TENTANG
ROADMAP REFORMASI BIRO KRAS! KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2020-2024
Menimbang
Mengingat
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTER! AGAMA REPUBLIK INDONESIA,
a. bahwa untuk mewujudkan pelaksanaan reformasi birokrasi secara efektif, efisien, terukur, konsisten, terintegrasi, dan berkelanjutan, perlu disusun
Roadmap Reformasi Birokrasi Tahun 2020-2024 pada
Kementerian Agama;b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Agama tentang
Roadmap
Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2020-2024;1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 3. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang
Menetapkan
4. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 168);
5. Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1495);
6. Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2020-2024 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 680);
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2020 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2020-2024 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 441);
MEMUTUSKAN:
PERATURAN MENTER! AGAMA TENTANG
ROADMAP
REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2020-2024.Pasal 1
Roadmap Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2020-2024 merupakan dokumen rencana pelaksanaan kebijakan Reformasi Birokrasi Kementerian Agama pada program mikro melalui 8 (delapan) area perubahan dan 1 (satu) program percepatan
(quick wins)
untuk periode Tahun 2020-2024.Pasal 2
Roadmap Reformasi Birokrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 bertujuan agar terwujud birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang kapabel, dan pelayanan publik yang prima pada Kementerian Agama.
Pasal 3
(1 ) Roadmap Reformasi Birokrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 merupakan pedoman bagi satuan kerja dalam penyusunan program kerja dan pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada Kementerian Agama.
(2) Pelaksanaan Roadmap Reformasi Birokrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh Ketua Pelaksana Tim Reformasi Birokrasi.
Pasal 4
Roadmap Reformasi Birokrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri atas:
a. naras1 Roadmap Reformasi Birokrasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2020-2024 tercantum
dalam Lampiran I; dan
b. matriks Roadmap Reformasi Birokrasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2020-2024 tercantum
dalam Lam pi ran II,
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 5
N arasi Road Map Reformasi Birokrasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2020-2024 sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 huruf a terdiri atas: a. pendahuluan;
b. evaluasi capaian dan pelaksanaan reformasi birokrasi tahun 2015-2019;
c. analisis lingkungan strategis;
d. sasaran dan strategi pelaksanaan reformasi birokrasi tahun 2020-2024;
e. manaJemen pelaksanaan tahun 2020-2024; dan
f. penutup.
Pasal 6
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri 1n1 dengan penempatannya dalam Berita N egara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 N opember 2020
MENTER! AGAMA REPUBLIK IN DON ESIA, ttd
FACHRUL RAZI Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 30 N ovember 2020
DIREKTUR JEN DERAL
PERATURAN PERUN DAN G-UN DAN GAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MAN USIA REPUBLIK IN DON ESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA
BERITA N EGARA REPUBLIK IN DON ESIA TAHUN 2020 N OMOR 1404
·
�
=�
ai dengan aslinyaAgama RI
Kepal n.',,l,U'\:' Kerja Sama Luar N egeri, ,M. Si S1J
101989031001/
·Pu,,,,
---LAMPIRAN I
PERATURAN MENTER! AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2020
TENTANG
ROADMAP REFORMASI BIROKRASI
KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2020-2 024 ROADMAP REFORMASI BIROKRASI
KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2 02 0-2024
BAB I PENDAHULUAN
A. Tugas dan Fungsi Kementerian Agama
Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2 015 tentang Kementerian Agama merupakan perwujudan dari amanat Pasal 29 ayat (2)
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu." Berdasarkan Peraturan Presiden m1, Kementerian Agama
mengemban tugas untuk membantu Presiden dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang agama. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Kementerian Agama menjalankan fungsi:
1 . perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan masyarakat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, penyelenggaraan haji dan umrah, dan pendidikan agama dan keagamaan;
2 . koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi pada Kementerian Agama;
3 . pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama;
4. pengawasan atas pelaksanaan tugas pada Kementerian Agama;
5. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Agama di daerah;
6 . pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah;
7. pelaksanaan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan di bidang agama dan keagamaan;
9. pelaksanaan dukungan substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Agama.
Di era kemajuan teknologi infomasi yang semakin canggih dan dampaknya terhadap aspek kemanusiaan (dehumanissasi) , peran Kementerian Agama semakin strategis bagi pembangunan nasional untuk mewujudkan kehidupan yang maju dan berkarakter berdasarkan nilai- nilai ketuhanan, menumbuhkan spirit kebangsaan, serta budaya menebar manfaat dan kedamaian.
B. Sinergi Rencana Strategis dan
Roadmap
Reformasi BirokrasiPeraturan Menteri Agama N omor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2020-2024 menetapkan visi "Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong." Hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 yaitu "Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri,
dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong Royong."
Visi Kementerian Agama memiliki 6 (enam) poin penting yang menjadi kunci peneguhan komitmen bagi seluruh Aparatur Sipil N egara dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi Kementerian Agama tahap ketiga berdasarkan Peraturan Presiden N omor 81 Tahun 2010 ten tang
Grand Design
Reformasi Birokrasi N asional. Enarn kata kunci dalam Visi Kementerian Agarna, yaitu: Profesional, Andal, Saleh, Moderat, Cerdas, dan Unggul. Makna rnasing-masingkata kunci tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Profesional, artinya rnemiliki keahlian dan keterampilan yang rnernerlukan kepandaian khusus;
2 . Andal, artinya dapat dipercaya dalam menghasilkan produk yang berkualitas;
3 . Saleh, artinya taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah; 4. Moderat, artinya selalu rnenghindarkan perilaku atau
pengungkapan yang ekstrern dan berkecenderungan ke arah dimensi atau jalan tengah;
5. Cerdas, artinya sernpurna perkernbangan akal budinya (untuk berpikir, rnengerti, dan sebagainya) dan tajam pikiran; dan 6 . Unggul, artinya lebih tinggi (pandai, baik, cakap, kuat, awet,
dan sebagainya) daripada yang lain-lain.
Untuk rnencapai visi yang telah ditetapkan, Kernenterian Agarna rnerniliki rnisi sebagai berikut:
1. rneningkatkan kualitas kesalehan umat beragarna;
2 . rnernperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama;
3 . meningkatkan layanan keagamaan yang adil, rnudah dan rnerata;
5. meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan; dan 6 . memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance).
Misi Kementerian Agama di atas merupakan cerminan dan penyelarasan 9 (sembilan) Misi Presiden dan Wakil Presiden yaitu:
1. peningkatan kualitas manusia Indonesia;
2. struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing;
3 . pembangunan yang merata dan berkeadilan;
4. mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan;
5. kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa; 6 . penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat,
dan terpercaya;
7. perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga;
8. pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan tepercaya; dan
9. sinergi pemerintah daerah dalam kerangka N egara Kesatuan. Gambar 1 . 1
Misi Kementerian Agama
MISI PRESIDEN
Peningkalan kualilas moousia Indonesia,
Pembangumm yang me-rata da11 berkeadilan, Penlngkatan kualitas rnaoosla Indonesia:
Pangtlolaan pemcrinlahan y.ang bvrsih. ele-ktif. dan te lfl'C a:
Sumber: Renstra Kemenag 2020-2024
Dalam rangka mewujudkan Sasaran Strategis N asional melalui pembangunan bidang agama, Kementerian Agama menetapkan 6 (enam) Tujuan (T) dan telah dilengkapi dengan 13 Sasaran Strategis (SS) , yang merupakan kondisi yang ingin dicapai secara nyata oleh Kementerian Agama dalam 5 tahun ke depan.
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaiannya, setiap
Sasaran Strategis diukur dengan menggunakan Indikator Kinerja
Sasaran Strategis sebagai berikut:
Kode
Tabel 1.1.
Sasaran Strategis, Indikator Kinerja dan Target
Tahun 2024
--
-Sasaran Strategis
(SS)
--Indikator Kinerja
Satuan
Baseline2019
Target
2024
Tl. Peningkatan kualitas umat beragama dalam menjalankan ibadah ritual
dan social
SSl
Meningkatnya
Indeks kesalehan
Nilai
83,58
86,08
kualitas
umat beragama
Pemahaman dan
pengamalan ajaran
agama
T2. Peningkatan kualitas moderasi beragama dan kerukunan umat
beragama
S82
Meningkatnya
Indeks kerukunan
Nilai
73,83
75,80
moderasi beragama
umat beragama
dan kerukunan
umat beragama
S83
Meningkatnya
Indeks
Nilai
N/A
76,00
keselarasan
penerimaan
relasi agama dan
umat beragama
budaya
atas keragaman
budaya
T3. Peningkatan umat beragama yang menerima layanan keagamaan
S84
Meningkatnya
Indeks kepuasan
Nilai
77,28
84,00
kualitas
layanan KUA
pelayanan
kehidupan
beragama
Tingkat kepuasan
Nilai
N/A
80,00
layanan produk
halal
Indeks kepuasan
Nilai
85,91
86,00
layanan ibadah
haji
S85
Meningkatnya
Persen tase dana
Persen
49,70
55,00
pemanfaatan
sosial keagamaan
ekonomi
untuk mendukung
keagamaan umat
layanan
pendidikan dan
keagamaan
T4. Peningkatan peserta didik yang memperoleh l
ayanan pendidikan umum
Iberciri khas agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan
I
berkualitas
SS6 Meningkatnya Persentase siswa Persen I
kualitas di atas batas
pembelajaran dan kompetensi
pengajaran minimal dalam
Test Asesmen Kompetensi:
a. Literasi 55,30 61,20
b. Numerasi 22,30 20,10
Persentase siswa Persen di atas Batas Kompetensi Minimal dalam Test PISA: a. Membaca 44,62 49,80 b. Matematika 31,40 39,83 c. Sains 44,05 48,00
SS7 Meningkatnya APK RA/ Pratama Persen 9,40 14,00
kualitas Widya Pasraman/
pemerataan akses Taman Seminari/
pendidikan Nava Dhammasekha APK Persen 13,89 16,00 MI/Ula/SDTK/ Adhi Widya Pasraman APK Persen 24,37 26,20 MTs /Wustha/ SMPTK/ Madyama Widya Pasraman APK Persen 10,78 12,90 I I MA/Ulya/SMTK/
I
SMAK/Utama Widya Pasraman I APM Persen 12,02 12,60 : MI/Ula/SDTK/I
Adhi Widya Pasraman -APM Persen 21,38 22,60 MTs/Wustha/ SMPTK/ Madyama Widya Pasraman APM Persen 9,82 20,60 MA/Ulya/SMTK/ SMAK/Utama Widya PasramanAPK PTK/Ma'had Persen 5,29 7,35
I
Kode Sasaran Strategis (SS) Indikator Kinerja Satuan Baseline 2019 Target 2024
S88 Meningkatnya Rasio guru Nilai 25:1 15:1
pengelolaan dan terhadap siswa penempatan yang memenuhi
pendidik SNP
S89 Meningkatnya Persentase Persen 57 70
kualitas MI/Ula/
penjaminan mutu SDTK/ Adhi Widya pendidikan Pasraman yang
terakreditasi/B
Persen tase MTs / Persen 4 8 70
Wustha/ SMPTK/ Madyama Widya Pasraman yang terakreditasi / B Persentase Persen 44 70 MA/Ulya/ SMTK/SMAK/Uta ma Widya Pasraman yang terakreditasi / B Persentase PTK/ Persen 2, 16 60 Ma'had Aly yang
terakredi tasi
A/Unggul
SSlO Meningkatnya Indeks karakter Nilai 70,14 73
kualitas siswa
mental/karakter
siswa
TS. Peningkatan lulusan pendidikan yang produktif dan memiliki daya saing komparatif
SSll Menguatnya Persen tase PTK Persen 0,3 1 7,30
pendidikan tinggi yang memiliki yang berkualitas prodi/kelas
in ternasional Persentase Persen 27,28 lulusan PTK yang bekerj a dalam jangka waktu 1 tahun setelah kelulusan Persentase Persen 2,89 22 publikasi ilmiah di jurnal in ternasional
I
Persentase Persen 0,14 13 ,29 ! publikasi ilmiah di jurnalw
Kode Sasaran Strategis (SS) Indikator Kinerja Satuan
Baseline
2019 Target 2024internasional yang
disitasi
T6. Peningkatan budaya birokrasi pemerintahan yang bersih, melayani dan
responsive
8S12 Meningkatnya Predikat opini Opini WTP WTP kualitas tata kelola laporan keuangan
pemerintahan yang ef ektif, transparan
dan akuntabel
Nilai reformasi Indeks 75,04 82
birokrasi
S813 Meningkatnya Persentase Persen
N/A
90kualitas penelitian yang
penelitian dij adikan dasar pengem bang an kebijakan
(Policy
dan kebijakan
Paper)
Sumber: Renstra Kemenag 2020-2024
Gambaran sinergitas Rencana Strategis dengan
Roadmap
Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2020-2024 sebagai berikut:Gambar 1.2
Sinergitas Visi, Misi, dan
Roadmap
• • » �
Sinergi, Fokus, Prioritas, lmplementatif, dan Kolaboratif
8 Area Perubahan
Kepemimpinan & Profesionalisme SOM: lnternalisasi Lima Nilai Kemenag Dukungan Teknologi & lnformasi: e-government dan pelayanan publik
Tata Kelol Birokrasi: efekbf, efisien, transparan dan akuntabel
Keberlanjutan Reformasi Birokrasi Kementerian Agama yang sudah memasuki tahap ketiga ini memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan bidang agama pada era disrupsi. Pondasi penting untuk mewujudkan Reformasi Birokrasi sesuai sasaran yang diharapkan pada akhir 2024 adalah:
1 . Kepemimpinan dan profe sionalitas SDM berdasarkan internalisasi 5 ( lima) nilai Kementerian Agama.
2. Dukungan teknologi informasi untuk mewuj udkan E-Govemment
dan pelay anan publik y ang mudah, murah, dan cepat.
3 . Tat a kelola birokr asi yang efektif, efi sien, transparan, dan akunt abel.
C. Kebijakan Reformasi Birokrasi Kementerian Agama 2 02 0-2 024
Reformasi Birokrasi merupakan proses perubahan y ang dilaksan akan secara bertahap, sistematis, dan berkesinambungan. Proses panj ang tersebut menjadi pembelajaran organisasi dalam meny empurnakan setiap kebijakan y ang telah dilaksanakan pada seti ap periode y ang t el ah di lalui. Program Reformasi Birokrasi Kementeri an Agama pada tahu n 2 0 1 5-2 0 1 9 telah menghasilkan bany ak perubah an, baik tata kelola bi rokrasi maupun kualitas lay anan publik.
Reformasi Birokrasi y ang telah memasuki tahap ketiga ini dapat membentuk profi l birokrasi berkelas dunia (world class bureaucracy) y ang dicirikan dengan pelay anan publik y ang semakin
berkualitas dan tata kelola y ang semakin efektif dan efi sien.
Roadmap
ini disusun unt uk memberikan arah pelaksanaan Rencana Strategis Kementerian Agama khususny a y ang terkait program dukungan manaj emen, y aitu implementasi Reformasi Birokrasi sebagai kelanj utanRoadmap
Reformasi Birokrasi Kementerian Agama tahun 2 0 1 5-2 0 1 9.Setidakny a ada tiga hal y ang diperbaharui dal am
Roadmap
Tah un 2 02 0 -2 024, y ait u:l .
Roadmap
ini lebih menekankan hal-hal y ang bersifa t implementatif. Peny usunan strategi diarahkan untuk menjawab permasalahan konkrit y ang terjadi di lapangan;2 . program dan kegiatan didesain agar dapat dilaksanakan hingga satuan kerja paling rendah; dan
3 . analisis dilakukan secara komprehensif dan antisipatif sehingga didapatkan potret permasalahan, tantangan, dan kemajuan Reformasi Birokrasi y ang lebih utuh.
Roadmap
ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri N egar a Penday agunaan Aparatur N egara dan Reformasi Birokrasi N omor 2 0 Tahun 2 02 0 tentangRoadmap
Reformasi Bir okrasi 2 02 0-2024 dan mengacu kepada Peraturan Presiden N omor 81 Tahun 2 0 1 0 tentangGrand Design Reformasi Bi rokrasi 2 0 1 0-2025. Di namika pelaksanaan
dan capaian atas program dan kegiatan periode sebelumny a menjadi pertimbangan perbaikan dan peny empurnaan kebij akan dalam melaksanakan program-program Ref ormasi Birokrasi.
Beberapa aspek y ang bersifa t implementatif t elah dipot ret ketercapaianny a sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan
Roadmap
Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2 02 0 -2 024 y ang dilakukan melalui penataan/peny empurnaan/penguat an(delapan) area perubahan dan 1 (satu) program quick wins yaitu:.,.
1. Manajemen Perubahan, terutama peningkatan peran Agen Perubahan sebagai penggerak perubahan di unit-unit kerja;
2. Deregulasi Kebijakan, dalam bentuk harmonisasi peraturan peraturan internal untuk menunjang percepatan dan tingkat efektifitas kebijakan;
3. Penguatan dan Penataan Organisasi melalui penyederhanaan birokrasi (struktur organisasi yang tepat fungsi) berdasar hasil
assessment;
4. Penataan Sistem Manajemen SDM melalui pembinaan karier, peningkatan skill, dan
aparatur;
perbaikan sistem kualitas kinerja
5. Penataan Tata Laksana, melalui penyesuaian peta bisnis proses berdasar struktur kelembagaan hasil assessment dan penyusunan kebijakan terkait SPBE;
6. Penguatan Akuntabilitas, melalui penyusunan dan penyelarasan Rencana Strategis Kementerian Agama hingga Rencana Strategis level eselon II dan evaluasi secara berkala;
7. Penguatan Pengawasan, melalui peningkatan kapabilitas dan peran APIP untuk memperkuat pengawasan integritas, dan mengoptimalisasi upaya pembangunan zona integritas;
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, melalui penyusunan kebijakan pelayanan secara komprehensif; dan
9. Quick Wins.
D. Nilai-Nilai Kementerian Agama
Dalam rangka mewujudkan lembaga yang profesional dan andal dalam melaksanakan pem bangunan di bidang agama, Kementerian Agama menetapkan lima nilai dasar yang harus dipegang teguh oleh ASN pelaksana pembangunan. Nilai-nilai itu telah dikukuhkan melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 2019 ten tang Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama.
Gambar 1.3
Nilai, Kode Etik, dan Perilaku
Nilai, Kade Etik dan Perilaku Kementerian Agama
Nilai-nilai yang dimaksud adalah:
1 . Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Dalam keimanan dan ketakwaan terkandung makna Pegawai ASN mempunyai keyakinan, kesadaran, dan tanggung jawab sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Pelaksanaan nilai keimanan dan ketakwaan diwujudkan dalam kode etik dan perilaku sebagai berikut:
a. tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan sumpah/janji sumpah/ janji jabatan;
melanggar atau pegawai dan/ a tau
b. melaksanakan ibadah sesuru. dengan agama dan kepercayaannya masing-masing;
c. menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat; d. melaksanakan tugas kemanusiaan;
e. menumbuhkembangkan sikap saling menghormati dan
bekerj a sama antarpemeluk agama yang berbeda-beda;
f. membina kerukunan hidup beragama;
g. tidak bertindak diskriminatif;
h. tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain; dan
1. bersifat moderat dalam konteks moderasi beragama
sebagai bentuk pemahaman dan pengamalan untuk ke bersamaan umat.
2 . Integritas
Dalam nilai integritas terkandung makna bahwa dalam melaksanakan tugas secara baik dan benar, Pegawai ASN memiliki sikap dan tindakan yang mencerminkan keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Pelaksanaan nilai integritas diwujudkan dalam kode etik dan perilaku sebagai berikut:
a. bertekad dan berkemauan untuk berbuat baik dan benar serta berpikir positif, arif, dan bijaksana;
b. tidak melakukan tindakan yang merekayasa atau memanipulasi suatu keterangan, perintah, surat, dokumen, atau keadaan sehingga tidak sesuai dengan ke benaran yang seharusnya; dan
c. tidak menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan atau keistimewaan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.
3. Profesionalitas
Dalam nilai profesionalitas terkandung makna bahwa sikap dan perilaku pegawai ASN dalam melaksanakan tugas secara disiplin, kompeten, dan tepat waktu dengan hasil terbaik.
Pelaksanaan nilai profesionalitas diwujudkan dalam kode etik dan perilaku sebagai berikut:
a. memiliki komitmen kuat terhadap tugasnya serta berupaya
menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu;
b. bersikap berani mengakui kesalahan dan bersedia
menerima konsekuensi serta melakukan langkah-langkah
perbaikan dengan segera;
c. bersikap netral dan tidak memandang suku, agama, ras,
dan/ a tau golongan;
d. tidak menyampaikan informasi atau pendapat kepada
pihak di luar Kementerian Agama atas sesuatu hal yang
menjadi kewenangannya tanpa adanya perintah dari
pejabat yang berwenang;
e. tidak menggunakan kewenangan jabatan dan fasilitas
kantor, baik langsung maupun tidak langsung untuk
membantu anggota keluarga dekatnya mendapatkan
kontrak kerja sama dengan Kementerian Agama;
f. tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun dari pihak
yang melakukan transaksi atau pihak lain yang
berhubungan dengan Kementerian Agama;
g. tidak mempekerjakan atau merekomendasikan keluarga
dekatnya untuk bekerja di Kementerian Agama;
h. tidak memberi atau menerima hadiah, pinjaman, imbalan,
keringanan biaya, bantuan atau pelayanan dalam bentuk
dan kondisi apapun yang diketahui atau patut diduga
dapat memengaruhi pegawai ASN dalam melaksanakan
tugasnya; dan
1.
mengembangkan sikap patuh pada norma hokum dan
norma sosial serta memacu etos kerja, disiplin,
produktifitas, inovasi, dan rasa kesetiakawanan sosial.
4. Tanggung Jawab
Dalam nilai tanggung jawab terkandung makna bahwa sikap
dan perilaku pegawai ASN yang selalu berkomitmen
mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan
pribadi, pihak lain, dan/ atau golongan.
Pelaksanaan nilai tanggung jawab diwujudkan dalam kode etik
dan perilaku sebagai berikut:
a. mengutamakan tugas dan fungsi;
b. meningkatkan pengetahuan, keahlian, serta kemampuan
pribadi lainnya melalui berbagai sarana dan media yang
tersedia yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas;
c. melaksanakan tugas secara patut, tekun, dan perhatian
tertuju kepada pekerjaan sepenuhnya;
d. memelihara setiap aset/barang milik negara di
Kementerian Agama;
e. melaksanakan pekerjaan sesuai jam kerja;
f. tidak memberikan informasi yang dikategorikan sebagai
rahasia negara atau rahasia jabatan; dan
g. pelaksanaan tugas tidak dilakukan bersama orang atau lembaga yang dapat menimbulkan konflik kepentingan atau memengaruhi keputusan yang diambil.
5. Keteladanan
Dalam keteladanan terkandung makna perwujudan kualitas pribadi yang luhur dan terpuji dalam melaksanakan tugas dan kehidupan bermasyarakat sehingga dapat menjadi teladan bagi sesama pegawai ASN dan anggota masyarakat.
Pelaksanaan nilai keteladanan diwujudkan dalam kode etik dan perilaku se bagai berikut:
a. memiliki akhlak terpuji, memberikan pelayanan dengan sikap yang baik, ramah, dan adil;
b. tidak melakukan perbuatan tercela, baik menurut ajaran agama maupun norma sosial di masyarakat;
c. tidak berprasangka atau bias, baik dalam perkataan maupun perbuatan, terhadap orang lain tanpa alasan yang dapat dibenarkan;
d. bersikap ramah dan berperilaku sederhana serta menghindarkan diri dari kesan yang berlebihan; dan
e. bersahaja dan menjauhkan diri dari sifat terlalu membanggakan diri atau menyombongkan diri.
BAB II
CAPAIAN REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN A GAMA 201 5-2019
Reformasi Bi rokrasi merupakan upaya untuk memas ti kan terci ptanya perbai kan tata kelola pemeri ntahan s ebagai pras yarat utama pembangunan nasi onal. Dalam rangka memas ti kan pengelolaan Refo rmasi Bi rokrasi yang efekti f d an efisi en, pemeri ntah telah menetapkan rencana tata kelola refo rmasi bi rokrasi d alam d okumen perencanaan yang d apat di pahami d an di laks anakan oleh stakeholder berd as arkan Peraturan Presid en Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Bi rokrasi 2010-2025.
Berkenaan d engan hal di atas , Kementeri an Agama telah mel aks anakan Refo rmasi Bi rokrasi yang di mulai pad a Tahun 2010 s ejak di canangkan oleh Pemeri ntah, d engan di tempatkannya Reformasi Bi rokrasi s ebagai agend a pembangunan nasi onal, terutama d alam
membangun tata kelola pemeri ntahan yang bersi h, efekti f, d emokratis d an terpercaya.
Li ngkup pelaks anaan Reformasi Bi rokrasi di Kementeri an Agama mengacu pad a 8 (d elapan) area perubahan, yai tu:
1. Manajemen Perubahan, d engan s as aran terwujud nya bi rokrasi d engan i ntegri tas d an ki nerj a yang ti nggi ( pola pi ki r d an bud aya
kerja aparatur) ;
2 . Penataan Peraturan Perund ang-und angan, d engan s as aran terwujud nya regulasi yang lebi h terti b, tid ak tumpang ti ndi h, d an kond usi f;
3 . Penataan d an Penguatan Organis asi , d engan s as aran terwujud nya organis asi yang tepat fungsi d an tepat ukuran (right sizing) ;
4. Penataan Tata Laks ana, d engan s as aran terwujud nya sis tem, pros es , d an pros ed ur kerja yang jelas , efisi en, efekti f, terukur, d an s es uai d engan pri nsi p-pri nsi p good governance;
5. Penataan Sis tem Manajemen SDM, d engan s as aran ter wujud nya SDM aparatur yang beri ntegri tas , kompeten, profesi onal, berki nerja ti nggi, d an s ejahtera;
6.
7 . 8.
Penguatan Akuntabi li tas, d engan s as aran meni ngkatnya kapasi tas d an akuntabi li tas ki nerj a bi rokrasi ;
Penguatan Pengawas an, d engan penyel enggaraan pemeri ntahan yang kolusi , d an nepotis me; d an
s as aran meni ngkatnya bersi h d an bebas korupsi ,
Peni ngkatan Kuali tas Pelayanan Publi k, d engan s as aran terwujud nya pelayanan pri ma s es uai kebutuhan d an harapan mas yarakat.
A. Up aya Pen ing katan Imp lemen tasi R eformasi Birokrasi
Pelaksan aan 8 ( delap an ) area p er ubahan di Kemen terian Ag ama terutama dilakukan melalui p eng uatan p ada berbag ai keg iatan dukung an man aj emen p ada un it eselon I p usat dan satuan kerja daer ah. Adap un up aya yang sudah di lakukan oleh Kemen terian Ag ama selama tahap kedua (201 5-2019) an tara lain:
1. M an ajemen Per ubahan
Kon di si Cap aian
Area Up aya
2015 2019
M anajemen 1. Pola p ikir dan 1. ln tern alisasi n ilai- Tercipt an ya Per ubahan budaya kerj a n ilai budaya kerj a p er ubahan
belum op timal Kern en terian p ola p ikir dan
Ag ama p ada budaya ker ja setiap keg iatan
ASN
2 . Terbitn ya Kode
Etik dan Kode Per ilaku Peg awai Kemen ag
2. M asih 1. M emp er ban yak M asih ada terdap at jumlah Ag en sedikit resisten si Perubahan yang resisten si
yang besar mamp u menj adi ter hadap ter hadap influencer dalam p erubahan
p er ubahan p elaksan aan RB
3 . Pelaksan aan 1 . Terbi tn ya Pelaksan aan
RB belum Pedoman RB RB sudah sep en uhn ya p ada Kemen ag sebag ian besar
dip ahami 2 . M embangun dil aksan akan
secara ap li kasi oleh satker
men yeluruh p el ap oran RB/ ZI baik p usat
3 . Pembin aan dan maup un Pen damp ing an daer ah RB p ada Satker
4. Kur angn ya 1. Terbitn ya Pi mp in an
komitmen Pedoman RB men jadi p imp in an p ada Kemen ag p engarah dan
dalam 2. Pemben tukan Tim p en angg ung p en era p an RB Satker yang j awab dalam
r efor masi meli batkan p ara p elaksan aan
Peta Persebaran Agen Perubahan Kementeri an Agama
TERDAPAT 521 AGEN PERUBAHAN
PADA 34 PROVINS!
SOURCE : UPDATE DATA PER TANGGAI. 25 AGUSTUS 2020
Agen Perubahan Kementeri an Agama per tanggal 20 Agustus 2020 sebanyak 521 orang yang tersebar di seluruh provi nsi. Kehadi ran mereka telah memberi kan kontri busi terhadap program Ref ormasi Bi rokrasi, khususnya area manajemen perubahan berupa i novasi di
satuan kerj a masi ng-masi ng.
Atas upaya tersebut, capai an area Manjemen Perubahan selama li ma tahun terakhi r (2015-2019) sebagai mana grafi k beri kut.
Grafi k 2 . 1
Capai an Area Manaj emen Perubahan 201 5-201 9
4,5 3,87 3,96 3,97 4,09 4 3,5 2,
✓
3 2,5 2 1 ,5 0,5 0 201 5 201 6 201 7 2018 2019D alam rangka koordi nasi dan evaluasi Pelaksanaan Reformasi Bi rokrasi di seluruh satuan kerja pada Kementeri an Agama, telah di selenggarakan Rapat Koordi nasi Reformasi Bi rokrasi Kementeri an Agama Ti ngkat N asi onal Tahun 2017 pada tanggal 1 1-13 Apri l 2017 di Jakarta.
Rakor Refor masi Bir okr asi dimpin langsung oleh Menter i Agama sebagai bentuk komitmen pimpinan dalam melaksanakan r efor masi bir okasi yang dihadir i selur uh pej abat eselon I dan eselon II. Hadir dalam kegiatan ter sebut Menter i Keuangan dan Menter i Pendayagunaan Apar atur Negar a dan Refor masi Bir okr asi untuk menyampaikan knowledge sharing implementasi Refor masi Bir okr asi pada instansi masing- masing.
2 . Penataan Per atur an Per undang-undangan
Ar ea Kondisi 2015 Upaya Capaian 2019
Penataan
1 .
Identifi kasi 1 . Pelaksanaan pr ogr am I den tifikasiPer atur an dan analisis pr ior itas penyusunan dan analisis
Per undang- ter hadap per atur an per undang- ter hadap
undanga n per atura n undangan yang tidak per atur an
per undang- har monis / sinkr on / peru ndanga n
undangan ber sifa t menghambat sudah
belum dilakukan
menyelur uh sec ar a
menyeluruh 2. Evaluasi atas 1. Ter bitnya KMA
777
Evaluasi ataspelaksa naan Tahun 2016 tentang pelaksanaan
sistem Pedoman Penyusunan sistem
pengenda lian Keputusan dan pengendalian
penyu sunan Instr umen Hukum penyusunan
per atur an Lainnya per atur an
belum 2. PMA 40 Tahun 2016 dilakukan dilakukan tentang Tata Car a sec ar a seca ra Pembentukan elektr onik ber kala Per atur an Menter i
pada Kementer ian Agama
Dalam upaya akseler asi dan har monisasi hukum, Kementer ian Agama telah melakukan kaj ian dan penyempur naan r egulasi bidang keagamaan ber dasar kan Undang- Undang Nomor 1 2 tahun 201 1 Tentang Pembentukan Per atur an Per undang- Undangan yang ber tuj uan untuk meningkatkan efektivitas dan akur asi kebij akan ter hadap kebutuhan publik.
Grafi k 2.2
Capai an Area Penataan Peraturan
Perundang-undangan 2015-2019 4. 3,5 3,34 3,34 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 2015 2016 20 1 7 2018
3 . Penataan dan Penguatan Organi sasi Urai an Kondi si 201 5 Upay a
Penataan Evaluasi untuk Pelaksanaan
dan meni lai anali si s dan
Penguatan ketepatan evaluasi
Organi sasi fungsi , terhadap
ketepatan ketepatan fungsi ,
ukuran ketepatan
organi sasi dan ukuran
dupli kasi fungsi organi sasi dan
serta tumpeng dupli ksi fungsi
ti ndi h fungsi serta tum peng
dengan i nstansi ti ndi h fungsi lai n baru y ang
di lakukan pada menghasi lkan se bagi an keci l perubahan uni t kerj a struktur
organi sasi pada satuan kerj a/ UPT Kementeri an Agama 3,34 201.9 Capai an 2019 Evaluasi untuk menilai ketepatan fungsi , ketepatan ukuran
organi sasi dan
dupli kasi fungsi serta tumpeng
ti ndi h fungsi
dengan i nstansi lai n baru
dil akukan pada se bagi an besar uni t kerj a
Kementeri an Agama j uga telah melakukan penataan organi sasi sebagai bentuk ti ndak lanj ut terhadap vi si dan mi si Presi den terkai t peny ederhanaan bi rokrasi dan pengembangan SOM.
Atas upay a tersebut, capai an area Penataan dan Penguatan Organi sasi selama li ma tahun terakhir (2015-2019 ) sebagai mana
Grafi k 2 .3
Cap aian Area Penataan dan Penguatan Organisasi 2015-2019 3,05 3 2,95 2,9 2,85 2,82 2,82 2,82 2,8 2,75 2,7 201 5 2016
4 . Penataan Tata Laksana
Area Kondisi 2015
Penataan Peta p roses bisnis
Tata Kemenag belum
L aksana ditetap kan
SOP yang ada
belum seluruhnya selaras dengan Proses Bisni s Kemenag SOP belum dilakukan evaluasi secara berkala Sudah dilakukan i mp lementasi e-government namun belum ter inte gr asi
201 7 2018 Up aya Penerbitan KMA 270 Tahun 2016 dan mendorong p enyusunan p eta p roses bisnis p ada seluruh satker
M engiden tifi kasi kebut uhan SOP berdasarkan p eta p roses bisni s Melakukan p endampi ngan dalam p enyusunan, p enerap an, evaluasi dan p enyemp urnaan SOP P rogram Mora
One Search telah
dilakukan p ada l ayanan
kepe gaw aian,
keuangan, keagamaan dll 2,99 2019 Cap aian 2019 Se bagian besar satuan kerja telah memi liki
Peta Proses Bisni s SOP yang menggambarkan Peta Proses Bisnis SOP telah di evaluasi secara berkala (semester) Integrasi data p ada be berap a layanan
w
�
--Area Kondisi 201 5 Upaya Capaian 201 9
M onev M elakukan M onev sudah
pelaksanaan konsultasi dan dil akukan kebijakan pendampingan secara berkala informasi publik pada satker (semester) dilakukan secara pelaksana
tidak berkala kebijakan
informasi publ ik
Survei pelayanan Bekerj a sama Publikasi hasil
baru dilakukan dengan lem baga survei eksternal hanya pada satu survei dan internal layanan independen pada seluruh
( pelayanan haji) layanan
Salah satu capaian area perubahan penataan tata laksana adalah terbitnya Keputusan M enteri Agama Nomor 270 Tahun 2016 tentang Peta Proses Bisnis Kementerian Agama. Dokumen Peta Proses Bisnis ini disusun untuk menggambarkan tata hubungan kerj a yang efe ktif dan efi sien antarunit organisasi pada Kementerian Agama.
-_,,..---...,,
(
P£MiR11'T�'t, �
'---_.,.-·
Peta Proses Bisnis Kementerian Agama PETA PROSES BISNIS
KEMENTERIAN AGAMA PEHll«;ICATAHIM\J I o...NOII.YAs.-JHG I PENDICll<AN n::oo' 1 �-.J p=� I �;.10 I PEM� LJ p��
• SISTEM INFORMASI PEIAYAIW<
:J
lAY.,... HUIOJM. PE-IIMNG,\NI IMMlfMfN IW<
I
'"""= -
I IDMINISTM$1 -II
lAYAIW<l)'JIKE�U"'5AN._j ________ ...,.. _
_,T�
l<EBUAKAH ,-,1·✓--...\ IMSYAMl<AT I ' ----✓• ... ---1" \ P64lRftffM I '· .,,./ ,.,,.---..__' P<WQJUSA>W \ \ � ,· '· ...... OJ,.,.,,.,�•'Kementerian Agama juga memperoleh penghargaan sebagai instansi yang menerapkan keterbukaan informasi badan publik dari Komisi Inf ormasi Pusat (KIP) Tahun 2018. Penghargaan disampaikan langsung oleh Ketua KIP Gede N arayan, yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Hasil penilaian yang dilakukan KIP menunjukkan bahwa baru 3,26 persen atau 1 5 lembaga yang berada dalam kategori informatif. Sementara 6 5,87 persen atau 303 badan publik di Indonesia masih dalam kategori tidak informatif.
Kementeri an Agama telah mengembangkan Apli kasi e- Data sebagai upay a untuk mengi ntegrasi kan data y ang mudah dan cepat di akses. Pengembangan apli kasi i ni untuk menunjang bagi pembuat kebi jakan
berdasarkan data y ang vali d dan dapat di pertanggungjawabkan kepada publi k.
Dashboard Apli kasi e- Data Kementeri an Agama
Rckopnulasi Pos!St J.lmaah
-
...
· -
..
,..,.. g l:CI Cl ·""Atas upay a tersebut, capai an area Penataan Tata Laksana selama li ma tahun terakhi r (2015-201 9) sebagai mana grafi k beri kut.
Grafi k 2 . 4
Capai an Area Penataan dan Penguatan Organi sasi 2015-2019 4 3,47 3,53 3,5 2,96 3
,o,:._---3 2,5 2 1 , 5 1 0,5 0 2015 2016 201 7 2018
5 . Penataan Si stem Manajemen Sumber Day a Manusi a
--
--Area Kondi si 2015 Upay a
Penataan B elum Terbi tny a SE Sekjen
Si stem melaksanakan Nomor:
Manajemen asesmen pada SJ /B .11 / 4. b/Kp.02,3
Sumber ASN Kemenag /0353 1 /2015
3, 59 201 9 Capai an 2019 Asesmen telah di lakukan seluruhy a untuk jabatan Pi mpi nan
-Area Kondisi 2015 Upaya Capaian 2019
Daya Tanggal 14 April Tinggi,
Manusia 2015 tentang Administrator
Pemberitahuan dan Pengawas
Pelaksanaan Asesmen Kompetensi per 1 April 2015 untuk rekruitmen, pengangkatan, p[enempatan dan
promosi pada jabatan
Administrator, Pengawas dan Fungsional. Dikuatkan PMA nomor 1 Tahun 2020 tentang Kompetensi ASN Kementerian Agama
Monev pasca Mengusulkan jenis- Rumusan
diklat pegawai jenis kediklatan kurikulum diklat berbasis berbasis kompetensi berbasis
kompetensi pada Pusdiklat kompetensi
belum dilakukan
Penilaian Pengembangan Aplikasi presensi.
kinerja individu aplikasi presensi kemenag.go.id
belum absen yang memuat
mendukung rincian pekerjaan
kinerja harian
organisasi
Capaian Menyusun Draf PMA
kinerja individu instrument dan pengelolaan
belum pengembangan manajemen
dijadikan dasar aplikasi e kinerja kinerja ASN
pembayaran Kemenag
tukin
Reward pada Menyusun regulasi Pen eta pan
belum standar dan prosedur Juknis
diberikan pemberian reward pemberian
kepada
ASN
reward ASN yangpegawa1 yang berprestasi pada
berprestasi Satker
-
---Dalam rangka meningkatkan profesionalisme ASN, Kementerian Agama telah mengangkat jabatan fungsional yang tersebar di satuan kerja seluruh Indonesia untuk mendorong produktifitas kinerja dan daya saing organisasi.
Capaian area Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia selama lima tahun terakhir (20 1 5-20 1 9) sebagaimana grafik berikut.
Grafik 2.5
Capaian Area Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia 20 1 5-20 1 9 1 3 12,8 12,6 12,4 12,2 1 2 1 1 ,8 1 1 ,6 1 1 ,4 1 1 , 2 1 1 201 5 201 6 6. Penguatan Akuntabilitas Area Penguatan Akuntabilitas Kondisi 20 1 5 Keterlibatan pimpinan belum optimal pada saat penyusunan Renstra dan Perjanjian Kinerja Peningkatan Kapasitas SDM di bidang akuntabilitas kinerja belum dilakukan secara optimal
-
- -
--12, 77 ---1 ....: 2,69 2017 201 8 2019 Upaya Capaian 2019 1 . Penyediaan 1 . KMA Nomorregulasi yang di 1 052 Tahun dalamnya 20 19 ten tang
terdapat klausul Pedoman
mewajibkan Penyusunan
keterlibatan Rencana
pimpinan dalam Strategis
menyusun 2 . KMA Nomor 702
Renstra dan Tahun 2016
perjanjian tentang
kinerja pedoman
2. Peningkatan perJanJ1an
kornitmen kinerja,
Pimpinan dalam pelaporan
penandatangan kinerja dan tata an perjanjian cara review atas
kinerja laporan kinerja
pada Kemenag Melaksanakan Nilai SAKIP pada
diklat bagi Satker meningkat
Area Kondi si 2015 Upaya Capai an 2019
Capai an I mplementasi Laporan
aku n ta bili tas regulasi terkai t pelaksanaan
ki nerja dengan evalu asi capai an organi sasi perjanji an ki nerja sat ker
belu m di ki nerja, secara berkala
evalu asi secara pelaporan (t ri wu lan) berkala ki nerja dan tata
cara revi ew atas laporan ki nerja
pada Kemenag
Dal am li ma t ahu n terakhi r, opi ni l aporan keu angan Kementeri an Agama mendapat kan cat atan membai k dari Badan Pemeri ksa Keu angan (BPK) . Dari semu la mendapatkan opi ni Waj ar Tanpa Pengecu ali an Dengan Paragraf Penjelasan (WTP DPP) pada 2014,
dal am ti ga tahu n terakhi r mendapatkan opi ni WTP (Wajar Tanpa Pengecu ali an) .
Pencapai an opi ni WTP berkontri bu si besar bagi nai knya ni lai i ndeks Reformasi Bi rokrasi yang kemu di an dii kuti dengan nai knya tu njangan
ki nerja pegawai.
Perkembangan Perol ehan Opi ni Laporan Keu angan Kementeri an Agama Akrual
2011
'
2013
WTP-
WDP-OPP
2012
DPP
2014
WTP-
'
WTP-OPP
DPP
Selai n mewu ju dkan t ransparansi dan aku ntabilit as melalui laporan keu angan, dalam pengelolaan aset, Kement eri an Agama ju ga mendapt kan Award Barang Mili k N egara (BMN) peri ngkat kedu a terbai k u ntu k serti fi kasi BMN dengan kategori kementeri an/lembaga dengan 100 satker lebi h dalam acara Rakernas Laporan Keu angan Tahu n 2019 yang dil aksanakan oleh Kementeri an Keu angan.
Atas u paya tersebu t, capai an area Pengu atan Aku ntabi li tas sel ama li ma t ahu n terakhi r (2015-2019) sebagai mana grafi k beri ku t.
Grafik 2.6
Capaian Area Penguatan Akuntabilitas 20 1 5-20 19 5 4,5 3,89 4,08 4,35 4,42 4 3,5 3 2,5 2 1 ,5 0,5 0 201 5 2016 201 7 2018 201 9 7. Penguatan Pengawasan
Area Kondisi 20 1 5 Upaya Capaian 20 19
Penguatan Kementerian Menyusun Kernen terian
Pengawasan Agama belum regulasi terkait Agama telah
melakukan dengan melakukan
evaluasi penanganan evaluasi
kebijakan secara gratifikasi, kebijakan secara
berkala terhadap pengaduan berkala terhadap
penanganan masyarakat, penanganan
gratifikasi, WBS, dan gra tifikasi,
pengaduan benturan pengaduan
masyarakat, kepentingan masyarakat,
Whistle Blowing Whistle Blowing
System dan System dan
penanganan penanganan
benturan benturan
kepentingan kepentingan
Belum ada Menerbitkan 1 0 satker
satker Kemenag KMA 1 86 Tahun Kemenag telah yang berhasil 2016 tentang berhasil
mendapatkan Pedoman mendapatkan
predikat WBK Pembangunan predikat WBK
dan WBBM Zona Integritas
pada Kemenag
Melakukan
pendampingan
dan pembinaan pada satker yang memenuhi
kriteria WBK dan WBBM
Pad a tahun 2018, Kementeri an Agama merai h ti ga Anugerah Zona l ntegri tas Menuju Wi layah Bebas Koru psi (WBK) tahun 2018 cl an satu Anugerah Pelopor Perubahan Pembangunan Zona Integri tas Menuju Wi layah Bebas Korupsi d ari Kementeri an Pend ayagunaan Aparatur
Negara Refo rmasi Bi rokrasi .
Anugerah Zona Integri tas Menuj u WBK Tahun 2018 yang merupakan rangkai an d ari puncak Hari Anti Korupsi tersebut di serahkan langsung oleh Menteri Pend ayagunaan Aparatur Negara Refo rmasi Bi rokrasi (Menpan RB) Syafr uddin. Para peneri ma Anugerah Zona
Integri tas Menuj u Wi layah Bebas Korupsi (WBK) 201 8 ad alah Kankemenag Karangasem, Rusti ni , Kankemenag Denpasar Komang Sri Marhaeni , Kankemenag Y ogy akarta, Nur Abadi d an Si gi t Warsi ta merai h Anugerah Pelopor Perubahan Pembangunan Zona Integri tas Menuj u Wi layah Bebas Korupsi .
Atas upaya tersebut, capai an area Penguatan Pengawasan selama li ma tahun terakhi r (201 5-2019) sebagai mana grafi k beri kut.
Grafi k 2 .7
Capai an Area Penguatan Pengawasan 201 5-2019
---9 8,37 8 7, 1 6 7,41 7,45 7 6 5 4 3 2 1 0 20 1 5 201 6 201 7 2018 201 98. Peni ngkatan Kuali tas Pel ayanan Publi k
Area Kondi si 2015 Upaya Capai an 201 9
Peni ngkatan Belum Menyusun Terbi tnya KMA
Kuali tas di tetapkan stand ar layanan Nomor 109
Pelayanan Stand ar Tahun 2017
Publi k Pelayanan tentang Stand ar
Pelayanan Kemenag
Belum terd apat Menyusun Si stem
si stem regulasi terkai t pemberi an
pemberi an pemberi an kompensasi
kompensasi kompensasi pad a kepad a ke pad a pe neri ma se luruh layanan peneri ma
layanan bi la layanan bi la
layanan tid ak layanan tid ak
sesuai stand ar sesuai stand ar
Area Kond i si 2015 Survei pelayanan baru di lakukan hanya pad a se bagi an keci l layanan (pelayanan haji , KUA) Upaya Bekerj a sama d engan lembaga surve1 i nd epend en Capai an 2019
Publi kasi hasi l survei eksternal d an i nternal
pad a seluruh layanan
Salah sat u upaya untuk meni ngkatkan kuali tas pelayanan publi k, Kementeri an Agama telah menyusun Stand ar Pelayanan Pu bli k yang
terukur, berkuali tas, terjangkau, sed erhana, d an cepat, sesuai Peraturan Menteri Pend ayagu naa n Aparatur N egara d an Ref ormasi Bi rokrasi N omor 15 Tahun 2014 tenta ng Ped oman Stand ar Pelaya nan, sebagai pengganti d an di cabutnya Peraturan Menteri Pend ayagunaan Aparatur N egara N omor 36 T ahun 2012 tentang Petunjuk Tekni s Penyusunan, Penetapan d an Penerapan Stand ar Pelayanan.
Stand ar Pelayanan pad a Kementeri an Agama
KMA Nomor 109 Tahun 2017 tentang Standar Pelayanan pada Kementerian Agama
Komponen Komponen Standar Pelayanan
• Persyaratan;
• Sistem, mekanisme, dan
prosedur;
• Jangka waktu pelayanan; • Biaya/Tarif;
• Produk pelayanan;
• Penanganan pengaduan, saran, dan masukan.
• Dasar hukum; • Sarana dan prasarana,
dan/atau fasllltas;
• Kompetensi pelaksana
• Pengawasan internal; • Jumlah pelaksana; • Jaminan pelayanan; • Jaminan keamanan dan
keselamatan pelayanan;
• Evaluasi kinerja pelaksana.
Bad an Pusat Stati sti k (BPS) melaporkan Ind eks Kepuasan Jemaah Haji Ind onesi a (IKJHI) di Arab Saud i sejak tahun 2014 sampai d engan tahun 2019 selalu mengalami peni ngkatan. Pad a tahun 201 9, i nd eks mencapai 85,91 atau masuk kategori " sangat memuaskan" .
PERKEMBANGAN IKJHI Z014-2019
81 ,52 82,67 83,83 2014 201 5 2016 85,2385 91
7 Sangat memuaskan Memuaskan Sesuai 85 75 654,6 4,4 4,2 4 3,8 3,6 3,4 201 5 Grafi k 2 .7
Capaian Area Peni gkata Kualit as Pelayanan Pu blik 2015-2019
4,08 4, 14
201 6 2017 201 8
4,54
2019
Berdasarkan hasil evaluasi atas implementasi reformasi, Kement erian Agama tren capaian terus mengalami peni ngkatan sej ak tahun 2015-2019 sebagaimana t elah di saj ikan sebelumnya. Secara rinci ten
kenaikan t ersebut dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
N o 1
Tabel 2 .1
Capaian Reformasi Birokrasi Per Area Tahun 201 5-2019
Komponen Bobot 2015 N il ai/Predikat (Tahun)
2016 2017 2018 Komponen Pengungkit 1. Manaj emen 5,00 2 , 53 3 ,87 3 ,96 3 ,97 Perubahan 2 . Penat aan Peraturan 5,00 1,46 Perundang- 2 ,71 3 ,34 3 ,34 undangan 3. Penataan dan Penguatan 6 ,00 2 ,82 2 ,82 2 , 82 2 , 82 Organisasi
4. Penat aan Tata 5,00 2 ,96 3 ,09 3,47
3 , 53 Laksana 5. Penataan Sistem 15,00 11,72 12 ,22 12 , 51 1 2 ,77 Manaj emen SDM 6. Penguatan 6 ,00 2,4 5 3 , 89 4,08 4,3 5 Akunt abilitas 7. Penguatan 12 ,00 6 ,31 7,16 7,41 7 , 45 Pengawa san 8. Peningkat an Kualit as L ay anan 6 ,00 3,88 4,08 4,14 4,21 Publik
Total Pengu ngki t 60,00 34,14 39,84 41 ,73 42 ,44
2019 4.09 3 .34 2 .99 3 . 59 12 .69 4. 42 8.37 4.54 44.03
J,v
N o Komponen Bobot Ni lai /Predi kat (Tahun) 2015 2016 2017 2018 2019 2 Komponen Hasi l 1. Ni lai Akuntabi li tas 1 4 ,00 9, 54 9,80 9. 82 Ki nerja 13,07 12,80 2 . Surv ey Internal Integri tas 6 ,00 3 , 55 4 ,68 3 .79 Org ani sasi
3 . Surv ey Internal 7 ,00 6 ,36 5,85 Persepsi Korupsi 7 ,97 8,07 6 ,00 4. Opi ni BPK 3 ,00 3 ,00 3 ,00 3 ,00 5. Surv ey Eksternal 10 ,00 7 ,10 8,43 9,09 8,25 8.40 Pelayanan Publi k Total Hasi l 40 ,00 28,14 29,30 31, 54 31,58 31.01 Indeks RB 62 ,28 69,14 73 ,27 74 ,02 75. 04 Predi kat 100 BB BB BB BB BB
J
B. Permasalahan Implementasi Reformasi Bi rokrasi
Pelaksanaan Refo rmasi Bi rokrasi Kementeri an Ag ama terus meng alami peni ng katan dari tahun ke tahun sej ak Tahun 201 5, namun masi h terdapat beberapa hal yang perlu di ti ng katkan di berbag ai li ni . Berdasarkan hasi l ev aluasi terakhi r (2019) kondi si Refo rmasi Bi rokrasi Kementeri an Ag ama sebag ai beri kut:
1. penerapan Refo rmasi Bi rokrasi belum merata di seluruh uni t kerja Kementeri an Ag ama, di beberapa kantor Kementeri an Ag ama di
daerah menunjukkan bahwa pelaksanaan Refo rmasi Bi rokrasi masi h di angg ap sebag ai penug asan semata dan belum melekat pada pelaksanaan tug as sehari-hari ;
2 . penerapan manajemen ki nerj a sektor publi k belum opti mal terutama terkai t perumusan i ndi kator ki nerja;
3 . rumusan i ndi kator ki nerja belum sejalan deng an peta proses bi sni s dan SOP yang di bang un dan ti dak selaras deng an rumusan peni lai an ki nerja i ndivi du yang di tuang kan dalam SKP;
4. peta proses bi sni s belum mengg ambarkan suatu strategi dalam rang ka mewuj udkan ki nerja yang telah di tetapkan dan ti dak selaras deng an rumusan prog ram dan kegi atan dalam dokumen angg aran;
5. pemahaman tentang layanan yang pali ng di butuhkan masyarakat dan pemahaman tentang pelangg an (knowing your customers} masi h perlu di ti ng katkan;
6. peng uatan peng endali an i nternal masi h di bebankan pada fung si Inspektorat Jenderal, belum menjadi tangg ung jawab seti ap j enjang manajemen;
7 . i mplementasi kebi jakan penang anan benturan kepenti ng an pada seti ap uni t eselon I dan i nstansi v erti kal masi h perlu di ti ng katkan kuali tasnya;
8. hasil survey internal yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB terhadap pegaw ai Kementerian Agama masih menunj ukkan dan menganggap bahw a pelaksanaan Reformasi B irokrasi pada Kementerian Agama belum menunj ukkan kemajuan yang berarti;
dan
9. hasil survey eksternal yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB terhadap masyarakat menunj ukkan masih adanya gap antar a harapan penerima layanan dengan realitas kondisi layanan yang diterima.
BAB III
ANALISIS LIN GKUN GAN STRATEGIS
Faktor lingkungan yang dimaksud dalam Roadmap Refor masi B ir okr asi ini a. dalah context (konteks) di mana bir okr asi ber oper asi. Sedangkan isu-isu str ategis merupakan content (konten) yang ber pengar uh signifi kan dalam pr oses Refor masi B ir okr asi.
A. Lingkungan Refor masi B ir okr asi
Lingkungan Refor masi B ir okr asi dalam Roadmap ini adal ah beber apa situasi yang mempengar uhi ter hadap pelaksanaan pr ogr am Refor masi B ir okr asi Kementer ian Agama, diantar anya satuan ker ja Kementer ian Agama yang sangat besar , keter batasan sumber daya,
kual itas leadership, dan integr itas pimpinan, political appointee, dan dinamika masyar akat ter hadap isu-isu keagamaan.
a. B esar nya Satuan Ker ja dan Unit Ker ja
Kementer ian Agama mer upakan instansi ver tikal yang memiliki Satuan Kerj a (Satker ) dan Unit Pelaksana Tugas (UPT) sangat besar . B esar nya Satker dan UPT ter kait dengan tugas dan fungsi bidang keagamaan yang tidak boleh diotonomikan sesuai dengan Pasal 7 B ab IV Undang- Undang N omor 22 Tahun 1999 tentang Pemer intahan Daer ah, sehingga memer lukan Satker dan UPT yang sangat besar , baik di tingkat pusat, pr ovinsi, kabupaten/kota, maupun kecamatan. Rincian Satker dan UPT ter sebut adalah 11 unit eselon I pusat, 34 Kantor Wilayah Kementer ian Agama pr ovinsi, 514 Kantor Kementer ian Agama kabupaten/kota, 75 PTKN , 10 UPT Asr ama haji, 5945 KUA, 1690 MIN, 1460 MTsN , 780 MAN , 3 Bal ai Litbang, 14 B alai Diklat, 1 Laj nah Pentashih Mushaf Al-Q ur an (LPMQ ) , dan 1 Unit Per cetakan Al-Q ur an (UPQ ) .
B esar nya j umlah Satker dan UPT Kementer ian Agama menjadi salah satu fa ktor yang mempengar uhi ter hadap pelaksanaan pr ogr am Refor masi B ir okr asi Kementer ian Agama sehingga kur ang berjalan secar a lebih optimal. Di dalam Satker dan UPT ter sebut ter dapat sekian banyak jabatan str uktur al dan sistem inter nal yang membutuhkan effort besar , konsistensi, dan dukungan dar i semua pihak. Dal am konteks ini, pelaksanaan pr ogr am Refor masi B ir okr asi ser ing mengalami kendala koor dinasi untuk menyamakan per sepsi dan ger ak l incah tata kelola yang efektif dan ef isien. Dalam r entang hubungan keor ganisasian juga menimbulkan ber bagai ker umitan- ker umitan teknis sehingga menjadi salah satu fa ktor penghambat.
b. Kondisi Umum Sumber Daya
Pr obl em umum or ganisasi Kementer ian Agama hingga saat ini masih ter kait dengan kondisi sumber daya yang belum ideal, belum adanya kesei mb angan antar a kuanti tas dengan kapasitas sumber daya manusia, bel um ber kembangnya budaya kerj a dan pola pikir secar a lebih mer ata, keter sediaan sar ana dan pr asar ana
yang belum sepenuhnya mendukung dari tujuan besarnya, masih belum idealnya ketersediaan anggaran, profil struktur organisasi yang masih ditemukan belum sinkron, maupun sistem tata kelola yang belum mencerminkan pada idealitas. Faktor sumber daya ini menjadi bagian penting yang sering mempengaruhi terhadap pelaksanaan Reformasi Birokrasi.
Dalam konteks sumber daya manusia (pegawai) Kementerian Agama yang berjumlah 232.800 ASN (per 10 September 2020) belum berimbang dengan kualitas yang diharapkan. Banyak faktor yang menjadi sebab fenomena ini, diantaranya disebabkan oleh sistem rekruitmen pegawai pada masa sebelum era reformasi yang tidak dijalankan dengan berbasis kompetensi. Pada saat yang sama, pembinaan karier berdasarkan sistem merit dan pengembangan kompetensi belum berjalan secara lebih optimal, sehingga menjadi faktor penting yang mempengaruhi program Reformasi Birokrasi.
c. Komitmen dan Integritas Kelembagaan
Pelaksanaan Reformasi Birokrasi membutuhkan dukungan dalam bentuk komitmen dan integritas kelembagaan yang dipelopori oleh pimpinan tertinggi hingga pimpinan paling terendah. Selama dalam lima tahun terakhir, komitmen dan integritas belum menyentuh kepada seluruh level kepemimpinan, baik di unit eselon I, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, PTKN, maupun UPT yang menjadi energi dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Meskipun upaya-upaya konkrit terus dilakukan dalam membenahi seluruh sistem tata kelola, namun masih membutuhkan dukungan lebih kuat dalam bentuk komitmen pimpinan dan integritasnya dalam tata kelola maupun pelayanan publik.
Unsur komitmen dan integritas kelembagaan belum terbaca secara mencolok jika dilihat dari kualitas program yang belum berorientasi pada output karena masih banyak yang dilaksanakan berdasarkan pada rutinitas tahunan, belum efektifnya sistem tata kelola yang dapat memacu performa organisasi lebih prima, masih banyak layanan publik yang belum terbangun secara terpadu berbasis teknologi informasi, pengelolaan dan sistem data keagamaan dan pendidikan keagamaan yang belum terintegrasi, dan lain-lain. Demikian juga sejumlah temuan keuangan atas ketidaksesuain terhadap regulasi oleh auditor internal (lnspektorat) maupun ekstemal (BPK, BPKP) masih ditemukan, serta hasil audit kinerja yang masih banyak kelemahan kelemahan.
d. Political Appointee (Intervensi Politik)
Se bagai se buah kemen terian yang memiliki tug as dan fungsi di bi dang agama dengan struktur organisasi yang besar, Kementerian Agama secara faktual menjadi objek kepentingan dari banyak pihak. Beberapa aspek yang menjadi catatan terkait dengan hal ini adalah unsur pengisian jabatan yang belum