• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Kondisi Pra siklus

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Salatiga 01 Semester II Tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 47 siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, terlihat bahwa kompetensi siswa masih rendah. Hal ini bisa terlihat dari nilai sekunder hasil evaluasi siswa pada mata pelajaran IPS yang telah dilakukan dimana sebagian besar peserta didik memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70). Diperoleh data hasil pembelajaran sebelum dilakukan tindakan pembelajaran yang dilakukan terdapat dalam tabel 4.1.

Tabel 4.1.

Distribusi Frekuensi Ketuntasan Belajar IPS Kelas 4 SD Negeri Salatiga Pra Siklus

Skor Ketuntasan Kriteria Minimal Jumlah Siswa Jumlah Persentase % ≥ 70 Tuntas 20 42,55% < 70 Ttidak tuntas 27 57,44% Jumlah 47 100%

Dilihat dari tabel 4.1 distribusi frekuensi nilai pelajaran IPS siswa kelas 4 SDN Salatiga 01 pada pra siklus pembelajaran belum efektif dengan banyaknya siswa yang belum tuntas dalam belajarnya (KKM=70). Diketahui pada skor nilai <70 memiliki frekuensi 27 siswa (57.44% dari jumlah keseluruhan siswa yang tuntas), dan skor nilai ≥70 memiliki frekuensi 20 siswa (42.55%) dari jumlah keseluruhan siswa yang tuntas).

Jumlah keseluruhan siswa 47 dengan nilai 100 dan nilai terendah 60. Sehingga peneliti merasa perlu mengadakan tindakan pembelajaran demi membantu meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas 4 SDN Salatiga

(2)

01.Berdasarkan gambar 4.1 dapat dilihat bahwa frekuensi nilai mata pelajaran IPS ketuntasan belajar siswa sebelum tindakan dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) sebanyak 27 siswa atau 57.44%, sedangkan yang sudah mencapai Ketuntasan Kriteria Minimal (KKM=70) sebanyak 20 siswa dengan 42.55%.Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) data hasilperolehan nilai sebelum tindakan dapat disajikan dalam bentuk gambar 4.1

Gamabar.4.1 Diagram Lingkaran Ketuntasan Belajar Pra Siklus

Berdasarkan gambar 4.2 ketuntasan hasil belajar IPS sebelum tindakan adalah 57.44% dari jumlah keseluruhan siswa belum tuntas dan 42.55% dari hasil belajar siswa yang sudah tuntas dalam pembelajaran IPS dengan materi “KegiatanEkonomi dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam” pada kelas 4 SDN Salatiga 01. Rendahnya hasil belajar IPS dipengaruhi oleh Guru dalam menyampaikan materi pelajaran yang masih menggunakan ceramah dan pemberian tugas tanpa adanya interaksi yang membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran, sehingga menimbulkan kebosanan atau kejenuhan bagi siswa dan akan berpengaruh pada hasil belajar khususnya pada materi pembelajaran IPS yang juga tidak optimal karena guru cenderung hanya

Tuntas, 20, 42,55% Tidak Tuntas, 27, 57,44% Tuntas Tidak Tuntas

(3)

menyampaikannya dengan ceramah, dengan demikian siswa hanya dapat mendengarkan tanpa memahami apa yang disampaikan oleh guru. Dengan kondisi yang seperti pada gambar 4.2 pada ketuntasan hanya 42.55%, peneliti merancang penelitian tindakan kelas bekerja sama dengan guru kelas 4 dengan sesuai rencana yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dengan rancangan penelitian menggunakanAsesmen Melengkapi Kalimat dengan isian blanko yang diterapkan dalam dua siklus dan pada tiap-tiap siklus terdapat dua kali pertemuan pembelajran.

Rendahnya hasil belajar IPS dipengaruhi oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran masih dengan ceramah dan pemberian tugas tanpa adanya interaksi yang membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti pelajaran di kelas sehingga menimbulkan kebosanan bagi siswa dan hasil belajar IPS juga tidak optimal, selain itu siswa juga lebih cenderung berbicara dan bercanda dengan temannya sehingga tidak memperhatikan penjelasan dari guru tentang materi yang diajarkan. Dengan kondisi seperti pada gambar 4.2 dengan ketuntasan hanya 42,55%, dengan adanya hasil tersebut dapat merancang penelitian tindakan kelas bekerja sama dengan guru kelas 4 sesuai rencana yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dengan rancangan penelitian menggunakan pembelajaran Assesmen melengkapi kalimat yang akan diterapkan dalam dua siklus dan setiap siklus memuat dua kali pertemuan.

Tabel 4.2

Distribusi Keaktifan SiswaPra Siklus Skor Frekuensi Persentase

(%) Keterangan 1 – 4 9 19,14 Tidak Aktif 5 – 8 18 38,29 Cukup Aktif 9 – 16 20 42.55 Aktif Jumlah 47 100

Dari data tabel diatas untuk pra siklus observasi yang dilakukan oleh observer dapat disimpulkan bahwa pada pra siklus pembelajaran menggunakan model konvensional yang diterapkan oleh guru masih kurang dapat mengaktifkan

(4)

siswa di kelas, dikarenakan masih ada siswa yang berbicara sendiri, tidak berdiskusi tentang materi pelajaran tetapi berbicara hal yang lain. Pada pra siklus ini pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional yang diterapkan oleh guru kepada siswa memperoleh skor 1 – 4 terdapat 9 siswa, 5 – 8 terdapat 18 siswa, dan 9 – 16 terdapat 20 siswa. Jadi dilihat dari keaktifan siswa maka yang terlihat aktif sebanyak 20 siswa dari jumlah keseluruhan 47 orang siswa, hal ini dikarenakan siswa dalam bekerjasama dengan kelompoknya ada yang tidak ikut berdiskusi dengan kelompoknya. Terdapat siswa dari anggota kelompok yang tidak ikut berdiskusi namun malah bermain, dan berbicara diluar topik materi pelajaran.

4.2. Diskripsi Pelaksanaan Siklus I

Dalam Siklus I terdapat 2 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut :

a) Perencanaan Tindakan Penelitian

Sebelum mengadakan Kegiatan Belajat Mengajar (KBM) materi “KegiatanEkonomi dalam Memanfaatkan Sumber Daya Alam” peneliti bersama guru berkolaborasi mempelajari materi serta mempersiapkan media dan alat pembelajaran terlebih dahulu agar menguasai materi yang akan disampaikan. Perangkat pembelajaran juga dipersiapkan lembar kerja siswa, lembar isian blanko, lembar evaluasi siklus I, rubruk penelitian dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta silabus. Untuk memeperlancar pelaksanaan pembelajaran siswa diorganisasi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 7-8 siswa.

b) Implementasi Tindakan dan Observasi A. Implementasi Tindakan

1). Pertemuan Pertama

Tindakan ini dilaksanakan pada hari kamis 7 Maret 2013, beberapa kegiatan sebagai berikut :

(5)

Pertemuan pertama ini berlangsungpada hari kamis, 7 Maret 2013 pada pukul 09.00 WIB.Sebelum pembelajaran ruang kelas telah tertata rapi sesuai persiapan pembelajaran, siswa duduk dibangku masing-masing. Setelah guru menjelaskan materi dan cara bekerja kelompok untuk mengisi pada isian blanko Asesmen Melengkapi Kalimat yang disampaikan oleh guru kepada sisawa, kemudian siswa berkelompok dengan 6 kelompok yang masing-masing jumlah kelompok 5-6 siswa. Sebelum pengambilan blanko yang telah disediakan oleh guru siswa menentukan ketua kelompok, setelah itu perwakilan untuk mengambil blanko yang telah disediakan. Pada blanko tersebut berisikan nomor urut kelompok. Pada setiap blanko isian masing-masing kelompok mengisi dan Asesmen Melengkapi Kalimat dengan berdiskusi. Setelah berdiskusi siswa beserta kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Kegiatan Inti :

Kegiatan inti tersebut meliputi guru dan siswa bertanya cara berdiskusi kelompok melalui Asesmen Melengkapi Kalimat,guru membimbing siswa untuk berdiskusi mengenai Asesmen Melengkapi Kalimat pada isian blanko. Setelah siswa bersama kelompok menemukan kalimat yang sesuai dan membentuk sebuah kaliamt maka masing-msing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok, dan ditanggapi oleh kelompok lain.

Kegiatan Akhir :

Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai pembelajaran yang belum dimengerti atau belum jelas, dari materi yang telah dipelajari. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.

(6)

2). Pertemuan kedua Kegiatan awal :

Pertemuan yang kedua ini dilaksanakan pada hari kamis 14 Maret 2013 pada puku 09.00 WIB.Sebelum pembelajaran ruang telah ditata rapi sesuai persiapan pembelajaran, masing-masing siswa duduk dibangku masing-masing. Sebelum pembelajaran berlangsung, guru beserta siswa berdo’a, guru member salam, menyampaikan tujuan pembelajaran dan apersepsi “ada berapakah dataran dan daerah yang kalian ketahui di bumi? dan tempat yang kita pijak termasuk daerah apakah ini ?”.

Kegiatan Inti :

Pada kegiatan ini guru membagi siswa kedalam 6 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Guru membagi blanko berisikan Asesmen Melengkapi Kalimat yang masih berbentuk kalimat rumpang. Guru membimbing siswa untuk berdiskusi kelompok. Siswa beserta kelompoknya Asesmen Melengkapi Kalimat yang sesuai dengan soal dan membentuk sebuah kalimat. Salah satu siswa pada kelompok mewakili untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, dan kelompok lain menanggapi hasil presentasi dari kelompok yang maju. Siswa beseerta kelompoknya mendengarkan penjelasan guru mengeni hasil diskusi kelompok yang telah presentasi didepan kelas. Guru menanyakan hal-hal yang belum diketahui oleh siswa beserta kelompok mengenai materi yang belim jelas, dan guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan bersama.

Kegiatan Akhir/penutup :

Guru memberikan tugas kepada masing-masing siswa berupa latihan soal sebagi evaluasi. Setelah selesai mengerjakan siswa mengumpulkan tugas yang telah diberikan oleh guru. Guru memberikan tindakan lanjut dan salam penutup.

(7)

a. Observasi Penelitian

Hasil tindakan diperoleh dari hasil observasi pada kegiatan yang telah diterapkan oleh guru. Untuk mengukur keberhasilan penerapan yang menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat berupa isian blanko dalam kegiatan pembelajaran IPS menggunakan lembar observasi yang diambil dari lembar aktvitas guru dan lembar observasi aktvitas siswa. Data hasil observasi aktvitas guru dan observasi aktvitas siswa dapat dilihat pada bentuk tabel 4.3. berikut :

Tabel 4.3

Distribusi Keaktifan Siswa Siklus I

Skor Kriteria Pertemuan 1 Pertemuan 2

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

1 – 4 Tidak Aktif 6 13

5 – 8 Cukup Aktif 12 25 14 30%

9 – 16 Aktif 29 62 33 70%

Jumlah 47 100 47 100%

Dari data tabel diatas untuk siklus I pertemuan 1 observasi yang dilakukan oleh observer dapat disimpulkan bahwa pada pertemuan I pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat yang diterapkan oleh guru, guru belum terbiasa menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat. Meskipun guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat, tetapi masih belum maksimal dikarenakan masih ada beberapa siswa yang berbicara sendiri, tidak berdiskusi tentang materi pelajaran tetapi berbicara hal yang lain. Pada pertemuan I ini pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat yang diterapkan oleh siswa yang memperoleh skor 1 – 4 terdapat 6 siswa, 5 – 8 terdapat 12 siswa, 9 – 16 terdapat 29 siswa. Jadi dilihat dari keaktifan siswa maka yang terlihat aktif sebanyak 29 siswa dari jumlah keseluruhan 47 siswa, hal ini dikarenakan siswa dalam bekerjasama dengan kelompoknya masih ada yang tidak ikut berdiskusi dengan kelompoknya. Masih ada beberapa siswa dari anggota kelompok yang beberapa tidak ikut berdiskusi namun malah bermain, dan berbicara diluar topik materi pelajaran.

(8)

Observasi yang dilakukan oleh observer dapat disimpulkan bahwa pertemuan II pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat yang diterapkan oleh guru ada sedikit peningkatan dibandingkan dengan pertemuan pertama, hal ini dikarenakan guru sudah menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat dengan cukup maksimal walaupun masih ada sebagian siswa didalam setiap anggota kelompok yang masih tetap bercanda dan berbicara sendiri dengan temannya. Pada pertemuan II pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen melengkapi kalimat yang diterapkan oleh siswa berjumlah 47 memperoleh skor 1-4 terdapat 0 siswa, 5 – 8 terdapat 14 orang siswa, 9 – 16 terdapat 33 orang siswa. Jadi dilihat dari keaktifan siswa maka yang terlihat aktif sebanyak 33 siswa, hal ini sudah cukup meningkat dari pertemuan sebelumnya, siswa dalam bekerjasama dengan kelompoknya masih ada yang tidak ikut berdiskusi dengan kelompoknya namun intensitasnya hanya sedikit.

.

4.2.1. Hasil Analisis Data 4.2.1.1. Siklus I

Analisis penelitian setelah pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi Kalimat melalui isian blanko yang terdiri dari dua pertemuan pada siklus I dan diperoleh hasil belajar pada akhir siklus I pada pertemuan kedua seperti pada tabel 4.4 berikut :

Tabel 4.4

Distribusi Frekuensi Ketuntasan Belajar IPS Kelas 4 SDN Salatiga Siklus I

Skor Ketuntasan Kriteria Minimal Jumlah Siswa Jumlah Persentase ≥ 70 Tuntas 33 70% < 70 Tidak tuntas 14 30% Jumlah 47 100%

(9)

Dari tabel 4.4 dapat dilihat bahwa dengan menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat ada peningkatan jika dibandingkan dengan nilai yang diperoleh pada pra siklus, dilihat dari nilai KKM 70 maka jumlah siswa yang tuntas sebanyak 33 siswa dan siswa yang belum tuntas sebanyak 14 siswa dari jumlah keseluruhan 47 siswa dengan rata-rata 79,6, nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 65. Presentase belajar siswa pada tabel 4.4 dapat dilihat pada diagram 4.3 berikut :

Gambar 4.2 Diagram Lingkaran Ketuntasan Hasil Belajar siklus I

Berdasarkan pada gambar 4.3 kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat siswa yang belum tuntas atau masih dibawah KKM=70 sebanyak 14 siswa dengan persentase 29.78%. Untuk lebih meningkatkan hasil belajar siswaagar nilai belajar siswa di atas KKM=70 diperlukannya siklus II sebagai penguat bahwa dengan menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat dapat digunakan untuk menigkatkan hasil belajar siswa.

4.2.2. Refleksi Siklus I

Setelah melakukan perbaikan pembelajaran, guru kelas bersama observer melakukan diskusi bersama untuk melakukan pengamatan selama proses pembelajaran dari awal sampai akhir dan juga telah mencatat semua temuan

Tuntas, 33, 70% Tidak Tuntas, 14, 30% Tuntas Tidak Tuntas

(10)

dalam perbaikan pembelajaran siklus I. Selanjutnya digunakan untuk menyusun perbaikan pembelajaran siklus II.Setelah selesai pembelajaran pada siklus I maka dilaksanakan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam penguasaan materi. Hasil evaluasi yang diperoleh siswa dengan ketentuan tingkat belajar memiliki nilai 70 maka diperoleh jumlah keseluruhan siswa yakni 47 siswa yang memiliki niai ketuntasan berjumlah 33 siswa dengan ketuntasan 70 dan jumlah siswa yang tidak tuntas 14 siswa dengan nilai tidak tuntas 65 dengan mendapat niali dibawah KKM. Berdasarkan indikator kinerja yang telah ditentukan yaitu ketercapaian KKM pada hasil belajar siswa, peneliti memberikan patokan 100% dari jumlah keseluruhan siswa hasil belajarnya meningkat dengan kecapaian nilai diatas KKM = 70 berdasarkan hasil evaluasi siswa.

Berdasarkan hasil evaluasi siswa, ketuntasan yang ditentukan telah meningkat, semula 42% menjadi 70% dengan jumlah keseluruhan siswa dengan nilai maksimal 100 dan minimal 60, rata-rata semula 75 menjadi 79,6. Selanjutnya, sebagai pemantapan pada siklus I akan dilanjutkan pada siklus II dengan menerapkan pembelajaran menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat dan menungkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas 4 SDN Salatiga 01 kota Salatiga.

Diketahui hasil pengamatan dari observer pada siklus I maka secara keseluruhan hasil refleksi yang diperoleh pada proses pembelajaran siklus sebagai berikut :

Hambatan:

Penggunaan pembelajaranAsesmen Melengkapi Kalimat dalam penerapannya masih banyak terdapat kekurangan yang terjadi, saat siswa melakukan diskusi guru tidak memantau diskusi kelompok secara cermat dan teliti, saat melakukan diskusi kelompok siswa cenderung berbicara sendiri dengan teman lain menbicarakan hal diluar diskusi materi pembelajaran.

Penyelasaian :

Untuk mengatasi hal dimana siswa lebih cenderung berbicara dengan teman dan membicarakan hal diluar diskusi materi

(11)

pelajaran Asesmen Melengkapi Kalimatpada siklus II akan diberikan sebuah hadiah kepada kelompok yang mampu mengumpulkan point terbanyak yaitu kelompok yang paling tertib, aktif dengan kelompoknya, mampu memberikan pertanyaaan kepada kelompok lain, mampu menjawab dari pertanyaan kelompok lain, mampu presentasi dengan baik.

4.3. Diskripsi Pelaksanaan Siklus II

Dalam Siklus II terdapat dua kali pertemuan dengan rincian sebagia berikut :

a). Perencanaan Tindakan Penelitian

Sebelum mengadakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan materi “Koperasi dan Kesejahteraan Rakyat” peneliti bersama guru berkolaborasi mempelajari materi yang akan di bahas serta mempersiapkan media dan alat pembelajaran teelebih dahulu agar menguasai materi yang akan dilaksanakan, peranhkat pembelajaran juga telah dipersiapkan, lembar kerja kelompok, lembar kerja evaluasi siklus II, rubrik penelitian dan Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta silabus. Untuk memperlancar pelaksanaan pembelajaran siswa diorganisasi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari masing-masing kelompok 7-8 siswa.

b) Implementasi Tindakan dan Observasi A. Implementasi Tindakan

1). Pertemuan pertama

Tindakan ini dilaksanakan pada hari kamis 21 Maret 2013 dengan beberapa kegiatan sebagai berikut :

Kegiatan Awal :

Pertemuan pertama pada siklus II ini dilaksanakan pada hari kamis 21 Maret2013 pada pukul 09.00 WIB.Sebelum pembelajaran ruang telah ditata rapi sesuai persiapan pembelajaran, masing-masing

(12)

siswa duduk dibangku masing-masing. Setelah berdo’a bersama dan mengucapkan salam, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan dan kemudian guru memberikan apersepsi “Apakah di sekolah kalian terdapatkoperasi?”. Sebeleum memasuki pada materi yang akan dibahas, guru menjelaskan cara belajara dengan Asesmen Melengkapi Kalimat dan guru melanjutkan pembelajaran.

Kegiatan Inti :

Kegiatan inti ini merupakan dimana seluruh siswa terlibat aktif dengan kelompoknya untuk berdiskusi pertanyaan-pertanyaan meleluiisian blanko yang terdapat kalimat-kalimat yang masih rumpang atau Asesmen Melengkapi Kalimat, kemudian guru membimbing siswa untuk cara berdiskusi dengan benar. Sebelumnya guru membimbing siswa untuk berkelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 7-8 siswa dari jumlah keseluruhan 6 kelompok. Setelah siswa selesai berdiskusi, anggota kelompok atau yang mewakili perkelompok secara urut nomor untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok yang lain menanggapi hasil diskusi dari kelompok yang presentasi. Guru membimbing dan meluruskan hasil dari presentasi siswa.

Kegiatan Akhir/penutup:

Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru memberikan ke sempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan yang belum jelas. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.

2). Pertemuan Kedua

Tindakan ini dilakukan pada hari kamis 09.00 WIB Maret 2013, beberpa kegiatan sebagai berikut :

(13)

Kegiatan Awal :

Sebelum pembelajaran dimulai, ruangan telah rapi sesuai persiapan pembelajaran. Siswa duduk dibangku masing-masing dengan rapi. Setelah berdo’a bersama dan mengucapkan salam, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan dan kemudian guru memberikan apersepsi “Apakah ditempat kalian tinggal terdapat kopersasi?”. Sebeleum memasuki pada materi yang akan dibahas, guru menjelaskan cara belajar dengan Asesmen Melengkapi Kalimat dan guru melanjutkan pembelajaran.

Kegiatan Inti :

Kegiatan inti ini merupakan dimana seluruh siswa terlibat aktif dengan kelompoknya untuk berdiskusi pertanyaan-pertanyaan meleluiisian blanko yang terdapat kalimat-kalimat yang masih rumpang atau Asesmen Melengkapi Kalimat, kemudian guru membimbing siswa untuk cara berdiskusi dengan benar. Sebelumnya guru membimbing siswa untuk berkelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 7-8 siswa dari jumlah keseluruhan 6 kelompok. Setelah siswa selesai berdiskusi, anggota kelompok atau yang mewakili perkelompok secara urut nomor untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok yang lain menanggapi hasil diskusi dari kelompok yang presentasi. Guru membimbing dan meluruskan hasil dari presentasi siswa.

Kegiatan Akhir/penutup :

Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru memberikan ke sempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan yang belum jelas. Guru sedikit mengungatkan materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya mengenai “Koperasi dan manfaatnya”, guru memita siswa untuk mengatur

(14)

tempat duduknya seperti semula. Guru memberikan lembar evaluasi siklus IIuntuk dikerjakan secara indtividu.

B. Observasi Penelitian

Hasil tindakan diperoleh dari hasil observasi pada tiap-tiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan diterapkan oleh guru. Untuk mengukur keberhasilan penerapan Asesmen Melengkapi Kalimat dalam kegiatan pembelajaran menggunakan lembar observasi yang diambil dari lembar observasi aktvitas guru dan lembar observasi aktvitas siswa dapat dilihat pada table 4.5. berikut

Tabel 4.5 Distribusi KeaktifanSiswa Siklus II

Skor Kriteria Pertemuan 1 Pertemuan 2

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

5 – 8 Cukup Aktif 9 19

9 – 16 Aktif 38 81 47 100

Jumlah 47 100 47 100

Dari data tabel di atas untuk siklus II observasi yang dilakukan oleh observer dapat disimpulkan bahwa pada pertemuan I pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimatyang diterapkan oleh guru, guru sudah mulai lebih terbiasa menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat, guru sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimatPada siklus II pertemuan I pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimatyang diterapkan oleh siswa memperoleh skor 5 – 8 terdapat 9 orang siswa, 9 – 16 terdapat 38 orang siswa. Jadi dilihat dari keaktifan siswa maka yang terlihat aktif sebanyak 38 siswa dari jumlah keseluruhan 47 orang siswa, hal ini dikarenakan siswa dalam bekerjasama melibatkan semua anggota kelompok, setiap kelompok mendiskusikan materi yang sedang diajarkan meskipun masih ada yang terlihat kurang aktif dalam diskusi (hanya duduk dan hanya mengikuti apa yang dikerjakan temannya saja), siswa tidak ada yang berbicara diluar pokok bahasan materi.

(15)

Observasi yang dilakukan oleh observer dapat disimpulkan bahwa pertemuan II pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen melengkapi kalimat yang diterapkan oleh guru, terjadi peningkatan dibandingkan dengan pertemuan pertama, hal ini dikarenakan guru sudah menggunakan pembelajaran Asesmen melengkapi kalimat secara maksimal dan guru dapat menguasai kelas, siswa terlihat senang dalam mengikuti pembelajaran. Pada pertemuan II pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen melengkapi kalimatyang diterapkan oleh siswa memperoleh skor 9 – 16 terdapat 47 orang siswa. Jadi dilihat dari keaktifan siswa maka yang terlihat aktif sebanyak 47 siswa dari jumlah keseluruhan 47 siswa, siswa dalam bekerjasama dengan kelompoknya terlihat kompak dan senang melakukan isian blanko melengkapi kalimat yang ada dalam lembar LKS terutama pada saat pembelajaran di luar kelas.

4.3.1. Hasil Analisis Data 4.3.1.1. Siklus II

Analisis penelitian setelah pembelajaran menggunakan pembelajaran Asesmen Melengkapi Kalimat yang terdiri dari dua kali pertemuan pada siklus II terdapat peningkatan dibandingkan dengan nilai yang diperoleh pada siklus I, dari nilai KKM 70 jumlah siswa yang tunas sebanyak 47 siswa dari jumlah keseluruhan 47 siswa dengan rata-rata 85 nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 70.

Ketuntasan belajar siswa perolehan nilai siklus II dapat diketahui bahwa yang memiliki nilai kurang dari KKM= 70 sebanyak 0 siswa/ tidak ada, sedangkan yang sudah mencapai ketuntasan minimal sebanyak 47 siswa/ semua siswa sudah tuntas yang berarti indikator kinerja penelitian pada siklus II telah tercapai dengan sangat baik.

4.3.2. Refleksi Siklus II

Setelah selesai pembelajaran pada siklus II maka dilakukan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam penguasaan materi. Hasil evaluasi yang diperoleh siswa dengan ketuntasan belajar 70, maka diperoleh dari seluruh jumlah siswa yang berjumlah 47 siswa dalam belajrnya sebanyak 47 siswa yang

(16)

tuntas dengan mendapat nilai 70 dan tidak ada siswa yang tidak tuntas. Berdasarkan indikator kinerja yang telah ditentukan yaitu kecapaian KKM pada hasil belajar siswa peneliti menberikan patokan 100% dari jumlah keseluruhan siswa hasil belajranya meningkat dengan mencapai nilai 70 dan 100% dari jumlah siswa telah mencapai KKM.

Berdasarkan hasil evaluasi siswa, ketuntaan belajar yang dilakukan oleh siswa mengalami peningkatan, dengan niali semula 42% menjadi 100% dengan jumlah keseluruhan siswa dengan nilai maksimal 100 dan minimal 70 dengan nilai rat-rata semula 68 menjadi 78. Berdasarkan dari niali evaluasi yang diperoleh, dengan demikian hasil evaluasi tertulis siswa pada siklus II telah mencapai indikator kinerja dan mangalami peningkatan perbandingan dendan siklus I.

Diketahui dari hasil pengamatan pada observer siklus I yaitu penggunaan Asesmen Melengkapi Kalimat dalam penerapannyamasih banyak terjadi kekurangan, seperti pada saat melakukan diskusi guru tidak memantau diskusi kelompok siswa secara cermat, maka pada saat diskusi dilakukan cenderung berbicara dengan teman dan membicarakan hal diluar diskusi materi pelajaran yan ada.Siklus II ini telah dilakukan perbaikan pada saat siswa melakukan diskusi guru dengan berkeliling darikelompok satu ke kelompok yang lainnya secara cermat untuk memantau perkembangan dan membimbingsiswa dalam menyelesaikan tugas kelompok, untuk mengurangi intensitas siswa yang berbicara sendiri diluar topik materi pembahasan, guru memberikan hadiah kepada setiap kelompok yang unggul dalam mempresentasikan hasil diskusinya dengan anggota kelompok lainnya dari LKSjadi siswa akan lebih semangat dan aktif untuk bekerja sama melakukan diskusi dengan anggota kelompoknya dalam membahas LKS yang telah diberikan oleh guru.

(17)

4.3.2.1. Rekapitulasi Nilai Sebelum Tindakan, Siklus I, dan Siklus II

Berikutini dapatdilihat pada tabel nilai sebelum tindakan, siklus I, dan siklus II serta rekapitulasi pengelompokkan nilai dalan tabel 4.7. berikut :

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi NilaiPra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

No. Nilai

Sebelum

Tindakan Siklus I Siklus II

Jumlah Siswa Persen (%) Jumlah Siswa Persen (%) Jumlah Siswa Persen (%) 1 Tuntas 20 42,55 33 70,21 47 100 2 Tidak Tuntas 27 57,44 14 29,78 0 0 Jumlah 47 100 47 100 47 100

Dari data tabel 4.6 rekapitulasi di atas pengelompokkan nilai pada tabel 4.7 dapat dilihat adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas dalam mata pelajaran IPS terbukti untuk klasifikasi Tuntas, sebelum diadakannya tindakan siswa yang tuntas hanya 20 siswa dari jumlah keseluruhan 47 siswa. Sedangkan setelah melakukan tindakan siklus I dan siklus II memiliki peningkatan belejar, pada siklus I memiliki jumlah peningkatan belajar dari 47 siswa dengan tuntas 33 siswa, pada siklus II memiliki jumlah peningkatan belajar dari 47 siswa dengan tuntas 47 siswa. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat dapat meningkatkan hasil belajar IPS. Pada klasifikasi Tidak tuntas, sebelum diadakan tindakan siswa yang tidak tuntas berjumlah 27 siswa dari jumlah keseluruhan 47 siswa. Sedangkan setelah melakukan tindakan siklus I dan siklus II memilki peningkatan belajar, pada siklus I memiliki jumlah peningkatan belajar dari 47 siswa dengan Tidak Tuntas 14 siswa, pada siklus II memiliki jumlah peningkatan belajar dari 47 siswa dengan Tidak Tuntas = 0 atau tidak ada siswa yang tidak tuntas. Hal ini dapat dilihat pada gamabr 4.6 berikut :

(18)

Gambar 4.4 GrafikHasil Skor Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

4.3.2.2.Perbandingan Ketuntasan Pra siklus, Siklus I, dan Siklius II

Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Salatiga 01 yang memiliki jumlah 47 siswa pada mata pelajaran IPS untuk semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh onserver dapat terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh siswa kelas 4 mata pelajaran IPS diperoleh data hasil pembelajaran sebelum atau Pra siklus, Siklus I, dan Siklus II pada tabel 4.8 berikut :

Tabel 4.7 Perbandingan Ketuntasan KKM Mata pelajaran IPS

Siswa kelas 4 SD Negeri Salatiga 01 Tahun Ajaran 2012/2013 Ketuntasan

KKM (70) Pra Siklus Siklus I Siklus II

Tuntas 42.55% 70.21% 100%

Tidak Tuntas 57.44% 29.78% 0%

Dari dta tabel 4.7 diatas sudah terlihat adanya suatu peningakatan hasil belajar dari Pra siklus memiliki persentase 42.55%, siklus I 70.21%, dansiklus II 100%. Dengan demikian penggunaan Asesmen Melengkapi Kalimat dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus I dank e siklus II dengan

0 10 20 30 40 50 Pra Siklus Siklus I Siklus II Tuntas 20 33 47 Tidak tuntas 27 14 0 Ju m lah S iswa

FREKUENSI

Tuntas Tidak tuntas

(19)

persentase 100%. Sehingga persentase ketidak tuntasan pada pra siklus sebesar 57.44% kemudian pada siklus I menurun dengan persentase 29.78% dan pada siklus II menjadi 0%.

4.4. Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil observasi sebelum tindakan yang dilakukan di kelas 4 SD Negeri Salatiga 01 kota Salatiga ditemukan bahwa hasil belajar IPS siswa masih rendah, hal ini disebabkan pemahan tentang “Kegiatan Ekonomi dalam Memanfaatkan Sumber Daya Alam” siswa belum secara aktif terlibat dalam pembelajaran berlangsung. Proses pembelajaransebelum tindakan menunjukkan bahwa siswa terkesan enggan dan bosan untuk mengikuti belajar. Siswa masih terlihat ramai sendiri, berbicara diluar pambahasan materi, bekerja secara indvidu, tidak tampak aktif, kreatif, dan tidak dibiasakan untuk mengembangkan keterampilan bekerjasama dalam sebuah kelompok kecil. Siswa terlihat jenuh karena pembelajaran selalu monoton sehingga nilai rata-rata yang didapat siswa masih rendah yakni 60, khususnya pada pelajaran IPS pada materi “Kegiatan Ekonomi dalam Memanfaatkan Sumber Daya Alam”. Siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM=70) hanya 20 siswa atau 42,55%, sedangkan siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal berjumlah 27 aiawa atau 57,44%. Nilai tertinggi yang berhasil didapatkan oleh siswa sebelum tindakan adalah 100 sedangkan nilai terendah adalah 60.

Ada perbandingan yang signifikan antara jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas karena siswa yang sudah mencapai ketentuan sudah dapat menangkap materi yang disajikan oleh guru walaupun hanya dengan cermah, karena ke 20 siswa memiliki daya tangkap lebih dibandingakan dengan siswa yang memiliki niali rendah 27 siswa. Akan tetapi dari 20 siswa yang mendapatkan nilai tertinggi ada beberapa siswa yang memiliki kecerdasan diatas siswa-siswa yang lainnya. Sehingga diperlukan tindakan sesuai yaitu bagaimana menekankan aktifitas siswa dikelas agar lebih berkembang dengan usia anak Sekolah Dasar yang masih dalam tahap operasional konkrit (7-11 th). Siswa akan lebih paham bila siswa dapat terlibat aktif dalam kebiatan belajar mengajar.

(20)

Pembelajaran AsesmenMelengkapi kalimat ialah siapkan blangko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap, sampaikan kompetensi, siswa ditugaskan membaca wacana, guru membentuk kelopmpok, LKS dibagikan berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap, siswa berkelompok melengkapi dan presentasi. Dengan kata lain, pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat adalah cara siswa belajar dengan melengkapi kalimat dan membentuk suatu kelompok serta mempresentasikan hasil dari kerja kelompok Suyatno (2009:77).

Dalam pembelajaran ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat, mengolah informasi dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan anggota kelompok bertanggung jawab terhadap keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari dan dapat menyatakan menyampaikan informasi kepada kelompk lain.

Suyatno (2009) menyatakan bahwa asesmen melengkapi kalimat merupakan salah satu tipe atau model pembelajaran inovativ. Banyak riset telah dilakukan berkaitan dengan pembelajaran inovativ dengan dasar asesmen melengkapi kalimat. Riset tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa siswa yang terlibat di dalam pembelajaran model inovativ pembelajaranasesmen melengkapi kalimat ini memperoleh prestasi lebih baik, memiliki sikap yang lebih baik dan lebih positif terhadap pembelajaran, di samping saling menghargai perbedaan dan pendapat orang lain.

Untuk mengatasi rendahnya hasil belajar IPS pada siswa diperlukan pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek keaktifan siswa dalam suatu pembelajaran menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat adalah cara pembelajaran yang melibatkan banyak siswa dalam memperoleh materi yang cukup dalam suatu pembelajaran untuk mengecek pemahaman siswa terhadap isi pembelajaran. Sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar IPS, peningkatan hasil belajar IPS didapatkan dari hasil perolehan nilai siklus I dan siklus II.

(21)

1. Siklus I

Siklus I dengan penerapan menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat siswa yang dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM=70) sebanyak 33 siswa atau 70.21% dan 14 siswa atau 29,78% yang masih memiliki nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum, untuk nilai rata-rata adalah mencapai 79.6 sedangkan niali tertinggi yakni 100 dan untuk nilai terendah 65.

2. Siklus II

Siklus II dengan penerapan menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM=70) sebanyak 47 siswa atau 100% dan tidak ada siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum artinya siswa yang tidak tuntas 0%. Pada hasil belajar yang diperoleh di siklus II yaitu dengan Interval niali 55-64 memiliki jumlah 0 siswa atau 0%, 65-69 memiliki jumlah 0 siswa atau 0%, 70-89 memiliki jumlah 27 siswa atau 57.44%, 90-95 memiliki jumlah 2 siswa atau 4.25%, dan 96-100 memiliki 18 siswa atau 38.29%.Nilai rata-rata pada siklus II yakni 85 dan nilai tertinggi adalah 100 sedangkan nilai terendah 70.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang terdahulu yang dilakukan oleh Nahji, Fatih (2008) dengan judul “Pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat untuk Menumbuhkan Kemampuan Memahami Persamaan Matematis Kinematika Gerak Lurus Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bumiayu Tahun Pelajaran 2008/2009. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menumbuhkan kemampuan memahami persamaan matematis siswa melalui pembelajaran Asesmen Melengkapi kalimat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus.

Penelitian ini juga sejalan dengan Fadhilah, Nur 2009. Peningkatan Hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadist Melalui Metode Asesmen Melengkapi Kalimat pada Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Kangkung Mranggen Demak Tahun Pelajaran 2009/2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar dalam mengikuti kegiatan

(22)

pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an Hadits melalui metode Asesmen Melengkapi Kalimat pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Kangkung tahun pelajaran 2009/2010?. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes dan lembar pedoman observasi. Instrumen tes, digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum mendapatkan perlakuan dan memantau perkembangan siswa setelah mendapatkan perlakuan. Lembar pedoman observasi, digunakan untuk mendapatkan data mengenai keadaan kelas, suasana pembelajaran, kreatifitas guru, keaktifan siswa dan sebagainya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh observer memiliki adanya suatu hubungan yang signifikan dengan adanya pembelajaran menggunakan Asesmen Melengkapi Kalimat untuk meningkatkan hasil belajar siswa agar dapat terlibat dalam pembelajaran aktif yang pada akhirnya siswa lebih mudah untuk memahami pelajaran khususnya pada mata pelajaran IPS dengan materi “Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam” siswa kelas 4 SD Negeri Salatiga 01 kota Salatiga semester genap tahun 2012/2013.

Gambar

Gambar 4.2                                                                                        Diagram Lingkaran Ketuntasan Hasil Belajar siklus I
Tabel 4.5 Distribusi KeaktifanSiswa Siklus II
Tabel 4.6                                                                                                       Distribusi Frekuensi NilaiPra Siklus, Siklus I, dan Siklus II
Gambar 4.4 GrafikHasil Skor Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan untuk menyatakan suatu model fit, karena hanya ada tiga item pengukuran, dengan sendirinya merupakan model yang just identified, dan merupakan model yang fit sempurna.

Sektor perikanan merupakan suatu komoditas yang bernilai bagi suatu negara, mengingat konsumsi ikan di merupakan suatu komoditas yang bernilai bagi suatu negara,

Berdasarkan data di atas, pertambahan penduduk Kota Yogyakarta yang disebabkan oleh mobilitas permanen relatif sedikit (+1.947 jiwa), sehingga dapat dipastikan bahwa

Hasil Wawancara dengan Ibu Nur Azizah Selaku pembeli atau pelangan hasil budidaya ikan tambak, wawancara dilakukan tgl.. Indramanyu, Subang, Sumedang, Bandung, Sukabumi, Bogor

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Konsentrasi K+ dlm larutan tanah merupakan indeks ketersediaan kalium, karena difusi K+ ke arah permukaan akar berlangsung dalam larutan tanah dan kecepatan difusi tgt pada

Seiring dengan berjalannya waktu kondisi cat pelapis kabin depan lama kelamaan akan terkelupas yang menyebabkan kabin depan jadi keropos dan rusak, sehingga perlu

Kajian mengenai penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul secara partisipatif yang merupakan rangkaian penelitian dalam payung riset hibah Education for Sustainable Development