• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Sekretaris dalam Memperlancar Tugas Pimpinan di PT. PLN (PERSERO) Rayon Medan Sunggal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peranan Sekretaris dalam Memperlancar Tugas Pimpinan di PT. PLN (PERSERO) Rayon Medan Sunggal"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II PROFIL INSTANSI

2.1 Sejarah Perusahaan

Berawal di akhir abad ke-19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia

mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang

pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.

Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan

Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara

Jepang di awal Perang Dunia II.

Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada

Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan

oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas

yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden

Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah

Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan

Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas

pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW. Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan

Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan

Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada

tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara, yaitu

Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan

(2)

Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status

Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik

Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas

menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Seiring dengan kebijakan

Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak

dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari

Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK

dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.

2.1.1 Good Corporate Governance

Sebagai salah satu BUMN, PT. PLN (Persero) memiliki kewajiban untuk

menerapkan GCG sebagaimana diamanatkan di dalam Peraturan Menteri Negara

BUMN Nomor Per-01/MBU/2011 tentang penerapan GCG pada BUMN. Perusahaan

menyadari bahwa penerapan GCG saat ini tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban

saja, namun telah menjadi kebutuhan dalam menjalankan kegiatan bisnis perusahaan

dalam rangka menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan, meningkatkan nilai

perusahaan dan sebagai upaya agar perusahaan mampu bertahan dalam persaingan.

Kemampuan yang tinggi dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG telah diwujudkan

oleh perusahaan diantaranya dengan dibentuknya fungsi pengelolaan GCG di bawah

Sekretaris Perusahaan yang secara khusus menangani dan memantau efektivitas

penerapan GCG di perusahaan. Perusahaan secara berkesinambungan melakukan

langkah-langkah perbaikan baik dari sisi soft structure maupun dari sisi infrastructure

(3)

menerbitkan dokumen-dokumen pendukung dalam penerapan GCG seperti Pedoman

GCG, Board Manual, dan Pedoman Perilaku (Code of Conduct). Dewan komisaris

juga telah memiliki organ pendukung, yaitu Komite-komite Dewan Komisaris yang

berperan dalam membantu meningkatkan efektivitas pelaksanaan fungsi pengawasan

yang dilakukan oleh Dewan Komisaris.

2.2 Visi Misi, dan Motto Visi

Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh Kembang, Unggul dan

Terpercaya dengan Bertumpu pada Potensi Insani.

Misi

a. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada

kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.

b. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas

kehidupan masyarakat.

c. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

d. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

Motto

Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik

(4)

2.2.1 Maksud dan Tujuan Perseroan

Maksud dan Tujuan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha

penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang

memadai serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan pemerintah di

bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan

prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

2.3 Bisnis PLN

Sesuai Undang-undang RI No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan

berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, rangkaian kegiatan perusahaan adalah:

1. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang mencakup:

a. Pembangkitan tenaga listrik

b. Penyaluran tenaga listrik

c. Distribusi tenaga listrik

d. Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik

e. Pengembangan penyediaan tenaga listrik

f. Penjualan tenaga listrik

2. Menjalankan usaha penunjang listrik yang mencakup:

a. Konsultasi ketenagalistrikan

b. Pembangunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan

c. Pemeriksaan dan pengujian peralatan ketenagalistrikan

d. Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan

(5)

f. Sertifikasi peralatan dan pemanfaatan tenaga listrik

g. Sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan

3. Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup:

a. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya

untuk tenaga listrik

b. Jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan, penyaluran,

distribusi, dan retail tenaga listrik

c. Industri perangkat keras, lunak dan lainnya di bidang ketenagalistrikan

d. Kerja sama dengan pihak lain atau badan penyelenggara bidang

ketenagalistrikan di bidang pembangunan, operasional, telekomunikasi, dan

informasi terkait dengan ketenagalistrikan

e. Usaha jasa ketenagalistrikan

2.4 Fungsi PLN

Sebagai pendorong kegiatan ekonomi guna meningkatkan kualitas kehidupan

masyarakat.

2.5 Unit PLN

PLN Wilayah & Distribusi

1. Wilayah Aceh

2. Wilayah Sumatera Utara

3. Wilayah Sumatera Barat

(6)

5. Wilayah Bangka Belitung

6. Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu

7. Wilayah Kalimantan Barat

8. Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah

9. Wilayah Kalimantan Timur

10.Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo

11.Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat

12.Wilayah Maluku dan Maluku Utara

13.Wilayah Nusa Tenggara Barat

14.Wilayah Nusa Tenggara Timur

15.Wilayah Papua dan Papua Barat

16.Distribusi DKI Jaya & Tangerang

17.Distribusi Jawa Barat dan Banten

18.Distribusi Jawa Timur

19.Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

20.Distribusi Bali

21.Distribusi Lampung

(7)

2.5.1 PLN Pembangkitan

1. Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan

2. Pembangkitan Sumatera Bagian Utara

3. Pembangkitan Lontar

4. Pembangkitan Tanjung Jati B

5. Unit Pembangkitan Jawa Bali

2.5.2 PLN Transmisi

1. Transmisi Jawa Bagian Barat

2. Transmisi Jawa Bagian Tengah

3. Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali

2.5.3 PLN Penyaluran & Pusat Pengatur Beban

1. Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P2B Jawa Bali)

2. Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (P3B Sumatera)

2.5.4 PLN Unit Induk Proyek (UIP)

1. UIP Pembangkitan Sumatera I (UIP I)

2. UIP Sumatera Bagian Utara II (UIP II)

3. UIP Sumatera Bagian Tengah

4. UIP Sumatera Bagian Selatan (UIP III)

5. UIP Interkoneksi Sumatera Jawa (UIP IV)

(8)

7. UIP Jawa Bagian Tengah I (UIP VI)

8. UIP Jawa Bagian Timur dan Bali I (UIP VII)

9. UIP Jawa Bagian Timur dan Bali II (UIP VIII)

10.UIP Kalimantan Bagian Timur (UIP IX)

11.UIP Kalimantan Bagian Tengah (UIP X)

12.UIP Kalimantan Bagian Barat

13.UIP Nusa Tenggara (UIP XI)

14.UIP Sulawesi Bagian Utara (UIP XII)

15.UIP Sulawesi Bagian Selatan (UIP XIII)

16.UIP Papua (UIP XIV)

17.UIP Maluku (UIP XV)

18.UIP Jawa Bagian Tengah II (UIP XVI)

2.5.5 PLN Unit Penunjang

1. Pusat Pendidikan dan Pelatihan

2. Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan

3. Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan

4. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan

5. Pusat Sertifikasi

(9)

2.5.6 Anak Perusahaan

1. PT. Indonesia Power (IP)

Bergerak dalam bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha lain yang terkait.

Berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT. PJB I dan pada tanggal 1

September 2000 berubah menjadi PT. Indonesia Power.

Anak Perusahaan PT. IP adalah:

a. PT. Cogindo Daya Bersama bergerak di bidang usaha co generation,

distribute generation dan jasa operation & maintenance.

b. PT. Artha Daya Coalindo bergerak di bidang usaha trading dan jasa

transportasi batubara.

c. PT. Indo Pusaka Berau dengan kegiatan usaha penyediaan listrik dari produksi PLTU Lati di Berau, Kaltim.

2. PT. Pembangkitan Jawa Bali (PT. PJB)

Bergerak dalam bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha lain yang

terkait. Berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT. PJB II dan pada

tanggal 1 September 2000 berubah menjadi PT. PJB. Anak perusahaan PT.

PJB yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan, yaitu PT.

Pembangkitan Jawa Bali Services yang berdomisili di Surabaya.

3. PT. Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT. PLN Batam)

Berdiri tanggal 3 Oktober 2000 dan bergerak dalam usaha penyediaan tenaga

listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Batam.

(10)

Berdiri tanggal 3 Oktober 2000 dan bergerak dalam bidang usaha

telekomunikasi.

5. PT. PLN Tarakan

Didirikan tanggal 15 Desember 2003 dan bergerak dalam usaha penyediaan

tenaga listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Tarakan.

6. PT. PLN Batubara

PT. PLN Batubara didirikan tanggal 3 September 2008 dan merupakan anak

perusahaan yang bergerak di bidang usaha tambang batubara sebagai bahan

utama dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

7. PT. PLN Geothermal

PT. PLN Geothermal adalah anak perusahaan PLN yang bidang usahanya

terfokus kepada usaha penyediaan tenaga listrik terbarukan, melalui kegiatan

pengembangan dan pengoperasian pembangkit tenaga listrik panas bumi yang

ekonomis bermutu tinggi dengan keandalan yang baik.

8. PT. Geo Dipa Energi (PT. GDE)

Perusahaan patungan PLN-PERTAMINA, bergerak dalam bidang

pembangkitan tenaga listrik terutama yang menggunakan energi panas bumi.

9. PT. Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN-E) website: http://www.pln-enjiniring.com/

10.Majapahit Holding BV

Majapahit Holding BV didirikan tanggal 3 Oktober 2006 dan merupakan

suatu lembaga keuangan yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda.

(11)

PT. Haleyora Power (HP) yang berdiri pada 18 Oktober 2011 ditugaskan PLN

untuk melaksanakan pengamanan layanan Operasi dan Pemeliharaan (Ophar)

Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik berdasarkan Keputusan Direksi PT.

PLN (Persero) Nomor 459.K/DIR/2012 tanggal 12 September 2012, yang

kemudian diganti oleh Peraturan Direksi PT. PLN (Persero) No.

0734.K/DIR/2013. Salah satu strategi untuk melaksanakan tugas tersebut

adalah mengambil alih PT. Mitra Insan Utama (PT. MIU). MIU resmi

menjadi Anak perusahaan HP dengan nama baru, yaitu PT. Haleyora

Powerindo (HPI) sejak 23 Januari 2013. HP juga bergerak di sektor usaha

Penyediaan Energi Listrik (Energy Provider) melalui pembentukan Joint

Venture Company (JVC) bernama PT. Energi Pelabuhan Indonesia.

2.6 Pedoman Perilaku

PT. PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang

kelistrikan yang melayani masyarakat di seluruh Nusantara, bertekad untuk

memberikan pelayanan jasa ketenagalistrikan yang terbaik dan memenuhi standar

ketenagalistrikan yang dapat diterima dunia internasional dan mewujudkan hal itu

dengan bertumpu pada kapasitas seluruh warganya.

Dalam menjalankan bisnisnya, PLN bertekad bekerja dengan semangat untuk

selalu menghasilkan produk dan pelayanan yang terbaik serta memperlakukan

pelanggan, mitra usaha, dan pemasok dengan adil tanpa membeda-bedakannya.

Dalam rangka menjaga agar tetap ada konsistensi dalam penyelenggaraan

(12)

Perilaku PT. PLN (Persero) ini, manajemen PLN bertekad untuk menumbuh

kembangkan kebiasaan dan tata pergaulan profesional yang baik dan sekaligus

mencerminkan jati diri PLN yang dapat kita banggakan bersama. Usaha ini juga

merupakan perwujudan dari kesungguhan hati warga PLN untuk bekerja dan

berusaha selaras dengan falsafah, visi, misi, dan tata nilai perusahaan yang sudah

disepakati bersama.

Semua ini akan dijalankan dengan tetap mengacu pada aspirasi untuk

menciptakan nilai yang maksimal bagi bangsa dan negara Indonesia. Manajemen

PLN juga bertekad untuk menyelenggarakan perusahaan dengan mengajak seluruh

anggota PLN dan semua pihak yang peduli dengan kemajuan perusahaan ini, dapat

menjaga perusahaan ini agar tetap berkiprah secara bertanggung jawab.

Keterbukaan dan partisipasi ini akan dijalankan dengan prinsip bahwa informasi

perusahaan dapat diakses dan diperoleh dengan mudah oleh masyarakat dan semua

pihak yang berhak, tanpa mengabaikan prinsip kerahasiaan informasi tersebut.

Sebaliknya, manajemen perusahaan juga senantiasa membuka diri bagi semua

masukan dan saran dari lingkungan internal dan eksternal perusahaan.

Dalam mengimplementasikan pedoman ini yang terutama akan lebih dijaga

adalah semangat dan itikad yang mendasari dokumen ini selain menjalankan apa yang

tersurat di dalamnya. Semua ini dilakukan dalam rangka menjaga peningkatan nilai

pemegang saham dan kepercayaan publik secara konsisten dan berkelanjutan. Ini

tekad seluruh warga PLN melaksanakan perilaku yang tercantum dalam Pedoman

Perilaku PT. PLN (Persero) sebagai realitas dalam kehidupan kerja sehari-hari,

(13)

2.7 PT. PLN (Persero) Rayon Sunggal

PT. PLN (Persero) Rayon Sunggal adalah salah satu dari 9 Rayon yang berada

di bawah PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan yang berlokasi di

Jalan Bunga Raya No. 11, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Sunggal,

Sumatera Utara 20128. PLN Rayon Sunggal ini menaungi beberapa kelurahan, yaitu:

No. Kelurahan Kecamatan

1. Asam Kumbang Medan Sunggal

2. Sunggal Medan Sunggal

3. Sei Sikambing B Medan Sunggal

4. Lalang Medan Sunggal

5. Cinta Damai Medan Helvetia

6. Dwikora Medan Helvetia

7. Sei Sikambing C II Medan Helvetia

8. Sei Sikambing D Medan Petisah

9. Tanjung Rejo Medan Baru

10. Tanjung Selamat Medan Selayang

(14)
(15)

PT. PLN (Persero) Rayon Sunggal

Saat ini, hingga 17 Maret 2017 jumlah pelanggan di PLN Rayon Sunggal

berjumlah 53.473 pelanggan yang terdiri dari 36.848 pelanggan Pascabayar dan

16.625 pelanggan Prabayar.

Dalam menjalankan bisnisnya, PLN Rayon Sunggal memiliki tiga bidang

kerja yang meliputi: Pelayanan dan Administrasi (PAD), Transaksi Energi Listrik

(TEL), dan Bidang Distribusi. Berikut ini adalah Struktur Organisasi PT. PLN

(Persero) Rayon Sunggal.

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Rayon Sunggal

(16)

Keterangan Posisi bidang jabatan PT. PLN Rayon Sunggal:

Manager Rayon Sunggal: Tetty Tambunan

1. SPV Pelayanan dan Administrasi: Muhammad Ridwan

1. Akuntansi Keuangan : Sri Indarti

2. Akuntansi Keuangan : Anita Hotnida Daulay

3. Pelayanan Pelanggan PD, PB, Migrasi : Sri Wulandari

4. Admin Pelayanan Pelanggan PD, PB, Migrasi: Syamsri Angkat

5. Pelayanan Pelanggan PDL PB, PD, Migrasi : Maini Anugrawati

6. Pelayanan Pelanggan Piutang (PRR) : Melli Selviani

7. Pelayanan Pelanggan Piutang (PRR) : Enny Linda

8. Pengendalian Piutang Tul VI-01, Tul VI-03 : John Saragih

2. SPV Distribusi: Dwiyanto Setiawan

1. Teknisi Pemeliharaan Distribusi : Chaidir

2. Operator Operasi Distribusi : Kurniawan Teguh Pangestu

3. SPV Transaksi Energi Listrik: Agus Naini Siregar

1. Pengendalian Susut dan pju/p2tl : Jhonson Simanjuntak

2. Pembacaan Meter dan Pembuatan Rekening : Ina Kirana Samosir

(17)

Kinerja Pendapatan PT. PLN Rayon Sunggal

(18)

Gambar 2.4 Data Susut Bulan Februari 2017

Dari data di atas, kita dapat mengetahui jumlah pendapatan KWh Jual PT.

PLN Rayon Sunggal:

a. Pendapatan kWh jual bulan Januari 2017 = 20,122,729.0 kWh /

Rp.24,166,447,679.-

b. Pendapatan kWh jual bulan Februari 2017 = 18,613,581.0 kWh /

(19)

Dari data di atas, kita dapat mengetahui jumlah susut PT. PLN Rayon

Sunggal:

a. Jumlah susut bulan Januari 2017 = 7,43 % / 1.984.461,4 kWh

b. Jumlah susut bulan Februari 2017 = 7,51 % / 1.874.069,2 kWh

BIDANG TRANSAKSI ENERGI LISTRIK

Bidang Transaksi Energi Listrik menaungi 6 sub bidang, diantaranya:

1. Sub bidang Catat Meter, bertanggung jawab untuk proses pencatatan meter

dan pembuatan rekening.

2. Sub bidang LPB pasif, bertanggung jawab pemeriksaan kWh Meter Prabayar

yang sudah lama tidak mengisi Token, > 3 bulan pengisian.

3. Sub bidang Har APP, bertanggung jawab atas kualitas pengukuran App dan

bertanggung jawab atas Pemeliharaan App.

4. Sub bidang P2TL, bertugas untuk melakukan penertiban pemakaian tenaga

listrik yang tidak sesuai ketentuan PLN.

5. Sub bidang PLJU, bertugas untuk melakukan pemeriksaan LPJU (Lampu

Penerangan Jalan Umum) yang menggunakan kWh Meter ataupun tanpa kWh

Meter dan memadamkan lampu jalan yang menyala siang hari.

6. Sub Bidang Har App/Pemeliharaan App, bidang pemeliharaan App

merupakan bidang yang menaungi pemeliharaan dan menjaga kualitas

kehandalan alat ukur dan pembatas yang menjadi tolak pengukuran transaksi

(20)

pemakaian pelanggan dapat terukur dengan jelas. Adapun proses

Pemeliharaan App adalah sebagai berikut:

1. Melihat jumlah pelanggan perlu diperhatikan melalui aplikasi

www.manbill.com/cater dan melihat daftar bacaan petugas Cater satu-persatu

dengan melihat kode masalahnya,

2. Kemudian pastikan dengan melihat Histori pemakaiannya agar memperkuat

bukti bahwa akan dilakukan Har Meter,

3. Kemudian langsung melihat ke lokasi pelanggan dan mengamati kWh Meter

yang macat atau buram dengan teliti,

4. Setelah memperkuat bukti di lapangan, selanjutnya membuat formulir

pengaduan pelanggan, dan menanggapi surat pengaduan pelanggan untuk

dibuat surat perintah kerja dan berita acara penggantian kWh Meternya,

5. Kemudian mengambil kWh Meter Har kepada petugas gudang dengan

menunjukkan surat perintah kerja agar petugas gudang mendata kWh Meter

har yang sudah keluar. Petugas Har Meter membawa surat perintah kerja dan

menuju ke lokasi pelanggan,

6. Kemudian petugas Har Meter menuju lokasi pelanggan, dan mengisi BA data

kWh Meter sebelum dilakukan penggantian. Selanjutnya petugas melakukan

penggantian dan mengisi BA data kWh Meter setelah dilakukan penggantian.

Data pada kWh Meter yang akan diisi meliputi: letak APP, tanggal dilakukan

penggantian, merek/type/nomor, tahun tera/tahun buat, kemampuan kWh

Meter, konstanta meter, stand sebelum dan sesudah dilakukan Har, kemudian

(21)

7. Setelah selesai dilakukan penggantian dan kWh Meter disegel, dan BA sudah

ditanda tangani petugas dan pelanggan, kemudian rangkap BA diberikan

kepada pelanggan,

8. Kemudian petugas Har Ke kantor memberikan kWh Bongkar kepada petugas

gudang untuk selanjutnya dilakukan Return dan memberikan BA kepada

petugas PDL kemudian dilakukan PDL (Perubahan Data Langganan),

9. Setelah dilakukan perubahan data langganan, kemudian surat perintah kerja di

masukkan kedalam amplop AIL (Arsif Induk Langganan) yang kemudian

disimpan di gudang AIL,

10.Setelah semua proses dilakukan, maka perhitungan kWh Meter bulan

berikutnya akan berubah sesuai data yang baru.

2.8Job Description

Berikut ini adalah Job Description dari setiap unit pada PT. PLN (Persero)

Rayon Medan Sungggal yang terdiri dari:

1. Manajer PT. PLN (Persero) Rayon Medan Sunggal

Tugasnya adalah:

a. Menyusun konsep kebijakan teknis berdasarkan program kerja.

b. Menganalisa sasaran kerja rayon berdasarkan target perusahaan yang

berpedoman pada ketentuan PLN Area & Wilayah.

c. Memberi petunjuk pada Supervisor Administrasi & Supervisor Teknik

(22)

d. Mengkaji laporan-laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan

kegiatan pelayanan kepada pelanggan untuk mengetahui

hambatan-hambatan dan usaha penyelesaiannya.

2. SPV Pelayanan dan Administrasi PT. PLN (Persero) Rayon Medan Sunggal

Tugasnya adalah:

a. Mengkoordinir pelaksanaan pemasaran, tata usaha langganan,

penyambungan, dan pengolahan data.

b. Mengkaji laporan-laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan

kegiatan pelayanan pelanggan untuk mengetahui

hambatan-hambatan dan usaha penyelesaian.

c. Membuat perintah kerja pemutusan, pembongkaran, dan

penerimaan piutang pelanggan dan daftarnya.

d. Merencanakan penagihan dan pelayanan penerimaan pembayaran

piutang pelanggan.

e. Memonitor piutang, penagihan piutang, pengelolaan piutang, serta

pengarsipan.

3. SPV Distribusi PT. PLN (Persero) Rayon Medan Sunggal

Tugasnya adalah:

a. Menyusun Program Rencana Kerja (PRK) Operasi.

b. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan Operasi Jaringan

Distribusi sesuai SOP.

c. Melaksanakan pemuktahiran data aset distribusi secara berkala.

(23)

e. Mengendalikan dan memonitoring pelaksanaan operasional

pelayanan teknik.

f. Mengkoordinasikan dengan Area, Rayon, dan Instasi terkait dalam

rangka operasi jaringan distribusi.

g. Mengevaluasi kinerja operasi.

4. SPV Transaksi Energi Listrik PT. PLN (Persero) Rayon Medan Sunggal

Tugasnya adalah:

a. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pelaksanaan manajemen

billing.

b. Mengkoordinasikan dengan AP2T (Aplikasi Pelayanan Pelanggan

Terpusat) terkait dengan proses billing.

c. Menyusun biaya operasi dan investasi serta data pendukung

RKAP.

d. Memonitoring dan mengendalikan realisasi pengumuman

anggaran SKKI/SKKO.

e. Mengkoordinasikan kegiatan operasional di bagian transaksi

energi.

f. Mengevaluasi dan mengendalikan susut, PJU, P2TL, AMR,

pemeliharaan APP, pemeliharaan meter transaksi dan hasil ukur

transaksi.

g. Menyusun rencana program pemeliharaan meter transaksi.

h. Melaksanakan sttlemen antar unit pelaksana dan P3B dalam

(24)

i. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pekerjaan pemeliharaan

AMR.

j. Merencanakan dan mengevaluasi pekerjaan pemeliharaan APP dan

hasil penerapan metrologi secara berkala.

k. Memonitoring dan mengevaluasi manajemen APP.

Gambar

Tabel 2.1: Wilayah Kerja PT. PLN (Persero) Rayon Sunggal
Gambar 2.1 Peta Wilayah Kerja PT. PLN (Persero) Rayon Sunggal
Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Rayon Sunggal
Gambar 2.3 Data Susut Bulan Januari 2017
+2

Referensi

Dokumen terkait

Anastasia Julindra: Peranan Sekretaris Dalam Meningkatkan Kinerja Pimpinan pada PT... Anastasia Julindra: Peranan Sekretaris Dalam Meningkatkan Kinerja Pimpinan

Bertanggung jawab atas rencana dan pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Distribusi, Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dan Pembangkitan Tenaga Listrik Mikro

Dalam hal Badan Usaha pemegang IUPTL untuk usaha pembangkitan yang menjual tenaga listriknya kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dengan pembangkitan tenaga

Tugas Akhir yang berjudul “Fungsi dan Peranan Sekretaris dalam mengatur Tugas.. Pimpinan

PLN (Persero) bertindak sebagai pelaku usaha yang bergerak dalam bidang pelayanan dan penyediaan tenaga listrik untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan listrik dalam

Bertanggung jawab atas rencana dan pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Distribusi, Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dan Pembangkitan Tenaga Listrik Mikro

PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Bergerak dalam bidang. pendistribusian tenaga listrik Membawahi beberapa cabang

PT PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Belawan UPDK Belawan merupakan salah satu unit pembangkit yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU,