PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2021
SKRIPSI
SIMULASI KENDALI PINTU AIR OTOMATIS
MENGGUNAKAN MIKROCONTROLLER ARDUINO MEGA
2560 DAN PANEL SURYA
Disusun Oleh:
KURNIAWAN 105 821 599 15 WAWAN SETIAWAN 105 821 678 15
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2021
SKRIPSI
SIMULASI KENDALI PINTU AIR OTOMATIS
MENGGUNAKAN MIKROCONTROLLER ARDUINO MEGA
2560 DAN PANEL SURYA
Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik
Program Studi Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik
Disusun dan diajukan oleh
KURNIAWAN 105 821 599 15 WAWAN SETIAWAN 105 821 678 15
tinggi muka air di lahan sesuai dengan yang diinginkan. Pengaturan tingga muka air dilahan tidak mungkin jika dilakukan dengan cara menual dan sistem buka tutup yang selama ini banyak dipake. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dibuat suatu perancangan pensuplaian air sawah dangan pompa air otomatis berbasis kontrol Arduino dengan sumber tenaga panel surya, yang berfungsi sebagai alat untuk membuang genangan air dalam sungai ke area persawahan warga.Pada penelitian ini peneliti melakukan percobaan secara langsung dalam pembuatan alat system pengujian input, serta output, sehingga pengoprasian alat dapat dilakukan secara normal. Pada rancangan sistem tersebut , air menjadi salah satu objek pada penelitian ini, segala aktivitas tinggi rendahnya air akan dapat di pantau secara otomatis.Dengan menggunakan sensor ping untuk mendeteksi volume air pada pada jarak 16cm – 9 cm pintu akan terbuka dan jarak 8cm kebawah pintu akan tertutup, sensor hujan mendeteksi ada atau tidaknya hujan dan jika terjadi hujan maka pintu akan tertutup selama 1 menit bgtupun sebaliknya, serta sensor pir mampu mendeteksi gerakan manusia 100 cm
iii iii ABSTRACT
One of the effective and efficient irrigation management technologies is to maintain the water level in the land as desired. Regulating the water level in the land is impossible if it is done by way of selling and the open and close system that has been used so far. Therefore, in this study, a rice field water supply design will be made with an automatic water pump based on Arduino control with a solar panel power source, which functions as a tool to dispose of standing water in the river to the residents' rice fields.n this study, researchers conducted experiments directly in the manufacture of testing system tools for input and output, so that the operation of the tool could be carried out normally. In the system design, water is one of the objects in this study, all high and low water activities can be monitored automatically.
By using the ping sensor to detect the volume of water at a distance of 16cm - 9 cm the door will open and a distance of 8cm below the door will be closed, the rain sensor detects the presence or absence of rain and if it rains, the door will be closed for 1 minute or vice versa, as well as the pir sensor. able to detect human movement 100 cm
iv Bismillahi rahmani rahim
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan sebaik-baiknya. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan pada para pengikutnya. Proposal ini disusun sebagai salah satu persyaratan yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian program studi pada Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar. Adapun judul tugas akhir kami adalah: “simulasi kendali pintu air otomatis menggunakan mikrokontroler arduino mega 2560 dan panel surya”
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, hal ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan baik itu berupa penulisan maupun perhitungan. Oleh sebab itu penulis menerima dengan ikhlas segala koreksi serta saran guna penyempurnaan tulisan ini agar nantinya dapat bermanfaat.
Proposal ini dapat terwujud berkat adanya bantuan, arahan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse M.Ag. Selaku Rektor Universitas
2. Ibu Dr. Hj. Nurnawaty. ST.,MT., IPM Selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammdaiyah Makassar.
3. Ibu Adriani, S.T.,M.T. Selaku Ketua Prodi Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Ibu,Adriani S.T.,M.T. Selaku Pembimbing II, yang telah banyak meluangkan waktunya dalam membimbing kami.
5. Bapak/Ibu Dosen serta Staf Fakultas Teknik atas segala waktunya telah mendidik kami dan melayani kami selama mengikuti proses belajar mengajar di Universitas Muhammadiyah Makassar.
6. Ayah dan Ibu tercinta, kami mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar- besarnya atas segala limpahan kasih sayang, doa dan pengorbanan terutama dalam bentuk materi dalam menyelesaikan kuliah.
7. Saudara-saudaraku serta rekan-rekan mahasiswa Fakultas Teknik terkhusus Reaksi 2015 yang banyak membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
Penulis menyadari bahawa penyususnan proposal ini masih banyak kekurangan, untuk itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan proposal ini. Akhirnya penulis berharap semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca umumnya.
Makassar, 7 Februari 2021
DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ... i ABSTRAK ...ii ABSTRACT...iii KATA PENGANTAR ... iv DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ...viii
DAFTAR TABEL ... ix BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1 B. Rumusan Masalah ...3 C. Tujuan Penelitian ...3 D. Batasan Masalah ...4 E. System Penulisan ...4
BAB II TINJAUN PUSTAKA A. Irigasi ...6
B. Panel surya ...9
C. Microkontroler Arduino ...10
D. Motor DC ...11
E. PIR Motion Sensor...12
F. Sensor PING ...16
H. Inventer ...19
I. Kabel jumper...24
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian...26
B. Alat dan bahan ...26
C. Teknik pengumpulan data ...27
D. Metode penelitian...27
E. flowcart ...28
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perancangan Alat ... ….. 30
B. Proses kerja alat sensor Pir………...30
C. Pengujian rangkaian sensor Pir ... ……30
D. Proses kerja alat sensor Ping……….31
E. Pengujian Sensor Ping ... …... 32
F. Proses kerja alat panel surya dan inverter………...……..33
G. Pengujian panel surya ... …... 35
H. Hasil Uji coba sytem keseluruhan ... …... 39
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... ……40
B. Saran ... ……40
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Panel Surya... 7
Gambar 2.2 Arduino Uno... 8
Gambar 2.3 Motor DC ... 9
Gambar 2.4 Diagram Sensor Pir ... 9
Gambar 2.5 Jarak Pancar Sensor Pir ... 11
Gambar 2.6 Sensor Hujan ... 12
Gambar 2.7 Sensor Ping... 13
Gambar 2.8 Solar Charger Control ... 16
Gambar 2.9 Inverter ... 19
Gambar 2.10 Kabel Jumper ... 20
Gamabar 3.1 Ilustrasi Rancangan Alat... 25
Gambar 3.2 Blok Rangkain ... 26
Gambar 3.3 Alur Penelitian... 28
Gmbar 4.1 Pintu Air Otomatis ... 31
Gambar 4.2 Skema Sensor Pir ... 33
Gambar 4.3 Skema Sensor Ping... 35
Gambar 4.4 Skema Sensor Ping... 34
Gambar 4.5 Flowcar Panel Surya dan Inverter ... 35
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Teganan output panel surya dan radiasi matahari ... 31
Table 4.2 Hasil Pengukuran tegangan baterai ... 32
Tabel 4.3 Koneksi PIR dan Arduino ... 34
Tabel 4.4 Hasil Pengujian Sensor PIR ... 34
Table 4.5 pengujian sensor PING ... 35
Tabel 4.6 Pengujian Motor DC terhadap sensor PING ... 37
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Bagi seluruh makhluk hidup air merupakan sumber daya yang sangat diperlukan, bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan juga sangat membutuhka sumber daya air untuk bisa memenuhi berbagai kebutuhannya, seperti halnya pada kebutuhan dosmetik pada pertanian, industri, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Dan salah satunya kebutuhan yang sangat memerlukan suplai air banyak yaitu lahan pertanian.
Kondisi sumber daya air yang terbatas dan telah mengalami gangguan akibat perubahan iklim serta adanya dekradasi lingkungan menyebabkan kebutuhan air untuk kepentingan pertanian semakin kompotitif. kondisi ini dapat menyebabkan ketidak seimbangan antara ketersedian dan kebutuhan air tanaman. Masalah kekurangan atau kelebihan air akan menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara oktimum.
Salah satu teknologi pengelolaan irigasi yang efektif dan efisien adalah menjaga tinggi muka air di lahan sesuai dengan yang diinginkan. Pengaturan tingga muka air dilahan tidak mungkin jika dilakukan dengan cara menual dan sistem buka tutup yang selama ini banyak dipake. Umumnya menjaga keadaan air pada area persawahan sangat penting,apalagi pada saat musim kemarau tanaman padi akan sensitif terhadap perubahan iklim pada lingkungan sekitarnya, untuk menjaga air tetap setabil dan agar padi dapat tumbuh dengan cepat tanpa hambatan di butuhkan alat penyuplai kebutuhan
air pada lahan pertanian untuk memompa air dari sungai kedalam areal persawahan, biasanya pompa air yang biasa di pakai petani masih mengunakan bahan bakan minyak ataupun dari listrik PLN agar bisa berfungsi,
Pada tahun 70-an mulai adanya energi baru dan semakin mendapatkan perhatian pada saat krisis energi dunia,salah satu energi baru itu adalah energisurya atau tenaga surya yang di hasilkan oleh matahari. Dengan adanya sinar matahari yang jumlahnya sangat melimpah bahkan di Negara dengan cuaca tropis, penyinaran matahari sendiri hampir di sepanjang tahun,oleh karna itu dengan di temukanya energi baru tenaga surya sangat bagus untuk diterepakan pada pertanian di Negara Indonesia. Energi tenaga surya sendiri mempunyai beberapa keuntungan antara lain energi ini tersedia setiap hari kecuali keadaan sedang mendung atau hujan,selain itu perawatana juga mudah dan tidak ada kompone n yang bergerak dan menimbulkan suara atau kebisingan dan mampu bekerja dengan cara otomatis. Tenaga surya juga mempunyai kekurangan atau kendala pada energi yang di hasilkan mengatungkan pada intensitas cahaya matahari yang tidak tersedia 24 jam, sehingga untuk mengatasinya sendiri di butuhkan suatu media penyimpanan energi berupa baterai sebagai sumber pada saat intesitas cahaya matahari turun bahkan tidak ada sama sekali,sedangkan proses pengisian baterai di atur mengunakan batrai charger.
Untuk mengontrol sistem kerja pada panel surya dan alat pompa di butuhkan alat yang bernama Arduino(Endra, Cucus, Affandi, & Syahputra, 2019) yang nantinya akan mengatur sistem kerja pompa air dan panel surya
untuk mengatur kontrol pembuangan air dari sungai ke area persawahan dengan cara kerja yang lebih moderen dan tidak seperti biasanya yang di gunakan pada petani yang masih mengunakan alat pompa air dan masih mengunakan bahan bakar minyak, sehingga nanti akan di alihkan dengan energi dari cahaya matahari yang lebih murah dan tentunya sangat menghemat pengeluaran modal bagi para petani,dengan adanya masa modernisasi pada saat ini dan adanya campur tangan manusia yang sangat dibutuhkan, hal ini tentu akan sangat membantu bagi para petani menemukan solusi murah untuk mendapatkan alat penyuplai air yang lebih modern dan membantu petani untuk lebih memajukan pertanian modern. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dibuat suatu perancangan pensuplaian air sawah dangan pompa air otomatis berbasis kontrol Arduino dengan sumber tenaga panel surya, yang berfungsi sebagai alat untuk membuang genangan air dalam sungai ke area persawahan warga.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan pokok dalam permasalahan yang di hadapi peneliti sebagai berikut :
1. Bagaimana cara merancang sebuah alat pintu irigasi secara otomatis menggunakan arduino dengan sumber energi panel surya dan inveter?
2. Apakah panel surya dan inverter dapat menjadi pengganti energi baru untuk mengerakkan palang pintu irigasi.?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah , maka tujuan dari penelitian ini yaitu:
1. Untuk mengetahui cara kerja pintu irigasi menggunakan arduino dengan sumber energi panel surya dan inverter.
2. Untuk mengetahui cara kerja Panel Surya Dan inverter dalam menggerakkan palang pintu otomatis sebagai sumber energi
D. Batasan masalah
Berdasarkan latar belakang dan indesifikasi masalah , perlu adanya batasan masalah sehingga ruang lingkup masalah lebih jelas . adapun batasan masalah yang di ambil yaitu :
1 perancangan dan pembuatan sistem alat irigasi otomatis menggunakan mikrokontroler arduino mega 2560 dan panel surya sebagai sumber energi
2 terdiri dari 2 sensor yang akan di gunakan untuk membuka gerbang secara otomatis
3 Penelitian ini hanya membahas unjuk kerja sitem kendali pintu air secara otomatis.
E. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian ini adalah :
1. Meringankan tugas manusia dalam mengontrol ketinggian air serta dapat mengurangi kelalain manusia dalam bertugas
2. Dengan adanya sistem pintu air otomatis ini diharapkan mampu mengontrol ketinggian air atau volume air secara efektif.
3. Sebagai bahan penelitian selanjutnya. F. Sistem penulisan
Penyusunan tugas akhir ini terbagi menjadi beberapa bab yang berisi uraian penjelasan. Secara garis besar, uraian pada bab-bab dalam sistematika penulisan dijelaskan di bawah ini:
Bab I Pendahuluan
Bab ini menguraikan terkait latar belakang perlunya diadakan penelitian, rumusan masalah, batasan masalah, serta tujuan dan manfaat dari penelitian yang dilakukan serta sistematika penulisan.
Bab II Tinjauan Pustaka
Pada bab ini berisi teori –teori yang menjadi landasan bagi penelitian, baik dari buku, jurnal, maupun berbagai sumber literatur lainnya.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini menguraikan tentang waktu dan lokasi dilaksanakannya penelitian, alat dan bahan yang digunakan, diagram balok dan diagram segaris rangkaian penelitian, serta metode penelitian yang berupa langkah-langkah dalam melakukan penelitian.
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Pada bab ini menjelaskan tentang analisis pembahasan permasalahan yang ada berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolaan data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya.
Bab V Penutup
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang didapat dari hasil penelitian. Daftar Pustaka
Berisi tentang daftar sumber referensi penulis dalam memilih teori yang relevan dengan judul penelitian.
Lampiran
Lamprian merupakan bagian yang berisi tentang segala hal yang terkait penelitian yakni dokumentasi dari hasil penelitian serta alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan penelitian.
BAB II
TINJAUN PUSTAKA
A. Irigasi
Peraturan pemerintah (PP) 20/2006 tentang irigasi menyatakan Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian. Penyediaan air irigasi adalah penentuan volume air per satuan waktu yang dialokasikan dari suatu sumber air untuk suatu daerah irigasi yang didasarkan waktu, jumlah, dan mutu sesuai dengan kebutuhan untuk menunjang pertanian dan keperluan lainnya.
B. Panel Surya
Panel surya merupakan serangkaian sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik, panel surya sendiri biasa disebut dengan sel Sel Fotovoltaik,atau yang dapat diartikan sabagai cahaya listrik. (Photovoltaic cell – disingkat PV)). Tegangan listrik yang dihasilkan oleh sebuah sel surya sangat kecil, sekitar 0,6V tanpa beban atau 0,45V dengan beban sel surya sangat mengatungkan efek photovoltaic untuk penyerapan energi matahari dan menyebabkan arus mangalir antara dua lapis bermuatan yang berlawanan,(Purwoto, 2018).
Biasanya energi listrik yang di produksi atau akan di gunakan akan disimpan terlebih dahulu dibatrai, sehinggga cara kerja sistem panel ini tetap berjalan meskipun keadaan di sore dan malam hari bahakan hujan karena mengunakan bantuan baterai tersebut, dari segi pengunaan pengunaan listrik tenaga sangat cocok karena tidak mengunakan bahan bakar konvensional dan energi utamanya adalah sinar dari matahari yang bisa di dpat secara gratis.
Gambar 2.1 panel surya C. Mikrokontroler Arduino
Arduino uno merupakan komputer mini yang di dalamnya terdapat satu chip IC (intergrated circuit) yang terdiri dari memory, prosesor dan antar muka yang bersifat diberikan perintah. Arduino terdiri dari microcontroler Atmega168, Atmega8, Atmega2560 dengan mengunakan Kristal Osilator 16 MHZ. Arduino sendiri memiliki sifat open source yang artinya dapat diprogram mengunakan komputer atau PC yang dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penguna. Arduino memiliki 14 pin dengan 6 pindigunakan sebagai output PWM, dengan osilator dekitar 16 MHz, USB, power jack, ICSP, tombol riset. Dengan kabel USB arduino uno lebih mudah di koneksikan pada komputer atau mensuplei adaptor AC ke 8 atau melalui baterai, daya minumum yang biasanya dibutuhkan untuk supply arduino sendiri hanya 5 VDC. (Santoso, 2013).
Gambar 2.2 Arduino Uno D. Motor DC
Motor Listrik DC atau DC Motor ini menghasilkan sejumlah putaran per menit atau biasanya dikenal dengan istilah RPM (Revolutions per minute) dan dapat dibuat berputar searah jarum jam maupun berlawanan arah jarum jam apabila polaritas listrik yang diberikan pada Motor DC tersebut dibalikan. Motor Listrik DC tersedia dalam berbagai ukuran rpm dan bentuk. Kebanyakan Motor Listrik DC memberikan kecepatan rotasi sekitar 3000 rpm hingga 8000 rpm dengan tegangan operasional dari 1,5V hingga 24V. Apabile tegangan yang diberikan ke Motor Listrik DC lebih rendah dari tegangan operasionalnya maka akan dapat memperlambat rotasi motor DC tersebut sedangkan tegangan yang lebih tinggi dari tegangan operasional akan membuat rotasi motor DC menjadi lebih cepat. Namun ketika tegangan yang diberikan ke Motor DC tersebut turun menjadi dibawah 50% dari tegangan operasional yang ditentukan maka Motor DC tersebut tidak dapat berputar atau terhenti. Sebaliknya, jika tegangan yang diberikan ke Motor DC tersebut lebih tinggi sekitar 30% dari
10
tegangan operasional yang ditentukan, maka motor DC tersebut akan menjadi sangat panas dan akhirnya akan menjadi rusak.
Gambar 2.3 Motor DC E. PIR Motion Sensor
PIR (Passive Infrared Receiver) merupakan sebuah sensor berbasiskan infrared. Akan tetapi, tidak seperti sensor infrared kebanyakan yang terdiri dari IR LED dan fototransistor. PIR tidak memancarkan apapun seperti IR LED. Sesuai dengan namanya ‘Passive’, sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya. Benda yang bisa dideteksi oleh sensor ini biasanya adalah tubuh manusia (adafruit, 2014)..
Sensor PIR juga dapat di artikan sebagai sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR bersifat pasif artinya sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari luar.
11 Diagram Sensor PIR:
Gambar 2.4 Diagram Sensor Pir Sistem kerja sensor PIR :
Sensor PIR ini bekerja dengan menangkap energi panas yang dihasilkan dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki setiap benda dengan suhu benda diatas nol mutlak. Seperti tubuh manusia yang memiliki suhu tubuh kira-kira 32 derajat celcius, yang merupakan suhu panas yang khas yang terdapat pada lingkungan. Pancaran sinar inframerah inilah yang kemudian ditangkap oleh Pyroelectric sensor yang merupakan inti dari sensor PIR ini sehingga menyebabkan Pyroelectic sensor yang terdiri dari galium nitrida, caesium nitrat dan litium tantalate menghasilkan arus listrik.
Ketika seseorang berjalan melewati sensor, sensor akan menangkap pancaran sinar inframerah pasif yang dipancarkan oleh tubuh manusia yang memiliki suhu yang berbeda dari lingkungan sehingga menyebabkan material pyroelectric bereaksi menghasilkan arus listrik karena adanya energi panas yang dibawa oleh sinar inframerah pasif tersebut. Kemudian sebuah sirkuit
12
amplifier yang ada menguatkan arus tersebut yang kemudian dibandingkan oleh comparator sehingga menghasilkan output.
Ketika manusia berada di depan sensor PIR dengan kondisi diam, maka sensor PIR akan menghitung panjang gelombang yang dihasilkan oleh tubuh manusia tersebut. Panjang gelombang yang konstan ini menyebabkan energi panas yang dihasilkan dapat digambarkan hampir sama pada kondisi lingkungan disekitarnya. Ketika manusia itu melakukan gerakan, maka tubuh manusia itu akan menghasilkam pancaran sinar inframerah pasif dengan panjang gelombang yang bervariasi sehingga menghasilkan panas berbeda yang menyebabkan sensor merespon dengan cara menghasilkan arus pada material Pyroelectricnya dengan besaran yang berbeda beda karena besaran yang berbeda inilah comparator menghasilkan output.
Jarak pancar sensor PIR :
Untuk jarak jangkau dari sensor PIR sendiri bisa disetting sesuai kebutuhan, akan tetapi jarak maksimalnya hanya +/- 10 meter dan minimal +/- 30 cm.
13 F. Sensor PING
Sensor PING merupakan sensor ultrasonik yang dapat mendeteksi jarak obyek dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 40 KHz dan kemudian mendeteksi pantulannya. Tampilan sensor jarak PING ditunjukkan pada Gambar berikut:
Gembar 2.7 Sensor PING
Sensor ini dapat mengukur jarak antara 3 cm sampai 300 cm. keluaran dari sensor ini berupa pulsa yang lebarnya merepresentasikan jarak. Lebar pulsanya bervariasi dari 115 uS sampai 18,5 mS. Pada dasanya, Ping))) terdiri dari sebuah chip pembangkit sinyal 40KHz, sebuah speaker ultrasonik dan sebuah mikropon ultrasonik. Speaker ultrasonik mengubah sinyal 40 KHz menjadi suara sementara mikropon ultrasonik berfungsi untuk mendeteksi pantulan suaranya.
Pin signal dapat langsung dihubungkan dengan mikrokontroler tanpa tambahan komponen apapun. Ping hanya akan mengirimkan suara ultrasonik ketika ada pulsa trigger dari mikrokontroler (Pulsa high selama 5uS). Suara ultrasonik dengan frekuensi sebesar 40KHz akan dipancarkan selama 200uS. Suara ini akan merambat di udara dengan kecepatan 344.424m/detik (atau 1cm setiap 29.034uS), mengenai objek untuk kemudian terpantul kembali ke Ping.
14
Selama menunggu pantulan, Ping akan menghasilkan sebuah pulsa. Pulsa ini akan berhenti (low) ketika suara pantulan terdeteksi oleh Ping. Oleh karena itulah lebar pulsa tersebut dapat merepresentasikan jarak antara Ping dengan objek.
Untuk penjelasan atau prinsip aksesnya sama kok ma srf04, hanya saja untuk sensor PING hanya memakai 3 pin, pin trigger sama echo digunakan dalam 1 pin, sehingga dengan menggunakan sensor PING kita dapat menghemat penggunaan I/O mikrokontroler. Konfigurasi pin sensor PING sbagai berikut:
Timming akses sensor PING)
15
Solar Charge Controlleradalah peralatan elektronik yang digunakan untuk mengatur arus searah yang diisi ke baterai dan diambil dari baterai ke beban. Solar charge controller mengatur overcharging (kelebihan pengisian -karena batere sudah 'penuh') dan kelebihanvoltase dari solar module. Kelebihan voltase dan pengisian akan mengurangi umur baterai. Charge controller menerapkan teknologi Pulse width modulation (PWM) untuk mengatur fungsi pengisian baterai dan pembebasan arus dari baterai ke beban. Solar module 12Volt umumnya memiliki tegangan output 16 -21Volt. Jadi tanpa solar charge controller, baterai akan rusak oleh over-charging dan ketidakstabilan tegangan.(Junial Heri, 2011)
Beberapa fungsi detail dari solar charge controller adalah sebagai berikut: a. Mengatur Mengatur arus untuk pengisian ke baterai, menghindari
overcharging, dan overvoltage.
b. Arus yang dibebaskan/ diambil dari baterai agar baterai tidak 'full discharge', dan overloading.
c. Monitoring temperatur baterai Untuk membeli solar charge controller yang harus diperhatikan adalah: Voltage 12 Volt DC / 24 Volt DC d. Kemampuan (dalam arus searah) dari controller. Misalnya 5 Ampere, 6
Ampere, 10 Ampere, dsb. e. Full charge dan low voltage cut.
16
Gambar 2.8 Solar Charge Controller H. Inverter
Inverter adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk mengubah tegangan masukan dc menjadi tegangan keluaran ac. Keluaran inverter dapat berupa tegangan yang dapat diatur dan tegangan yang tetap. Sumber tegangan masukan inverter dapat menggunakan baterai, tenaga surya, atau sumber tegangan dc yang lain. Tegangan keluaran yang biasa dihasilkan adalah 120 V, 220 Vdan 115 V. (Sukmawidjaja. 2006)
a) Fungsi Inverter
Fungsi utama inverter adalah untuk mengubah daya Arus Searah (DC) menjadi arus bolak-balik standar (AC) seperti yang dilansir dari SF Gate. Ini dikarenakan AC adalah daya yang dipasok ke industri dan rumah oleh jaringan listrik utama atau utilitas publik, baterai sistem tenaga bolak-balik hanya menyimpan daya DC.
Selain itu, hampir semua peralatan rumah tangga dan perlengkapan serta peralatan listrik lainnya hanya bergantung pada daya AC untuk bekerja. Ukuran inverter berkisar dari serendah 100w, hingga lebih dari 5000w.
17
Peringkat ini merupakan indikasi kapasitas inverter dapat secara bersamaan dan terus menerus memberi daya pada peralatan atau perkakas dengan watt tinggi atau kombinasi dari beberapa unit item semacam itu.
b) Manfaat Inverter
a) Terhubung dengan aki mobil
Ini adalah cara paling umum untuk menggunakan power inverter di mobil. Anda bisa mendapatkan tegangan 220V 50Hz rumah tangga dari power inverter. Ada inverter modified sine wave yang tidak mahal dan pure sine wave yang lebih mahal untuk pilihan Anda.
Kedua jenis ini cocok untuk penggunaan umum, tetapi inverter modified sine wave mungkin memiliki suara berisik saat bekerja. Biasanya power inverter dapat digunakan untuk mengisi daya peralatan di dalam mobil seperti kamera, tablet, lampu, alat cukur elektronik, lemari es di dalam mobil, dll. Tetapi jika Anda ingin menggunakan peralatan berdaya tinggi, pastikan nilai daya alat ada di dalam daya yang dapat ditanggung oleh inverter.
b) Terhubung dengan perangkat elektronik
Anda dapat menyambungkan inverter daya dengan perangkat elektronik seperti tablet, televisi, dan pemutar CD selama alat tersebut berfungsi di bawah daya pengenal. Dalam hal ini, itu hanya seperti penyedia daya cadangan.
18
Inverter biasanya dihubungkan dengan pemantik api mobil dan akan memutus daya secara otomatis ketika arus melebihi DC 12V. Namun untuk menghindari mobil tidak bisa menyala karena voltase rendah, sebaiknya gunakan saat mesin mobil menyala.
c) Terhubung dengan mobil listrik
Mobil elektronik memiliki komponen yang disebut DC- DC. Ini juga disebut konverter arus DC. Konverter ini membutuhkan tegangan input 48V dan menyediakan output 12V, jadi Anda hanya perlu membeli inverter daya DC12V.
Lebih baik membeli satu dengan input 48V, tetapi sulit mendapatkannya dan mudah menyebabkan kelebihan beban karena arus maks 10A. Jika memungkinkan, gunakan bersama dengan konverter tegangan yang secara khusus menyediakan daya untuk inverter Anda.
Gambar 2.9 inverter I. Kabel Jumper
Kabel Jumper ini adalah kabel elektrik untuk menghubungkan antar komponen di breadboard tanpa memerlukan solder. Kabel Jumper umumnya memiliki connector atau pin di masing-masing ujungnya. Connector untuk
19
menusuk disebut male connector, dan connector untuk ditusuk disebut female
connector.
a. Cara Kerja Kabel Jumper
Singkatnya, cara kerja dari kabel jumper ini adalah menghantarkan arus listrik dari satu komponen ke komponen lainnya yang dihubungkan.Ini terjadi karena di ujung dan di dalam kabel terdapat konduktor listrik kecil yang memang fungsinya untuk menghantarkan listrik
b. Kelebihan dan Kekurangan Kabel Jumper Kelebihan dari kabel jumper antara lain:
Memiliki konektor di ujungnya yang sangat memudahkan kita dalam memasang maupun melepas kabel ke komponen.
• Harganya terjangkau
• Memiliki warna bervariasi yang memudahkan kita dalam membuat rangkaian
Berbicara tentang kekurangannya, menurut saya kabel jumper Arduino tidak memiliki kekurangan yang berarti karena dengan adanya kabel jumper ini sudah sangat memudahkan kita dalam membuat rangkaian proyek.
22
BAB III METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini di lakukan pada tanggal 2 januari- 5 februari 2021. Dimana penelitian ini bertempat disekretariat Robotik Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar. Jln. Sultan Alauddin Makassar.
B. Alat dan bahan a. Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. Laptop (hardwere) 2. Arduino (software) 3. Multimeter 4. Solder 5. Tang 6. Obeng b. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : 1. Panel surya
2. Motor DC 3. Inverter 4. Kabel jumper 5 Sensor PIR
23
6 Sensor PING
7 Solar charger Contro 8 Arduino mega 2560 C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: a. Kepustakaan
Dengan melakukan pengumpulan data melalui buku referensi atau literature lain yang berkaitan dengan penelitian, merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari sumber-sumber tertulis, seperti jurnal, buku-buku, paper, karya ilmiah, internet atau bahan tertulis lainnya yang berhubungan dengan masalah yang di teliti. b. Observasi
Dalam hal ini yang dilakukan peneliti adalah mengamati secara langsung pada system irigasi sawah yang biasanya digunakan petani, hal tersebut dilakukan guna mendapatkan gambaran secara menyeluruh dan jelas mengenai system cara kerjannya, sehingga peneliti dapat merangkai sistem baru yang lebih baik .
D. Metode penelitian
Pada penelitian ini peneliti melakukan percobaan secara langsung dalam pembuatan alat system pengujian input, serta output, sehingga pengoprasian alat dapat dilakukan secara normal.
Pada rancangan sistem tersebut , air menjadi salah satu objek pada penelitian ini, segala aktivitas tinggi rendahnya air akan dapat di pantau secara
24
otomatis pada rancangan tersebut. Adapun ilustrasi rancang alat bangun di bawah ini:
Gambar 3.1 ilustrasi perancangan alat
Keterangan : pada gambar diatas merupakan tata letak dari tiap komponen dan beberapa sensor dalam perancangan pembuatan saluran irigasi otomatis
25 Sensor pir
E .Blok alur rangkaian
Blok alur rangkaian digunakan untuk menjelaskan alur program yang yang akan beroperasi. Berikut tahapan rancangan pengujian dan anilisa yang dilakukan sebagai berikut ;
panel
Solar charger
batery
Arduino
uno Drivon motor
relay Sensor PING Motor
DC
Lampu indikator
Pintu irigasi
Gambar 3.2 blok rangkaian
1. Panel serya berfungsi sebagai sumber energi , dimana mengubah energi matahari sebagai energi listrik
26
2.Solar carger , Solar Charge Controller adalah peralatan elektronik yang digunakan untuk mengatur arus searah yang diisi ke baterai dan diambil dari baterai ke beban. Solar charge controller mengatur overcharging (kelebihan pengisian -karena batere sudah 'penuh') dan kelebihanvoltase dari solar module.
3. Bateri digunakan sebagai penyimpan arus kemudian di teruskan ke arduino sebagai sumber energi dari arduino
4. Arduino uno merupakan komputer mini yang di dalamnya terdapat satu chip IC (intergrated circuit) yang terdiri dari memori, prosesor dan antar muka yang bersifat diberikan
5. Sensor ping, bertujuan untuk mendeteksi kedalaman atau volume air irigasi , ketika sensor ping mendeteksi volume air maka akan diterukan ke- arduino dan arduino memberikan perintah ke drivel motor dan motor dc sesuai dengan kondisi volume air terbuka atau tertutup
6. Sensor pir dipasang sebgai pengamn komponen dari kontroler palang pintu , jika sensor pir mendeteksi gerakan manusia maka sinyal akan di kirim kearduino kemudian arduino meberikan sinyal ke relal untuk menyalakan lampu , begitupun sebaliknya.
E. Alur Penelitian
Metode Alur Penelitian bertujuan untuk menyelesaian masalah yang ada secara teratur. Berikut pembagian dari alur penelitian di tunjukkan pada gambar 3.3 sebagai berikut.
27 Mulai Pegumpulan komponen Instalasi komponen Perakitan alat Pengujian Alat Ya Tidak Perbaikan Pengambilan data Hasil data Yang didapat Laporan Selesai
28 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Perancangan Alat
Dalam pengujian skema rangkaian keseluruhan alat ini bertujuan untuk dapat mengetahuai pengontrolan/pengendalian keseluruhan komponen yang digunakan. Hasil perancangan alat ini diharapkan dapat berjalan dengan baik. Setelah melewati proses perancangan sistem baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak
Sistem pengontrol irigasi secara otomatis dibangun menggunakan Arduino UNO (sebagai pusat kontrol), sensor ping (sebagai pendeteksi debit air), , sensor pir ( sebagai pengaman komponen dari kontroler palang pintu ) serta beberapa komponen elektronika lainnya (sebagai penunjang kesatuan alat). Alat yang telah dibangun dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut:
29
2. Proses kerja alat panel surya dan inverter
Secara sederhana, cara kerja panel solar adalah dengan menyerap cahaya matahari dan menapung energi yang dihasilkan ke dalam sebuah baterai. Dengan demikian, sistem bisa berjalan meskipun di sore hari, malam hari, atau ketika kondisi hujan.kemudian energi listrik tersebut disimpan ke baterai untuk digunakan kembali saat dibutuhkan, untuk mengkonversi tegangan dari baterai (DC) ke tegangan (AC) diperlukan alat berupa Inverter , output dari inverter itulah yang dapat digunakan untuk kebutuhan kebutuhan dengan tegangan (AC).
3. Pengujian Panel Surya
Pengujian solar panel dilakukan dengan mengukur besar tegangan dan arus yang dihasilkan solar panel pada siang hari. Solar panel yang digunakan adalah solar panel jenis polikristalin berkapasitas 10 WP. Pengujian panel surya dilakukan dengan cara mengukur tegangan output pada panel surya dan mengukur kuat radiasi matahari pada waktu yang bersamaan
30
Tabel 4.1 tegangan output panel surya dan radiasi matahari no Waktu (WITA) Radiasi matahari (VDC) Tegangan output (VDC) 1 09.30 5,1 12,6 2 09.45 3,8 12,5 3 10.00 2,5 11,3 4 10.15 8,1 13,7 5 10.30 7,6 14,2 6 10.45 5,7 14,3 7 11.00 7,5 13,7 8 11.15 7,9 13,7 9 11.30 7,3 14,2 10 11.45 7 13,7
4. Pengujian Pengisian Baterai
Parameter yang diambil pada pengujian ini adalah arus pengisian baterai dan tegangan pengisian baterai saat jam 09.30 sampai dengan 11.45, pada proses ini baterai dihubungkan pada output yang telah terhubung ke panel surya, sehingga dapat diketahui parameter arus pengisisan baterai dan tegangan pengisian baterai .
31
Tabel 4.2Hasil Pengukuran tegangan baterai
Tegangan dari panel surya Tegangan ke beterai Tegangan ke beban 13,7 VDC 12,0 VDC 11,4 VDC
5. Hasil pengujian inverter
Proses pengujian inverter menggunakan baterai dengan tegangan 12VDC yang dikoneksikan ke input inverter. Melalui output inverter kemudian akan diukur pada bagian output dengan menggunakan alat ukur multimeter digital. Sistem pada penelitian ini menggunakan tegangan 220–240VAC sehingga membutuhkan inverter untuk mengkonversikan tegangan DC menjadi tegangan AC. Pengujian inverter dilakukan untuk mengetahui inverter dalam keadaan baik dan dapat digunakan pada penelitian ini dengan cara menghubungkan port positif baterai pada port positif inverter dan port negatif baterai pada port negatif inverter. berikut adalah gambar pengukuran inverter. Berikut ini merupakan hasil pengujian inverter.Pengukuran yang dilakukan pada inverter yang diberikan beban dengan menggunakan multimeter digital diperoleh hasil output 224VAC beban yang digunakan adalah 16,5 W Untuk mensuplai daya listrik.
32 6. Proses kerja alat sensor pir
Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah Arduino UNO akan membaca input dari sensor PIR. Apabila sensor PIR mendeteksi adanya gerakan maka pergerakan ini dapat dideteksi dengan mengecek logika high pada pin output sensor sehingga arduino akan memerintah relay untuk hidup dan menyalakan lampu. Berikut adalah gambar rangkaian proyek saklar otomatis dengan menggunakan sensor PIR HC-SR501 yang dibuat dengan software fritzing.
Gambar 4.2 Skema Sensor pir 7. Pengujian rangkaian sensor PIR
Pengujian sensor pir bertujuan untuk mengetahui kemampuan sensor dalam mendeteksi keberadaan manusia dari sensor pir, seperti kemudian membuat simulasi dengan seseorang melakukan gerakan, selanjutnya mengamati indikator led pada alat. Jika indikator led menyala maka menandakan bahwa pir bernilai logic 1 dan sebaliknya jika indikator led padam maka menandakan pir logic 0.
33
Tabel.4.3 koneksi PIR dan Arduino PIR sensor Arduino Pin Control
Vout Pin 2
Vcc Vcc
GnD GnD
Pada tabel 4.1 dapat dilihat bahwa sensor PIR di hubungkan kepower suply melalui pin Vcc dan pin GnD pada arduino yang telah dihubungkan ke
breadboard dan pin vout terkoneksi pada pin 2 arduino sebagai counter.
Kemudian mengulangi dan mencatat hasilnya pada tabel. Tabel 4.4 Hasil Pengujian Sensor Pir Pengujian
jarak
20 cm 50 cm 100 cm 120 cm 150 cm
Relay On On On Off Off
PIR High High high Low Low
Dari hasil pengujian diketahui bahwa sensor pir dapat mendeteksi gerakan manusia hingga jarak 100cm atau 1 m tegak lurus dihadapan sensor dan mulai tidak dapat mendeteksi gerakan manusia lebih dari 100cm atau 1m
Kemampuan jangkauan deteksi sensor pada objek Pengujian jangkauan deteksi dilakukan pada area terbuka, pengujian dilakukan pada sudut
34
penerimaan radiasi 0 (arah radiasi tegak lurus terhadap sensor).
8. Proses Cara Kerja Alat sensor ping
Sistem ini berkerja dengan mengolah data pada perangkat sensor.Perangkat sensor yang sudah diberi perintah pada mikrokontroller akan memproses pembacaan sensor yang sesuai dengan perintah pad mikrokontroller. Perangkat yang digunakan yaitu Sensor ping ,Proses kerja dari alat pendeteksi gerak yang telah dirangkai menggunakan sensor ping akan mendeteksi objek kemudian data akan dikirimkan pada Arduino dan memberikan output dengan menggerakkan motor servo ketika sensor mendeteksi adanya objek.Sehingga motor servo menggerakkan pintu.
Gambar 4.3 skema sensor ping
9. Pengujian Sensor ping
perancangan ini menggunakan satu buah sensor ping yang di pasang di atas tiang palang pintu irigasi , dimana sensor ping difungsikan untuk mendeteksi ketinggian air yang dapat terdeteksi oleh sensor ping maksimal 16cm .
35
Tabel 4.5 pengujian sensor ping Percobaan ke- Ketinggian air (cm) Nilai jarak sensor 1 0 16 cm 2 2 14 cm 3 4 12 cm 4 10 6 cm 5 12 4cm
Dari tabel 4.5 dilakukan beberapa percobaan sensor ping terhadap rancang bangun irigasi otormatis. Dan disimpulkan bahwa dari jarak 8cm – 4 cm dikategorikan sebagi tinggi maksimal air sedangkan dari jarak 16 cm – 9 cm dikategorikan sebagai tinggi minimal air
10. .Pengujian Motor DC terhadap sensor ping
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui motor DC yang dikendalikan oleh Arduino sesuai dengan data pengukuran sensor ping .Motor DC akan bekerja sesuai dengan program yang telah di inputkan. Motor DC difungsikan untuk mengatur kondisi pintu air, pintu air memiliki dua kondisi yaitu membuka dan menutup
36
Tabel 4.6Pengujian Motor DC Terhadap Sensor Ping Pengujian ke Kondisi pintu Waktu motor aktif (detik) Jarak deteksi sensor 1 Terbuka 12,01 16 cm 2 Terbuka 12,37 14 cm 3 Terbuka 11,52 10 cm 4 Tertutup 10,88 8 cm 5 Tertutup 12,14 6 cm 6 Tertutup 11,75 4cm Keterangan :
Dalam perancangan ini jarak antara sensor dan dasar irigasi berjarak 16 cm kemudian di bagi dua yaitu tinggi maksimal air dan tinggi minimal air irigasi ,pada percobaan ini tinggi maksimal air yaitu 8 cm – 4 cm serta tinggi minimal air yaitu 9 cm – 16 cm ,Pengujian dilakakun beberapa kali seperti pada tabel 4.4 ketika sensor ping mendeteksi air dari jarak 16 cm – 9 cm maka motor akan berputar selama 2 detik untuk membuka pintu irigasi dan ketika sensor mendeteksi air dari jarak 8 cm – 4 sensti meter maka motor akan berputar berlawanan arah untuk menutup pintu air
37
11 rangkaian pengujian system keseluruhan
Setelah melakukan pengujian terhadap ketinggian air diperoleh bahwa sensor ping yang dipasang bekerja dengan baik untuk mengetahui aktifitas ketinggian air dari level normal sampai pada level maksimal dimana level normal ketinggian air yang dibaca oleh sensor yaitu 9 cm – 16 cm dan motor sebagai actuator berputar searah jarum jam untuk membuka pintu air, sedangkan level maksimal air yaitu 8 cm – 4 cm motor berputar berlawanan arah untuk menutup pintu air .
Serta sensor PIR sebgai pengaman komponen dari kontroler palang pintu , jika sensor pir mendeteksi gerakan manusia maka sinyal akan di kirim ke arduino kemudian arduino meberikan sinyal ke relay untuk menyalakan lampu juga berfungsi dengan baik.
Panel surya dan inverter juga bisa di fungsikan seagai sumber energi untuk mengoprasikan palang pintu irigasi yang berada di area persawahan dan jauh dari jangkauan PLN dan mampu di gunakan 24 jam .
38 11. flowchart Sensor PIR
YA
TIDAK
Gambar 4.4 flowchart sensor pir
Pada gambar 4.4 flowchart dapat dijelaskan bahwa sensor PIR akan mendeteksi orang itu sebagai pencuri atau penyusup yang akan mendekat ke pintu irigasi, maka jika
sensor PIR mendeteksi pencuri maka lampu akan menyala, jika lampu mati maka sensor PIR tidak mendeteksi pencuri atau penyusup.
39 NO
YA 12. Flowchart Sensor Ping
YA
Gambar 4.5 flowchart sensor ping
Pada gambar 4.5 menjelaskan bahwa ketika sensor sebagai input mendeteksi ketinggian air pada kondisi tertentu maka motor akan berputar untuk membuka atau menutup pintu irigasi sesuai dengan perintah . apabila sensor mendeteksi ketinggian air
IDAK
B
YA
pada level minimum maka arduino akan memberikan perintah kemotor untuk membuka pintu irigasi, begitupun sebaliknya.
13. Flowchart panel surya dan inverter
ENERGI MATAHARI PANEL SURYA BATERAI CHARGE CONTROLLER BATERAI T PENUH CHARGE ATERERA INVERTER DC-AC DAN BEBAN
Gambar 4.6 flowchart panel surya dan inverter
Cara kerja dari perangkat pada gambar 4.6 dimulai ketika solar panel menerima energy matahari, energi tersebut diteruskan ke
BatteryCharging Controller (BCC). Solar panel berfungsi
mengkonversi energy matahari menjadi energi listrik yang diterima
Battery Charging Controller (BCC). BCC berfungsi memberikan
pengamanan terhadap sistem yaitu proteksi terhadap pengisian berlebih (over charge) di baterai dan proteksi terhadap pemakaian berlebih (over discharge) pada beban. BCC akan mengalirkan listrik menuju baterai, ketika baterai sudah dalam batas maksimal BCC akan langsung mengarahkan listrik menuju beban
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dengan menggunakan sensor ping untuk mendeteksi volume air pada pada jarak 16cm – 9 cm pintu akan terbuka dan jarak 8cm kebawah pintu akan tertutup, sensor hujan mendeteksi ada atau tidaknya hujan dan jika terjadi hujan maka pintu akan tertutup selama 1 menit bgtupun sebaliknya, serta sensor pir mampu mendeteksi gerakan manusia 100 cm
2. Panel surya dan inverter dapat menjadi solusi sumber energi terbaharukan untuk menjalankan palang pintu irigasi yang ada di area persawahan .
B. saran
Adapun beberapa saran yang terkait dalam pengembangan lebih lanjut dari sistem pengamanan berbasis Arduino Uno yang dibangun adalah sebagai berikut
1. Penelitian ini masih menggunakan satu pintu input dan satu pintu output untuk irigasi, sehingga kedepan dapat dikembangkan menggunakan pintu yang bekerja baik sebagai input maupun output air dari irigasi.
2. Dengan mempertimbangkan adanya kemungkinan terjadinya gangguan listrik, penelitian ini dapat dikembangkan dengan
menggunakan catu daya mandiri sehingga alat dapat beroperasi dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Dharma L.p, Tanza S, Nasibu Z.i. 2019. Perancangan Alat Pengendali Pintu Air Sawah Otomatis dengan SIM800lBerbasis Mikrokontroler Arduino Uno.
Jurnal Teknik. 1 (17) ;1-17
Enddra,ruby,ahmad cucus, Ferdi Nur Afendi dan Deni Hermawan. 2019. Implementasi system control berbasis web pada smart room dengan menggunakan konsep interner of things,jurnal sestem informasi dan
telematika 10(2).1-15
Nif’an,Ahmad.2016.Purwarupa KendaliKanal Irigasi Sawah Terjadwal Berbasis
Mikrokontroler AT mega328. Artikel keteknikan,Fakultas Teknik
Universitas PGRIYogyakarta.
Peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 20 tahun 2006. Irigasi
Pramudita,Dimas. 2017. Protoype Ilmiah SistemBuka Tutup Pintu Air
OtomatisPada Persawahan BerbasisArduino Uno. Publikasi.Universitas
MuhammadiyahSurakarta.
Ridwan,Wrastawa.2016. Modul PraktikumMikrokontroler Dan Sensor. TeknikElektro, Universitas NegeriGorontalo.
Sugiyono. 2006. MetodePenelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sirait S, susanto D.dan egra S. teknologi irigasi otomatis bertenaga surya di kelompok tani cahaya tani kecamatan tarakan utara kota tarakan. Jurnal
ilmu pertanian. 2(2) :60-67
sari, Iskandar. 2017. Prototype showerotomatis Menggunakan SensorGerak (Pir)
Dan Sensor Suara(Analog Sound Sensor). TeknikElektro. Politeknik