ANALISIS YURIDIS ATAS KEWENANGAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN NOTARIS PADA PENDAFTARAN SURAT DIBAWAH TANGAN
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Rumusan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai tindak pidana yang erat kaitannya dengan jabatan Notaris dalam pembuatan akta otentik adalah tindak pidana
Kemudian jika ditinjau dari kewenangan seorang notaris dalam menyimpan akta, maka dapat dilihat pengaturan pada Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia
Kewenangan Notaris membuat akta otentik dijabarkan dalam Undang – Undang Jabatan Notaris secara rinci, yaitu dalam pasal 15 Undang – Undang Jabatan Notaris, dimana kewenangan
Kewenangan notaris membuat akta otentik didasarkan atas ketentuan Pasal 15 ayat (1) UUJN, bahwa Notaris berwenang membuat Akta otentik mengenai semua perbuatan,
Pemberian kualifikasi Notaris sebagai Pejabat Umum berkaitan dengan wewenang Notaris, Menurut Pasal 15 ayat (1) UUJN bahwa Notaris berwenang membuat akta otentik, sepanjang
Sanksi bagi notaris yang melanggar larangan yang tercantum dalam Pasal 17 ayat 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang
Pengertian dari Notaris sendiri berdasarkan Pasal 1 ayat 1 UUJNP, menyatakan bahwa: “Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memilki kewenangan
Penunjukan notaris sebagai pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik dilihat dari Pasal 1868 Kitab Undang-undang Hukum Perdata yang menyatakan bahwa “Suatu akta otentik adalah