Anna Sari Dewi (Mahasiswa S2 Program MKN FH UNS)
Teks penuh
Dokumen terkait
MK telah memutuskan (1) Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya, (2) Menyatakan frasa “dengan persetujuan Majelis Pengawas Daerah” dalam Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang
2) Menyatakan ketentuan Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 117, Tambahan
Kewenangan Umum Notaris tercantum dalam pasal 15 ayat (1) Undang- Undang Jabatan Notaris yang menegaskan bahwa salah satu kewenangan Notaris adalah membuat akta secara
kewenangan tersebut telah diatur didalam Pasal 15 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, yang intinya menyatakan notaris berwenang
Jasa Raharja (persero) pasca berlakunya Undang-undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Peransuransian terhadap Jaminan Sosial Korban Kecelakaan Lalu Lintas khususnya Pasal
Kewenangan lain yang dimaksud dalam Undang-Undang yang berkaitan dengan akta otentik, yaitu terdapat pada Pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Jabatan Notaris, sebagai berikut : Notaris