SOSIALISASI PAUD
TPA Tunas Bangsa
DHARMA WANITA PERSATUAN
SEKRETARIAT JENDERAL
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Jl. Jend. Gatot Subroto No.31 Jakarta 10210
SEKILAS TENTANG PAUD
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah
suatu upaya pembinaan yang ditujukan
kepada anak sejak lahir sampai dengan
usia enam (6) tahun yang dilakukan
melalui pemberian rangsangan pendidikan
untuk membantu pertumbuhan dan
Ada tiga jalur PAUD:
PAUD
1. Jalur Pendidikan formal
Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau
bentuk lain sederajat
2. Jalur Pendidikan Non formal
Kelompok Bermain (KB),
Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain
sederajat
3. Jalur Pendidikan Informal
Pendidikan Keluarga atau Pendidikan yang
Diselenggarakan oleh Lingkungan
(Sumber : Bab VI: Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan, Bagian Ketujuh:
DEFINISI ANAK DAN TPA
Anak adalah
seseorang yang belum berusia 18 (delapan
belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan
.
Setiap
anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang,
dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan
martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan
dari kekerasan dan diskriminasi
.
(Sumber : UU RI No. 23
Th. 2002 tentang Perlindungan anak; Pasal 4 Ayat (1))
*3
Taman Penitipan Anak (TPA) adalah salah satu bentuk PAUD
pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan
program pendidikan sekaligus pengasuhan dan kesejahteraan
sosial terhadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam
tahun (dengan prioritas anak usia empat tahun ke bawah).
Visi dan Misi TPA TUNAS BANGSA
•
VISI:
Yaitu : terselenggaranya rumah kedua bagi tumbuh kembang
anak untuk membentuk manusia yang cerdas dan sehat
baik fisik maupun rohani.
•
MISI:
Yaitu :
Mewujudkan peserta didik untuk menjadi anak yang
mandiri, cerdas dan kreatif, tumbuh dan berkembang
secara optimal sesuai usianya.
Mewujudkan peserta didik dikemudian hari menjadi aset
bagi bangsa yang berkualitas.
Mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan
Prinsip Umum
Pendidikan Anak Usia Dini
Berorientasi pada kebutuhan anak.
Sesuai dengan perkembangan anak.
Sesuai dengan keunikan setiap individu.
Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain.
Anak belajar dari yang konkrit ke abstrak,
dari yang sederhana ke yang kompleks, dari
gerakan ke verbal dan dari diri sendiri ke
sosial.
Anak belajar melalui interaksi sosial.
Menyediakan lingkungan yang mendukung proses
belajar.
Merangsang munculnya kreativitas dan inovatif.
Mengembangkan kecakapan hidup anak.
Menggunakan berbagai sumber dan media belajar
yang ada di lingkungan sekitar.
Anak belajar sesuai dengan kondisi sosial
budayanya.
Melibatkan peran serta orangtua yang bekerja
DASAR FILSAFAT
PENDIDIKAN DI TPA
1. TEMPA; melalui pemeliharaan kesehatan, peningkatan mutu gizi, olahraga yang teratur dan terukur serta aktivitas jasmani sehingga anak memiliki fisik kuat, lincah, daya tahan, dan disiplin tinggi.
2. ASAH; dengan bermain yang bermakna, menarik, merangsang imajinasi, kreativitas anak untuk melakukan, mengeksplorasi, memanipulasi, dan menemukan inovasi sesuai dengan minat dan gaya belajar anak.
3. ASIH; dengan penjaminan pemenuhan kebutuhan anak dari pengaruh yang dapat merugikan, misalnya perlakuan kasar, penganiayaan fisik dan mental dan ekploitasi.
4. ASUH; melalui pembiasaan secara konsisten untuk membentuk perilaku dan kualitas kepribadian dan jati diri anak dalam hal:
integritas, patriotisme, nasionalisme, dan kepeloporan, rasa tanggung jawab, jiwa kesatria, dan sportivitas, jiwa kebersamaan, demokratis, tahan uji, jiwa tanggap (penguasaan ilmu pengetahuan, dan