• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK LAPORAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK LAPORAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Disusun Oleh:

1. Septiawan Yunanto W (31401305072) 2. Tri Mundawafatul A. (31401305101)

3. Widi Astuti (31401305122)

4. Winda Ardiani (31401305125) 5. Zulfa Faiz Nabila (31401305132)

Fakultas Ekonomi

Universitas Islam Sultan Agung

2015

(2)

memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Laporan Keuangan Sektor Publik” ini dengan baik. Makalah ini berisi materi uraian tentang yang diperoleh dari berbagai sumber yang ada dengan penjelasan yang rinci.

Dalam kesempatan kali ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak. Edy Supriyanto, SE.Akt, sebagai dosen pembimbing.

2. Teman-teman kelompok 3 semangat dalam menyelesaikan tugas makalah tepat pada waktunya.

Akhir kata ,demikianlah kata pengantar ini kami buat. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. Saran dan kritik dari anda sangat kami harapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Semarang, 10 Oktober 2015

Tim Penulis

(3)

DAFTAR ISI...iii

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3. Tujuan Penulisan...2

BAB II PEMBAHASAN...3

2.1 Teori Pelaporan Dalam Sektor Publik...3

2.3 Sistem Pelaporan Keuangan Sektor Publik...10

2.4 Siklus Akuntansi Keuangan Sektor Publik...11

2.5 Teknik Laporan Keuangan Sektor Publik...12

2.6 Pemakai Laporan Keuangan Sektor Publik...13

BAB III PENUTUP...16

Kesimpulan...16

DAFTAR PUSTAKA...17

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sektor publik merupakan organisasi yang kompleks dan heterogen. Kompleksitas sektor publik tersebut menyebabkan kebutuhan informasi untuk perencanaan dan pengendalian manajemen lebih bervariasi. Demikian juga stakeholder sektor publik,mereka membutuhkan informasi yang lebih bervariasi, handal, dan relevan untuk pengambilan keputusan. Tugas dan tanggung jawab akuntan sektor publik adalah menyediakan informasi baik untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi maupun kebutuhan pihak eksternal.

Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Akuntansi dan laporan keuangan mengandung pengertian sebagai suatu proses pengumpulan, pengolahan, dan pengkomunikasian informasi yang bermanfaat untuk pembuatan keputusan dan untuk menilai kinerja organisasi. Karena kebutuhan informasi di sektor publik lebih bervariasi, maka informasi tidak terbatas pada informasi keuangan yang dihsilkan dari sistem akuntansi organisasi. Informasi non-moneter seperti ukuran output pelayanan harus juga dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan.

(5)

Untuk itulah kelompok kami yang mendapatkan kesempatan untuk menyajikan pembahasan mengenai laporan keuangan sektor publik, berusaha menyajikan pembahasan mengenai laporan keuangan sektor publik dengan singkat, padat, dan jelas.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja teori pelaporan dalam sektor publik?

2. Apa tujuan dan fungsi laporan keuangan sektor publik? 3. Bagaimana sistem pelaporan keuangan sektor publik? 4. Bagaimana siklus akuntansi keuangan sektor publik? 5. Bagaimana teknik pelaoran keuangan sektor publik? 6. Siapa saja pemakai laporan keuangan sektor publik?

1.3. Tujuan Penulisan

1. Memahami tentang teori pelaporan dalam sektor publik 2. Memahami tujuan dan fungsi laporan keuangan sektor publik 3. Menganalisis sistem pelaporan keuangan sektor publik

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Teori Pelaporan Dalam Sektor Publik

Dalam organisani sektor publik, ada dua jenis pelaporan yang dikenal yakni pelaporan kinerja dan pelaporan keuangan. Pelaporan kinerja merupakan refleksi kewajiban untuk mempresintasikan dan melaporkan kinerja semua aktivitas serta sumber daya yang harus dipertanggungjawabkan. Pelaporan ini merupakan wujud dari proses akuntabilitas. Sedangkan pelaporan keuangan adalah cerminan dari posisi keuangan serta transaksi yang telah dilakukan suatu organisasi sektor publik dalam kurun waktu tertentu.

Tujuan khusus laporan keuangan sektor publik adalah menyediakan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan dan menunjukkan akuntabilitas entitas sumber daya yang di percaya dengan cara :

a. Menyediakan informasi mengenai sumber daya, alokasi, dan penggunaan sumber daya keuangan.

b. Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya.

c. Menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan entitas dalam membiayai aktivitasnya dan memenuhi kewajiban serta komitmennya.

d. Menyediakan informasi mengenai kondisi keuangan suatu entitas dan perubahan yang terjadi.

(7)

Secara rinci tujuan akuntansi dan laporan keuangan organisasi pemerintah adalah :

1. Memberikan informasi keuangan untuk menemukan dan memprediksi aliran kas, saldo neraca, dan kebutuhan sumber daya financial jangka pendek unit pemerintah.

2. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintahan dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya.

3. Memberikan informasi keuangan untuk memonitor kinerja, kesesuiannya dengan peraturan perundang-undangan, kontrak yang telah di sepakati, dan ketentuan lain yang di syaratkan.

4. Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran, serta untuk memprediksi pengaruh akuisisi dan alokasi sumber daya terhadap pencapaian tujuan operasional.

5. Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan operasional.

Jenis Laporan Keuangan

a. Laporan posisi keuangan (Neraca)

b. Laporan kinerja keuangan

c. Laporan perubahan aktiva/ekuitas neto

d. Laaporan arus kas

(8)

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Laporan posisi keuangan, atau disebut juga dengan neraca ataupun laporan aktiva dan kewajiban adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi aktiva, hutang dan modal pemilik pada satu saat tertentu. Sevara minimum, laporan posisi keuangan harus memasukkan pos-pos yang menyajikan jumlah berikut :

1. Properti, pabrik dan peralatan

2. Aktiva-aktiva tak berwujud

3. Aktiva-aktiva financial

4. Investasi yang diperlukan dengan metode ekuitas

5. Persediaan

6. Pemulihan transaksi non pertukaran, termasuk pajak dan transfer

7. Piutang dari transaksi pertukaran

8. Kas dan setara kas

9. Hutrang pajak dan transfer

10. Hutang karana transaksi pertukaran

11. Cadangan (provision)

12. Kewajiban tidak lancer

13. Pertisipasi minoritas, dan

14. Aktiva/ekuitas neto

(9)

Laporan kinerja keuangan atau disebut dengan laporan pendapatan dan biaya, laporan rugi laba, laporan operasi, adalah laporan keuangan yang menyajikan pendapatan dan biaya selama satu periode tertentu. Laporan kinerja keuangan minimal harus mencakup pos-pos lini berikut :

1. Pendapatan dari aktivitas operasi

2. Surplus atau devisit dari aktivitas operasi

3. Biaya keuangan (biaya pinjaman)

4. Surplus atau devisit neto saham asosiasi dan joint venture yang menggunakan metode ekuitas

5. Surplus atau devisit dari aktivitas biasa

6. Pos-pos luar biasa

7. Saham partisipasi minoritas dari surplus atau devisit neto, dan

8. Surplus atau devisit neto untuk suatu periode.

C. Laporan perubahan aktiva/ekuitas neto

(10)

1. Kontribusi oleh pemilik dan distribusi kepada pemili dalam kapasitanya sebagai pemilik.

2. Saldo untuk surplus dan devisit akumulasian pada awal periode dan pada tanggal pelaporan dan pergerakan selama periode.

3. Pengungkapan komponen aktiva/ekuitas neto secara terpisah, dan rekonsiliasi antara nilai tercatat dari setiap komponen aktova atau ekuitas neto pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan setiap perubahan.

D. Laporan Arus Kas

Menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran dari kas selama satu periode tertentu. Penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan menurut kegiatan operasi, kegiatan pendanaan, dan kegiatan investasi.Informasi arus kas bermanfaat bagi pemakai laporan keuangan karena menyediakan dasar taksiran kemampuan entitas untuk menghasilkan kas dan setara kas, dan kebutuhan entitas.

E. Kebijakan Akuntansi dan Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan laporan keuangan dari entitas harus:

1. Menyediakan informasi mengenai dasar penyusunan laporan keuangan, dan kebijakan akuntansi spesifik yang dipilih serta menetapkan terhadap transaksi-transaksi dan peristiwa-peristiwa penting lainnya

2. Mengungkapkan informasi yang diwajibkan oleh standar akuntansi keuangan sector public, yang tidak disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan kinerja keuangan, laporan arus kas, dan laporan perubahan aktiva/ekuitas neto, dan:

(11)

Kebiajakan akuntansi yang dapat dipertimbangkan oleh suatu entitas untuk disajikan meliputi, namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

1. Pengakuan pendapatan

2. Prinsip-prinsip konsolidasi, termasuk entitas pengendalian

3. Investasi-investasi

4. Pengakuan depresiasi/amortisasi aktiva berwujud dan tak berwujud

5. Kapitalisasi biaya dan pengeluaran lain

6. Persediaan yang dimiliki untuk dijual

7. Aktiva bersyarat lain

8. Kontrak-kontrak kontruksi

9. Investasi property

10. Instrument financial dan investasi

11. Sewa guna usaha/lease

12. Biaya penelitian dan pengembangan

13. Persediaan untuk dikonsumsi

14. Penyisihan

15. Biaya manfaat pensun

16. Penjabaran mata uang asing dan lindung nilai (hedging)

(12)

18. Akuntansi inflasi

19. Hibah pemerintah.

Analisis laporan keuangan dapat ditinjau dari ragam pelaporan yang ada, yaitu:

 Laporan kinerja keuangan (Neraca)

 Likuiditas pemerintah

 Komposisi investasi

 Kekayaan pemerintah

 Komposisi kewajiban

 Ravaluasi cadangan

 Komposisi hutang pension

 Laporan kinerja keuangan (surplus/devisit)

 Efektifitas penarikan pajak

 Tingkat pelanggaran peraturan keuangan

 Komposisi pendapatan

 Komposisi pengeluaran

 Beban bunga pinjaman

 Rugi surplus translasi keuangan

(13)

 Komposisi arus kas

 Tingkat panarikan pajak baik indivisual, organisasi maupun produk

 Komposisi pajak tidak langsung

 Komposisi likuiditas pendapatan lain-lain

 Komposisi pengeluaran kas

 Komposisi pengeluaran investasi

 Komposisi pencairan investasi

 Komposisi likuiditas pertukaran mata uang

Selain menganalisis laporan keuangan, pengukuran kinerja perekonomian dapat dilakukan melalui beberapa indicator, yaitu:

I. Indikator pertumbuhan ekonomi

1. Pendapatan nasional bruto per kapita

2. Tingkat konsumsi per kapita

3. Volume ekspor

4. Harga-harga (tingkat inflasi

II. Indikator Structural

1. Persentase tabungan domestic bruto terhadap pendapatan nasional bruto

2. Persentase domestic bruto terhadap PNB

(14)

4. Konsumsi energy per kapita

III. Indikator social

1. Tingkat kematian

2. Tingkat kematian bayi

3. Konsumsi kalori per kapita

4. Tingkat pendidikan dasar

5. Tingkat pendidikan menengah

2.2 Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan Sektor publik

Mardiasmo (2002) menyebutkan tujuan dan fungsi laporan keuangan sektor publik sebagai berikut:

A. Kepatuhan dan Pengelolaan – Compliance and Stewardship

Laporan keuangan digunakan untuk memberikan jaminan kepada pengguna laporan keuangan dan pihak otoritas penguasa bahwa pengelolaan sumber daya telah dilakukan sesuai dengan ketentutan hukum dan peraturan lain yang telah ditetapkan.

B. Akuntabilitas dan Pelaporan Retrospektif – Accountability and Retrospective

Reporting

Laporan keuangan digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Laporan keuangan digunakan untuk memonitor kerja dan mengevaluasi manajemen, memberikan dasar untuk mengamati tren antarkurun waktu, pencapaian atas tujuan yang telah ditetapkan, dan membandingkannya dengan kinerja organisasi lain yang sejenis jika ada.

(15)

Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan dasar perencanaan kebijakan dan aktivitas di masa yang akan datang dan memberikan informasi pendukung mengenai otorisasi penggunaan dana.

D. Kelangsungan Organisasi – Viability2

Laporan keuangan berfungsi untuk membantu pengguna dalam menentukan apakah suatu organisasi atau unit kerja dapat meneruskan menyediakan barang dan jasa (pelayanan) di masa yang akan datang.

E. Hubungan Masyarakat – Public Relation

Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan kesempatan kepada organisasi untuk mengemukakan pernyataan atas pretasi yang telah dicapai kepada pengguna yang dipengaruhi karyawan dan masyarakat, serta sebagai alat komunikasi dengan publik dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

F. Sumber Fakta dan Gambaran – Source of Facts and Figures

Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada berbagai kelompok kepentingan yang ingin mengetahui organisasi secara lebih dalam.

2.3 Sistem Pelaporan Keuangan Sektor Publik

Sistem pelaporan keuangan sektor publik terdiri dari dasar kas (cash base), dasar akrual, (accrual base), dan akuntansi dana (fund accounting).

 Dasar Kas (Cash Base)

Sistem akuntansi dasar kas hanya mengakui arus kas masuk dan arus kas keluar. Akun keuangan akhirnya akan dirangkum dalam buku kas. Laporan keuangan tidak bisa dihasilkan apabila tidak ada data tentang aktiva dan kewajiban.. data yang ada hanyalah perimbangan kas. Penjualan hanya dicatat saat kas diterima, sehingga tidak ada pos piutang. Laporan arus kas banyak dipakai dalam akuntansi bisnis, namun sebagai tambahan atas laporan pendapatan dan laporan posisi keuangan.

(16)

Transaksi

6. Penerbitan laporan dan catatannya

2. Analisis bukti transaksi

5. Kertas kerja4. Mengelompokan dan mengikhtisarkan data yang di catat

3. Mencatat data transaksi (jurnal)

Definisi konsep akuntansi akrual sebagaimana tercantum pada SSAP 2 adalah sebagai berikut :

“Penerimaan dan biaya bertambah (diakui karena diperoleh atau dirumuskan atau dimasukan bukan sebagai uang yang diterima atau dibayarkan) dalam jumlah yang sesuai satu sma lain, dapat di pertahankan atau dianggap benar dan berkaitan dengan rekening laba dan rugi selama periode bersangkutan.

 Akuntansi Dana (Fund Accounting)

Merupakan salah satu alternatif sistem akuntansi di sector public yang dikembangkan dari dasar kas dan prosedur pengendalian anggaran. Sistem akuntansi dana ini mengakui transaksi organisasi ketika komitmen sudah disepakati. Ini berarti bahwa transaksi belum diakui ketika kas dibayar atau diterima atau ketika faktur diterima atau dikeluarkan, namun lebih awal lagi, yaitu ketika pesanan dikirimkan atau diterima.

2.4 Siklus Akuntansi Keuangan Sektor Publik

(17)

Adalah persetujuan jual beli antara satu pihak dengan pihak lain. Dalam hal ini transaksi yang dimaksud adalah transaksi antara organisasi sector public dan pihak lain.

2. Analisis Bukti Transaksi

Dalam setiap transaksi selalu disertai dengan bukti pendukung yang berisi informasi tentang kegiatan transaksi tersebut.

3. Mencatat Data Transaksi

Seperti telah dijelaskan diatas, dari analisis bukti transaksi tersebut akan dilakukan pencatatan atas transaksi yang telah terjai. Pencatatan transaksi dilakukan oleh bendahara dalam jurnal.

4. Mengelompokan dan Mengikhtisarkan Data yang Dicatat (diposting)

Dalam buku besar terdapat daftar nama kelompok akun yang ada pada suatu organisasi. Berdasarkan nama akun yang ada, catatan akan transaksi tersebut dikelompokan sesuai dengan namanya masing masing. Hal ini disebut dengan posting

5. Penerbitan Laporan dan Catatannya

Selama satu periode akuntansi, transaksi dicatat dan dikelompokkan ke dalam buku besar dan kemudian, berdasarkan catatan tersebut, dibuatlah laporan keuangan yang akan disampaikan kepada pihak pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan yang telah disusun tersebut kemudian dianalisis untuk menilai kebenaran dan reliabilitasnya.

2.5 Teknik Laporan Keuangan Sektor Publik

Berdasarkan tahapan dalam siklus akuntansi keuangan sektor publik, teknik pelaporan keuangan sektor publik terdiri dari 3 tahapan berikut :

1) Tahap Pencatatan

 Kegiatan pengidentifikasian dan pengukuran dalam bentuk bukti

transaksi dan bukti pencatatan.

(18)

 Memindahbukukan (posting) dari jurnal berdasarkan kelompok atau

jenisnya ke dalam akun buku besar. 2) Tahap Pengikhtisaran

 Penyusunan neraca saldo berdasarkan akun buku besar  Pembuatan ayat jurnal penyesuaian

 Penyusunan kertas kerja atau neraca lajur  Pembuatan ayat jurnal penutup

 Pembuatan neraca saldo setelah penutupan.  Pembuatan ayat jurnal pembalik

3) Tahap Pelaporan

 Laporan pada unit kerja organisasi  Laporan konsolidasi organisasi

2.6 Pemakai Laporan Keuangan Sektor Publik

Pemakai laporan keuangan sektor publik dapat diidentifikasikan dengan menelusuri siapa yang menjadi stakeholder organisasi. Drebin et al. (1981) mengidentifikasikan terdapat sepuluh kelompok pemakai laporan keuangan. Lebih lanjut Drebin menjelaskan keterkaitan antar kelompok pemakai laporan keuangan tersebut dan menjelaskan kebutuhannya. Kelompok pemakai laporan keuangan tersebut adalah :

a. Pembayar pajak (taxpayers)

b. Pemberi dana bantuan (granlurx).

c. Investor.

d. Pengguna jasa (fee-paying service recipients)

e. Karyawan/ pegawai

(19)

penyedia tenaga kerja dan sumber daya material, dewan legislative, dan manajemen membuat keputusan alokasi sumber daya, dan aktivitas mereka semua diawasi oleh pemilih dan badan pengawas, termasuk level pemerintahan yang lebih tinggi.

Anthony mengklasifikasikan pemakai laporan keuangan sektor publik menjadi lima kelompok, yaitu:

Pengklasfikasian pemakai laporan keuangan yang dilakukan Anthony adalah dengan mempertimbangkan semut organisasi nonbisnis, bukan untuk organisasi pemerintahan saja, sedangkan Drebin et al mengklasifikasikan pemakai laporan keuangan untuk sektor pemerintahan saja.

Jika dibandingkan dengan analisis Drebin et al., Anthony memasukkan pembayar pajak, pemilih, dan karyawan dalam satu kelompok yang ia sebut konstituen. Ia mengelompokkan pemberi dana bantuan dan pembayar jasa sebagai pemberi sumber daya, investor dan kreditor dikelompokkan menjadi satu.

Sementara itu, Hanley el d. (1992) mengklasifikasikan pengguna laporan keuangan sektor publik menjadi dua belas kelompok, yaitu:

a. Anggota terpilih (electedmembers)

b. Masyarakat sebagai pemilih dan/atau pembayar pajak

(20)

k. Investor atau patner bisnis

l. Kelompok penekan lainnya

Pengklasifikasian pemakai laporan keuangan sektor publik menurut Borgonovi dan Anessi-Pessina(l997) :

a. Masyarakat pengguna jasa publik

b. Masyarakat pembayar pajak

c. Perusahaan dan organisasi sosial ekonomi yang menggunakan

pelayanan public sebagai input atas aktivitas organisasi d. Bank dan masyarakat sebagai kreditor pemerintah

e. Badan-badan internasional, seperti Bank Dunia, IMF, ADB, PBB,

Serikat dagang sektor publik Governmental Accounting Standars Board (GASB) (1999, p. B184) mengidentifikasikan pemakai laporan keuangan pemerintah menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

a. Masyarakat yang kepadanya pemerintah bertanggungjawab,

b. Legislatif dan Badan Pengawasan yang secara langsung mewakili

rakyat,

c. Investor dan kreditor yang memberi pinjaman dan/ atau

berpartisipasi dalam proses pemberian pinjaman.

BAB III

(21)

Kesimpulan

Akuntansi Sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Dilihat dari sisi internal organisasi laporan keuangan sektor publik merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja manajerial dan organisasi. Sedangkan dari sisi eksternal, laporan keuangan merupakan alat pertanggungjawaban terhadap publik dan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Akuntansi sektor publik bertujuan untuk memberi informasi yang bertujuan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sosial, politik, dan sebagai bukti pertanggungjawaban dan pengelolaan, serta untuk memberi informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional. Laporan keuangan pemerintahan dan laporan keuangan komersial memiliki perbedaan. Pernedaan tersebut meliputi jenis laporan yang dihasilkan, elemen laporan keuangan, tujuan laporan keuangan, dan teknik akuntansi yang digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Bastian, Indra. 2010.Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat Mardiasmo.2009. Akuntansi Sektor Pubik. Yogyakarta: Andi

(22)
(23)
(24)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk industri farmasi & kimia dasar (80%), industri telekomunikasi & informasi teknologi (60%) dan industri lainnya sebanyak 50% terdiri dari industri jasa

Upaya bela negara tidak hanya dalam bentuk psikis (mental), tetapi juga bentuk fisik (perlawanan bersenjata) sebagai kemampuan awal bela negara. Upaya bela negara sudah dilakukan

Bahkan sebagian shahabat telah menegaskan bahwa dialah orang yang lebih berhak dengan khalifah di antara Yang enam itu, maka ujarnya: “Demi Allah, daripada aku menerima

Indeks pembangunan manusia adalah indeks komposit yang dihitung berdasarkan tiga dimensi, yaitu: umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Adanya upaya

Sampai sejauh mana sistem drainase pada daerah irigasi ular di kawasan Singosari Kabupaten Serdang Bedagai saat ini dapat berfungsi dengan baik, untuk itu perlu dilakuksn

Hasil analisis perbedaan proses pembelajaran SL-PTT padi sawah yang dilakukan terhadap masyarakat petani etnis Lampung, menunjukkan bahwa nilai Lavene statistik baik

Tujuan kajian ini dilakukan adalah untuk mengenalpasti sistem perekrutan pemilihan kakitanagn yang digunakan oleh universiti awam di Malaysia.. Pengkaji memilih kaedah