MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 13/PUU-IX/2011
PERIHAL
PERMOHONAN PENGUJIAN UNDANG-UNDANG
NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT
PEKERJA/SERIKAT BURUH
TERHADAP
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK
INDONESIA TAHUN 1945
ACARA
PEMERIKSAAN PENDAHULUAN
(I)
J A K A R T A
SELASA, 22 FEBRUARI 2011
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 13/PUU-IX/2011 PERIHAL
Pengujian Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
PEMOHON
- Idrus Nawawi - Haimingsi Hapari
ACARA
Pemeriksaan Pendahuluan (I)
Selasa, 22 Februari 2011 Pukul 14.00– 14.34 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Achmad Sodiki (Ketua)
2) M. Akil Mochtar (Anggota)
3) Ahmad Fadlil Sumadi (Anggota)
Pihak yang Hadir: Pemohon:
- Idrus Nawawi - Haimingsi Hapari
1. KETUA: ACHMAD SODIKI
Sidang Perkara Nomor 13/PUU-IX/2011 dengan ini saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
Baik selamat siang, Bapak. Assalamualaikum.wr.wb, salam sejahtera untuk kita semua. Saudara mengajukan permohonan dicatat dalam Perkara Nomor 13. Silakan memperkenalkan diri terlebih dahulu.
2. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Assalamualaikum.wr.wb. 3. KETUA: ACHMAD SODIKI
Walaikumsalam.wr.wb.
4. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Saya atas nama Idrus Nawawi, mantan Ketua PUK SPSI PT. Semen Batu Raja Sit Batu Raja.
5. PEMOHON: HAIMINGSI HAPIRI
Assalamualaikum.wr.wb. Nama saya Haimingsi Hapiri, mantan Sekretaris SPSI PT. Semen Batu Raja.
6. KETUA: ACHMAD SODIKI
Ya. Siang hari ini pemeriksaan pendahuluan, biasanya Saudara dipersilakan untuk memaparkan lebih dahulu pokok-pokok permohonan Saudara, ya. Dan nanti akan diikuti dengan pandangan Hakim tentang permohonan ini bila ada hal-hal yang perlu diperbaiki,ya? Saya persilakan kepada Pemohon, ya.
7. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Terima kasih, Bapak Hakim Yang Mulia. Pertama-tama kami akan memaparkan permohonan kami kepada Ketua Mahkamah Konstitusi
SIDANG DIBUKA PUKUL 14.00 WIB
Republik Indonesia perihal Permohonan Uji Materil Pasal 1 ayat (8) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja dari Pasal 1 ayat (8) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh terhadap Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Pada kesempatan ini, kami memaparkan hal-hal sebagai berikut; bahwa kami di dalam melaksanakan kegiatan Serikat Pekerja SPSI PT. Semen Batu Raja-Batu Raja telah melaporkan ada dugaan korupsi atau KKN di PT. Semen Batu Raja berdasarkan surat kami Nomor 23/PUK SP-Kep FSPSI PT. Semen Batu Raja- Batu Raja/05/Tahun/2001 Tanggal 15 Mei 2001 kepada aparat penegak hukum, kemudian laporan kami berdasarkan surat kami tersebut ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Akibat kami melaporkan dugaan korupsi di PT. Semen Batu Raja berdasarkan surat kami tersebut kami di PHK oleh Direksi PT. Semen Batu Raja, berdasarkan SK PHK yang telah kami cantumkan dalam surat permohonan kami tersebut. Oleh karena, SK PHK, oleh karena resismen tindakan Batu Raja yang mem-PHK kami. berdasarkan SK PHK tersebut tidak sependapat dengan kami tidak sependapat atas putusan resismen Batu Raja yang telah mem-PHK kami, berdasarkan SK PHK tersebut akhirnya kami melakukan upaya hukum yaitu kami melaporkan atas tindakan resismen Batu Raja yang telah mem-PHK kami berdasarkan SK PHK tersebut kepada Polda Sumsel. Berdasarkan surat tanda penerima laporan Nopol LP/159-K/III/2002-Yanmas Polda Sumsel tanggal 28 Maret 2002. Atas laporan kami kepada Polda Sumsel tersebut. akhirnya Polda Sumsel menghentikan penyidikan laporan kami,
berdasarkan Surat Ketetapan Nopol STT Tap/89.B/XI/2005/UM/DISRESKRIM SS Tanggal 18 November 2005 dengan
alasan tindakan Reksisemen Batu Raja yang mem-PHK kami berdasarkan SK PHK tersebut bukan tindak pidana. Oleh karena surat ketetapan dari penyidik Polda Sumsel tersebut yang dikeluarkannya. Kami tidak menerima atas penghentian penyidikan terhadap laporan kami tersebut, akhirnya kami melakukan upaya hukum yaitu memprapradilkan SP3 dari Polda Sumsel kepada Pengadilan Negeri Palembang berdasarkan surat permohonan prapradilan kami Nomor 138/PUK-SPKEP SPSI PT. Semen Batu Raja, Batu Raja/01/2006 Tanggal 20 Januari 2006.
Di dalam proses persidangan tersebut kami mendapatkan keterangan dari Termohon berdasarkan jawaban pokok perkara dari Termohon dalam perkara prapradilan Nomor 1/Praper/2006/PN Palembang Tanggal 2 Februari 2006 yang menerangkan bahwa Termohon telah melakukan tindakan kepolisian untuk mencari dan mengumpulkan bukti-bukti sebagaimana kewenangannya dengan melakukan pemeriksaan Saksi Ahli dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Oku, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Saksi/Ahli sebagaimana tertuang dalam berita acara pemeriksaan tindakan yang dilakukan oleh Direksi PT. Semen Baru Raja yang mem-PHK kami berdua, berdasarkan SK PHK tersebut, tidak tunduk pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, karena Perusahaan PT. Semen Batu Raja merupakan Perusahaan BUMN.
Kemudian Termohon atau penyidik Polda Sumsel dalam duplik dari Termohon dalam perkara prapradilan Nomor 1…, 01/Praper/2006/PN Palembang Tanggal 7 Februari menjelaskan bahwa Saksi/Ahli yang dimaksud dari Dinas Tenaga Kerja Oku tersebut adalah satu, Zonzoni S.E. kedua M. Yusuf Bin Dahlan, kemudian berdasarkan putusan pengadilan dalam perkara prapradilan dari Pengadilan Negeri Palembang Nomor 01/Praper/2006/PN Palembang Tanggal 10 Februari 2006 memutuskan diantara lain menyatakan surat perintah pemberhentian penyidikan atau SP3 yang dikeluarkan oleh Termohon dengan Nomor STDik/89A/IX/2005/Ditreskrim/SS Tanggal 18 November 2005 sah menurut hukum.
Berdasarkan data-data yang ada pada kami bahwa kami tidak sependapat…, Tidak menerima atas putusan Pengadilan Negeri Palembang atas pra…, Perkara prapradilan tersebut, maka kami melakukan upaya hukum yaitu kami mengajukan permohonan kasasi kepada Mahkamah Agung. Akhirnya permohonan kasasi kami di tolak oleh Mahkamah Agung dengan alasan perkara yang tidak dapat diajukan Kasasi antara lain putusan tentang praperadilan. Akhirnya kami pun mengajukan upaya hukum, mengajukan permohonan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung, akhirnya Mahkamah Agung. memutuskan berdasarkan Putusan Nomor 92/PK/VIT/2010 yang bunyinya “bahwa permohonan peninjauan kembali kami ditolak oleh Mahkamah Agung.” Oleh karena itu kami melakukan upaya hukum yang terakhir untuk menentukan apakah benar kapasitas kami di dalam menjalankan kegiatan ini dilindungi oleh Undang-Undang khususnya Undang-Undang-Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh maka dari itu kami mengajukan uji permohonan materi tentang Pasal 1 ayat (8) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 untuk mengetahui apakah memang benar berdasarkan Saksi Ahli dari Dinas Tenaga Kerja RI bahwa perusahaan BUMN khususnya PT Semen Batu Raja tidak tunduk pada Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000. Karena berdasarakan Pasal 1 ayat (8) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 yang menjadikan payung hukum bagi kami di dalam menjalankan serikat pekerja itu tertera yang mana bunyi Pasal 1 ayat (8) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah sebagai berikut “perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak milik orang perseorangan, Persekutuan atau badan hukum baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja / buruh dengan memberikan upah atau imbalan dalam bentuk lain.” Maka dari itu kami mengharapkan kepada Majelis hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, kiranya berkenan menberikan putusan yang seadil-adilnya di dalam mempertimbangkan uji materi yang telah kami ajukan kepada Mahkamah Konstitusi. Demikianlah paparan dari kami mudah-mudahan Majelis Hakim Yang Terhormat dapat menganalisanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Assalamu’alaikum wr.wb.
8. KETUA: ACHMAD SODIKI
Baiklah Saudara Pemohon jadi barangkali Saudara baru pertama kali ya, ke Mahkamah ini ya?
9. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Benar pak, wajar saja.
10. KETUA: ACHMAD SODIKI
Oleh sebab itu, maka nanti sini Majelis akan memberi saran-saran untuk perbaikan dari permohonan ini karena memang menjadi kewajiban Hakim memberi nasihat kepada Saudara ya (…)
11. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
ya.
12. KETUA: ACHMAD SODIKI
Susunannya bagaimana, strukturnya bagaimana ya, katakanlah identitas Saudara, kemudian ya katakanlah apa ini…, kerugian Pasal apa…, pasal yang Saudara masalahkan itu kemudian karena pasal itu, kemudian Saudara dirugikan.
Nah, kerugian Konstitusional apa atau apakah kemudian pengujian ini masuk kewenangan Mahkamah apa tidak, ya?
13. PEMOHON: IDRUS NAWAWI Terima kasih Yang Mulia.
14. KETUA: ACHMAD SODIKI
Pertama untuk Saudara bisa belajar lebih cepat untuk bisa menyusun permohonan ini, Saudara nanti bisa menghubungi Panitera dan minta diberi contoh bagaimana permohonan yang benar, ya?
15. PEMOHON: IDRUS NAWAWI Ya.
16. KETUA: ACHMAD SODIKI
Karena di dalam pengujian di Mahkamah ini yang menjadi wewenang adalah terhadap Undang, pengujian terhadap
Undang-Undang yang dianggap bertentangan dengan Undang-Undang-Undang-Undang Dasar. Sedangkan hal-hal yang berkenaan dengan yang di bawah Undang-Undang itu Mahkamah tidak berhak untuk mengujinya, ya? Tidak berhak keputusan apapun yang ada dibawah Undang-Undang itu, Mahkamah tidak berhak untuk mengujinya. Jadi artinya tidak berhak untuk membatalkan, ya? itu, jadi ini Saudara ingat karena PP dan sebagainya itu pembatalannya adalah di bawah atau menjadi wewenang kompetensi di luar Mahkamah yaitu Mahkamah Agung ya?.
Kemudian yang ke tiga tentunya Saudara harus bisa menguraikan ini tentang apa yang disebut dengan kerugian konstitusional lalu Pasal 1 ayat (8) itu Saudara anggap itu bertentangan dengan Pasal berapa? Saudara menyebut di sini dalam halaman tiga itu Pasal 28 juncto Pasal 28E misalnya ini ada ya, beberapa 28D, 28, ini memerlukan uraian, mengapa Pasal 1 ayat (2) itu kok bertentangan dengan Pasal 28. Isinya apa Pasal 1 ayat (8) itu, lalu isinya apa Pasal 28, 28E dan masing-masing itu, ini harus ada korelasi bahwa Saudara dirugikan hak asasinya karena ada ini Pasal 1 ayat (8), karena Pasal 1 ayat (8) itu hanya angka delapan itu definisi saja itu, ya toh? “ Perusahaan dan staf bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak.” Ini tidak ada kata kerja yang menunjukkan aktivitas dari apa yang disebut dengan perusahaan itu yang kemudian bisa dianggap bahwa aktifitas itu kemudian merugikan Saudara, dalam konteks Pasal 28 itu, kan gitu toh? Ini kan hanya definisi. Kalau misalnya direksi berhak memecat atau Ketua Serikat Pekerja, nah ini Saudara barangkali, “ oh ini kan menganai saya ini.” Jadi Saudara pikir lagi ini, supaya nanti tidak mubazir maju ke Mahkamah ini. Nanti bisa minta contoh yang ada di situ, oleh sebab itu nanti pada akhirnya…, lalu di dalam petitum itu Saudara juga harus mohon supaya Pasal 1 ayat (8) undang-undang a quo itu dinyatakan bertentangan dengan pasal-pasal yang Saudara sebut dalam Undang-Undang Dasar 1945 itu, dan itu minta dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum, dibatalkan oleh Mahkamah tidak mempunyai kekuatan mengikat, harus dimasukkan kedalam lembaran negara. Mohonnya begitu tapi nanti selengkapnya bisa Saudara lihat di contoh-contoh yang sudah banyak di sini, Saudara biar dipilihkan oleh Panitera nanti, “ Ini contohnya Pak.” Bisa ya, jadi nanti Saudara ini diperbaiki lewat itu ya. Sementara demikian, silakan Bapak.
17. HAKIM ANGGOTA: M.AKIL MOCHTAR
Saudara Pemohon ya, ini permohonan Saudara ini dari sisi permohonan di Mahkamah Konstitusi ini sebenarnya belum memenuhi syarat. Kenapa? karena yang diuji di sini itu pasal dari undang-undang atau ayat dari undang-undang itu yang Saudara anggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar. Sementara petitum Saudara itu malah menyatakan bahwa Pasal 1 angka 8 itu tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar, itu kok aneh gitu. Coba lihat kan, betul enggak petitumnya seperti itu. Nah kalau itu maksudnya, ya bukan di sini, memang Pasal 1…, pasal 1
ya..., angka 8 itu…, ya ayat (8) itu, ya tetap berlaku tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar, sepanjang tidak ada yang minta kesini kepada Mahkamah ini, bahwa pasal itu merugikan hak-hak konstitusional Saudara sebagai warga negara Indonesia di mana hak Saudara itu dijamin di dalam Undang-Undang Dasar. Oleh sebab itu, pasal yang mau diuji itu ya, ada batu ujinya di dalam Undang-Undang Dasar…, Saudara menyebutkan Pasal 28, itu harus ada uraiannya. Nah, ini kan ada miss leading ini, Saudara minta tidak bertentangan, padahal yang menguji kesini itu adalah orang-orang yang merasa bahwa pasal itu menghalangi atau merugikan hak-hak konstitusional warga negara itu yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar, oleh sebab itu minta dibatalkan pasal itu. Nah Saudara sendiri tidak minta batal bahkan minta tidak bertentangan gitu loh.
Ini salah gitu loh, salah kamar. Yang mana dari undang-undang yang Saudara ajukan itu yang bertentangan, yang menghalangi, yang mengakibatkan hak-hak Saudara itu menjadi hilang, menjadi dirugikan. Sepanjang dia tidak merugikan Saudara, memang tidak perlu dimintakan, tidak perlu dinyatakan bahwa itu tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar. Memang dia tidak bertentangan dengan Undang-Undang-Undang-Undang Dasar sepanjang belum ada, dicabut, atau dibatalkan oleh…, eh dinyatakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar oleh Mahkamah. Setelah dinyatakan bertentangan oleh sebab itu pasal atau ayat itu dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, jadi tidak berlaku lagi pasal itu Pak didalam undang-undang itu, oleh sebab itu dimintakan diumumkan dalam lembaran negara, seperti undang-undang juga pembatalan itu. Nah ini, yang Bapak minta itu pembatalan atau tidak dibatalkan, coba? Hidupkan mik-nya.
18. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Terima kasih Majelis Hakim Yang Mulia. Dalam kesempatan ini kami sangat mengharapkan saran dan petunjuk dari Majelis Hakim Yang Mulia karena kami bukan orang hukum (…)
19. HAKIM ANGGOTA: M.AKIL MOCHTAR
Ya lah orang awam lah ya?
20. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya, kemudian kami ini tidak memakai pengacara, maka dari itu kami sangat membutuhkan masukan dan petunjuk dari Hakim Yang Mulia. Kami ini ingin pembuktian karena berdasarkan keterangan Saksi Ahli dari Dinas Tenaga Kerja Oku bahwa Direksi Semen Batu Raja tidak tunduk kepada Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 tentang Mem-PHK kami berdasarkan SK PHK tersebut.
21. HAKIM ANGGOTA: M.AKIL MOCHTAR
Ya itu lah, kalau itu (…)
22. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Nah, ya jadi…, Sedangkan di dalam Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 Pasal 1 ayat (8) tersebut, di sini dijelaskan, “Perusahaan swasta dan perusahaan milik negara harus tunduk pada undang-undang.”
23. HAKIM ANGGOTA: M.AKIL MOCHTAR
Oke Pak, jadi itu kita sudah paham.
24. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya, ya, ya.
25. HAKIM ANGGOTA: M.AKIL MOCHTAR Paham saya, gitu lho.
26. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Terima kasih.
27. HAKIM ANGGOTA: M.AKIL MOCHTAR
Paham soal itu. Oleh karena itu, ini kan kalau soal-soal seperti itu yang Bapak ajukan di sini, itu bukan menjadi wewenang Mahkamah Konstitusi, jadi sia-sia nanti, gitu lho Pak. Kalau…, Kalau…, Kalau misalnya ternyata berdasarkan keterangan Ahli itu dijadikan alasan untuk tindakan PHK ya kepada Bapak-Bapak ini dan Kawan-Kawan dengan alasan bahwa BUMN itu tidak tunduk kepada undang-undang ini, ya sementara di dalam Pasal 1 angka (8) itu jelas menyebutkan, baik perusahaan swasta, perorangan maupun pemerintah atau BUMN itu tunduk kepada undang-undang. Itu kan itu perusahaannya, ya Bapak gugat saja secara perdata, perbuatan melawan hukum pihak yang menyatakan seperti itu. Diuji di Pengadilan Negeri, sehingga menimbulkan kerugian kalau keterangan Ahli itu menjadi sandaran dari putusan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja, ya kalau itu menjadi alasan.
Nah jadi masalahnya beda. Kalau di sini, yang harus diuji itu bahwa Pasal 1, ya kan? Ayat (8) itu, ini harus dibatalkan, tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, nah itu di sini.
28. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya, ya, terima kasih.
29. HAKIM ANGGOTA: M.AKIL MOCHTAR
Jadi kalau Bapak masih mau terus dengan permohonan untuk membatalkan ya Pak ya? undang-undang, nanti konsultasikan dengan Panitera. Di sini banyak format untuk menyusun putusan karena Bapak harus menjelaskan dulu identitas ya, kewenangan mahkamah, legal standing, kedudukan hukum Bapak, lalu konflik normanya yang menimbulkan kerugian buat Bapak itu. Normanya bukan aplikasinya, bukan penerapan dari undang-undang itu. Tapi norma itu kalau diterapkan dia akan merugikan kepentingan Bapak secara langsung atau berpotensi nanti, sewaktu-waktu bisa merugikan. Oleh sebab itu kalau diputus oleh Mahkamah, ya. putusan mahkamah itu bukan hanya berlaku untuk Bapak, seluruh warga Negara Indonesia karena menyangkut undang-undang itu mengikut…, Mengikat seluruh warga Negara.
Nah oleh sebab itu harus di…, Eh, apa namanya? Kalau mau terus, tidak…, Tidak juga harus pakai pengacara, banyak lah contoh di sini tapi intinya bahwa Bapak ingin membatalkan ayat, pasal, norma dari undang-undang atau seluruh undang-undang itu dinyatakan batal. Itu yang harus ke sini, tapi soal aplikasi bahwa kenapa, lalu Bapak ngajukan praperadilan, dikalahkan, kan gitu, artinya bahwa Bapak mengtakan putusan praperadilan oleh polisi itu tidak sah, kan gitu karena itu bukan tindak pidana, alasannya begitu. Lalu Bapak PK kasasi, oleh Mahkamah Agung, putusan praperadi…, Praperadilan itu tidak dapat dikasasi, itu soal…, Soal penerapan itu.
Nah kalau itu intinya, kalau memang bahwa berdasarkan keterangan Ahli itu dijadikan alasan pemutusan hubungan bahwa perusahaan itu tidak tunduk, Bapak gugat secara perdata ke Pengadilan Negeri setempat, perbuatan melawan hukum, menimbulkan kerugaian kepada Bapak dan Kawan-Kawan akibat terjadinya tafsir yang salah itu, bisa itu Pak ya.
30. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Terima kasih.
31. HAKIM ANGGOTA: M.AKIL MOCHTAR
Nanti konsultasikan dengan baik untuk memperbaiki pemohonan Bapak, kalau masih mau terus. Ada waktu 14 hari, ya atau setelah Bapak pikir-pikir ini salah kita, dicabut juga silakan. Itu hak konstitusional Bapak sepenuhnya dan Kawan-Kawan ya.
32. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Terima kasih Pak Majelis Hakim Yang Mulia.
33. KETUA: ACHMAD SODIKI Ya, silakan Pak Fadil.
34. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Ya, saya melanjutkan saja, dari apa yang kedua Hakim tadi sampaikan kepada Bapak, saya ingin menyampaikan misalnya coba Bapak buka halaman 3, halaman 3 permohonan Bapak itu. Itu huruf c itu, sudah ketemu Pak?
35. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Sebentar.
36. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Waduh, susah sekali carinya ya? Ada? Halaman 3.
37. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya.
38. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Huruf C itu bunyinya kan gini toh Pak, “ Hak hak para Pemohon,” ya?
39. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya.
40. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Betul Pak?
41. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
42. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
“Menurut undang-undang bahwa para Pemohon memiliki hak asasi, berhak dan berkewajiban mengungkap atau bersaksi apabila mengetahui sesuatu perbuatan jahat atau permufakatan jahat sebagaimana diatur dalam Pasal 108 ayat (1) KUHAP, ya kan Pak?
43. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya.
44. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Ini hak seperti ini bukan hak konstitusional, gitu ya. Oleh karena ini bukan hak konstitusional, bukan kewenangan Mahkamah Konstitusi. Sehingga permohonan Bapak ini salah masuk. Kalau masuk ke Mahkamah Konstitusi itu bukan pengadilannya. Gitu ya Pak ya.
Oleh karena itu maka misalnya di sini, Pasal 1 tadi angka 8-nya menyatakan perusahaan adalah setiap bentuk usaha dan seterusnya yang mencakup baik perusahaan swasta maupun milik negara. Itu misalnya Bapak merasa keterangan itu tidak benar keterangan Ahli itu, tu juga tidak di sini penyelesaiannya. Gitu ya Pak ya. Sehingga Bapak bingung yang terakhir itu Bapak minta kepada Mahkamah Konstitusi itu, supaya mengabulkan, menyatakan Pasal 1 angka 8 tidak bertentangan, Nah, itu. Kalau tidak bertentangan enggak usah diajukan ke sini , yang diajukan ke sini itu yang bertentangan saja.
45. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Oh ya, ya.
46. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Begitu ya Pak ya.
47. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya, terima kasih.
48. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Begitu. Oleh karena itu Bapak boleh menarik permohonan ini atau mungkin setelah dipikir-pikir bukan itu yang saya maksud. Nah, lha kalau bukan itu yang dimaksud apa lagi yang dimaksud. Nah, gitu ya? Kalau saya dengarkan keterangan Bapak tadi, masalahnya Bapak itu merasa putusan
Mahkamah Agung dan Pengadilan Negeri itu tidak pas yang mendasarkan kepada keterangan Ahli tadi, gitu kan?
49. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya, ya.
50. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Itu tidak di sini. Jadi pengadilan ini maka…, yang bernama Mahkamah Konstitusi itu tidak mengadili kasus, tapi mengadili undang-undang yang cara mengaturnya itu salah. Lha ini kan enggak ada yang salah. Begitu ya Pak ya.
51. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya.
52. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oke. Terserah…, tapi segala sesuatunya terserah Bapak. Apakah Bapak memang punya maksud yang lain atau maksudnya yang seperti tadi. Kalau maksud itu yang seperti tadi, jelas ini bukan kewenangan Mahkamah Konstitusi. Begitu ya Pak ya.
53. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya.
54. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Ini saya kembalikan kepada Pak Ketua.
55. KETUA: ACHMAD SODIKI
Cukup jelas Pak ya. Jadi lazimnya kalau Bapak mempermasalahkan Pasal 1 ayat (8), itu yang minta angka 8 itu yang harus dibatalkan. Karena apa? Karena merugikan Bapak.
56. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
57. KETUA: ACHMAD SODIKI
Gitu lho logikanya. Nah sekarang pertanyaannya, benarkah kalau Pasal 1 angka 8 itu dibatalkan, kemudian tidak merugikan Bapak. Kan gitu. Nah ini masalahnya ada di situ. Bapak terhalang hak asasinya karena Pasal 1 ayat (8) ini. Nah ini kalau ini kemudian dibatalkan, dikabulkan. Benarkah Bapak lalu tidak menderita kerugian? Malah kemudian ndak ada definisi perusahaan itu apa itu, ndak ada definisinya. Nah sekarang ini pikir dulu nanti dicoba itu. Merenung, apakah diperbaiki, apakah kemudian juga tidak usah dilanjutkan, apa dilanjutkan. Dengan perbaikan itu waktunya 14 hari, ya. Dipikir yang betul supaya maju ke sini itu mantap bahwa saya itu berhasil. Saya yakin gitu. Kalau ndak yakin, ragu-ragu ya ndak usah, gitu ya. Mahal ini Bapak dari sana ke sini ya.
58. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya.
59. KETUA: ACHMAD SODIKI
Saya pikir cukup ya Pak ya. Jadi nanti 14 hari diperbaiki atau apa, lihat nanti contoh-contoh yang sudah ada kalau mau memang dilanjutkan atau masih berminat. Saya kira begitu ya Pak ya.
60. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
Ya, terima kasih.
61. KETUA: ACHMAD SODIKI
Cukup ya?
62. PEMOHON: IDRUS NAWAWI
63. KETUA: ACHMAD SODIKI
Cukup, baiklah. Dengan demikian maka sidang saya nyatakan selesai dan ditutup.
Jakarta, 22 Februari 2011 Kepala Sub Bagian Pelayanan Risalah,
t.t.d. Mula Pospos
NIP. 19610310 199203 1 001
KETUK PALU 3X
SIDANG DITUTUP PUKUL 14.34 WIB
Risalah persidangan ini adalah bentuk tertulis dari rekaman suara pada persidangan di Mahkamah Konstitusi, sehingga memungkinkan adanya kesalahan penulisan dari rekaman suara aslinya.