• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI RADIOLOGIK PADA FRAKTUR DAN DISLOKASI TULANG EKSTREMITAS PEDIATRIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EVALUASI RADIOLOGIK PADA FRAKTUR DAN DISLOKASI TULANG EKSTREMITAS PEDIATRIK"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 : Struktur histologi dari physis. 1
Gambar 3: Fraktur Greenstick. Radiograf menunjukkan adanya fraktur inkomplit  pada  sisi  tulang  ulna  yang  mengalami  bending  tetapi  garis  fraktur  tidak  sampai  mencapai sisi konkaf tulang yang bending tersebut
Gambar  4:  Torus  fracture.  Radiograf  AP  menunjukkan  adanya  ‘tori’  pada  perbatasan  metaphysis  dan  diaphysis  distal  radius,  dan  konkavitas  abnormal  pada  salah  satu  sisi  korteks tanpa terlihat garis fraktur
Gambar  6:  Fraktur  Salter-Harris  tipe  I.  Tampak  adanya  pelebaran  physis  tibia  proksimal dibandingkan dengan sisi kontralateralnya yang normal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Komplikasi awal setelah fraktur adalah syok yang berakibat fatal dalam beberapa jam setelah cedera, emboli lemak, yang dapat terjadi dalam 48 jam atau lebih, dan sindrom

Incomplete fraktur adalah patah atau diskontinuitas jaringan tulang dengan garis patah tidak menyebrang sehingga tidak mengenai konteks (masih ada konteks yang utuh) sering terjadi

Ditribusi frekuensi dari pixel putih inilah yang akan digunakan untuk pegujian citra apakah terjadi fraktur ataupun tidak dengan cara membandingkan antara distriusi frekuensi

Ditribusi frekuensi dari pixel putih inilah yang akan digunakan untuk pegujian citra apakah terjadi fraktur ataupun tidak dengan cara membandingkan antara distriusi frekuensi

ketepatan indikasi, pasien adalah 100% sedangkan untuk tepat obat 90%, dosis 73,06% dan waktu pemberian 93,6% hal ini bisa dikarenakan penggunaan antibiotik

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan di tentukan sesuai jenis dan luasnya, fraktur terjadi jika tulang di kenai stress yang lebih besar dari yang dapat

Pada kasus trauma pada anak, kasus trauma pada sendi siku sendiri tercatat cukup sering terjadi antara lain disertai dengan fraktur distal humerus terbanyak dan urutan berikutnya

Kesimpulan: Komplikasi pasca fiksasi interna pada fraktur tulang panjang yang paling banyak terjadi yaitu osteomyelitis dengan jenis fiksasi interna yang paling banyak digunakan yaitu