RUANG ATAS RUANG ATAS
Ayat Alkitab yang didramakan: Ayat Alkitab yang didramakan:
Matius 26:26-35 ; Markus 14:17-31; Lukas 22:4-22, 31-34 Yohanes 13:2-28; Matius 26:26-35 ; Markus 14:17-31; Lukas 22:4-22, 31-34 Yohanes 13:2-28; Pemain:
Pemain:
Yesus, Yakobus, Yohanes, Petrus, Andreas, Yudas,
Yesus, Yakobus, Yohanes, Petrus, Andreas, Yudas, Bartolomeus, Yakobus anak Bartolomeus, Yakobus anak Alfeus, Thomas, Filipus, Matius, Tadeus,
Alfeus, Thomas, Filipus, Matius, Tadeus, Simon.Simon. Peralatan yang diperlukan:
Peralatan yang diperlukan:
Meja (bisa juga altar) di atasnya diletakkan
Meja (bisa juga altar) di atasnya diletakkan cangkir dan mangkuk cangkir dan mangkuk yang berisi makanan (anggur, irisan apel, irisan anggur, yang berisi makanan (anggur, irisan apel, irisan anggur, buah- buahan, irisan daging kering, buah yang
buahan, irisan daging kering, buah yang dikeringkan, kacang, rotidikeringkan, kacang, roti yang disediakan untuk dipecah-pecah oleh Yesus)
yang disediakan untuk dipecah-pecah oleh Yesus) dan minuman (jusdan minuman (jus apel, anggur, satu cawan untuk Yesus menuang anggur). Peralatan apel, anggur, satu cawan untuk Yesus menuang anggur). Peralatan makan pada waktu itu umumnya terbuat dari logam, ka
makan pada waktu itu umumnya terbuat dari logam, kayu, tembikar,yu, tembikar, kaca yang masih kasar, garpu dan sendok tidak biasa digunakan; cawan kaca yang masih kasar, garpu dan sendok tidak biasa digunakan; cawan khusus untuk diedarkan Yesus; bangku yang tidak ada sandarannya atau khusus untuk diedarkan Yesus; bangku yang tidak ada sandarannya atau bangku biasa; kostum; kantong uang untuk Yudas; ember dan handuk; bangku biasa; kostum; kantong uang untuk Yudas; ember dan handuk; bangku untuk Petrus pada saat drama di mulai.
bangku untuk Petrus pada saat drama di mulai. Dekorasi:
Dekorasi:
---Aturlah dekorasinya sebelum kebaktian di mulai. Jika perjamuan kudus Aturlah dekorasinya sebelum kebaktian di mulai. Jika perjamuan kudus dilakukan sebagai bagian dari drama ini, per
dilakukan sebagai bagian dari drama ini, peralatan untuk perjamuanalatan untuk perjamuan kudus bisa menjadi bagian dari alat-alat yang diatur
kudus bisa menjadi bagian dari alat-alat yang diatur di atas meja.di atas meja. Beberapa murid bisa berdiri di belakang murid lainnya atau duduk di Beberapa murid bisa berdiri di belakang murid lainnya atau duduk di sekeliling meja. sekeliling meja. Skenario: Skenario:
---(Yesus, Petrus, dan Yohanes masuk
(Yesus, Petrus, dan Yohanes masuk memimpin murid-murid lainnya)memimpin murid-murid lainnya) Petrus : Inikah tempat yang Engkau
Petrus : Inikah tempat yang Engkau maksudkan itu Rabi? Ruangan inimaksudkan itu Rabi? Ruangan ini nyaman sekali.
nyaman sekali.
Yohanes : (Memandangi meja yang sudah diatur)
Yohanes : (Memandangi meja yang sudah diatur) Dan semua yang kitaDan semua yang kita perlukan sudah tersedia.
perlukan sudah tersedia.
Yesus : Petrus dan Yohanes, kalian sudah mengerjakannya dengan Yesus : Petrus dan Yohanes, kalian sudah mengerjakannya dengan baik. Ini ruangan yang Aku perlukan.
baik. Ini ruangan yang Aku perlukan. Yudas : (Maju ke depan murid-murid)
Yudas : (Maju ke depan murid-murid) Duduklah di sini, Guru.Duduklah di sini, Guru. (Menunjuk sebuah kursi untuk Yesus, yang duduk tetapi
(Menunjuk sebuah kursi untuk Yesus, yang duduk tetapi kemudian berdiri lagi ketika Yudas juga menunjukkan kemudian berdiri lagi ketika Yudas juga menunjukkan
kepada murid-murid lainnya, kecuali Petrus, di mana mereka kepada murid-murid lainnya, kecuali Petrus, di mana mereka harus duduk. Petrus lalu duduk di bangku di depan meja). harus duduk. Petrus lalu duduk di bangku di depan meja).
Yesus : (Berlutut di depan Petrus dengan ember dan handuk) Yesus : (Berlutut di depan Petrus dengan ember dan handuk) Lepaskan kasutmu, Petrus.
Lepaskan kasutmu, Petrus.
Petrus : (Mengulurkan tangannya seolah-olah ingin menghentikan Petrus : (Mengulurkan tangannya seolah-olah ingin menghentikan Yesus) Guru, Kau tidak seharusnya membasuh kakiku. Engkau Yesus) Guru, Kau tidak seharusnya membasuh kakiku. Engkau bukan pelayan.
bukan pelayan.
Yesus : Sekarang kamu memang tidak
Yesus : Sekarang kamu memang tidak memahami apa yang Aku lakukan,memahami apa yang Aku lakukan, tetapi Aku berjanji bahwa kamu akan memahaminya nanti.
tetapi Aku berjanji bahwa kamu akan memahaminya nanti. Petrus : (Dengan marah)
Petrus : (Dengan marah) Tidak, Engkau bukan pelayanku. Tidak Tidak, Engkau bukan pelayanku. Tidak seharusnya Engkau membasuh kakiku.
seharusnya Engkau membasuh kakiku.
Yesus : (Juga marah) Kalau begitu, kamu juga bukan lagi murid-Ku! Yesus : (Juga marah) Kalau begitu, kamu juga bukan lagi murid-Ku!
Petrus : (Mulanya tertegun, kemudian membuka tangannya dengan penuh Petrus : (Mulanya tertegun, kemudian membuka tangannya dengan penuh keyakinan) Kalau begitu basuhlah juga tangan dan
keyakinan) Kalau begitu basuhlah juga tangan dan kepalaku.
kepalaku.
Yesus : (Melihat ke murid-murid yang lain) Kalian semua
Yesus : (Melihat ke murid-murid yang lain) Kalian semua bersih,bersih, kecuali satu orang. (Para murid saling berbisik-bisik
kecuali satu orang. (Para murid saling berbisik-bisik ketika Yesus membasuh kaki Petrus).
ketika Yesus membasuh kaki Petrus).
Yudas : (Bangkit berdiri dan berkata kepada mereka semua; para Yudas : (Bangkit berdiri dan berkata kepada mereka semua; para murid sepertinya tidak mendengarkannya) Lihatlah apa yang murid sepertinya tidak mendengarkannya) Lihatlah apa yang Dia lakukan! Ketika kita memasuki Yerusalem empat hari Dia lakukan! Ketika kita memasuki Yerusalem empat hari yang lalu, orang-orang mengelu-elukan Dia sebagai raja. yang lalu, orang-orang mengelu-elukan Dia sebagai raja. Mereka tahu bahwa Dia adalah Mesias kita!
Mereka tahu bahwa Dia adalah Mesias kita! Sesuatu harusSesuatu harus segera terjadi; seseorang harus melakukan sesuatu untuk segera terjadi; seseorang harus melakukan sesuatu untuk meyakinkan Yesus bahwa inilah saatnya untuk mendirikan meyakinkan Yesus bahwa inilah saatnya untuk mendirikan kerajaan-Nya. Dan Dia ada di sini, sedang
kerajaan-Nya. Dan Dia ada di sini, sedang membasuh kakimembasuh kaki Petrus. (duduk)
Petrus. (duduk)
Yesus : (Bangkit dan berbicara
Yesus : (Bangkit dan berbicara kepada murid-muridnya) Aku inginkepada murid-muridnya) Aku ingin kalian mengetahui meski Aku adalah Tuhan dan
kalian mengetahui meski Aku adalah Tuhan dan Guru,Guru, Aku juga adalah seorang pelayan. Dan
Aku juga adalah seorang pelayan. Dan kalian juga haruskalian juga harus saling membasuh kaki seorang dan
saling membasuh kaki seorang dan yang lainnya. (Duduk diyang lainnya. (Duduk di kursi yang telah dipilih oleh Yudas).
kursi yang telah dipilih oleh Yudas). Yudas : Guru, Yohanes dan Petr
Yudas : Guru, Yohanes dan Petrus telah melayanimu dengan baik.us telah melayanimu dengan baik. Kita gratis menggunakan ruangan ini, meskipun kita bisa
Kita gratis menggunakan ruangan ini, meskipun kita bisa membayar sewanya. Akhir-akhir ini persembahan
membayar sewanya. Akhir-akhir ini persembahan
(mengguncangkan kantong uang) sudah banyak. Kita akan (mengguncangkan kantong uang) sudah banyak. Kita akan dapat menolong banyak orang miskin. Aku sangat
dapat menolong banyak orang miskin. Aku sangat senangsenang melayani-Mu, Guru, dan berharap bisa melanjutkan
melayani-Mu, Guru, dan berharap bisa melanjutkan
pelayanan-Mu ketika Engkau menjadi raja di Israel. (Yesus pelayanan-Mu ketika Engkau menjadi raja di Israel. (Yesus
memandang dia dengan penuh pemahaman dan kekecewaan. memandang dia dengan penuh pemahaman dan kekecewaan. Petrus kemudian berbicara).
Petrus : Yesus tidak pernah mengatakan kepada kita bahwa Dia berencana untuk memerintah Israel.
Yudas : Tetapi sebelum Herodes membunuh Yohanes Pembaptis, Yesus dengan jelas mengatakan bahwa Dia datang tidak untuk
membawa damai tetapi untuk membawa pedang yang akan memisahkan anak dari ayah dan anak perempuan dari ibunya (Matius 10:34-35).
Tomas : (Sedih) Tetapi Dia tidak berbicara tentang perang dalam arti sebenarnya. Yang Dia maksud adalah bahwa kita akan
dipecah-belah oleh pemikiran-pemikiran kita. Kita semua memiliki anggota keluarga yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias kita. Bukankah seperti itu maksud-Mu Guru?
Andreas : Guru, manakah yang benar? Apa yang akan Engkau lakukan? Yesus : (Menghela napas dan memandang murid-murid-Nya) Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa kerajaan-Ku bukanlah kerajaan
yang ada di dunia.
Petrus : Rabi, di mana pun kerajaan-Mu berada, aku akan melayani-Mu dengan setia. (Murid lainnya mengangguk dan bergumam
setuju sementara Yudas menggeleng-gelengkan kepalanya dan memandangi Yesus).
Yesus : Apakah kamu benar-benar tahu apa yang kamu ucapkan itu Petrus? Sebelum ayam berkokok menjelang esok pagi, engkau
akan menyangkali Aku tiga kali.
Petrus : (Sangat sedih, bangkit berdiri) Tuhan, aku tidak akan melakukan itu! Aku akan dipenjara untuk-Mu! Aku akan mati untuk-Mu!
Yesus : (Tersenyum sedih ketika pelan-pelan Petrus duduk) Petrus, Aku akan berdoa supaya kamu memiliki kekuatan. (Melihat
para murid) Kalian semua harus tahu, sebelum malam ini berakhir, salah satu dari kalian akan mengkhianati Aku.
(Setiap orang terpaku sesaat. Para murid kemudian
memutuskan untuk makan, membagikan makanan dan saling bercakap-cakap).
Petrus : (Meminta perhatian Yohanes) Yohanes, tanyakan kepada-Nya siapa yang akan mengkhianati Dia? (Hanya Yohanes dan
Yudas yang mendengar hal ini).
Yohanes : Guru, siapakah yang akan mengkhianati Engkau? Siapa itu di antara kami?
Yesus : Aku akan mencelupkan roti ini dan memberikannya kepadanya. (Memasukkan roti ke dalam mangkuk dan
memberikannya kepada Yudas).
Yudas : (Mengambil roti itu, memandang roti itu beberapa saat, dan kemudian mengangkatnya) Maksud Guru, bukan aku, kan?
Yesus : Kamu telah mengatakannya. (Yudas membuang roti dan kantong uang itu, dan meninggalkan panggung).
Filipus : Matius, akan pergi kemana Yudas? Mengapa dia pergi sekarang saat makan malam belum selesai?
Matius : Aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, Filipus. Mungkin masih ada sesuatu yang diperlukan untuk Paskah.
Simon : Dia membicarakan uang. Mungkin dia pergi untuk membagikan uang itu kepada orang miskin.
Thadeus : Lalu mengapa dia meninggalkan kantong uang ini?
Yesus : (Memegang roti sedangkan para murid diam dan mendengarkan dia) Terpujilah Allah. Terimalah dan makanlah. Inilah
tubuh-Ku, yang diberikan kepadamu. Lakukanlah ini untuk
mengenang Aku. (Yesus memecah-mecah roti dan membagikannya kepada para murid di sebelah kanan dan kiri-Nya. Setiap
murid mengambil seiris kecil roti dan memakannya meskipun mereka sepertinya bertanya-tanya dan berbisik-bisik satu dengan lainnya).
Pilipus : Guru, apakah ini yang Kau maksudkan ketika Engkau berkata kepada orang banyak di Kapernaum bahwa Engkau adalah roti
hidup? (Yohanes 6:35).
Yesus : Ya, kamu yang memakan roti ini akan hidup kekal (Yohanes 6:58). (Menuang minuman ke dalam cawan dan mengangkatnya sedangkan para murid diam melihat) Terpujilah Tuhan,
Minumlah ini kamu semua. Inilah darah-Ku, yang tercurah untuk kamu semua." (Yesus memberikan cawan itu dan setiap murid meminum dari cawan itu).
Thomas : "Rabi, apa maksud semua ini?"
Yesus : "Aku telah memberikan tubuh dan darah-Ku. Ketika kamu makan dan meminumnya, kamu hidup di dalam Aku dan Aku
hidup di dalam engkau. Sekarang Aku memberimu perintah yang baru. Kasihilah sesamamu seperti Aku telah mengasihi kamu. Jangan kuatir dan sedih tentang apa yang akan
terjadi. Percayalah kepada Allah dan percayalah kepada-Ku. Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu di Rumah Bapa-ku. Sekarang (Dia berdiri) Aku harus pergi untuk berdoa."
(Yesus keluar. Para murid sekarang bisa melayani Perjamuan Kudus kepada para jemaat, jika diinginkan, atau semua
murid kecuali Yohanes bisa keluar).
Yohanes : Marilah kita bangkit dan memberitakan Kristus. Yesus berjanji bahwa ada banyak tempat di rumah Bapanya.
Jemaat : Dia pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita. Yohanes : Yesus berjanji bahwa Dia akan datang lagi.
Jemaat : Dia berjanji akan datang bagi kita dan membawa kita kepada Bapa-Nya.
Yohanes : Yesus mengatakan, `Akulah jalan, kebenaran dan hidup.` Jemaat : Kita datang kepada Bapa melalui Dia.
Yohanes : Yesus berjanji memberi kita Penolong.
Jemaat : Ia mengirimkan Roh Kudus bagi kita, yang selalu tinggal dengan kita selamanya.
(t/Ratri)
Sumber diterjemahkan dari:
Judul Buku : Chancel Drama for Lent and Easter: Y.O.U. are the Christ
Penulis : Carol Hillebrenner
Penerbit : Augsburg Fortress, Minneapolis, USA, 1990 Halaman : 34 - 38
[*Red: Naskah drama di atas hanya merupakan ide dan draft awal saja. Bisa disederhanakan atau menggunakan sistem dubbing (ada orang di belakang layar yang berbicara) untuk setiap percakapan yang ada.
KEMATIAN YESUS
Pemain: - Narator
- Pengatur peralatan drama dan dekorasi - Juru rekam suara dan efek suara
- Pembuat bayangan - Pilatus
- Kumpulan orang banyak (bisa orang biasa atau prajurit) - Prajurit 1 dan 2
- Yesus - Yohanes - Maria
- Orang 1 dan 2
- Maria (istri Kleopas) - Maria Magdalena - Penjahat 1 dan 2 - Yusuf dari Arimatea - Narator
Peralatan untuk drama bayangan: - Efek suara dan suara.
- Tape jika efek suara harus direkam terlebih dahulu.
- Perlengkapan pertunjukan wayang (OHP dan layar atau kain yang dibentangkan dan disorot oleh lampu).
- Bayangan/siluet: tiga salib, tiga tubuh/mayat yang bisa
dilepaskan, dua prajurit Roma, tiga wanita menunduk sedih, tiga orang berjubah berdiri tegak, mahkota duri, gunung Golgota, tulisan untuk salib Yesus, Yusuf memegang kain kafan.
- Peralatan untuk drama atau pantomim: pakaian zaman dahulu; mahkota duri; jubah ungu, jubah panjang, dan jubah dalam untuk Yesus;
cambuk dan tongkat; ember, teko air, dan handuk; tiga salib (satu dengan paku besar, dua dengan tali untuk mengikat tangan); palu, dadu, ember dan spons, tulisan untuk salib, dan tombak; kain kafan (kain yang panjang). Panggung harus diatur terlebih dahulu dengan salib yang sudah ditegakkan atau dipasang.
Narator:
"Para pengikut-Nya tahu, tetapi tidak memahami bahwa Yesus dari Nazaret adalah Kristus, Mesias yang dijanjikan kepada Bangsa yang
Terpilih sejak awal sejarah mereka. Kebanyakan orang Yahudi percaya bahwa Allah akan memberikan Mesias untuk mendirikan kerajaan yang
lebih besar dari kerajaan Raja Daud atau Raja Salomo. Mengingat sejarah kekalahan mereka dari bangsa-bangsa lain, mereka pun
mempercayai hal tersebut. Tidak mudah untuk menerima Mesias yang akan menyelamatkan mereka dari penjajahan dosa dan kematian
sementara penjajahan Romawi terus-menerus menyengsarakan mereka. Ketika Yesus memasuki Yerusalem lima hari sebelumnya, orang-orang menyebut-Nya Raja, mengakui Dia sebagai Kristus yang telah lama dijanjikan. Setiap hari ribuan dari mereka berkumpul di Bait Allah untuk mendengarkan Dia. Mereka berharap Dia melakukan sesuatu. Namun, ketika Pilatus menawarkan pilihan untuk membebaskan Yesus
atau Barabas, secara bersama-sama mereka memilih Barabas yang mereka anggap sebagai pejuang kebebasan. Yesus dihadapkan pada takdir yang sudah diketahui-Nya ketika Ia berdoa di Taman Getsemani. Dia harus mati di kayu salib, suatu cara mati yang sangat hina sehingga
undang-undang melarang hukuman tersebut dilakukan terhadap warga negara Romawi.
Ketika Pontius Pilatus, kepala pemerintahan Romawi yang ditunjuk untuk mengatur orang-orang Israel, melihat bahwa dia tidak dapat
meyakinkan orang banyak supaya menyelamatkan Yesus dan bukan Barabas yang kejam, dia mengambil tempat air, sebuah ember, dan sebuah
handuk."
[Pilatus masuk dengan membawa ember, dll., diikuti oleh orang banyak.]
Pilatus:
[Menuangkan air ke dalam ember.] "Aku tidak mendapati kejahatan-Nya [mencuci tangan]. Aku tidak bertanggung jawab atas kematian orang ini. Ini adalah tanggung jawab kalian!"
Orang banyak: "Salibkan Dia!"
[Pilatus keluar diikuti oleh orang banyak.] Narator:
"Untuk menyenangkan dan menenangkan orang banyak, Pilatus menyerahkan Yesus kepada prajurit-prajuritnya untuk disiksa. Para prajurit itu membawa Yesus ke halaman istana gubernur. Di sana
mereka melepas pakaian-Nya dan mencambuki-Nya."
[Para prajurit masuk menyeret Yesus dan mencambuki Dia.] Narator:
"Mereka mengenakan jubah ungu pada-Nya dan di kepala-Nya mereka kenakan mahkota duri."
[Para prajurit mengenakan jubah dan mahkota pada Yesus.] Prajurit 1:
[Dengan mengejek.] "Ini, berikan tongkat ini kepada-Nya. Ini dapat menjadi tongkat lambang kekuasaan-Nya. Terimalah, Raja orang Yahudi."
Prajurit 2:
[Tertawa] "Menunduklah kepada-Nya! Dia adalah seorang raja atau begitulah Dia mengakui diri-Nya. Inilah pendapatku tentang seorang pengkhianat." [Meludah.]
Prajurit 3:
"Jika kamu sangat berkuasa, selamatkan diri-Mu sendiri. Aku berani bertaruh, Kamu tidak akan dapat membunuh kami! Coba, sakitkah ini
Narator:
"Ketika mereka telah puas menyiksa-Nya, mereka membawa Dia ke Bukit Tengkorak yang disebut Golgota."
[Para prajurit membawa Yesus dan masuk lagi dari arah yang berbeda diikuti oleh orang banyak, ketiga Maria, dan Yohanes.]
Narator:
"Di sana mereka melepas pakaian-Nya dan menyalibkan Dia." [Para prajurit melepas jubah ungu Yesus dan jubah luar-Nya dan
membaringkan Dia di sebuah palang dan memaku tangannya dengan palu. Yesus mengerang; para pengikut-Nya sedih dan meratap. Para prajurit meletakkan tulisan di atas-Nya.]
Narator:
"Di atas kepala Yesus mereka letakkan sebuah tulisan `Inilah Yesus Raja Orang Yahudi`."
[Isak tangis terus berlanjut.] Narator:
"Di kaki salib Yesus ada Maria ibu Yesus, Maria istri Kleopas,
Yohanes, dan Maria Magdalena. Para prajurit membaca tulisan di salib Yesus. Pilatus menuliskannya dalam bahasa Latin, Ibrani, dan
Yunani." Prajurit 1:
"Selamatkanlah diri-Mu sendiri jika Kamu adalah Raja orang Yahudi!" Prajurit 2:
"Ya, turunlah dari salib itu jika Kamu memang pembuat mukjizat!" Yesus:
[Para prajurit menyalibkan penjahat 1; ketika penjahat 1 berbicara mereka menyalibkan penjahat 2.]
Narator:
"Bersama dengan Dia, mereka juga menyalibkan dua penjahat, satu di sebelah kiri-Nya dan satu di sebelah kanan-Nya."
Penjahat 1:
"Kata-Mu Kamu adalah Mesias! Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!"
Penjahat 2:
"Apakah engkau tidak takut pada Tuhan? Dia sekarat seperti kita. Kita adalah penjahat .... Tetapi Dia tidak melakukan kejahatan apa pun. Yesus, ingatlah aku ketika Engkau sampai di Kerajaan-Mu."
Yesus:
"Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Narator:
"Yesus melihat ibu-Nya di kaki salib-Nya. Di sampingnya berdirilah salah satu murid-Nya."
Yesus:
[Kepada Maria, pelan dan menahan sakit.] "Ibu, inilah Anakmu ...." [Berhenti sebentar dan memandang dalam-dalam murid-Nya.] "Dia sekarang adalah ibumu."
[Isak tangis terdengar lebih keras dan berangsur-angsur menghilang.] Narator:
"Para prajurit membagi jubah-Nya dan mengundi untuk mendapatkan jubah itu."
Narator:
"Mereka yang lewat di tempat itu menggelengkan kepala dan mengolok-olok Yesus."
[Orang 1 dan 2 masuk.] Orang 1:
"Kata-Mu, Engkau akan merubuhkan Bait Allah dan akan membangunnya kembali dalam tiga hari."
Orang 2:
"Selamatkanlah diri-Mu sendiri jika Engkau adalah Anak Allah! Turunlah dari salib itu!"
Yesus:
"Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Yohanes:
"Ia memuji Allah dengan ucapan seperti yang tertulis dalam Kitab Suci."
Orang 1:
"Dia memanggil Elia." Yesus:
"Aku haus." Orang 2:
"Tunggu dulu! Janganlah kita menyembuhkan kesakitan-Nya dengan anggur yang murah. Kita lihat saja apakah Elia akan datang untuk menyelamatkan Dia."
Yesus:
"Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. [Berhenti sejenak] Sudah selesai."
[Orang 1 dan 2 keluar, isak tangis terdengar lebih keras dan berangsur-angsur menghilang.]
Narator:
"Karena hari itu sudah hampir petang dan hari itu adalah persiapan salah satu hari Sabat terkudus dalam kalender orang Yahudi, para prajurit mematahkan kaki salah satu penjahat supaya dia mati dan
kemudian kaki penjahat yang lainnya."
[Suara kayu yang dipukulkan pada kayu, bisa juga suara erangan dan suara itu diulang tiga kali.]
Narator:
"Namun, ketika mereka sampai pada Yesus, mereka melihat Dia sudah mati dan mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Namun, salah satu
prajurit menikamkan tombak ke lambung-Nya. Yusuf, orang kaya dari
Arimatea, menghadap Pilatus dan meminta izin untuk menguburkan mayat Yesus."
[Yusuf masuk dengan membawa kain; dia dan Yohanes memindahkan Yesus dari panggung diikuti oleh Maria; para prajurit memindahkan para
penjahat.] Narator:
"Dia mengambil mayat Yesus dan membungkus-Nya dengan kain lenan yang baru. Dengan para pengikut Yesus lainnya, dia membawa mayat itu dan
menguburkannya di sebuah kubur yang masih baru yang digali dari
bukit karang. Mereka menutup pintu masuknya dengan sebuah batu besar ketika Maria Magdalena dan Maria ibu Yusuf melihatnya."
[Suara isak tangis berangsur-angsur menghilang dan lampu dimatikan.] (t/Ratri)
Buku: Chancel Drama for Lent and Easter: Y.O.U. are the Christ Penulis : Carol Hillebrenner Penerbit : Augsburg Fortress, Minneapolis, USA, 1990 Halaman : 45 - 49
DIA HIDUP
Dalam drama pendek ini, Anda memerlukan dua orang yang mengenakan pakaian pada zaman Alkitab dan dua wanita.
Maria Magdalena: Petrus! Yohanes! Cepat kemari! Petrus : Ada apa?
Maria Magdalena: Dia hilang. Yesus tidak ada.
Yohanes : Tenang, ayo masuk. Aku akan ambilkan minum. Petrus : Maria, kita melihat dia meninggal. Kita tahu Dia meninggal.
Maria Magdalena: Tidak, kamu tidak mengerti.
Yohanes : Tenanglah. Aku tahu kamu sedih. Masuklah dan duduk. Maria : Tolong dengarkan aku. Kami pergi ke kubur pagi ini
untuk meminyaki tubuh Yesus. Kami khawatir tidak bisa menggulingkan batu di depan kubur itu.
Maria Magdalena: Tetapi saat kami sampai di sana, tidak hanya batunya yang tidak ada, tubuh Yesus pun juga tidak
ada.
Petrus : Dan kamu yakin kamu pergi ke tempat yang benar. Maria : Tentu kami yakin. Kami mengikuti Yusuf saat dia membawa tubuh Yesus dari kayu salib.
Maria Magdalena: Kami bukan wanita bodoh. Aku mengatakan yang aku lihat. Yesus sudah tidak ada.
Yohanes : Aku harus melihatnya.
Petrus : Tunggu, Yohanes. Aku ikut denganmu. (Semuanya keluar. Beberapa saat kemudian Petrus, Yohanes, dan Maria masuk.)
Petrus : Aku tidak tahu apa yang harus aku percayai. Aku tidak mengerti ini.
Yohanes : Aku percaya Dia hidup.
Maria : Tetapi Yohanes, bagaimana dia bisa hidup. Kamu melihat dia mati. Aku melihat Yusuf menempatkan dia di taman kuburan. Dia meninggal dengan cara yang sangat hina.
Petrus : Aku tidak pernah bermimpi hal ini bisa terjadi. Aku pikir Yesus akan menyelamatkan kita dari
orang-orang Roma.
Maria : Aku juga berpikiran begitu. Aku memandang Yesus sebagai raja baru kita. Ingat, aku pernah meminta
supaya kedua anakku dijadikan tangan kanan-Nya dan sekarang lihat apa yang terjadi pada-Nya. Aku tidak percaya ini semua telah terjadi.
Maria Magdalena: (Berteriak) Aku melihat Dia. Aku melihat Yesus. Dia hidup.
Yohanes : Aku tahu itu.
Maria Magdalena: Saat kamu pergi, aku kembali ke kubur itu, tetapi saat aku melihat ke dalam, aku melihat dua
malaikat. Mereka sangat cantik.
Yohanes : Dan di mana kamu melihat Yesus?
Maria Magdalena: Saat aku menoleh ke belakang, aku melihat seorang pria. Aku kira dia seorang tukang kebun. Lalu aku
minta dia katakan di mana dia meletakkan Yesus.
Petrus : Jadi, tukang kebun itu memindahkan Yesus ke kuburan lain. Aku tahu pastinya begitu.
Maria Magdalena: Dia menyebut namaku. Maria : Tukang kebun itu mengenalmu?
Maria Magdalena: Tidak, dia bukan tukang kebun. Dia adalah Yesus. Petrus : Aku tahu engkau sangat dekat dengan Yesus. Kamu
benar-benar mengasihi Yesus. Maksudku karena Yesus telah melakukan sesuatu kepadamu. Tetapi Yesus
sudah meninggal.
Maria Magdalena: Dia memanggil namaku. Aku tahu dia adalah Yesus, tak ada yang memanggilku seperti Yesus memanggilku.
Aku ingin memeluk Dia dan tidak akan melepaskannya, namun Dia malah mengutusku untuk mengatakan hal ini kepada kamu. Yesus telah hidup. Aku melihat Dia.
Dia hidup. (t/Ratri) Diterjemahkan dari:
Nama situs : Let Us Teach Kids Judul asli artikel: He`s Alive Penulis : Tidak dicantumkan
JALAN KE EMAUS
Ayat: Lukas 24:13-33
Pemain: Kleopas, teman seperjalanan, dan Yesus Alat-alat yang dibutuhkan:
Meja kecil dengan cangkir, piring, roti, minuman, mangkuk berisi buah-buahan, tiga kursi, pakaian, jubah putih dengan kerudung untuk
Yesus, ceret untuk jus/sirup anggur. Panggung:
Meja diletakkan di salah satu sisi yang panjang, yang masih bisa dilihat saat dilewati; pemain muncul dari sebelah meja. (Kleopas masuk bersama temannya dan berjalan pelan-pelan.)
Teman : Kleopas, aku pikir pasti ada cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Dia, atau ada sesuatu yang harus kita
lakukan sekarang. Kita tidak seharusnya pulang ke Emaus, tidak seharusnya kita menyerah.
Kleopas: Semuanya sudah terjadi. Kita berdua percaya bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi Mesias tidak akan mati. Para nabi
mengatakan bahwa Dia akan selalu hidup.
Teman : Tetapi Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit parah dan cacat. Dia membangkitkan Lazarus dari kematian. Kita ada di
sana saat Lazarus mati. Kita melihat dia dimasukkan ke dalam kuburnya. Kita melihat dia berjalan keluar dari kuburnya empat hari kemudian. Sejak saat itu kita makan malam bersama dengan dia. Itu bukanlah tipuan. Yesus
memunyai kuasa atas hidup dan mati, lalu mengapa Dia tidak menyelamatkan diri-Nya sendiri?
Kleopas: Aku sering mendengar Yesus berbicara tentang kematian, tetapi aku tidak memahaminya dan saat ini pun aku juga
tidak mengerti.
Teman : Andreas berbicara tentang kebangkitan pada hari ketiga. Ingat, Yohana dan Maria mengatakan bahwa mereka melihat seorang malaikat pagi ini di kubur Yesus. Dan Maria
Magdalena mengaku bahwa dia berbicara dengan Yesus. Kleopas: Maria Magdalena pernah dirasuki setan.
Teman : (Berhenti dan melangkah pelan) Betul. Yesus mengusir setan-setan itu. Tetapi jangan lupa bahwa Petrus dan
Yohanes juga melihat bahwa kubur itu kosong.
Kleopas: Bisa jadi itu adalah tipuan orang-orang Romawi. Aku tidak akan melewati mereka, bila aku ingin menyembunyikan mayat
Yesus dan mereka pasti ingin menyalahkan kita karena kita
adalah pengikut Yesus. Mereka mungkin juga ingin menghukum kita sebagai penjahat.
Yesus : (Masuk) Damai besertamu.
Kleopas: Dan bersamamu juga, Orang Asing.
Yesus : Aku dengar kalian berbicara tentang orang-orang Roma. Apakah sedang terjadi sesuatu di Yerusalem?
Kleopas: Kamu pasti satu-satunya orang di Yerusalem yang tidak tahu peristiwa yang paling mengerikan yang telah terjadi
beberapa hari terakhir ini.
Yesus : Apa yang telah terjadi?
Kleopas: (Dengan nada ingin tahu) Maaf, Orang asing, kami tidak mengenalmu atau tahu apa pendapatmu tentang orang yang
kami ... yang bagi orang lain dipercayai sebagai Mesias.
Namanya Yesus dari Nazaret. Para imam kepala menyerahkan Dia kepada orang-orang Roma supaya disalib seperti seorang penjahat.
Teman : Kami sangat berharap bahwa Dia adalah benar-benar Kristus, yang datang untuk membebaskan kami dari penjajahan Roma.
Tetapi Dia mati tiga hari yang lalu.
(Ketiga tokoh ini berjalan pelan menuju meja.)
Kleopas: Beberapa wanita dari kelompok pengikut Yesus pagi-pagi sekali pergi ke kubur Yesus untuk mempersiapkan mayat Yesus sebelum dikubur. Mereka tidak menemukan mayat Yesus dan saat kembali mereka mengatakan bahwa mereka melihat
malaikat yang mengatakan bahwa Dia telah bangkit dari kematian.
Teman : Yohanes dan Simon Petrus juga melihat kubur itu kosong. Kleopas: Ya, tetapi mereka tidak mengaku melihat malaikat atau Yesus sendiri, seperti yang dikatakan Maria Magdalena.
Yesus : Betapa bodohnya kalian, kalian tidak benar-benar percaya kepada para nabi. Tidakkah mereka mengatakan kepada kalian bahwa Mesias akan menderita sebelum dia dimuliakan?
Kleopas: Menderita, itu betul, tetapi Yesus mati!
Yesus : Dia harus mengalami penderitaan yang paling dalam, yaitu kematian. Itu semua adalah bagian dari rencana Allah. Saat
pertama kali Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah menjanjikan kepada mereka seorang keturunan yang akan mengalahkan iblis. Abraham dan Sarah dijanjikan bahwa dari
keturunan merekalah Mesias akan lahir. Yesaya menubuatkan seorang anak yang dilahirkan dari seorang wanita muda akan dianggap hina dan ditolak oleh semua orang, seorang manusia yang selalu diliputi dengan kesedihan. Selama berabad-abad kamu telah mengorbankan domba yang tidak bercacat supaya darahnya membersihkan kamu dari dosa. Sekarang kamu telah mendapatkan Domba Allah. Melalui darah-Nya, dosa-dosamu diampuni. Itulah pesan yang harus disampaikan ke seluruh dunia.
Kleopas: Kamu mengetahui Alkitab kami, seperti Yesus.
Teman : (Meletakkan tangannya ke lengan Yesus) Tinggallah bersama kami malam ini, Sobat. Hari sudah hampir malam dan sudah
mulai gelap.
Kleopas: Ya, tinggallah bersama kami. Jalanan tidak aman bila hari gelap. Orang-orang Zelot mengaku sedang mencoba mengalahkan Roma, tetapi pada malam hari mereka sering salah tangkap
orang karena mereka sering mengira orang yang sedang dalam perjalanan itu sebagai orang yang bekerja untuk orang-orang
Roma.
Teman : (Berhenti di samping meja dan menggelengkan kepala) Saya sangat sedih dan bingung. Seolah-olah kami harus melakukan
sesuatu, tetapi saya tidak tahu apa itu atau di mana harus memulainya.
Kleopas: (Memersilakan Yesus duduk) Kamu pasti lapar. Mari kita makan bersama-sama.
Yesus : Pasti Kristusmu akan mengatakan kepadamu bahwa sekarang bukanlah saatnya untuk menyerah.
(Teman dan Kleopas duduk, Kleopas duduk agak jauh dari Yesus.)
Kleopas: Tetapi bagaimana kami bisa mengatakan kepada semua orang tentang Kristus yang mati? Alkitab kami mengatakan bahwa
Dia akan hidup selamanya.
Teman : (Menuangkan minum untuk Yesus dan Kleopas) Bagaimana bila Maria Magdalena benar? Bagaimana bila Yesus telah bangkit
dari kematian? Bukankah itu berati Dia punya kuasa atas
kuburan? Aku pikir itu sama halnya dengan hidup selamanya. Yesus : Kamu telah mendengarkan dengan baik perkataan Yesus. (mengangkat roti dan pelan-pelan memecah-mecahkannya)
Pujilah Tuhan! (memberikan satu roti kepada Teman dan Kleopas). Terimalah dan makanlah.
Teman : Yesus! Engkau hidup! Kleopas: (Berdiri) Guru!
(Kleopas menolong temannya berdiri dan memeluk dia; Yesus keluar saat mereka tidak melihat.)
Kleopas: (Melihat ke sekeliling) Ke mana Dia pergi?
Teman : Aku tak tahu. Tetapi aku mulai mengerti. Saat kita berjalan dengan Dia tadi dan Dia menjelaskan Alkitab
kepada kita, tidakkah kamu merasa seolah-olah ada api yang membakarmu?
Kleopas: (Berdiri) Ya, dan api itu masih membakar. Kita harus melakukan apa yang Dia katakan. Ayo kita katakan kepada yang lainnya bahwa Yesus telah hidup. (t/Ratri)
Diterjemahkan dari: Judul buku : You are the Christ
Judul asli artikel: The Road to Emmaus Penulis : Carol Hillebrenner Penerbit : Augsburg Fortress, USA 1990