•
Jasa Armada targetkan IPO di Desember.•
PP Presisi pangkas target IPO di harga Rp 430.•
XL Axiata mencetak laba berkat pendapatan data.•
GIAA siapkan obligasi global US$ 300 juta.DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan kemarin
melanjutkan tren penguatannya
sepanjang tahun ini dalam rentang
konsolidasi, tutup di 6060,453 atau
menguat 9,63 poin (0,16%).
Pen-guatan IHSG kemarin terutama
ditopang aksi beli atas saham
emiten otomotif dan tambang
logam seiring tren bullish harga
komoditasnya. Sejumlah rencana
aksi korporasi seperti stock split
saham Tambang Bukit Asam Tbk
(PTBA) ikut memicu aksi beli atas
sahamnya. Penguatan IHSG
ke-marin sejalan dengan tren bullish
pasar saham global dan kawasan.
Penguatan rupiah terhadap dolar
AS di Rp13504 kemarin turut
menopang sentimen positif pasar. Indeks The MSCI Asia Pacific kemarin
menguat0,9%.
Sementara Wall Street tadi malam tutup bervariasi. Indeks DJIA
berhasil melanjutkan penguatan untuk enam hari perdagangan
berturut-turut tutup di 23557,23 menguat 0,04%. Indeks S&P dan Nasdaq koreksi
masing-masing 0,02% dan 0,27% di 2590,64 dan 6767,81. Harga komoditas
energi dan logam tadi malam terkoreksi setelah menguat dalam beberapa
sesi perdagangan terakhir. Harga minyak mentah di AS koreksi 0,71% di
USD56,94/barel. Harga logam nikel di LME terkoreksi 2,2% di USD12657,5/
MT. Fokus pasar Wall Street tadi malam kembali pada rencana usulan
per-pajakan yang tengah dibahas di Senat dan DPR AS. Sejumlah isu individual
terutama terkait aksi korporasi sejumlah emiten turut mempengaruhi
senti-men pasar Wall Street tadi malam.
Melanjutkan perdagangan hari ini, sentimen pasar akan bervariasi
mewarnai perdagangan. Peluang penguatan IHSG lebih lanjut akan
diba-yangi aksi ambil untung terutama di saham sektoral berbasiskan komoditas
setelah harga komoditas tadi malam cenderung koreksi. Pasar juga akan
memperhatikan perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang
cenderung beresiko. Dari Asia, pergerakan pasar akan dipengaruhi data
ekspor-impor China Oktober yang dijadwalkan rilis hari ini. IHSG
diperkira-kan bergerak dengan support di 6030 hingga resisten di 6080 cenderung
koreksi.
S1 6030 S2 6010 R1 6080 R2 6100
Index Last Chg % DJIA 23557.23 8.81 0.04 S&P 500 2590.64 (0.49) (0.02) FTSE 100 7513.11 (49.17) (0.65) CAC 40 5480.64 (26.61) (0.48) DAX 13379.27 (89.52) (0.66) NIKKEI 225 22777.71 203.66 0.90 HANGSENG 28994.34 397.54 1.39 STI 3413.10 31.25 0.92 SHENZHEN 2012.72 13.42 0.67 SHANGHAI 3413.57 25.40 0.75 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 57.07 (0.17) (0.30) CPO (RM/M.T) 2785.00 2.00 0.07 Gold (USD/T.oz) 1276.50 (4.50) (0.35) Nikel (USD/M.T 12880.00 260.00 2.06 Timah (USD/M.T) 19495.00 95.00 0.49 Coal (USD/M.T) 98.75 (0.25) (0.25) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13510.00 10.00 0.07 USD/EUR 1.159 (0.00) (0.15) JPY/USD 113.81 0.05 0.05 IDR/SGD 9920.29 (1.00) (0.01) IDR/AUD 10347.50 (42.20) (0.41) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 30.43 4111 (0.31) (1.01) Top Gainers IDR % ChgLMSH 785 24.60 155 SQMI 520 24.40 102 KIOS-W 3,020 16.60 430 TALF 398 13.10 46 RBMS 105 11.70 11 Top Losers IDR % Chg
ASJT 675 (25.00) (225) KONI 540 (25.00) (180) FIRE 1,435 (15.30) (260) MDKI 334 (14.40) (56) CKRA 74 (14.00) (12) Top Value IDR % (miliar)
BBCA 21,325 2.00 880 B BBNI 7,925 4.30 521 B SRIL 370 1.60 376 B ASII 8,075 0.90 329 B BMRI 7,100 0.70 306 B Top Volume IDR % (juta)
SRIL 370 1.60 1,015.311 IIKP 193 (6.30) 952.638 MYRX 115 (2.50) 904.137 TLKM 3,950 (2.00) 534.733 ANTM 710 10.10 375.209 IHSG 6,060.45 Change 9.63 Change (%) 0.16 Change (%/ytd) 14.42
Total Value (IDR triliun) 7.340
Total Volume (miliar saham) 8.727
Net Foreign Buy (IDR miliar) 457.000
News Update
2
Jasa Armada targetkan IPO di Desember. Satu lagi badan usaha milik negara (BUMN) yang siap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. Setelah PT PP Presisi dan PT Wika Gedung, ada PT Jasa Armada Indonesia (JAI) yang siap menggelar initial public offering (IPO) di Desember 2017. Direktur Keuangan dan SDM JAI Herman Susilo mengatakan, anak usaha Pelindo II ini berencana melepas saham ke publik maksimal sebesar 30% dari modal disetor dan ditempatkan penuh. Melalui hajatan ini, perusahaan menargetkan bisa meraup dana segar Rp 2 triliun. Saat ini IPO anak usaha Pelindo II ini masih dalam proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, JAI baru akan melakukan masa penawaran alias bookbuilding pada 20 November 2017. Direktur Keuangan Pelindo II Iman Rachman bilang, JAI sudah mulai melakukan non-deal roadshow atau penjajakan, guna memperkenalkan profil perusahaan. Saat ini, JAI sudah menunjuk Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan RHB Sekuritas sebagai underwriter untuk aksi korporasi ini. Perusahaan ini bakal menggunakan dana dari IPO untuk pembelian alat kerja. "Sekitar 60%-65% untuk pembelian alat kerja seperti tugboat," kata Direktur Utama JAI Dawam Atmosudiro. Sebagai informasi, JAI merupakan anak usaha Pelindo II yang bergerak di bidang layanan pemanduan dan penundaan kapal. Saat ini, JAI mengoperasikan 75 kapal. Perusahaan ini juga baru saja mendapatkan 21 kapal dari Pelindo II, terdiri dari sembilan kapal pandu, 10 kapal tunda, dan dua kapal kepil. Alhasil, total kapal yang dimiliki oleh JAI kini berjumlah 23 kapal. Selepas IPO, perusahaan juga mulai ekspansi. Salah satunya dengan menggarap pasar baru yang selama ini belum disentuh oleh perusahaan pandu tunda kapal. Dawam menuturkan, JAI akan melayani jasa pandu tunda di lima hingga enam titik yang belum digarap tahun depan. Karena itu, kinerja JAI tahun depan diperkirakan bakal melonjak tinggi. Sekadar info, margin laba bersih JAI di semester I-2017 sudah mencapai 13,9%. (Kontan)
PP Presisi pangkas target IPO di harga Rp 430. Rencana PT PP Presisi melantai di Bursa Efek Indonesia tinggal selangkah lagi. Anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini akhirnya memilih memangkas target saham yang ditawarkan ke publik menjadi 23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 430 per saham. Sebelumnya, PP Presisi berencana melepas sebanyak-banyaknya 35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh yang setara dengan 4,23 miliar saham. Harga initial public offering (IPO) juga ditetapkan di rentang bawah. Sekadar mengingatkan, sebelumnya PP Presisi menawarkan saham di kisaran Rp 430-Rp 550 per saham. "Kami menggunakan skenario based offer di 23% pada harga Rp 430 untuk memberikan potential upside saat secondary market," kata Benny Pidakso, Direktur Keuangan PP Presisi kepada KONTAN, Selasa (7/11). Ia menambahkan, sebenarnya dalam menggelar IPO kali ini, PP Presisi membuat dua skenario pelepasan saham ke publik. Skenario yang pertama adalah dengan melepas sebesar 35% saham. Dan dalam skenario kedua adalah sebesar 23%. Jika benar menggunakan skema kedua, dana segar yang akan didapatkan PP Presisi tak akan mencapai Rp 1,8 triliun. Padahal, di tahun 2018 perusahaan ini sudah menargetkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun. Sekadar menyegarkan ingatan, sebelum ini PT Garuda Maintenance Facility Tbk (GMFI) juga menurunkan target IPO. (Kontan)
XL Axiata mencetak laba berkat pendapatan data. Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) pada kuartal III-2017 mulai menggembirakan. Perusahaan halo-halo ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 49%, dari semula Rp 159,77 miliar menjadi Rp 238,06 miliar di akhir September 2017 lalu. Padahal pendapatan EXCL hanya Rp 16,90 triliun atau cuma terkerek 5,09% dari posisi di kuartal III-2016 yang sebesar Rp 16,08 triliun. Melambungnya kinerja EXCL ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan data yang juga cukup signifikan. Asal tahu saja, di akhir September 2016 lalu, pendapatan data EXCL hanya Rp 5,69 triliun. Nah, di sembilan bulan pertama tahun ini, pendapatan data naik signifikan hingga 63,95% jadi Rp 9,33 triliun. Saat ini, porsi pendapatan dari data untuk EXCL mencapai 63%, sedang TLKM masih di kisaran 43,4%. Semakin tingginya penggunaan data di masyarakat saat ini menjadi sentimen positif bagi kinerja perusahaan ini hingga pengujung tahun. Secara historis, di akhir tahun, operator seluler akan mendapat berkah peningkatan lalulintas data dari momentum natal dan tahun baru. Tak heran jika kini XL mulai fokus melakukan perluasan jaringan 4G, khususnya di luar Pulau Jawa, seperti Jambi dan Sulawesi. Tahun ini, EXCL menargetkan cakupan 4G bisa menjangkau 127 kota di Indonesia. Pasar bisnis seluler di Jawa memang masih dikuasai Telkomsel. Tapi analis menilai tawaran paket data dari EXCL pun tak kalah menarik. Hal ini memberikan keuntungan bagi anak usaha Axiata Group iniuntuk bersaing. Sepanjang 2017 ini, perusahaan halo-halo ini menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp 7 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung perluasan jaringan. Adapun komposisinya 50% untuk pulau Jawa dan 50% untuk luar Jawa. Inisiatif pemasaran di Jawa diharapkan bisa meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun, batu sandungan bagi EXCL juga muncul setelah perusahaan ini kalah bersaing dalam lelang pita frekuensi radio 2,1 Ghz. Lelang akhirnya dimenangkan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan PT Indosat Ooredoo Tbk. Katalis lain yang dapat menghambat kinerja EXCL adalah kebijakan pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi, yang mewajibkan pengguna ponsel untuk registrasi ulang kartu SIM. Hal dikhawatirkan dapat memangkas pengguna EXCL. Tapi manajemen EXCL tetap optimistis bisa mengandalkan bisnis data sebagai strategi monetisasi. Dengan pemanfaatan jaringan 3G/4G yang masih 50% dan 2G di kisaran 20%, EXCL mengklaim masih memiliki ruang cukup untuk berekspansi. (Kontan)
GIAA siapkan obligasi global US$ 300 juta. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ingin terbang lebih tinggi lagi. Maskapai penerbangan pelat merah ini berniat menghimpun pendanaan eksternal pada tahun depan. Direktur Keuangan & Manajemen Risiko GIAA Helmi Imam Satriyono mengemukakan, GIAA mempertimbangkan opsi penerbitan obligasi berdenominasi dollar AS. Nilainya lebih dari US$ 300 juta atau Rp 4 triliun (kurs Rp 13.500 per dollar AS). Manajemen GIAA akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk refinancing utang obligasi rupiah yang jatuh tempo pada Juli 2018. Nilainya mencapai Rp 2 triliun. GIAA sengaja merilis global bond melampaui nilai obligasi yang jatuh tempo di tahun depan. "Kami memiliki beberapa kebutuhan di luar refinancing," tutur Helmi di Jakarta, kemarin. GIAA telah menunjuk BNP Paribas sebagai adviser untuk penerbitan global bond tersebut. Manajemen mengharapkan transaksi rampung pada semester pertama tahun depan. Di saat yang sama, GIAA optimistis kinerja keuangan pada tahun depan akan membaik. "Kami memproyeksikan pada tahun depan bisa meraih laba bersih," ungkap Helmi. Namun dia belum bisa merinci berapa target laba bersih Garuda pada 2018. Sebab, pencapaian laba bersih akan bergantung banyak faktor, termasuk komponen biaya, pajak dan lain-lain. Hingga kuartal III-2017, GIAA masih menderita kerugian senilai US$ 222,03 juta. Targetnya, sepanjang 2017, manajemen GIAA bisa menekan kerugian hingga US$ 215 juta. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memasang target besar pada tahun 2020. Di tahun tersebut, maskapai penerbangan udara pelat merah ini membidik kapitalisasi pasar US$ 3,5 miliar di Bursa Efek Indonesia. Angka tersebut setara dengan Rp 47,25 triliun (US$ 1=Rp 13.500). "Kami berharap investor mendukung potensi yang akan dikembangkan Garuda Indonesia," ujar Helmi Imam Satriono, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko GIAA, kemarin. Saat ini, kapitalisasi GIAA Rp 9,11 triliun atau US$ 674 juta. Jadi, manajemen harus bekerja keras menggenjot kapitalisasi pasar. Mengacu target, GIAA perlu mengumpulkan Rp 38,14 triliun selama tiga tahun atau Rp 12,71 triliun per tahun. Saat ini, harga GIAA Rp 352 per saham. Dengan asumsi jumlah saham tetap dan target kapitalisasi terwujud, maka harga GIAA tiga tahun ke depan bisa mencapai Rp 1.825 per saham. (Kontan)
Stock Picks
3PTBA 11700-12300
.
Harga saham emiten batubara, Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), kemarin melanjutkan
tren bullishnya setelah beberapa sesi perdagangan terakhir bergerak konsolidasi. Kemarin harga sahamnya berhasil
menembus resisten di Rp11700, berpeluang menguji Rp12300. Sentimen positif kemarin digerakkan dengan rencana
perseroan melakukan stock split dalam waktu dekat. Rencana stock split ini akan mendorong likuiditas perdagangan
sahamnya di tengah tren harga komoditas energi yang bullish saat ini. Kinerja perseroan hingga akhir 3Q17 yang
mencatatkan pertumbuhan laba signifikan dibandingkan tahun sebelumnya turut menopang pergerakan bullish harga
sahamnya. Harga sahamnya saat ini relatif murah dibandingkan pertumbuhan labanya tahun ini. Posisi harga
sahamnya saat ini di Rp11800 masih di bawah harga penutupan akhir 2016 lalu di Rp12500. Pertumbuhan labanya
sepanjang Januari-September 2017 (9M17) hingga 150% mencapai Rp2,62 triliun dari Rp1,05 triliun periode yang
sama 2016 ditopang kenaikan volume penjualan batubara perseroan 14% mencapai 17,24 juta ton dibandingkan
9M16 sebanyak 15,14 juta ton. Harga jual rata-rata batubara perseroan sepanjang 9M17 naik 15% seiring kenaikan
harga batubara dunia. Sepanjang 9M17 pendapatan usaha mencapai Rp13,22 triliun naik 32% dari Rp10,04 triliun.
Penjualan batubara perseroan sebanyak 64% tertuju di pasar domestic dan sisanya ke pasar ekspor. Selain lonjakan
penjualan, pertumbuhan laba didorong keberhasilan perseroan melakukan efisiensi biaya produksi. Ini tercermin dari
turunnya stripping ratio menjadi 3,77x dari periode yang sama 2016 lalu sebesar 5,48x. Hal ini membuat cash cost
turun menjadi Rp511.078/ton dari Rp528.951/ton. Marjin bersih naik menjadi 19,9% dari 10,5%. Marjin kotor naik
menjadi 38,2% dari 24,3% dan marjin usaha naik menjadi 27,4% dari 12,3%. Melihat pencapaian pendapatan usaha
hingga akhir kuartal tiga tahun ini, diperkirakan proyeksi pendapatan usaha sebelumnya sebesar Rp15,53 triliun akan
terlampaui. Pendapatan usaha tahun ini berpeluang mencapai Rp17,5 triliun naik 24,5% dari tahun 2016 sebesar
Rp14,06 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini bisa mencapai Rp3,53 triliun naik dari perkiraan sebelumnya yang
hanya Rp2,79 triliun. Ini mencerminkan kenaikan 76,5% dari laba 2016 sebesar Rp2 triliun. EPS tahun ini diperkirakan
mencapai Rp1531 naik dari perkiraan sebelumnya Rp1214. Kami menaikkan target harga sahamnya menjadi Rp15300
dari sebelumnya Rp14930 dengan PE 10x (E/17). Dari harga saat ini di Rp12050 ada ruang penguatan 27%. Maintain
Buy, SL 11000
4
Stock Picks
BBNI 7700-8150.
Harga saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kemarin melanjutkan tren bullishnya sepanjang
ta-hun ini berhasil menguat 3% di Rp7950 setelah beberapa sesi sebelumnya terkoreksi akibat aksi ambil untung. Saat ini
support bertahan di Rp7700 dan peluang penguatan akan menguji resisten di Rp8150. Akhir tahun lalu harganya tutup
d Rp5525. Hingga saat ini di Rp7950, harga sahamnya telah menguat 44%. Harga sahamnya saat ini sudah
mencer-minkan target harga sahamnya tahun ini yang sebelumnya diperkirakan di PBV 1,7x (E/17) mencapai Rp7865. Dengan
kondisi bisnis perbankan yang terus bertumbuh positif tahun depan, dengan target pertumbuhan kredit sekitar
10%-12% di atas tahun ini 9% maka peluang pertumbuhan laba diperkirakan akan berpotensi tumbuh sekitar 20% atau
mencapai Rp17,69 triliun. Perseroan tahun ini menargetkan pertumbuhan laba sekitar 30% atau mencapai Rp14,74
triliun dibandingkan 2016 lalu sebesar Rp11,34 triliun. Hingga akhir kuartal III 2017 pencapaian laba bersih
mencer-minkan 69% dari target tahun ini. Harga sahamnya tahun depan berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,8x dalam
kondisi pasar bullish atau mencapai Rp9900 dengan pertumbuhan ekuitas 5%. Laba sembilan bulan pertama 2017
yang tumbuh 31,62% (yoy) mencapai Rp10,16 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 Rp7,72 triliun. Secara
kuartalan laba 3Q17 perseroan mencapai Rp3,74 triliun tumbuh 17,47% (qoq) dibandingkan kuartal sebelumnya
Rp3,18 triliun dan naik 11,90% (yoy) dibandingkan 3Q16 Rp3,34 triliun. Pencapaian pertumbuhan laba sepanjang
9M17 dikontribusikan dari pendapatan bunga bersih naik 7,5% (yoy) mencapai Rp23,51 triliun dan pendapatan non
bunga naik 15,1% (yoy) mencapai Rp7,18 triliun dari Rp6,24 triliun di 9M16. Pendapatan bunga bersih dikontribusikan
dari pertumbuhan penyaluran kredit hingga 13,3% (yoy) mencapai Rp421,4 triliun. Perseroan optimis tahun ini
per-tumbuhan kredit di kisaran 13-14%. Perper-tumbuhan kredit perseroan di atas rata-rata industri sebesar 9% (per
Septem-ber). Selain pertumbuhan kredit, pertumbuhan laba turut ditopang membaiknya kualitas kredit bermasalah perseroan
(NPL). Rasio NPL gross turun 38 bp menjadi 2,75% dari 3,13% di periode yang sama 2016. Perseroan sepanjang 9M17
juga berhasil menghimpun DPK yang naik 19,6% (yoy) mencapai Rp480,53 triliun dibandingkan periode yang sama
2016 sebesar Rp401,88 triliun. Biaya kredit perseroan sepanjang 9M17 turun menjadi 1,7% dari 2,4% di periode yang
sama 2016. NIM perseroan dipertahankan di level 5,5%. Maintain Buy, SL 7500
5
Stock Picks
TINS 900-1000.
Seiring tren bullish harga komoditas logam dan perbaikan kinerjanya, harga saham PT Timah Tbk
(TINS) kemarin berhasil melanjutkan penguatannya setelah beberapa sesi perdagangan sebelumnya bergerak
konsoli-dasi di tengah tren bullish jangka menengah. Secara technical, support saat ini bergeser ke Rp900 dari Rp880 dan
pe-luang penguatan lanjutan menguji resisten kuat di Rp1000 setelah kemarin berhasil menembus resisten sederhana
Rp935. Harga sahamnya saat ini masih relatif murah dibandingkan dengan posisi harga sahamnya akhir tahun lalu di
Rp1075 dengan dukungan tren bullish harga timah dunia dan perbaikan kinerjanya ke depan. Harga timah dunia saat
ini masih berada di USD19440/MT masih berpeluang menguat menuju USD21000/MT tahun depan dengan dukungan
pemulihan permintaan global. Sepanjang 9M17 laba bersih mencapai Rp300,57 miliar naik 493,37% dibandingkan
periode yang sama 2016 sebesar Rp50,65 miliar. Pertumbuhan laba bersih ditopang kenaikan pendapatan usaha
hingga 44,18% mencapai Rp6,62 triliun dari Rp4,59 triliun di periode yang sama 2016. Pertumbuhan pendapatan
usaha ditopang kenaikan harga jual rata-rata logam timah sepanjang 9M17 hingga 19% mencapai USD20557/MT
di-bandingkan periode yang sama di 2016 sebesar USD17296/MT. Selain kenaikan harga jual rata-rata, volume
pen-jualan produk timah perseroan di periode yang sama tahun ini juga naik 16% mencapai 21588 Mton dari 18600 Mton
di periode yang sama 2016. Sepanjang 9M17, perseroan memproduksi logam timah 22837 Mton naik 43%
dibanding-kan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 15995 Mton. Tahun ini dengan dukungan tren penguatan harga timah
dunia yang diperkirakan naik 13% dari tahun 2016 lalu dan peningkatan volume penjualan, pendapatan timah 2017
diperkirakan bisa mencapai Rp8,94 triliun atau tumbuh 28,31% dari 2016 lalu sebesar Rp6,97 triliun. Sedangkan laba
bersih tahun ini berpeluang mencapai Rp450,49 miliar atau tumbuh 79% dari 2016 lalu sebesar Rp251,83 miliar.
Mar-jin bersih 9M17 naik mencapai 4,54% dari 1,10% di periode yang sama 2016. Harga sahamnya diperkirakan
berpe-luang ditransaksikan dengan PBV 1,3x (E/17) dan PE 16x (E/17) atau mencapai Rp1040. Dari harga saat ini di Rp945
ada ruang penguatan 10%. Resiko pergerakan harganya jangka pendek adalah fluktuasi harga timah dunia yang saat
ini berada di USD19575/MT. Trading Buy, SL 870
Rabu, 8 November 2017
Saham Pilihan
TLKM 4150-4250 BoW, SL 3980
ASII 8050-8500 BoW, SL 7950
BBRI 16150-16500 BoW, SL 15600
JSMR 6450-6800 SoS, SL 6300
INCO 3150-3350 BoW, SL 2980
ELSA 330-358 BoW, SL 320
PGAS 1790-1900 BoW, SL 1760
Stock View
6
Rabu, 8 November 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
6060.45 6068.07 6075.69 6050.05 6039.65
PERKEBUNAN AALI 14525 14,641.67 14,758.33 14,466.67 14,408.33 13,059,216.00 -19.91 393.15 -75.27 45.02 BWPT 248 250.67 253.33 244.67 241.33 LSIP 1550 1,560.00 1,570.00 1,540.00 1,530.00 4,189,615.00 -11.36 91.36 -32.01 18.72 SGRO 2530 2,546.67 2,563.33 2,506.67 2,483.33 SIMP 520 521.67 523.33 516.67 513.33 13,835,444.00 -7.53 16.72 -68.60 25.18 UNSP 184 187.00 190.00 181.00 178.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1900 1,911.67 1,923.33 1,891.67 1,883.33 37,032,346.42 -10.48 65.74 -5.12 10.50 BORN 50 33.33 16.67 33.33 16.67 BRAU 82 54.67 27.33 54.67 27.33 BUMI 266 273.33 280.67 257.33 248.67 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2270 2,303.33 2,336.67 2,253.33 2,236.67 ITMG 21525 21,700.00 21,875.00 21,400.00 21,275.00 21,925,897.16 -9.27 770.46 -65.05 8.53 PTBA 12050 12,258.33 12,466.67 11,658.33 11,266.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1320 1,345.00 1,370.00 1,305.00 1,290.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 84 85.33 86.67 83.33 82.67
ELSA 340 347.33 354.67 325.33 310.67 3,775,323.00 -10.56 51.43 -8.99 7.17
ENRG 100 102.00 104.00 98.00 96.00
ESSA 170 172.67 175.33 168.67 167.33
MEDC 760 773.33 786.67 753.33 746.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 695 711.67 728.33 671.67 648.33 10,531,504.80 11.79 -151.06 85.85 -3.10 INCO 3290 3,360.00 3,430.00 3,200.00 3,110.00 10,894,532.28 -15.64 70.11 -67.49 26.24 TINS 895 916.67 938.33 851.67 808.33 6,874,192.00 -6.74 13.64 -84.08 56.09 SEMEN INTP 23300 23,733.33 24,166.67 22,933.33 22,566.67 17,798,055.00 -10.99 1,183.48 -17.34 17.00 SMCB 820 830.00 840.00 810.00 800.00 9,239,022.00 -12.25 22.85 -73.80 47.91 SMGR 10500 10,725.00 10,950.00 10,350.00 10,200.00 26,948,004.47 -0.14 762.28 -18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 88 88.67 89.33 87.67 87.33 JPRS 133 134.33 135.67 132.33 131.67 KRAS 496 502.67 509.33 491.67 487.33 PAKAN TERNAK CPIN 3330 3,363.33 3,396.67 3,263.33 3,196.67 JPFA 1330 1,355.00 1,380.00 1,310.00 1,290.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8200 8,250.00 8,300.00 8,100.00 8,000.00 184,196,000.00 -8.68 357.28 -24.59 20.71
GJTL 680 688.33 696.67 673.33 666.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8575 8,708.33 8,841.67 8,508.33 8,441.67 INDF 8125 8,225.00 8,325.00 8,025.00 7,925.00 MYOR 2130 2,153.33 2,176.67 2,103.33 2,076.67 ROTI 1300 1,310.00 1,320.00 1,280.00 1,260.00 GGRM 76800 77,925.00 79,050.00 74,800.00 72,800.00 INAF 2690 2,716.67 2,743.33 2,656.67 2,623.33 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2640 2,666.67 2,693.33 2,626.67 2,613.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1620 1,630.00 1,640.00 1,610.00 1,600.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 250 254.67 259.33 246.67 243.33 ASRI 406 412.00 418.00 400.00 394.00 BKSL 138 140.00 142.00 137.00 136.00 BSDE 1760 1,770.00 1,780.00 1,745.00 1,730.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1030 1,100.00 1,170.00 955.00 880.00 CTRA 1225 1,235.00 1,245.00 1,215.00 1,205.00 CTRP 1225 1,235.00 1,245.00 1,215.00 1,205.00 CTRS 1225 1,235.00 1,245.00 1,215.00 1,205.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 306 309.33 312.67 303.33 300.67 MDLN 334 336.67 339.33 330.67 327.33 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2260 2,290.00 2,320.00 2,240.00 2,220.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 75 75.67 76.33 74.67 74.33 PTPP 2870 2,916.67 2,963.33 2,846.67 2,823.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 575 588.33 601.67 568.33 561.67 TOTL 740 746.67 753.33 726.67 713.33 WIKA 1950 1,976.67 2,003.33 1,931.67 1,913.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 1845 1,860.00 1,875.00 1,830.00 1,815.00 42,333,969.71 -0.16 228.31 -38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1405 1,415.00 1,425.00 1,385.00 1,365.00 JSMR 6675 6,725.00 6,775.00 6,600.00 6,525.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 33.33 16.67 33.33 16.67 EXCL 3570 3,586.67 3,603.33 3,546.67 3,523.33 22,876,182.00 -2.49 -2.97 -97.16 -1,348.39 ISAT 5650 5,716.67 5,783.33 5,616.67 5,583.33 TLKM 3950 4,050.00 4,150.00 3,880.00 3,810.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 352 358.00 364.00 348.00 344.00 52,627,783.53 7.55 40.78 -122.73 10.94 MBSS 675 693.33 711.67 663.33 651.67 WINS 286 296.67 307.33 272.67 259.33 1,378,353.91 -37.37 -19.45 -129.08 -10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 2560 2,596.67 2,633.33 2,506.67 2,453.33 BANK BBCA 21050 21,166.67 21,283.33 20,841.67 20,633.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 560 568.33 576.67 553.33 546.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7950 8,008.33 8,066.67 7,833.33 7,716.67 36,895,081.00 10.58 486.18 -15.91 10.90 BBRI 16200 16,333.33 16,466.67 16,108.33 16,016.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2900 2,926.67 2,953.33 2,886.67 2,873.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4990 5,020.00 5,050.00 4,965.00 4,940.00 22,420,658.00 -2.48 249.70 -8.09 16.40 BJBR 2410 2,430.00 2,450.00 2,390.00 2,370.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 7125 7,241.67 7,358.33 7,041.67 6,958.33 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1275 1,283.33 1,291.67 1,268.33 1,261.67 22,318,759.00 7.24 17.02 -81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 7600 7,725.00 7,850.00 7,450.00 7,300.00 19,764,821.14 -12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 410 414.00 418.00 406.00 402.00 UNTR 36250 36,733.34 37,216.67 35,358.34 34,466.67 49,347,479.00 -7.14 1,033.07 -28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6650 6,783.33 6,916.67 6,558.33 6,466.67 RALS 905 911.67 918.33 896.67 888.33
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1480 1,493.33 1,506.67 1,453.33 1,426.67 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 63 64.00 65.00 62.00 61.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 - Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of
Indo-nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00
Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
ISSP Steel Pipe Industry of
Indo-nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00
Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai-tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo-nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta Selatan -
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta - Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Rabu, 8 November 2017
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24-Jun-16
27-Jun-16
21-Jul-16
SQBB
16000
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
SQBI
16000
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
DPNS
5
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
GEMA
16
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
MREI
50
23-Jun-16
24-Jun-16
20-Jul-16
JTPE
14
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
PEGE
10
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
CPIN
29
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
TALF
3
22-Jun-16
23-Jun-16
12-Jul-16
KBLI
7
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
SRTG
32
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
KKGI
20
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
CTRP
4
22-Jun-16
23-Jun-16
13-Jul-16
CTRS
22
22-Jun-16
23-Jun-16
13-Jul-16
CTRA
6
22-Jun-16
23-Jun-16
15-Jul-16
IDPR
5
21-Jun-16
22-Jun-16
30-Jun-16
UNVR
424
21-Jun-16
22-Jun-16
15-Jul-16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.