• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS PENGEMBANGAN ORGANISASI PUBLIK UKD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS PENGEMBANGAN ORGANISASI PUBLIK UKD"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS PENGEMBANGAN ORGANISASI PUBLIK UKD 3

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Nilai Mata Kuliah Pengembangan Organisasi Publik

Disusun Oleh :

Nama : Petra Lugas N

Nim : D1112012

Nomor Ujian : 12

Dosen : Drs. Sudarto M.Si

PROGRAM STUDI NON REG ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

SOAL

1. Dalam upaya melakukan pengembangan organisasi, berbagai variabel yang ada dalam intern organisasi maupun berbagai kaitannya mutlak harus dipertimbangkan. Deskripsikan secara singkat berbagai variabel tersebut beserta transaksinya dengan kaitan.

2. Semakin disadari pula bahwa melakukan berbagai perubahan bukanlah tugas yang mudah dan kadangkala organisasi sendiri belum tentu memiliki kemampuan untuk mewujudkannya. Oleh sebab itu, organisasi kadang-kadang berpaling pada konsultan yang karena pendidikan dan pengalamannya mampu membantu klien membuat rencana perubahan dan program aksi dengan tepat. Deskripsikan secara singkat karakteristik gaya konsultan yang dikenal dalam pengembangan organisasi. Menurut saudara, gaya konsultan manakah yang paling signifikan digunakan ? Jelaskan ! 3. Deskripsikan apakah yang dimaksud dengan analisis transaksi itu ?

(3)

JAWAB

1. Berbagai variabel yang ada dalam intern organisasi maupun berbagai kaitannya mutlak harus dipertimbangkan

a. Kepemimpinan menunjuk pada kelompok orang yang secara aktif berkecimpung dalam merumuskan doktrin dan program dan yang mengarahkan pelaksanaan dan interaksinya dengan lingkungan. Unsur ini merupakan unsur yang paling kritis dalam pengembangan organisasi karena proses perubahan yang dilakukan dengan sengaja itu memerlukan manajamen yang intensif,

b. Doktrin sebagai spesifikasi dari nilai-nilai, tujuan, dan metode operasional yang mendasari tindakan. Doktrin dipandang sebagai sederetan kebijakan yang memproyeksikan baik internal organisasi itu sendiri maupun eksternal dari seperangkat citra dan harapan harapan mengenai tujuan organisasi dan gaya-gaya tindakan,

c. Program menunjuk kepada tindakan-tindakan tertentu yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi dan jasa yang merupakan keluaran dari organisasi tersebut. Program merupakan terjemahan dari kebijakan kedalam pola tindakan yang nyata dan alokasi energi dan sumber daya lainnya baik internal maupun lingkungan eksternal,

d. Sumber daya adalah masukan: keuangan, fisik, manusia, teknologi dan informasi. Pengerahan dan penyediaan sumber daya secara mantap dan dapat diandalkan mempengaruhi tiap segi kegiatan organisasi.

(4)

Transaksi kaitannya : a. Enabling linkages

Hubungan aktif, dengan organisasi-organisasi dan kelompok-kelompok sosial yang mengontrol alokasi kewenangan dan sumber daya yang dibutuhkan oleh institusi berfungsi yang biasanya memungkinkan lebih tinggi, misalnya kementrian.

b. Functional linkages

Hubungan fungsional, dengan organisasi-organisasi menjalankan fungsi dan layanan yang saling melengkapi dalam arti produksi, yang menyediakan input dan yang menggunakan output dari lembaga.

c. Normative linkages

Hubungan normatif, dengan lembaga-lembaga yang menggabungkan norma-norma dan nilai-nilai (positif atau negatif) yang relevan dengan doktrin dan program lembaga, mengendalikan aturan yang tidak boleh dilanggar.

d. Diffused linkages

Hubungan menyebar, dengan unsur-unsur dalam masyarakat yang tidak jelas dapat diidentifikasi oleh keanggotaan dalam organisasi formal, tidak bias terdeteksi organisasi formal.

2. Berdasarkan penelitian para ahli, tipologi gaya konsultan yang umum dikenal dewasa ini ialah:

(5)

perubahan dan tidak pula penekanan pada kepuasan para pelakunya. Dalam pelaksanaan tugasnya, konsultan tidak menyarankan hal-hal yang dapat meng-goncangkan kehidupan organisasi, malahan sering hanya memperkuat atau memberikan legitimasi pada keputusan manajemen. Artinya, sasaran utama ke-giatannya adalah membuat organisasi sekadar mampu mempertahankan eksis-tensinya, bukan untuk meningkatkan efektivitas organisasi menghadapi mass depan dengan segala tantangannya.

Jika konsultan menggunakan gaya ini, yang sesungguhnya terjadi ialah bahwa manajemen melakukan penekanan terhadap para bawahannya yang demi karier, nasib dan penghasilan mereka, mau tidak mau harus melakukan penyesuaian yang diinginkan oleh manajemen. Dengan kata lain, konsultan sebenarnya tunduk pada rekayasa dan atau manipulasi manajemen.

Dari ciri-ciri tersebut jelas terlihat bahwa gaya stabilisator hanya tepat digunakan apabila manajemen ingin mempertahar-ikan status quo yang ada, bukan untuk kepentingan perubahan yang bersifat transformasional.

b. Gaya Penggembira

Konsultan yang menggunakan gaya penggembira ini memberi penekanan pada kepuasan para anggota organisasi. Oleh karena itu sorotan perhatiannya ditujukan pada peningkatan motivasi dan semangat kerja para pelaku yang terlibat. Karena penekanan demikian, hubungan yang akrab dan serasi mendapat sorotan datlam pelaksanaan tugasnya dan berupaya menghindari situasi yang konfronta sional. Gaya ini ditujukan pada peningkatan semangat kerja, memelihara keserasian hubungan dengan menghindari penonjolan perbedaan yang mungkin teerdapat di antara para anggota organisasi.

(6)

c. Gaya Analis

Ciri utama seorang analis adalah rasionalitasnya. Oleh karena itu konsultan yang menggunakan gaya ini biasanya sangat peka terhadap pentingnya penekanan pendekatan efisiensi, tetapi sangat kurang memperhatikan kepuasan para pelaku yang terlibat. Dengan pendekatan demikian, sering seorang konsultan dengan gaya ini menunjukkan sikap yang; konfrontasional dalam arti bahwa jika dalam pemecahan masalah secara rasional timbul konflik, manajemenlah yang limits penyelesaikannya. Dengan perkataan lain, dalam hal timbulnya konflik, konsultan bergaya analis berpendapat bahwa tugasnya adalah memecahkan masalah yang mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan dalam organisasi klien dan bukan menyelesaikan konflik yang bukan ciptaannya. d. Gaya Pembujuk

Ciri utama konsultan yang menggunakan gaya pembujuk ialah kemampuannya menggabungkan dua dimensi pelaksanaan tugas yang sudah disebut di muka, yaitu peningkatan efektivitas organisasi sekaligus membangkitkan semangat kerja, tetapi tanpa optimalisasi keduanya. Dengan ciri utama demikian, konsultan seperti ini akan menggunakan strategi dengan risiko rendah dan akan berupaya untuk menghindari situasi konfrontasional dengan semua pihak terhadap siapa perubahan akan diberlakukan. Dengan gaya demikian, pemecahan masalah pun akan dilakukan dengan penggunaan model pengambilan keputusan yang dikenal dengan istilah asal cukup memadai (satisficing model). Dalam interaksinya dengan berbagai pihak, is cenderung menggunakan sikap yang kompromistik karena konsultan yang bersangkutan ingin memuaskan semua pihak yang terlibat.

(7)

sehingga peningkatan kemampuan organisasi menghadapi tantangan lingkungan yang bergerak dinamis sangat mungkin tidak terjadi.

e. Gaya pandu

Konsultan benar-benar mampu membantu organisasi kliennya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah secara mendasar dan mampu menemukan jawaban yang tepat terhadap berbagai pertanyaan fundamental yang dihadapi oleh organisasi.

Manajemen yang sungguh-sungguh menginginkan terjadinya transfor-masi organisasi menyenangi gaya ini karena konsultan berupaya mewujudkan efektivitas organisasi sekaligus memuaskan berbagai pihak yang terlibat. Kon-sultan yang menggunakan gaya ini bekerja atas dasar keyakinan bahwa tingkat efektivitas yang semakin tinggi dapat diwujudkan apabila semua pihak yang berkepentingan ikut terlibat secara aktif memikirkan, memutuskan dan melak-sanakan perubahan yang dirasa perlu dan bahwa melalui pendekatan tim pe-mecahan suatu masalah akan semakin tepat pada sasarannya. Konsultan dengan gaya pandu menganut pandangan bahwa suatu permasalahan harus dihadapi bersama secara terbuka dan tidak menutup-nutupinya dengan berbagai cara dan dalih.

Gaya konsultan yang paling signifikan yaitu gaya konsultan pandu, karena menonjol dalam tiga hal, :

1. merupakan pendengar yang baik, yang berarti bersedia mendengar pendapat orang lain yang mungkin lain atau baru baginya dan mempertimbangkan pendapat yang berbeda itu dalam memilih bentuk intervensi yang akan diterapkan dan dalam menyusun rencana perubahan yang akan disarankan kepada kliennya;

2. keterampilannya melakukan diagnosis secara tepat sehingga ia baru puas jika akar permasalahan yang dihadapi kliennya tercabut dan tidak mau hanya mengobati gejala-gejala yang segera terlihat dan dirasakan.

(8)

menganggap tugasnya telah selesai pada waktu ia menyerahkan laporan akhir tentang pelaksanaan tugas yang diserahkan kepadanya untuk dikerjakan.

Jadi gaya ini tidak menampilkan sikap menggurui dan menyadari benar bahwa solusi yang diperlukan oleh setiap klien haruslah yang bersifat customized atau taylor-made mengingat bahwa setiap organisasi bersifat khas, termasuk dalam hal jumlah, bentuk, intensitas dan jenis permasalahan yang dihadapinya. Gaya pandu sangat memperhitungkan kemampuan individu melakukan

Analisis transaksi dapat digunakan untuk melakukan pengembangan organisasi karena dalam kegiatannya melakukan penilaian terhadap struktur kepribadian, cara orang berinteraksi, cara orang mempolakan waktu dari respon dan tanggapan yang terjadi.

Proses Analisa Transaksi ada 3 :

a. Transaksi komplimenter/paralel:

Berita yg dikirim dari suatu ego mendapat jawaban yang diharapkan dari ego orang lain yg sesuai.

Contoh :

Bawahan : “Pak, saya minta ijin pulang lebih awal karena istri saya kecelakaan”

Atasan : “Silahkan, urus sebaik-baiknya sampai sembuh b. Transaksi bersilang:

(9)

Contoh :

Bawahan : “Pak, saya minta ijin pulang lebih awal karena istri saya kecelakaan”

Atasan : “Sakit / tidak, bukan urusan saya !!! c. Transaksi terselubung:

Melibatkan lebih dari dua ego yg berlangsung secara simultan Contoh :

Penjual : “Barang ini kualitasnya prima, harganya mahal utk ibu !” Atasan : “Nah, itu yg saya cari dan tolong siapkan dua unit !!!

(10)

Sumber

Referensi

Dokumen terkait

8.1 Penyebutharga wajib mengemukakan surat akuan pembida seperti di lampiran bersama-sama dengan Dokumen Sebut harga di mana ia berwaad untuk tidak akan menawarkan

Durasi aktivitas istirahat dan gerak yang tinggi pada lutung jantan dewasa (Gambar 2) berkaitan dengan perannya sebagai pemimpin kelompok.. Jantan dewasa teramati selalu

Kata kunci : Forum, bengkel Mobil, dealer mobil, cara perawatan mobil, Diskusi, Online, Responsive Web Design, Codeigniter,

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas berkaitan dengan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan

Dengan dilakukannya penilaian kinerja di Dinas Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas Daerah Khusus Ibukota Jakarta maka diharapkan akan mengetahui komitmen

Melalui kegiatan berdiskusi, siswa mampu membuat peta pikiran mengenai urutan peristiwa dengan memperhatikan latar cerita pada teks nonfiksi dengan benar.. Dengan melakukan

Berdasarkan hasil angket SCAT tingkat kecemasan atlet hockey putra Kabupaten Gresik sebelum bertanding di PORPROV Jawa Timur V tahun 2015 di Banyuwangi berada pada

ABSTRAK: Pada zaman yang telah modern ini masyarakatnya mulai melupakan budaya setempat dan lebih condong kepada budaya luar dengan alasan budaya setempat sudah ketinggalan zaman