• Tidak ada hasil yang ditemukan

T0__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi dan Analisa Interkoneksi IPve Ipv6 dan IPve IPv4 Menggunakan Metode Dual Stack T0 BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "T0__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi dan Analisa Interkoneksi IPve Ipv6 dan IPve IPv4 Menggunakan Metode Dual Stack T0 BAB I"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

(2)

IPv6 memiliki kombinasi alamat sebanyak 2128 cukup untuk memberikan setiap orang di dunia ini dengan sebuah alamat IP yang unik. Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit.

Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua. Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi sehinga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus saja.

(3)

implementasi IPv6 ini diperlukan suatu mekanisme transisi IPv6. Tujuan pembuatan mekanisme transisi ini adalah supaya paket IPv6 dapat dilewatkan pada jaringan IPv4 yang telah ada ataupun sebaliknya.

1.2. Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum :

Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut :

1. Sebagai syarat untuk kelulusan Diploma III, Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana.

2. Menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan dalam bentuk pengoprasian router Os mikrotik.

1.2.2 Tujuan Khusus

Tujuan khusu yang ingin dicapai dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

(4)

2. Membantu masyarakat untuk memahami kelebihan dari IPv6 dengan menggunakan OS linux.

1.3. Rumusan Masalah

Permasalahan yang dihadapi adalah IPv4 secara langsung tidak bisa dihubungkan dengan IPv6, sehingga diperlukan suatu perencangan sistem yang bisa mengintegrasikan antara keduanya. Dalam permasalah tersebut dibuatlah Tugas Akhir ini.

1.4. Metodologi

Metodologi yang akan digunakan dalam penyetigan internet protocol dengan menggunakan media router os mikrotik antara lain:

1. Pengumpulan data

Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data atau teori pendukung mengenai pengertian dan fungsi dari router os mikrotik dan juga metode sistem yang akan dilakukan agar berjalan sesuai rencana dan maksimal.

2. Perancangan dan penyediaan perangkat

(5)

3. Analisa

Tahap terakhir ini penulis melakukan analisa dengan menggunakan alat dan aplikasi yang sudah tersedia dan menerapkan teori yang sudah dipelajari dalam tahap pengumpulan data untuk melakukan analisa.

1.5. Batasan Masalah

Target dari perancangan ini adalah membuat konfigurasi pada router agar dapat berfungsi menghubungkan perangkat dengan baik

Pengaturan pada router hanya sebatas pada koneksi antar perangkat saja, tidak terhubung ke internet

Analisis kelebihan dan kekurangan hanya sebatas pada :

 Kecepatan (speed test),

 Pengetesan lebar jalur data (load test),  Tes ketahanan (stress test),

Referensi

Dokumen terkait

Untuk aplikasi ICMP, FTP maupun Iperf, jaringan DSTM memiliki kinerja lebih rendah dari pada jaringan IPv6 dan IPv4, karena waktu kirim paket yang dibutuhkan

[r]

 Dari segi kestabilan serta daya tahan, protokol yang paling bagus adalah IPv6, karena walau. dilewati oleh banyak data, namun tidak

akan terhubung dengan router virtual yang ada pada. windows, yang bisa diakses menggunakan

Bila sebuah perangkat dengan protokol IPv6 ingin terhubung dengan internet, maka router yang dilewatinya haruslah mempunyai konfigurasi yang mendukung protokol

Dalam penelitian ini yang dilakukan adalah melakukan proses komunikasi antara node IPv6 melalui jaringan IPv4 dengan menggunakan enkapsulasi pada paket header.. Dengan

IPv6 yang memiliki kapasitas address raksasa (128 bit), mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan

Panduan Lengkap Menguasai Router Masa DepanmMenggunakan Mikrotik Routers.. [3] Syafrizal, Melwin, 2005, Pengantar