BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Dalam era globalisasi ini persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat.

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Dalam era globalisasi ini persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Saat ini Indonesia telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka persaingan dalam dunia usaha akan semakin kompetitif. Suatu perusahaan harus dapat mengembangkan dan mengelola berbagai sumber daya karena sumber daya manusia merupakan salah satu aspek terpenting yang paling mempengaruhi atau berperan penting dalam mencapai visi, misi, dan tujuan perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia yang kurang baik, akan menimbulkan ketidak nyamanan karyawan dalam bekerja sehingga apa yang dihasilkan karyawan atas pekerjaannya akan dirasa kurang bermanfaat bagi perusahaan, oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan sumber daya manusia yang baik, karena akan menciptakan suasana kerja yang kondusif, sehingga karyawan dapat menghasilkan produktivitas tinggi yang dapat memajukan perusahaan.

Kepuasan kerja karyawan merupakan faktor yang harus diperhatikan perusahaan guna menstimulasi karyawan agar bekerja secara maksimal. Kepuasan kerja merupakan keadaan emosional seseorang dimana apakah balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawan itu sesuai dengan hasil

(2)

yang karyawan berikan kepada perusahaan, dan apakah sesuai dengan balas jasa yang diharapkan oleh karyawan tersebut. Menurut Handoko (2012:193), kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka.

Di dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan tersebut diperlukan pemenuhan kebutuhan karyawan itu sendiri oleh manajemen perusahaan, salah satunya dengan cara pemberian kompensasi sebagai balas jasa atau kontribusi perusahaan terhadap karyawannya yang telah bekerja dengan baik. Dengan demikian, karyawan akan bekerja lebih baik, tekun, dan selalu berusaha untuk bekerja sebaik-baiknya, agar memberikan manfaat bagi perusahaan.

Besarnya balas jasa atau kompensasi yang diberikan perusahaan harus terlebih dahulu ditentukan perusahaan dan diketahui secara pasti oleh karyawan, sehingga karyawan sudah mengetahui besarnya balas jasa atau kompensasi yang akan diterima. Kompensasi yang diterima karyawan mencerminkan status, pengakuan karyawan dari perusahaan serta dapat menikmati kompensasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka, perusahaan pun menyimpan harapan pada karyawan agar selalu memberikan hasil kerja yang memuaskan.

Kepuasan kerja karyawan sangat mempengaruhi sikap karyawan dalam melaksanakan atau menyelesaikan pekerjaannya. Pihak perusahaan dituntut untuk memberikan kompensasi yang sesuai dengan apa yang menjadi beban

(3)

karyawan diperusahaan, tetapi sering terjadi ketidaksesuaian antara kompensasi yang diterima oleh karyawan dengan hasil kerja yang diberikan karyawan kepada perusahaan, sehingga menimbulkan ketidakpuasan kerja yang akan berdampak pada kinerja seseorang pada kerja selanjutnya.

Selanjutnya menurut Fathoni dalam Salam (2012) menyatakan bahwa stress karyawan timbul akibat kepuasan kerja tidak terwujud dari pekerjaannya. Menurut Rivai (2010) stres kerja adalah dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara karakteristik kepribadian karyawan dengan karakteristik aspek-aspek pekerjaanya dan dapat terjadi pada semua kondisi pekerjaan. Manusia sebagai karyawan dalam suatu organisasi harus dapat mengatasi stres, baik melalui pihak lain maupun dari diri karyawan itu sendiri. Karyawan yang stres cenderung menganggap suatu pekerjaan bukanlah sesuatu yang penting bagi mereka, sehingga tidak mampu menyelesaikan suatu pekerjaan tersebut sesuai target yang telah ditetapkan.

Akan tetapi, tidak semua karyawan yang mengalami tekanan dalam pekerjaannya tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Stres yang dialami oleh karyawan akibat lingkungan yang dihadapinya akan mempengaruhi kepuasan kerjanya. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup, karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan ditempat kerja. Banyak faktor -faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Faktor –faktor itu sendiri dalam peranannya memberikan kepuasan kepada

(4)

karyawan bergantung pada pribadi masing – masing karyawan. Setiap karyawan secara individual mempunyai kepuasan kerja yang berbeda, sekalipun berada dalam tipe pekerjaan yang sama hal ini tergantung tingkat kebutuhannya dan sistem yang berlaku pada dirinya.

Menurut Marihot Tua Effendi Harianja (2009) berpendapat bahwa kepuasan kerja adalah merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam organisasi. Kepuasan kerja mencerminkan sikap seorang karyawan terhadap pekerjaannya. Dalam menjalankan tugas, pimpinan perusahaan tentu saja tidak terlepas dari permasalahan yang berkaitan dengan kepuasan pegawai. Kepuasan kerja karyawan merupakan faktor yang sangat diperhatikan. Maka dari itu, dilakukan suatu kegiatan penilaian kepuasan kerja karyawan, yang diukur dari hubungan antara pimpinan dengan karyawan, pembagian tugas dan kesamaan atau kesesuaian program kerja.

Penelitian ini dilakukan di Koperasi Simpan Pinjam Kodanua Area Jakarta. KSP Kodanua adalah salah satu badan usaha yang bergerak di bidang jasa keuangan, khususnya simpan pinjam. KSP Kodanua berdiri di Indonesia sejak tahun 1972. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, KSP Kodanua sering mengalami berbagai hambatan dan kendala dalam bidang sumber daya manusia atau pegawainya.

Fenomena yang terjadi di perusahaan ini adalah tertekannya para karyawan yang disebabkan oleh pekerjaan sehari-hari, misalnya ditempat kerjanya mereka tidak dapat mengeluarkan pikiran atau beban dalam benak

(5)

mereka, pekerjaan mereka juga menuntut tanggung jawab tetapi kewenangan mereka terbatas, serta bagi sebagian karyawan besarnya kompensasi yang diterima tidak sebanding dengan beban kerja mereka, sehingga menimbulkan ketidakpuasan kerja bagi karyawan. Mereka juga kurang puas terhadap fasilitas yang mereka terima, serta kondisi kerja yang kurang mendukung pekerjaan, seperti suhu ruangan terasa panas dan suasana kantor yang kurang rapih.

Timbulnya fenomena di perusahaan ini diperoleh dari hasil wawancara terhadap responden pria dan wanita mengenai kepuasan kerja karyawan dan masalah serta kendala apa yang sering terjadi pada pekerjaan. Sehingga menghasilkan sebagai berikut:

Tabel 1.1

HASIL WAWANCARA

Karyawan Hasil Wawancara

A (Pria) Karyawan A merasa kepuasan kerja karyawan kurang optimal karena masih ada karyawan yang merasa kebutuhannya dalam bekerja tidak terpenuhi dari sarana yang disediakan oleh perusahaan. Karyawan juga merasa bahwa gaji dan tunjangan yang diberikan perusahaan perlu dikaji kembali kesejahteraan karyawannya dan juga merasa gaji yang diterima belum sesuai dengan beban kerja yang diberikan. B (Wanita) Karyawan B merasa tertekan dalam pekerjaannya, seperti mereka

tidak dapat mengeluarkan pikiran atau beban dalam benak mereka, karena pola hubungan dari atasan dengan karyawan kurang. Karyawan juga merasa kepuasan kerja karyawan kurang optimal karena masih ada karyawan yang merasa kebutuhannya dalam bekerja tidak terpenuhi dari sarana yang disediakan oleh perusahaan. C (Pria) Karyawan C merasa tidak dapat mengeluarkan pikiran atau beban

(6)

dalam benak mereka dan pekerjaan mereka juga menuntut tanggung jawab tetapi kewenangan mereka terbatas, sehingga menimbulkan ketidakpuasan kerja bagi karyawan. Karyawan juga merasa gaji dan fasilitas yang ada tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

D (Pria) Karyawan D merasa kondisi kerja yang kurang mendukung pekerjaan, seperti suhu ruangan terasa panas dan suasana kantor yang kurang rapih. Karyawan juga merasa kompensasi yang diterima karyawan tidak sesuai dengan beban kerja yang dilakukan.

E (Pria) Karyawan E merasa merasa bahwa gaji dan tunjangan yang diberikan perusahaan perlu dikaji kembali kesejahteraan karyawannya dan juga merasa gaji yang diterima belum sesuai dengan beban kerja yang diberikan.

F (Pria) Karyawan F merasa kepuasan kerja karyawan kurang optimal karena masih ada karyawan yang merasa kebutuhannya dalam bekerja tidak terpenuhi dari sarana yang disediakan oleh perusahaan.

G (Pria) Karyawan G merasa kepuasan kerja karyawan kurang optimal karena masih ada karyawan yang merasa kebutuhannya dalam bekerja tidak terpenuhi dari sarana yang disediakan oleh perusahaan dan juga merasa gaji yang diterima belum sesuai dengan beban kerja yang diberikan.

H (Pria) Karyawan H merasa bahwa gaji dan tunjangan yang diberikan perusahaan perlu dikaji kembali kesejahteraan karyawannya dan juga merasa gaji yang diterima belum sesuai dengan beban kerja yang diberikan.

I (Wanita) Karyawan I merasa kepuasan kerja karyawan kurang optimal karena masih ada karyawan yang merasa kebutuhannya dalam bekerja tidak terpenuhi dari sarana yang disediakan oleh perusahaan.

J (Wanita) Karyawan J merasa tertekan dalam pekerjaannya, seperti mereka tidak dapat mengeluarkan pikiran atau beban dalam benak mereka, karena pola hubungan dari atasan dengan karyawan kurang. Karyawan juga merasa bahwa gaji dan tunjangan yang diberikan perusahaan perlu dikaji kembali, karena masih belum sesuai dengan beban kerja yang dilakukan.

(7)

Pada penelitian terdahulu Irwan Lukiyanto (2014) dikatakan bahwa Kompensasi finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan kerja. Dan Stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

Penelitian terdahulu Ni Kadek Sri Pebriyanti, dkk (2012) dikatakan bahwa Kompensasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, nampak betapa pentingnya pengaruh kompensasi dan stres kerja yang akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Hal ini membuat penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Kompensasi dan Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja (Studi kasus pada Koperasi Simpan Pinjam KODANUA Area Jakarta)”.

B. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, dalam tugas akhir ini masalah yang dirumuskan adalah sebagai berikut:

1. Apakah kompensasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja di KSP KODANUA Area Jakarta?

2. Apakah stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja di KSP KODANUA Area Jakarta?

(8)

C. Batasan Masalah

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dijelaskan, batasan masalah pada tugas akhir ini mencakup penelinitian pengaruh kompensasi dan stres kerja terhadap kepuasan kerja pegawai hanya di KSP KODANUA Area Jakarta.

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan latar belakang masalah dan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Menganalisis pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja di KSP KODANUA Area Jakarta.

b. Menganalisis pengaruh stress kerja terhadap kepuasan kerja di KSP KODANUA Area Jakarta.

2. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini mempunyai manfaat dan kegunaan sebagai berikut :

a. Bagi penulis, tugas akhir ini dapat manambah pengetahuan dan wawasan dalam bidang manajemen khususnya mengenai pengaruh kompensasi dan stress kerja terhadap kepuasan kerja pegawai.

b. Bagi perusahaan, tugas akhir ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi KSP KODANUA Area Jakarta mengenai pengaruh kompensasi dan stres kerja, terhadap kepuasan kerja pegawai sehingga

(9)

dapat menjadi referensi sebagai dasar penilaian terhadap kepuasan kerja pegawai.

c. Bagi pembaca, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan mengenai pengaruh kompensasi dan stress kerja terhadap kepuasan kerja pada karyawan dan juga dapat dijadikan referensi bagi penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :