PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2000 TENTANG KEWENANGAN PEMERINTAH DAN KEWENANGAN PROPINSI SEBAGAI DAERAH OTONOM
Teks penuh
Dokumen terkait
(2) Kewenangan bidang lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro, dana
Pelaksanaan kewenangan wajib merupakan pelayanan minimal pada bidang- bidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan
(3) Selain kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota Propinsi dapat melaksanakan kewenangan yang tidak atau
Untuk penyelenggaraan pemerintahan Daerah di Provinsi Papua sebagai daerah otonom, dengan kewenangan yang bersifat lintas kabupaten/kota dan kewenangan pemerintahan lainnya yang
Kewenangan yang diserahkan kepada Daerah Otonom Propinsi dalam rangka desentralisasi mencakup (Ulum, 2005:47). 1) Kewengan yang bersifat lintas Kabupaten dan Kota seperti kewengan
Dalam hal penerima Hak Pengelolaan adalah Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Lembaga
Dengan bei'ubahnya kewenangan dalam pemungutan retribusi oleh Pemerintah Propinsi menjadi Fajak Daerah oleh Pemerintah Kabupaten/Kota maka ciiperlukan penataan kembali
1) Daerah adalah Provinsi Riau sebagai daerah otonom. 2) Pemeintahan Daerah adalah penyelenggara pemerintahan daerah otonom oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut