i
PENGEMBANGAN KOSTUM TARI BERBASIS BAHAN
DAUR ULANG SUBTEMA TANAMAN BUNGA UNTUK
ANAK KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA
INDRALAYA SELATAN
SKRIPSI
Oleh
Ismy Nanda Juwita
Nomer Induk Mahasisiwa 06141281419024
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
iii
v
PRAKATA
Skripsi dengan judul “Pengembangan Kostum Tari Berbasis Bahan Daur Ulang Subtema Tanaman Bunga Untuk Anak Kelompok B di TK Negeri Pembina Indralaya Selatan” disusun untuk memenuhi salah satu syarat memeroleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwijaya. Dalam mewujudkan skripsi ini, penulis telah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.
Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Hasmalena, M.Pd. dan Dra. Yetty Rahelly, M.Pd. Ph.D. sebagai pembimbing atas segala bimbingan yang telah diberikan dalam penulisan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Sofendi, M.A., Ph.D., Dekan FKIP Unsri, Dr. Sri Sumarni, M.Pd, Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan, Dra, Syafdaningsih, M.Pd, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini yang telah memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi selama penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Dr. Sri Sumarni, M.Pd., Dra. Syafdaningsih, M.Pd., Dra. Rukiyah, M.Pd. sebagai anggota penguji yang telah memberikan sejumlah saran untuk perbaikan skripsi ini.
Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk pembelajaran bidang studi Pendidikan Anak Usia Dini dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Indralaya, Oktober 2018 Penulis,
Ismy Nanda Juwita
SUR SUR AT PER NYA TAA
vi
Halaman Persembahan Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillahirobbil’alamin..
Sujud syukurku kusembahkan kepada Allah SWT atas ridho-Nya dan Sholawat serta salam penulis kirimkan kepada Rosulluloh, sehingga sampai sekarang indahnya iman dan Islam masih terasa. Bantuan dari pihak pun, tak luput dalam penyelesaian tugas akhir ini, baik bantuan materi, spiritual, informasi motivasi. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya Kepada:
Kepada Ibunda dan Ayahanda Tercinta : Mamak ( Juratmi Meinar) dan bapak (Iskandarsyah) terima kasih telah menjadi orang tua terhebat dalam hidupku. Terima kasih atas kasih sayang, segala dukungan, dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat kubalas hanya dengan selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk mamak dan bapak bahagia karena kusadar, selama ini belum bisa berbuat yang lebih. Untuk mamak dan bapak yang selalu membuatku termotivasi dan selalu menyirami kasih syang, selalu mendoakanku, selalui menasihatiku menjadi lebih baik.
Terima kasih mamak... terima kasih bapak...
Kepada adik-adikku tersayang : Candra Feriansyah dan Diana Cahyani terima kasih atas segala doa, dukungan berupa moril maupun materil, canda, tawa dan macam-macam bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini
Kepada keluarga besarku: Iyekku (Alm.Harisun), Nyekku (Almh.Cik Idah), Eyangutiku (Almh.Sukinah), Eyangatungku (Alm.Sanumar), Sepupuku (Fani Septiani, Yeni, Rini, Anton, Asnadi), terima kasih atas dukungan berupa moril maupun materil dan yang selalu senantiasa memotivasi serta selalu mendoakan kelancaran studi hingga skripsi.
Keluarga besar TK Negeri Pembina Indralaya Selatan. Kepala Sekolah (Entiastiati, S.Pd) yang selalu membantu dan mempermudah segala urusan dalam penelitian ini, sudah bekerja keras dan sangat membantu saya dalam penelitian ini. Seluruh orang tua dan wali murid, terima kasih atas segala bantuan dan kerja sama kalian.
Kepada Dosen Pembimbing: Ibu Dra. Hasmalena, M.Pd dan Ibu Dra. Yetty Rahelly, M.Pd. Ph.D selaku pembimbing skripsi. Terima kasih telah membimbingku, memotivasiku, dan menginspirasiku selama masa studi di Universitas Sriwijaya.
Kepada Seluruh Dosen Pengajar di PG-PAUD yang telah memberikan banyak ilmu kepada saya selama menempuh pendidikan di PGPAUD FKIP Universitas Sriwijaya ini.
Ibu Kiki selaku admin prodi PG PAUD, terima kasih telah membantu dan mempermudah segala urusan administrasi.
SUR SUR AT PER NYA TAA
vii
To Ardiansyah are always present in each story in my life. Yang selalu senantiasa dalam memberikan dukungan, yang selalu senantiasa menguatkan dikala sedang terpuruk serta mengusahakan segala macam bantuan terkait penyelesaian skripsi ini. Terima kasih banyak atas semua yang telah dilakukan. Semua teman seangkatan PGPAUD 2014 atas waktu 4 tahun dengan semua
kenangan yang akan selalu tersimpan di memori. Almamater kebanggaanku, Universitas Sriwijaya.
Motto
“Masalah Akan Terasa Ringan Dengan Bersabar Dan Berlapang Dada”
SUR SUR
AT PER
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
HALAMAN PENGESAHAN...ii
HALAMAN PENGESAHAN OLEH PENGUJI...iii
HALAMAN PERYATAAN ...iv
PRAKATA ...v
HALAMAN PERSEMBAHAN ...vi
DAFTAR ISI ...vii
DAFTAR TABEL ...xi
DAFTAR LAMPIRAN ...xii
ABSTRAK ...xiii ABSTRACT ...xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang...1 1.2Permasalahan Penelitian ...4 1.3Tujuan Penelitian ...4 1.4Manfaat Penelitian ...5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini...6
2.1.1 Pengertian Anak Usia Dini...6
2.1.2 Fungsi Pendidikan Anak Usia Dini...6
2.1.3 Prinsip-prinsip Pendidikan Anak Usia Dini...7
2.1.4 Bidang Pengembangan pada Anak Usia Dini...8
2.2 Hakikat Kostum Tari...9
2.2.1 Pengertian Kostum Tari...9
2.2.2 Fungsi Kostum Tari...9
2.2.3 Jenis-jenis Kostum Tari...9
2.2.4 Manfaat Kostum Tari...10
2.2.5 Warna Kostum Tari...11
SUR SUR AT PER NYA TAA
ix
2.3 Hakikat Bahan Daur Ulang ... 11
2.3.1 Pengertian Bahan Daur Ulang ... 12
2.3.2 Proses Bahan Daur Ulang ... 12
2.3.2.1Manfaat Bahan Daur Ulang ... 12
2.3.2.2 Kekurangan dan kelebihan bahan daur ulang...12
2.4 Langkah-langkah membuat kostum tari berbasis bahan daur ulang ... 13
2.5 Penelitian pengembangan ... 14
2.6 Evaluasi pengembangan ... 14
2.7 Evaluasi kostum tari ... 14
2.8 Jenis-jenis evaluasi ... 17
2.9 Prosedur / Tahap-tahap evaluasi media ... 17
2.10 Hasil penelitian yang relevan ... 19
2.11 Kerangka berfikir ... 21
2.12 Hipotesis...22
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... .23
3.2 Subjek Penelitian ... .23
3.3 Lokasi dan Tempat Penelitian ... .23
3.4 Definisi oprasional variabel...23
3.5 Prosedur Penelitian ... .24 3.5.1 Tahap Perncanaan ... .24 3.5.2 Tahap Pengembangan ... .24 3.5.3 Tahap Evaluasi ... .24 3.5.3.1self evaluation...25 3.5.3.2expert review...25 3.5.3.3one-to-one evaluation...25
3.5.3.4small group evaluation...25
3.5.3.5Validasi...26
3.6 Teknik Pengumpulan Data ... .26
3.7 Teknik Analisis Data ... .28
3.7.1 Data proses pengembangan produk...28
3.7.2 Data kelayakan produk yang dihasilkan...30
SUR SUR
AT PER
x
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1Hasil Penelitian ...31
4.1.1 Hasil Tahapan perencanaan...31
4.1.2 Hasil Tahapan pengembangan...32
4.1.2.1Mengumpulkan desain kostum yang akan digunakan ...32
4.1.2.2Memilih komponen-komponen kostum tari …...32
4.1.2.3Membuat kostum tari dengan desain...33
4.1.2.4Menentukan tata letak...33
4.1.2.5Produksi prototipe...33
4.1.3 Hasil Tahap Evaluasi ...34
4.1.3.1 Expert review...34
4.1.3.2Hasil One-to-one Evaluation...36
4.1.3.3Hasil Tahap Small Group Evaluation...37
4.2 Pembahasan...38
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan...48
5.2 Saran...46
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Validasi Media...27
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Validasi Mater...27
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Observasi ...28
Tabel 3.4 Kategori Nilai Validasi...29
Tabel 3.5 Kategori Tingkat Kevalidan Kostum tari bahan daur ulang...29
Tabel 3.6 Kategori Nilai Hasil Observasi Anak...30
Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil penelitian validator...35
Tabel 4.2 Komentar Validator Pada Tahap Expert Review...35
Tabel 4.3 Data Observasi Anak Tahap One-to-one Evolution...36
xii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Rubrik Observai Penilaian Untuk Anak...51
Lampiran 2 Lembar Validasi Materi Kostum Tari ...53
Lampiran 3 Lembar Validasi Media Kostum Tari...56
Lampiran 4 Lembar Observasi Penilaian Anak One To One...59
Lampiran 5 Lembar Observasi Penilaian Anak Small Group...60
Lampiran 6 Hasil Penelitian Validator Materi...62
Lampiran 7 Hasil Penilaian Validator Desain...63
Lampiran 8 Rekapitulasi Hasil Penilaian validator...65
Lampiran 9 Pertanyaan Wawancara Dengan Kepala Sekolah...65
Lampiran 10 Dokumentasi Wawancara Dengan Kepala Sekolah...66
Lampiran 11 Dokumentasi Penelitian Tahap One To One...68
Lampiran 12 Dokumentasi Penelitian Tahap Small Group Evoluation...69
Lampiran 13 Pada TahapValidasi Expert Review...70
Lampiran 14 Usul Judul Skripsi...72
Lampiran 15 Surat Keputusan (SK) Pembimbing...73
Lampiran 16 Izin Penelitian dari DEKAN FKIP UNSRI...75
Lampiran 17 Surat Izin Penelitian dari DEPDIKNAS...76
Lampiran 18 Surat Keterangan Telah Menyelesaikan Penelitian...77
Lampiran 19 Kartu Bimbingan Skripsi...78
Lampiran 20 Kartu Bimbingan Validasi...84
Lampiran 21Rekapitulasi dan Bukti Perbaikan Makalah Seminar Hasil...88
xiii
ABSTRAK
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan kostum tari berbasis bahan daur ulang subtema tanaman bunga untuk anak kelompok B di TK Negeri Pembina Indralaya Selatan. Pengembangan ini menggunakan kombinasi model pengembangan Rowntree dan evaluasi Tessmer, model pengembangan Rowntree terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan, dan tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi dilakukan evaluasi formatif yang terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap self evaluation, expert review, one-to-one evaluation dan small group evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/wawancara dan observasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa pada tahap evaluasi expert review diperoleh rata-rata hasil penelitian kostum tari berbasis bahan daur ulang sebesar 3,82 (kategori sangat valid). Kevalidan media dapat dilihat dari hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media yang menyebutkan bahwa kostum tari berbasis bahan daur ulang nyaman untuk anak dan sesuai dengan kebutuhan anak. Tahap one-to-oneevaluation didapatkan rata-rata hasil penelitian sebesar 94 (kategori baik sekali). Tahap small group evaluation didapatkan rata-rata hasil penelitian sebesar 92 (kategori baik sekali). Dinyatakan bahwa kostum tari berbasis bahan daur ulang dapat dikatakan praktis dalam mengembangkan minat anak unruk melakukan kegiatan menari. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kostum tari berbasis bahan daur ulang berdasarkan subtema tanaman bunga dinyatakan valid dan praktis untuk anak kelompok B.
Kata-kata kunci : kostum tari, kostum tari berbasis bahan daur ulang, Pendidikan Anak Usia Dini
xiv
ABSTRACT
This development research aims to create recycled material based dance costumes for flower plants for children in group B in Pembina Indralaya Selatan Kindergarten. This development uses a combination of Rowntree development models and Tessmer evaluation, the Rowntree development model consists of three stages, namely the planning stage, the development phase, and the evaluation phase. In the evaluation phase a formative evaluation was carried out consisting of 4 stages, namely the stage of self evaluation, expert review, one-to-one evaluation and small group evaluation. Data collection techniques using questionnaires / interviews and observations. The results of the data analysis showed that at the expert review evaluation stage, the average results of the research on recycled material based dance costumes were 3.82 (very valid category). The validity of the media can be seen from the results of the validation carried out by material experts and media experts who stated that the recycled dance costumes were comfortable for children and in accordance with children’s needs. The one-to-one evaluation stage obtained an average of 94 research .results (very good category). The small group evaluation stage obtained an average of 92 research results (excellent category). So it Based on the results of the above was stated that recycled material-based dance costumes can be said to be practical in developing children’s interest in research, it can be concluded that the recycled dancing. material based dance costumes based on the subema of flower plants are declared valid and practical for children in group B.
Keywords : dance costume, dance based costumes of recycled materials, Early Childhood Education
1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Pendidikan Anak Usia Dini disebut dengan PAUD. PAUD adalah suatu lembaga yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal dan atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanakkanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau berbentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
Undang-Undang Sindiknas Nomor 20 tahun 2003 peraturan pemerintah tentang Pendidikan Anak Usia Dini Pasal 1 ayat 1. Dinyatakan bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini yang selanjutnya disebut PAUD adalah suatu yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut” Adapun tujuan dari pendidikan anak usia dini adalah untuk membantu dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri anak. PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentan usia 0-8 tahun. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut sebagai the golden age (usia emas).
Berbagai hasil penelitian menyimpulkan bahwa perkembangan yang diperoleh pada usia dini sangat mempengaruhi perkembangan anak pada tahap
berikutnya dan meningkatkan produktivitas kerja dimasa dewasa. Upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai berusia enam
tahun Perlu dipahami bahwa anak memiliki potensi untuk menjadi lebih baik dimasa mendatang, namun potensi tersebut hanya dapat berkembang manakala diberi rangsangan, bimbingan, bantuan dan perlakuan yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan. Pada awal perkembagannya, seorang anak dapat memanipulasi gerakan ataupun suara hanya dengan kemampuan pengamatan dan
2
pendengarannya. Anak belajar mencoba, meniru, berkreasi dan mengekspresikan diri sesuai dengan gayanya sendiri yang khas dan unik.
Anak usia dini (0-8 tahun) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa, Khususnya pada masa kanak-kanak awal. Keinginan anak untuk belajar menjadikan dia aktif dan eksploratif. Anak belajar dengan menggunakan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu, dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal yang lain untuk dipelajari, Lingkunganlah yang kadang menjadikan anak terhambat dalam mengembangkan kemampuan belajarnya. Bahkan seringkali lingkungan mematikan keinginan untuk berekplorasi (Trianto, 2014:5). Persoalan yang terjadi pada perkembangan selanjutnya daya kreatif anak semakin berkurang. Peraturan-peraturan yang tidak perlu, pola kebisaaan, pola penghargaan, dan pola asuh dewasa disekitar anak dapat menghambat daya kreativitas tersebut. Disekolah mereka tidak dapat lagi bebas memilih warna langit, bebas memilih posisi duduk, mereka tidak dapat belajar di halaman, menggambar benda-benda aneh taupun banyak bertanya. Banyak hal yang membuat daya kreativitas anak tereduksi.
Dengan potensi kreativitas alami yang dimilikinya, maka anak akan senantiasa membutuhkan aktifitas yang syarat dengan ide kreatif. Secara alami rasa ingin tahu dan keinginan untuk mempelajari sesuatu itu telah ada dan dikaruniakan Tuhan. Maka secara natural anak pun memiliki kemampuan untuk mempelajari sesuatu menurut caranya sendiri, Ketika kita membatasi cara mereka mempelajari sesuatu, maka otomatis kita telah menghambat mereka dalam memahami sesuatu yang lebih besar atau malah mungkin mematikan keinginan mereka untuk belajar sesuatu. Kreativitas yang memungkinkan kualitas hidupnya, dalam era pembangunan ini kesejahteraan, kejayaan masyarakat dan negara bergantung pada sumbangan kreatif, berupa ide baru, penemuan baru, dan teknologi baru untuk mencapai sikap, pemikiran, dan prilaku kreatif harus dipupuk sejak dini.
Menurut Munandar dalam Rachmawati (2014:36) Diperlukan adanya program-program pembelajaran yang akan tetap memelihara potensi kreatif anak, menekankan perlunya kreativitas dipupuk sejak dini. Dalam pendidikan anak usia
3
dini salah satu kegiatan yang dapat memelihara potensi kreatif anak yaitu kegiatan menari. Dengan menari anak dapat mengembangkan motorik dan mengeksplor gerakan-gerakan yang kreatif. Namun pada kenyataannya, di lapangan guru masih merasa keberatan dalam penyediaan kostum tari di lembaga TK, Karena untuk membuat atau hanya menyewa kostum tari lembaga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Peneliti memilih bahan daur ulang karena kostum tari yang sudah ada terlihat biasa saja, dengan menggunakan bahan daur ulang seperti plastik dan kain perca anak dapat lebih mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya sehingga anak menjadi pribadi yang lebih kreatif. Peneliti memilih kostum tari karena dalam penyediaan kostum tari di TK lembaga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membuat atau hanya menyewanya. Peneliti ingin guru TK agar lebih inovatif dalam penyediaan sarana di TK, Selama ini paradigma anak tentang sampah hanyalah membuangnya ketempat sampah, dibakar dan dibuang ke sungai. Namun hal ini tentu berdampak buruk terhadap limgkungan, maka untuk menghindari hal tersebut paradigma tersebut harus diubah dengan prinsip pengolahan sampah berbasis masyarakat, yaitu: Mengurangi (reduce), Menggunakan kembali (Reuse), Mendaur ulang (Recycle).
Berdasarkan hasil observasi atau pengamatan yang dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2017- 25 Desember 2017, peneliti telah mengamati sarana penyediaan kostum tari di TK Al-kautsar, TK IT Robbani, dan TK Negeri Pembina Indralaya Selatan. Hasil data yang diperoleh bahwa di dapatkan bahwa guru di TK Al-Kautsar tersebut mengatakan “seringkali kami memiliki kendala-kendala dalam penyediaan kostum tari dilembaga kami ini”. Kepala sekolah di TK IT Robbbani juga mengatakan “Kendala yang sering diresahkan seperti harga sewa kostum tari yang lumayan mahal sampai tidak adanya dana dalam pembuatan kostum tari, namun dengan minimnya dana guru tetap berusaha untuk melengkapi kostum tari untuk anak dengan menyewa ditempat-tempat dengan harga yang lebih murah”. Dan seperti yang disampaikan oleh kepala sekolah TK Pembina Indralaya Selatan “Kurangnya bahkan tidak adanya biaya untuk membeli kostum tari yang digunakan saat anak melakukan kegiatan anak menari”.
4
Hal ini yang mendorong peneliti untuk membuat kostum tari berbasis bahan daur ulang subtema tanaman bunga. Pemilihan kostum tari berbasis bahan daur ulang ini memberikan inovasi baru untuk guru dalam penyediaan kostum tari dilembaganya. Kostum tersebut dapat memudahkan guru dalam penyediaan kostum tari dengan harga yang relatif terjangkau. Kostum tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran pada anak usia dini.
Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Yuliani Nurani dengan judul “Pengembangan media daur ulang berbasis kecerdasan jamak dalam peningkatan keterampilan hidup anak usia dini” penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu model pengembangan media daur ulang berbasis kecerdasan jamak bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan, semua anak yang menjadi subjek penelitian adalah anak usia dini yang berusia 3-6 tahun yang belajar di Pos PAUD di DKI Jakarta. Data yang dibutuhkan dikumpulkan melalui kuesioner, catatan lapangan, dan asesmen perkembangan anak, data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan media daur ulang berbasis kecerdasan jamak dalam keterampilan hidup anak usia dini berhasil terbukti dengan meningkatnya keterampilan hidup anak usia dini yang belajar di Pos PAUD DKI Jakarta.
Berdasarkan analisis kebutuhan di atas, maka peneliti membuat inovasi yaitu menciptakan Kostum Tari Berbasis Bahan Daur Ulang Subtema Tanaman Bunga Untuk Anak Kelompok B di TK Negeri Pembina Indralaya Selatan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dikaji ialah:
1. bagaimana mengembangkan kostum tari berbasis bahan daur ulang subtema tanaman bunga untuk anak kelompok B di TK Negeri Pembina Indralaya Selatan yang valid ?
2. bagaimana mengembangkan kostum tari berbasis bahan daur ulang subtema tanaman bunga untuk anak kelompok B di TK Negeri Pembina Indralaya Selatan yang praktis ?
5
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penulis ini yaitu untuk menghasilkan: 1. Kostum Tari Berbasis Bahan Daur Ulang Subtema Tanaman Bunga Untuk Anak
Kelompok B di TK Negeri Pembina Indralaya Selatan yang valid.
2. Kostum Tari Berbasis Bahan Daur Ulang Subtema Tanaman Bunga Untuk Anak Kelompok B di TK Negeri Pembina Indralaya Selatan yang praktis.
1.4 Manfaat Hasil Penelitian
1) Manfaat bagi anak, yaitu melalui kostum tari bahan daur ulang ini anak akan tertarik untuk menggunakan kostum tari yang kreatif dan inovatif.
2) Manfaat bagi guru, yaitu desain ini diharapkan dapat bermanfaat bagi guru kelas dalam mengenalkan kepada anak bahwa bahan daur ulang berupa plastik bekas dan kain perca dapat dijadikan pakaian.
3) Manfaat bagi sekolah, yaitu hasil desain ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam upaya mengembangkan kreativitas guru untuk kemajuan sekolah dan sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan hasil daur ulang untuk masyarakat.
4) Manfaat bagi peneliti lain, yaitu menambah pengetahuan dan informasi mengenai kostum tari bahan daur ulang dan juga dapat dijadikan panduan ketika akan membuat laporan, proposal atau skripsi.
47
DAFTAR PUSTAKA
Agustiono, 2017. Prosedur penelitian. http://repository.ump.ac.id/1461/7/D-AFTAR%20PUSTAKA_IVAN%20ANGGARA%20P._MANAJEME N%2717.pdf. Diakses pada 23 maret 2018
Anwar dkk, 2014. Fungsi koatum tari. http://eprints.uny.ac.id/8409/3/ba-b%202%20-08519134014.pdf
Aziz, 2017. Strategi pembelajaran aktif anak usia dini. Yogyakarta: Kalimedia. Bustomi, 2014. Manfaat kostum tari.
file:///C:/Users/Asus/Downloads/18280-Article%20Text-37785-1-10-20171123.pdf. Diakses pada 3 Februari 2018
Daryanto, 2016. Kategori nilai hasil observasi. file:///C:/Users/Asus/-Downloads/88-1-191-1-10-20170710.pdf
DEPDIKNAS, 2016.
Fiah, 2017. Bimbingan dan konseling anak usia dini. Jakarta
Gustami, 2017. Prosedur Penelitian Pengembangan. Semarang: IKIP Semarang. Hamidin, 2014. Daur Ulang Sampah. Jakarta: Kencana.
Jazuli, 2015. Fungsi busana. https://media.neliti.com/media/publications/203078-fungsi-dan-penyajian-tarian-ratoh-duek-p.pdf
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Latif, Mukhtar, dkk. (2014). Orientasi Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Lestari, wahyu. 2015.Teknologi Rias Panggung.Semarang: IKIP Semarang. Mallisa, (2017). Metode Penelitian.
http://repository.unpas.ac.id/30050/6/8.%20-BAB%20III.pdf. Diakses pada 11 april 2018 Montolalu, 2014. Bermain dan permainan anak. Jakarta: UT
Mulyatiningsih, 2017. Model-model penelitian pengembangan. http://staff- new.uny.ac.id/upload/131808329/pengabdian/7cpengembangan-model-pembelajaran.pdf. Diakses pada 25 Januari 2018
48
Mutiara, 2015. Model Pengembangan. http://pasca.unila.ac.id/wpcontent/-uploads/2015/11/2..pdf . Diakses pada 11 januari 1018
Nelot, 2015. Kostun atau Busana. Jakarta: Gramedia.
Nurani, 2016. Pengembangan Media Daur Ulang Berbasis Kecerdasan Jamak dalam Peningkatan Keterampilan Hidup Anak Usia Dini. Jakarta: UNJ Jakarta.
Pedoman sarana PAUD tahun 2013
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repulik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan anak Usia Dini. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Pasal 61 Tahun 2018.
Punaji, 2014. Teknik pengumpulan data. file:///C:/Users/Asus/Downloads-/Teknik%20Pengumpulan%20Data.pdf. Diakses pada 25 mater 2018 Purwadilaga, 2014. Model Rowntree.
file:///C:/Users/Asus/Downloads/3433-7316-1-PB.pdf
Rachmawati, 2014. Manajement Sumber Daya Manusia.
Setyosari, 2015. Penelitian pengembangan. http://repo.iain-tulungagung.ac.id/-3027/3/BAB%20II.pdf. Diakses pada 5 februari 2018
Sudjana, 2017. Menghitung hasil validasi. Jakarta: Gramedia Sugiyono, 2015. Penelitian Pengembangan. Jakarta: Kencana
Sunarti, 2014. Data kelayakan produk yang dihasilkan. Jakarta: Bumi Aksara. Supriyatna, Atang danRama Sastra Negara. 2014.Pendidikan Seni Tari Untuk SM
P/MTs. jakarta. depdiknas.
Surtiretna, 2015Kostum atau Busana. Jakarta: Gramedia Suryani, 2016. Manfaat kostum tari. Yogyakarta: Kalimedia Suryodiningrat, 2014. Bahan daur ulang. Jakarta: Gramedia.
Syamsudin, 2014. Pengertian pendidikan anak usia dini. http://tesispendidi-kan.com/pengertian-pendidikan-anak-usia-dini/. Diakses pada 1 Januari 2018
49
Trianto. (2016). Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik. Jakarta: Kencana. Undang-undang sindiknas nomor 20 tahun 2003peraturan pemerintah tentang
pendidikan anak usia dini pasal 1 ayat 1.
Universitas Sriwijaya. (2017). Buku Pedoman Universitas Sriwijaya. Inderalaya: Universitas Sriwijaya.
Widjiningsih, 2014. Kostum Tari. http://eprints.uny.ac.id/5312/1/Wid-yabakti_Sabatari.pdf. Diakses pada 1 Jamuari 2018
Yus, 2014. Observasi penelitian. https://journal.unnes.ac.id/sju/index-.php/jpbsi/article/view/12727. Diakses pada 30 maret 2018