• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan PBL III KEsehatan Masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan PBL III KEsehatan Masyarakat"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dan landasan manusia agar dapat menjalani hidup yang wajar dengan berkarya dan menikmati kehidupan secara optimal di dunia ini. Sebagai kebutuhan sekaligus hak dasar, kesehatan harus menjadi milik setiap orang dimanapun mereka berada melalui peran aktif individu dan masyarakat untuk senantiasa menciptakan lingkungan yang sehat serta berperilaku sehat sehingga dapat hidup secara produktif. Upaya yang dilakukan untuk merealisasikan hal ini ditempuh melalui pembinaan profesional dalam bidang promotif dan preventif yang mengarah pada pemahaman permasalahan-permasalahan kesehatan masyarakat, untuk selanjutnya dapat melakukan pengembangan program intervensi menuju perubahan paradigma dan perilaku masyarakat yang sehat.

Secara kronologis, kesehatan masyarakat adalah upaya-upaya untuk mengatasi masalah-masalah sanitasi yang mengganggu kesehatan. Dengan kata lain, kesehatan masyarakat ialah sama dengan sanitasi yang mana kegiatannya merupakan bagian dari pencegahan penyakit yang terjadi dalam masyarakat melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan pencegahan penyakit melalui kegiatan penyuluhan. Dalam rangka peningkatan derajat kesehatan secara optimal seperti yang telah dicanangkan dalam undang-undang kesehatan, diperlukan adanya peningkatan kualitas tenaga kesehatan baik yang bergerak dalam bidang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Hal ini dapat diperoleh melaui pendidikan khusus baik di perguruan tinggi akademik maupun sekolah lain yang mendidik tenaga khusus di sektor kesehatan.

Salah satu institusi pendidikan yang dimaksud di atas ialah mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu yang dididik untuk senantiasa menjadi seorang sarjana Kesehatan Masyarakat yang profesional guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya promotif,

(2)

2 preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat tersebut, maka perlu diketahui masalah-masalah kesehatan yang signifikan, melalui informasi dan data yang akurat serta relevan sehingga dapat diperoleh masalah kesehatan, penyebab masalah, prioritas masalah, serta cara pemecahan atau rencana pemecahan penyebab masalah kesehatannya.

Paradigma kesehatan baru yaitu menitikberatkan pada peningkatan perilaku bersih dan sehat serta sanitasi masyarakat, menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui metode terpadu. Paradigma tersebut merupakan modal pembangunan kesehatan dalam jangka 2010-2015 mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dan menjaga kesehatannya sendiri. Yang sebagaimana telah tertera dalam Visi Kemenkes tahun 2010-2014 yang digalakkan oleh Alm. Endang Rahayu yaitu “Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan”.

Sehubungan dengan visi kemenkes tahun 2010-2014 tersebut, sekaligus sebagai bentuk implementasi dari tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, kami mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako mengikuti kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) III di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Toaya. Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) III ini merupakan kelanjutan dari Pengalaman Belajat Sebelumnya, yaitu Pengalaman Belajar Lapangan II. Tujuan dari dilaksanakannya Pengalaman Belajat Lapangan (PBL) III adalah untuk mengevaluasi hasil intervensi yang telah dilakukan di Pengalaman Belajar Lapangan Sebelumnya. Tahap-tahap evaluasi yang kami laksananakan ialah pertama menentukan indikator keberhasilan. Penentuan indikator keberhasilan penting karena merupakan tolak ukur keberhasilan dari intervensi prioritas masalah yang telah dilakukan di PBL sebelumnya. Indikator keberhasilan yang kami patok atau tetapkan adalah terjadinya peningkatan kepemilikan dan pengethauan masyarakat tentang air bersih sebesar 12 %. Selain itu, target yang lain adalah adanya peningkatan pengetahuan dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan

(3)

3 Sehat (PHBS) masyarakat Desa Sumari sebesar 10 %. Setelah menentuka indikator keberhasilan, kami kembali melaksanakan pendataan kembali, akan tetapi pendataan yang kami lakukan lebih berfokus pada prioritas masalah dan respondennya tidak semua warga Desa Sumari, melainkan hanya warga yang mengikuti penyuluhan dan warga yang tidak memiliki kepemilikan sumber air bersih.

Pengalaman Belajar Lapangan III ini merupakan Pengalaman Belajar Lapangan terakhir, yang merupakan bagian dari proses analisis komunitas masalah kesehatan yang terdiri dari proses pendataan dan penetapan prioritas maslah di Pengalaman Belajar Lapangan I, dan kemudian dilanjutkan dengan Intervensi prioritas masalah pada Pengalaman Belajar Lapangan II, dan kemudian diakhiri dengan proses evaluasi di Pengalaman Belajar Lapangan III ini. Karena merupakan Pengalaman Belajar Lapangan terakhir dan merupakan tahap eveluasi program, mahasiswa diharapkan dapat menjalankan semua kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan III ini dengan lebih baik agar mendapat manfaat yaitu pengetahuan dan pengalaman turun di masyarakat.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) III

ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap Program-program Intervensi yang telah dilaksanakan sebelumnya di Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II. Adapaun hasil intervensi yang akan dievaluasi di Pengalaman Belajar Lapangan III ini adalah sebagai berikut :

1. Evaluasi Intervensi prioritas masalah Air Bersih.

2. Evaluasi Intervensi prioritas masalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. 3. Survei sumber air bersih.

(4)

4

1.3 Manfaat

Adapun manfaat dari pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan III ini

adalah sebagai berikut : a. Manfaat Institusi

Manfaat yang didapatkan untuk institusi adalah mampu mengembangkan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang ada di Universitas Tadulako. Sehingga dapat dikenal oleh khalayak umum.

b. Manfaat Praktisi

Dapat membantu pemerintah desa dalam melaksanakan program-program yang ada di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Dan untuk mempermudah kerja instansi kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

c. Manfaat Ilmiah

Dapat menambah pengalaman dengan cara berinteraksi kepada masyarakat dan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan kepada masyarakat, dengan menganalisis suatu masalah kesehatan. Sehingga dapat memberikan solusi terbaik dan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mengurangi masalah kesehatan.

(5)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Tentang Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) III.

Pengalaman Belajar Lapangan III adalah kelanjutan dari Pengalaman Belajar Lapangan yang sebelumnya, yaitu Pengalaman Belajar Lapangan I dan II. Tujuan dari dilaksanakannya Pengalaman Belajar Lapangan III adalah untuk mengevaluasi Program Intervensi yang telah dilakukan di Pengalaman Belajar Lapangan Sebelumnya (PBL II). Dengan demikian, kita dapat menetukan keberhasilan program intervensi yang telah dilakukan dengan menetukan indikator keberhasilan yang ingin dicapai. Selain mengevaluasi hasil dari intervensi prioritas masalah di Pengalaman Belajar Lapangan II, di Praktek Belajar Lapangan III ini, juga melihat apakah terjadi perubahan pada frekuensi kepemilikan Sumber Air Bersih, Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan hal-hal lain yang telah menjadi prioritas masalah.

2.2 Tinjauan tentang Evaluasi

Evaluasi adalah hasil akhir yang akan diketahui dan melihat apakah tujuan

awal yang telah ditetapkan telah tercapai atau tidak. Menurut Joint Committee (1981), evaluasi adalah penelitian yang sistematik atau yang teratur tentang manfaat atau guna beberapa obyek. Berikut beberapa definisi Evaluasi menurut para ahli :

a. Purwanto dan Atwi Suparman (1999). Evaluasi adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliabel untuk memnuat keputusan tentang suatu program. b. Rutman dan Mowbray (1983). Evaluasi adalah pengguanaan

metode ilmiah untuk menilai implementasi dan Outcomes atau dampak suatu program yang berguna untuk proses pengambila keputusan.

(6)

6

Proses dan Tahap evaluasi

a. Specify objectivies, yakni membuat rumusan tujuan program yang spesifik dan dapat diukur.

b. Measures the objectivities, yakni melakaukan pengukuran efek yang sudah dicapai dari program yang sudah dijalankan. Biasanya masing-masing objek telah menspesifikasikan efek apa yang ingin dicapai pada program yang telah dijalankan.

c. Collect and analyze data, yakni melakukan pengumpulan data dan mengukur efej yang dihasilkan oleh responden yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari sini kemudian akan dapat dilihat apakah program berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan atau belum.

Evaluasi terbagi atas 2, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah hal yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk mengetahui program-program kerja yang dikelola dengan baik, berkesinambungan dan efektif. Dalam berbagai hal, evaluasi ini mengukur secara berkesinambungan penampilan program, kadang dalam hitungan bulan. Kemudian yang kedua adalah evaluasi hasil. Evaluasi hasil adalah usaha untuk mengetahui dampak atau hasil yang ditimbulkan oleh program-program kerja yang telah dijalankan. Evaluasi hasil berkaita dengan usaha untuk mengetahui apakah tujuan (objektif) yang telah ditetapkan tercapai atau belum.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis evaluasi yang digunakan dalam Pengalaman Belajar Lapangan III adalah evaluasi hasil karena melihat hasil atau dampak dari program-program yang telah dijalankan.

(7)

7

BAB III

GAMBARAN UMUM LOKASI

3.1 Keadaan Geografi dan Demografi

a. Geografi dan Kependudukan A. Geografi

Desa Sumari merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

a) Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Amal b) Sebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Taripa c) Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Desa Kumbasa d) Sebalah Barat : Berbatasan dengan Desa Toaya Induk 1) Suhu dan Kelembaban Udara

Suhu rata-rata harian di wilayah Desa Sumari adalah 35o C hampir sama seperti wilayah lain di Kabupaten Donggala yang berkisar antara 31o sampai 35o C dengan kelembaban udara rata– rata 72 – 82o C

2) Pemerintahan

Desa Sumari mempunyai wilayah kerja sekitar 2.500 ha yang secara administrasi pemerintahan terdiri dari 4 Dusun. Adapun penyebaran jumlah Dusun, jumlah kepala keluarga dapat dilihat pada tabel berikut ini.

(8)

8

Tabel 3.1

Distribusi Kepala Keluarga Berdasarkan Dusun di Desa Sumari 2012 No. Nama Dusun Jumlah KK (Kepala Keluarga)

1. Dusun I 51

2. Dusun II 68

3. Dusun III 99

4. Dusun IV 55

Jumlah 273

Sumber: Data sekunder sekertaris Desa Sumari B. Kependudukan

1) Jumlah Penduduk

Berdasarkan hasil pendataan yang dilaksanakan di Desa Sumari pada bulan sampai bulan Agustus 2009, jumlah penduduk di wilayah Desa Sumari sebesar 2.904 jiwa.

2) Komposisi Penduduk

Komposisi penduduk menurut kelompok umur menunjukkan bahwa 13,89 % penduduk desa Sumari adalah usia produktif (umur 20-30 tahun). Distribusi penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 2 :

(9)

9

Tabel 3.2

Prensentase Penduduk Desa Sumari Menurut Golongan Umur

No Umur (Tahun)

Desa Sumari

Dusun 1 Dusun 2 Dusun 3 Dusun 4 Total

N % N % N % N % N % 1 20-30 3 8,82 6 18,75 7 14 4 14,29 20 13,89 2 31-40 6 17,65 12 37,5 11 22 7 25 36 25 3 41-50 13 38,24 7 21,88 19 38 13 46,43 52 36,11 4 51-60 6 17,65 4 12,5 6 12 3 10,71 19 13,19 5 61-70 4 11,76 2 6,25 4 8 1 3,57 11 7,64 6 71-80 2 5,88 1 3,13 2 4 0 0 5 3,47 7 81-98 0 0 0 0 1 2 0 0 1 0,69 Total 34 100 32 100 50 100 28 100 144 100 Sumber : Data Primer, 2012

B. Keadaan sosial ekonomi

Warga di Desa Sumari memiliki pekerjaan sebagai petani, Wiraswasta, PNS, Guru Honorer, dan Buruh. Namun, mayoritas penduduk Desa Sumari menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perkebunan. Hal ini dikarenakan wilayah Sumari yang mendukung untuk dijadikan lahan persawahan dan perkebunan serta ditunjang oleh sumber air yang melimpah. Selain menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan, masyarakat desa Sumari juga mencari pendapatan dengan berdagang BBM dan penganan sehari-hari seperti Nasi Kuning, Pisang goreng, Binte, Kue, dan lain lain

Adat Istiadat di Desa Sumari masih sangat kental, serta rasa gotong royong dan kekeluargaan di Desa Sumari masih sangat terasa. Rasa toleransi antar warga di desa Sumari yang masih sangat kental terbukti ketika ada warga desa yang akan melaksanakan acara, maka setiap warga desa akan memberikan bantuan baik tenaga maupun materi.

C. Fasilitas Umum yang tersedia Sarana Tempat Ibadah

(10)

10

Sarana Pembuangan Kotoran Manusia - MCK (Mandi Cuci Kakus)

Sarana Olahraga

a. Lapangan Sepakbola b. Lapangan Takraw c. Lapangan Volley Ball

Sarana Pendidikan

a. Taman Kanak-kanak Al-Khaerat b. Sekolah Dasar (SD) c. MTs Al-Khaerat Sarana Kesehatan a. Puskesmas Pembantu b. Posyandu c. Bidan Desa D. Pola Penyakit

Pola penyakit di Desa Sumari di dominasi oleh penyakit yang disebabkan oleh perilaku dan lingkungan seperti gatal-gatal, kolera, dan malaria. Adapun penyakit lain adalah penyakit umum seperti Batuk, Demam, dan Sakit Kepala. Penyakit gatal-gatal yang menyerang warga di Desa Sumari di sebabkan oleh kebiasaan warga desa yang mandi menggunakan air di drainase yang juga di gunakan warga untuk mencuci pakaian, peralatan rumah tangga dan membersihkan badan setelah pulang dari sawah.

(11)

11 Penyakit Kolera dan Malaria disebabkan oleh faktor lingkungan yaitu tercemarnya air bersih yang digunakan untuk minum oleh kotoran manusia dari desa yang berada di atas Desa Sumari. Hal ini dikarenakan air yang digunakan oleh warga Desa Sumari telah dipakai terlebih dahulu oleh warga di Desa Taripa. Dibawah ini adalah 6 penyakit terbesar yang sering terjadi di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala.

1. ISPA 2. Demam Berdarah 3. Penyakit Kulit 4. Diare 5. TBC 6. Hepatitis.

(12)

12

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Dari proses evaluasi yang kami lakukan di Pengalaman Belajar Lapangan III, didapatkan hasil sebagai berikut :

1. Analisis Kuantitatif

a. Kepemilikan sumber air bersih. Tabel 4.3

Distribusi Responden menurut kepemilikan Sumber Air Bersih di Desa Sumari, Kabupaten Donggala Tahun 2012

No Dusun

Kepemilikan Sumber Air Bersih

Jumlah Ya Tidak N % N % N % 1 I 34 100 0 0 34 100 2 II 30 93,75 2 6,25 32 100 3 III 33 66 17 34 50 100 4 IV 26 92,85 2 7,15 28 100 Total 123 85,42 21 14,58 144 100

Sumber : Data Primer 2012

Dari tabel 3.4 di atas, dapat disimpulkan bahwa dari 34 orang responden yang ada di Dusun 1, semuanya memiliki air bersih, sedangkan untuk Dusun 2, jumlah responden yang memiliki sumber air bersih berjumlah 30 (93,75%), dan yang tidak memiliki air bersih berjjumlah 2 orang (6,25%). Di Dusun 3, dari 50 orang responden, terdapat 33 (66%) orang yang memiliki sumber air bersih, dan sisanya 17 (34%) orang yang tidak memiliki sumber air bersih. Di Dusun 4, dari 28 responden, terdapat 26 (92,85%) yang memiliki sumber air bersih, dan 2 (7,15% orang yang tidak memiliki sumber air bersih.

(13)

13

Tabel 4.4

Perbandingan Distribusi Responden Berdasarkan Kepemilikan Sumber Air Bersih

Di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Antara PBL I dan PBL III

N o

Kepemilikan sumber air bersih PBL I PBL III N % N % 1 Ya 123 85,42 86 92,47 2 Tidak 21 14,58 7 7,53 Total 144 100 93 100

Sumber : Data Primer 2012 dan 2013

Dari tabel 4.4 di atas, dapat dilihat bahwa pada PBL I terdapat 123 (85,42%) responden dari 144 responden yang memiliki sumber air bersih, dan hanya 21 (14,58%) dari total 144 responden yang tidak memiliki sumber air bersih. Dari segi persentase, terjadi peningkatan kepemilikian sumber air bersih di PBL III dari 85,42 % pada PBL I menjadi 92,47% pada PBL III. Begitu pula pada persentase responde/KK yang tidak memiliki sumber air bersih, yaitu dari 14,58% menjadi 7,53%.

b. Jenis Sumber Air Bersih.

Tabel 4.5

Distribusi Responden berdasarkan Jenis Sumber Air Bersih di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Tahun

2012

No Jenis Sumber Air Bersih

Desa Sumari

Total Dusun 1 Dusun 2 Dusun 3 Dusun 4

N % N % N % N % N % 1 Sumur Gali 8 23,53 2 6,25 1 2 0 0 11 7,64 2 Sumur Bor 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 PDAM 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Mata Air 26 76,47 30 93,75 49 98 28 100 133 92 Total 34 100 32 100 50 100 28 100 144 100 Sumber : Data Primer 2012

Dari tabel 4.5 di atas menunjukan bahwa dari 34 responden yang ada di Dusun 1, terdapat 26 (76,47%) responden yang menjadikan mata air sebagai sumber air bersihnya, dan sisanya, yaitu 8 (23,53%) menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih. Dari 32 responden

(14)

14 yang ada di Dusun 2, terdapat 30 (93,75%) responden yang menjadikan mata air sebagai sumber air bersih dan sisanya, yaitu 2 (6,25%) menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih. Untuk Dusun 3, dari 50 orang responden yang di data, hanya 1 (2%) yang menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih, sedangkan sisanya, yaitu 49 (98%) orang yang menggunakan mata air. Di Dusun 4, semua warganya (100%) menggunakan mata air sebagai sumber air bersihnya.

Tabel 4.6

Distribusi Perbandingan Responden berdasarkan Jenis Sumber Air Bersih

Di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Antara PBL I dan PBL III

No Jenis Sumber Air Bersih PBL I PBL III

N % N % 1 Sumur Gali 11 7,64 3 3,41 2 Sumur Bor 0 0 0 0 3 PDAM 0 0 0 0 4 Mata Air 133 92,36 85 96,59 Total 144 100 88 100

Sumber : Data Primer 2012 dan 2013

Dari tabel 4.6 di atas menunjukan bahwa terjadi peningkatan jenis sumber air bersih untuk mata air, yaitu dari 92,36 % pada PBL I menjadi 96,59 % pada PBL III. Untuk sumur gali, terjadi penurunan persentase pemanfaatan sumur gali sebagai sumber air bersih dari 7,64 % pada PBL I menjadi 3,41 % pada PBL III.

(15)

15

2. Analisis Kualitatif

a. Kepemilikan sumber air bersih Tabel 4.7

Analisis Matriks Responden yang Memiliki Sumber Air Bersih Di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Tahun

2013

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

1. MHD, NT, ATW, IRW, DRW, IRH, MDN, IDR, DNR, PDL, HLM, TPM, APR, TSR, ANS, ULG, RZL, SDR, WNT, KSM, TLB, ASL, RZL, JMR, LMD, ASR, BHR, AMD, RKV, ARM, SHR, AME, SLTN, AML, AC, SMS, AMN, SLM, AND, BLS, GLV, KDR, OJ, RND, DMR, JFR, HRS, LPD, SKR, AMR, SMN, YNC, BKR, LJB, ARPN, ELM, FTR, ANS, DMG, RST,RFN.

1. Sumber air bersih itu penting. Apa kalo te ada susah juga kita mau ba apa-apa, serba susah le. 2. Air itu sumber

kehidupan, jadi sumber air bersih itu penting. 3. Air itu penting

bagi kesehatan, makanya kita harus punya sumber air bersih. 4. Susah sekali kalo

te ada air bersih, mo pake apa ba masa ? te mungkin pake air irigasi kan

5. Itu air bersih penting.

Contohnya mandi kita kan, pake air kotor. Pasti gatal-gatal.

6. Semua

aktivitasnya kita kebanyakan pake air, jadi, kalo mau sehat-sehat kita dengan keluarga, bagusnya pake air bersih.

7. Banyak sekali gunanya air bersih.

Air Bersih sangat penting bag kehidupan manusia karna memiliki banyak manfaat seperti mencuci,dikonsumsi, mandi, dan menunjang kesehatan. Dari total 88 Responden yang memiliki sumber air

bersih, terdapat 61 responden atau 69,32

% telah memiliki pengetahuan tentang pentingnya air bersih dan memiliki sumber

(16)

16

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

8. Saya pernah rasa itu mandi pake air kotor, hama. Gatal-gatal badan le, makanya, itu air bersih itu penting sekali.

9. Air itu salah satu kebutuhan

dasarnya kita, jadi itu sumbernya harus ada. 10. Kalo kita punya

sumber air bersih, Insya Allah, jadi lebih sehat kita. 11. Tiap hari kita ini

butuh air,

diminum, dipake mandi, di pake bacuci, jadi harus punya sumber air bersih.

12. Kalo saya de e, lebih bae te ada motor, dari pada te ada air.

13. Itu air itu, sudah kaya udara untuk kita. Kita butuhkan sekali itu air itu. 14. Jangankan air

bersih, air kotor atau keruh saja, kita pake juga. Jadi penting sekali itu air.

15. Yah, itu air itu intinya bepengaruh bagi kesehatan. 16. Ya pentinglah.

(17)

17

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

17. Kalo yang saya dengar-dengar di iklan itu, kaya aqua itu dan, penting sekali, apalagi untuk bamasa dengan minum. 18. Cuman sedikit

yang saya tau de, intinya itu air penting bagi kesehatan. 19. Saya ini de,

memang cuman petani, tapi saya rasa penting punya itu sumber air bersih.

20. Penting punya sumber air bersih. Terutama untuk kesehatan.

21. Yah penting, untuk mandi, mencuci , minum, dll. 22. Air itu kita

butuhkan dalam kehidupan kita, jadi mau tidak mau harus setidaknya punya sumber air bersih.

23. Air, Udara, makanan, ah, itu kita perlu semua itu. Terutama air sama udara ini e. Kalo te ada bisa mati kita.

24. Badannya kita itu, setengahnya itu air, makanya minum air bersih itu wajib untuk kesehatan.

(18)

18

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

25. Ini air ini penting karena tiap hari kita pake. Di sawah, di rumah, dipake minum, ba wudu, dll,

26. Kalo titak ada sumber air bersih, susah kita kasian, mau ba apa-apa serba susah, tidak bisa ba cuci, makan, te bisa minum terutama. 27. Air bersih itu

berhubungan dengan kesehatan, karena kalo ada air bersih tidak mo sakit-sakit kita. 28. Air bersih itu

penting bagi kesehatan, karena kalo pake air kotor nanti bisa kena penyakit, apa banyak lalat. 29. Namanya air itu,

pasti dibutuhkan, terutama air bersih, mau di minum, dipake bacuci, dll. 30. Manfaatnya air

bersih itu banyak sekali, tapi terutama unutk kesehatan besar sekali.

31. Manfaat air bersih itu dipake minum, bacuci, mandi. 32. Air bersih penting

(19)

19

No. Inisial responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

33. Manfaat air bersih itu untuk dipakai tiap hari, apa dia bersih

34. Manfaatnya air bersih itu untuk memasak dan mencuci.

35. Manfaat air bersih itu yang paling pentingnya itu untuk memasak dan mencuci. 36. Manfaatnya air

bersih itu kan untuk mandi, supaya kita tidak busu sama bagatal-bagatl. 37. Air bersih itu di

pake untuk memasak dan mencuci, supaya tidak sakit kepala. 38. Air bersih itu

penting, karena di pake sehari-sehari. 39. Kalo di sini ini, air

bersih itu saya pake untuk minum dan lainnya. 40. Yah, pentingnya

air bersih yah untuk memasak. 41. Hm, air bersih itu

menurut saya penting sekali, karena saya ini kan petani, jadi

tergantung sekali dengan air, apalagi air bersih.

(20)

20

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

42. Saya

bamanfaatkan air bersih ini, supaya sehat-sehat anak sama keluarga, supaya tidak kena DBD, gatal-gatal sama berak-berak.

43. Begini de, dalam kehidupan sehari-harinya kita ini, pasti hampir selalu

berhubungan dengan air, mulai dari minum sampai mandi, makanya penting itu sumber air bersih.

44. Hm, kalo saya pribadi butuh sekali sama air bersih, apa air bersih itu banyak sekali

manfaatnya, kaya diminum.

45. Air itum dari dulu kita butuhkan, kita pake, coba kalo te ada air, bisa-bisa mati kita ini karena tidak minum. 46. Itu air bersih itu

penting, coba-coba saja te ada air bersih. serbab susah ba apa-apa.

(21)

21

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

47. Air bersih itu penting bagi kesehatan. 48. Air itu kan

diminum, jadi harus bersih. 49. Kalo air kotor,

banyak penyakit datang. Apa nyamuk itu tinggal di air kotor, apalagi lalat.

50. Namanya air itu, pasti dibutuhkan, terutama air bersih, mau di minum, dipake bacuci, dll. 51. Kalo kitorang di

sumari ini kasian, sama semua. Butuh air bersih, apa biar banyak air di ue keke, tapi tidak bersih, te bisa langsung diminum. 52. Itu air bersih itu

penting, karena di pake bacebok. 53. Air bersih itu

penting karena bersih untuk memasak.

54. Itu air kalo kotor, baru diminum, biasanya kita itu sakit kepala, perut, makanya penting sekali minum air bersih.

(22)

22

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

55. Yah, untuk manfaat saya kurang tau, ini pake air bersih supaya gampang saja beraktifitas dan, te susah-susah lagi pigi ba ambil air lagi sambil bawa-bawa jergen. 56. E, kalo saya

pribadi ini, karena alasan nyaman saja, makanya pake air bersih, supaya tidak gatak-gatal, sakit perut, dll.

57. Air bersih ini penting utnuk mencuci beras, bakasih mandi cucu, sama di pake ba cuci tangan. 58. Yah pentinglah de, te mungkin kan kita ba cuci pakaian kotor sama air kotor, jadinya nati tambah kotor.

(23)

23

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpula

59. Ini air bersih penting sekali kasian, sudah kitorang rasa lalu habis banjir itu, mau minum terpaksa ba beli aqua, viand, apa te ada air bersih yang mau dimasa. 60. Ooh, penting sekali, karena banyak sekali manfaatnya di kehidupan, apalagi di kehiudpan sehari-hari. 61. Manfaat air bersih itu, bisa diminum, soalnya kalo air kotor, harus di kasih jernih dulu, baru bisa diminum. 2. LBM, RHM, NRA, TMP, KNJ, JM, FKR, ASR, SRK, DSM, HSM, SRJ, HLM, MGL, ARS, JN, RSM, AGS, TNJ, RSL, SKT, SA, MSR, TKL, HRJ, AMN, RSD. 1. Susah juga de kalo te ada air bersih, apa ini makanan tidak enak juga kalo pake air kotor, keras beras. 2. Yang saya tau itu

toh, itu air bersih banyak sekali manfaatnya. Makanya jadi penting kita punya sumber air bersih.

3. Supaya gampang saja de, makanya punya sumber air bersih.

(24)

24

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

4. Adoh, kalo masalah

manfaatnya bagi kesehatan tidak terlalu tahu saya. Kalo saya yang tahupenting itu untuk mandi sama minum., itu saja.

5. Itu air penting bagi kesehatan karena air yang kita minum itu jadi darahnya kita nanti itu. 6. Beh, kalo saya

ini, cuman pake-pake begitu saja, te ada saya tau barangkali guna atau apanya itu le.

7. Itu air saya rasa penting, makanya saya pake mesin ini supaya masuk sampe rumah air. 8. Kalo kitorang ini

leh, te ada itu ceritanya air masuk sampai rumah. Paling kalo mau ambil air, cuman bawa jergen ke taripa sana saja. 9. Seandainya kita

tidak punya sumber air bersih de, kaya hidup di arab sana, di padang pasir. Panas, haus, tidak bisa mandi.

(25)

25

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

10. Yah, saya kurang tau juga le, manfaatnya air bersih. Yang saya tau itu cuman itu air, dipake mandi, minum, bacuci, cuman itu kasian. 11. Manfaatnya air

bersih itu, macam pake bacuci. Kalo kotor air dipake, biasa itu pakaian kotor baru kuning. 12. Aduh, saya

kurang tau le, pentingnya air bersih ini apa, karna saya punya sumber air ini juga, sudah dari kecil, orang tua yang bikin. 13. Saya pake air

bersih itu, karena kebetulan dekat juga dengan rumah, jadi ya saya pake. 14. Saya kan punya,

masa’ saya tidak pake, kan rugi toh.

(26)

26

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

15. Kalo saya sendiri le, kurang tau juga manfaatnya air bersih ini, apa saya kebetulan memang dari kecil sudah pake air bersih ba apa-apa.

16. Ya, saya manfaatkan itu sumber air bersih karena saya butuh, kalo manfaat air bersih itu, kurang tau juga saya le. 17. Kalo saya sendiri

kurang tau manfaatnya bagi kesehatan le, apa saya cuman karna dekat saja le. 18. Hayi, kalo saya

pake air bersih karena kebetulan dekat saja, kalo pentingnya itu saya tidak terlalu tau untuk

kesehatan. 19. Supaya tidak

haus.

20. Kurang tau saya juga de.

21. Cuman pake mandi sama minum. Sumber : Data Primer 2013

Dari tabel 4.7 di atas, dapat disimpulkan bahwa dari total 88 responden yang memiliki sumber air bersih, terdapat 61 responden atau 69,32 % yang memiliki pengetahuan tentang pentingnya menggunakan air bersih dan memiliki sumber air bersih. Sedangkan sisanya, yaitu 27 responden

(27)

27 atau 30,82 % yang memiliki sumber air bersih tidak memiliki pengetahuan tentang pentingnya menggunakan air bersih dan memiliki sumber air bersih.

(28)

28

Tabel 4.8

Analisis Matriks Responden Yang Tidak Memiliki Sumber Air Bersih di

Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Tahun 2013

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

1. ALW, HRN, YSR, ZLN, SYD, AND, RSM.

1. Air bersih itu penting sekali untuk

kesehatan, apalagi kita yang kerjanya tiap hari ba urus sawah ini le, butuh sekali.

2. Yang namanya air bersih itu penting sekali untuk

kehidupan, terutama untuk mencuci dan memasak.

3. Aduh, yang saya tau itu cuman untuk dipake minum. 4. Supaya tidak sakit. 5. Air bersih penting

dipake mandi, supaya tidak kena gatal-gatal. 6. Hehehe, kurang tau

juga saya le, apa cuman ibu rumah tangga.

7. Pentingnya air bersih itu e, anu, buat pake mandi begitu toh, supaya tidak sakit kepala juga, apa kalo minum air kotor biasa sakit-sakit kepala begitu e. Sebagian besar warga yang tidak memiliki sumber air bersih sudah mengetahui pentingnya menggunakan air bersihd an memiliki sumber air bersih.

Dari total 7 orang responden yang tidak memiliki sumber air bersih, terdapat 2 orang atau 28,57 % yang tidak memiliki

pengetahuan mengenai air bersih..

Sumber : Data Primer 2013

Dari tabel 4.8 di atas, dapat disimpulkan bahwa dari total 7 orang responden yang tidak memiliki sumber air bersih, terdapat 2 orang, atau 28,57 % saja yang tidak mengethaui pentingnya menggunakan air bersih dan memiliki sumber air bersih, sedangkan sisanya sudah mengethaui pentingnya menggunakan air bersih dan memiliki sumber air bersih.

(29)

29

Tabel 4.9

Analisis Matriks Responden Yang Tidak Memiliki Sumber Air Bersih di

Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Tahun 2013

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

1.

.

ALW, HRN, YSR, ZLN, SYD, AND, RSM.

1. Hama le, cuman petani begini kasian, te ada uang mau ba bikin sumber air bersih.

2. Sebenarnya penting de punya air bersih, cuman mau bemana lagi de, te ada uang lebih.

3. Yah, beginilah de, cuman petani,tidak ada uang, jadinya cuman pakeair irgasi. 4. Ini saja de, makan

saja susah.

Bagaimana mau beli dap untuk ba tare air. 5. Cuman petani kasian saya ini de, te cukup uang ba beli dap. 6. Kitorang ini kasian,

cuman pake air irigasiini saja. Apa cuman petani, tidak bisa ba bikin sumber air bersih.

7. Yah, te apa-apa le. Alhamdulilah belum juga kenapa-kenapa pake air irigasi ini.

Warga yang tidak memiliki memiliki sumber air bersih sebagian besar dikarenakan alasan ketidakmampuan dari segi ekonomi.

Seluruh warga yang tidak memiliki sumber air bersih dilatarbelakangi oleh ketidakmapuan ekonomi untuk menyediakan sumber air bersih.

Sumber : Data Primer 2013

Dari tabel 4.9 di atas, dapat disimpulkan bahwa seluruh warga Desa Sumari yang tidak memiliki sumber air bersih memiliki kendala dalam hal ekonomi. Akan tetapi, ada 1 orang responden yang mengetahui pentingnya menggunakan air bersih.

(30)

30

b. Jenis Sumber Air Bersih

Tabel 4.10

Analisis Matirks Responden Yang Memiliki Sumber Air Bersih Sumur Gali di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

1. JM, MGL, SRJ. 1. Biar lebih gampang saja le, apa kalo e, mau mengandalkan mata air di taripa sana itu, jauh sekali, mana kita juga banyak kerjaan.

2. Yah lebih bagus sumur gali de, soalnya kan tidak perlu bawa-bawa jergen lagi kesana kemari, bisa langsung kasih menyala dap, tinggal pangku kaki saja kita, hahahahha. 3. Itu air dari sumavu

sama taripa itu bakapur sekali, sakit tenggorokanku minum, nah makanya saya pake sumur gali saja. Apa lebih enak dia dan, lebih segara kita rasa kalo minum air sumur gali, ada juga sumur suntukku de, tapi jarang dipake.

Sumur gali dipilih dengan alasan lebih praktis dan tidak memakan tenaga yang banyak.

Dari total 88 orang responden yang memiliki air bersih, terdapat 3 orang responden, atau 3,4 % saja yang

menggunakan sumur gali dengan alasan kepraktisan dan tidak makan tenaga.

Sumber : Data Primer 2013

Dari tabel 4.10 di atas, dapat disimpulkan bahwa dari total 88 orang responden yang memiliki air bersih, terdapat 3 orang warga yang menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih dengan alasan kepraktisannya dan tidak menguras tenaga.

(31)

31

Tabel 4.11

Analisi Matriks Resonden Yang Memiliki Sumber Air Bersih Mata Air di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

1. MHD, NT, ATW. 1. Kalo kita pake air dari mata air, te usah lagi bayar listirk, jadi lebih murah dia. 2. Itu de, kalo pake

amata air itu, kita itu cuman modal tenaga saja, sama jergen, tidak ada lagi keluar uang.

3. Yah, saya ini cuman petani le, makanya cuman pake mata air, tidak beli dap, apa kalo pake dapa dia lebih mahal.

Mata air lebih dipilih karena tidak memerlukan biaya atau modal yang banyak.

Dari total 85 orang responden yang memiliki sumber air bersih dengan jenis mata air, 3 orang atau 3,53 % memilih mata air karena mata air lebih murah

dibandingkan sumber air bersih dengan jenis lainnya.

2. IRW, DRW, IRH, MDN, IDR, DNR, PDL.

1. Karena dekat saja le, te usah susah-susah pigi ba ambe yang jauh-jauh lagi. 2. Kalo kitorang ini,

biasa pake mata air karena memang dekat, baru te bayar dia.

3. Kalo saya

memanfaatkan yang ada saja, dari pada kasih keluar uang lagi toh.

4. Yah, saya pilih mata air, karena mudah dia didapat, biar musim kemarau ada, trus gratis juga. 5. Mata air itu kan

pemberian tuhan, masih alami, dan yang alami itu baik, makanya saya ambil di situ.

Mata air lebih dipilh karena akses untuk mendapatkannya mudah.

Dari total 85 orang responden yang memiliki sumber air bersih berjenis mata air, 7 orang atau 7,06 % memilih mata air karena aksesnya yang lebih mudah untuk didapt dari pada jenis sumber air bersih yang lainnya.

(32)

32

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

6. E, kalo saya ba mabe mata air yang dari pipanya kanada itu e, tapi dari mata air juga itu, soalnya airnya bersih baru sejuk kalo dipake mandi.

7. Eh, kalo saya ambe-ambe saja de, yang ada saja saya ambe. 3.

SRK 1. Aduh, kurang tau

juga saya le, apa paitua yang sering ba ambe air di sana, baru te ada juga pai tua sekarang ini.

Responden tidak tahu alasan menggunakan mata air sebagai sumber air bersih karena bukan responden yang sering pergi mengambil air bersih.

Dari total 85 orang responden yang memiliki sumber air bersih berjenis mata air, 1 orang atau 1,18 % memilih mata air dengan alasan tidak tahu.

4. HLM, TPM, APR, TSR, ANS, ULG, RZL, SDR, WNT, KSM, TLB.

1. Saya ba ambe air di mata air di taripa itu karena memang sudah dari dulu ba ambe mata air disitu air terus.

2. Sudah dari dulu ba ambe mata air disitu terus de.

3. Sudah turun temurun keluargaku ba ambe air disitu, dari kecil saya sudah ba ambe air disitu juga, makanya samape sekarang begitu. 8. So dari dulu itu mata

air, dari dulu juga saya ambe, te ada habis-habis. Makanya ba ambe disitu terus.

Mata air lebih dipilih daripada jenis sumber mata air lain karena warga sudah terbiasa mengambil air di mata air.

Dari total 85 orang responden yang memiliki sumber air bersih berjenis mata air, 11 orang atau 12,94 % memilih mata air dengan alasan terbiasa.

(33)

33

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

. 9. Mata air yang di

taripa sana itu, te pernah kering makanya saya ba mabe disitu terus. 10. Uh, sudah dari dulu

ba ambe disitu le, so tabiasa.hahahha 11. So dari dulu soalnya

ba ambe disitu de, makanya ba ambe disitu terus saya dengan keluarga. 5. ASL, RZL, JMR, LMD, ASR, BHR, AMD, RKV, ARM, SHR, AME, SLTN, AML, AC, SMS, AMN, SLM, AND, BLS, GLV, KDR, OJ, RND, DMR, JFR, HRS, LPD, SKR, AMR, SMN, YNC, BKR, LJB, ARPN, ELM, FTR, ANS, DMG, RST,RFN, LBM, RHM, NRA, TMP, KNJ, FKR, ASR, DSM, HSM, , HLM, ARS, JN, RSM, AGS, TNJ, RSL, SKT, SA, MSR, TKL, HRJ, AMN, RSD, LHG.

1. Cuman itu yang ada air bersihnya de, mau baambe dimana lagi.

2. Ya karna dekat lah, masa kita mau ambil atau beli lagi, sudah ada yang dekat. 3. Yang ada saja saya

pake, karena ada mata air, ya saya ambe noh.

4. Hm, mau ba ambe dimana lagi, apa saya disini ini juga cuman pendatang, makanya

manfaatkan yang ada saja.

5. Kan ada mata air, kenapa hasrus cari yang lain, buang-buang uang saja. 6. Kebetulan dekat

juga dari rumah, te sampe 100 meter, makanya ambe air di sana saja kitorang. 7. Yang ada Saja de,

apa bukan orang kaya kasian saya ini.

Mata air lebih banyak dipilih sebagai sumber mata air karena jaraknya yang dekat dengan pemukiman warga, sehingga lebih hemat, dan mudah.

Dari total 85 orang responden yang memiliki sumber air bersih berjenis mata air, 64 atau 75,29 %-nya lebih memilih mata air sebagai sumber air bersih dengan alasan dekat sehingga mudah dijangkau serta minim biaya.

(34)

34

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

8. A, itu mata air itu dekat, baru te ada kering biar musim kemarau.

9. Beh, daripada susah-susah ba ambe air di bawah atau bikin sumur, mending ambe air di taripa saja, tinggal modal jergen saja. Dekat juga kok.

10. Karna dekat, daripada pigi ba ambe jauh-jauh toh. 11. Sudah di tes lalu itu

air, orang kanada yang ba tes, makanya ba ambe disitu terus.

12. Yah, yang ada saja dimanfaatkan, te usah terlalu banyak mau le, apa cuman orang miskin saya ini le, pendatang lagi.

13. Lebih murah saja pake air dari mata air, gratis dia, te ba bayar kalo mau ba ambe.

14. Yah, ambil yang ada saja.

15. Itu yang ada, ya makanya saya ambil, karena cuman itu yang ada.

16. Hm, te ada alasan khusus de, cuman karena dekat saja.

(35)

35

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

17. Kalo saya ameb air di sana itu karena dekat, apa te kuat lagi kayak dulu ba ameb air di taripa. 18. Karena bagus airnya

mata air, lebih sejuk, dingin, baru gratis. 19. Kalo masih ada mat

air, pake mata air saja dulu, kecuali sudah kering itu mata air, baru saya cari tempat lain. 20. Yang dekat baru

gampang saja de, itu mata air kan dekat, baru gampang juga di mabil, tidak ba kasih keluar uang. 21. Mata air itu dia lebih

dekat, lebih murah juga le, cuman modal tenaga saja sama jergen. 22. Beh, daripada

beli-beli air galon, mending langsung ambe di mata air saja, baru bisa langsung diminum juga.

23. Pertama toh, itu mata air, lebih gampang karena dekat, trus lebih murah, te ada keluar biaya.

24. Yah, karena dekat saja.

25. Mata air disini dekat dari rumah, biar bajalan kita pigi, bisa.

(36)

36

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

26. Oh, kalo kita

memang dari dulu le, e ba ambe air di mata air taripa sana itu, yang dirumah tinggi dan. Apa jerinih baru bersih airnya trus dekat juga dari sini.

27. Karena dekat saja le, te usah susah-susah pigi ba ambe yang jauh-jauh lagi. 28. Hahahahha. Yang

dekat-dekat saja, kan cuman didepan rumah itu.

29. Disini ini, banyak orang tidak pake dap apa mata air itu dekat dari sini, belum lagi ada pipa penyalurnya, tambah dekat.

30. E, anu dan, karena dekat, trus karena gratis, apa dengar-dengar harga dap itu mahal.

31. Hahahaha, kebetulan dekat dari rumah, makanya pake air dari itu sumavu. 32. Pake yang ada saja

de, dekat juga itu tempatnya. 33. Karena dekat de. 34. Kalo saya pake mata

air itu karena cukup dekat dengan rumah, dan cuman itu saja e yang dekat.

(37)

37

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

35. Karena dekat saja de.

36. Beh, pake yang ada saja kalo saya, baru, mata air itu kan juga dekat, bersih juga airnya.

37. Kalo saya ba amabe air di mata air taripa sana itu e. Apa airnya itu tidak kaya air lain yang

bakapur, kaya air galon saya rasa. 38. Lebih murah ambil

air di amata air, te ada yang minta bayaran, hehehehe. 39. E saya ba ambe air

yang dari sumavu, apa lebih jernih dia, baru kalo dimasa te banyak kapurnya melengket di belanga.

40. Disini ini de, dalam sekali air tanahnya, makanya butuh uang banyak kalo mau pake sumur atau pipa, belum lagi kalo kena batu, makanya pake mata air saja. 41. Ini makan saja

susah, belum lagi mau puasa, nae smua harga-harga,

daripada saya kasih keluar uang bikin sumur, mending ambil air mata air saja.

(38)

38

No. Inisila Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

42. Susah kalo mau ba andalkan air sumur disini le, dalam sekali air tanahnya. 43. Kalo mata air itu dia,

lebih murah, lebih bersih, baru lebih enak rasanaya kalo dimasak.

44. Lebih murah de, tidak keluar uang. 45. Sudah membudaya

istilahnya de, ba ambe air di mata air, kadang jadi nostalgia juga, hehhehe. 46. So tabiasa ba ambe

air disitu.

47. Aduh, kalo saya te tau lagi mau ba ambe dimana selain disitu.

48. Sudah ada mata air, jadi te usah lagi kasih keluar uang. 49. Pake yang ada saja,

kan lebih hemat. 50. Mata air dia lebih

gampang didapat, daripada pake sumur dan lain itu, susah, makan waktu dengan biaya.

51. Mata air itu ada terus, tidak kaya pake dap begitu, kalo mati lampu, te ada air.

(39)

39

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

52. Pake mata air itu toh, te bayar listrik, te bayar tukang lagi ba gali, tinggal bawa jergen sudah ada air. 53. Kalo masih ada yang

gratis te usah dulu cari yang bayar de. Hehehe.

54. Karena gratis de, tidak bakasih keluar biaya.

55. Lebih murah kalo ba ambe air di mata air, te usah ba cok lagi kayak pake dap, belum lagi air di sumari ini kadang kalo pake dapa dia babau trus bakuning. 56. Kalo saya uyang

alami-alami saja, kan ada mata air yang alami, jadi te usah beli air galon.

57. Mata air disini bersih dia le, sudah banyak yang bates, dari jepang, kanada, dari jaea juga lalu, makanya saya juga pake air mata air disini.

58. Eh, kalo bikin dap lagi susah, banyak yang harus di kasih keluar, uang, tenaga, banyak pokoknya

(40)

40

No. Inisial Responden Jawaban Asli Interpretasi Kesimpulan

59. Adoh, cuman petani juga saya ini le, jadi ambe air yang gratis saja.

60. E, anu dan, karena dekat, trus karena gratis, apa dengar-dengar harga dap itu mahal.

61. Kalo air tanah mo diharap susah, dalam sekali, maknaya mending pake mata air saja.

62. Kalo mata sir dia, tidak kering-kering, biar mati lampu dia tidak mati, beda dengan kalo kita pake dap, kalo mati lampu, mati juga itu dap.

63. Saya ba ambe air dari dulu memang di mata air, apa itu mata air dekat juga dari rumah tidak ada yang minta bayar kalo kita mabe. 64. Yah kalo saya cari

yang gampang saja sama dekat, dengan yang gratis, adanya mata air, ya pake mata air.

Sumber : Data Primer 2013

Dari tabel 4.11 di atas, dapat disimpulkan dari total 85 orang responden yang memiliki sumber air bersih dengan jenis mata air, 3 orang atau 3,53 % memilih mata air karena mata air lebih murah

(41)

41 dibandingkan sumber air bersih dengan jenis lainnya. Sedangkan responden dengan alasan karena mudah berjumlah 7 orang dengan persentase 7,06 %. Untuk alasan tidak tahu, hanya ada 1 responden atau hanya 1,18 % dari jumlah responden. Selain itu, terdapat 11 0rang responden atau 12,94 % yang memilih mata air dengan alasan terbiasa, dan sisanya, yaitu 64 orang atau 75,29 % memilih mata air dengan alasan dekat.

4.2 Pembahasan

Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) III merupakan kelanjutan dan sekaligus penutup dari kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan sebelumnya, dimana di PBL I dilakukan pendataan dan penentuan prioritas masalah, dan kemudian di PBL II dilakukan intervensi prioritas masalah, dan setelah itu dilakukan kegiatan evaluasi di PBL III. Adapun tujuan PBL III adalah melakukan evaluasi dari hasil intervensi yang dilakukan di PBL II, baik intervensi fisik, maupun non-fisik, yang berupa :

a. Intervensi Fisik :

Intervensi fisik yang dilakukan di PBL II adalah survei sumber air bersih yang bertujuan untuk mencari tahu masalah yang ada pada pipa penyalur air bersih di Desa Taripa..

b. Intervensi Non-Fisik :

1. Penyuluhan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan sasaran warga desa Sumari yang dilakukan di Balai Desa Sumari.

2. Penyuluhan kesehatan tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Penggunaan Jamban Sehat dengan sasaran murid Sekolah Dasar (SD) di Desa Sumari dari kelas 3 sampai kelas 5 yang dilakukan di SDN INTI 1 Sumari.

(42)

42 3. Penyuluhan kesehatan tentang pentingnya menggunakan air bersih dengan sasaran warga Desa Sumari yang dilakukan di Balai Desa Sumari.

c. Intervensi Tambahan :

1. Penyuluhan tentang metode penjernihan air dengan teknologi sederhana dengan sasaran warga Desa Sumari yang dilaksanakan di Kediaman Kepala Desa Sumari.

2. Penyuluhan Kesehatan tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan sasaran Anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) Al-Khaerat yang dilaksanakan di TK Al-Khaerat Desa Sumari.

Kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan III dilaksanakand selama 10 Hari, dari tanggal 20 Juni, sampai 30 Juni 2013. Pada PBL III ini, evaluasi dilakukan dengan melakukan pendataan kembali pada warga Desa Sumari dengan wawancara dan panduan kuisioner, akan tetapi lebih berfokus pada prioritas masalah, yaitu masalah air bersih, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dari pendataan yang kami lakukan, untuk masalah air bersih, terjadi peningkatan kepemilikan sumber air bersih, dari 84,52 % menjadi 92,47 %. Akan tetapi, dari segi jumlah responden, terjadi penurunan responden dari 123 orang menjadi 86 orang. Penurunan jumlah responden yang di data ini disebabkan oleh berbagai faktor, terutama masalah waktu. Waktu pendataan yang tidak tepat merupakan faktor penyebab utama sehingga ketika dilakukan pendataan kembali, banyak warga yang sedang tidak berada di tempat. Contohnya saja di Dusun 1, pada saat pendataan yang dilakukan di PBL I, di Dusun 1 terdapat 34 orang KK, akan tetapi menurun menjadi 19 orang KK saja yang ada pada PBL III. Karena jumlah responden yang menurun ini, menyebabkan kenaikan persentase kepemilikian sumber air bersih pada PBL III tidak dapat dijadikan acuan untuk menentuakan keberhasilan intervensi.

(43)

43 Bukan hanya masalah waktu, penyampaian dan penggunaan kata yang tepat tentang konsep kepemilikan sumber air bersih menjadi salah satu poin penting dalam hasil pendataan, karena pada dasarnya setiap KK yang ada di Desa Sumari tentunya punya sumber air bersih masing-masing, hanya saja akses, kuantitas serta kualitas dari air bersih itu sendiri yang menjadi masalah sehingga air bersih menjadi prioritas masalah yang utama untuk diselesaikan.

Untuk masalah tingkat pengetahuan masyarakat akan pentingya menggunakan air bersih terbukti terjadi peningkatan. Hal ini dibuktikan dari hasil pre dan post test yang dilakukan di PBL II. Selain hasil Pre dan Post Test, hasil evaluasi yang dilakukan di PBL III juga menunjukan meningkatnya pengetahuan warga akan pentingnya menggunakan air bersih. Terbukti dari total 88 responden atau KK yang memiliki air bersih, sebesar 69,32 % warga atau 61 orang telah mengetahui pentingnya menggunakan iar bersih. Dan bahkan dari hasil evaluasi, masyarakat Desa Sumari yang tidak memiliki sumber air bersih pun sebagian besar telah memiliki pengetahuan tentang pentingnya menggunakan air bersih. Hal ini terbukti hanya terdapat 2 orang dari 7 orang warga desa sumari yang terdata pada PBL III ini yang tidak mengetahui pentingnya menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Selain masalah kepemilikan sumber air bersih, yang menjadi salah satu fokus utama dalam intervensi air bersih adalah masalah perbaikan Pipa penyalur air bersih. Pada kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan II, dilakukan perbaikan pipa saluran air bersih yang kemudian berdampak pada lancarnya kembali penyaluran air bersih. Akan tetapi karena terjadi bencana alam, yaitu banjir, pipa penyalur air bersih kembali rusak karena terjadi kebocoran.

Dari jenis kepemilikan sumber air bersih, sebagian besar masyarakat Desa Sumari, yaitu sebesar 97 % memilih mata air sebagai sumber air

(44)

44 bersih mereka, sedangkan sisanya, yaitu 3 % memilih sumur gali sebagai sumber air bersih dengan penjelasan berikut.

- Warga desa Sumari yang memilih menggunakan sumber air bersih dengan jenis sumur gali lebih dikarenakan alasan kepraktisan dan lebih hemat tenaga. Dalam hal ini yang membuat mereka memilih sumur gali adalah karena mereka memiliki kemampuan ekonomi yang tergolong baik, sehingga dapat memiliki sumur gali.

- Warga desa sumari yang memilih mata air sebagai sumber air bersihnya dikarenakan beberapa alasan, yaitu :

a. Karena Gratis (3,53 %) b. Karena Mudah (7,06 %) c. Tidak Tahu (1,18 %) d. Karena Terbiasa (12,94 %) e. Karena Dekat (75,29 %)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa alasan utama warga desa Sumari lebih memilih sumber air bersih mata air adalah karena jaraknya yang dekat, sehingga memudahkan warga mengambil air bersih dan tidak memerlukan banyak biaya, bahkan tergolong gratis.

Untuk masalah tidak adanya kepemilikan sumber air bersih, hal yang paling menyebabkan hal ini terjadi adalah karena faktor ekonomi warga desa Sumari yang kebanyakan hanya menggantungkan hidupnya dari bekerja sebagai seorang petani yang bergantung pada musim.

(45)

45

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Dari hasil evaluasi yang didapatkan, terjadi peningkatan pengetahuan dan kepemilikan air bersih, dari 85,42 % menjadi 92,47 %. Akan tetapi hal ini tidak dapat menjadi tolak ukur dalam evaluasi karena terjadi penurunan responden yang didata dari 144 pada PBL I responden menjadi 88 orang responden pada PBL III.

2. Dari data kepemilikan sumber air bersih, jenis sumber air bersih yang paling banyak dimiliki oleh warga Desa Sumari adalah jenis mata air, yaitu sebesar 97 % dari jumlah total 88 responden.

3. Tingkat pengetahuan masyarakat Desa Sumari terhadap pentingnya menggunakan air bersih sudah cukup meningkat, terbukti dari seluruh KK yang memiliki sumber air bersih, lebih dari setengahnya, yaitu 69,32 % telah mengetahui pentingnya menggunakan air bersih. Begitu pula dengan warga yang tidak memiliki sumber air bersih, dari total 7 KK yang tidak memiliki sumber air bersih, hanya 1 KK saja yang tidak mengethaui pentingnya menggunakan dan memiliki sumber air bersih.

4. Hal-hal yang menjadi kendala dalam evaluasi hasil intervensi adalah karena masalah pendataan yang tidak tepat waktu, sehingga hasil evaluasi yang didapatkan tidak dapta dijadikan acuan dalam menentukan tindak keberhasilan.

5. Penyebab utama tidak adanya sumber air bersih dari KK yang ada di Desa Sumari adalah masalah ekonomi.

6. Berdasarkan data evaluasi yang didapatkan dapat dikatan indikator keberhasilan belum tercapai karena peningkatan kepemilikan sumber air bersih kurang dari target, yaitu 13 %.

(46)

46

5.2 Saran

Sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan nasib warga Desa Sumari yang tidak memiliki sumber air bersih karena hal ini menjadi sebuah ironi dimana Desa Sumari, yang memiliki sumber mata air bersih yang banyak, masih ada warganya yang tidak memiliki sumber air bersih. Pemerintah diharapkan dapat membuat program-program yang dapat secara langsung menimbulkan efek positid sehubungan dengan maslah air bersih di Desa Sumari.

Selain itu, Dinas-dinas terkait juga perlu ikut ambil bagian, karena masalah air bersih hanya dapat diselesaikan dengan kerja sama lintas sektoral antar Dinas-dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dll.

Untuk Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan diharapkan tetap mempertahankan kerja sama dan dapat memberikan sumbangsi terhadap pemecahan masalah di Desa Sumari pada Khususnya dan Kecamatan Sindue pada umumnya, dalam rangka mengemban Tridharma Universitas yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat.

Untuk pihak atau institusi lainnya yang akan melanjutkan atau melakukan penerapan strategi penanggulangan masalah Air Bersih dan masalah kesehatan lainnya di Desa Sumari, kiranya dapat lebih berkonsentrasi dan mencari solusi-solusi baru yang tidak mengesampingkan potensi masyarakat setempat.

Referensi

Dokumen terkait