• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

7

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar

A. Konsep Dasar Sistem Informasi

Menurut (Tri Haryati, 2019) mendefinisikan “sistem informasi adalah kegiatan dari prosedur yang di organisasikan yang digunakan untuk menyediakan informasi pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi”.

Tugas dari sistem informasi adalah untuk melakukan siklus pengolahan data. Untuk melakukan siklus pengolahan data atau yang disebut juga siklus sistem informasi diperlukan 3 buah komponen utama, yaitu komponen input, komponen model dan komponen output.

Data yang masih belum diolah perlu disimpan untuk pengolahan lebih lanjut. Data ini disimpan dalam bentuk basis data (database). Data yang ada dalam basis data ini nantinya digunakan untuk menghasilkan informasi.Komponen sistem informasi antara lain:

1. Komponen input/masukan

Input merupakan data yang masuk kedalam sistem informasi. Komponen ini merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Data untuk sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat dalam dokumen dasar. Dokumen dasar merupakan

(2)

formulir yang digunakan untuk menangkap(capture) dari data yang terjadi, yang selanjutnya data tersebut dimasukan kedalam sistem informasi (data entry).

2. Komponen model

Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah melalui model-model tertentu. Model yang digunakan dalam sistem informasi ini dapat berupa model logika yang menunjukan suatu proses perbandingan logika dan model matematika yang menunjukan proses perhitungan matematika.

3. Komponen output/keluaran

Output adalah produk yang dihasilkan dari sistem informasi yang berguna bagi para pemakainya. Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan data yang ada dalam basis data dan diproses menggunakan model tertentu.

4. Komponen teknologi

Komponen teknologi merupakan komponen penting dalam sistem informasi. Tanpa ada teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi yang tepat waktu. Komponen teknologi mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. Komponen ini dapat dikelompokkan kedalam 2 kategori, yaitu teknologi sistem komputer (perangkat lunak dan perangkat keras) dan teknologi sistem telekomunikasi.

5. Komponen basis data

Basis data (database) adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

(3)

6. Komponen control/pengendalian

Komponen control digunakan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan sistem informasi merupakan informasi yang akurat. Dalam sistem informasi, sistem ini dapat diklasifikasikan sebagai sistem pengendalian umum (general control system) dan sistem pengendalian aplikasi (application control system). Pengendalian secara umum terdiri dari pengendalian organisasi, pengendalian dokumentasi, pengendalian perangkat keras, pengendalian keamanan fisik, pengendalian keamanan data dan pengendalian komunikasi. Sedangkan pengendalian aplikasi dapat diklasifikasikan menjadi pengendalian input, pengendalian proses dan pengendalian output.

B. E-commerce

Menurut (Idwar & Faradika, 2019)ecommerceadalah “aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran produk (barang dan jasa), dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti internet dan jaringan komputer”

E-commercemerupakan kegiatan bisnis yang dijalankan secara elektronik melaluisuatu jaringan internet atau kegiatan jual beli barang atau jasa melalui jalur komunikasi digital. Dapat disimpulkan bahwa e-commerce yaitu berarti membeli atau menjual baik barang atau jasa secara elektronik yang dilakukan pada jaringan internet. E-commerce terlihat lebih nyata, dengan adanya kebutuhan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.

1. Fungsi website e-commerce

Fungsi website e-commerce bagi suatu perusahaan, yaitu:

a. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.

(4)

b. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan electronic transfer atau pembayaran yang tepat waktu.

c. Mempercepat pelayanan ke pelanggan dan pelayanan yang lebih responsif. d. Akses informasi menjadi lebih cepat.

2. Karakteristik e-commerce

Karakteristik e-commerce terdiri dari:

a. Terjadinya transaksi antar dua belah pihak. b. Adanya pertukaran barang, jasa dan informasi.

c. Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.

3. Komponen e-commerce

Komponen E-commerce terdiri dari:

a. Electronic Data Interchange (EDI), sebagai pertukaran data antara komputer antar berbagai organisasi.

b. Digital currency, memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara elektronik.

c. Electronic Catalogs, merupakan antar muka grafis (GUI) yang umumnya berbentuk halaman www yang berisi informasi tentang penawaran produk dan jasa.

4. Jenis situs e-commerce

Menurut (Norhan & Kustandi, 2018) transaksi yang dilakukan didasarkan pada beberapa jenis situs e-commerce, yaitu:

(5)

Situs e-commerce yang melakukan kegaiatan bisnis antar pelaku kegiatan bisnis. b. B2C (Business to Customer)

Situs e-commerce yang melakukan kegiatan bisnis langsung dengan konsumen. c. B2G (Business to Goverment)

Situs e-commerce yang melakukankegiatan bisnis dengan pemerintah. d. C2B (Consumer to Business)

Dalam C2B konsumen memeritahukan kebutuhan atas suatu produk ataujasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen.

e. C2C (Customer to Customer)

Situs e-commerce yang melakukan kegiatan bisnis antar konsumen. f. Mobile commerce (m-commerce) yaitu

Situs e-commerce yang mana transaksi dan aktivitas e-commerce dilakukandengan teknologi wireless (misal telepon selular).

2.2.Peralatan Pendukung

A. Unified Modeling Language

Dalam suatu proses pengembangan perangkat lunak, merancang adalah menemukan suatu cara untuk menyelesaikan masalah. Salah satu tool untuk merancang pengembangan perangkat lunak adalah UML.

Menurut (Darmawan, 2019) “UML (Unified Modeling Language) adalah ‘bahasa’ pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma ‘berorientasikan objek’”.

(6)

UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software.

UML mempunyai sejumlah elemen grafis yang bisa dikombinasikan menjadi diagram. Karena ini merupakan sebuah bahasa, UML mempunyai aturan untuk menggabungkan elemen-elemen tersebut. Beberapa diagram UML yaitu:

1. Activity Diagram

(Tri Haryati, 2019)mendefinisikan bahwa “activity diagram memodelkan workflow prosesbisnis dan urutan aktifitas dalam sebuah proses. Diagram ini sangat mirip dengan flowchart karena memodelkan workflow dari suatu aktifitas lainnya atau dari aktifitas ke status

Activity Diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku pararel sedangkan flowchart tidak bisa.

2. Component Diagram

“Diagram komponen atau component diagram dibuat untuk menunjukan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam sebuah sistem”(Wahyudi et al., 2019)

Component diagram sangat berkaitan dengan interface. Interface dalam konsep UML adalah serangkaian operasi yang menspesifikasikan perilaku sebuah class. Component diagram mengandung component, interface dan relationship. Component diagram merepresentasikan dunia riil item yaitu component software. Component software menetap di komputer dan bukan di benak para analis.

(7)

3. Deployment Diagram

Deployment diagram menunjukkan tata letak sebuah sistem secara fisik, menampakkan bagian-bagian software yang berjalan pada bagian-bagian hardware. Deployment diagram menyediakan gambaran bagaimana sistem secara fisik akan terlihat, sistem terdiri dari node-node dimana setiap node diwakili untuk sebuah kubus(Putri, 2017)

4. Usecase Diagram

Digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem. Melalui diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem(Wahyudi et al., 2019)

B. Entity Relationship Diagram (ERD)

Model ER menggambarkan data yang terlibat dalam organisasi, hubungan objek serta dapat digunakan untuk mengembangkan desain awal database.Entity Relationship Diagram menggambarkan lebih sistematis himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata(Fathansyah, 2018:81).

Model ER sangat penting terutama perannya dalam desain basis data. Model ER menyediakan konsep yang memungkinkan untuk berpindah dari deskripsi apa yang pengguna inginkan pada basis data, untuk menjelaskan lebih rinci dan dapat diimplementasikan dalam DBMS (Database Management System).

(8)

Model ER digambarkan dengan ERD (Entity Relationship Diagram). ERD adalah kesatuan bentuk logika yang dipakai untuk analisa dan desain database. ERD menggambarkan arti dari aspek data. Di dalam pembuatan ERD perlu diperhatikan penentuan suatu konsep apakah merupakan suatu entity, atribut, atau relationship. Beberapa komponen ERD yang digunakan dalam merancang suatu sistem yaitu:

1. Entitas (Entity)

Entitas (Entity) adalah objek yang ada dan dapat dibedakan dengan objek lainnya. Sering lebih berguna untuk mengidentifikasi koleksi entitas-entitas yang serupa yang disebut himpunan entitas (entity set). Himpunan entitas adalah kumpulan entitas bertipe sama.

2. Relationship

Relationship adalah asosiasi di antara dua entitas atau lebih. Sebagaimana dengan entitas, kumpulan relationship serupa disebut himpunan relationship (relationship set). Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.

3. Atribut

Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Atribut terdiri dari beberapa jenis yaitu:

a. Key Attribute

Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik. b. Attribute Simple

(9)

c. Attribute Multivalue

Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity. d. AttributeComposite

Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.

e. Attribute Derivative

Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain 4. Kardinalitas (Derajat relasi)

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Kardinalitas di antara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa:

a. One to One (1:1)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

b. One to Many (1:N)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

(10)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.

d. Many to Many (N:N)

setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

C. Konsep Dasar Model Pengembangan Sistem

Software Development Life Cycle (SDLC)adalah proses bagaimana memahami sebuah sistem informasi yang dapat menjadi kebutuhan bisnis, merancang sistem, membangun sistem, dan cara memberikan sistem informasi kepada pengguna(Maesaroh et al., 2017)

Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier atau alur hidup klasik. Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dari mulai analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung. Berikut adalah gambar model air terjun:

(11)

Sumber: (Maesaroh et al., 2017)

Gambar II.1. ilustrasi model waterfall

Pembuatan model waterfall tentu tidak terlepas dari beberapa tahapan yang harus dikerjakan secara terstruktur. Lebih jelas tahapan-tahapan pembuatan model waterfall adalah sebagai berikut :

1. Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan pengguna. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka, dan prosedur pengkodean.Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain prangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

(12)

3. Penulisan Kode Program

Desain harus ditranslasikan kedalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain. 4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi logika dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke pengguna. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

Dari kenyataan yang terjadi sangat jarang model waterfall dapat dilakukan sesuai alurnya karena sebab berikut :

1 Perubahan spesifikasi perangkat lunak terjadi ditengah pengembangan.

2 Sangat sulit bagi pelanggan untuk mendefinisikan semua spesifikasi di awal alur pengembangan. Pelanggan sering kali butuh contoh (prototype) untuk menjabarkan spesifikasi kebutuhan sistem lebih lanjut.

3 Pelanggan tidak mungkin bersabar mengakomodasi perubahan yang diperlukan di akhir alur pengembangan.

(13)

Model waterfall sangat cocok digunakan untuk kebutuhan pelanggan sudah sangat dipahami dan kemungkinan terjadi perubahan kebutuhan selama pengembangan perangkat lunak kecil. Hal positif dari model waterfall adalah struktur tahap pengembangan sistem jelas, dokumentasi dihasilkan di setiap tahap pengembangan, dan sebuah tahap dijalankan setelah tahap sebelumnya selesai dijalankan.

D. . Black Box Testing

Menurut (Maryani 2018) mengemukakan bahwa “Black Box Testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya”. Sehingga para tester memandang perangkat lunak seperti layaknya sebuah “kotak hitam” yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenai proses testing di bagian luar.

Jenis testing ini hanya memandang perangkat lunak dari sisi spesifikasi dan kebutuhan yang telah didefinisikan pada saat awal perancangan.

Beberapa teknik testing yang tergolong dalam Black Box Testing antara lain: a. Equvalence Partitioning

Pada Teknik ini, tiap inputan data dikelompokan kedalam grup tertentu, yang kemudian dibandingkan outputnya.

b. Boundary Value Analysis

Merupakan teknik yang sangat umum digunakan pada saat awal sebuah perangkat lunak selsesai dikerjakan. Pada teknik ini, dilakukan inputan yang melebihi dari batasan sebuah data.

c. Cause Effect Graph

Dalam teknik ini, dilakuakn proses testing yang menghubungkan sebab dari sebuah inputan dan akibatnya pada output yang dihasilkan.

(14)

d. Random Data Selection

Seperti namanya, teknik ini berusaha melakukan proses inputan data dengan menggunakan nilai acak. Dari hasil tersebut kemudian dibuat sebuah tabel yang menyatakan validitas dari output yang dihasilkan.

e. Feature Test

Pada teknik ini, dilakukan proses testing terhadap spesifikasi dari perangkat lunak yang telah selesai dikerjakan.

Gambar

Gambar II.1. ilustrasi model waterfall

Referensi

Dokumen terkait

flavicarva dengan AgNO 3 dan waktu reaksinya.NPP yang dihasilkan dalam kondisi optimumlah yang akan diuji selektivitasnya terhadap beberapa logam yang sering terdapat di

Tindakan II dilakukan setelah tindakan I di analisis dan direfleksi yang bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam memberikan layanan bimbingan

pertama, pemohon. Majelis Hakim di dalam persidangan akan meneliti apakah orang yang mengajukan perkara permohonan dispensasi tersebut berhak mengajukan atau tidak. Pada

Karena tingkat ketidakpastian yang relatif tinggi dari data-data laju transpor nitrogen global, pada saat ini tidak mungkin untuk menentukan apakah siklus nitrogen di laut

Memberikan petunjuk bagi dosen dan mahasiswa tentang pelaksanaan ujian tengah semester dan ujian akhir pada Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan

Penelitian ini memiliki tujuan antara lain : (1)Membentuk peta analisis jejaring sosial pada sebuah komunitas daring dalam sebuah graf berikut dengan aktor

Bentuk ekspresi yang dapat dilihat mulai dari menyalahkan kaum reformis karena sebab gerakan merekalah kestabilan pemerintahan orde baru terganggu, menimbulkan ketidakpatian

Setelah mengikuti penyuluhan tentang ”Anemia Pada Ibu Hamil” selama 30 menit ibu hamil dapat mengetahui pentingnya melakukan pencegahan anemia selama masa