• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA JANGKA MENEGAH ( RKJM ) TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA JANGKA MENEGAH ( RKJM ) TAHUN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA SEKOLAH : SMP NEGERI 3 PAINAN

ALAMAT : JL. Bunga Pasang – Tambang

KECAMATAN : IV JURAI

KABUPATEN : PESISIR SELATAN

PROVINSI : SUMATRA BARAT

TELEPON :

A. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS

SMP Negeri 3 Painan terletak di Bunga Pasang Painan Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, yang berjarak lebih kurang 76 kilometer dari Padang, Ibu Kota Propinsi Sumatera Barat. Sekolah ini berada di Sebelah Timur Kota Painan, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten.

Kabupaten ini terletak memanjang di Pesisir Pantai Barat Sumatera yang panjangnya 288 kilometer dan dilalui Jl. Raya Lintas Sumatera. Daerahnya berbukit-bukit yang ditumbuhi hutan lebat dan sebagian hutan ini merupakan bagian Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS ).

Kabupaten Pesisir Selatan dihuni oleh sekitar 408 ribu penduduk yang tersebar dalam 19 kecamatan. Mata pencaharian mereka antara lain bertani, menangkap ikan, berdagang dan sebagian kecil Pegawai negeri serta TNI/POLRI. Hasil daerah ini berupa ikan, kelapa dan beras, yang sebagian besar dipasarkan ke Ibu kota Propinsi dan Propinsi tetangga. Daerah ini terkenal dengan kesenian tradisionalnya, yakni ” Rabab Pasisie”. Kesenian ini mengisahkan tentang kehidupan anak manusia yang didiringi dengan musik rabab.

(2)

Pendidikan merupakan suatu sistem di mana di dalamnya mengemban misi yang mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, meningkatkan mutu serta relevansi dan efesiensi pengelolaan pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu dilakukan peningkatan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.

Kedepan pendidikan yang diharapkan adalah sebagai berikut :

a. Terselenggarakannya pendidikan secara demokratis dan berkeadilan tidak diskriminatif, menjunjung tinggi hak asasi, nilai keagamaan, nilai etika, nilai kultural, dan menghormati kemajemukan budaya.

b. Terselenggaranya pendidikan sebagai suatu proses pembudayaan dan perberdayaan siswa yang berlangsung sepanjang hayat.

c. Terselenggaranya pendidikan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan dan keingintahuan serta mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran

d. Terselenggaranya pendidikan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, berhitung dan budaya santun bagi segenap warga sekolah

e. Terselenggaranya pendidikan yang ditopang dengan pemberdayaan semua komponen masyarakat melalui peran-serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Potret pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Dalam tataran pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai beberapa tahun yang lalu pemerintah telah mengembangkan sekolah standar nasional dan standar internasional. Hal itu ditandai oleh tumbuhnya sekolah berstandar nasional bahkan berstandar internasional di tanah air. Upaya pemerintah tersebut harus terus dilakukan sehingga 10 sampai 20 tahun ke depan diharapkan SMP di seluruh Indonesia sudah memenuhi standar nasional sebagai mana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Tentu saja berkaitan hal tersebut diperlukan kebijakan-kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan-kebijakan politis, seperti penetapan anggaran pendidikan pada APBN seperti yang disyaratkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

(3)

Kurikulum yang dipakai untuk siswa kelas VII, VIII dan IX masih menggunakankan kurikulum KTSP. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SMP N 3 Painan disusun berdasarkan standar isi dan standar kompetensi lulusan.

Permasalahan yang dihadapi SMP Negeri 3 Painan saat ini adalah masalah mutu dan kelengkapan sarana prasarana yang belum sesuai dengan SNP. Secara umum mutu pendidikan baik input, proses, maupun output masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan batas nilai kelulusan yang masih sama dengan standar kelulusan nasional dan belum banyak dapat menembus Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang divaforitkan di Propinsi Sumatera Barat.

C. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG

Berpijak pada Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 mengamanatkan bahwa Standar Nasional Pendidikan dijadikan landasan pengembangan satuan pendidikan. Untuk itu, pendidikan masa yang akan datang harus berupaya mengacu pada standar nasional pendidikan perlu mengembangkan pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara global. Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan masa yang datang antara lain mengarah pada pengembangan sebagai berikut.

1. Pengembangan Standar Isi Pendidikan

Standar isi pendidikan mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi yang berstandar untuk mencapai kompetensi kelulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu dan mampu bersaing baik secara nasional. Empat tahun mendatang diharapkan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMP N 3 Painan telah terlaksana dengan baik.

2. Pengembangan Standar Proses Pendidikan

Pada 4 tahun kedepan diharapkan proses pembelajaran dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, memotivasi menyenangkan, menantang, mendorong peserta didik untuk

(4)

berpartisipasi aktif , serta memberi ruang yang cukup bagi berkembangnya prakarsa, kreativitas dan kemandirian, peserta didik sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologisnya. Guru-guru mampu melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa baik fisik maupun psikologis. Guru-guru juga dapat membuat dan menggunakan media pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi.

3. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan

Sekolah memiliki lulusan yang berkualitas, dapat melanjutkan ke sekolah ke SLTA, banyak siswa yang diterima di SMA/SMK bermutu, memiliki kompetensi yang bermanfaat bagi kehidupannya serta memiliki kecakapan hidup.

4. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki komitmen dan kompetensi yang memadai untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai pembagaian tugas masing-masing. Para guru memiliki pemahaman dan penguasaan tentang materi, kurikulum, model-model pembelajaran, penilaian, dan dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi serta dapat membimbing tenaga kependidikan untuk melaksanakan tugas-tugasnya dalam upaya melaksanakan pelayanan prima. 4 tahun kedepan diharapkan tidak adalagi guru yang memiliki kualifikasi D2 maupun D3, diharapkan 30% tenaga kependidikan di SMPN 3 Painan sudah berkualifikasi S1.

5. Pengembangan Sarana dan Prasarana yang Berstandar

Terpenuhinya sarana dan prasarana sekolah untuk terlaksananya pembelajaran yang optimal. Sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Prasarana meliputi lahan, ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang TU, ruang laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang perpustakaan, ruang keterampilan, ruang kesenian, ruang BK, ruang UKS, ruang OSIS. 4 tahun kedepan diharapkan seluruh kelas sudah memiliki LCD untuk pembelajaran dan jaringan internet dapat dengan mudah diakses dari semua semua ruang belajar. Sekolah juga sudah memiliki tempat bermain bagi siswa.

(5)

satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. Pengelola SMP N 3 Painan menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas, dalam perencanaan program, penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan S, kegiatan pembelajaran, pendayagunaan tenaga kependidikan, pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan, penilaian hasil belajar, dan pengawasan.

7. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan

Terwujudnya standar pembiayaan pendidikan. Pengembangan standar pembiayaan pendidikan meliputi standar biaya investasi, biaya operasional dan standar biaya personal. Standar biaya investasi, antara lain: biaya penyediaan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan sumberdaya manusia (Pendidik, Tenaga Kependidikan, Siswa) dan biaya pengembangan usaha sekolah (Koperasi). Standar biaya personal dimaksud antara lain: biaya minimal siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Dan Standar biaya personal, antara lain: gaji pegawai dan tenaga kependidikan, bahan atau peralatan yang habis pakai, dan biaya operasional tak langsung (daya dan jasa, telekomunikasi, pemeliharaan sarana prasaran, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain-lain).

8. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaiatan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemampuan, dan kemajuan hasil belajar. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, memperbaiki proses pembelajaran, dan menentukan kelulusan peserta didik.

(6)

Penilaian hasil belajar oleh sekolah adalah untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah (Ujian Nasional) bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA).

D. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA ANTARA KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI TERHADAP KONDISI PENDIDIKKAN MASA DATANG

No Kondisi Pendidikan Saat Ini

Kondisi Pendidikan Masa Datang

(4 Tahun)

Besar Tantangan Nyata 1 Standar Kompetensi Lulusan Standar Kompetensi

Lulusan a. Bidang Akademik:

 Rata-rata pencapaian KKM semua mapel 75

 Rata-rata pencapaian NUN 4.26

 Mengikuti. Olimpiade Matematika Tk Kab.  Memperoleh juara Tkt

kab/kota bidang Fisika  Juara 1 Tk. Kab. Olimpiade

Biologi

 Juara 1 Tk. Kab Olypiade IPS

 Juara 1 story telling Tkt. Kab.

 Rata-rata pencapaian KKM semua mapel 80  Rata-rata pencapaian

NUN 5,72

 Masuk 3 besar tingkat Kabupaten

 Juara 2 Olimpiade FisikaTk. Propinsi  Juara 2 Tk Prop.

Olimpiade Biologi  Juara 1 Olympiade IPS

Tk. Provinsi

 Juara 1 Tingkat Prov

5

1,46

16 tingkat

17 tingkat

7 tingkat

B Bidang non akademik:

 Juara ke-1 vocal group Tkt. kabupaten

 Juara 2 bulu tangkis dalam kegiatan POPDA

 Juara ke-1 tk Propinsi Karate

 Juara 1 Tari Kreasi Tk Prov

 Juara 1 Story Telling Tk Kab

 Juara ke-1 Vocal Group Tk. Prov.

 Juara ke-1 tk kab/kota bidang bulu tangkis  Memperoleh juara ke-1

Tk. Nasional

 Juara 1 Tari Kreasi Tk Nasional

 Juara 1 Story Telling Tk

2 tingkat 1 tingkat 32 tingkat Bertahan Tk Nasional 2 tingkat

(7)

(4 Tahun) Prov

C Kelulusan:

 Persentase kelulusan UN tahun 2013 = 100%  Persentase kelulusan UN tahun berikutnya = 100% 0 % D Melanjutkan studi:

-- Jumlah lulusan yang

melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 95%

Jumlah lulusan yang

melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 100%

5%

2 Standar Isi Standar Isi

a. Pengembangan kurikulum SMP 3 Painan

 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

 Penerapan Kurikulum baru memenuhi 80% dari semua mata pelajaran dari kelas VII – kelas IX

 Perangkat pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan baru 90% tersusun secara sistimatis dan

terdokumentasikan dari kelas VII – kelas IX

b. Pengembangan pemetaan materi Kurikulum  Program pengelompokan materi

pelajaran yang serumpun sesuai

 Penyempurnaan Kurikulum

 Penerapan Kurikulum 100% dilaksanakan di kelas VII - kelas IX pada semua mata pelajaran.

 Perangkat pembelajaran tersusun sistematis dan terdomentasikan 100% dari semua mata

pelajaran dari kelas VII – kelas IX.

 Terwujudnya Pemetaan pengelompokan materi pelajaran serumpun sesuai Kurikulum untuk

Penyempurnaan Kurikulum dan pengadaan kur. 2013 20 % 10% Penyempurnaan pemetaan

(8)

No Kondisi Pendidikan Saat Ini

Kondisi Pendidikan Masa Datang

(4 Tahun)

Besar Tantangan Nyata Kurikulum dilaksanakan

berkesinambungan untuk semua mata pelajaran.

 80 % Penguasaan guru tentang KTSP belum merata

c. Pengembangan Silabus

 Guru mata pelajaran 90% telah membuat silabus sesuai

Kurikulum

d. Pengembangan RPP

 95% guru telah membuat RP yang berkarakter

e. Pengembangan sistem penilaian  Penguasaan guru tentang

sistem penilaian belum merata

kelompok mata pelajaran kelas VII – kelas IX  100% guru menguasai dan melaksanakan KTSPSSSZSS dan kurikulum 2013  100 % membuat silabus yang memenuhi standar Kurikulum

 Guru membuat RPP berkarakter 100%

 100% guru memahami dan melaksanakan penilaian sesuai dengan standar kurikulum. 20% 10% 5% Peningkatan penguasaan guru ttg penilaian

3 Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan  20% guru berijazah S-2

 65% guru berijazah S-1  95% guru mengajar sesuai

dengan kualifikasi bidang studinya

 Guru dan TU yang dapat mengoperasikan komputer, baru 50%  30% guru berijazah S2  100% guru berijazah S-1  100% guru

mengajar sesuai dengan kualifikasi bidang studinya  100% guru dan TU dapat 10 % 35% 5 % 50%

(9)

(4 Tahun)  70% guru menggunakan media

pembelajaran dalam PBM.

 Masih sedikit /5% guru

melakukan penelitian tindakan kelas dalam mengatasi

hambatan PBM

 Baru 50 % guru yang mampu melaksanakan PBM yang aktif, kreatif, efektif, dan

menyenangkan .

 Wawasan guru tentang standar pendidikan nasional masih belum merata.

 Penguasaan guru tentang penilaian masih belum merata.

mengoperasikan komputer  100% guru menggunakan media pembelajaran  50% guru melakukan tindakan kelas dalam mengatasi hambatan PBM

 100% Guru

melaksanakan PBM secara kreatif, efektif, dan menyenangkan

 Wawasan

guru tentang standar pendidikan nasional merata  Penguasaan dan pelaksanaan penilaian terlaksananya 100% 30% 45% 50 % Peningkatan wawasan guru peningkatan penguasaan guru ttg penilaian

4 Standar Proses Standar Proses

 Guru yang menyusun prota, promes, 95%

 Baru 50 % Guru yang mengembangkan inovasi pembelajaran

 Pelaksanaan remidial belum terlaksana secara optimal.

 Guru yang menyusun prota, promes, 100 %  Guru yang mengembangkan inovasi pembelajaran 100 %  Pelaksanaan remidial mancapai 100 % 5 % 50 % 60 %

(10)

No Kondisi Pendidikan Saat Ini

Kondisi Pendidikan Masa Datang

(4 Tahun)

Besar Tantangan Nyata

 40% Guru yang melaksanakan program pengayaan belum menyeluruh pada semua tingkatan kelas

 Pembinaan minat dan bakat siswa masih terbatas dan ada beberapa yang belum optimal

 Pendalaman materi UN siswa kelas IX masih terlaksana secara konvensional

 Sikap mental siswa dalam menghadapi berbagai situasi masih belum merata.

 Pengembangan PBM melalui tutor sebaya belum optimal.

 Budaya membaca siswa masih rendah.

 Pembinaan disiplin siswa dan budaya bersih masih belum optimal.

 Pembinaan wali kelas belum merata secara optimal.

 Pembinaan BK masih belum optimal

 Guru yang melaksanakan program pengayaan 100 %

 Pembinaan minat dan bakat siswa terlaksana 100%

 Pendalaman materi terlaksana secara optimal dan inovatif

 Sikap mental siswa lebih baik dalam menghadapi berbagai situasi

 Pelaksanaan turor sebaya dalam kelompok belajar terlaksana optimal

 Budaya membaca siswa terlaksana secara optimal

 100% siswa memiliki disiplin yang baik dan budaya bersih

 Pembinaan wali kelas terlaksana secara optimal

 Pembinaan Bimbingan Karier dan Konseling terlaksana secara optimal

60 % Peningkatan minat baca Penambahan model pendalaman materi Pembinaan sikap mental yang reguler

Optimalisasi tutor sebaya Pengembangan budaya membacaca Pengendalian disiplin dan kebersihan secara kontinyu Optimalisasi peran wali kelas Optimalisasi peran guru BP/BK

5 Standar Sarana Prasarana Standar Sarana Prasarana  Ruang kepala sekolah: 12 m2

 Ruang wakil KS 12 m2

Kebutuhan minimal ruangan belum

Terlaksananya pengadaan,

(11)

(4 Tahun)  Ruang kelas : 20 ruang, rombel

22.

 Ruang perpustakaan: 12 x 8 m  Ruang Lab. IPA: 12 x 8 m  Ruang guru: 9 x 8 m  Gudang: 4 x 8 m  Ruang UKS : 4 x 6 m  Ruang Tata Usaha : 4 x 8 m  Ruang Praktik Komputer : 8 x

12 m  WC Siswa : 5 buah a. 2 x 1,5 m  Lapangan Upacara dimiliki.Perlu ada pembangunan agar mencapai standar nasional sarana/prasarana secara terus menerus

 Ruang Lab. Bahasa: tidak ada

 Ruang multi media: tidak ada

 Ruang akademik dan

pengembangan SIM: tidak ada

 Ruang kantin: 10 x 15 m (semi permanen)

 Ruang Lab. Bahasa: ada dan sesuai standar

 Ruang multi media: ada dan sesuai standar  Ruang akademik dan

pengembangan SIM: ada dan standar  Ruang kantin permanen/kondusif Terbangun Ruang Labor Bahasal Terbangun ruang multi media Terbangun ruang akademik dan SIM

Pembangunan kantin

 Daya listrik (1300 W)

 Laptop 2 buah

 Komputer TU: 4 unit

 Komputer perpustakaan: tidak ada

 Komputer Lab IPA: tidak ada

 Jaringan internet: belum ada

 Buku paket 70%.  Pemeliharaan instalasi yang reguler  6 buah laptop  Komputer : 5 unit  Komputer 2 unit

 Komputer Lab IPA: 1

 Jaringan internet ada dapat diakses disemua kelas Perawatan instalasi listrik yang kontinyu Penambahan 4 laptop 1 unit komputer 2 unit 1 komputer, 1 Jaringan internet Konsistensi penambahan buku

(12)

No Kondisi Pendidikan Saat Ini

Kondisi Pendidikan Masa Datang

(4 Tahun)

Besar Tantangan Nyata

 Buku-buku referensi 60%  Alat-alat olah raga masih perlu

ditambah.

 Alat peraga tiap mapel 50%

 Alat-alat kesenian 50%

 Bahan praktik untuk mapel Agama, IPA, Mulok, TIK 50%

 Buku perpustakaan 100%

 Buku referensi 100%  Penambahan alat olah

raga yang terus menerus

 Alat-alat peraga 100%

 Penambahan alat kesenian, 100%

 Bahan praktik untuk mapel Agama, IPA, Mulok, TIK 100% 30% 40% Penambahan alat 50% 50% 50%

6 Standar Pembiayaan Standar Pembiayaan  Standar pembiayaan 20%

 Penggalangan dana dari berbagai sumber belum ada

 Kewirausahaan tidak ada

 Belum ada kerjasama dengan alumnissssssssssss

 Pengelololaan keuangan 60%

 Pembiayaan memenuhi Standar Nasional 100%

 Terwujudnya

penggalangan dana dari berbagai sumber.(20%)

Kewirausahaan sekolah ada

 Terwujudnya kerjasama dengan alumni dalam pengembangan sekolah  Pengelolaan keuangan yang cepat, tepat, dan akurat (100%) 80% 20% Membangun kewirausahaan Menjalin kerja sama dengan alumni Optimalisasi pengelolaan keuangan 40% 7 Standar Pengelolaan Standar Pengelolaan

 Penyusunan Rencana sekolah jangka pendek, jangka

menengah, dan jangka panjang melalui penyusunan RPS

 Memiliki rencana pengembangan sekolah yang komprehensif

(13)

(4 Tahun) masih belum komprehensif

 Pembuatan RPS belum melibatkan dewan pendidikan dan komite

 RAPBS belum optimal dengan berbasis kegiatan.

 Administrasi sekolah masih ada beberapa kekurangan  Monitoring dan evaluasi masih

belum kontinyu

 Pelaksanaan rapat-rapat dinas terlaksana sesuai agenda  Kerjasama dengan komite

sekolah berjalan baik  Kerjasama dan koordinasi

dengan berbagai pihak masih belum optimal.

 Pembuatan RPS melibatkan dewan pendidikan dan komite

 Penyusunan RAPBS sudah optimal berbasis kegiatan

 Memiliki administrasi sekolah yang lengkap  Monitoring terlaksana

secara berkala/ berkesinambungan  Rapat-rapat dinas yang

efektif

 Kerja sama yang sinergis

 Koordinasi yang sinergis

100%

8 Pengembangan Standar Penilaian Pengembangan Standar Penilaian

 Pengembangan perangkat model penilaian pembelajaran belum efektif baru dilaksanakan 50%

 Implementasi model evaluasi pembelajaran: Ulangan harian, tengah semester, akhir semester, kenaikan kelas, 70%  Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran dilaksanakan 100%  Pengembangan penilaian, guru dan sekolah 100 % melaksanakan sistem penilaian sesuai

kurikulum atau standar penilaian nasional

50 %

(14)

No Kondisi Pendidikan Saat Ini

Kondisi Pendidikan Masa Datang

(4 Tahun)

Besar Tantangan Nyata  Pengembangan instrumen atau

perangkat penilaian untuk berbagai model soal, 25%

 Pengembangan pedoman penilaian hasil belajar pada kelompok bidang studi, baru 40%.

 Pengembangan penilaian dalam lomba-lomba non akademis dan uji coba dalam mata pelajaran unas untuk peningkatan standar nilai baru 30% terlaksana.

 Pengembangan instrumen atau perangkat penilaian untuk berbagai model soal, 100%

 Pengembangan

pedoman penilaian hasil belajar pada kelompok bidang studi

dilaksanakan 100%.

 Pengembangan

penilaian dalam lomba-lomba non akademis dan uji coba dalam mata pelajaran unas untuk peningkatan standar nilai terlaksana secara optimal 100%

75%

60%

70%

E. VISI SMP NEGERI 3 PAINAN Visi :

“ CERDAS,DISIPLIN DAN KOMPETITIF BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA ”

INDIKATOR VISI

1. Unggul dalam pengembangan kurikulum

2. Unggul dalam pengembangan sumber daya Manusia peserta didik 3. Unggul dalam pencapaian nilai ujian nasional

4. Unggul dalam penataan lingkungan dan ruang belajar

5. Unggul dalam prestasi Akademik, non akademik dalam bidang iptek dan imtaq 6. Unggul dalam pelaksanaan dan pengembangan kurikulum nasional yang

(15)

9. Terwujudnya lingkungan sekolah yang nyaman, aman, rindang, asri, bersih dan indah

10. Unggul dalam pengembangan sumber daya manusia ( tenaga Edukatif ) 11. Unggul dalam melestarikan budaya Daerah

SMP Negeri 3 Painan memilih visi ini untuk tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Visi ini menjiwai warga sekolah untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan sekolah.

Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang: a. berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian b. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat

c. ingin mencapai keunggulan

d. mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah e. mendorong adanya perubahan yang lebih baik

f. mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) sekolah F. MISI SMP N 3 PAINAN

Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan berdasarkan visi di atas.

a. Mengembangkan Kurikulum Satuan Pendidikan

b. Meningkatkan standar ketuntasan belajar, prestasi belajar dan ujian nasional. c. Meningkatkan budaya gemar menulis dan membaca

d. Menata lingkungan dan ruang belajar

e. Mengembangkan dan meningkatkan sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran

f. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang efektif, efisien.

g. Meningkatkan dan mengembangkan pengelolaan manajemen sekolah h. Mengembangkan sikap taat, disiplin, tertib, tangguh, terampil dan cakap i. Mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler di bidang keagamaan

(16)

k. Meningkatkan dan mengembangkan tenaga kependidikan yang berkompeten l. Membudayakan 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun)

G. TUJUAN SMP N 3 PAINAN DALAM 4 (EMPAT) TAHUN

Pada tahun pelajaran 2013/2014 sampai dengan tahun pelajaran 2017/2018 SMP Negeri 3 Painan memiliki tujuan sebagai berikut :

1.Memiliki dan mencapai standar kurikulum KTSP pada SMP Negeri 3 Painan meliputi: a. Pengembangan kurikulum

b. Pengembangan silabus

c. Tersusunnya program tahunan d. Tersusun program semester e. Pengembangan sistem Penilaian f. Rencana pelaksanaan pembelajaran

2. Minimal 100% tenaga kependidikan profesional berijazah strata 1, mengikuti PTBK/MGMP, mengajar sesuai keahlian.

3. Meningkatkan Standar Ketuntasan Belajar, Prestasi Belajar dan hasil Ujian Nasional 4. Mencapai standar proses pembelajaran, meliputi pelaksanaan pembelajaran dengan

strategi/metode, CTL, pendekatan belajar tuntas dan pendekatan pembelajaran Individual

5. Meningkatkan standar fasiltas pendidikan yang memadai, meliputi penataan ruangan, perabot sekolah, media pembelajaran dan lingkungan sekolah menuju komunitas belajar.

6. Terpenuhinya standar penilaian yang sesuai dengan KTSP meliputi: a. Pengembangan model penilaian

b. Ulangan harian, ulangan tengan semester, ulangan akhir semster, ulangan kenaikan kelas

7. Meningkatkan imtag melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan 8. Tercapainya kegiatan ekstrakurikuler dengan prestasi yang optimal

9. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif serta ruang belajar yang memadai. 10. Membentuk team work tenaga kependididkan yang kompak, cerdas dan profesional

(17)

berikut:

1. Pengembangan standar kompetensi lulusan.

2. Pengembangan kurikulum yang merupakan penjabaran dari standar isi dan kurikulum Nasional.

3. Pengembangan proses pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. 4. Pengembangan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan sesuai SNP dan

tuntutan global.

5. Pengembangan sarana dan prasarana atau fasilitas sekolah sesuai dengan SNP.

6. Pengembangan dan implementasi pengelolaan/manajemen sekolah sesuai dengan SNP 7. Pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan dan implementasinya

8. Pengembangan dan implementasi sistem penilaian untuk semua mata pelajaran dan jenjang kelas.

9. Pengembangan lingkungan sekolah yang kondusif, bersih, indah, dan ramah. I. STRATEGI PELAKSANAAN PENCAPAIAN PROGRAM

1. Peningkatan Standar Kompetensi Lulusan

Peningkatan mutu lulusan. Strateginya : menetapkan standar kelulusan (SKL) dan kriteria ketuntasan minimal (KKM) setiap mata pelajaran, mengembangkan jam tambahan untuk 4 mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA) bagi siswa kelas IX, mengendalikan ketercapaian KKM setiap mata pelajaran, melaksanakan Uji Coba (Try Out) Ujian Nasional dan Ujian Sekolah, bekerjasama dengan lembaga pendidikan untuk uji coba ujian nasional, memberikan belajar tambahan pada sore hari, memberikan bimbingan belajar khusus pada kelompok siswa yang berprestasi dan berbakat/ berminat, mengikutsertakan dalam berbagai perlombaan baik akademik maupun non akademik.

2. Pengembangan Kurikulum

a. Penyusunan dan pembuatan Standar Kompetensi Lulusan yang sesuai dengan SNP. b. Penjabaran Kompetensi Dasar berdasarkan SKL

c. Penjabaran pemetaan KD berdasarkan SKL

(18)

e. Penyusunan struktur kurikulum

f. Pengembangan silabus berdasarkan SKL g. Penyusunan RPP untuk semua mata pelajaran

h. Pembuatan dokumen kurikulum untuk semua mata pelajaran

i. Pelatihan guru dengan menghadirkan nara sumber yang kompeten, lokakarya dan workshop untuk menghasilkan program tahunan, program semester, silabus, dan RPP yang baik.

3. Pengembanga Proses Belajar Mengajar

a. Pembuatan dokumen rencana kegiatan pengelolaan PBM b. Pelaksanaan kegiatan remedial dan pengayaan

c. Pembuatan instrument penilaian beserta penetapan analisisnya d. Pengembangan pembelajaran melalui intenet

e. Workshop pengembangan model pembelajaran dan studi banding ke sekolah-sekolah bermutu.

4. Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

a. Peningkatan penguasaan ICT bagi guru dan kepala sekolah b. Peningkatan penguasaan ICT bagi tenaga kepekndidikan

c. Peningkatan kemampuan manajerial bagi kepala sekolah dan stakeholder yang ada di SMP N 3 Painan.

d. Memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualifikasinya

5. Peningkatan Sarana Prasarana SMP N 3 Painan a. Pengoptimalisasian penggunaan laboratorium IPA

1) Pengadaan alat laboratorium IPA 2) Perbaikan meja laboratorium IPA 3) Penataan ruangan laboratorium IPA b. Pengoptimalisasian pemamfaatn perpustakaan c. Pengadaan alat perpustakaan SMP N 3 Painan 1) Pengadaan computer untuk perpustakaan 2) Penambahan buku referensi

(19)

f. Pengadaan ruang Bimbingan dan Konseling g. Pengadaan ruang keterampilan

h. Pengadaan ruang kesenian

i. Pengadaan tempat bermain bagi siswa j. Pembuatan taman yang asri

k. Pengadaan mushala beserta tempat berwuduk bagi siswa 6. Peningkatan Mutu Kelembagaan dan Manajemen

Peningkatan manajemen sekolah yang akuntabel, transparan dan partisipatif, strateginya : menysun perencanaan sekolah dengan melibatkan berbagai pihak, pembagian tugas, melaksanakan rapat-rapat, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, mengembangkan system informasi manajemen berbais IT, pengendalian kegiatan-kegiatan, dan pelaporan.

7. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan

1) meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pembiayaan sekolah 2) menjalin kerjasama dengan orang tua melalui Komite Sekolah

3) Peningkatan kerjasama dengan penyandang dana (komiteS dan lain-lain) dalam meningkatkan pengembangan pembiayaan pendidikan, strateginya: menjalin kerjasama dengan pihak swasta, mencari informasi dan pendataan keberadaan alumni, membentuk wadah alumni, mengaktifkan organisasi alumni dan evaluasi. 4) Pengembangan usaha-usaha sekolah melalui unit produksi (Kopsis), strateginya :

memperkenalkan/mensosialisasikan keberadaan koperasi sekolah, tersusunnya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KOPSIS, menyiapkan macam kebutuhan yang diperlukan warga sekolah, penjadwalan tenaga KOPSIS, pelatihan tenaga KOPSIS dan evaluasi.

8. Pengembangan Standar Penilaian

1) Pengembangan sistem penilaian beragam untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas, strateginya : melakukan identifikasi kemampuan guru dalam melakukan penilaian, melakukan analisis kecenderungan guru dalam melakukan penilaian, membentuk kelompok guru sesuai dengan kelompok bidang studi dalam

(20)

penilaian, melakukan workshop/pelatihan, melakukan evaluasi proses dan hasil penilaian dalam pembelajaran, dan menindaklanjuti hasil kegiatan penilaian.

2) Peningkatan sistem penilaian (PAN/PAP) oleh guru, dan sekolah dalam pembelajaran atau akhir kegiatan pembelajaran, strateginya : melakukan koordinasi (guru, kurikulum, orang tua dan pihak terkait) dalam menetapkan kreteria penilaian, menetapkan aspek-aspek penialian ( kognitif, afektif dan psikomotorik) untuk semua mata pelajaran, menetapkan aspek-aspek pendukung dalam penilaian, mengadakan koordinasi dengan tim MGMPS untuk menentukan standar penilaian, dan mengembangkan model-model penilaian sesuai dengan kemahiran guru.

I. HASIL YANG DIHARAPKAN 1. Pengembangan Standar Isi

a. Terealisasinya perangkat kurikulum yang dinamis dan inovatif yang telah di syahkan

b. Terwujudnya administrasi kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran.

c. Terwujudnya pemetaan pengelompokan materi pelajaran yang serumpun.

d. Terwujudnya silabus, RPP (prota, promes, ) dan evaluasi pembelajaran yang berstandar KTSP

e. Terwujudnya instrumen penilaian yang berstandar KTSP 2. Peningkatan / Pengembangan Tenaga Kependidikan

a. Terwujudnya tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional.

b. Terwujudnya tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualifikasi S-1

c. Terwujudnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan sesuai SNP.

d. Terwujudnya monev dari Kepala Sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan

e. Terealisasinya guru dalam melaksanakan PTK untuk peningkatan proses pembelajaran.

(21)

b. Terealisasinya model-model pembelajaran yang variatif dan inovatif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

4. Peningkatan / Pengembangan Fasilitas Pendidikan

a. Terwujudnya sarana pembelajaran yang memadai dan relevan dalam mendukung PBM

b. Terwujudnya prasarana pendidikan yang memadai dalam mendukung PBM 5. Peningkatan Standar Kelulusan

a. Terwujudnya peningkatan mutu lulusan, dari 6,04 menjadi 7,50 dan ketuntasan pembelajaran dari 75 % menjadi 80 %)

b. Terwujudnya prestasi akademik dalam lomba rata-rata 3 besar tingkat Kabupaten c. Terwujudnya prestasi non akademik dalam lomba juara 1 tingkat Propinsi dan

khusus untuk lomba nyanyi 3 besar tingkat Provinsi 6. Peningkatan Standar Pengelolaan Pendidikan

a. Terwujudnya manajemen sekolah yang akuntabel, transparan dan partisipatif . b. Terwujudnya sekolah yang kondusif dalam mendukung peningkatan mutu

pendidikan.

c. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah tiap tahun baik jangka pendek maupun panjang.

d. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah.

e. Terdapatnya struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah sesuai dengan tupoksi dan pedoman –pedoman kerjanya.

7. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan

a. Terealisasinya pengembangan pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil.

b. Terwujudnya kerjasama dengan penyandang dana (komite dan lain-lain) dalam meningkatkan pengembangan pembiayaan pendidikan.

(22)

8. Pengembangan Standar Penilaian

a. Terdapatnya perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas.

b. Terselenggaranya berbagai model evaluasi ( ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, dsb.)

c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal.

J. TONGGAK-TONGGAK KEBERHASILAN NO PROGRAM-PROGRAM STRATEGIS BERDASARKAN KOMPONEN/ASPEK TONGGAK-TONGGAK KUNCI KEBERHASILAN (4TAHUN) 2013 2014 2015 2016 2017

1. Standar Kompetensi Lulusan a. Rata-rata pencapaian KKM

b. Persentase kelulusan yang masuk sekolah vaforit tingkat kabupaten

75 75% 78 80% 80 83% 83 84% 85 85% c. Kejuaraan akademik/nonakademik tingkat kab. 40% 50% 60% 70% 80%

d. Kejuaraan olimpiade nasional (matematika, fisika dan lain-lain)

2% 4% 8% 10% 15%

e. Rata-rata NUN 6.04 6.10 6.30 6.50 6.70

2. Standar Proses

a. Pelaksanaan strategi pembelajaran mutakhir (CTL, Cooperatif Learning, Quantum Learning)

50% 60% 70% 80% 90%

Proses (Manajemen)

a. Kelengkapan dan keakuratan Renstra 60% 70% 80% 90% 100% b. Kelengkapan dan keakuratan Renop 80% 90% 95% 95% 100% c. Penerapan MBS secara konsisten 80% 90% 90% 95% 100% d. Kepemilikan kemitraan dengan warga

sekolah dan masyarakat.

80% 95% 90% 100% 100%

Proses (Kepemimpinan)

a. Kepemilikan forum publikasi RKAS -1 dan RKAS-2

80% 90% 95% 95% 100%

b. Budaya yang kondusif dalam PBM 80% 85% 90% 95% 100% c. Penerapan demokratisasi di sekolah 75% 80% 90% 95% 100% d. Kepemilikan regulasi sekolah yang

dilaksanakan secara konsisten

75% 80% 90% 95 100%

(23)

BERDASARKAN KOMPONEN/ASPEK (4TAHUN)

2013 2014 2015 2016 2017

3 Standar Penilaian

a. Kepemilikan Bank Soal yang baik 60% 70% 80% 90% 100% b. Kepemilikan sistem validasi soal 50% 60% 75% 80% 90% c. Kepemilikan dokumen penilaian yang

lengkap

60% 70% 75% 80% 90%

d. Kepemilikan standar penilaian berdasarkan BSNP

60% 75% 80% 90% 90%

4 Standar Isi

a. Kepemilikan dokumen kurikulum secara lengkap

70% 85% 90% 95% 100%

b. Kepemilikan tim pengembang kurikulum yang handal

40% 60% 70% 80% 90%

5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Input (Guru)

a. Kecukupan jumlah guru 95% 100% 100% 100% 100% b. Kepemilikan jumlah guru yang

bersertifikasi

95% 100% 100% 100% 100%

c. Kepemilikan jumlah guru yang berkualifikasi S1

90% 95% 100% 100% 100%

Input (Kepala Sekolah)

a. Kecukupan kualifikasi kepala sekolah S-1 100% 1000% 100% 100% 100% b. Kepemilikan kepala sekolah yang

bersertifikasi

100% 100% 100% 100% 100%

c. Kepemilikan kasek yang berpengalaman (min 5 tahun)

100% 100% 100% 100% 100%

Input (Tenaga Pendukung)

a. Kecukupan jumlah ideal pustakawan 60% 60% 70% 80% 90% b. Kecukupan jumlah ideal laboran 50% 60% 70% 75% 80% c. Kecukupan jumlah ideal teknisi komputer 50% 50% 75% 75% 90% d. Kecukupan jumlah ideal karyawan 50% 70% 80% 90% 100% e. Kepemilikan pustakawan yang

kompenten

50% 60% 70% 80% 90%

f. Kepemilikan laboran yang kompenten 50% 60% 70% 75% 80% g. Kepemilikan teknisi komputer yang

kompenten

50% 60% 70% 75% 80%

h. Kepemilikan karyawan yang kompenten 60% 70% 75% 75% 90% Input (Organisasi dan Administrasi)

(24)

NO PROGRAM-PROGRAM STRATEGIS BERDASARKAN KOMPONEN/ASPEK TONGGAK-TONGGAK KUNCI KEBERHASILAN (4TAHUN) 2013 2014 2015 2016 2017

b. Kepemilikan sistem administrasi yang lengkap

70% 75% 80% 90% 100%

c. Kepemilikan SIM yang mutakhir 50% 60% 70% 75% 80% 6 Standar Sarana Prasarana

a. Kepemilikan lahan yang mencukupi 90% 90% 90% 90% 90% b. Kepemilikan ruang kelas yang cukup 100% 100% 100% 100% 100% c. Kepemilikan jumlah siswa perkelas yang

ideal (32 siswa per rombel)

0% 95% 100% 100% 100%

d. Kepemilikan perangkat ICT yang ideal % 50% 80% 85% 90% e. Kepemilikan buku pelajaran yang ideal

(1:1) dan referensi (1:3)

50% 60% 70% 80% 90%

f. Kepemilikan ruang baca yang memadai 50% 75% 80% 85% 90% g. Berlangganan jurnal, buletin dsb 25% 50% 70% 75% 80% h. Kepemilikan komputer perpustakaan % 25% 80% 90% 100% i. Kepemilikan jaringan internet 50% 75% 80% 90% 100% j. Kepemilikan Laboratorium (IPA, Bahasa) 70% 75% 80% 90% 100% k. Kepemilikan Lab Komputer yang ideal 25% 40% 50% 75% 100% l. Kepemilikan Software yang selalu up date % 30% 50% 75% 100% m. Kepemilikan kantin yang memadai 50% 60% 70% 80% 100% n. Kepemilikan mebeler yang memadai 85% 85% 90% 95% 100% o. Kepemilikan lingkungan sekolah yang

sehat dan bersih

80% 85% 90% 95% 100%

p. Kepemilikan sarana OR yang memadai 70% 75% 80% 85% 90% q. Kepemilikan ruang auditorium % 0% 25% 50% 80% r. Kepemilikan komputer untuk guru yang

memadai

% 10% 30% 50% 70%

s. Kepemilikan bahan dan peralatan P3K 60% 70% 80% 85% 90% t. Kepemilikan toilet untuk laki-laki dan

perempuan yang memadai

40% 40% 60% 60% 80%

u. Kepemilikan sistem sanitasi yang bersih dan berstandar kesehatan

85% 85% 90% 100% 100%

v. Kepemilikan tempat bermain yang memadai

30% 45% 65% 80% 100%

w. Kepemilikan tempat ibadah yang mencukupi

30% 60% 90% 95% 100%

7 Standar Pembiayaan Pendidikan Input (Kesiswaan)

a. Kepemilikan regulasi penerimaan siswa baru yang profesional

(25)

BERDASARKAN KOMPONEN/ASPEK (4TAHUN)

2013 2014 2015 2016 2017

b. Kepemilikan program pembinaan dan pembimbingan siswa yang jelas

80% 85% 90% 95% 100%

Input (Pembiayaan)

a. Kepemilikan regulasi pembiayaan pendidikan yang jelas

90% 90% 95% 95% 100%

b. Kepemilikan sarana untuk penggalangan dana sekolah

% 40% 50% 60% 75%

8 Standar Pengembangan manajemen c. Kepemilikan aturan yang jelas dalam

sistem pertanggung jawaban

75% 80% 83% 85% 90%

Input (Regulasi Sekolah)

a. Penerapan regulasi sekolah secara konsisten

75% 80% 85% 90% 100%

Input (Hubungan Masyarakat)

a. Kepemilikan wadah hubungan antara sekolah dengan masyarakat

85% 90% 95% 100% 100%

b. Kadar pelibatan masyarakat dalam pengembangan sekolah

50% 70% 80% 85% 90%

Input (Kultur Sekolah)

a. Kadar pengembangan budaya yang kondusif (harapan yang tinggi,

keunggulan, dan wawasan ke depan yang positif)

80% 83% 85% 90% 100%

b. Kepemilikan sarana yang

membangkitkan komitmen yang tinggi dan penciptaan rasa aman

70% 73% 75% 80% 85%

c. Kepemilikan regulasi yang menciptakan rasa tanggung jawab yang tinggi

75% 80% 85% 90% 100%

d. Kepemilikan regulasi yang menciptakan suasana yang harmonis dan etos kerja tinggi.

80% 85% 85% 90% 90%

K. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV)

1. Mewujudkan monev administrasi kurikulum yang berstandar KTSP.

2. Mewujudkan monev pemetaan materi pelajaran yang serumpun kelas 7 – 9. 3. Mewujudkan monev, penyusunan silabus, RP (prota, promes,).

(26)

5. Mewujudkan monev peningkatan tenaga pendidik dan kependidikan.

6. Mewujudkan monev tenaga pendidik dan kependidikan dalam aspek profesionalime. 7. Mewujudkan monev terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.

8. Mewujudkan supervisi pelaksanakan PTK dalam proses pembelajaran. 9. Mewujudkan monev proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

10. Mewujudkan monev pengembangan model-model dan inovasi dalam pembelajaran. 11. Mewujudkan monev sarana pembelajaran yang memadai dan relevan.

12. Mewujudkan monev prasarana pendidikan yang memadai dan relevan. 13. Memujudkan monev peningkatan mutu lulusan.

14. Mewujudkan monev proses dan hasil prestasi akademik dan nonakademik. 15. Memujudkan monev pengelolaan sekolah dan pencapaian sekolah yang kondusif. 16. Mewujudkan monev pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil.

17. Mewujudkan monev pengembangan pembiayaan pendidikan melalui sponsor dan alumni.

18. Mewujudkan monev usaha sekolah dalam pengembangan pembiayaan pendidikan. 19. Mewujudkan monev sistem penilaian yang beragam dan mencakup tiga aspek.

20. Mewujudkan monev penilaian yang mengacu pada kreteria PAP oleh guru dan sekolah.

Referensi

Dokumen terkait

Apabila suasana sejuk dan kondusif telah mampudipertahankan dan data-data pembuktian sudah lengkap, barulah para pihak, wakil keluarga beserta pihak “ureung-ureung tuha” dibawa

Berkaitan dengan pelayanan kesehatan tradisional, menurut Bapak Qamaludin Achmad, sejauh ini belum ada pengaduan dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh pelaku usaha

mempelajari konsep lanjutan yang level nya lebih kompleks. 32) penguasaan konsep diperoleh dari proses belajar mengenai hal- hal?. dasar, sebab jika konsep dasarnya saja

Peringatan maulid Nabi memiliki dampak positif dalam pembentukan karakter umat Islam. Pada acara itu kita bisa mendengar berbagai macam ceramah yang menjelaskan tentang sosok

melalui apresiasi karya sastra untuk memahami budaya

Dan yang pasti Allah swt telah meyiapkan posisi orang-orang sabar di atas standard dengan tiga ratus derajat untuk mereka yang sabar beribadah, enam ratus derajat untuk mereka

Hasil pengamatan dan analisis data pada penelitian ini diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Pemberian air beras berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan

Makalah diseminarkan pada acara The International Seminar on Information and Communication Technology (ICT) in Education, tanggal 13-14 Februari 2009, di gedung KPLT FT UNY 4