• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOLAH SEPAK BOLA ARSENAL DI SENTUL BOGOR DENGAN TEMA PENGENDALIAN AIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SEKOLAH SEPAK BOLA ARSENAL DI SENTUL BOGOR DENGAN TEMA PENGENDALIAN AIR"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH SEPAK BOLA ARSENAL DI

SENTUL BOGOR DENGAN TEMA

PENGENDALIAN AIR

Fitriyah

Binus University, Jln K.H Syahdan 9, Kemanggisan, Palmerah, 021 - 5345830, [email protected] (Pembimbing : D2282 - Riyadi Ismanto, Ir., M.Arch dan D3161- Michael I. Djimantoro, S.T., MT)

ABSTRAK

Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat diminati oleh masyarakat di dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Namun tidak banyak sekolah-sekolah sepak bola di Indonesia yang memiliki fasilitas yang lengkap dan pelatih yang berkualitas bersertifikat dengan lisensi C Nasional. Salah satu sekolah sepak bola yang namanya mulai berkibar di Jakarta adalah Sekolah Sepak Bola Arsenal.

Dalam perancangan sekolah sepak bola ini, mengambil lahan di Sentul Bogor. Pemakaian lahan di Sentul Bogor karena masyarakat Bogor memiliki minat yang besar terhadap sepak bola, terbukti dengan adanya ± 21 SSB dan beberapa klub telah merintis pembinaan usia dini yang tidak terhitung.

Secara geografis Kota Bogor terletak di hulu Kota Jakarta dan merupakan salah satu komponen dari program penertiban wilayah JABOPUNJUR (Jakarta, Bogor, Puncak, Cianjur). Konsekuensinya, jalur ini mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga perwujudan pemanfaatan ruang telah berada di luar jangkauan tindak penataan ruang serta pengendalian pembangunan yang ada dan semakin jauh dari tujuan pemanfaatan ruang wilayah (Hardjasoemantri, 2002). Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kelestarian sumber daya air baik kuantitas maupun kualitasnya bagi masyarakat Kota Bogor.

Desain sekolah sepak bola ini nantinya akan memperhatikan sistem pengendalian air sehingga nantinya kebutuhan akan air dapat digantikan dengan air hujan, air sungai, dan air tanah.

Kata Kunci: Air, Pengendalian, Sekolah, Sepak Bola ABSTRACT

Football is one sport that is very much in demand by people in the world, including the people of Indonesia. But not many football scools in Indonesia which has complete facilities and qualifield trainers certified by the National C license. One of the football school whose name started flying in Jakarta is the Arsenal Soccer School.

In designing this football school, taking land in Sentul Bogor. Use of land in Sentul Bogor, because society Bogor has a considerable interest in football, as evidenced by the presence of ± 21 SSB and some clubs have pioneered early childhood development that are not counted.

Bogor City is geographycally located in the up stream city of Jakarta and is one component of the enforcement program JABOPUNJUR (Jakarta, Bogor, Puncak, Cianjur). Consequently, this pathway has developed so quickly that the spatia imanifestation has acts beyond the control of spatial planning and development of existing and proposed use of more distant regions of space (Hardjasoemantri, 2002). This condition affects the sustainability of water resources quantity and quality for the city of Bogor.

The design of this soccer school will be noticed that the water control system of the future need for water can be replaced with rain water, river water, and ground water.

(2)

PENDAHULUAN

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang digemari hampir 80% warga penduduk dunia, termasuk indonesia. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan memiliki masyarakat dengan minat yang sangat tinggi terhadap olahraga sepak bola, menjadikan sepak bola olahraga terpopuler di Indonesia.

Tabel 1-1. Persentase Desa/Kelurahan yang Memiliki Lapangan dan Memiliki Kelompok Kegiatan Sepakbola Menurut Provinsi, 2008

No Provinsi Jumlah desa/kelurahan Presentase desa yang memiliki lapangan sepak bola

Persentase desa yang memiliki kelompok kegiatan sepakbola 1 Nanggroe Aceh 6.424 37.06 60.26 2 Sumatra Utara 5.767 34.33 44.29 3 Sumatra Barat 924 69.05 76.95 4 Riau 1.604 85.72 87.59 5 Jambi 1.303 76.21 87.72 6 Sumatra Selatan 3.079 50.8 59.92 7 Bengkulu 1.351 41.08 66.25 8 Lampung 2.339 73.96 82.43

9 Kep. Bangka Belitung 344 93.02 96.22

10 Kep. Riau 326 83.44 88.65 11 DKI Jakarta 267 54.31 69.29 12 Jawa Barat 5.871 72.1 91.23 13 Jawa Tengah 8.574 72.68 78.68 14 DI Yogyakarta 438 82.65 88.58 15 Jawa Timur 8.505 57.04 65.66 16 Banten 1.504 62.7 89.69 17 Bali 712 35.81 48.46

18 Nusa Tenggara Barat 913 54.65 83.13

19 Nusa Tenggara Timur 2.803 49.66 63.61

20 Kalimantan Barat 1.791 83.75 87.49 21 Kalimantan Tengah 1.448 59.19 59.94 22 Kalimantan Selatan 1.974 41.13 68.79 23 Kalimantan Timur 1.417 72.27 73.96 24 Sulawesi Utara 1.494 39.09 62.85 25 Sulawesi Tengah 1.686 61.74 83.39 26 Sulawesi Selatan 2.946 55.7 70.67 27 Sulawesi Tenggara 2.028 52.17 66.47 28 Gorontalo 584 51.71 63.53 29 Sulawesi Barat 536 57.65 61.19 30 Maluku 906 58.83 66 31 Maluku Utara 1.036 60.42 83.2 32 Papua Barat 1.205 31.7 36.6 33 Papua 3.276 27.56 32.51 Indonesia 75.375 56.11 68.65

Sumber: Diolah dari PODES (BPS) 2008

Sepak bola Indonesia perlu pembenahan dalam banyak hal. Salah satu faktor penyebab ketidakberhasilan tersebut adalah fasilitas yang kurang mendukung kemajuan olahraga sepak bola di Indonesia. Seperti kurangnya regenerasi pemain muda, dan dominasi pemain asing. Pemanduan dan pembinaan atlet usia dini dalam lingkup perencanaan untuk mencapai prestasi puncak, memerlukan latihan

(3)

jangka panjang kurang lebih berkisar antara 8-10 tahun, secara bertahap, kontinyu, meningkat dan berkesinambungan (Garuda Emas, 2000:11).

Perbaikan sarana dan prasarana sampai kepada pembentukan pemain yang berkualitas adalah pekerjaan rumah yang maha berat bagi sepakbola Indonesia. Sepak bola professional juga menuntut setiap klub agar memiliki pengembangan berjenjang sebagai bagian dari mendidik dan mencetak pemain agar berkualitas dan professional, dengan kata lain setiap klub harus memiliki tim junior yang mereka bina sejak usia dini. Bukan hanya teknik sepak bola yang di didik tapi juga pendidikan formal lainnya, dan semua ini ditanggung oleh klub. Dengan begitu setiap anak kecil akan memiliki pendidikan dasar yang optimal dan skill sepak bola yang tak kalah baiknya.

Gambar 1-1. Sekolah Sepak Bola Arsenal

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Salah satu sekolah sepak bola yang namanya mulai berkibar di Jakarta adalah Sekolah Sepak Bola Arsenal. Sekolah Sepak Bola Arsenal merupakan sekolah sepak bola resmi Arsenal yang berafiliasi dengan Arsenal di Inggris. Arsenal secara konsisten telah menunjukkan keberhasilan proses kaderisasi di Jakarta, SSB Arsenal mengedepankan pendidikan dan teknik sepakbola yang diajarkan tim asuhan Arsene Wenger, mulai dari teknik di lapangan hingga pengajaran mental bermain. Selain melibatkan pelatih lokal, Sekolah Sepak Bola Arsenal juga didukung oleh pelatih asing berkualitas bersertifikat dengan lisensi C Nasional.

Maraknya sekolah sepak bola di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Daerah Bogor membuktikan bahwa masyarakat memiliki perhatian yang tinggi terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Saat ini SSB seluruk pelosok mencapai ribuan, sedangkan di Bogor mencapai ± 21 SSB dan beberapa klub telah merintis pembinaan usia dini yang tidak terhitung. Berdasarkan hal tersebut, potensi untuk mendirikan sekolah sepak bola di kota Bogor merupakan pilihan yang tepat, dilihat dari banyaknya kegiatan sepakbola yang ada pada kota tersebut.

Lingkungan adalah tempat dimana manusia tinggal dan melakukan aktivitas sehari-hari. Segala sesuatu yang berada dalam lingkungan tersebut mempengaruhi setiap kegiatan dan perilaku manusia karena terjadinya interaksi antara manusia dengan lingkungan. Karena pengaruh lingkungan amat besar bagi kelangsungan hidup masyarakat disekitarnya, maka terciptanya suatu lingkungan yang sehat dan kondusif merupakan suatu keharusan. Kesehatan lingkungan dapat berakibat positif terhadap kondisi elemen-elemen hayati dan non hayati dalam ekosistem itu sendiri. Salah satu karakteristik bagi lingkungan yang sehat adalah tersedianya air bersih bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurut UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air, air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada didarat. Pengelolaan sumberdaya air didefinisikan sebagai aplikasi dari cara sturktural dan non-struktural untuk mengendalikan sistem sumberdaya air alam dan buatan manusia untuk kepentingan/manfaat manusia dan tujuan-tujuan lingkungan (Kodoatie Robert J dkk, 2002).

Secara geografis Kota Bogor terletak di hulu Kota Jakarta dan merupakan salah satu komponen dari program penertiban wilayah JABOPUNJUR (Jakarta, Bogor, Puncak, Cianjur). Konsekuensinya, jalur ini mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga perwujudan pemanfaatan ruang telah berada di luar jangkauan tindak penataan ruang serta pengendalian pembangunan yang ada dan semakin jauh dari tujuan pemanfaatan ruang wilayah (Hardjasoemantri, 2002). Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kelestarian

(4)

sumber daya air baik kuantitas maupun kualitasnya bagi masyarakat kota Bogor. Sering kita dengar bahwa terjadi banjir waktu musim hujan di kota Bogor dan terus ke Jakarta yang disebabkan oleh ketelodaran Pemerintah Daerah Tingkat II Bogor ataupun sebaliknya kekeringan dimusim kemarau. Hal ini sesuai dengan prediksi yang dilaporkan oleh Douglass (1992) dimana jumlah penduduk perkotaan di Indonesia meningkat menjadi dua kali lipat setiap 15 tahunnya. Polusi badan-badan air meningkat secara drastis yang berasal dari limbah industri, rumah tangga, pasar, rumah sakit, dan usaha pertanian.

Pada kasus Kota Bogor, pembangunan ekonomi telah menimbulkan beberapa permasalahan lingkungan antara lain:

• Degradasi kualitas lahan akibat konversi menjadi kawasan pemukiman dan industri.

• Penumpukan limbah padat yang berupa sampah kota yang berasal dari kegiatan pemukiman, pasar, pertokoan, restoran, dan kawasan industri.

Kemacetan lalulintas akibat “over capacity” jumlah kendaraan dibandingkan dengan ruas jalan yang tersedia.

• Pencemaran badan sungai oleh limbah cair industri, pasar, rumah sakit, bengkel, rumah makan serta limbah domestik.

• Pencemaran udara oleh limbah gas transportasi dan industri. • Penataan kawasan pedagang kaki lima (PKL)

Walaupun secara kuantitas Kota Bogor bisa mencukupi air yang ditunjang oleh tingginya curah hujan, tetapi secara kualitas terjadi permasalahan sumberdaya air permukaan (air sungai) dan air tanah (sumur).

Untuk menghindari penurunan daya dukung sumberdaya alam yang lebih parah, Pemerintah Kota Madya Bogor telah menyusun strategi pengelolaan sumberdaya alam berwawasan lingkungan. Strategi ini tertuang dalam pokop-poko kebijaksanaan terhadap pembangunan secara berkelanjutan sesuai dengan motto kota bogor yaitu BERIMAN (Bersih, Indah, nyaman). Salah satu butir yang termuat pada paket kebijaksanaan tersebut adalah penanggulangan pencemaran air, Ini memang layak karena air yang bersih dan memenuhi standar kebersihan merupakan kebutuhan yang vital tidak saja bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri, tetapi juga kelangsungan hidup semua makhluk di muka bumi ini.

Dalam menanggapi permasalahan tersebut, diperlukan strategi pengendalian air secara terpadu melibatkan semua aspek. Dalam perancangan sepak bola ini diharapkan bangunan yang akan didesain tidak merugikan dan merusak alam dan lingkungan sekitar yang akan membahayakan generasi yang akan mendatang. Berdasarkan hal-hal diatas, maka penyusun memilih sekolah sepak bola Arsenal dengan

memperhatikan aspek pengolahan air sebagai proyek Tugas Akhir.

Maksud dan tujuan perencanaan dan perancangan sekolah sepak bola di Jl. Karanggan Raya no. 151 Bogor adalah:

1. Memberikan sebuah sarana pendidikan bagi para pemain sepak bola muda berbakat yang dimiliki oleh Indonesia untuk dikembangkan menjadi pemain sepak bola yang unggul dan dapat berlaga dikejuaraan nasional dan internasional.

2. Selain pendidikan sepak bola, diberikan pendidikan formal untuk menunjang wawasan para siswa. 3. Menciptakan bangunan dengan konsep sustainable sehingga bangunan menjadi ramah lingkungan

dan tidak merusak alam sekitarnya, dengan cara menerapkan sistem pengendalian air.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah kuntitatif, yaitu dengan tahapan pertama menggunakan standar kebutuhan air sehari-sehari perorang yang tinggal di sekolah, lalu menentukan keperluan air bersih yang akan digantikan oleh air hujan, air sungai, atau air tanah. Selanjutnya menentukan luas area tangkapan (catchment area) dengan data curah hujan tahunan, pengujian luas yang didapat dibandingkan dengan pemenuhan kebutuhan air penghuni perbulan melalui proyeksi 3 tahun. Hasil yang diharapkan adalah luas area penangkap hujan akan sesuai berdasarkan perhitungan dan dapat memenuhi kebutuhan air perorangan yang tinggal di sekolah.

(5)

HASIL DAN BAHASAN

Perhitungan kebutuhan air dalam 1 bulan

Tabel 1-2. Standar Kebutuhan Air Rumah Tangga Per orang

Penggunaan Air Galon Liter Persentase

Kehilangan (Leak) 35,663 135 45%

WC dan Mandi 12,68 48 16%

Cuci Pakaian 6,868 26 8%

Cuci Piring 4,755 18 6%

Kebersihan Rumah Tangga 8,453 32 11% Siram Taman, Cuci Mobil 8,453 32 11%

Minum dan Masak 2,377 9 3%

Sumber: Dasar-dasar Arsitektur Ekologis, Heins Frick

Berdasarkan tabel diatas, kebutuhan yang digunakan untuk menghitung kebutuhan air yang dapat digantikan oleh air hujan dalam sekolah sepak bola adalah :

Penghuni yang tinggal di sekolah adalah 208 penghuni, dengan total murid = 180 murid dan pengajar = 28 pengajar. Kebutuhan air untuk wc dan mandi bagi murid dan pengajar dibutuhkan penambahan pada air mandi karena umumnya murid dan pengajar melakukan kegiatan yang selalu menghasilkan keringat, maka biasanya murid dan pengajar mandi lebih dari 2 kali. Asumsi murid dan pengajar mandi sebanyak 3 kali, sehingga perhitungannya adalah:

Tabel 1-3. Kebutuhan Air untuk WC dan Mandi

Penggunaan Air 2 kali mandi 1 kali mandi 3 kali mandi Total Kebutuhan

Wc dan Mandi 12,68 galon 12,68 galon : 2 = 6,34 galon 6.34 galon x 3 kali = 19,02 galon/orang 19.02 galon/orang x 208 penghuni = 3956,16 galon

Selain kebutuhan untuk wc dan mandi, kebutuhan air lainnya adalah untuk cuci pakaian, cuci piring, kebersihan rumah tangga, siram taman. Sehingga perhitungannya

Tabel 1-4. Kebutuhan Air untuk Kebutuhan Domestik

Penggunaan Air

Cuci pakaian

Cuci piring Kebersihan rumah tangga Siram taman Total Galon 6.868 4.755 8.453 8.453 28,526 Total Kebutuhan 1428,55 989,04 1758,22 1758,22 5934,03

Sehingga total kebutuhan air yang dapat digantikan oleh hujan adalah 3956,16 + 5934,03 = 9890,19 galon per hari ~ 37384,92 liter.

(6)

Tabel 1-5. Total Kebutuhan Air Yang Akan Digantikan Air Hujan Perbulan Dalam 1 Tahun Bulan Jumlah Hari Jumlah Dalam Liter Jumlah Dalam Galon Januari 31 1158932,5 306595,89 Februari 28 1046777,7 276925,32 Maret 31 1158932,5 306595,89 April 30 1121547,5 296705,7 Mei 31 1158932,5 306595,89 Juni 30 1121547,5 296705,7 Juli 31 1158932,5 306595,89 Agustus 31 1158932,5 306595,89 September 30 1121547,5 296705,7 Oktober 31 1158932,5 306595,89 November 30 1121547,5 296705,7 Desember 31 1158932,5 306595,89 Rata-rata 1137122,65 300826,1

• Salah satu air baku yang akan diolah menjadi air bersih untuk memenuhi kebutuhan pada bangunan adalah air hujan. Berdasarkan curah hujan selama 4 tahun dari tahun 2007 sampai 2010 akan didapatkan rata-rata hujan perbulan dan juga pertahun. Berdasarkan data curah hujan, akan didapatkan volume air hujan yang dapat ditampung.

Gambar 1-2. Curah Hujan Bogor

Sumber: BMKG

Tabel 1-6. Data Curah Hujan Bogor Rata-rata

Bulan Tahun Rata-rata (mm) Inches 2007 2008 2009 2010 Januari 372,8 253,5 326,7 224,1 294,3 11,57 Februari 436,6 391,5 305 420 388,3 15,27 Maret 280,5 677 262,2 362,1 395,5 15,55 April 454,3 588,6 268,1 24,2 333,8 13,13 Mei 178,7 279,1 620,2 335,3 353,3 13,89 Juni 260,7 171,7 316,1 304 263,1 10,35 Juli 135,8 169,4 98,1 271,3 168,6 6,63 Agustus 218,2 251 25,9 407,3 225,6 8,87 September 207,3 333,8 138,9 603,8 320,9 12,62 Oktober 223,7 298 412,9 436,3 342,7 13,48 November 445,7 510,2 386 218,3 390,1 15,34 Desember 463,8 249,2 260 172,7 286,4 11,26 Rata-Rata 306,51 347,75 285,01 314,95 313,55 12,33

(7)

Sumber: BMKG

No Jenis Penutup Muka Tanah Koefisien 1 Perkerasan (Bangunan, dsb) 0.9 2 Aspal 0.85 3 Paving Block 0.3 4 Grass Block 0.2 5 Kerikil 0.2 6 Tanah (Rumput) 0.1 7 Muka Air 0.05

Sumber: Harvesting Rainwater For Landscape Use

Dari tabel diatas diperoleh rata-rata curah hujan selama 4 tahun, yaitu 12,33 inches dan coefisien runoff sebesar 0,90. Sehingga luas permukaan yang dibutuhkan untuk menangkap air hujan yaitu :

300826,1 = 12,33 x 0,623 x Luas Permukaan Penangkap x 0,90 300826,1 = 6,91 x Luas Permukaan Penangkap

Luas Permukaan Penangkap = 43534,9 ft2 = 4044,5 m2 ~ 4045 m2 (* 1 square feet / ft2 / kaki = 0,09290304 m2 )

• Luas permukaan penangkapan akan digunakan untuk menganalisa jumlah air hujan yang dapat ditangkap dan ditampung oleh luas permukaan penangkap diatas.

Tabel IV.2.10.7. Air Hujan Yang Dapat Ditangka Perbulan Dengan Luas Permukaan Penangkapan 43534,9 ft2 /4045 m2 Bulan Curah Hujan (Inches) Curah Hujan x 0,623 Luas Penangkap Hujan (ft2) Runoff Coeffi-sient Total Supply (Galon) Total Supply (Liter) Januari 11,57 7,21 43534,9 0,9 282497,97 1067842,33 Februari 15,27 9,51 43534,9 0,9 372615,21 1408485,50 Maret 15,55 9,69 43534,9 0,9 379667,86 1435144,51 April 13,13 8,18 43534,9 0,9 320503,93 1211504,85 Mei 13,89 8,65 43534,9 0,9 338919,19 1281114,54 Juni 10,35 6,45 43534,9 0,9 252720,09 955281,94 Juli 6,63 4,13 43534,9 0,9 161819,22 611676,65 Agustus 8,87 5,53 43534,9 0,9 216673,20 819024,69 September 12,62 7,86 43534,9 0,9 307965,88 1164111,03 Oktober 13,48 8,40 43534,9 0,9 329123,84 1244088,12 November 15,34 9,56 43534,9 0,9 374574,28 1415890,78 Desember 11,26 7,01 43534,9 0,9 274661,68 1038221,15 •

• Setelah mendapatkan hasil total air yang dapat ditampung setiap bulan, akan diuji apakah dengan luas permukaan penangkap 43534,9 ft2 / 4045 m2 dapat mencukupi air yang dapat digantikan oleh air setiap bulannya. Simulasi proyeksi akan dibuat selama 3 tahun kedepan.

Supply (in gallons) = Rainfall (inches) x 0.623 x Catchment Area (ft

2

) x

Runoff Coefficient

(8)

Tabel IV.2.10.8. Proyeksi 3 Tahun Daya Penyimpanan Air Hujan Untuk Memenuhi Kebutuhan Air TAHUN PERTAMA

Bulan Supply Kebutuhan Sisa Air Penyimpanan Dalam Tangki

Januari 282497,97 306595,89 -24097,92 -24097,92 Februari 372615,21 276925,32 95689,89 71591,97 Maret 379667,86 306595,89 73071,97 144663,94 April 320503,93 296705,7 23798,23 168462,12 Mei 338919,19 306595,89 32323,3 200785,47 Juni 252720,09 296705,7 -43985,61 156799,86 Juli 161819,22 306595,89 -144776,67 12023,19 Agustus 216673,20 306595,89 89922,69 101945,88 September 307965,88 296705,7 11260,18 113206,06 Oktober 329123,84 306595,89 22527,95 135734,01 November 374574,28 296705,7 77868,58 213602,59 Desember 274661,68 306595,89 -31934,21 181668,38 TAHUN KEDUA

Bulan Supply Kebutuhan Sisa Air Penyimpanan Dalam Tangki

Januari 282497,97 306595,89 -24097,92 157570,46 Februari 372615,21 276925,32 95689,89 253260,35 Maret 379667,86 306595,89 73071,97 326332,32 April 320503,93 296705,7 23798,23 350130,55 Mei 338919,19 306595,89 32323,3 382453,85 Juni 252720,09 296705,7 -43985,61 338468,24 Juli 161819,22 306595,89 -144776,67 193691,57 Agustus 216673,20 306595,89 89922,69 283614,26 September 307965,88 296705,7 11260,18 294874,44 Oktober 329123,84 306595,89 22527,95 317402,39 November 374574,28 296705,7 77868,58 395270,97 Desember 274661,68 306595,89 -31934,21 363336,76 TAHUN KETIGA

Bulan Supply Kebutuhan Sisa Air Penyimpanan Dalam Tangki

Januari 282497,97 306595,89 -24097,92 339238,84 Februari 372615,21 276925,32 95689,89 434928,73 Maret 379667,86 306595,89 73071,97 508000,7 April 320503,93 296705,7 23798,23 531798,93 Mei 338919,19 306595,89 32323,3 564122,23 Juni 252720,09 296705,7 -43985,61 520136,62 Juli 161819,22 306595,89 -144776,67 375359,95 Agustus 216673,20 306595,89 89922,69 465282,64 September 307965,88 296705,7 11260,18 476542,82 Oktober 329123,84 306595,89 22527,95 499070,77 November 374574,28 296705,7 77868,58 576939,35 Desember 274661,68 306595,89 -31934,21 545005,14

Tabel di atas merupakan simulasi data perhitungan penangkap air hujan berdasarkan kebutuhan air pada kompleks sekolah sepak bola selama satu tahun. Dari hasil analisis tersebut, pada tahun pertama bulan januari, supply air hujan tidak dapat mencukupi kebutuhan pada bulan tersebut. Untuk tahun kedua dan ketiga, penyimpanan air pada tahun sebelumnya dapat mencukupi kebutuhan air pada bulan Januari. Sehingga dapat dilihat, permasalahan air tidak mencukupi kebutuhan hanya terjadi pada bulan Januari tahun pertamam. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan alternatif sumber air yang kedua, yaitu dengan menggunakan air sungai. Air sungai yang digunakan akan disesuaikan dengan kebutuhan air yang diperlukan dan belum dapat tercukupi oleh air hujan, jumlah supply air sungai yang harus disediakan adalah sebesar 24097,92 galon ~ 91090,14 liter.

(9)

Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa penyimpanan dalam tangki paling besar adalah bulan Mei tahun ketiga. Dari kesimpulan tersebut, dapat dicari besaran bak penampung yang harus dibuat untuk dapat menampung air hujan, yaitu 466163,29 galon atau 2182 m3.

SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari hasil penelitian adalah:

• Pada tahun pertama bulan januari, supply air hujan tidak dapat mencukupi pada bulan tersebut.

• Bak penampung yang harus dibuat 2182 m3, berdasarkan penyimpanan paling besar, yaitu pada bulan Mei.

Dapat disimpulkan desain sekolah sepak bola di kawasan Sentul Bogor bersifat sustainable. Saran dari hasil penelitian adalah:

• Untuk memenuhi kebutuhan pada bulan januari, digunakan alternatif kedua yaitu dengan menggunakan air sungai atau air tanah.

• Perhitungan luasan yang tidak cukup pada atap sebagai area pengankap hujan dapat memanfaatkan permukaan lain pada bangunan seperti balkon dan green roof pada bangunan.

REFERENSI

Broadbent, Geoffrey. (1973). Design in Architecture: Architecture and The Human

Sciences. (Edisi 1). Newyork: John Wiley&Sons

Green Affrodable Housing Coalition. (2005). Rainwater Harvesting

Hanum, Farida. (2002). Proses Pengolahan Air Sungai Untuk Keperluan Air Minum.

Universitas Sumatera Utara

Harianto. (2001). Sekolah Sepak Bola di Surabaya. Universitas Kristen Petra. Surabaya

Juwana, Jimmy S. (2002). Panduan Sistem Bangunan Tinggi. Jakarta, Erlangga

Kencono, Tirto Wahyudi dkk. (2009). Akademi Sepak Bola di Surabaya. Universitas

Kristen Petra. Surabaya

Purwanta, Ketut Punia. (2011). Desain Interior TFA Football Training Centre. Institut

Seni Indonesia Denpasar

Ramadhani, Suci. Akademi Sepakbola Indonesia. Institut Teknologi Sepuluh November.

Surabaya

Said, Nusa I. Dwi, Heru. (1999). Teknologi Pengolahan Air Bersih Dengan Proses

Saringan Pasir Lambat “ Up Flow”

Steele, James. (1997). Sustainable Architecture. Principles, Paradigms, and Case Studies.

(Edisi 8). Newyork. Megraw-Hill.

RIWAYAT PENULIS

Fitriyah lahir di kota Jakarta pada 21 April 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di

Binus University, Jakarta dalam bidang arsitektur pada 2012.

Gambar

Tabel 1-1. Persentase Desa/Kelurahan yang Memiliki Lapangan dan     Memiliki Kelompok Kegiatan Sepakbola Menurut Provinsi, 2008
Gambar 1-1. Sekolah Sepak Bola Arsenal
Tabel 1-2. Standar Kebutuhan Air Rumah Tangga Per orang  Penggunaan Air  Galon  Liter  Persentase
Gambar 1-2. Curah Hujan Bogor
+3

Referensi

Dokumen terkait