HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI DAN KESEIMBANGAN DINAMIS DENGAN KEMAMPUAN DRIBBLING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA
PADA SISWA EKSTRAKURIKULER
Erna Yantiningsih1, Mulyanto2
1Program Studi PJKR STKIP Pamane Talino, 2MTs Negeri Ngabang
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara koordinasi dan keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling dalam permainan sepakbola pada siswa ekstrakurikuler. Penelitian ini adalah penelitian korelasi. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa MTs Negeri Ngabang yang berjumlah 25 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara koordinasi dengan kemampuan dribbling siswa ekstrakurikuler sepak bola dengan tingkat hubungan kuat, terdapat korelasi antara keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling siswa ekstrakurikuler sepak bola dengan tingkat hubungan kuat, dan terdapat korelasi antara koordinasi dan keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling siswa ekstrakurikuler sepak bola dengan tingkat hubungan sangat kuat.
Kata kunci: koordinasi, keseimbangan dinamis, dribbling
RELATIONSHIP BETWEEN COORDINATION AND DYNAMIC BALANCE WITH THE SOCCER DRIBBLING ABILITY
IN EXTRACURRICULAR STUDENTS
Erna Yantiningsih1, Mulyanto2
1Program Studi PJKR STKIP Pamane Talino, 2MTs Negeri Ngabang
Abstract
The purpose of this study was to determine the relationship between coordination and dynamic balance with the ability of football dribbling for extracurricular students. This research is correlation research. This research was conducted at MTs Ngabang Negeri, Landak Regency, West Kalimantan Province. The population and sample in this study were 25 students of MTs Negeri Ngabang, the sampling technique used saturated sampling. Analysis of the data used is the product moment correlation and multiple correlation. The results showed there was a correlation between coordination with the dribbling ability of football extracurricular students with strong levels of relationships, there is a correlation between dynamic balance with the dribbling ability of football extracurricular students with strong levels of relationships, and there is a correlation between coordination and dynamic balance with the dribbling ability of soccer extracurricular students with a very strong relationship level.
Pendahuluan
Webster’s New Collegiate Dictio-nary dalam Mardiana, Purwadi, & Satya (2008, hlm. 19), istilah olahraga yaitu ikut dalam serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games). Menurut Soejono dalam Rahman (2014, hlm. 18-19), sepakbola adalah suatu permainan beregu, yang tiap regu terdiri dari sebelas orang pemain salah satunya penjaga gawang, permainan seluruhnya menggunakan kaki kecuali penjaga gawang boleh menggunakan tangan di daerah hukumannya. Menurut Wisahati dan Santosa (2010, hlm. 4), menjelaskan bahwa sepakbola dalam permainan sesungguhnya dimainkan di atas lapangan berbentuk segi empat dengan ukuran yang sudah ditentukan, yang setiap regunya dimainkan oleh 11 pemain, termasuk penjaga gawang. Permainan ini dibatasi dengan waktu 2x45 menit, istirahat 15 menit dan dipimpin oleh seorang wasit.
Menurut Mielke (2007, hlm. 1), dribbling adalah keterampilan dasar dalam sepakbola, karena semua pemain harus mampu menguasai bola saat sedang bergerak, berdiri, atau bersiap melakukan operan atau tembakan. Ketika pemain telah menguasai kemampuan dribbling secara efektif, sumbangan mereka didalam pertandingan akan sangat besar. Meng-giring bola adalah gerakan mendorong bola ke depan variasi ke samping sambil berlari sehingga bola bergulir diatas tanah dan selalu dalam penguasaan pemain. Dalam menggiring dapat menggunakan berbagai kaki (dalam, luar dan punggung kaki) (Wisahati & Santosa, 2010, hlm. 5).
Koordinasi menyatakan hubungan harmonis berbagai faktor yang terjadi pada suatu gerakan. Kemampuan koordi-natif merupakan dasar yang baik bagi kemampuan belajar yang bersifat senso-motorik, makin baik tingkat kemampuan koordinasi, akan makin cepat dan efektif pula gerakan yang sulit dapat dilakukan.
Koordinasi merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan atau kerja dengan tepat dan efisien (Widiastuti, 2015, hlm. 17-18). Sedangkan, menurut Fenanlampir dan Faruq (2015, hlm. 159), koordinasi di definisikan sebagai hubungan yang harmonis dari hubungan saling pengaruh diantara kelompok-kelompok otot selama melakukan kerja, yang ditunjukkan dengan berbagai tingkat keterampilan. Menurut Bompa dalam Supriadi (2015) menyatakan bahwa koordinasi dapat dibe-dakan dalam dua jenis, yaitu koordinasi yang bersifat umum dan koordinasi yang bersifat khusus. Koordinasi ini sangat sulit dipisahkan secara nyata dengan kelincahan sehingga kadang-kadang suatu tes koordinasi juga bertujuan mengukur kelincahan.
Menurut Harre dalam Saptono (2010, hlm. 57), dalam latihan koordinasi dianjurkan latihan-latihan koordinasi ha-rus mencakup: 1) latihan-latihan dengan perubahan keterampilan teknik dasar dan irama; 2) latihan-latihan dalam kondisi lapangan dan peralatan yang berubah-ubah. Memperkecil dan memperluas lapangan; 3) kombinasi berbagai latihan senam. Kombinasi berbagai permainan; 4) latihan-latihan untuk mengembangkan reaksi; 5) lari halang-rintang dalam waktu tertentu; 6) latihan didepan kaca, latihan keseimbangan, latihan dengan mata tertutup; 7) melakukan gerakan-gerakan yang kompleks pada akhir latihan, dan; 8) latihan keseimbangan segera setelah melakukan rol beberapa kali atau setelah berputar-putar di tempat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi koordinasi menurut Suharno dalam Suteja (2009, hlm. 27-28) yaitu: (a) pengaturan saraf dan tepi. Hal ini berdasar pem-bawaan atlet dan hasil dari latihan-latihan; (b) tergantung tonus dan elaktisitas otot yang melakukan gerakan; (c) baik dan tidaknya keseimbangan, kelincahan dan kelenttukan atlet; (d) baik tidaknya kerja syaraf, otot dan indera.
Menurut Harsono dalam Wiguna (2017, hlm. 40), keseimbangan dinamis adalah kemampuan seseorang untuk bergerak dari suatu titik ke titik lain, atau dari suatu ruang ke ruang yang lain dengan tetap mempertahankan keseim-bangan. Sedangkan menurut Cook dalam Sahabuddin (2016, hlm. 7), keseimbangan dinamis berfungsi untuk bergerak, meng-identifikasi orientasi dengan terhadap gravitasi, menentukan arah dan kecepatan gerakan, dan membuat penyesuaian otomatis postural untuk mempertahankan postur dan stabilitas di berbagai kondisi dan kegiatan. keseimbangan dinamis adalah kemampuan mempertahankan kea-daan seimbang dalam keakea-daan bergerak, misalnya berlari berjalan, melambung, dan sebagainya (Fenanlampir & Faruq, 2015, hlm. 165).
Keseimbangan dinamis menyebab-kan pusat gravitasi bergerak sebagai respons terhadap aktivitas otot. Aktivitas otot ini bisa terjadi melalui sumber eksternal atau gangguan internal Selama aktivitas dinamis, gerakan tekanan tengah antara dasar batas dukungan dan terka-dang di luar basis dukungan (Sadeghi, Shariat, Asadmanesh, & Mosavat, 2013). Penilaian keseimbangan dinamis meru-pakan pendekatan yang lebih menantang untuk menilai keseimbangan karena intensitas yang lebih tinggi dan pola pergerakan yang lebih kompleks. Biasa-nya penilaian ini melibatkan lompatan dan lompatan dan biasanya dilakukan secara unilateral (Lavipour, 2009, hlm. 16)
Menurut Departemen Agama RI (2006, hlm. 59), program ekstrakurikuler merupakan pembelajaran yang diseleng-garakan di luar jam pelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan penge-tahuan, pengembangan, bimbingan, dan pembiasaan siswa agar memiliki kemam-puan dasar penunjang. Kegiatan-kegiatan dalam program ekstrakurikuler diarahkan kepada upaya memantapkan pembentukan kepribadian siswa.
Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru pembimbing ekstrakurikuler di sekolah MTs Negeri Ngabang, ada beberapa hal yang didapatkan salah satunya adalah tidak semua siswa putra ekstrakurikuler permainan sepakbola memiliki kemampuan keterampilan teknik dasar yang mumpuni, terutama saat melakukan teknik dribbling. Untuk membuktikan bahwa terdapat hubungan antara koordinasi dan keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling dalam permainan sepakbola, sehingga peneliti ingin meneliti Hubungan antara koordinasi dan keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling dalam permainan sepakbola pada siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di MTs Negeri Ngabang 2017/2018 Kabupaten Landak.
Metode
Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Ngabang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif de-ngan menggunakan metode korelasi (hubungan). Dengan tujuan untuk menge-tahui hubungan antara koordinasi dan keseimbangan dinamis dengan kemampu-an dribbling dalam permainkemampu-an sepakbola pada siswa peserta ekstrakulikuler sepakbola di MTs Negeri Ngabang.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa peserta ekstrakulikuler sepakbola di MTs Negeri Ngabang tahun ajaran 2017/2018 Kabu-paten Landak yang berjumlah 25. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penilitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler sepak bola MTs Negeri Ngabang tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode tes. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, karena data tersebut dapat diukur
langsung dan hasilnya berupa kekuatan koordinasi, dan keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling sepakbola. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi sederhana dan berganda dua prediktor dengan korelasi product moment.
Hasil dan Pembahasan
Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel, yaitu: koordinasi (X1) dan
keseimbangan dinamis (X2) yakni sebagai
variabel bebas. Sedangkan kemampuan dribbling (Y) sebagai variabel terikat. Data ketiga variabel tesebut diperoleh hasil tes terhadap siswa putra yang mengi-kuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola dengan jumlah responden 25 siswa.
Hasil analisis data diperoleh dari uji analisis korelasi sederhana pada Tabel 1 dan Tabel 2 untuk korelasi berganda pada Tabel 3. Masing-masing analisis data dari korelasi sederhana memiliki hubungan yang kuat dan sangat kuat saat dianalisis korelasi berganda.
Berdasarkan Tabel 1 diketahui nilai interval pearson corellation sebesar 0,761.
Sehingga nilai tersebut masuk pada interval 0,60–0,799 dengan tingkat hubungan yang kuat. Dengan demikian, maka antara koordinasi (X1) dengan
kemampuan dribbling (Y) memiliki tingkat hubungan yang kuat. Berdasarkan Tabel 2 diketahui nilai interval pearson corellation antara X2 dengan Y sebesar
0,657. Sehingga nilai tersebut masuk pada interval 0,60–0,799 dengan tingkat hubungan yang kuat. Dengan demikian, maka antara keseimbangan dinamis (X2)
dengan kemampuan dribbling (Y) memiliki tingkat hubungan yang kuat.
Berdasarkan Tabel 3 diperoleh hu-bungan secara bersama yang signifikan antara koordinasi (X1) dan keseimbangan
dinamis (X2) dengan kemampuan
drib-bling (menggiring bola) (Y). Diketahui koefisien korelasi ganda R sebesar 0,859 dan masuk pada interval koefisien 0,80– 1,00 dengan tingkat hubungan yang sangat kuat. Dilihat dari nilai signifikan, yaitu sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha
diterima dan H0 ditolak.
Tabel 1. Hasil Analisis Korelasi Sederhana X1 dengan Y. Correlations
Koordinasi (X1) Dribbling (Y)
Koordinasi (X1) Pearson Correlation 1 ,761 ** Sig. (2-tailed) ,000 Sum of Squares and Cross-products 136,960 99,114 Covariance 5,707 4,130 N 25 25 Dribbling (Y) Pearson Correlation ,761 ** 1 Sig. (2-tailed) ,000 Sum of Squares and Cross-products 99,114 123,892 Covariance 4,130 5,162 N 25 25
Tabel 2. Hasil Analisis Korelasi Sederhana X2 dengan Y. Correlations
K.Dinamis (X2) Dribbling (Y)
K.Dinamis (X2) Pearson Correlation 1 ,657 ** Sig. (2-tailed) ,000 Sum of Squares and Cross-products 944,000 224,802 Covariance 39,333 9,367 N 25 25 Dribbling (Y) Pearson Correlation ,657 ** 1 Sig. (2-tailed) ,000 Sum of Squares and Cross-products 224,802 123,892 Covariance 9,367 5,162 N 25 25
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Tabel 3. Hasil Analisis Korelasi Berganda.
Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 ,859a ,737 ,713 1,21661 ,737 30,852 2 22 ,000 a. Predictors: (Constant), Keseimbangan Dinamis (X2), Koordinasi (X1).
Artinya, terdapat hubungan antara koordinasi dan keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling pada siswa putra ekstrakurikuler sepakbola di MTs Negeri Ngabang tahun ajaran 2017/2018 Kabupaten Landak. Besarnya sumbangan efektif koordinasi (X1) dan keseimbangan
dinamis (X2) dengan kemampuan
drib-bling (menggiring bola) (Y) dapat diketahui dari nilai koefisien korelasi (R2)
0,737 (73,7%). Dengan demikian maka kemampuan dribbling dipengaruhi oleh koordinasi (X1) dan keseimbangan
dinamis (X2) sebesar 73,7%. Selebihnya
kemampuan dribbling (Y) (100-73,7%) = 26,3% ditentukan oleh variabel lain.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh: (1) koefisien kore-lasi koordinasi (X1) dengan kemampuan
dribbling (Y) sebesar 0,761 dengan tingkat hubungan kuat; (2) koefisien korelasi keseimbangan dinamis (X2)
dengan kemampuan dribbling (Y) sebesar 0,657 dengan tingkat hubungan kuat; 3) koefisien korelasi koordinasi (X1) dan
keseimbangan dinamis (X2) dengan
kemampuan dribbling (Y) sebesar 0,859 dengan tingkat hubungan sangat kuat.
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat hubung-an hubung-antara koordinasi denghubung-an kemampuhubung-an dribbling dalam permainan sepak bola
pada siswa putra ekstrakurikuler sepak bola di MTs Negeri Ngabang tahun ajaran 2017/2018 Kabupaten Landak; 2) Ter-dapat hubungan antara keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling dalam permainan sepak bola pada siswa putra ekstrakurikuler sepak bola di MTs Negeri Ngabang tahun ajaran 2017/2018 Kabupaten Landak; 3) Terdapat hubungan antara koordinasi dan keseimbangan dinamis dengan kemampuan dribbling dalam permainan sepak bola pada siswa putra ekstrakurikuler sepak bola di MTs Negeri Ngabang tahun ajaran 2017/2018 Kabupaten Landak.
Daftar Pustaka
Departemen Agama RI. (2006).
Pengembangan Ciri Khas
Madrasah. Jakarta: Majelis
pertimbangan dan pemberdayaan pendidikan agama dan kegamaan MP3A
Fenanlampir, A., & Faruq, M. M. (2015).
Tes Dan Pengukuran Dalam
Olahraga. Ambon: CV. Andi
Offset.
Lavipour. (2009). Development of a Netball Specific Dynamic Balance Assessment. (Tesis). Auckland University of Technology.
Mardiana, A., Purwadi., & Satya, W. I. (2008). Pendidikan Jasmani Dan
Olahraga. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Mielke, D. (2007). Dasar-dasar sepakbola. Bandung: PT Intan Sejati.
Rahman, A. (2014). Tingkat Pengetahuan
Taktik Dan Strategi Peserta
Ekstrakurikuler Sepakbola Di
SMPN Dan MTs Se-Kecamatan Petahanan, Kabupaten Kebumen
Dalam Bermain Sepakbola.
(Skripsi). Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.
Sadeghi, H., Shariat, A., Asadmanesh, E. & Mosavat, M. (2013). The Effects of Core Stability Exercise on the Dynamic Balance of Volleyball Players. International Journal of Applied Exercise Physiology 2 (2). Sahabuddin, H. (2016). Hubungan Antara
Flat Foot Dengan Keseimbangan Dinamis Murid TK Sulawesi Kota
Makassar. (Skripsi). Fakultas
Kedokteran Universitas.
Saptono, T. (2010). Pengaruh Metode Latihan Dan Koordinasi
Mata-Tangan Terhadap Peningkatan
Keterampilan Teknik Dasar Bola Voli. (Tesis). Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Supriadi, A. (2015). Hubungan Koordinasi Mata-Kaki Terhadap Keterampilan Menggiring Bola Pada Permainan Sepakbola. Jurnal Ilmu
Keolahragaan 14(1), 1-14.
https://doi.org/10.24114/jik.v14i1.6 097
Suteja, (2009). Pengaruh Metode Latihan
Dan Koordinasi Mata-Kaki
Terhadap Keterampilan Bermain
Sepakbola. (Tesis). Universitas
Sebelas Maret Surakarta.
Widiastuti. (2015). Tes Dan Pengukuran Olahraga. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Wiguna, I. B. (2017). Teori Dan Aplikasi Latihan Kondisi Fisik. Depok: PT RajaGrafindo Persada.
Wisahati, A. S., & Santosa, T. 2010. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.