• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Pada akhir abad 20 (Ottman) kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat, peningkatan ini dicetuskan oleh adanya kekhawatiran besar kemungkinan terjadinya bencana lingkungan hidup yang mengancam, bukan hanya kesehatan, namun bahkan sampai pada kelangsungan hidup manusia dan keturunannya. Adanya kesadaran konsumen akan hak-haknya untuk mendapatkan produk yang layak, aman dan ramah lingkungan yang semakin kuat, maka perusahaan menerapkan isu-isu lingkungan sebagai salah satu strategi pemasarannya atau yang telah kita kenal sebagai green marketing. Hal ini juga sesuai dengan meningkatnya perhatian pada isu lingkungan oleh pembuat peraturan publik dapat dilihat sebagai indikasi lain bahwa kepedulian lingkungan merupakan area yang potensial sebagai strategi bisnis. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya research gap mengenai strategi green marketing yang merupakan strategi potensial sebagai strategi bisnis dan telah digunakan sebagai poros strategi pemasaran.

Perhatian terhadap isu-isu lingkungan ini ditandai dengan maraknya para pelaku bisnis dalam menerapkan standar internasional atau lebih dikenal dengan ISO-14000. ISO-14000 ini merupakan sistem manajemen lingkungan yang dapat memberikan jaminan (bukti) kepada produsen dan konsumen bahwa dengan menerapkan sistem tersebut produk yang dihasilkan/dikonsumsi baik limbah, produk bekas pakai ataupun layanannya sudah melalui suatu proses yang memperhatikan kaidah-kaidah atau upaya-upaya pengelolaan lingkungan. International Organization for Standardization (ISO) mengembangkan suatu seri standar internasional untuk ekolabel (ISO 14020 – ISO 14024). Ekolabel (eco-labelling) diartikan sebagai kegiatan pemberian label yang berupa simbol, atribut atau bentuk lain terhadap suatu produk dan jasa. Label ini akan memberikan jaminan kepada

(2)

konsumen bahwa produk/jasa yang dikonsumsi tersebut sudah melalui proses yang memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan.

Menurut Rosady (2008, p1) secara strategis bahwa penerapan green marketing tersebut mampu menarik simpati masyarakat secara luas, dan bahkan persyaratan untuk izin operasional-produksi dan kemudahan memperoleh fasilitas kredit perbankan atau memperoleh keringanan pajak yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh pihak pemerintah yang kini lebih gencar untuk mengkampanyekan konsep dan pelaksanaan kebijakan dan peraturan tanggung jawab sosial perusahaan. Pengertian kegiatan green marketing (pemasaran hijau) yang merupakan dinamika pasar dan termasuk perubahan orientasi perilaku konsumen lebih peduli lingkungan (green consumer) yang mendorong pihak pemasar (marketer) dengan cara-cara terbaru memasarkan produk melalui pendekatan tanggung jawab dan ramah lingkungan.

Program kampanye green marketing atau go green, kini sedang menjadi suatu gerakan baru pihak produsen atau perusahaan yang berkomitmen untuk mengembangkan pemasaran peduli lingkungan (green marketing) terhadap tanggung jawab lingkungan produk yang pendekatannya ramah lingkungan (go green), pada praktiknya perusahaan atau produsen tersebut yang telah menerapkan suatu konsep dari “Rs”, yaitu manajemen pengelolaan atau mendaur limbah sampah, khususnya bahan-bahan pembungkus, wadah dan hingga kemasan terbuat dari plastik atau stereoform suatu produk makanan/minuman yaitu melalui proses kegiatan; reducing (mengurangi), refusing (menggunakan kembali) dan recycling waste (mendaur ulang sampah). Pada prinsipnya pihak perusahaan industri turut serta berpartisipasi secara aktif melakukan tindakan pencegahan kerusakan, pencemaran, atau terjadinya polusi terhadap lingkungan hidup melalui sistem tanggung jawab lingkungan perusahaan atau produknya (corporate environmental) yang mengedepankan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, dan bahan-bahan yang aman terhadap kesehatan manusia yaitu melalui pendekatan bermanfaat bersama, high value and high virtue (bernilai tinggi dan memiliki kebajikan tinggi).

Keputusan pembelian dan pilihan produk seringkali dipengaruhi oleh dorongan-dorongan yang sifatnya psikologis. Produk memang tidak

(3)

dirancang untuk memenuhi kebutuhan fungsionalnya saja, namun juga memuaskan kebutuhan sosial dan psikologi. Green marketing merujuk pada kepuasan kebutuhan, keinginan dan hasrat pelanggan dalam hubungan dengan pemeliharaan dan pelestarian dari lingkungan hidup.

Salah satu produsen sekaligus distributor produk-produk stationery atau ATK (Alat Tulis Kantor) yang ramah lingkungan (go green) adalah PT Batara Indah (BANTEX). PT Batara Indah (BANTEX) didirikan sejak tahun 1986 sebagai pabrikan dan perusahaan perdagangan dalam bidang peralatan kantor. PT Batara Indah (BANTEX) memiliki lisensi untuk memproduksi peralatan kantor bermutu tinggi dengan merek BANTEX. BANTEX merupakan sebuah merek peralatan kantor yang sangat terkenal di Eropa. Mereka memiliki pabrik sendiri dan telah memberikan lisensi untuk mendistribusikan dan memproduksi produk-produk mereka dengan merek BANTEX kepada 17 cabang dan distributor di 12 kota besar di Indonesia. Juga cabang-cabang yang berada di Malaysia, Singapura, Taiwan dan Filipina.

Kami telah mengadakan penyempurnaan yang berkesinambungan dalam mutu produk dan sistem distribusi yang memungkinkan kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan. Agar dapat mendiferensiasikan produk kami dengan produk pesaing dan agar dapat lebih fokus dalam bisnis kami, PT Batara Indah (BANTEX) telah memakai satu akronim baru, yaitu BINO yang merupakan singkatan dari Batara Indah Office Products. Akronim baru ini akan meningkatkan citra korporat kami sebagai perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam memproduksi dan mendistribusikan peralatan kantor yang bermutu tinggi dan ramah lingkungan.

Cara PT Batara Indah (BANTEX) untuk mendapatkan pelanggan adalah dengan melakukan bauran promosi (promotion mix) seperti: melakukan kerjasama dengan beberapa media cetak dan media elektronik, mengadakan workshop di beberapa universitas dan sekolah, serta menggunakan sales promotion dan personal selling secara langsung. Dimana cara tersebut digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen dari waktu ke waktu dengan produk yang bermutu serta ramah lingkungan. Seringkali perusahaan berlomba-lomba menyediakan produk dengan harga yang murah dengan anggapan konsumen hanya mempertimbangkan harga dalam keputusan pembelian. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Berbagai teori

(4)

perilaku pelanggan dan pemasaran menyatakan bahwa kebutuhan manusia tidak saja dipengaruhi oleh motivasinya, melainkan juga hal-hal eksternal, seperti budaya, sosial dan ekonomi (Kotler, 2009).

Dengan melakukan pemasaran yang tepat tanpa meninggalkan kepedulian akan lingkungan serta sosial yang disampaikan oleh PT Batara Indah (BANTEX) melalui green marketing. Disini penulis melakukan analisis yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh green marketing terhadap promotion mix dan dampaknya pada keputusan pembelian konsumen. Melihat hal tersebut maka pertanyaan tersebut melatarbelakangi penelitian dalam memilih judul yang berjudul “PENGARUH GREEN MARKETING TERHADAP PROMOTION MIX DAN DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PT BATARA INDAH (BANTEX)”.

1.2 Ruang Lingkup

Ruang lingkup ini berisikan keefektifan program green marketing yang sedang berjalan pada PT Batara Indah (BANTEX). Green marketing merupakan suatu program pemasaran yang ramah lingkungan. Pada akhir tahun 1960-an, sejumlah penelitian menyatakan bahwa konsumen lebih menyukai produk yang berlabel ”ramah lingkungan” daripada yang tidak berlabel “ramah lingkungan” tersebut. Di Indonesia konsumen belum begitu paham akan pemasaran hijau, maka dari itu perlu adanya bauran pemasaran untuk mendukung program green marketing yang dicanangkan oleh PT Batara Indah (BANTEX). Program bauran promosi (promotion mix) memiliki tujuan jangka pendek yaitu menciptakan pembelian pada saat itu juga sehingga mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Penelitian ini akan mengamati bagaimana pengaruh green marketing terhadap promotion mix dan dampaknya pada keputusan pembelian konsumen. Produk yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu produk-produk yang dibuat dan didistribusikan oleh PT Batara Indah (BANTEX).

Penelitian ini menggunakan data cross-sectional dengan jumlah responden sebesar 100 responden yang menjadi end-user. Peneliti menyebarkan kuesioner di 5 Gramedia yang berada diseluruh Jakarta yang

(5)

menjadi partner bisnis perusahaan. Dari masing-masing Gramedia di Jakarta, peneliti mengumpulkan sebanyak 20-23 kuesioner yang nanti akan dipilah kembali untuk dijadikan data primer, karena tidak semua responden bersedia mengisi secara sukarela kuesioner tersebut. Ada beberapa kuesioner diisi yang tidak sesuai sehingga kuesioner tersebut tidak dapat dipakai karena dapat menimbulkan bias pada saat proses validitas, reliabilitas dan normalitas. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk mengetahui hubungan antar variabel, mengidentifikasi jalur penyebab suatu variabel tertentu terhadap variabel lain yang dipengaruhinya dan menghitung besarnya pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen.

Diharapkan penelitian ini dapat memperlihatkan bagaimana green marketing yang telah diterapkan berpengaruh terhadap promotion mix dan dampaknya pada keputusan pembelian.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

a. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh green marketing terhadap promotion mix pada PT Batara Indah (BANTEX).

2. Untuk menganalisa pengaruh green marketing terhadap keputusan pembelian konsumen pada PT Batara Indah (BANTEX).

3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara promotion mix terhadap keputusan pembelian konsumen pada PT Batara Indah (BANTEX).

4. Untuk mengetahui pengaruh antara green marketing terhadap promotion mix dan dampaknya pada keputusan pembelian konsumen PT Batara Indah (BANTEX).

b. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

(6)

Untuk mengetahui seberapa efektif pengaruh green marketing yang diimplementasikan oleh PT Batara Indah (BANTEX) kepada konsumennya.

Memberikan kontribusi dalam hubungannya antara green marketing terhadap promotion mix dan dampaknya pada keputusan pembelian konsumen.

2. Bagi Peneliti:

• Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan serta mengetahui mengenai green marketing yang dilakukan PT Batara Indah (BANTEX) terhadap promotion mix dan dampaknya pada keputusan pembelian konsumen.

• Sebagai sarana pengembangan dan pengaplikasian ilmu pengetahuan teoritis yang telah dipelajari pada saat kuliah.

3. Bagi Pembaca:

Secara umum, sebagai informasi dan pengetahuan tentang green marketing, promotion mix serta keputusan pembelian yang diterapkan oleh PT Batara Indah (BANTEX).

• Secara khusus, sebagai sumber informasi mengenai pengaruh dari green marketing terhadap promotion mix dan dampaknya pada keputusan pembelian pada PT Batara Indah (BANTEX).

4. Bagi Dunia Pendidikan

• Sebagai referensi untuk melaksanakan penelitian di masa mendatang yang berkaitan dengan green marketing, keputusan konsumen dan promotion mix.

1.4 Hipotesis

• Hipotesis 1

H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel Green Marketing

terhadap variabel Promotion Mix.

H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara variabel Green Marketing

(7)

• Hipotesis 2

H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel Green Marketing

terhadap variabel Keputusan Pembelian.

H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara variabel Green Marketing

terhadap variabel Keputusan Pembelian. • Hipotesis 3

H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel Promotion Mix

terhadap variabel Keputusan Pembelian.

H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara variabel Promotion Mix terhadap

variabel Keputusan Pembelian. • Hipotesis 4

H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel Green Marketing

terhadap variabel Promotion Mix dan dampaknya pada Keputusan Pembelian.

H1: Ada pengaruh yang signifikan antara variabel Green Marketing

terhadap variabel Promotion Mix dan dampaknya pada Keputusan Pembelian.

1.5 Metodologi

Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif untuk mengetahui bagaimana hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih variabel. Unit analisisnya adalah individu yang diambil sampel sebanyak 100 orang secara area sampling (cluster sampling). Pengumpulan data dilakukan secara cross-sectional atau hanya dilakukan satu kali. Metode analisis yang digunakan adalah path-analysis, untuk mengetahui bagaimana analisa jalur pada variabel-variabel yang diuji.

1.6 Sistematika Penulisan

Penelitian ini terdiri dari lima bab yang secara garis besar dapat dirinci sebagai berikut:

(8)

1) BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memuat latar belakang, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, hipotesis, metodologi serta sistematika penulisan dari penelitian.

2) BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan kajian teori, penelitian terkait, serta kerangka pemikiran dari penelitian.

3) BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini memaparkan jenis penelitian, unit analisis, time horizon, operasionalisasi variabel, prosedur pengambilan data atau sampel, serta metode analisis yang digunakan dalam penelitian.

4) BAB IV ANALISIS PENELITIAN

Bab ini menyajikan hasil pengolahan data baik berupa tabel, gambar, model maupun pembahasannya untuk mencapai tujuan penelitian.

5) BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dari penelitian serta saran yang diberikan baik untuk perusahaan maupun untuk penelitian selanjutnya.

1.7 State Of Art

Berikut adalah penelitian-penelitian yang terdahulu untuk mendukung penelitian ini yaitu:

Tabel 1.1 State Of Art

NO JUDUL PENGARANG KESIMPULAN

1 ANALYSING THE IMPACT OF GREEN MARKETING STRATEGIES ON CONSUMER PURCHASING PATTERNS IN MAURITIUS Juwaheer, Thanika Devi; Sharmila, Pudaruth; Noyaux, Marie Monique Emmanuelle. World Journal of Entrepreneurship, Management and

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari green

marketing pada pola pembelian

konsumen di Mauritius. Secara khusus, Mauritius terpilih sebagai lokasi studi. Sebanyak 150 responden direkrut dengan menggunakan teknik systematic

(9)

Sustainable

Development 8.1

(2012): 36-59.

hypermarket dan supermarket. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang kemudian diolah dengan menggunakan SPSS. Studi ini menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara green marketing dengan pola keputusan pembelian di Mauritius.

Terdapat hubungan yang positif antara produk yang terbuat dari bahan daur ulang dengan keputusan pembelian konsumen (r = 0.421, p < 0.01). Maka dari itu, green marketing adalah cara yang efektif dalam berkomunikasi dengan konsumen tentang spesifikasi dari produk yang ramah lingkungan. Kemudian, ada hubungan positif antara green advertising dengan keputusan pembelian konsumen (r = 0.213, p < 0.01), emosi konsumen dalam melihat iklan yang dilakukan oleh perusahaan dapat meningkatkan perhatian pelanggan terhadap produk dalam iklan tersebut.

Oleh karena itu, konsumen mencari informasi yang lebih dari produk ramah lingkungan untuk membimbing konsumen dalam menentukan keputusan pembeliannya. Sehingga produsen harus memastikan bahwa program promosi efektif untuk mendorong konsumen terhadap pola pembelian dengan memastikan akurasi

(10)

yang lebih besar dari informasi dalam iklan tersebut. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, adanya dorongan bagi perusahaan untuk menggunakan strategi green marketing. Karena konsumen mulai menyadari akan isu lingkungan hidup. Hal ini dapat digunakan perusahaan untuk memanfaatkan green branding, packaging, labelling dan advertising di Mauritius. 2 PROMOTION MIX: LEVEL OF AWARENESS AND PURCHASE LIKELIHOOD

Tudin, Rabaah; Ling Ling, Anne Wong. FEB Working Paper

Series No. 1201.

(2012): 1-11.

Penelitian ini menguji hubungan antara promotion mix (advertising, public relation, personal selling, sales promotion, dan direct marketing) terhadap keputusan pembelian konsumen. Studi ini menemukan bahwa promotion mix berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Sebanyak 400 responden direkrut dari 3 mall di Malaysia, yaitu Sungei Wang, Pavilion dan Times Square.

Studi ini mengemukakan bahwa promotion mix berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Advertising (β = 0.172), public relation (β = 0.243), personal selling (β = 0.105), sales promotion (β = 0.069) dan direct marketing (β = -0.002).

Dalam penelitian ini menyelidiki kesadaran konsumen dan kemungkinan

(11)

melakukan pembelian terhadap penawaran oleh perusahaan setelah melakukan promotion mix kecuali pada direct marketing. 3 THE EFFECT OF GREEN PRODUCTS AND GREEN PROMOTION ON CUSTOMERS’ LOYALTY TO THE BRAND OF NAGHSHE JAHAN SUGAR COMPANY Hosseinzadeh, Somayyeh; Azizpour, Mansour. International Journal of Management and Social Sciences Research (IJMSSR) Volume 2, No. 6 (2013): 114-118

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh green product dan loyalitas pelanggan serta

green promotion. Populasi dari

penelitian ini adalah konsumen dari NaqsheJahan.Co. Metode pengambilan sampel sebesar 235 responden melalui

simple random sampling. Untuk

mengumpulkan data dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian pertama pertanyaan umum dan demografi dan bagian kedua yang berkaitan dengan variabel.

Hasil hipotesis dalam penelitian ini adalah koefisien signifikan dari green product (0.015) dan green promotion (0.012) yang kurang dari 0.05. R = 0.266 dan R2 = 0.16. Sehingga dapat disimpulkan variabilitas sebesar 16% dari loyalitas konsumen secara signifikan didapat dari green product dan green promotion.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah green product dan green promotion memiliki dampak pada loyalitas pelanggan. 4 CUSTOMER RESPONSE TO CARBON LABELLING Vanclay, Jerome K.; Shortiss, John; Aulsebrook, Scott, et

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis produk-produk yang ramah lingkungan terhadap

(12)

OF GROCERIES al. School of Environment, Science

and Engineering

(2011): 1-16

keputusan pembelian konsumen. Studi ini mengemukakan bahwa terjadi peningkatan omset penjualan sebesar 12% selama 2 minggu setelah produk tersebut diganti dengan produk yang ramah lingkungan. Disini peneliti mencoba dengan 3 tren yaitu: produk dengan karbon yang rendah dan relatif murah (X = 29.1, P < 0.001), produk dengan karbon yang rendah dengan dan tidak murah (X = 8.3, P = 0.08), serta faktor lainnya (1.5, P > 0.8).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumen lebih memilih produk yang ramah lingkungan dengan harga yang relatif murah.

5 THE RELATIONSHIP BETWEEN MARKETING MIX AND CUSTOMER DECISION-MAKING OVER TRAVEL AGENTS: AN EMPIRICAL STUDY

Satit, Rezky Purna; Tat, Huam Hon; Rasli, Amran; Chin, Thoo Ai; Sukati, Inda. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences. (Juni, 2012), Vol. 2 No. 6

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara

marketing mix (product, price,

promotion and place) dan keputusan pembelian konsumen pada Travel Agents. Sebanyak 215 responden dipilih dari konsumen travel agents dengan rute perjalanan di Palembang, Indonesia. Data yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah statistik regresi.

Berdasarkan hipotesis kedua yaitu promotion mix berhubungan dengan keputusan pembelian dengan menggunakan travel agents. (β = 0.02, p < 0.01)

(13)

menunjukkan bahwa ada hubungan antara promotion mix dengan keputusan pembelian

Gambar

Tabel 1.1 State Of Art

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu penelitian ini juga sangat terkait dengan keberadaan produsen sebagai pihak yang menawarkan produk yang tentunya tidak terlepas dari keberadaan merek sebagai

Oleh karena itu, Green Truss sebagai salah satu perusahaan di bidang Roof Truss yang cukup diperhitungkan keberadaannya di Kabupaten Garut, terus mengembangkan diri

Pada prakteknya, digital marketing disebut sebagai pemasaran digital, pemasaran Internet, pemasaran elektronik yang mewujudkan pemasaran online melalui website

Iris Worldwide Indonesia telah dipercaya sebagai salah satu agen komunikasi pemasaran terbaik di Indonesia oleh perusahaan-perusahaan besar dalam menjalankan strategi

Hubungan pemasaran syariah dengan pembelian ulang saling berkaitan atau sangat penting dalam swalayan mengapa kerna pemasaran adalah merupakan proses kegiatan dari

Salah satu yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dengan strategi pemasaran.. Lalu perusahaan

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, peneliti merasa perlu adanya analisa dan perancangan e-marketing untuk mendukung proses pemasaran bisnis Eltos Sport guna mendapatkan

Pemasaran memungkinkan produsen memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan sehingga produsen dapat memproduksi produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan