• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. pada dasarnya tidak hanya dikhususkan pada umat Islam. Produk dan jasa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. pada dasarnya tidak hanya dikhususkan pada umat Islam. Produk dan jasa"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Hadirnya lembaga keuangan syari’ah merupakan upaya memenuhi kebutuhan umat Islam dalam penyediaan jasa keuangan syariah, meskipun pada dasarnya tidak hanya dikhususkan pada umat Islam. Produk dan jasa yang diberikan dan direncanakan untuk masa depan tanpa memandang jenis agama dan keyakinan, harus didasarkan pada pertimbangan yang cermat tentang kecenderungan dalam masyarakat di masa yang akan datang.1

Keberadaan lembaga keuangan syari’ah yang berbentuk koperasi atau KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah) sangat berperan dan membantu masyarakat. Banyak lembaga keuangan syariah di dirikan di Indonesia dan salah satunya adalah KSPPS Bismillah Sukorejo yang berdiri sejak tahun 1996.2 KSPPS Bismillah merupaka lembaga keuangan non bank yang menjadi oase bagi para pedagang dan petani khususnya di wilayah pasar Sukorejo karena dapat memberikan pembiayaan mikro syariah. KSPPS Bismillah memberikan pelayanan kepada masyarakat seoptimal mungkin ditengah persaingan dengan bank-bank konvensional yang banyak berdiri di wilayah Sukorejo.

Semakin meningkatnya bank-bank konvensional menuntut untuk meningkatkan kinerja KSPPS dalam persaingan bisnis melalui perbaikan

1

Kuat Ismanto, Manajemen Syari’ah Implementasi TQM dalam Lembaga Keuangan

Syariah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm.294

2

(2)

2

kinerja karyawan dalam memenuhi kebutuhan akan pelayanan yang bermutu tinggi. Agar aktivitas manajemen berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mengelola perusahaan seoptimal mungkin. Menurut Anwar Prabu Mangkunegara, kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.3 Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai dengan standar organisasi dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Organisasi yang baik adalah organisasi yang berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, karena hal tersebut merupakan faktor kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan.

Dalam peningkatan kinerja karyawan akan membawa kemajuan bagi perusahaan untuk dapat bertahan dalam suatu persaingan lingkungan binis yang tidak stabil. Oleh karena itu upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan merupakan tantangan manajemen karena keberhasilan untuk mencapai tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada kualitas kinerja sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Terutama peran sumber daya manusia pada lembaga keuangan non bank atau koperasi dalam pencapaian visi dan misinya.

Pengelolaan manajerial pada sebuah lembaga koperasi dibutuhkan sebuah tim yang solid untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satunya

3 Anwar Prabu Mangkunegara, Evaluasi Kinerja SDM, (Bandung: PT Refika Aditama,

(3)

3

adalah dengan mewujudkan kinerja terbaik karyawan. Kinerja merupakan salah satu yang paling mendasar dalam pengelolaan sebuah badan koperasi, yang didalammnya terdapat sumber daya manusia yang menggerakkan perusahaan untuk menjadi handal di bidangnya.4 Namun untuk mewujudkan sebuah kinerja yang baik bukanlah hal yang mudah karena terdapat faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi kinerja karyawan.

Menurut Mangkunegara yang dikutip dari Timple faktor internal kinerja karyawan yaitu faktor yang terkait dengan sifat-sifat seseorang, sementara faktor eksternal adalah faktor yang terkait dengan lingkungan seperti bawahan dengan pimpinan, fasilitas kerja dan iklim organisasi.5 Dalam penelitian ini penulis menggunakan variabel etos kerja Islam sebagai faktor internal dan gaya kepemimpinan, kompensasi serta budaya organisasi sebagai faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan KSPPS Bismillah.

Faktor eksternal yaitu gaya kepemimpinan yang menjadi tonggak awal sebuah organisasi akan dibawa ke arah mana. kepemimpinan didefinisikan sebagai kemampuan untuk menekankan hasrat pemimpin terhadap orang yang dipimpin dan mendorong kepatuhan, penghargaan, loyalitas, dan kerjasama.6 Seorang pemimpin juga menjadi figur keteladanan bagi

4

Ujang Wawan Sam Adinata,Pengaruh Kepemimpinan Trasnformasional, Motivasi dan

Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan KJKS BMT Tamziz Bandung, Jurnal Ekonomi,

Bisnis dan enterpreneurship Vol.9 No.2 Oktober 2015. (Bandung: STIE Pasundan)

5

,Anwar Prabu dan Mangkunegara.2014. Evaluasi Kinerja SDM.Bandung: PT Refika Aditama hllm. 120

6 Peter G. Northouse, Kepemimpinan: Teori dan Praktik edisi keenam, yang

(4)

4

pengikutnya untuk itu pemimpin dituntut untuk memahami nilai-nilai moral sesuai dengan standar moral dilingkungannya.7

Kepemimpinan yang diterapkan oleh Bapak Widi Mulyanta selaku pimpinan KSPPS Bismillah Sukorejo, yakni menerapkan lingkungan kerja yang nyaman, kekeluargaan, tegas, disiplin, dan mengusahakan partisipasi sukarela bawahan dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan organisasi, sehingga karyawan lebih sebagai mitra kerja dan bukan sebagai bawahan.8 Sejak tiga periode menjabat Bapak Widi Mulyanta dari tahun 2010 banyak terjadi perubahan terutama dalam bidang manajemennya serta pencapaian total asset yang semula Rp 14.478.998.179,00 pada tahun 2010 hingga taun 2015 meningkat sebesar Rp 44.341.248.915,00.9 Pencapaian ini tidak terlepas dari gaya kepemimpinannya yang memahami siapa bawahan yang dipimpinnya, mengerti kekuatan dan kelemahan bawahannya, dan mengerti bagaimana memanfaatkan kekuatan bawahan untuk mengimbangi kelemahan yang mereka miliki.10

Faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan selain gaya kepemimpinan adalah kompensasi, etos kerja islam dan budaya organisasi. Setiap anggota dari suatu organisasi mempunyai tujuan dan kepentingan sendiri ketika ia bergabung pada organisasi tersebut. Bagi sebagian karyawan, harapan untuk mendapatkan uang adalah satu-satunya alasan untuk bekerja.

7

Rinda Asytuti, Tetap Eksis di Tengah Krisis (Kiat Jitu Mewujudkan Lembaga

Keuangan Mikro Syariah yang Tangguh), (Jakarta:Pustaka Ilman,2015)., hlm.23.

8 Wawancara dengan Lilik, Kayawan KSPPS Bismillah Sukorejo, tanggal 13 Desember

2016 di Kantor KSPPS Bismillah Sukorejo.

9

Buku RAT Tutup Tahun Buku 2015 KJKS Bismillah,(Sukorejo: Januari 2016), hlm.12

10

(5)

5

Untuk menjamin tercapainya keselarasan tujuan. Pemimpin organisasi memberikan perhatian dengan memberikan kompensasi, karena kompensasi merupakan bagian dari hubungan timbal balik antara oganisasi dengan sumber daya manusia.

Menurut Marwansyah kompensasi adalah penghargaan atau imbalan baik langsung maupun tidak langsung, financial maupun non finansial yang adil dan layak kepada karyawan, sebagai balasan atas kontribusi/ jasanya terhadap pencapaian tujuan organisasi.11 Kompensasi dapat meningkatkan prestasi kerja dan memotivasi karyawan. Oleh karena itu perhatian organisasi atau perusahaan terhadap pengaturan kompensasi secara rasional dan adil sangat diperlukan. Bila karyawan memandang kompensasi tidak sesuai maka akan menurunkan prestasi kerja, motivasinya sehingga cenderung akan menurunkan kinerja karyawan. Pemberian kompensasi yang baik akan mendorong karyawan untuk bekerja dengan baik dan produktif sesuai penelitian Khotimatul Husna bahwa terdapat pengaruh signifikan variabel kompensasi karyawan terhadap variabel kinerja karyawan .12

Pemberian kompensasi yang baik akan dapat memenuhi beberapa tujuan dari organisasi diantaranya adalah dapat menarik pelamar kerja yang potensial, mempertahankan karyawan yang baik, meraih keunggulan kompetitif, meningkatkan produktifitas, melakukan pembayaran yang sesuai

11 Marwansyah, Manajemen Sumber Daya Manusia,(Bandung: Alfabeta,2014)., Hlm.

269.

12

Khotimatul Husna yang berjudul ,Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan

(6)

6

dengan aturan hukum, menjamin keadilan, memudahkan sasaran strategi.13 Kopensasi adalah salah satu aspek yang paling sensitif di dalam hubungan kerja. Sistem kompensasi membatu dalam memberi penguatan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dalam kondisi tertentu kompensasi merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan tetapi dalam kondisi dan waktu yang lain tidak demikian.14 Untuk itu setiap kelompok dan tingkatan dalam struktur perusahaan diharuskan memiliki strategi, kebijakan, dan sistem imbalan yang berbeda.

Sistem imbalan pada KSPPS Bismillah Sukorejo selain berupa gaji dan upah juga diberlakukan adanya bonus bagi yang berprestasi. Sistim bonus ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja karyawan agar semakin lebih baik. Wujud dari bonus yaitu berupa bonus bulanan yaitu bonus yang diberikan kepada karyawan dari penilaian yang dilakukan oleh petugas penilai. Hasil dari penilaian antar karyawan akan dibandingkan dengan karyawan yang lain untuk mengetahui karyawan yang terbaik sesuai dengan tingkat pekerjaannya. Bonus tersebut berupa hadiah umroh bagi para manajer dan sejumlah uang ataupun perlengkapan lain seperti leptop pada setiap akhir tahun serta adanya promosi bagi karyawan.15

Kompensasi penting bagi karyawan sebagai individu karena besarnya kompensasi mencerminkan nilai karya mereka diantara para karyawan dalam perusahaan, keluarga dan masyarakat. Selain itu juga terdapat etos kerja islam

13

Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Kencana, 2009) hlm. 188

14 F. Winarni dan G. Sugiyarso, Administrasi Gaji dan Upah, (Yogyakarta: Pustaka

Widyatama, 2006), hlm.7-8.

15

Wawancara dengan Bpk. Widi Mulyanta, Manajer Utama KSPPS Bismillah Sukorejo, tanggal 27 September 2016 di Kantor KSPPS Bismillah Sukorejo.

(7)

7

yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan.16 Seseorang yang memiliki Etos kerja Islam dia memiliki semangat dan etos yang tinggi untuk dapat memberikan pengaruh positif pada lingkungannya. Sesuatu yang bermanfaat, yang kemudian melahirkan sesuatu peningkatan perbaikan untuk meraih nilai yang lebih bermakna. Dia mampu mengejewantahkan idenya dalam bentuk perencanaan, tindakan serta melakukan penilaian dan analisis tentang sebab dan akibat aktifitas yang dilakukannya.

Menurut Hasan Al-Banna, bahwa islam memberikan perhatian terhadap etos kerja (usaha) serta mendorong umatnya agar bekerja dan selalu berusaha. Islam tidak berharap seseorang itu menganggur. Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja guna memperbaiki kondisi keluarga maupun sosial lainnya.17 Islam menganjurkan umatnya agar selalu memiliki etos kerja yang tinggi, bekerja keras untuk mencapai prestasi puncak untuk kesuksesannya. Kesuksesan lahiriyah akan ditentukan oleh sikap dan nilai spiritual karena etos kerja akan mampu merubah menuju kesuksesan.

Selain itu usaha untuk meningkatkan kinerja karyawan juga dipengaruhi oleh budaya organisasi. Setiap perusahaan ataupun organisasi perlu untuk membentuk kultur atau budaya yang mampu menjadi identitas perusahaan serta acuan untuk bertindak dan berperilaku. Budaya organisasi yang kuat akan membuat perusahaan dalam memberikan kepastian kepada seluruh karyawan untuk berkembang bersama, tumbuh dan berkembangnya

16

Sutono dan Fuad Ali Budiman , Pengaruh Kepemimpinan dan Etos Kerja Islam

Terhadap Kinerja Karyawan di KJKS BMT di Kecamatan Rembang,(jurnal analisis manajemen

Vol 4 No. 1 desember 2009) hlm ii.

(8)

8

perusahaan. Menurut penelitian Dyan Rhovita Sari budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan,18 namun penelitian oleh Siti Mahmudah menyatakan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. 19

Budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan, atau dikembangkan, oleh kelompok tertentu saat belajar menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal yang telah berjalan cukup baik untuk dianggap valid dan oleh karena itu, untuk diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk berpersepsi, berpikir, dan berperasaan sehubungan dengan masalah yang dihadapi. 20 Budaya organisasi pada KSPPS Sukorejo selain terbentuk dalam aturan dari hasil kesepakatan oleh pihak-pihak yang bersangkutan supaya dipatuhi dan dilaksanakan juga terbentuk dalam kegiatan rutin yang dijalankan oleh karyawan antara lain adalah santunan beras 80 sak (4 kg) dan obat-obatan kepeda warga yang kurang mampu setiap bulannya kurang lebih 250 kepala keluarga, desa binaan dalam bentuk pengadaan pengajian hingga saat ini kurang lebih 35 titik desa binaan yang membahas tentang kajian ilmu keagamaan terutama tentang ekonomi syari’ah yang diadakan setiap hari ahad. THQ atau Tebar Hewan Qurban pada desa-desa sekitar Sukorejo Temanggung, THQ ini bertujuan

18

Dyan Rhovita Sari yang berjudul ,Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja

terhadap Kinerja Karyawan bagian Marketing Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Baitul Maal Wattamwill Tumang, (Surakarta:Universitas Sebelas Maret, 2011), hlm. ii.

19

Siti Mahmudah,Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Organisasi, motivasi, Lingkungan

Kerja, disiplin Kerja, dan Kompensasi Terhadap kinerja Karyawan (studi kasus Pada LKSM BMT Jaringan Muamalat Center Indonesia Wilayah DIY),(Yogyakarta:UIN Sunan Kalijaga,2014)hlm.ii

20 John M. Ivancevich, Perilaku dan Manajemen Organisasi Jilid 1, (Jakarta : Penerbit

(9)

9

untuk membangun semangat berqurban bagi warga-warga yang sebelumnya mendapat daging qurban untuk dapat berkurban serta posko peduli bencana.21

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti ingin menulis skripsi yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kompensasi, Etos Kerja Islam

dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada KSPPS Bismillah Sukorejo)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebaga berikut :

1. Apakah gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo?

2. Apakah kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo?

3. Apakah etos kerja islam berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo?

4. Apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo?

5. Apakah gaya kepemimpinan, kompensasi, etos kerja islam, dan budaya organisasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo ?

21

Wawancara dengan Bpk. Widi Mulyanta, Manajer Utama KSPPS Bismillah Sukorejo, tanggal 27 September 2016 di Kantor KSPPS Bismillah Sukorejo.

(10)

10

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang ada, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan:

1. Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo.

2. Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo.

3. Untuk mengetahui pengaruh etos kerja islam terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo.

4. Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo.

5. Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, kompensasi, etos kerja islam, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada KSPPS Bismillah Sukorejo.

D. Kegunaan Penelitian

1. Kegunaan Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna, terutama pada ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia dalam hal gaya kepemimpinan, kompensasi, etos kerja islam, budaya organisasi dan kaitannya dengan kinerja karyawan.

(11)

11

2. Kegunaan Praktis a. Bagi penulis

Dapat menambah pengetahuan sebagai bekal dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh dibangku kuliah dalam dunia kerja yang sesungguhnya.

b. Bagi KSPPS Bismillah

Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi KSPPS Bismillah dalam pengelolaan SDM (sumber Daya Manusia) beserta segala kebijakan yang berkaitan langsung dengan aspek-aspek SDM (Sumber Daya Manusia) secara lebih baik. Serta diharapkan agar penelitian ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan dapat membantu dalam melaksanakan kepemimpinan, dan pemberian kompensasi, etos kerja islam serta budaya organisasi untuk meningkatkan kinerja karyawan.

c. Bagi almamater

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan referensi bacaan bagi semua pihak yang membutuhkannya.

E. Sistematika Penulisan

Dalam membahas dan menganalisa tentang Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kompensasi, Etos Kerja Islam dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada KSPPS Bismillah Sukorejo) maka agar penulisan skripsi ini dapat tersusun dengan baik, sistematis serta

(12)

12

mudah dipahami, maka penulis menggunakan sistematika penulisan skripsi sebagai berikut:

Bab pertama, pada bab ini meliputi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan.

Bab kedua, pada bab ini berisi tentang teori-teori yang menjadi dasar bagi penelitian dalam menganalisis dan melakukan pembahasan, teori yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah gaya kepemimpinan, kompensasi, etos kerja islam, budaya organisasi dan kinerja karyawan, selain teori bab ini juga menguraikan, tinjauan pustaka, kerangka berpikir serta hipotesis.

Bab ketiga, pada bab ini berisi tentang metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini meliputi: lokasi penelitian, jenis penelitian, variabel penelitian dan devinisi operasional, populasi dan sempel, instrumen dan teknik pengumpulan data serta teknik pengolahan dan analisis data analisis data.

Bab keempat, pada bab ini berisi deskripsi data, kemudian akan dianalisis data-data yang diperoleh dari karyawan berdasarkan landasan teori yang telah penulis sajikan yaitu tentang pengaruh gaya kepemimpinan, kompensasi, etos kerja islam terhadap kinerja karyawan. Selain itu bab ini juga berisi pembahasan hasil penelitian.

Bab kelima, pada bab ini berisi kesimpulan dan saran yaitu penulis berusaha mencoba menarik kesimpulam sebagai penyelesaian dari pengaruh

(13)

13

gaya kepemimpinan, kompensasi, etos kerja islam dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dan dari kesimpulan yang diperoleh, keterbatasan penulis, dan penulis berusaha memberikan saran-saran yang mungkin dapat dijadikan masukan bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

Referensi

Dokumen terkait

kelompok interval yang berbeda dalam suatu sampel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji beda dua rata- rata. Konsep dari uji beda dua

Dapat dilihat pada gambar bahwa setiap sinyal keluaran dari mikrokontroler. dsPIC30f2020 ber-PWM dengan

Kandungan terbesar dari serat kapas adalah selulosa, zat lain selulosa akan menyulitkan masuknya zat warna pada proses pencelupan, oleh karena itu zat selain

diperlukan pengetahuan tentang karakteristik biji kopi selama pemanggangan, pengetahuan tentang pengolahan citra yang diperlukan untuk proses pengambilan data parameter

Proses pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih menggunakan sistem manual banyak mengalami kendala antara lain sering terjadi kesalahan ketik identitas

Dari analisa simulasi model awal diketahui stasiun kerja yang mengalami utilitas tertinggi adalah area packaging dengan nilai 99,57% dan terendah di area

Namun setelah krisis berakhir, pemerintah-pemerintah Indonesia berikutnya telah membuat langkah-langkah keuangan yang bijak untuk memastikan agar krisis

Judul Skripsi : Analisis Pengaruh Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja pada Industri Pengolahan Kelapa Sawit dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi pada PT