikasi gambar atau foto secara
profesional baik meliputi modifikasi objek yang
sederhana maupun yang sulit sekalipun.
Photoshop merupakan salah satu software yang berguna untuk mengolah gambar berbasis bitmap, yang mempunyai tool dan efek yang lengkap sehingga dapat menghasilkan gambar atau foto yang berkualitas
tinggi.Selain memiliki fitur yang mudah
dipahami, photoshop juga memiliki fitur unggulan yang mampu bekerja secara maksimal dan bisa mensupport beberapa file. Seseorang yang bekerja di
desain grafis harus menguasai photoshop.
Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS.Photoshop juga bisa digunakan untuk sistem operasi Linux dengan bantuan perangkat lunak
tertentu seperti CrossOver. Pada
awalnya photoshop dirancang untuk menyunting
gambar untuk cetakan. Seiring berjalannya
waktu, photoshop yang ada saat ini dapat juga digunakan untuk memproduksi gambar untuk website.
Metodologi Pengembangan Sistem
Adapun metodologi penelitian yang penulis gunakan yaitu metode prototype. Prototyping adalah ptoses iterative dalam pengembangan sistem di mana kebutuhan diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara tool pengguna dan analis (Hanif Al Fatta, 2007).
Gambar 1 Metode Pengembangan prototyping Prototype Methodology
1) Analis berkerja dengan tim untuk
mengidentifikasi kebutuhan awal untuk sistem.
2) Analis kemudian membangun prototype. Ketika
sebuah prototype telah selesai. Pengguna bekerja dengan prototype itu dan menyampaikan pada analis apa yang mereka sukai dan yang tidak mereka sukai.
3) Analis kemudian menggunakan feedback ini
untuk memperbaiki prototype.
4) Versi baru diberikan kembali ke pengguna.
5) Ulangi langkah-langkah tersebut sampai
pengguna merasa puas.
Metodologi Penelitian
Metode Pengumpulan Data
Dalam penulisan tugas akhir disini penulis menggunakan beberapa metode dalam pengumpulan data. Dengan metode tersebut penulis mendapatkan informasi dan data yang diperlukan oleh penulis dalam menyusun tugas akhir ini.
Adapun metode yang penulis gunakan adalah sebagai berikut:
1) Metode Wawancara
Penulis menggunakan metode ini untuk
mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam
pembuatan aplikasi pendaftaran akun wifi secara online dengan melakukan wawancara pada bagian siskom, dan objek yang diwawancari adalah Ka. Siskom.
2) Metode Observasi
Melakukan pencarian data secara langsung pada Bagian Siskom STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau yaitu bagaimana proses pendaftaran
akun wifi, mulai dari mahasiswa melakukan
pendaftaran sampai mahasiswa mendapatkan akun wifinya.
3) Studi Pustaka
Penulis menggunakan metode ini untuk
mendapatkan data-data yang dibutukan dengan cara
melakukan pencarian data di internet yang
4
secara online. Penulis membaca buku dan literature lainnya yang digunakan sebagai referensi dan juga membantu penulis dalam merancang dan membuat sistem pendaftaran akun wifi secara online.
ANALISIS DAN PERANCANGAN
Analisis Sistem
Analisis Prosedur Kerja
Kegiatan yang terjadi Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan dalam pengolahan data bibit masih dilakukan secara manual atau yang dicatat di buku harian, bila petani ingin meminta bibit dan mengetahui bibit apa saja yang ada di Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan maka petani harus mengajukan sebuah surat permohonan yang di berikan kepetugas. Dengan petani mengajukan surat maka petugas akan mengeluarkan berapa jumlah bibit yang diminta petani sesuai dengan permintaan, sebelumnya petugas harus melihat buku catatan stok bibit. Dengan proses pembuatan laporan yang dilakukan staff dengan cara menghitung stok bibit yang masuk dan berapa jumlah bibit yang dibutuhkan oleh petani, setelah petugas mencatat semua bibit yang masuk dan keluar di Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kota Lubuklinggau, maka petugas akan membuat buku laporan yang akan diberikan ke pimpinan.
Melihat beberapa kesulitan yang ada pada Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kota Lubuklinggau, maka diperlukan suatu sistem yang membuantu kegiatan bagian pengolahan bibit dan menangani data-data penting mengolah data bibit yang diperlukan mencegah hilangnya data, sehingga data yang dihasilkan akurat dan cepat.
1) Rentan terhadap kesalahan.
2) Belum adanya pengolahan data bibit
terkomputerisasi.
Analisis Pemecahan Masalah
Berdasarkan analisis prosedur kerja yang dilakukan di Unit SISKOM STMIK BNJ dalam pendaftaran akun hotspot/wifi seperti dijelaskan diatas maka penulis membuat suatu Sistem pendaftaran akun hotspot/wifi yang dilakukan secara online sehingga dapat mempermudah pengelola hotspot dan juga mahasiswa dapat melakukan pendaftaran secara mandiri. Untuk terkoneksi ke access point hotspot Mikrotik, pengguna perangkat akses tidak perlu melakukan autentifikasi. Saat pengguna perangkat melakukan permintaan alamat web menggunakan aplikasi browser, secara otomatis Hotspot Mikrotik akan menampilkan halaman autentifikasi dimana
pengguna diminta memasukan username dan
password untuk menggunakan layanan hotspot.
Jika pengguna memasukan username dan password pada kolom yang disediakan, hotspot Mikrotik akan menggunakan data tersebut untuk dibandingkan dengan data yang telah ada di server RADIUS. Jika username dan password yang dimasukkan terdaftar di data RADIUS, maka RADIUS server akan memberikan jawaban ke hotspot Mikrotik untuk memberikan akses kepada pengguna perangkat tersebut. Sedang jika data yang dikirim tidak valid, salah atau tidak ditemukan, RADIUS server akan memberikan jawaban ke hotspot Mikrotik bahwa autentifikasi user gagal.
Dalam melakukan proses pendaftaran ini mahasiswa tinggal memilih menu daftar yang sudah disediakan. Setelah selesai mengisi formulir kemudian dikirim system akan menampilkan pesan bahwa pendaftaran berhasil dan sedang menunggu persetujuan dari pengelola hotspot. Jika pendaftaran disetujui maka mahasiswa akan mendapatkan voucher yang berisi username dan password yang telah didaftarkan sebelumnya. Username dan password inilah yang menjadi kode dalam voucher dan juga voucher ini akan menentukan berapa lama waktu yang didapat oleh mahasiswa untuk mengakses internet melalui hotspot kampus selama kuliah.
1) Use case diagram
Berikut ini merupakan diagram usecase dengan actor petani dan admin.
Gambar 2 Use Case Diagram 2) Activity Diagram Login
Berikut ini merupakan diagram aktivitas untuk actor petani dan admin.
System System System Login Menampilkandatabibit Menginputdatabibit Caridatabibit Mengolahdatabibit Cetaklaporan Petani Admin <<include>> <<include>> <<include>> <<include>> <<include>> Pemesananbibit <<include>> Menginputdatapengguna <<include>>
5
Gambar 3 Activity Diagram Login 3) Activity Diagram Pendataan Bibit
Berikut ini merupakan diagram aktivitas untuk admin.
Gamabar 4 Activity Diagram Pendataan bibit 4) Activity Diagram Pengguna
Berikut ini merupakan diagram aktivitas untuk pengguna
Gambar 5 Activity Diagram Pengguna 5) Diagram Class
Berikut merupakan diagram class pada sistem
Gambar 6 Diagram Class
HASIL DAN IMPLEMENTASI SISTEM Implementasi
1) Halaman Pengguna a. Halaman Pendaftara
Sebelum masuk ke menu utama petani harus melakukan login terlebih dahulu sesuai dengan username dan password yang dimilikinya. Untuk login
[Sistem] [Admin]
tampilkan form login
masukan username dan password verifikasi data
data tidak sesuai
tampilkan halaman awal data sesuai
[admin] [sistem] [basis data]
membuat halaman utama
memilih menu input
memilih bibit
tampilkan halaman utama
tampilkan menu input
tampilkan form input bibit
menginputkan data bibit
memilih tombol
memilih batal memilih simpan
tampilkan data sudah ada
tampilkan data tersimpan simpan data bibit
[admin] [sistem] [basis data]
membuka halaman utama tampilkan halaman utama
memilih menu input tampilkan menu input
memilih pengguna tampilkan form input pengguna
menginputkan data pengguna
memilih tombol
memilih batal memilih simpan
tampilkan pesan data sudah ada
tampilkan pesan data tersimpan simpan data pengguna ya tidak main +main() +login() +mengolahdatapengguna() +mengolahdatabibit() login +validasilogin() +logout() koneksidatabase +host +database +username +password +membukakoneksi() +eksekusiqueryselect() +eksekusiqueryupdate() +eksekusiquerydelete() +tutupkoneksi() mengolahpengguna +tambahpengguna() +ubahpengguna() +hapuspengguna() +caripenggunabynama() mengolahbibit +tambahbibit() +ubahbibit() +hapusbibit() +caribibitbynm_bibit() tpengguna +id +username +password +level +ubahusername() +hapususername() +ubahpassword() +hapuspassword() +ubahlevel() +hapuslevel() tbibit +idbibit +nama_bibit +ubahbibit() +hapusnama_bibit()
petani terletak di sebelah kiri ini.
b.
melihat data pemesanan di halaman tampil pemesanan petani terletak di sebelah kiri
ini.
Gambar
b. Halaman
Setelah menginput data pemesanan petani dapat melihat data pemesanan di halaman tampil pemesanan
Gambar 8
Berikut adalah tampilan halaman
Gambar 9
petani terletak di sebelah kiri
Gambar 7 Tampilan Halaman
Halaman Pemesanan Bibit
Setelah menginput data pemesanan petani dapat melihat data pemesanan di halaman tampil pemesanan
Gambar 8 Tampilan Halaman Berikut adalah tampilan halaman
Gambar 9
petani terletak di sebelah kiri
Tampilan Halaman
Pemesanan Bibit
Setelah menginput data pemesanan petani dapat melihat data pemesanan di halaman tampil pemesanan
Tampilan Halaman Berikut adalah tampilan halaman
Gambar 9 Tampilan
petani terletak di sebelah kiri lihat gambar 4.1 dibawah
Tampilan Halaman
Pemesanan Bibit
Setelah menginput data pemesanan petani dapat melihat data pemesanan di halaman tampil pemesanan
Tampilan Halaman Berikut adalah tampilan halaman
Tampilan Data Pemesanan
lihat gambar 4.1 dibawah
Tampilan Halaman Login Hotspot
Setelah menginput data pemesanan petani dapat melihat data pemesanan di halaman tampil pemesanan
Tampilan Halaman Pemesanan Berikut adalah tampilan halaman pemesnan
Data Pemesanan
lihat gambar 4.1 dibawah
Hotspot
Setelah menginput data pemesanan petani dapat melihat data pemesanan di halaman tampil pemesanan
Pemesanan pemesnan
Data Pemesanan
6
lihat gambar 4.1 dibawah
Setelah menginput data pemesanan petani dapat melihat data pemesanan di halaman tampil pemesanan
6
2) a. c. Gambar 11 d. bibitbibit berdasarkan data yang ada untuk menambahkan data jenis bibit admin bisa mengklik tombol tambah pada bagian sebelah kiri di halaman data jenis bibit, lalu admin mengisi kolom yang ada setelah di isi maka admin bisa pili
menambah klik tombol batal, admn juga bisa mengedit dan menghapus data jenis bibit.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
pengolahan data bibit maka dapat menggunakan perancangan pemongraman berbasis web “ Halaman Admin Halaman Gambar 10
Halaman Utama Administrator .
Gambar 11 Halaman
Pada halaman ini admin akan melihat data bibit yang kemudian
bibit berdasarkan data yang ada untuk menambahkan data jenis bibit admin bisa mengklik tombol tambah pada bagian sebelah kiri di halaman data jenis bibit, lalu admin mengisi kolom yang ada setelah di isi maka admin bisa pili
menambah klik tombol batal, admn juga bisa mengedit dan menghapus data jenis bibit.
Gambar 12
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Dari hasil pembahasan
pengolahan data bibit maka dapat menggunakan perancangan pemongraman berbasis web “ Halaman Admin Halaman Login Gambar 10
Halaman Utama Administrator
Gambar 11 Tampilan Halaman Utama Administrator Halaman Jenis Bibit
Pada halaman ini admin akan melihat data yang kemudian
bibit berdasarkan data yang ada untuk menambahkan data jenis bibit admin bisa mengklik tombol tambah pada bagian sebelah kiri di halaman data jenis bibit, lalu admin mengisi kolom yang ada setelah di isi maka admin bisa pilih klik tombol simpan jika tidak jadi menambah klik tombol batal, admn juga bisa mengedit dan menghapus data jenis bibit.
Gambar 12 Tampil
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Dari hasil pembahasan
pengolahan data bibit maka dapat menggunakan perancangan uml dan d
pemongraman php sehingga mengahasilkan aplikasi berbasis web “PENGOLAHAN DATA
Halaman Admin Login
Gambar 10 Tampilan Halaman Halaman Utama Administrator
Tampilan Halaman Utama Administrator Jenis Bibit
Pada halaman ini admin akan melihat data yang kemudian admin bisa menambah data jenis bibit berdasarkan data yang ada untuk menambahkan data jenis bibit admin bisa mengklik tombol tambah pada bagian sebelah kiri di halaman data jenis bibit, lalu admin mengisi kolom yang ada setelah di isi maka h klik tombol simpan jika tidak jadi menambah klik tombol batal, admn juga bisa mengedit dan menghapus data jenis bibit.
Tampilan Halaman
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil pembahasan
pengolahan data bibit maka dapat menggunakan dan dikembangakan dengan php sehingga mengahasilkan aplikasi
PENGOLAHAN DATA Tampilan Halaman
Halaman Utama Administrator
Tampilan Halaman Utama Administrator
Pada halaman ini admin akan melihat data admin bisa menambah data jenis bibit berdasarkan data yang ada untuk menambahkan data jenis bibit admin bisa mengklik tombol tambah pada bagian sebelah kiri di halaman data jenis bibit, lalu admin mengisi kolom yang ada setelah di isi maka h klik tombol simpan jika tidak jadi menambah klik tombol batal, admn juga bisa mengedit dan menghapus data jenis bibit.
an Halaman
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil pembahasan u
pengolahan data bibit maka dapat menggunakan kembangakan dengan php sehingga mengahasilkan aplikasi
PENGOLAHAN DATA Tampilan Halaman Login Halaman Utama Administrator
Tampilan Halaman Utama Administrator
Pada halaman ini admin akan melihat data admin bisa menambah data jenis bibit berdasarkan data yang ada untuk menambahkan data jenis bibit admin bisa mengklik tombol tambah pada bagian sebelah kiri di halaman data jenis bibit, lalu admin mengisi kolom yang ada setelah di isi maka h klik tombol simpan jika tidak jadi menambah klik tombol batal, admn juga bisa mengedit
an Halaman Jenis Bibit
untuk membangun pengolahan data bibit maka dapat menggunakan
kembangakan dengan php sehingga mengahasilkan aplikasi
PENGOLAHAN DATA BIBIT DI Login
Tampilan Halaman Utama Administrator
Pada halaman ini admin akan melihat data admin bisa menambah data jenis bibit berdasarkan data yang ada untuk menambahkan data jenis bibit admin bisa mengklik tombol tambah pada bagian sebelah kiri di halaman data jenis bibit, lalu admin mengisi kolom yang ada setelah di isi maka h klik tombol simpan jika tidak jadi menambah klik tombol batal, admn juga bisa mengedit
Jenis Bibit
ntuk membangun pengolahan data bibit maka dapat menggunakan kembangakan dengan bahasa php sehingga mengahasilkan aplikasi BIBIT DI Tampilan Halaman Utama Administrator
Pada halaman ini admin akan melihat data admin bisa menambah data jenis bibit berdasarkan data yang ada untuk menambahkan data jenis bibit admin bisa mengklik tombol tambah pada bagian sebelah kiri di halaman data jenis bibit, lalu admin mengisi kolom yang ada setelah di isi maka h klik tombol simpan jika tidak jadi menambah klik tombol batal, admn juga bisa mengedit
ntuk membangun pengolahan data bibit maka dapat menggunakan bahasa php sehingga mengahasilkan aplikasi BIBIT DI
7
DINAS TANAMAN PANGAN PERKEBUANAN DAN KEHUTANAN KOTA LUBUKLINGGAU BERBASIS JARINGAN”.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan diatas, maka ada beberapa saran yang ingin penulis sampaikan yang nantinya berhubungan dengan implementasi aplikasi tersebut, antara lain:
1. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, maka aplikasi yang telah dibuat ini nantinya dapat dikembangkan lagi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,
dengan melakukan penambahan dan
meningkatkan keamanan data yang memiliki scurity yang lebih terjamin.
2. Aplikasi yang penulis buat masih jauh dari
sempurna, agar kiranya dikemudian hari dikembangkan dengan menambahkan fasilitas-fasilitas yang belum terpenuhi.
DAFTAR PUSTAKA
A.S, Rosa and Shalahudin, M, 2014, Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek, Modula: Bandung.
Jogiyanto, HM, 2005, Analisis & Desain Sistem Informasi, Andi Offset: Yogaykarta Jogiyanto 1999, Pengolahan data Online, Andi
Offset: Yogaykarta
Moch. Linto Herlambang dan Azis Catur L 2008, Jaringan Komputer (Local Area Network, Metropolitan Area Network, Wide Area Network)
Madcoms, 2012, Adobe Dreamweaver CS6 dan PHP-MySql untuk Pemula, Andi Offset: Yogyakarta