• Tidak ada hasil yang ditemukan

keputusan bupati 2009 92A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "keputusan bupati 2009 92A"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI BANTUL

KEPUTUSAN BUPATI BANTUL NOMOR 92 A TAHUN 2009

TENTANG

PEMBERIAN PENGHASILAN BAGI LURAH DESA DAN PAMONG DESA TRIMURTI KECAMATAN SRANDAKAN

DAN DESA JAGALAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL TAHUN ANGGARAN 2009

BUPATI BANTUL,

Menimbang : a. bahwa Desa Trimurti Kecamatan Srandakan dan Desa Jagalan Kecamatan Banguntapan tidak memiliki Tanah Kas Desa yang dapat dipergunakan untuk memberikan penghasilan bagi Lurah Desa dan Pamong Desa sehingga perlu memberikan penghasilan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2009;

b. bahwa pemberian penghasilan bagi Lurah Desa dan Pamong Desa sebagaimana dimaksud pada huruf a dan sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Peraturan Bupati Nomor Tahun 21 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Penghasilan dan Penghargaan Bagi Lurah dan Pamong Desa yang tidak memiliki Tanah Kas Desa Di Kabupaten Bantul, perlu ditetapkan oleh Bupati;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, dan huruf b perlu menetapkan Keputusan Bupati Bantul tentang Pemberian Penghasilan Bagi Lurah Desan dan Pamong Desa Trimurti Kecamatan Srandakan dan Desa Jagalan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2009;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta;

2. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;

(2)

4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2005;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negeri Sipil;

7. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 14 Tahun 2007 tentang Badan Permusyawaratan Desa;

8. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Pemerintahan Desa; 9. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 21 Tahun

2007 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Lurah Desa;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 22 Tahun 2007 tentang Pamong Desa;

11. Peraturan Bupati Bantul Nomor 65 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 21 tahun 2007 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Lurah Desa; 12. Peraturan Bupati Bantul Nomor 66 Tahun 2008 tentang

Petunjuk Pelaksana Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 22 tahun 2007 tentang Pamong Desa;

13. Peraturan Bupati Bantul Nomor 21 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Penghasilan dan Penghargaan Bagi Lurah Desa Dan Pamong Desa Yang Tidak Memiliki Tanah Kas Desa Di Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2009;

MEMUTUSKAN : Menetapkan :

KESATU : Memberikan Penghasilan Bagi Lurah Desa dan Pamong Desa Trimurti Kecamatan Srandakan dan Desa Jagalan Kecamatan Banguntapan di Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2009 berupa gaji pokok per bulan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Lurah Desa sebesar Rp. 1.320.300,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu tiga ratus rupiah);

b. Carik Desa dan Kepala Bagian sebesar Rp. 1.221.400,00 (satu juta dua ratus dua puluh satu ribu empat ratus rupiah);

c. Dukuh dan Kepala Urusan Tata Usaha BPD sebesar Rp. 1.171.800,00 (satu juta seratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus rupiah); dan

(3)

seratus dua puluh empat tiga ratus rupiah);

KEDUA : Selain penghasilan berupa gaji pokok sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU, kepada Lurah Desa dan Pamong Desa Trimurti Kecamatan Srandakan dan Desa Jagalan Kecamatan Banguntapan diberikan tunjangan per bulan dengan perincian sebagai berikut :

a. tunjangan istri sebesar 10 % (sepuluh per seratus) dari gaji pokok;

b. tunjangan anak yang belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun dan/atau belum menikah sebesar 2% (dua per seratus) dari gaji pokok; dan

c. tunjangan beras sebesar Rp. 42.300,- (empat puluh dua ribu tiga ratus rupiah) per jiwa.

KETIGA : Keputusan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Bantul pada tanggal

BUPATI BANTUL,

M. IDHAM SAMAWI

Salinan Keputusan Bupati ini disampaikan kepada Yth. : 1. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta;

2. Kepala Biro Tapem Setda Propinsi DIY; 3. Ketua DPRD Kabupaten Bantul;

4. Kepala Bappeda Kabupaten Bantul; 5. Kepala Inspektorat Kabupaten Bantul; 6. Kepala DPKAD Kabupaten Bantul;

7. Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Kab. Bantul 8. Camat Srandakan;

9. Camat Banguntapan; 10.Yang bersangkutan;

(4)

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat ini keterlibatan masyarakat dalam menyediakan fasilitas di obyek wisata danau Naga Sakti sudah berjalan dengan baik dengan ikut serta mendukung visi dan misi

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Peraturan Bupati tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2009

Proses sewing pada Line 28 dengan item produksi Adidas masih memiliki defect yang tinggi tiap harinya sehingga perlu dilakukan pengendalian kualitas dengan menganalisis keadaan saat

Kejahatan bisnis dipandang dari segi filosofi mengandung makna bahwa telah terjadi perubahan nilai-nilai atau values dalam masyarakat ketika suatu aktivitas bisnis

Sarung tangan yang kuat, tahan bahan kimia yang sesuai dengan standar yang disahkan, harus dipakai setiap saat bila menangani produk kimia, jika penilaian risiko menunjukkan,

maka !aktur penjualan ini merupakan media tunggal. 5ika setiap !aktur penjualan dapat.. digunakan dengan merekam beberapa prduk sekaligus, !aktur ini merupakan

Analisis terhadap 5 besar perusahaan/emiten yang membentuk portofolio reksa dana saham yang diteliti akan dilakukan dengan menggunakan matriks. Growth

Melalui pengukuran kinerja diharapkan instansi pemerintah dapat mengetahui kinerja dalam suatu periode tertentu, Dengan adanya suatu pengukuran kinerja, maka kegiatan