POTENSI
PERINGATAN
DINI
GEMPA
(BELAJAR
DARI
GEMPA
TASIKMALAYA,
2
SEPTEMBER
2009,
M
7.2
SR)
DI
JAWA
BARAT
Diajukan oleh : Hendar Gunawan
Dan
Dr. Gunawan Ibrahim Prof. Dr. Nanang T. Puspito
Dr. Pj.Priharyadi
Pokok
Bahasan
Pendahuluan
;
Latar
belakang,
perumusan
masalah,
ruang
lingkup,
hipotesis,
tujuan,
novelties
,
dan
sistematika
tulisan.
Seismisitas
Jawa
Barat .
Potensi
Informasi
Dini
Gempa.
Prakiraan
Besaran
Magnitudo
Pendekatan.
Perhitungan
Parameter
Frekuensi
Maksimum.
Model
Matematis
Td
dan
M.
Diskusi.
PERUMUSAN
MASALAH
•
Peringatan dini gempa belum ada dan belum
dikembangkan di Jawa barat, Khususnya Kota Jakarta
sebagai Metropolitan .
•
Gempa direkam dalam bentuk Seismogram Broadband
(Kecepatan) sehingga perlu teknik simulasi, restitusi,
integrasi untuk mengubah menjadi seismogram
Percepatan atau Pergeseran.
Ruang
Lingkup
1. Dalam riset ini akan dilakukan analisis sinyal gempa fase
gelombang P dari Seismogram Broadband Komponen tegak
yang berasosiasi dengan gempabumi yang merusak atau
Magnitudo momen (Mw)
2. Menentukan model empiris Periode Dominan (Td) dengan
Magnitudo secara deterministik untuk 68 data signal gempa
yang dicatat Stasiun CISI, dari Megathrust di Selatan Jawa.
3. Riset peringatan dini secara cepat untuk potensi bencana
gempa bumi, dengan Tc >1 detik, Pd > 0.5 cm .
4. Ruang lingkup wilayah Jawa Bagian Barat :
Koordinat
104º BT
– 109º BT
/
5º LS
– 9º LS
Hipotesa Penelitian
1. Peringatan Dini Gempa dapat dilakukan dengan
teknik analisis 3 detik fase awal gelombang P
parameter Td ( Td> 1 det, Mw>6.0), seismogram
Pergeseran, Percepatan dan Kecepatan.
2. Rumus Empiris Td dengan Magnitudo diperoleh
dari data 69 kejadian gempa di Stasiun CISI,
Garut ,Jawa Barat.
Asumsi
•
Amplitudo
P
lebih
kecil
dari
Amplitudo
S
TUJUAN
1.
Studi Pengembangan Peringatan Dini Gempa Di Jawa
Barat, Metode Perhitungan Durasi Energi Frekuensi
Tinggi Dan Maksimum Displacement Gelombang P
Pada Data Digital Seismogram Broadb
and
Metodologi
Riset
Input
Data
Digital
Broadband
Seismogram
Pilih
Phase
Awal
gelombang
P
metoda
Skewnes
dan
Kurtosis
Terintegrasi.
Proses
Filtering
(Windowing,
Butterworth
orde
2,
2
‐
4
Hertz,
zero
seismogram)
Proses
Simulasi
dan
Restitusi
Seismogran
Displacement,
Accelerasi
Tentukan
3
detik
pertama
gel
P,
tentukan
Td
Td>1.0
detik
atau
M>6.0
SR.
SEISMISITAS
JAWA
BARAT:
KONDISI
TEKTONIK
INDONESIA
Kedalaman : 0 – 100 km (merah), 100 km – 300 km (hijau), > 300 km (biru)
Seismisitas USGS 1973-2010 Fault Plane Solusi Gempa Jawa
Jaringan
Stasiun
Broadband
Di
Jawa
Ket:
Jaringan
Stasiun
Broadband
Di
Jawa
Ket:
: gempa dangkal <100 km
Alen 2009
DISTRIBUSI HIPOSENTRAL PADA SEGMEN
C-C
ZONA JAWA BARAT, PULAU JAWA
Dip Angle = 16o
Dip Angle = 61o
19A 19B 5K 4B 4C 5A5B 4F 4D 4E 24 25 5J 5I 5H 5G 5F5D 5E 5C 23 6C 6A 6B 6D 21 6E 6F 6G 7 8 9 9B 14 17 22 10 11E 11D 11C 12D 12C 12B 12A 11B11A 18 1321 13 15 16
Potongan Melintang C-C
C
EEWS
dengan
Strong
motions
y = 0.129x + 3.942 R² = 0.962 y = 0.248x + 4.352
R² = 0.977
0 20 40 60 80 100 120 140
0 100 200 300 400 500 600
Waktu Kedatangan Gelombang- P dan Proses
CISI Bandung
Jakarta
Prakiraan
Periode
dominan
Td.
Seismogram Kecepatan , Gempa
Tasikmalaya, , tanggal 2 -9-2009, M = 7.2 SR.
Seismogram Pergeseran (Displacement).
Seismogram Percepatan (Accelerasi).
Periode Dominan (Td)
Maksimum
Hasil
Perhitungan
69
Data
Gempa
y = 0.043e0.554x
R² = 0.529
0.1 1 10
2 3 4 5 6 7 8
Td
(
sec
)
Magnitude
Grafik Hubungan Td dengan Magnitude
Log (Td) = 0.240599 M – 1.36653 R = 0.7273
Mpd = 1.001 M + 0.005
R= 0.727
y = 1.001x + 0.005 R² = 0.529
2 3 4 5 6 7 8
2 3 4 5 6 7 8
Ma
g
_
Td
Mag
Grafik Hubungan Mag dengan Mag_Td
Hasil
Mw
dan
Td
disandingkan
dengan
penulis
lainnya
:
No. Hubungan Td dan Mw Penulis Keterangan 1
2 3 4 5
Log Tc = 0.221 Mw – 1.113 +- 0.084 Mw = 4.525 log Tc + 5.036.
Mw = 3.088 log Tc + 5.300 R=0.57 Log Tc = 0.296 Mw – 1.716 R = 0.933
Log Tc = 0.179 Mw – 0.932 +- 0.208 Log Td = 0.240 Mw - 1.367 R = 0.727 Mw = 4.156 log Td + 5.679
Wu dan Kanamori (2005).
Wu,dkk (2006). Satriano, dkk (2010) Wu, dkk (2005) Penulis
12 gempa 46 gempa.
54 gempa Taiwan, Je pang dan California
Kesimpulan.
•
Waktu
efektif
peringatan
dini
gempa
yang
bersumber
dari
zona
Mega
Thrust
selatan
Jawa,
berpotensi
untuk
memberikan
peringatan
dini
gempa
Kota
Jakarta.
Getaran
awal
(kedatangan
gelombang
P)
yang
dirasakan
lebih
kurang
60
detik
kemudian
dan
getaran
kuat
(S)
118
detik
setelah
Tanda
peringatan
dini
(Alarm)
stasiun
CISI.
•
Tanda
peringatan
dini
dari
Stasiun
CISI
yang
berpotensi
merusak
untuk
Jawa
Barat
dapat
diprakirakan
dari
Daftar
Pustaka
Anthony Lomax; Rapid Estimation Of Rupture Extend For Large: Application to the 2004,M9 sumatra‐Andaman Mega Thrust, Geophysical Research ,
American Geophysical Union, 2005
Tatsuhiro Hara, : Determination of Earthquake Magnitudes Using Duration of High Frequancy Energy Radiations : Aplication to the April 6, 2010 Northern Sumatra Earthquake: IISEE , Building Research Institute
Ivanka Pascaleva, M.Konteva; G. Franco Vaccari, Guilano F. Panza : Some Contributions of the Neo Deterministic Seismic hazard Approach to the Earthquake Risk Assesment for the city of Sofia; Applied Geophysics , 2010, Birkhauser/Springer Boxel A6, DOI 10.007/s00024‐010‐0127‐8.1998.105,
Hoby NT Razafindrakota, G.Rambolamana, GF Panza.: Seismic Hazard Evaluations For Major Cities in Madagascar.Publikasi United Nations International and Cultural Organization and International Atomic Energy Agency,ICTP Italia, 2009
Daftar
Pustaka
(2)
Nguyen Hong Phuong, Bui Cong Quei; GIS Application for Deterministic Hazard Assesment In Vietnam , Institute Of Geophysics, 2007, VAST, 18 Hoang Quoc Vietnam, Cau Giay, Hanoy.
Yih‐Min Wu, Hiroo Kanamori.; Development of Earthquake Early Warning System Using Real Time Strong Motion Signal; Sensors, ISSN 1424‐8220 @ 2008 by MDI, Publish 9 Januari 2008.
Hiroo Kanamori, Egill Hankson, Thomas Heaton.; Real Time Seismology and Earthquake Hazard Mitigation, Nature, Volume 390, 4 Desember 1997.
Yin Wih Wu, Li Zhao.; Magnitude Estimation Using the Three Second P wave Amplitude in Earthquake Early Warning; Geophysical Research Letter, Vol. 33. L 16312, doi 10.1029/2006 GI 026871,2006.
Hiroo Kanamuri; Real Time Seismology and Earthquake Danage Mitigation, Annu.Rev. Earthquake Planet Science, 2005, Vol.33, hal 195‐214.
Hidieka Kisshida et al; Intensity Of Earthquake Motion, Research CommiteOn Earthquake Ground Motion, The Achitectureal Institute Of Japan, Book Edited and publish 1993, hal. 185.
Paul Somerville ; Ground Motion Attenuation Relationship and Their