• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel Penelitian

Dalam penulisan skripsi ini, populasi dalam penelitian adalah semua produk speaker komputer dengan berbagai kualitasnya. Speaker komputer bertindak sebagai subjek penelitian. Sedangkan monitor komputer sebagai objek yang akan diteliti. Speaker komputer yang menghasilkan gelombang elektromagnetik akan mempengaruhi partikel-partikel elektron pada monitor. Dengan mempelajari gelaja-gejala yang dapat ditimbulkan oleh gelombang elektromagnetik, maka dapat kita mempelajari pengaruhnya terhadap kinerja monitor komputer tersebut.

Sampel penelitian skripsi ini adalah speaker dan monitor yang digunakan oleh penulis. Speaker dengan kekuatan frekuensi dari 70 Hz sampai 18 kHz , penampang speaker 0.127m x 0.1016m x 0.1143m, daya speaker 7 watts sedangkan subwoffer 10 watts. Sedangkan monitor adalah monitor CRT 15 inch merk AOC. Monitor dan speaker yang dipakai sudah berumur sekitar 4 tahun lebih dan masih layak dipakai.

(2)

3.2 Variabel dan Disain Penelitian 3.2.1 Variabel Penelitian

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini adalah sebagai berikut :

q = muatan listrik dalam partikel (satuan SI : coulomb; muatan listrik yang digunakan adalah muatan elektron maka q = 1,602 x 10-19 coulomb) F = gaya gelombang elektromagnetik (satuan SI : newton)

0

ε = permitivitas ruang hampa (ε0= 8,854 x 10-12 farad/meter) E = medan listrik (satuan SI : volt per meter)

D = kerapatan fluks listrik (satuan SI : coulomb per meter kuadrat) V = tegangan listrik (satuan SI : volt)

I = kuat arus listrik (satuan SI : ampere)

J = kerapatan aliran listrik yang bebas (ampere per meter kuadrat) P = daya listrik (satuan SI : watts)

H = medan magnet (satuan SI : ampere per meter)

B = kerapatan fluks magnetik (satuan SI : tesla atau weber per meter kuadrat)

0

μ = permeabilitas ruang hampa ( μ0 =4πx10−7henry/meter) η0= impedansi intrinsik ruang hampa (377 atau 120π Ω)

P = kerapatan daya sesaat (satuan SI : watt/m2

(3)

3.2.2 Disain penelitian

Penelitian akan dilakukan dengan studi pustaka terlebih dahulu. Setelah mendapat pengetahuan tentang hal yang berkaitan dengan penelitian tentang gelombang elektromagnetik, akan dilakukan percobaan dengan speaker dan monitor untuk mendapat data-data yang akan dianalisa lebih lanjut. Untuk menganalisa data yang sudah terkumpulkan maka dibuatlah program yang akan digunakan sebagai alat perhitungan mengenai gaya yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Hasil perhitungan gaya gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh speaker akan dianalisa dengan gejala yang terjadi pada layar monitor komputer.

3.3 Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan cara pengukuran dan observasi mengenai gejala yang timbul pada layar monitor komputer. Cara pengukuran adalah dengan mengubah-ubah jarak speaker dengan monitor dan mencatat setiap gejala yang timbul pada layar monitor. Dengan teorema poynting yang menjelaskan hubungan kerapatan daya sesaat dengan besarnya medan listrik dan kerapatan fluks magnetik yang timbulkan oleh speaker. Sehingga dengan menghitung besarnya kerapatan daya sesaat yang menggunakan daya speaker dan luas permukaan bola maka dapat dihitung pula besarnya medan listrik dan kerapatan fluks magnetik yang berasal dari speaker.

(4)

Luas permukaan bola yang dimaksudkan adalah luas permukaan lingkaran (radius) cakupan sumber gelombang ke monitor seperti yang di tunjukkan pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Penyebaran energi gelombang dari sumber

Dengan mendapatkan luas permukaan bola yang jari-jarinya adalah jarak speaker ke monitor dan daya speaker maka dapat dihitung kerapatan daya sesaat speaker. Berdasarkan teorema poynting yang menghubungkan kerapatan daya sesaat dengan medan listrik dan fluks magnetik maka dapat dihitung pula besarnya medan listrik dan fluks magnetik yang dihasilkan oleh speaker.

3.4 Teknik analisis data

Data-data yang sudah terkumpul akan dianalisa dengan menggunakan program. Program yang dibuat ada 2 yaitu dengan Borland C 3.1 (program yang digunakan untuk menghitung gaya gelombang elektromagnetik yang dihasilkan speaker dengan menggunakan teorema gaya Lorentz) dan dengan Matlab 7.1 (program yang digunakan untuk mensimulasi gelombang elektromagnetik pada speaker).

Monitor

(5)

3.4.1 Transisi Diagram Program

Transisi program perhitungan gaya gelombang elektromagnetik pada speaker ditampilkan pada gambar 3.2.

Gambar 3.2 Transisi diagram program skripsi

Transisi Diagram Program Skripsi

Pilihan 1 : Menu Perhitungan Gaya Gelombang Elektromagnetik

Masukkan daya speaker (P) untuk menghitung besarnya arus listrik (I) yang mengalir

Masukkan luas penampang speaker (L) untuk menghitung kerapatan arus listrik yang bebas (J)

Muatan elektron dalam monitor komputer (Q)

Masukkan medan listrik (E) dan kerapatan fluks magnetik (B) untuk menghitung medan magnet

(H),kerapatan fluks listrik (D)

Menghitung Gaya Gelombang Elektromagnetik dengan rumus F=(Q*E)+(J*B)

Pilihan 2 : Menu Credits (menampilkan nama pembuat

program,NIM,Kelas serta copyrights)

Pilihan 3 : Keluar dari Program

Setelah perhitungan selesai akan kembali ke menu utama pilihan

Menu Utama Pilihan

Setelah menampilkan credit akan kembali ke menu pilihan utama

(6)

Transisi program grafik gelombang elektromagnetik pada speaker ditampilkan pada gambar 3.3.

Gambar 3.3 Transisi diagram program grafik

3.4.2 Tampilan Layar Program

Tampilan layar program perhitungan gelombang elektromagnetik ditunjukkan pada gambar 3.4, 3.5, dan 3.6.

T a m p ila n P r o g ra m T r a n sisi D ia g r a m P r o g r a m G r a fik M a su k k a n M e d a n L ist r ik T e k a n t o m b o l g e lo m b a n g m e d a n list rik u n t u k m e n a m p ilk a n g a m b a r g e lo m b a n g m e d a n list r ik T e k a n t o m b o l g e lo m b a n g m e d a n m a g n e t u n t u k m e n a m p ilk a n g a m b a r g e lo m b a n g m e d a n m a g n e t T e k a n t o m b o l g e lo m b a n g e le k t r o m a g n e t ik u n t u k m e n a m p ilk a n g a m b a r g e lo m b a n g e le k t r o m a g n e t ik

(7)

Gambar 3.4 Menu Utama Pilihan

(8)

Gambar 3.6 Tampilan credits

Tampilan layar grafik gelombang elektromagnetik ditunjukkan pada gambar 3.7.

(9)

3.4.3 Pseudocode Program

3.4.3.1 Program perhitungan gaya gelombang elektromagnetik.

Deklarasikan variabel global (P, I, L, J, F, Q, B, E, H, D, miu0, e0) yang digunakan dengan type float.

fungsi hitung kuat arus lakukan

masukkan nilai daya speaker (P) sewaktu daya (P) kecil 0 dan besar 1000

hitung kuat arus listrik (I) dengan daya dibagi tegangan listrik (V) 220 V tampilkan kuat arus listrik (I)

fungsi hitung kerapatan arus listrik lakukan

masukkan luas penampang speaker (L)

sewaktu luas penampang (L) kecil (-1000) dan besar (+1000)

hitung kerapatan arus listrik (J) dengan kuat arus (I) dibagi luas penampang (L)

tampilkan kerapatan arus listrik (J) fungsi hitung gaya

set nilai e0 set nilai miu0

set nilai muatan elektron monitor (Q) tampilkan (Q)

lakukan

masukkan medan listrik (E)

sewaktu medan listrik (E) kecil 0 dan besar 100000 lakukan

masukkan kerapatan fluks magnetik (B)

sewaktu kerapatan fluks magnetik (B) kecil 0.00000000001 dan besar 10000

hitung medan magnet (H) dengan kerapatan fluks magnetik (B) dibagi miu0

hitung kerapatan fluks listrik (D) dengan e0 dikali medan listrik (E) tampilkan medan magnet (H)

tampilkan kerapatn fluks listrik (D)

hitung gaya gelombang elektromagnetik F dengan rumus F = (Q*E)+(J*B) tampilkan gaya gelombang elektromagnetik

(10)

fungsi menu hitung hapus layar

panggil fungsi hitung kuat arus

panggil fungsi hitung kerapatan arus listrik panggil fungsi hitung gaya

fungsi credit

hapus layar

tampilkan nama pembuat program dan hak cipta (copyrights) fungsi utama (main)

deklarasi variabel pilih

hapus layar

tampilkan menu pilihan

masukkan pilihan menu

panggil fungsi menu hitung jika pilih = 1 panggil fungsi credit jika pilih = 2

keluar jika pilih = 3

3.4.3.2 Program grafik gelombang elektromagnetik. prosedur tampilkan medan listrik

deklarasi variabel global b, w, e, t, zi, E, V set b = 2 * pi / panjang gelombang speaker set w = 2 * pi* frekuensi maksimum speaker baca inputan e

set zi (titik arah rambatan gelombang medan listrik) = 5 set t = 0:pi/100:10*pi;

set E = e*cos((w*t)-(b*zi)); V = petakan (t,E)

prosedur berakhir

prosedur tampilkan medan magnet

deklarasi variabel global b, w, B, t, zi, H, V set b = 2 * pi / panjang gelombang speaker set w = 2 * pi* frekuensi maksimum speaker baca inputan B

set zi (titik arah rambatan gelombang medan listrik) = 5 set t = 0:pi/100:10*pi;

set H = e*cos((w*t)-(b*zi)); V = petakan (t,H)

(11)

prosedur tampilkan gelombang elektromagnetik deklarasikan variabel IM dan IS

set IM = baca gambar dengan nama file Gambar.jpg

set IS = tampilkan IM

Gambar

Gambar 3.2 Transisi diagram program skripsi
Gambar 3.3 Transisi diagram program grafik
Gambar 3.4 Menu Utama Pilihan
Gambar 3.7 Tampilan layar grafik

Referensi

Dokumen terkait

Permukaan Gauss yang dipilih untuk menentukan medan listrik yang dihasilkan muatan titik adalah permukaan bola yang berpusat di muatan titik. Pada permukaan tersebut besar medan

Metode ini menghitung nilai dari Term dokumen atau menghitung seberapa sering suatu kata muncul didalam data dokumen, Selanjutnya proses dari Naive Bayes pada metode ini

Setelah mengikuti perkuliahaan ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menyebutkan kembali pengertian fluks dari medan vektor. Menghitung fluks medan vektor dengan menggunakan

yang dipakai yaitu: jumlah keluarga, luas rumah, lama dirumah, daya listrik, perlengkapan elektronik dan penggunaan

(soal no.. Sebuah bola logam padat yang jari-jarinya 0,450 m mengangkut muatan netto sebesar 0,250 nC. Carilah besarnya medan listrik a) di sebuah titik 0,100 m di lua permukaan

Analisis yang dilakukan adalah menghitung komposisi jenis lamun, menghitung frekwensi jenis dan frekwensi relatif, menghitung kerapatan jenis dan kerapatan relatif,

Analisa komposisi bahan sampah lampu listrik dilakukan dengan cara memisahkan antara bahan logam dan non logam kemudian menghitung berat komposisi bahan masing-masing jenis

Secara garis besar adalah membandingkan konfrigurasi pasokan listrik yang dipakai oleh BTS selular selama ini yaitu konfigurasi listrik dari PLN dan diesel