• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. Pertukaran Sosial di Negeri Makariki. Sejalan dengan penelitian seperti yang dimaksudkan dalam bab satu, maka dalam ini,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III. Pertukaran Sosial di Negeri Makariki. Sejalan dengan penelitian seperti yang dimaksudkan dalam bab satu, maka dalam ini,"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

25

BAB III

Pertukaran Sosial di Negeri Makariki

3.1 Pengantar

Sejalan dengan penelitian seperti yang dimaksudkan dalam bab satu, maka dalam ini, penulis akan menguraikan secara berurut kondisi umum wilayah Makariki, dilanjutkan dengan uraian tentang proses dan isi pertukaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah Maluku dangan masyarakat Makariki.

3.2 Letak Geografis Negeri Makariki (lokasi pembangunan kota)

Bab ini berisikan tentang data murni dari hasil wawancara dengan informan kunci mengenai proses pertukaran sosial di negeri Makariki antara masyarakat Makariki dengan pemerintah daerah terkait dengan pemindahan ibu kota provinsi Maluku.

Makariki merupakan salah satu negeri di pulau seram, kecamatan amahai, kabupaten Maluku tengah, provinsi Maluku. Negeri Makariki sebalah timur berbatasan dengan sepa, sebelah barat berbatasan dengan laut lepas, sebelah selatan berbatasan dengan desa sehati dan sebelah utara berbatasan dengan daerah pesisir TNS. Dari letak geografis tersebut penulis menambahkan bahwa, daerah pertanian dan perkebunan masyarakat terletak antara satu KM dari rumah penduduk ke timur, dan 03-04 KM ke arah utara. Sedangkan daerah/tanah yang diberikan kepada pemerintah berada di KM 04-06 ke arah timur. Dengan demikian daerah pembangunan kota, tidak mempengaruhi proses pertanian dan perkebunan di Makariki.

(2)

26

3.3 Karakteristik Masyarakat Negeri Makariki

3.3.1 Kondisi Sosial Budaya

Makariki merupakan salah satu negeri adat yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Kecamatan Amahai. Jarak dari kota Ambon ke Makariki bisa ditempuh dengan menggunakan kapal cepat dengan waktuh tempuh dua jam perjalanan. Sama seperti negeri-negeri adat lainnya, Makariki dipimpin oleh seorang Raja perempuan (Ina Latu) selama II priode(10 tahun terahkir) yang memilik Dewan Adat (saniri negeri). Dewan Adat ini dipilih dari masing-masing kumpulan marga (soa/dati) yang berada dalam negeri tersebut. Pola hidup orang Bersudara adalah yang biasanya diperankan oleh orang Makariki pada umumnya. Walaupun peminum minuman keras yang banyak jumblahnya, namun minuman itu idak perna menutup mata orang Makariki akan pentingnya hidup baku sayang diantara mereka. Malahan minuman keras (sopi) itu menjadi media untuk mempererat tali persaudaraan anak-anak negeri. Negeri yang memeluk Agama Kristen Protestan ini memiliki dua Gedung Gereja, dan Dua Pendeta yang diutus dari GPM. Makariki merupakan salah satu negeri adat yang memiliki wilayah yang cukup luas dengan dataran yang cukup rata. Negeri yang terletak di pinggiran pantai ini, “menuntut” masyarakatnya untuk menjadi nelayan pada musim tenang/panas dan menjadi petani pada musim penghujan. Disamping itu masyarakat Makariki juga menanam tanaman-tanaman umur panjang(kelapa, cokelat, sagu, pala dan lain-lain).

a. Tanah yang subur dan kekayaan laut yang banyak, dimaknai anak negeri sebagai pemberian Tuhan kepada mereka. Namun dipengaruhi oleh perkembangan globalisasi, anak-anak muda di Makariki malas bersentuhan dengan rumput yang berduri dan panasnya matahari di lautan. Mereka lebih

(3)

27 suka mencari pekerjaan di kota. Akibatnya hutan dan laut sering di eksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian potensi masuknya infestasi di negeri tersebut sangat mungkin terjadi. Salah satunya ialah masuknya pabrik ikan es yang biasa disebut masyarakat sebagai kostor, dengan mudah di terima oleh masyrakat dan pemerintah negeri, dengan kesepakatan bahwa anak negerilah yang menjadi buru dan karyawannya. Awalnya kesepakatan itu di setujui oleh perusahan tersebut dan mempekerjakan para anggota masyarakat yang mau bekerja di situ. Awalnya masyarakat merasakan adanya kemajuan yang sangat baik di negeri tercinta itu, namun tak lama kemudian, satu per satu karyawan yang notabene adalah anak negeri tersebut di pecat. Saat ini, perusahan tersebut untuk sementara waktu di istirahatkan, entah apa penyebabnya.

b. Di sisi lain menimbulkan dampak negatif atas hadirnya perusahan tersebut di dalam negeri yang biasa disebut dengan sebutan siwalette maatita ini. Hal pertama yang saya temukan ialah biota laut yang makin hari, makin berkurang. Misalnya dulu(sebelum ada perusahaan) masyarakat mencari ikan hanya di depan-depan negeri, tapi sekarang, 1km dari depan negeri saja agak sulit untuk mendapat ikan. Disebabkan akibat pembuangan limba pabrik dan limba dari kapal-kapal yang berlabuh di pinggiran pantai dan pelabuahan. Hal kedua yang saya temukan ialah, Pemilik modal memanfaatkan para tuan tanah untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

(4)

28

3.3.3 Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur kemajuan dari suatu masyarakat. Tentu hal ini harus didkung oleh tersedianya atau terjangkaunya sarana pendidikan oleh masyarakat. Mayarakat Desa Makariki saat ini bisa dikatakan maju karena memliki sarana pendidikan yang baik dan bisa dijangkau oleh masyarakatnya. Desa Makariki memiliki sarana pendidikan mulai dari TK-SMA/SMK dan perguruan tinggi pun sangat muda di jangkau. Di bawah ini tingkat pendidikan yang digambarkan dalam tabel berikut ini.

TABEL 2

PROSENTASE TINGKAT PENDIDIKAN N0

Desa Makariki

JENIS PENDIDIKAN Ket PendidikanTerakhir PendididkanSekarang SD SMP SMA D3 S1 S 2 S 3 SD SMP SMA D 3 S1 S2 1 RT 01 27 27 59 6 11 - - 25 10 18 - 8 - 2 RT 02 11 26 51 3 10 - - 33 8 5 - 5 - 3 RT 03 30 22 64 6 5 - - 23 11 7 - 10 - 4 RT 04 48 29 51 1 4 - - 20 8 8 - 6 - 5 RT 05 37 23 42 1 2 - - 14 4 10 - 5 - 6 RT 06 42 28 63 5 9 - - 31 20 19 - 11 - 7 RT 07 19 29 86 7 13 - - 28 21 15 - 11 1 8 RT 08 17 25 52 7 2 - - 16 15 10 3 6 - 9 RT 09 60 49 33 1 1 - - 33 23 15 1 2 - 10 RT 10 28 43 84 19 19 1 - 13 15 19 - 13 -

(5)

29 11 RT 11 46 52 73 1 34 2 - 29 35 27 - 14 -

12 RT 12 48 52 58 5 9 - - 37 40 27 1 7 -

Jumblah 613 395 713 62 119 3 - 302 210 180 5 98 Berdasarkan data statistik desa tahun 2013

Table di atas memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan di negeri Makariki sementara mengalami penurunan jumblah jiwa atau usia produktif pendidikan anak. Walaupun kekurangan jumblah usia produktif dalam menempuh pendidikan, masyarakat Makariki tidak kehilangan kesadaran untuk terus berlomba dalam menggapai cita-cita. Dengan demikian, penulis bias mengkatagorikan negeri Makariki termasuk salah satu negeri yang sementara mengalami perkekembangan di tingkat pendidikan.

3.6 Tujuan pembangunan ibu kota dalam perspektif pemerintah daerah

Dalam proses penelitian, penulis menumakan adanya persoalan yang terjadi dalam poses pemindahan ibu kota Maluku dari kota Ambon ke Makariki. Persoalan-persoalan tersebut yakni dari beberapa kalangan ada yang tidak setuju kebijakan pemerintah daerah tersebut. Dan pertarungan argumen pun panas dikalangan media, baik media cetak, media elektronik dan media sosial sekali pun. Walaupun demikian, penulis akan menjelaskan beberapa alasan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan tersebut.

3.6.1 Segi Peningkatan Ekonomi

Tanggapan beberapa pengamat sosial ekonomi di daereah ini soal pemindahan ibu kota provinsi? Mereka menilai pemindahan ibu kota provinsi ke dataran Makariki pulau Seram adalah solusi yang tepat untuk mencairkan persoalan keteringgalan Maluku. Abraham Orno, SE, salah satu pengamat masalah ekonomi dan sosial menilai, pemindahan ibu kota provinsi dari kota Ambon ke pulau Seram adalah salah satu solusi untuk membawa Maluku keluar

(6)

30 dari ketertinggalan. Menurutnya, kota Ambon saat ini tidak bisa dikembangkan lagi. kesempatan berusaha oleh masyarakat sangat kecil bahkan tidak ada sama sekali karena terbatasnya lahan serta mahalnya harga tanah di kota Ambon, membuat kalangan usahawan enggan menanam investasi. Selain itu harga ikan dan sayuran serta makanan kebun berupa umbi-umbian sangat mahal karena semuanya didatangkan dari luar pulau Ambon yang sudah tentu memerlukan transportasi yang mahal.Lain halnya kata dia, jika kota provinsi dipindahkan ke Seram, akses ekonomi akan lebih terbuka cepat karena di pulau Seram memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang luas dan subur, belum lagi perikanan dan pertambangan sehingga investasi akan lebih banyak diarahkan kesana. Dan itu berarti lapangan kerja akan terbuka lebar sehingga pengangguran yang bertumpuk saat ini di Ambon dapatdikurangi.1

3.6.2 Segi Wilayah Dan Masalah Sosial

Kota Makariki di Pulau Seram dinilai sudah memenuhi syarat menjadi ibukota Maluku yang baru. Juru bicara Pemprov Maluku Semy Huwae mengatakan, tim akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melakukan uji kelayakan Kota. Hasilnya, secara topografi dan potensi ekonomi, Makariki layak menjadi pusat pemerintahan baru. Nantinya seluruh infrastruktur pemerintahan akan dipindahkan secara bertahap ke sana2.

Sementara itu salah satu pengamat sosial yang juga mantan camat, Oth Ely mengatakan sangat tidak setuju kalau orang yang tidak ingin memindahkan ibu kota provinsi ke Makariki cuma dengan alasan Ambon kota sejarah. “ Apa artinya kota sejarah lalu kita tetap seperti dahulu tidak berkembang dan maju? Saya kira itu pendapat paling ngaur dan paling bodoh. “Kalau kota sejarah itu seperti Yogjakarta, Bali karena kota-kota itu punya identitas kota

1http://www.tribun-Maluku.com/2013/10/pindah-ibukota-ke-Makariki-Maluku-pasti_7246.html

(7)

31 sejarah. Kalau orang mulai masuk kota Yogjakarta, langsung orang terinspirasi oh iya memang ini kota sejarah. Tetapi kota Ambon, sejarah apanya? Jalan-jalan saja tidak lebih dari sebuah kota kecamatan. Kalau kota sejarah, di tengah kota Ambon harus ada hutan kota dan hutan kota itu kita tanam tanaman-tanaman ciri khas Maluku seperti cengkeh, pala, sagu, gandaria, durian, salak dan lain-lain sehingga dari hutan kota itu, tergambar jelas indentitas Maluku sebagai kota rempah-rempah yang sudah dikenal dari jaman Portugis.

Kita lihat setiap tahun musibah banjir dan longsor di kota Ambon ini sudah memakan korban jiwa yang terlalu banyak dan harta benda.3

Saat rapat Paripurna Istimewa DPRD Maluku dalam Rangka Memperingati Ulang Tahun Provinsi Maluku ke-68 di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Senin (19/8), gubernur dalam sambutannya menjelaskan, alasan yang melandasi hadirnya kebijakan tersebut adalah percepatan pembangunan perkotaan di Kota Ambon yang pada satu waktu tertentu sudah tidak lagi seimbang dengan daya dukung wilayahnya. “Luas wilayah dan angka pertumbuhan penduduk adalah salah satu indikator yang paling pokok untuk memperlihatkan ketimpangan tersebut.4 Hal ini yang sangat melandasi alasan pemerintah

daerah Maluku untuk memindahkan ibu kota provinsi Maluku dari kota Ambon ke Makariki.

3.7 Pemahaman Masyarakat Makariki terhadap pemindahan Ibu Kota Provinsi Maluku

Masyarakat Makariki sebelumnya telah tahu tentang akan dipindahkannya ibu kota provinsi Maluku dari kota Ambon ke negeri Makariki. Hal ini awalnya di dengar dari isu politik salah satu pasangan calon gubernur pada saat lima tahun sebelum pemilihan kepala

3 Jawaban mantan camat, oth Ely terhadap tanggapan kaum amtenar yang menolak pemindahan ibu kota karena alasa ambon adalah kota sejarah,di tribun Maluku.com

(8)

32 daerah tahun 2013 yang lalu. Oleh sebeb itu, ketika isu tersebut menjadi suatu berita yang nyata, masyarakat Makariki tidak begitu terkejut akan hal tersebut. Masyarakat Makariki pada prinsipnya setuju dengan akan dibangunnya ibu kota provinsi Maluku dari kota Ambon ke Makariki. Kemudian Persoalan yang muncul dalam masyarakat Makariki sendiri ialah apa bentuk kesiapan masyarakat Makariki dalam menyambut proses ini kedepan? Pertanyaan ini kemudian dijawab secara baik oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Hal pertama yang dilakukan oleh gereja dan pemerintah negeri ialah memberikan pemahaman yang positif bagi orang tua dan pemuda untuk menyiapkan diri secara baik, supaya nantinya tidak kalah saing dengan orang pendatang. Hal-hal yang dilakukan gereja dan pemerintah negeri ialah memeberikan pendidikan yang baik bagi anak usia dini. kemudian anak usia setelah SMA/SMK wajib melanjutkan study ke perguruan tinggi5. Hal ini semata-mata gereja lakukan hanya untuk menyiapkan generasi muda untuk mampu menjadi masyarakat Makariki yang lebih baik, berkualitas dan mandiri.6

3.8 Proses pertukaran

Pada awal tahun 2013 pemerintah daerah Maluku mengundang pemerintah negeri Makariki untuk melakukan pertemuan di kantor gubernur di ambon. Pertemuan yang dimediasi oleh pemerintah daerah tersebut membicararakan tentang pendapat pemerintah negeri Makariki mengenai akan dipindahkannya ibu kota provinsi Maluku dari kota Ambon ke Makariki. Pada saat itu, pemerintah negeri Makariki tidak secara langsung memberi jawaban yang pasti. Setelah menghadiri undangan pemerintah daerah tersebut, pemerintah negeri Makariki melakukan rapat dengan perangkat negeri. Kemudian memutuskan akan melakukan rapat negeri, yaitu rapat yang dihadiri oleh seluruh elemen dalam masyarakat Makariki, baik yang berada di negeri tersebut, maupun yang berada di perantauan.

5 Hasil wawancara dengan sekertaris negeri, Semmy wattimena di ruang kerja 8 september 2014.

(9)

33 Pertemuan tersebut membahas mengenai apakah masyarakat negeri Makariki bersedia dan siap untuk menjadikan sebagian daerahnya dipakai untuk pembangunan kota. Jawaban dari pertanyaan itu ialah masyarakat Makariki siap dan bersedia dan memberiakan sebagian daerah/tanah mereka untuk dipakai oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan kota dengan beberapa hal yang ditawarkan oleh pemerintah negeri Makariki kepada pemerintah daerah provinsi Maluku. Beberapa hal tersebut kemudian di setujuai oleh pemerintah daerah Maluku. Pada tanggal 24 agustus 2013, pemerintah daerah provinsi Maluku dan jajarannya turun ke daerah tersebut dan melakukan pencanangan batu prasasti.7 Hasil kesepakatan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Pemindahan ibu kota provinsi Maluku ke dataran Nusa Ina, merupakan komitmen dan kerinduan bersama masyarakat Maluku tengah. Sebagai entitas dari masyarakat nusa ina, masyarakat negeri Makariki MENERIMA lokasi ibu kota Provinsi Maluku dipindahkan ke petuanan negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.

2. Bahwa relevan dengan pemindahan ibu kota provinsi Maluku ke negeri petuanan Makariki, masyarakat Negeri Makariki menyerahkan TANAH NEGERI seluas 200ha di KM 04-06 secara Cuma-Cuma.

3. Sebagai bentuk imbalan jasa atas pemberian tanah dimaksud, pemerintah provinsi Maluku membangun sebuah gedung gereja yang representative sebagai sarana peribadatan jemaat GPM Makariki, yang peletakan batu penjuru gedung gereja bersamaan dengan pencanangan ibukota provinsi Maluku.

4. Tanah pemberian masyarakat Negeri Makariki seluas 200ha tersebut, tidak diperbolehkan atau disalahgunakan dan dijual belikan oleh pemerintah provinsi

(10)

34 Maluku kepada pihak lain, tetapi hanya digunakan bagi pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan.

5. Negeri Makariki merupakan salah satu negeri adat di dataran pulau seram, maka dalam pembangunan ibu kota provinsi Maluku kedepan, perlu memperhatikan tatanan adat istiadat yang hidup dan berkembang sebagai budaya bangsa.

6. Lokasi pusat pemerintahan negeri Makariki saat ini, adalah lokasi interaksi sosial masyarakat negeri Makariki yang telah dihuni dari para leluhur hingga generasi saat ini, maka untuk kepentingan pelayanan dan pembangunan ibu kota provinsi kedepan, masyarakat negeri Makariki menolak pemindahan pusat pemerintahan negeri Makariki ke daerah lain.

7. Sebagai ungkapan trima kasih dan wujud kepedulian pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kebupaten Maluku tengah atas pemberian tanah negeri Makariki dimaksud maka diharapkan :

7.1.Program-program pemerintah, baik pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur jalan/jembatan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain mempertimbangkan kepentingan masyarakat negeri Makariki.

7.2.Memberikan kesempatan/beasiswa kepada anak-anak negeri Makariki melanjutkan pendidikan Diploma, S1 pada lembaga pendidikan yang memiliki ikatan dinas/kerja dengan pemerintah, serta lanjutan pendidikan strata 2 kepada PNS asal negeri Makariki.

7.3.Memberikan kesempatan kerja kepada anak-anak negeri Makariki untuk mengabdi di daerahnya pada saat rekrutmen PNS per-tahunsebanyak 10 orang, /pegawai BUMD/BUMN/instansi vertical.

(11)

35 8. Apabila di kemudian hari pemerintah provinsi Maluku tidak merealisasikan kesepakatan masyrakat negeri Makariki sebagaimana poin 3-7, maka tanah pemberian sebagaimana pada poin 2 di atas, dikembalikan kepada masyarakat Negeri Makariki.8

8 Arsip pemerintah negeri Makariki, hasil pertemuan pemerintah negeri Makariki dan elemen masyarakat pada tanggal 14 april 2013.

Gambar

Table di atas memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan di negeri Makariki sementara  mengalami  penurunan  jumblah  jiwa  atau  usia  produktif  pendidikan  anak

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran karakter religius, bentuk-bentuk pembinaan karakter religius, faktor pendukung dan faktor peng- hambat pembinaan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa secara simultan, faktor performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions

yang bekerja di suatu perusahaan dan menerima gaji atau upah, atau setiap orang yang menghasilkan barang atau jasa yang mempunyai nilai ekonomis baik yang menerima gaji

Jadwal yang ditetapkan Dosen Pembimbing Akademik) 5-9Pebruari2018 Kuliah Senester Pendek untuk Matakuliah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil proporsi jawaban soal Ujian Nasional fisika SMA tahun 2008, 2009, 2010 di kabupaten Pasuruan yang kurang dari 60%

Apakah Bapak/Ibu selalu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu. yang telah

1) uang dan/atau setara uang, dalam hal ini termasuk tapi tidak terbatas pada voucher dan cek, yang diberikan kepada Pegawai Kementerian dan penyelenggara negara di

a) Suatu keterangan bahwa Hadis yang dinukilkan ke dalam kitab susunannya itu terdapat dalam kitab lain yang telah disebutkan nama penyusunnya. Misalnya, penyusun Hadis