• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepres No. 7 thn 2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kepres No. 7 thn 2008"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008

TENTANG

TIM NASIONAL PENGALIHAN AKTIFITAS BISNIS TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional. Indonesia, diatur bahwa dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak berlakunya undang-undang tersebut, Pemerintah harus mengambil alih seluruh aktifitas bisnis yang dimiliki dan dikelola, oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) baik secara langsung maupun tidak langsung;

b. bahwa dalam rangka pengalihan aktifitas bisnis yang dirniliki dan dikelola oleh TNI sebagaimana dimaksud pada huruf a, dipandang perlu melakukan penilaian terhadap bisnis TNI dimaksud guna pengelolaan selanjutnya;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b tersebut diatas, dipandang perlu untuk membentuk Tim Nasional Pengalihan Aktifitas Bisnis TNI dengan Keputusan Presiden;

Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4169);

3. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4439);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG TIM NASIONAL PENGALIHAN AKTIFITAS BISNIS TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI).

PERTAMA : Untuk memperlancar pengalihan seluruh aktifitas bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh TNI kepada Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, serta untuk menetapkan langkah kebijakan guna pengelolaan selanjutnya, dibentuk Tim Nasional Pengalihan Aktifitas Bisnis TNI yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disebut Tim Nasional.

KEDUA : Tim Nasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. KETIGA : Tim Nasional bertugas untuk :

a. melakukan penilaian yang meliputi inventarisasi, identifikasi, dan pengelompokan terhadap seluruh aktifitas bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh TNI baik secara langsung maupun tidak langsung; b. m e r u m u s k a n l a n g k a h - l a n g k a h k e b i j a k a n d a l a m r a n g k a

pengalihan aktifitas bisnis yang dimiliki, dikuasai dan dikelola oleh TNI baik secara langsung maupun tidak langsung untuk penyelesaian dan/atau pengelolaan selanjutnya guna ditata sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(2)

KEEMPAT : 1. Susunan keanggotaan Tim Nasional sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA adalah sebagai berikut :

TIM PENGARAH :

a. Ketua : Menteri Keuangan; b. Anggota : 1. Menteri Keuangan;

2. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara; 3. Sekretaris Kabinet;

4. Panglima Tentara Nasional Indonesia; c. Sekretaris : Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan. TIM PENGAWAS :

a. Ketua : S e k r e t a r i s M e n t e r i N e g a r a B a d a n Usaha Milik Negara;

b. Wakil Ketua : Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan; c. Anggota : 1. Wakil Sekretaris Kabinet;

2. Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Departemen Keuangan;

3. Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia.

TIM PELAKSANA :

a. Ketua : Erry Riyana Hardjapamekas;

b. Wakil Ketua I : Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan;

c. Wakil Ketua II : Asisten Personil Panglima Tentara Nasional Indonesia;

d. Sekretaris Harry Z. Soeratin;

e. Anggota 1. Ratnawati W. Prasodjo; 2. Silmy Karim;

3. Dandossi Matram; 4. Fero Purbonegoro;

5. Achil Ridwan Djajadiningrat; 6. Catharina Widyasrini.

2. Pembagian tugas, organisasi dan pelaksanaan ditetapkan oleh Ketua Tim Pelaksana dengan persetujuan Tim Pengarah setelah dilakukan konsultasi dengan Tim Pengawas.

3. Untuk melaksanakan tugasnya, Tim Nasional dibantu oleh Sekretariat yang dipimpin oleh Kepala Sekretariat, yang susunan organisasi dan tata kerjanya ditetapkan oleh Ketua Tim Pengarah.

KELIMA : 1. Dalam m elak sanak an tugasnya sehari- hari, Tim Pelak sana melakukan koordinasi dengan Tim Pengawas.

2. D a l a m h a l t e r d a p a t p e r m a s a l a h a n a t a u k e n d a l a d a l a m pelaksanaan tugas Tim Nasional, Tim Pengawas meminta arahan kepada Tim Pengarah untuk menetapkan langkah-langkah penyelesaiannya. 3. Mekanisme dan tata kerja Tim Pengarah, Tim Pengawas dan Tim Pelaksana

diatur lebih lanjut oleh Ketua Tim Pengarah.

(3)

2. Pembentukan dan tata kerja Kelompok Kerja sebagaimana dimaksud pada angka 1, ditetapkan oleh Ketua Tim Pengarah.

KETUJUH : Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA, Tim Nasional berwenang untuk :

1. meminta dokumen, keterangan, data dan/atau melakukan kunjungan langsung yang diperlukan yang berkaitan dengan aktifitas bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh TNI baik secara langsung maupun tidak langsung;

2. m e n g g u n a k a n j a s a k o n s u l t a n y a n g d i p e r l u k a n d a l a m melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA;

3. melakukan koordinasi, konsultasi dan kerjasama serta meminta bantuan, masukan atau pendapat dengan atau kepada instansi pemerintah, asosiasi profesi, pakar dan/atau pihak lain yang dianggap perlu.

KEDELAPAN Ti m N a s i o n a l s e c a r a b e r k a l a a t a u s e wa k t u - wa k t u m e l a p o r k a n perkembangan pelaksanaan tugas Tim Nasional kepada Presiden, yang meliputi hasil penilaian aktifitas bisnis yang dimiliki oleh TNI baik secara langsung atau tidak langsung, termasuk rekomendasi tindak lanjut penyelesaian pengambilalihan aktifitas bisnis TNI.

KESEMBILAN S e g a l a b i a y a y a n g d i p e r l u k a n d a l a m p e l a k s a n a a n t u g a s Ti m Nasional dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Departemen Pertahanan, dan sumber lain yang tidak mengikat yang sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

KESEPULUH T i m N a s i o n a l m e n y e l e s a i k a n t u g a s d a n m e l a p o r k a n h a s i l pelaksanaan tugasnya kepada Presiden paling larnbat tanggal 16 Oktober 2009.

KESEBELAS Keputusan Presiders ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dan mempunyai daya laku surut sejak tanggal 4 Februari 2008.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 April 2008

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Ttd

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet

Bidang Hukum, Ttd

Referensi

Dokumen terkait

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 berikut pelaksanaan pengalihan seluruh saham milik Negara pada PT Madubaru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, dilakukan menurut

Pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup pertambangan emas rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 6 dilakukan sesuai dengan pedoman

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001

bahwa Rencana Pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150 ayat (3) huruf c Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah

Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2), ditetapkan dengan Keputusan Bupati..

(3) Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah pelayanan tempat rekreasi, pariwisata dan olah raga yang disediakan, dimiliki dan/atau

(3) Fungsi pelaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf c, merupakan fungsi pelaksana dilaksanakan secara terkordinasi dan terintegrasi

Bintang Yudha Dharma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf d diberikan kepada WNI bukan Prajurit TNI yang berjasa besar dalam bidang pembangunan TNI