• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lelang Jabatan Peluang atau Ancaman Terh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Lelang Jabatan Peluang atau Ancaman Terh"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Lelang Jabatan:

Peluang atau Ancaman Terhadap Struktur Birokrasi dan Sistem Karir

di Indonesia?

Pujianto1 170720120028

Magister Administrasi Publik

Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Pada hari Kamis, tanggal 27 Juni 2013 Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 415 pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi DKI Jakarta diantaranya adalah 311 camat dan lurah hasil lelang jabatan yang proses seleksinya telah dimulai sejak bulan April 2013 yang lalu2. Istilah lelang jabatan ini seolah melekat pada sosok seorang Jokowi karena masyarakat luas beranggapan bahwa Jokowi merupakan orang yang pertama kali melaksanakan ini di Indonesia, walaupun kenyataannya sudah ada beberapa instansi yang pernah melakukan hal serupa seperti di Kabupaten Jembrana sejak tahun 2002, RRI tahun 2005, dan juga Kementerian Keuangan melalui Peraturan menteri Keuangan No. 75/PMK.01/2008 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Struktural melalui Pencalonan Terbuka di Lingkungan Departemen Keuangan3. Lelang Jabatan ala Jokowi ini mungkin merupakan interpretasi dari konsep keterbukaan yang diusung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melalui Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Struktural yang Lowong Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Ada tiga hal yang ingin saya kritisi dari hal-hal tersebut di atas yaitu, pertama lelang jabatan ala Jokowi dilihat dari beberapa peraturan perundang-undangan, kedua lelang jabatan dilihat dari sistem birokrasi, dan ketiga lelang jabatan dikaitkan dengan sistem karir PNS di Indonesia.

Dalam Pasal 21 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta Sebagai Ibukota Negara

1 Staf Bagian Hukum dan Kepegawaian Badan Bahasa Kemdikbud; Mahasiswa S-2 Administrasi Publik UNPAD

2 http://www.voaindonesia.com/content/camat-dan-lurah-hasil-lelang-jabatan-2013-dilantik. Diakses pada 1 Juli 2013

(2)

Kesatuan Republik Indonesia disebutkan bahwa Camat dan wakil camat diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur atas usul walikota/bupati sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam Pasal 22 ayat (3) Undang-undang yang sama menyebutkan Lurah dan Wakil Lurah diangkat dan diberhentikan oleh walikota/bupati berdasarkan pendelegasian wewenang Gubernur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dilihat dari kedua pasal tersebut terlihat bahwa lelang jabatan ala Jokowi ini mengecilkan makna kedua pasal tersebut dimana peran walikota/bupati dalam pengusulan camat dan pengangkatan lurah tidak terlihat, selain itu camat dan lurah bertanggungjawab kepada walikota/bupati, lazimnya yang mengangkat camat dan lurah adalah pejabat dimana meraka bertanggungjawab kepadanya. Dalam Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan lebih tegas disebutkan bahwa camat diangkat oleh bupati/walikota atas usul sekretaris daerah kabupaten/kota dari pegawai negeri sipil yang menguasai pengetahuan teknis pemerintahan dan memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal serupa juga tertuang pada Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan yang menyebutkan Lurah diangkat oleh bupati/walikota atas usul camat dari pegawai negeri sipil. Walaupun memang kedua peraturan pemerintah tersebut tidak berlaku untuk Provinsi DKI Jakarta karena kekhusussannya namun paling tidak ada semangat yang sama dari Undang-undang Nomor 29 tahun 2007 yaitu pembagian tugas dan wewenang yang menunjukkan struktur birokrasi yang jelas. Dari segi pendanaan lelang jabatan ini menelan biaya sampai 2 miliar rupiah4 yang sebagian besar merupakan honor untuk 56 assessor yang terlibat dalam proses seleksi padahal dana tersebut tidak ada dalam perencanaan anggaran. Dilihat dari segi output apakah lelang jabatan ala Jokowi ini bisa menjamin bahwa pejabat yang lolos seleksi betul-betul yang terbaik? Sedangkan assessor yang melakukan seleksi merupakan hasil penunjukan sepihak oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Dengan adanya lelang jabatan ini yang juga patut dikhawatirkan adalah mengenai struktur birokrasi di indonesia yang semakin tidak jelas, bupati dan gubernur dengan otonomi daerahnya seringkali menentang kebijakan dari pemerintah pusat, hal ini dikarenakan bupati dan gubernur dipilih langsung oleh rakyat sehingga mempunyai keegoisan tersendiri dan tidak jarang sikap yang ditunjukkan merupakan sikap partai politik yang mengusungnya. Soal kebijakan pemerintah mengenai keniakan harga bahan bakar minyak (BBM) misalnya, paling tidak ada 7 orang bupati/gubernur yang secara

(3)

terangan menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yaitu Walikota Malang, Walikota Solo, Walikota Surabaya, Gubernur Bali, Bupati Tulungagung, Bupati Bangkalan, dan Bupati Ponorogo, bahkan beberapa diantaranya memimpin langsung aksi demonstrasi5. Tidak jarang pula bupati yang “mbalelo” terhadap gubernurnya. Dengan adanya lelang jabatan ini saya khawatir akan menambah kesemrawutan struktur birokrasi di Indonesia. Mungkin lurah tidak lagi perlu terlalu patuh sama camat atau walikota/bupati karena mereka menjadi lurah atas usaha mereka sendiri dan yang mengangkat mereka adalah gubernur. Camatpun demikian mungkin tidak perlu terlalu patuh sama walikota/bupati karena tidak ada keterlibatan walikota/bupati dalam upaya dirinya menjadi camat dan yang mengangkat merekapun adalah gubernur.

Lebih jauh lagi dilihat dari sistem pembinaan karir pegawai negeri sipil, adanya interpretasi sempit atas konsep keterbukaan menjadi “lelang jabatan” ini bisa jadi menjadi sebuah kemunduran. Dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Pasal 17 Ayat (2) disebutkan bahwa Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat objektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras dan golongan. Penjelasan dari pasal tersebut yang dimaksud dengan syarat objektif lainnya antara lain adalah disiplin kerja, kesetiaan, pengabdian, pengalaman, kerjasama dan dapat dipercaya. Sayangnya dalam surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2012 tidak menyebutkan penjelasan tentang syarat obyektif lainnya tersebut. Lelang jabatan terkesan hanya menekankan pada kompetensi dan prestasi kerja yang diukur melalui serangkaian seleksi yang dilakukan secara terbuka. Padahal syarat lain yang termuat dalam penjelasan tersebut tidak kalah pentingnya, dan hal tersebut hanya bisa diketahui apabila ada satu sistem pembinaan dan pengembangan karir pegawai yang jelas, yaitu manajemen karir yang terbuka secara keseluruhan proses dan bukan hanya terbuka pada saat lelang jabatan, sehingga nilai kedisiplinan, kesetiaan, pengabdian, kerjasama, dan dapat dipercaya dapat terekam dengan jelas selama proses manajemen karir. Syarat-syarat lain tersebut tidak bisa hanya dibuktikan melalui kelengkapan syarat administrasi berupa bukti kehadiran dan sebagainya, hasil tes psikologi mungkin akan bisa memberi gambaran mengenai hal

(4)

tersebut, namun saya yakin juga tidak bisa secara akurat memberikan nilai untuk syarat-syarat lain tersebut.

Di satu sisi sistem lelang ini akan membawa dampak positif karena PNS akan mempunyai peluang yang lebih banyak untuk menduduki jabatan struktural seperti dikatakan oleh Kepala BKD DKI Jakarta I Made Karmayoga bahwa Bisa dibilang ini lompat galah untuk karier PNS, karena dulu sangat kecil kemungkinan PNS dari bidang lain menjadi camat atau lurah, diketahui bahwa salah seorang yang lolos menjadi seorang camat adalah seorang dokter gigi yang sebelumnya menjabat sebagai kepala puskesmas6. namun di sisi lain menuntut pegawai untuk merencanakan serta menggapai kariernya secara mandiri dengan mencari peluang karir di berbagai tempat yang menurut dia mungkin, inilah yang disebut oleh Constant D. Beugré7 sebagai protean career atau karir yang bermacam-ragam atau karir yang berubah-ubah. Walaupun mempunyai dampak positif namun protean career menyimpan banyak jebakan karena jalur karir yang tidak linier dan bahkan bisa menjadi kacau balau.

“Despite its positive impact, the protean career has some pitfalls. Not all individuals will fare equally well in the protean career. Most employees are in a weaker bargaining position in the employment relationship than employers (Van Buren III, 2003). The path of a protean career is not linear; it can even be chaotic. What then would explain the extent to which some employees strive in the protean career, whereas others fail?”

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah tepat model protean career ini diterapkan untuk pengembangan karir PNS di Indonesia? Padahal kegagalan seorang PNS dalam membangun karirnya sangat dipengaruhi oleh peran organisasi, yang artinya kegagalan pegawai dalam membangun karirnya juga merupakan kegagalan organisasi dalam hal human resource development.

Menurut Gary Dessler8, dalam pengembangan karir pegawai ada tiga hal yang saling berhubungan dan saling terkait satu sama lain yaitu individu pegawai, pimpinan, dan organisasi dimana masing-masing mempunyai peran dalam pengembangan karir pegawai. Peran pimpinan diantaranya adalah memberikan dukungan dan penilaian pengembangan karir,

6 http://www.tempo.co/read/news/2013/06/27/083491662/Lompat-Galah-Karier-PNS-Lewat-Lelang-Jabatan

7 Chapter VI of E-Human Resources Management,Human Resource Portal and the

Protean Career: A Three Factor Model, Hershey, London, Melbourne, Singapore: Idea

Group Publishing, 2005.

8 Manajemen Sumber Daya Manusia, (terj. oleh. Benyamin Molan), Jakarta:

(5)

melakukan diskusi dan memberikan dukungan rencana pengembangan karir, sedangkan peran organisasi diantaranya adalah memberikan peluang pendidikan/pelatihan dan pengembangan karir, memberikan informasi karir dan program karir, serta menawarkan beberapa pilihan karir yang sesuai

untuk pegawai yang bersangkutan. Jadi dalam pola karir pegawai tidak bisa organisasi dan

pimpinan lepas tangan sama sekali dalam pengembangan karir pegawainya dan membiarkan pegawainya mengembangkan karirnya sendiri. Bagi sebagian besar PNS bisa jadi lelang jabatan ini bagaikan masuk dalam sebuah ruangan yang gelap gulita dimana mereka akan bingung untuk melangkah, walaupun bagi sebagian lain ini merupakan peluang dimana mereka akan dengan leluasa menentukan tujuan mereka, bahkan banyak pilihan untuk mereka menduduki suatu jabatan dengan mengikuti berbagai lelang jabatan.

Ada beberapa poin yang ingin saya simpulkan di sini yaitu pertama, konsep keterbukaan sebagaimana dicanangkan oleh Kementerian PAN-RB dan juga amanat Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan Atas Undang-Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian hendaknya tidak diterjemahkan secara sempit hanya pada saat seleksi/lelang jabatan tetapi konsep keterbukaan ditujukan pada keseluruhan proses manajemen karier. Kedua, birokrasi memang harus dijauhkan dari anggapan “bertele-tele”, lama, dipersulit, dan sebagainya namun hendaknya tidak mengacaukan struktur

birokrasi yang telah diatur menurut undang-undang. Ketiga, idealnya pengetahuan dan ketrampilan seseorang berbanding lurus dengan pendidikan seseorang oleh karena itu dalam penerimaan CPNS dicantumkan syarat jenis dan jenjang pendidikan untuk menduduki jabatan tertentu, demikian juga dalam jabatan struktural hendaknya ada jenis dan jenjang pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

As the name suggests, ˆReal Ball˜ pitching machines throws out real balls or those machine pitch dimpled balls you see at the commercial batting cages.. Both types of baseballs

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah dan berkat segala kemurahan-Nya telah memperkenankan penulis tugas akhir dengan judul “PEMANTAU SUHU MENGGUNAKAN LAYANAN

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Pemenang Nomor : 08/PBJ-K-5.P/IV.40/2012 tanggal 19 September 2012 perihal Penetapan Pemenang Pekerjaan Pembangunan RKB SMKN 1 Bandar Lampung

The experimental results showed that the system successfully controlled the robot according to the motion of the user hand tracked by the stereo camera. Keywords:

Rancang Bangun ARD (Automatic Rescue Device) Pada Lift Dengan Tampilan LCD Berbasis Mikrokontroller adalah sebuah sistem yang dirancang pada lift yang berfungsi

[r]

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk memperoleh data tentang penerapan sistem administrasi pendidikan dalam lingkungan sekolah lanjutan di MTs As

Penggunaan tumbuhan paku air pada tikus putih ( Rattus norvegicus ) disebabkan tikus putih termasuk dalam kelompok hewan mamalia, sehingga nantinya tumbuhan paku air