• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Dosis Efektif Pada Pemeriksaan CT Scan Kepala Anak Dengan Software Indose CT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penentuan Dosis Efektif Pada Pemeriksaan CT Scan Kepala Anak Dengan Software Indose CT"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

| 113 Kappa Journal, Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Hamzanwadi, Desember 2019. Vol.3, No.2

Kappa Journal

Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Hamzanwadi

http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/kpj/index

Desember 2019 Vol.3, No.2. e-ISSN: 2549-2950

pp. 113-117 1

2 3

Penentuan

Dosis

Efektif

pada

Pemeriksaan

CT Scan

4

Kepala Anak dengan

Software Indosect

5

6

1Elshaday S.B Siregar, 2I Gusti Ngurah Sutapa, 3I Wayan Balik Sudarsana

7

1Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas

8

Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali, Indonesia 80361 9

2,3Fisika Medis, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar

10

Email Korespondensi: [email protected] 11

12

Article Info Abstract Article History

Received: October Revised: November Published: December

Determination of the Effective Dose on CT Scan for Children Head by using IndoseCT. CT Scan for head data for children have been processed by using a software name IndoseCT. CT Scan usually use for diagnose part of human body, but CT Scan for head is the most. Data processing was carried out with the IndoseCT software to obtain effective dose values. The highest effective dose value with contrast and non contrast received by 1 until 5 years old patients. Examination with contrast has an effective dose value of 1.29 mSv and for non contrast examination has an effective dose value od 1.16 mSv, meanwhile the lowest effective dose for examination with contrast received by 0 until 1 years old patients with value of 0.94 mSv and for non contrast examination of 0.9 mSv received by 16 until 18 years old patient.

Keywords

Head CT Scan, effective dose, software, IndoseCT

Informasi Artikel Abstrak Sejarah Artikel

Diterima: Oktober Direvisi: November Dipublikasi: Desember

Telah dilakukan pengolahan data berdasarkan hasil pemeriksaan CT Scan kepala untuk anak dengan software IndoseCT. Pemeriksaan CT Scan banyak digunakan untuk mendiagnosa bagian dalam tubuh manusia, tetapi yang paling banyak digunakan adalah CT Scan kepala. Pengolahan data menggunakan software IndoseCT untuk mendapatkan nilai dosis efektif. Nilai dosis efektif tertinggi untuk pemeriksaan dengan kontras dan tanpa kontras terdapat pada rentang usia 1 sampai 5 tahun. Untuk pemeriksaan dengan kontras adalah sebesar 1,29 mSv dan untuk pemeriksaan tanpa kontras adalah sebesar 1,16 mSv, sedangkan pasien yang memiliki nilai dosis efektif paling rendah pada pemeriksaan dengan kontras adalah pada pasien dengan rentang usia 0≤1 sebesar 0,94 mSv selanjutnya untuk pemeriksaan tanpa kontras sebesar 0,9 mSv pada pasien rentang usia 16 sampai 18 tahun.

Kata kunci

CT Scan kepala, dosis efektif, software, IndoseCT

Sitasi: Siregar, E.S.B., Sutapa, I.G.N., Sudarsana, I.W.B. (2019). Penentuan DosisEfektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala Anak dengan Software Indosect. Kappa Journal, Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Hamzanwadi. 3(2), 113 – 117

13

PENDAHULUAN 14

Computed Tomography Scan (CT Scan) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk 15

mendiagnosa penyakit pada bagian dalam tubuh manusia. CT Scan digunakan untuk 16

mengetahui ada tidaknya suatu kelainan pada tubuh. CT Scan mampu menggambarkan bagian 17

dalam tubuh manusia tanpa perlu melakukan operasi bedah. CT Scan dapat digunakan pada 18

berbagai jenis pemeriksaan seperti pemeriksaan kepala (head), rongga dada (thorax), rongga 19

perut (abdomen), dll. Namun pemeriksaan CT Scan kepala merupakan pemeriksaan yang 20

paling banyak dilakukan dengan CT Scan. Selain keunggulan dan manfaat yang didapatkan 21

dengan menggunakan CT Scan, perlu juga dilakukan penentuan dosis efektif yang diterima 22

oleh pasien (Silvia, 2013). 23

▸ Baca selengkapnya: cara yang paling efektif untuk melakukan pemeriksaan terhadap keretakannya adalah :

(2)

| 114 Kappa Journal, Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Hamzanwadi, Desember 2019. Vol.3, No.2

Pada penelitian sebelumnya oleh Misbahul Munir (2011), telah melakukan penelitian 25

menggunakan program imPACT untuk menghitung besarnya dosis efektif yang diterima 26

pasien secara keseluruhan dan organ-organ yang berada didalamnya. Hasil pengukuran 27

didapatkan organ- organ mendapatkan dosis radiasi yang cukup besar pada pemeriksaan CT 28

Scan Whole abdomen 3 fase sehingga faktor resiko yang diterima oleh organ tersebut semakin 29

tinggi. Penelitian lainnya oleh Lidya Sofiana (2012), telah melakukan penelitian yang 30

membahas pengaruh usia terhadap dosis efektif yang diterima pasien, dengan melakukan 31

perhitungan dosis efektif secara manual dan didapatkan hasil bahwa semakin besar nilai usia 32

maka semakin besar pula dosis efektif yang diterima pasien. Dari dua penelitian diatas 33

melakukan perhitungan dosis efektif untuk pasien pemeriksaan CT Scan, pada penelitian yang 34

dilakukan kali ini menggunakan objek, metode dan software untuk pengolahan data yang 35

berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan 36

kepala anak dengan software IndoseCT. 37

38

METODE 39

Pada penelitian ini menggunakan data pasien CT Scan kepala dengan batasan usia 0-18 tahun. 40

Data terdiri dari nilai CTDIvol (CT Dose Index Volume) dan DLP (Dose Length Product) serta

41

menggunakan data diameter efektif berdasarkan tetapan AAPM (American Association of 42

Physicists in Medicine) nomor 204. Data diolah menggunakan program IndoseCT untuk 43

mendapatkan nilai dosis efektif. Pengolahan data dilakukan dengan memasukkan data 44

perpasien dan dilakukan perhitungan sesuai keperluan (Anam,dkk,2016). 45

46

Secara umum, langkah-langkah pengolahan data adalah menginput usia pasien untuk 47

mendapatkan diameter efektif dan kemudian menginput data CTDIvol dan DLP untuk

48

mendapatkan nilai dosis efektif. Seperti terlihat pada gambar 1 untuk mencari diameter 49

efektif dan gambar 2 untuk mencari nilai dosis efektif: 50

51 52

Gambar 1. Langkah Pertama Mencari Diameter Efektif

53

Gambar 2. Langkah Kedua Mencari Nilai Dosis Efektif

(3)

| 115 Kappa Journal, Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Hamzanwadi, Desember 2019. Vol.3, No.2

1.4 1.29 1.2 1.16 1.23 1.11 1.09 1.1 1 0.94 0.91 0.9 0.8 0.6 0.4 0.2 0 0 ≤ 1 1−5 6−10 Usia (Tahun) 11−15 16−18 CT Kepala +C CT Kepala NC

HASIL DAN PEMBAHASAN 55

Hasil pengukuran dosis efektif didapat setelah dilakukan pengolahan data dengan IndoseCT. 56

Diperoleh hasil pengolahan data seperti pada tabel 1: 57

Tabel 1 Data Pasien CT Kepala Anak yang sudah diolah dengan IndoseCT 58

NO USIA

(Tahun)

JENIS

PEMERIKSAAN

HASIL CT-SCAN HASIL

IndoseCT +C (Dengan Contras) NC (Tanpa Contras) DLP (mGy*cm) CTDI Vol (mGy) Dosis Efektif Total (mSv) 1 0≤1 CT KPL +C 630,65 28,7 0,94 2 0≤1 CT KPL NC 620,9 27,08 0,91 3 1-5 CT KPL +C 974,1 31,9 1,29 4 1-5 CT KPL NC 829,8 31,9 1,16 5 6-10 CT KPL +C 870,15 35,1 1,11 6 11-15 CT KPL +C 1040,65 38,3 1,23 7 11-15 CT KPL NC 923 31,9 1,09 8 16-18 CT KPL +C 999,73 36,7 1,1 9 16-18 CT KPL NC 818,37 34,03 0,9 59

Dari hasil pengolahan data pasien CT Scan kepala anak (usia 0-18 tahun) menggunakan 60

IndoseCT dapat diketahui hubungan dosis efektif yang diterima dengan usia. Seperti pada 61

gambar 3 grafik hubungan dosis efektif dengan usia : 62 63 64 65 0 66 67 68 69

Gambar 3 Grafik Hubungan Dosis Efektif dengan Usia

70

Dari gambar 3 grafik hubungan dosis efektif dengan usia dapat diketahui bahwa pasien yang 71

menerima dosis efektif paling besar adalah pasien yang rentang usianya 1 sampai 5 tahun baik 72

pada pemeriksaan dengan kontras dan tanpa kontras. Untuk pemeriksaan dengan kontras pada 73

rentang usia 1 sampai 5 tahun adalah sebesar 1,29 mSv dan untuk pemeriksaan tanpa kontras 74

adalah sebesar 1,16 mSv, sedangkan pasien yang memiliki nilai dosis efektif paling rendah 75

pada pemeriksaan dengan kontras adalah pada pasien dengan rentang usia 0≤1 bernilai 0,94 76

mSv dan pada pemeriksaan tanpa kontras adalah pada rentang usia 16-18 tahun bernilai 0,9 77

mSv. Pada rentang usia 6-10 tahun pemeriksaan tanpa kontras tidak memiliki pasien sehingga 78

digantikan dengan angka 0. Dapat diketahui bahwa grafik hubungan dosis efektif dengan usia 79

tidak berbanding lurus maupun berbanding terbalik. 80 D o si s E fe kt if T o ta l ( m Sv)

(4)

| 116 Kappa Journal, Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Hamzanwadi, Desember 2019. Vol.3, No.2

Pada dasarnya hubungan dosis efektif yang seharusnya diterima pasien dengan usia adalah 81

berbanding lurus. Sehingga semakin tua usia maka semakin besar nilai dosis efektif yang 82

diterima. Hal ini dikarenakan semakin tua usia, maka semakin besar nilai diameter efektif dan 83

ini berdampak dengan dosis yang diberikan kepada pasien. Namun pada hasil laporan kali ini 84

diketahui bahwa nilai dosis efektif tertinggi dan terendah tidak berbanding lurus secara 85

keseluruhan. Ini dapat disebabkan oleh massa pasien dan banyaknya penyinaran. Ketika 86

seorang pasien yang kurang kooperatif maka proses penyinaran dapat terganggu dan 87

terkadang diperlukan penyinaran kembali untuk mendapatkan hasil pemeriksaan. Hasil 88

penelitian ini kurang sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya seperti pada penelitian oleh 89

Lidya Sofiana (2012) perihal semakin besar nilai usia maka semakin besar pula dosis efektif 90

yang diterima pasien. 91

92

KESIMPULAN 93

Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa dosis efektif memiliki 94

hubungan yang berbanding lurus dengan usia, yaitu semakin tua maka semakin besar nilai dosis 95

efektifnya. Selain itu dapat ditentukan nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan kepala 96

anak dengan software IndoseCT adalah 0,94 mSv untuk pemeriksaan dengan kontras dan 97

0,91 mSv untuk pemeriksaan tanpa kontras bagi pasien berusia 0 sampai 1 tahun, 1,29 mSv 98

untuk pemeriksaan dengan kontras dan 1,16 mSv untuk pemeriksaan tanpa kontras pasien 99

berusia 1 sampai 5 tahun, 1,11 mSv untuk pemeriksaan dengan kontras pasien berusia 6 100

sampai 10 tahun, 1,23 mSv untuk pemeriksaan dengan kontras dan 1,09 untuk pemeriksaan 101

tanpa kontras pasien berusia 11 sampai 15 tahun dan 1,1 mSv untuk pemeriksaan dengan 102

kontras dan 0,9 mSv untuk pemeriksaan tanpa kontras pasien berusia 16 sampai 18 tahun. 103

104

SARAN 105

Adapun saran yang bisa diberikan penulis yaitu dalam pemberian dosis radiasi untuk CT Scan 106

Kepala usia 0-18 tahun adalah agar dilakukan pengumpulan data yang lebih banyak sehingga 107

data akan lebih valid. Selain itu disarankan untuk menghitung dosis efektif dengan 2 aplikasi 108

sehingga dapat dilihat perbedaan nilai dosis efektif. Juga diharapkan diadakan pengkajian 109

kembali perihal pemberian dosis pada pasien sehingga dapat mengurangi resiko penyinaran 110

yang berlebihan. 111

112

UCAPAN TERIMA KASIH 113

Penulis berterimakasih kepada Tuhan YME, Direktur Utama RSUP Sanglah serta seluruh 114

karyawan RSUP Sanglah Denpasar yang sudah memberi kesempatan kepada peneliti untuk 115

melakukan penelitian dan semua pihak yang ikut terlibat untuk membantu terselesaikannya 116

jurnal ini. 117

DAFTAR PUSTAKA 118

Anam, dkk., 2016, IndoseCT Software for Calculating and Managing Radiation Dose of 119

Computed Tomography for an Individual Patient, Indonesia. 120

121

Silvia, dkk., 2013, Estimasi Nilai CTDI dan Dosis Efektif Pasien Bagian Head, Thorax dan 122

Abdomen Hasil Pemeriksaan CT Scan Merek Philips Briliance 6, Jurnal Fisika Unand, Vol.2, 123

No.2, Jurusan Fisika, Universitas Andalas, Padang. 124

Sofiana, Lidya,dkk, 2012, Estimasi Dosis Efektif Pada Pemeriksaan Multi Slice CT-Scan 125

Kepala dan Abdomen Berdasarkan Rekomendasi ICRP 103, Jurnal, Jurusan Fisika, Fakultas 126

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang. 127

Munir,Misbahul, 2011, Dosis Radiasi dan Faktor Resiko Pada Pemeriksaan Computed 128

Tomography Scan Whole Abdomen 3 Fase, Skripsi, Program Studi Fisika, Fakultas

129

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Jakarta. 130

(5)

| 117 Kappa Journal, Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Hamzanwadi, Desember 2019. Vol.3, No.2

Gambar

Gambar 1.  Langkah Pertama Mencari Diameter Efektif   53
Tabel 1 Data Pasien CT Kepala Anak yang sudah diolah dengan IndoseCT 58

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara hiperglikemia dengan kejadian stroke hemoragik pada pemeriksaan multi-slice CT- Scan kepala tanpa kontras.

“….media kontras yaitu obat atau zat untuk membedakan jaringan-jaringan disekitarnya ada kelainan atau tumor atau yang lainnya dapat terlihat terang atau gambaran

Resolusi kontras rendah yang sangat baik, karena (1) sinar yang sangat kolimasi digunakan untuk mengambil gambar potongan melintang pasien dan (2) detektor radiasi yang

Pemeriksaan CT Scan Thorax untuk pasien suspek covid-19 lebih bersifat skrining (diagnosa awal) dan pada pasien positif covid-19, pemeriksaan CT scan thorax dapat diulang

Multi Scan Average Dose (MSAD) merupakan metode pengukuran dosis radiasi yang dilakukan dengan menghitung dosis rerata dari profil dosis untuk beberapa scanning.. Dosis

Telah dilakukan penelitian penentuan dosis internal berbagai organ pada pemeriksaan bone scan dengan radiofarmaka 99 Tc m -MDP yang bertujuan untuk menentukan

5 mSv/tahunmata untuk kaki, tangan, kulit Tabel 3 Perbandingan Dosis Efektif kalkulasi Impact Scan dan Standar Internasional Kalkulasi Impact Scan ICRP 103 Kalkulasi Impact Scan

Dokumen ini membahas teknik pemeriksaan CT-Scan kepala pada pasien stroke, bao gồm các nguyên tắc chung, quy trình thực hiện và các lưu ý liên