• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS MATA KULIAH. Kode Mata Kuliah : GIZ 40633

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SILABUS MATA KULIAH. Kode Mata Kuliah : GIZ 40633"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

SILABUS MATA KULIAH

Program Studi

: Gizi (S1)

Kode Mata Kuliah

: GIZ 40633

Nama Mata Kuliah

: Dietetika Dasar

Jumlah SKS

: 3 (Tiga)

Semester

: 4 (Empat)

Mata Kuliah Pra Syarat

: Ilmu Gizi Dasar, Biokimia Gizi, Gizi Daur Kehidupan, Gizi Kuliner, Penilaian Status Gizi

Deskripsi Mata Kuliah

:

Keberhasilah pelayanan gizi untuk pasien di rumah sakit membutuhkan pendekatan yang holistik dari seluruh tim asuhan gizi di rumah sakit. Pemahaman

tentang kondisi penyakit yang diderita pasien dengan baik dan benar merupakan hal penting yang harus dikuasai ahli gizi untuk menentukan diagnosis gizi,

sehingga terapi diet yang diberikan dapat optimal. Mata Kuliah Dietetika I merupakan mata kuliah keahlian khusus bagi calon ahli madya gizi agar dapat

memberikan pelayanan gizi yang paripurna bagi pasien di rumah sakit. Mata kuliah ini mensyaratkan Mata Kuliah Biokimia Gizi dan Penilaian Status Gizi

karena key point dalam menentukan terapi diet pasien adalah ketepatan menentukan asesmen gizi pasien berdasar antropometi, biochemical assessment,

clinical assessment, dietary history, medical hystory, dan social data (A-B-C-D-M-S). Adapun terkait dengan syarat dan prinsip diet yang akan diterapkan,

mata kuliah ini juga mensyaratkan mahasiswa telah lulus Mata Kuliah Ilmu Gizi Dasar, Gizi Daur Kehidupan dan Gizi Kuliner. Kedalaman dan keluasan

bahasan meliputi pengertian pelayanan gizi terpadu dan berkesinambungan dalam sistem pelayanan kesehatan, nutrition care process (NCP), penerapan

prinsip diet dalam keadaan sakit untuk pasien dewasa dan anak dengan penyakit defisiensi gizi, infeksi, gangguan saluran pencernaan, penyakit hati,

kandung empedu dan pankreas, serta gangguan makan.

Standar Kompetensi

:

Mahasiswa mengetahui, memahami, menguasai dan mampu mengimplementasikan teori, konsep dan prinsip pelayanan gizi di rumah sakit untuk pasien

dengan penyakit defisiensi gizi, infeksi, gangguan saluran pencernaan, penyakit hati, kandung empedu dan pankreas, serta gangguan makan menggunakan

pendekatan NCP.

Kompetensi Dasar Indikator Pengalaman

Pembelajaran

Materi Ajar Waktu Alat/Bahan/ Sumber Belajar

Penilaian Memahami arti penting

diet dalam upaya penyembuhan dan pemulihan.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengertian

dietetika.

2. Menjelaskan peran

makan-1. Mengkaji konsep dietetik. 2. Mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi 1. Pengertian Dietetika. 2. Arti makanan bagi

penyembuhan penyakit. 3. Pengaruh penyakit

terhadap nafsu makan,

100’ OHP, LCD, Laptop. Depkes, PGRS. Moehyi S (1995:3-11). Terapi Diet untuk Penyembuhan

(2)

2

an bagi penyembuhan. 3. Menjelaskan pengaruh penyakit terhadap nafsu makan, kemampuan mengunyah, menelan dan penyerapan serta utilisasi. 4. Menyebutkan faktor-faktor

yang berpengaruh terhadap terapi diet.

terapi diet dan kesembuhan pasien.

kemampuan mengunyah, menelan dan penyerapan serta utilisasi. 4. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terapi diet. Penyakit. Robinson et al. (1992:6-8). Basic Nutrition and Diet Theraphy, 7th edition. Berbagai jurnal hasil penelitian dari internet (AmJ Clin

Nutr., BMJ, ADA, dll)

Memahami asuhan gizi dalam sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian asuhan gizi.

2. Menyebutkan susunan tim asuhan gizi rumah sakit. 3. Membedakan tugas dan

fungsi masing-masing anggota tim asuhan gizi rumah sakit.

1. Mengkaji konsep asuhan gizi rumah sakit melalui pendekatan sistem. 2. Mendiskusikan tugas

tim asuhan gizi rumah sakit.

1. Pengertian asuhan gizi dalam sistem pelayanan kesehatan.

2. Dasar-dasar pendekatan sistem dalam pelayanan gizi pasien di rumah sakit (client centered care). 3. Tugas dan fungsi anggota

tim asuhan gizi rumah sakit.

250’ OHP, LCD, Laptop. Shils M.E. et al. 2005. Modern Nutrition in Health and Disease 8th edition.

Berbagai jurnal hasil penelitian dari internet (AmJ Clin

Nutr., BMJ, ADA, dll)

Portofolio

1. Memahami dasar-dasar keseimbangan energi, cairan dan elektrolit dalam tubuh.

2. Memahami dasar-dasar perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi bagi orang sakit

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian keseimbangan energi, cairan dan elektrolit tubuh. 2. Menyebutkan faktor-faktor

yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

3. Menghitung kebutuhan energi dan zat gizi bagi orang sakit.

1. Mengkaji dan mendiskusikan keseimbangan energi, cairan dan elektrolit tubuh serta faktor yang

mempengaruhi. 2. Menghitung jumlah

energi dan zat gizi bagi orang sakit. 3. Menghitung

pemberian makanan parenteral.

1. Pengertian keseimbangan energi, cairan dan elektrolit tubuh serta faktor-faktor yang mempengaruhi. 2. Berbagai cara

perhitu-ngan kebutuhan energi dan zat gizi bagi orang sakit (anak dan dewasa). 3. Cara perhitungan pemberian makanan parenteral. 250’ OHP, LCD, Laptop. LKM Dietetika. Robinson et al., 1992. Basic Nutrition and Diet Theraphy, 7th ed.

Portofolio Quis Kasus

(3)

3

1. Memahami standar makanan RS. 2. Mendemonstrasikan menu standar makanan RS menurut tingkat kepadatan: makanan biasa, lunak, saring, cair, enteral/MLP. 3. Menghitung

kandungan energi dan zat gizi makanan parenteral.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menyebutkan standar

makanan RS.

2. Menjelaskan syarat diet standar makanan biasa dan makanan khusus.

3. Membedakan indikasi pemberian makanan biasa dan makanan khusus. 4. Menyusun menu sehari

standar makanan RS: makanan biasa, lunak, saring, cair, enteral/MLP. 5. Mengolah dan menyajikan

menu sehari makanan biasa, lunak, saring, cair, enteral/MLP.

1. Mengkaji konsep standar makanan RS. 2. Mendiskusikan

masakan dan teknik pengolahan standar makanan RS. 6. Menyusun menu sehari. 7. Mengolah dan menyajikan menu sehari.

1. Standar makanan rumah sakit.

2. Indikasi pemberian dan syarat makanan biasa dan makanan khusus.

3. Makanan enteral dan parenteral.

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. Almatsier S., 2002. Penuntun Diet. Mahan L.K. et al. 1996. Krause’s Food, Nutrition and Diet Therapy.

Shils M.E. et.al., 2005. Modern Nutrition in Health and Disease. RSCM dan PERSAGI, 1994. Penuntun Diet Anak.

Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr., BMJ, ADA, dll

)

Portofolio Survei makanan enteral/pa renteral komersil Menu sehari Penyajian menu Memahami langkah-langkah pelayanan gizi pasien dengan pendekatan nutrition

care process (NCP).

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menentukan data-data dalam rekam medis pasien yang dibutuhkan untuk asuhan gizi.

2. Menentukan asesmen gizi 3. Menetapkan diagnosis gizi 4. Menyusun rencana

intervensi gizi dan konseling gizi

5. Menyusun rencana

evaluasi/monitoring gizi dan follow up 1. Mengkaji konsep NCP. 2. Mendiskusikan langkah-langkah NCP. 3. Menyusun rencana asuhan gizi dengan pendekatan NCP.

1. Pengertian NCP. 2. Pengkajian data-data

rekam medik pasien yang dibutuhkan untuk perencanaan asuhan gizi. 3. Langkah-langkah NCP.

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. ADA, 2006. Nutrition Diagnosis: a critical step in the nutrition care process.

Http://www.eatright.o rg.

Penilaian Status Gizi

Portofolio Quis Kasus

(4)

4

1. Memahami

pelayanan gizi pasien dengan penyakit defisiensi gizi. 2. Mendemonstrasikan

menu sehari untuk pasien dengan penyakit defisiensi gizi.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian defisiensi gizi (KEP, KVA, GAKI, anemia)

2. Memahami etiologi dan patofisiologi defisiensi gizi. 3. Menyebutkan tujuan dan

syarat diet bagi penderita defisiensi gizi.

4. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita defisiensi gizi (KEP dan anemia).

5. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita defisiensi gizi (KEP dan anemia).

1. Mengkaji penyakit defisiensi gizi. 2. Mendiskusikan data medis untuk penyakit defisiensi gizi. 3. Mendiskusikan asuhan gizi untuk penyakit defisiensi gizi.

4. Mendemonstrasikan dan menyajikan menu sehari untuk penyakit KEP.

1. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi penyakit defisiensi gizi. 2. Pengkajian data medis

penyakit defisiensi gizi. 3. Asesmen gizi untuk

penyakit defisiensi gizi. 4. Diagnosis gizi untuk

penyakit defisiensi gizi. 5. Intervensi gizi: a) tujuan

dan syarat diet, b) kebutuhan energi dan zat gizi, c) menu sehari, d) konseling gizi.

6. Evaluasi/monitoring untuk penyakit defisiensi gizi dan rencana tindak lanjut.

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. Almatsier S., 2002. Penuntun Diet. Mahan L.K. et.al. 1996. Krause’s Food,

Nutrition and Diet Therapy.

Shils M.E. et.al., 2005. Modern Nutrition in Health and Disease. RSCM dan PERSAGI, 1994. Penuntun Diet Anak. Pedoman Penatalaksanaan Gizi Buruk

Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr., BMJ, ADA, dll

)

Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu 1. Memahami

pelayanan gizi pasien dengan gangguan saluran cerna atas (SCA): disfagia, esofagitis, ulkus peptikum, gastritis. 2. Mendemonstrasikan

menu sehari untuk pasien dengan gangguan SCA.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian penyakit disfagia, esofagitis, ulkus peptikum, gastritis. 2. Memahami etiologi dan

patofisiologi disfagia, esofagitis, ulkus peptikum, gastritis.

3. Menyebutkan tujuan dan syarat diet bagi penderita gangguan SCA. 1. Mengkaji penyakit disfagia, esofagitis, ulkus peptikum, gastritis. 2. Mendiskusikan data medis untuk gangguan SCA. 3. Mendiskusikan

asuhan gizi untuk gangguan SCA. 4. Mendemonstrasikan

dan menyajikan

1. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi disfagia, esofagitis, ulkus peptikum, gastritis. 2. Pengkajian data medis

gangguan SCA. 3. Asesmen gizi untuk

penyakit gangguan SCA. 4. Diagnosis gizi untuk

penyakit gangguan SCA. 5. Intervensi gizi: a) tujuan

dan syarat diet, b)

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. Almatsier S., 2002. Penuntun Diet. Mahan L.K. et al. 1996. Krause’s Food, Nutrition and Diet Therapy.

Shils M.E. et.al., 2005.

Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu

(5)

5

4. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita gangguan SCA.

5. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita gangguan SCA.

menu sehari untuk penyakit ulkus peptikum dan gastritis.

kebutuhan energi dan zat gizi, c) menu sehari, d) konseling gizi.

6. Evaluasi/monitoring untuk gangguan SCA.

dan rencana tindak lanjut. 7. Menyajikan makanan

sesuai dengan kebutuhan gizi pasien.

Modern Nutrition in Health and Disease. RSCM dan PERSAGI, 1994. Penuntun Diet Anak.

Jurnal dari intrnet (AmJ

Clin Nutr., BMJ, ADA,

(6)

6

1. Memahami

pelayanan gizi pasien dengan gangguan saluran cerna bawah (SCB): malabsorbsi/ intoleransi, kolitis, haemorroid, divertikulosis, konstipasi. 2. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pasien dengan gangguan SCB.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian penyakit malabsorbsi/ intoleransi, kolitis,

haemorroid, divertikulosis, konstipasi.

2. Memahami etiologi dan patofisiologi

malabsorbsi/intoleransi, kolitis, haemorroid, divertikulosis, konstipasi. 3. Menyebutkan tujuan dan

syarat diet bagi penderita gangguan SCB.

4. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita gangguan SCB.

5. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita gangguan SCB. 1. Mengkaji penyakit gangguan SCB. 2. Mendiskusikan data medis untuk gangguan SCB. 3. Mendiskusikan

asuhan gizi untuk gangguan SCB. 4. Mendemonstrasikan

dan menyajikan menu sehari untuk penyakit gangguan SCB.

1. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi malabsorbsi/intoleransi, kolitis, haemorroid, divertikulosis, konstipasi. 2. Pengkajian data medis

gangguan SCB. 3. Asesmen gizi untuk

penyakit gangguan SCB. 4. Diagnosis gizi untuk

penyakit gangguan SCB. 5. Intervensi gizi: a) tujuan

dan syarat diet, b) kebutuhan energi dan zat gizi, c) menu sehari, d) konseling gizi.

6. Evaluasi/monitoring untuk gangguan SCB

dan rencana tindak lanjut.

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. Almatsier S., 2002. Penuntun Diet. Mahan L.K. et al. 1996. Krause’s Food, Nutrition and Diet Therapy.

Shils M.E. et.al., 2005. Modern Nutrition in Health and Disease. RSCM dan PERSAGI, 1994. Penuntun Diet Anak.

Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr., BMJ, ADA, dll

)

Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu 1. Memahami

pelayanan gizi pasien dengan penyakit infeksi: TBC, DHF, Bronchopnumonia, Tetanus, Difteria, Pertusis, HIV. 2. Mendemonstrasikan

menu sehari untuk pasien dengan penyakit infeksi.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian penyakit TBC, DHF, Bronchopnumonia, Tetanus, Difteria, Pertusis, HIV.

2. Memahami etiologi dan patofisiologi TBC, DHF, Bronchopnumonia, Tetanus, Difteria, Pertusis, HIV.

3. Menyebutkan tujuan dan

1. Mengkaji penyakit infeksi. 2. Mendiskusikan data medis untuk penyakit infeksi. 3. Mendiskusikan

asuhan gizi untuk penyakit infeksi. 4. Mendemonstrasikan

dan menyajikan menu sehari untuk penyakit TBC, DHF, dan HIV.

1. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi TBC, DHF, Bronchopnumonia, Tetanus, Difteria, Pertusis, HIV.

2. Pengkajian data medis penyakit infeksi. 3. Asesmen gizi untuk

penyakit penyakit infeksi. 4. Diagnosis gizi untuk

penyakit penyakit infeksi. 5. Intervensi gizi: a) tujuan

dan syarat diet, b)

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. Almatsier S., 2002. Penuntun Diet. Mahan L.K. et al. 1996. Krause’s Food, Nutrition and Diet Therapy.

Shils M.E. et.al., 2005. Modern Nutrition in Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu

(7)

7

syarat diet bagi penderita penyakit infeksi.

4. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita penyakit infeksi.

5. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita TBC, DHF, HIV.

kebutuhan energi dan zat gizi, c) menu sehari, d) konseling gizi.

6. Evaluasi/monitoring untuk penyakit infeksi

dan rencana tindak lanjut.

Health and Disease. RSCM dan PERSAGI, 1994. Penuntun Diet Anak.

Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr., BMJ, ADA, dll

)

(8)

8

1. Memahami

pelayanan gizi pasien dengan penyakit hati: hepatitis dan sirosis hepatis. 2. Mendemonstrasikan

menu sehari untuk pasien dengan penyakit hepatitis dan sirosis hepatis.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian penyakit hepatitis dan sirosis hepatis.

2. Memahami etiologi dan patofisiologi hepatitis dan sirosis hepatis.

3. Menyebutkan tujuan dan syarat diet bagi penderita hepatitis dan sirosis hepatis. 4. Menganalisis kasus dan

membuat perencanaan terapi diet untuk penderita hepatitis dan sirosis hepatis. 5. Mengolah dan menyajikan

menu sehari untuk penderita hepatitis dan sirosis hepatis. 1. Mengkaji penyakit hati. 2. Mendiskusikan data medis untuk penyakit hati. 3. Mendiskusikan

asuhan gizi untuk penyakit hati. 4. Mendemonstrasikan

dan menyajikan menu sehari untuk penyakit hati.

1. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi hepatitis dan sirosis hepatis.

2. Pengkajian data medis penyakit hati.

3. Asesmen gizi untuk penyakit penyakit hati. 4. Diagnosis gizi untuk

penyakit penyakit hati. 5. Intervensi gizi: a) tujuan

dan syarat diet, b) kebutuhan energi dan zat gizi, c) menu sehari, d) konseling gizi.

6. Evaluasi/monitoring untuk penyakit infeksi

dan rencana tindak lanjut.

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. Almatsier S., 2002. Penuntun Diet. Mahan L.K. et al. 1996. Krause’s Food, Nutrition and Diet Therapy.

Shils M.E. et.al., 2005. Modern Nutrition in Health and Disease. RSCM dan PERSAGI, 1994. Penuntun Diet Anak.

Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr., BMJ, ADA, dll

)

Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu 1. Memahami

pelayanan gizi pasien dengan penyakit empedu dan pankreas.

2. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pasien dengan penyakit empedu dan pankreas.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian penyakit empedu dan pankreas.

2. Memahami etiologi dan patofisiologi penyakit empedu dan pankreas. 3. Menyebutkan tujuan dan

syarat diet bagi penderita penyakit empedu dan pankreas.

4. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita

1. Mengkaji penyakit empedu dan pankreas. 2. Mendiskusikan data medis untuk penyakit empedu dan pankreas. 3. Mendiskusikan

asuhan gizi untuk penyakit empedu dan pankreas. 4. Mendemonstrasikan

dan menyajikan menu sehari untuk penyakit empedu

1. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi penyakit empedu dan pankreas.

2. Pengkajian data medis penyakit empedu dan pankreas.

3. Asesmen gizi untuk penyakit penyakit empedu dan pankreas. 4. Diagnosis gizi untuk

penyakit penyakit empedu dan pankreas. 5. Intervensi gizi: a) tujuan

dan syarat diet, b)

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. Almatsier S., 2002. Penuntun Diet. Mahan L.K. et al. 1996. Krause’s Food,

Nutrition and Diet Therapy.

Shils M.E. et.al., 2005. Modern Nutrition in Health and Disease. RSCM dan PERSAGI, Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu

(9)

9

penyakit empedu dan pankreas.

5. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk

penderita penyakit empedu dan pankreas.

dan pankreas. kebutuhan energi dan zat gizi, c) menu sehari, d) konseling gizi.

6. Evaluasi/monitoring untuk penyakit infeksi

dan rencana tindak lanjut. 7. Menyajikan makanan

sesuai dengan kebutuhan gizi pasien.

1994. Penuntun Diet Anak.

Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr., BMJ, ADA, dll

)

1. Memahami

pelayanan gizi untuk pengaturan berat badan.

2. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pengaturan berat badan.

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian anorexia, bulimia, dan obesitas.

2. Memahami etiologi dan patofisiologi anorexia, bulimia, dan obesitas. 3. Menyebutkan tujuan dan

syarat diet bagi penderita anorexia, bulimia, dan obesitas.

4. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita anorexia, bulimia, dan obesitas.

5. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk

penderita anorexia, bulimia, dan obesitas. 1. Mengkaji anorexia, bulimia, dan obesitas. 2. Mendiskusikan data medis untuk anorexia, bulimia, dan obesitas. 3. Mendiskusikan

asuhan gizi untuk anorexia, bulimia, dan obesitas. 4. Mendemonstrasikan

dan menyajikan menu sehari untuk anorexia, bulimia, dan obesitas.

1. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi anorexia, bulimia, dan obesitas.

2. Pengkajian data medis anorexia, bulimia, dan obesitas.

3. Asesmen gizi untuk penyakit penyakit anorexia, bulimia, dan obesitas.

4. Diagnosis gizi untuk anorexia, bulimia, dan obesitas.

5. Intervensi gizi: a) tujuan dan syarat diet, b) kebutuhan energi dan zat gizi, c) menu sehari, d) konseling gizi.

6. Evaluasi/monitoring untuk penyakit infeksi

dan rencana tindak lanjut.

250’ OHP, LCD, Laptop. Rahmawaty S., 2005. Modul Dietetika Dasar. Rahmawaty S., 2005. Diktat Dietetika Dasar. Almatsier S., 2002. Penuntun Diet. Mahan L.K. etal. 1996. Krause’s Food, Nutrition and Diet Therapy.

Shils M.E. et.al., 2005. Modern Nutrition in Health and Disease. RSCM dan PERSAGI, 1994. Penuntun Diet Anak.

Jurnal dari intrenet (AmJ Clin Nutr., BMJ, ADA, dll

)

Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu

Referensi

Dokumen terkait

Program unggulan dari aspek kurikulum terpadu merupakan langkah yang sesuai dengan permintaan masyarakat umum terhadap lembaga/sekolah ketika siswa/i selesai dalam dunia

Hasil yang diperoleh dari pengukuran kecepatan pemupukan aplikator pupuk cair sebelum dilakukan modifikasi dapat dilihat pada tabel 4.1... Waktu yang diperoleh pada

Kecuali perbedaan port yang spesifik, HTTPS menggunakan port 443 sedangkan HTTP menggunakan port 80 dalam berinteraksi dengan layer yang dibawahnya, TCP/IP/

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk 1) mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran interaktif dengan software Construct 2

Prinsip penentuan kadar air dengan destilasi adalah menguapkan air dengan “pembawa” cairan kimia yang mempunyai titik didih lebih tinggi dari pada air dan tidak dapat bercampur

Tingkat pengembalian saham ( return ) merupakan suatu pendapatan saham atau tingkat keuntungan yang berasal dari perubahan harga saham dan diperoleh dari deviden yang dihasilkan

Pada hari ini Senin tanggal Delapan belas bulan Juli tahun Dua ribu enam belas, kami selaku Kelompok Kerja Badan Layanan Pengadaan (BLP) Pekerjaan Konstruksi pada Dinas

Dari Tabel 6 dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar siswa pada masing-masing siklus, Hal ini berarti bahwa penerapan hypnoteaching melalui Neuro-Lin-